Teori Struktur Modal
MERDYAN SATRIA PUTRA
7 Pengertian Modal dari Para Ahli
Ada beberapa pengertian modal dari para ahli yang perlu Anda tahu, yaitu:
#1 Prof Bakker
Menurut prof Bakker, modal adalah barang konkret yang ada dalam rumah tangga perusahaan dan terdapat pada neraca debit.
Selain itu, daya beli atau pun nilai tukar barang yang tercatat di neraca kredit juga dapat dikatakan sebagai modal.
#2 Lawrence J. Gitman
Sedangkan menurut Lawrence J. Gitman, definisi modal adalah pinjaman dalam jangka waktu tertentu yang perusahaan miliki, dan juga segala hal yang berada pada bagian kanan neraca perusahaan kecuali kewajiban yang saat ini.
Namun, modal juga bisa mencakup hak milik total dari jumlah yang ditanam, surplus, dan juga keuntungan-keuntungan yang tidak dibagi.
7 Pengertian Modal dari Para Ahli
#3 Bambang Riyanto
Bambang Riyanto mengatakan bahwa yang disebut modal yaitu hasil produksi yang digunakan kembali untuk melakukan produksi selanjutnya.
Kemudian, seiring perkembangannya definisi modal lebih ditekankan kepada nilai, daya beli, dan juga kekuasaan atau kemampuan untuk memanfaatkan barang-barang modal.
#4 Drs. Moekijat
Sedangkan Drs. Moekijat mengatakan bahwa apa yang dikatakan sebagai modal dapat terbagi menjadi beberapa rumusan dasar.
Umumnya, yang disebut modal adalah uang tunai, kredit, hak membuat dan menjual sesuatu atau paten, mesin-mesin, dan juga gedung-gedung yang dimiliki.
Namun, modal juga bisa mencakup hak milik total dari jumlah yang ditanam, surplus, dan juga keuntungan-keuntungan yang tidak dibagi.
#5 Profesor Polak
Profesor Polak menyebut modal adalah kekuasaan yang dimiliki baik oleh individu maupun organisasi untuk menggunakan barang-barang modalnya yang berada di neraca kredit.
Yang disebut barang modal adalah barang-barang yang dimiliki oleh perusahaan dan masih belum digunakan.
#6 Profesor Meij
Menurut Profesor Meij, definisi modal yaitu kolektivitas barang-barang modal yang ada dalam neraca debit.
Dan yang dimaksud dengan barang modal menurut Profesor Meij adalah semua barang yang ada dalam rumah tangga perusahaan dan memiliki fungsi produktif untuk menghasilkan pendapatan.
Sedangkan yang disebut sebagai kekayaan adalah daya beli yang ada pada barang-barang modal di neraca kredit.
#7 Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Jika mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, maka modal menurut KBBI adalah uang yang digunakan sebagai pokok atau induk untuk melakukan kegiatan perdagangan.
Baik harta benda berupa uang maupun barang, selama mampu dan bisa digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang bisa menambah kekayaan.
Definisi Struktur Modal
Neraca Entitas
Aset
Struktur Aset
Struktur Keuangan (sumber Aset)
Modal Sendiri (Saham Prefern, Saham Biasa, laba ditahan)
Modal Asing
(Utang jangka Pendek Permanen, Utang jangka Panjang: obligasi & Hipotek)
Komponen Struktur Modal
Struktur
Modal
Modal Asing (Utang)
Jangka Pendek Permanen (supplier)
Jangka Panjang
(Obligasi & Hipotek)
Modal Sendiri (Pemilik)
Internal (Laba ditahan)
Eksternal (Saham Prefern & Saham Biasa)
Teori Struktur Modal
Teori Struktur Modal
1.Pendekatan Laba Bersih (Net Income Approach)
2.Pendekatan Laba Bersih Operasi (Net Operation Income Approach)
3. Pendekatan Tradisional
4. Pendekatan Modigliani Miller (MM)
Pendekatan laba bersih
Pendekatan laba operasi bersih
Pendekatan laba operasi bersih dikemukakan oleh David Durand pada tahun 1952. Pendekatan ini menggunakan asumsi bahwa investor memiliki reaksi yang berbeda terhadap penggunaan utang perusahaan. Pendekatan ini melihat bahwa biaya modal rata-rata berimbang dan bersifat konstan berapapun tingkat utang yang digunakan oleh perusahaan.
Berikut ini penjelasannya:
Artinya apabila perusahaan menggunakan utang yang lebih besar, maka pemilik saham akan memperoleh laba yang semakin kecil. Oleh karena itu tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh pemilik modal sendiri akan meningkat sebagai risiko perusahaan. Akibatnya biaya modal rata-rata terimbang akan berubah.
Pendekatan tradisional
Pendekatan Modigliani dan Miller
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Pada Modal
1. Struktur Aktiva
Struktur aktiva disebut juga tangibility, berdasarkan Weston dan Brigham. Bahwa adanya perimbangan atau perbandingan antara total aktiva dan aktiva tetap. Sebagai contoh perusahaan bergerak di bidang industri yang sebagian besar modalnya didapat pada aktiva tetap.
Di perusahaan industri ini mengutamakan modal permanen dari modal sendiri. Sementara itu utang sifatnya sebagai pelengkap pada perusahaan industri.
�Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Pada Modal
2. Growth Opportunity
Definisi dari Kartini dan Arianto, 2008; bahwa adanya growth opportunity merupakan perubahan titik aktiva yang perusahaan miliki. Dan menurut Mai, 2006; merupakan sebuah peluang perusahaan tumbuh di masa yang akan datang. Dalam hal ini perusahaan melakukan investasi untuk hal yang menguntungkan perusahaan.
�Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Pada Modal
3. Ukuran Perusahaan
Sebuah perusahaan menjadi besar jika melakukan diversifikasi atau keanekaragaman produk. Serta lokasi yang ditentukan guna mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Sementara bagi perusahaan kecil diversifikasi lebih sulit dilakukan.
Maka dalam penerapan diversifikasi meminimalisir terjadi kegagalan dan bangkrut saat menjalankan usaha. Dan perusahaan yang lebih besar tentu dianggap mampu menjalankan usaha dan menghadapi krisis yang terjadi.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Pada Modal
4. Profitabilitas
Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba pada tingkat yang diterima dengan suatu ukuran dalam presentasi nilai sebuah perusahaan merupakan profitabilitas. Sebuah perusahaan yang memiliki profitabilitas tinggi tentu mempunyai dana internal perusahaan lebih banyak.
Dibandingkan dengan profitabilitas perusahaan lain yang lebih rendah. Dengan pengembalian utang yang lebih tinggi dari sebuah perusahaan maka berinvestasi dengan utang akan relatif kecil.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Pada Modal
5. Risiko Bisnis
Pada risiko bisnis bisa menimbulkan kesulitan bagi perusahaan dalam melakukan pendanaan eksternal. Sehingga, akan berpengaruh negatif terhadap leverage atau penggunaan aset atau dana perusahaan. Adanya risiko bisnis yang terjadi harus dipahami segera mungkin dan ditanggulangi oleh perusahaan.
��
Dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi struktur permodalan perusahaan, tentunya akan memberikan pemahaman tersendiri seperti apa struktur modal tersebut bisa tetap berjalan dengan baik. Karena dengan adanya struktur ini memiliki berbagai macam fungsi khususnya untuk perusahaan.
Fungsi Dari Struktur Modal
Fungsi Dari Struktur Modal
Fungsi Dari Struktur Modal
Mengapa Investor Perlu Mengetahui Struktur Modal Perusahaan?
Calon investor, pengakuisisi, atau penyedia layanan perlu mengetahui tentang kewajiban utang atau struktur ekuitas perusahaan karena sejumlah alasan.
Salah satu alasan utama adalah untuk menilai nilai perusahaan mereka atau memprediksi dampak keuangan kewajiban yang ada pada perusahaan di kemudian hari.
Memahami struktur modal perusahaan juga dapat berguna dalam menentukan jenis layanan keuangan yang mungkin mereka butuhkan sekarang atau di masa depan.
Dalam kasus utang yang ada, informasi tentang jenis utang, jadwal jatuh tempo dan tingkat suku bunga dapat menjadi sumber tambahan wawasan.
Mengapa Struktur Modal Penting dalam Pengembilan Keputusan?
Dengan wawasan tentang struktur modal perusahaan, Anda dapat mengidentifikasi kemungkinan pembelian, target akuisisi, dan peluang pembiayaan kembali utang atau rekapitalisasi.
Misalnya, pemberi pinjaman dapat menggunakan informasi tentang struktur modal untuk mengidentifikasi perusahaan dengan tingkat leverage yang rendah yang mungkin ingin mengambil lebih banyak utang.
Dengan menggunakan rincian tentang tingkat bunga utang dan utang yang akan segera jatuh tempo, pemberi pinjaman dapat menemukan perusahaan publik yang mungkin cocok untuk layanan mereka.
Informasi tentang biaya modal—termasuk biaya modal rata-rata tertimbang (alias WACC), dilusi ekuitas, dan rasio EV—dapat menjadi penting untuk melakukan analisis keuangan dan menginformasikan strategi M&A.
Rumus WACC:
WACC = (E/V x Re) + ((D/V x Rd) x (1 – T))
Di mana:
Mengapa Sumber Pembiayaan Penting Ketika Melakukan Analisis Keuangan?
Penting untuk memahami sumber pendanaan perusahaan, karena sumber hutang atau ekuitas yang berbeda akan memiliki efek yang berbeda pada biaya modal, yang pada gilirannya akan mempengaruhi nilai perusahaan.
Jenis utang yang dimiliki perusahaan, serta tingkat bunga yang menyertai utang itu, akan memengaruhi harga yang mungkin dibayar oleh calon pengakuisisi atau menunjukkan potensi risiko tentang berinvestasi atau mengakuisisi perusahaan itu.
Dengan demikian, penting untuk meninjau informasi struktur modal untuk memahami apakah perusahaan lebih condong ke utang atau ekuitas dan mengidentifikasi mereka yang cocok dengan struktur modal optimal spesifik dari gaya investasi atau jasa keuangan yang berbeda.
Asumsi Yang Mendasari Teori Struktur Modal
Beberapa terminologi:
E = Nilai pasar saham biasa perusahaan
D = Nilai Pasar utang perusahaan
V = Total nilai perusahaan (E + D)
kd = Tingkat bunga utang perusahaan atau biaya utang
ke = biaya modal sendiri atau tingkat keuntungan yg diisyaratkan atas saham biasa.
ko = biaya modal rata-rata tertimbang
T = tingkat pajak perusahaan
Struktur Modal
E | = | (EBIT - kd D)(1-T) |
ke |
ke | = | (EBIT - kd D)(1-T) |
E |
V | = | EBIT(1-T) |
ko |
Teori Struktur Modal
Soal-1:
Suatu perusahaan memiliki laba operasi bersih Rp1.000, utang perusahaan Rp3.000, tingkat bunga utang 5%, kapitalisasi biaya modal sendiri 10%, pajak penghasilan 0%, lembar saham yang beredar 850 lembar. Dengan pendekatan laba bersih atau net income:
1. Teori Struktur Modal Pendekatan Laba Bersih (Net Income Approach)
Solusi dengan Pendekatan: | ||
| NI | NI |
Laba Operasi bersih (NOI = EBIT) | 1,000 | 1,000 |
Bunga utang | 150 | 300 |
Laba sebelum pajak (EBT) | 850 | 700 |
Pajak Penghasilan (0%) | - | - |
Laba untuk Pemegang Saham, (EAT) | 850 | 700 |
Kapitalisasi Biaya modal sendiri (ke) | 10% | 10% |
Nilai Pasar Saham, (EAT / ke) | 8,500 | 7,000 |
Nilai Pasar Utang | 3,000 | 6,000 |
Total Nilai Perusahaan | 11,500 | 13,000 |
Sehingga: | ||
ko | = | EBIT |
Total Nilai Perusahaan | ||
| = | 1,000 |
| 11,500 | |
| = | 8.7% |
Harga Per lembar saham adl: | ||
PER | = | Nilai Pasar Saham |
Jml Saham Beredar | ||
| = | 8,500 |
| 850 | |
| = | Rp10 |
Setelah Ada Kenaikan Utang sebesar Rp3.000, dan utang digunakan untuk membeli kembali saham yang beredar sebanyak 300 lembar (Rp3.000/Rp10) sehingga jumlah saham beredar menjadi 550 lembar (850 - 300), Maka: |
|
ko | = | EBIT |
Total Nilai Perusahaan | ||
| = | 1,000 |
| 13,000 | |
| = | 7.7% |
PER | = | Nilai Pasar Saham |
Jml Saham Beredar | ||
| = | 7,000 |
| 550 | |
| = | Rp12,73 |
Simpulan: Dampak perubahan leverage (struktur modal):
2. Struktur Modal Pendekatan Laba Operasi Bersih (Net Operating Income Approach)
Sehingga: | ||
ke | = | Laba utk Pmgang Saham |
Nilai Pasar Saham | ||
| = | 850 |
| 7.000 | |
| = | 12,1% |
Harga Per lembar saham adl: | ||
PER | = | Nilai Pasar Saham |
Jml Saham Beredar | ||
| = | 7.000 |
| 850 | |
| = | Rp8,235 |
Setelah Ada Kenaikan Utang Rp3.000, dan utang digunakan untuk membeli kembali saham yang beredar sebanyak 364 lembar (Rp3.000/Rp8,235) maka jumlah saham beredar menjadi 486 lembar (850 - 364): |
|
ke | = | Laba utk Pmgang Saham |
Nilai Pasar Saham | ||
| = | 700 |
| 4.000 | |
| = | 17.5% |
PER | = | Nilai Pasar Saham |
Jml Saham Beredar | ||
| = | 4.000 |
| 486 | |
| = | Rp8,230 |
Simpulan:
Dampak perubahan leverage (struktur modal):
| NOI | NOI |
Laba Operasi bersih (NOI = EBIT) | 1,000 | 1,000 |
Bunga utang | 150 | 300 |
Laba sebelum pajak (EBT) | 850 | 700 |
Pajak Penghasilan (0%) | - | - |
Laba untuk Pemegang Saham, (EAT) | 850 | 700 |
Biaya Modal Rata2Tertimbang (ko) | 10% | 10% |
Total Nilai Perusahaan, (EBIT/ko) | 10,000 | 10,000 |
Nilai Pasar Utang | 3,000 | 6,000 |
Nilai Pasar Saham | 7,000 | 4,000 |
Grafik Pendekatan NI dan NOI Teori Struktur Modal
| Net Operating Income Approach | |||
Biaya Modal (%) | | | ||
|
| | |
|
|
| ke |
| |
|
|
| | |
10 |
| ko |
|
|
| | | | |
5 |
| ki |
|
|
| | | | |
|
|
|
|
|
| | Leverage | | |
| Net Income Approach | ||||
Biaya Modal (%) | | | | ||
|
| | | | |
|
| | | | |
|
| | | | |
10 |
| ke |
|
| |
| ko | | | ||
5 |
|
|
|
| |
| ki | | | ||
|
|
|
|
| |
| | Leverage | | ||
Pendekatan Laba Bersih (NI):
Asumsi bahwa investor mengkapitalisasi / menilai laba perusahaan dg tingkat kapitalisasi modal (ke) yg konstan dan perusahaan dapat menigkatkan utangnya dg tingkat biaya utang (ki) yang konstan juga. Akibatnya semakin besar utang yang digunakan perusahaan, biaya modal rata-rata tertimbang (ko) akan semakin kecil dan nilai perusahaan semakin meningkat. Apakah sebaiknya menggunakan utang 100%?, kenyataanya adakah penggunaan utang 100%?
Pendekatan Laba Operasi Bersih (NOI):
Asumsi bahwa investor memiliki reaksi yang berbeda terhadap penggunaan utang oleh perusahaan, berapapun utang yang digunakan oleh perusahan maka tingkat biaya utang (ki) dan tingkat kapitalisasi modal rata-rata tertimbang (k0) konstan, akibatnya peningkatan utang dipandang sebagai peningkatan risiko perusahaan, sehingga tingkat keuntungan yang diyaratkan oleh pemilik modal sendiri (ke) akan meningkat.
3. Struktur Modal Pendekatan Tradisional Teori Struktur Modal
| Pendekatan Tradisional | |||
Biaya Modal (%) | | | | |
|
| | | |
|
| | ke | |
|
| | | |
10 |
| | | |
| ko | | | |
5 |
| | | |
| ki | | | |
|
|
|
|
|
| | Leverage | | |
Pendekatan Tradisional:
Asumsi bahwa hingga satu leverage tertentu, risiko perusahaan tidak mengalami perubahan, sehingga baik tingkat biaya utang (ki) dan tingkat biaya modal sendiri (ke) relatif konstan. Namun setelah leverage tertentu, tingkat biaya utang (ki) dan tingkat biaya modal sendiri (ke) akan meningkat. Akibatnya tingkat kapitalisasi modal rata-rata tertimbang (k0) pada awalnya menurun dan setelah leverage tertentu akan meningkat.
Ilustrasi Pendekatan Tradisional Dengan Menggunkan Pendekatan NI : | |||
Laba Operasi bersih (NOI = EBIT) | 1,000 | 1,000 | 1,000 |
Bunga utang (5%, 5%, dan 6%) | 150 | 150 | 360 |
Laba sebelum pajak (EBT) | 850 | 850 | 640 |
Pajak Penghasilan (0%) | - | - | - |
Laba untuk Pemegang Saham, (EAT) | 850 | 850 | 640 |
Kapitalisasi Biaya modal sendiri (ke) | 10% | 11% | 14% |
Nilai Pasar Saham, (EAT / ke) | 8,500 | 7,727 | 4,571 |
Nilai Pasar Utang | 3,000 | 3,000 | 6,000 |
Total Nilai Perusahaan | 11,500 | 10,727 | 10,571 |
Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (ko) | 8.70% | 9.3% | 9.5% |
Tambahan Utang untuk membeli Saham beredar, Maka: | - | - | 330 |
Price Earning Ratio (PER) | 10.00 | 9.09 | 8.79 |
Jumlah Saham Beredar | 850 | 850 | 520 |
4. Struktur Modal Pendekatan Modigliani Miller (MM) Tanpa Pajak
| PT A (unleverage) | PT B (Leverage) |
Laba Operasi bersih (NOI = EBIT) | 100,000 | 100,000 |
Bunga utang |
| 22,500 |
Laba sebelum pajak (EBT) | 100,000 | 77,500 |
Pajak Penghasilan (0%) | - | - |
Laba untuk Pemegang Saham, (EAT) | 100,000 | 77,500 |
Kapitalisasi Biaya modal sendiri (ke) | 10% | 10% |
Nilai Pasar Saham, (EAT / ke) | 1,000,000 | 775,000 |
Nilai Pasar Utang, 7.5% | - | 300,000 |
Total Nilai Perusahaan | 1,000,000 | 1,075,000 |
4. Struktur Modal Pendekatan Modigliani Miller (MM) Tanpa Pajak
Simpulannya:
Pendapatan Bersih Investasi Di PT A | 10,000 |
Bunga Atas Utang (7,5% x Rp30.000) | 2,250 |
Pendapatan Investasi Saham A | 7,750 |
Pendapatan Bunga (7,5% x Rp7.500) | 563 |
Total Pendapatan Bersih | 8,313 |
4. Struktur Modal Pendekatan Modigliani Miller (MM) Ada Pajak
Ilustrasi Pendekatan Modigliani Miller Ada Pajak menggunakan Pendekatan NI: | ||
| PT X | PT Y |
Laba Operasi bersih (NOI = EBIT) | 20,000 | 20,000 |
Bunga utang, 12%, Rp50.000 |
| 6,000 |
Laba sebelum pajak (EBT) | 20,000 | 14,000 |
Pajak Penghasilan, 40% | 8,000 | 5,600 |
Laba untuk Pemegang Saham, (EAT) | 12,000 | 8,400 |
Pendapatan bersih untuk pemilik utang dan modal sendiri | 12,000 | 14,400 |
Kesimpulan:
Sekian
&
Terimakasih