1 of 36

Teori Struktur Modal

MERDYAN SATRIA PUTRA

2 of 36

7 Pengertian Modal dari Para Ahli

Ada beberapa pengertian modal dari para ahli yang perlu Anda tahu, yaitu:

 #1 Prof Bakker

Menurut prof Bakker, modal adalah barang konkret yang ada dalam rumah tangga perusahaan dan terdapat pada neraca debit.

Selain itu, daya beli atau pun nilai tukar barang yang tercatat di neraca kredit juga dapat dikatakan sebagai modal.

 #2 Lawrence J. Gitman

Sedangkan menurut Lawrence J. Gitman, definisi modal adalah pinjaman dalam jangka waktu tertentu yang perusahaan miliki, dan juga segala hal yang berada pada bagian kanan neraca perusahaan kecuali kewajiban yang saat ini.

 Namun, modal juga bisa mencakup hak milik total dari jumlah yang ditanam, surplus, dan juga keuntungan-keuntungan yang tidak dibagi.

 

3 of 36

7 Pengertian Modal dari Para Ahli

 #3 Bambang Riyanto

Bambang Riyanto mengatakan bahwa yang disebut modal yaitu hasil produksi yang digunakan kembali untuk melakukan produksi selanjutnya.

Kemudian, seiring perkembangannya definisi modal lebih ditekankan kepada nilai, daya beli, dan juga kekuasaan atau kemampuan untuk memanfaatkan barang-barang modal.

 #4 Drs. Moekijat

Sedangkan Drs. Moekijat mengatakan bahwa apa yang dikatakan sebagai modal dapat terbagi menjadi beberapa rumusan dasar.

Umumnya, yang disebut modal adalah uang tunai, kredit, hak membuat dan menjual sesuatu atau paten, mesin-mesin, dan juga gedung-gedung yang dimiliki.

Namun, modal juga bisa mencakup hak milik total dari jumlah yang ditanam, surplus, dan juga keuntungan-keuntungan yang tidak dibagi.

 

4 of 36

#5 Profesor Polak

Profesor Polak menyebut modal adalah kekuasaan yang dimiliki baik oleh individu maupun organisasi untuk menggunakan barang-barang modalnya yang berada di neraca kredit.

Yang disebut barang modal adalah barang-barang yang dimiliki oleh perusahaan dan masih belum digunakan.

 

#6 Profesor Meij

Menurut Profesor Meij, definisi modal yaitu kolektivitas barang-barang modal yang ada dalam neraca debit.

Dan yang dimaksud dengan barang modal menurut Profesor Meij adalah semua barang yang ada dalam rumah tangga perusahaan dan memiliki fungsi produktif untuk menghasilkan pendapatan.

Sedangkan yang disebut sebagai kekayaan adalah daya beli yang ada pada barang-barang modal di neraca kredit.

 

#7 Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Jika mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, maka modal menurut KBBI adalah uang yang digunakan sebagai pokok atau induk untuk melakukan kegiatan perdagangan.

Baik harta benda berupa uang maupun barang, selama mampu dan bisa digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang bisa menambah kekayaan.

5 of 36

  • Struktur modal merupakan perimbangan antara utang jangka Pendek yang bersifat permanen, Utang Jangka Panjang, Saham Prefern dan Saham Biasa, (Agus Sartono).

6 of 36

Definisi Struktur Modal

Neraca Entitas

Aset

Struktur Aset

Struktur Keuangan (sumber Aset)

Modal Sendiri (Saham Prefern, Saham Biasa, laba ditahan)

Modal Asing

(Utang jangka Pendek Permanen, Utang jangka Panjang: obligasi & Hipotek)

  • Struktur modal optimal jika struktur modal tersebut dapat meningkatkan nilai perusahaan (harga saham).

7 of 36

Komponen Struktur Modal

Struktur

Modal

Modal Asing (Utang)

Jangka Pendek Permanen (supplier)

Jangka Panjang

(Obligasi & Hipotek)

Modal Sendiri (Pemilik)

Internal (Laba ditahan)

Eksternal (Saham Prefern & Saham Biasa)

8 of 36

Teori Struktur Modal

Teori Struktur Modal

1.Pendekatan Laba Bersih (Net Income Approach)

2.Pendekatan Laba Bersih Operasi (Net Operation Income Approach)

3. Pendekatan Tradisional

4. Pendekatan Modigliani Miller (MM)

9 of 36

Pendekatan laba bersih

  • Pendekatan laba bersih mengamsusikan bahwa investor mengkapitalisasi atau menilai laba perusahaan dengan tingkat kapitalisasi yang konstan dan perusahaan dapat meningkatkan jumlah utangnya dengan tingkat biaya utang yang konstan pula.

10 of 36

Pendekatan laba operasi bersih

Pendekatan laba operasi bersih dikemukakan oleh David Durand pada tahun 1952. Pendekatan ini menggunakan asumsi bahwa investor memiliki reaksi yang berbeda terhadap penggunaan utang perusahaan. Pendekatan ini melihat bahwa biaya modal rata-rata berimbang dan bersifat konstan berapapun tingkat utang yang digunakan oleh perusahaan.

Berikut ini penjelasannya:

  • Diasumsikan bahwa biaya utang konstan
  • Penggunaan utang yang semakin besar oleh pemilih modal sendiri dilihat sebagai peningkatan risiko perusahaan.

Artinya apabila perusahaan menggunakan utang yang lebih besar, maka pemilik saham akan memperoleh laba yang semakin kecil. Oleh karena itu tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh pemilik modal sendiri akan meningkat sebagai risiko perusahaan. Akibatnya biaya modal rata-rata terimbang akan berubah.

11 of 36

Pendekatan tradisional

  • Pada pendekatan tradisional diasumsikan terjadi perubahan struktur modal yang optimal dan peningkatan nilai total perusahaan melalui penggunaan financial leverage (utang dibagi modal sendiri). Dengan menggunakan pendekatan tradisional, bisa diperoleh struktur modal yang optimal yaitu struktur modal yang memberikan biaya modal keseluruhan yang terendah dan memberikan harga saham yang tertinggi. Hal ini disebabkan karena berubahnya tingkat kapitalisasi perusahaan.

12 of 36

Pendekatan Modigliani dan Miller

  • Modigliani dan Miller (MM) berpendapat bahwa pembagian struktur modal perusahaan antara utang dan modal sendiri selalu terdapat perlindungan atas nilai investasi. Yaitu karena nilai investasi total perusahaan tergantung dari keuntungan dan risiko, sehingga nilai perusahaan tidak berubah walaupun struktur modalnya berubah.

13 of 36

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Pada Modal

1. Struktur Aktiva

Struktur aktiva disebut juga tangibility, berdasarkan Weston dan Brigham. Bahwa adanya perimbangan atau perbandingan antara total aktiva dan aktiva tetap. Sebagai contoh perusahaan bergerak di bidang industri yang sebagian besar modalnya didapat pada aktiva tetap.

Di perusahaan industri ini mengutamakan modal permanen dari modal sendiri. Sementara itu utang sifatnya sebagai pelengkap pada perusahaan industri.

14 of 36

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Pada Modal

2. Growth Opportunity

Definisi dari Kartini dan Arianto, 2008; bahwa adanya growth opportunity merupakan perubahan titik aktiva yang perusahaan miliki. Dan menurut Mai, 2006; merupakan sebuah peluang perusahaan tumbuh di masa yang akan datang. Dalam hal ini perusahaan melakukan investasi untuk hal yang menguntungkan perusahaan.

15 of 36

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Pada Modal

3. Ukuran Perusahaan

Sebuah perusahaan menjadi besar jika melakukan diversifikasi atau keanekaragaman produk. Serta lokasi yang ditentukan guna mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Sementara bagi perusahaan kecil diversifikasi lebih sulit dilakukan.

Maka dalam penerapan diversifikasi meminimalisir terjadi kegagalan dan bangkrut saat menjalankan usaha. Dan perusahaan yang lebih besar tentu dianggap mampu menjalankan usaha dan menghadapi krisis yang terjadi.

16 of 36

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Pada Modal

4. Profitabilitas

Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba pada tingkat yang diterima dengan suatu ukuran dalam presentasi nilai sebuah perusahaan merupakan profitabilitas. Sebuah perusahaan yang memiliki profitabilitas tinggi tentu mempunyai dana internal perusahaan lebih banyak.

Dibandingkan dengan profitabilitas perusahaan lain yang lebih rendah. Dengan pengembalian utang yang lebih tinggi dari sebuah perusahaan maka berinvestasi dengan utang akan relatif kecil.

17 of 36

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Pada Modal

5. Risiko Bisnis

Pada risiko bisnis bisa menimbulkan kesulitan bagi perusahaan dalam melakukan pendanaan eksternal. Sehingga, akan berpengaruh negatif terhadap leverage atau penggunaan aset atau dana perusahaan. Adanya risiko bisnis yang terjadi harus dipahami segera mungkin dan ditanggulangi oleh perusahaan.

18 of 36

��

Dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi struktur  permodalan perusahaan, tentunya akan memberikan pemahaman tersendiri seperti apa struktur modal tersebut bisa tetap berjalan dengan baik. Karena dengan adanya struktur  ini memiliki berbagai macam fungsi khususnya untuk perusahaan.

19 of 36

Fungsi Dari Struktur Modal

  • Maksimalisasi Pengembalian: Struktur permodalan yang dirancang dengan baik memberikan ruang lingkup untuk meningkatkan laba per saham, yang pada akhirnya memaksimalkan pengembalian bagi pemegang saham ekuitas dan memulihkan biaya pinjaman.

  • Fleksibilitas: Struktur modal yang benar juga memfasilitasi ekspansi atau kontraksi modal utang agar sesuai dengan strategi dan kondisi bisnis.

20 of 36

Fungsi Dari Struktur Modal

  • Solvabilitas: Struktur yang baik membantu menjaga likuiditas di perusahaan karena modal utang yang tidak direncanakan menyebabkan beban pembayaran bunga, yang pada akhirnya mengurangi Kas di tangan.
  • Meningkatkan Nilai Perusahaan secara keseluruhan: Investor lebih suka menaruh uang mereka di perusahaan, yang memiliki struktur permodalan yang sehat. Dengan demikian, mengarah pada peningkatan nilai pasar dari saham dan sekuritas perusahaan.
  • Mengurangi Risiko Keuangan: Menyeimbangkan proporsi hutang dan ekuitas dalam bisnis melalui struktur yang benar membantu perusahaan bisnis dalam mengelola dan meminimalkan risiko.

21 of 36

Fungsi Dari Struktur Modal

  • Meminimalkan Biaya Modal: Ini menyediakan untuk merencanakan modal hutang jangka panjang perusahaan secara strategis dan dengan demikian mengurangi biaya modal.
  • Alat Perencanaan Pajak: Untuk perusahaan yang memilih dana utang, struktur permodalan yang baik memberi mereka pengurangan pajak manfaat dan tabungan, mengurangi biaya pinjaman.
  • Pemanfaatan Dana yang Optimal: Struktur modal yang terencana dengan baik, dirancang secara strategis dan tersusun secara sistematis membantu perusahaan dalam menghasilkan output maksimum dari dana yang tersedia.

22 of 36

Mengapa Investor Perlu Mengetahui Struktur Modal Perusahaan?

Calon investor, pengakuisisi, atau penyedia layanan perlu mengetahui tentang kewajiban utang atau struktur ekuitas perusahaan karena sejumlah alasan.

Salah satu alasan utama adalah untuk menilai nilai perusahaan mereka atau memprediksi dampak keuangan kewajiban yang ada pada perusahaan di kemudian hari.

Memahami struktur modal perusahaan juga dapat berguna dalam menentukan jenis layanan keuangan yang mungkin mereka butuhkan sekarang atau di masa depan.

Dalam kasus utang yang ada, informasi tentang jenis utang, jadwal jatuh tempo dan tingkat suku bunga dapat menjadi sumber tambahan wawasan.

23 of 36

Mengapa Struktur Modal Penting dalam Pengembilan Keputusan?

Dengan wawasan tentang struktur modal perusahaan, Anda dapat mengidentifikasi kemungkinan pembelian, target akuisisi, dan peluang pembiayaan kembali utang atau rekapitalisasi.

Misalnya, pemberi pinjaman dapat menggunakan informasi tentang struktur modal untuk mengidentifikasi perusahaan dengan tingkat leverage yang rendah yang mungkin ingin mengambil lebih banyak utang.

Dengan menggunakan rincian tentang tingkat bunga utang dan utang yang akan segera jatuh tempo, pemberi pinjaman dapat menemukan perusahaan publik yang mungkin cocok untuk layanan mereka.

Informasi tentang biaya modal—termasuk biaya modal rata-rata tertimbang (alias WACC), dilusi ekuitas, dan rasio EV—dapat menjadi penting untuk melakukan analisis keuangan dan menginformasikan strategi M&A.

24 of 36

Rumus WACC:

WACC = (E/V x Re) + ((D/V x Rd) x (1 – T))

Di mana:

  • E = nilai pasar ekuitas perusahaan (kapitalisasi pasar)
  • D = nilai pasar utang perusahaan
  • V = nilai total modal (ekuitas ditambah hutang)
  • E/V = persentase modal yaitu ekuitas
  • D/V = persentase modal yang berupa hutang
  • Re = biaya ekuitas (tingkat pengembalian yang disyaratkan)
  • Rd = biaya hutang (yield to maturity atas hutang yang ada)
  • T = tarif pajak

25 of 36

Mengapa Sumber Pembiayaan Penting Ketika Melakukan Analisis Keuangan?

Penting untuk memahami sumber pendanaan perusahaan, karena sumber hutang atau ekuitas yang berbeda akan memiliki efek yang berbeda pada biaya modal, yang pada gilirannya akan mempengaruhi nilai perusahaan.

Jenis utang yang dimiliki perusahaan, serta tingkat bunga yang menyertai utang itu, akan memengaruhi harga yang mungkin dibayar oleh calon pengakuisisi atau menunjukkan potensi risiko tentang berinvestasi atau mengakuisisi perusahaan itu.

Dengan demikian, penting untuk meninjau informasi struktur modal untuk memahami apakah perusahaan lebih condong ke utang atau ekuitas dan mengidentifikasi mereka yang cocok dengan struktur modal optimal spesifik dari gaya investasi atau jasa keuangan yang berbeda.

26 of 36

Asumsi Yang Mendasari Teori Struktur Modal

  1. Perusahaan tidak mengalami pertumbuhan sehingga tingkat laba operasional (EBIT) diprediksi konstan.
  2. Kebijakan deviden 100%, artinya seluruh kentungan dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk deviden.
  3. Tidak ada pajak pendapatan perusahaan (dalam prakteknya asumsi ini dapat diabaikan)
  4. Rasio utang terhadap modal berubah dikarenakan penerbitan obligasi digunakan untuk membeli saham yang beredar, begitupun sebaliknya menerbitkan saham untuk membayar utang, dan tidak ada biaya transaksi.
  5. Semua investor secara subyektif memprediksi sama terhadap EBIT perusahaan dimasa datang.

27 of 36

Beberapa terminologi:

E = Nilai pasar saham biasa perusahaan

D = Nilai Pasar utang perusahaan

V = Total nilai perusahaan (E + D)

kd = Tingkat bunga utang perusahaan atau biaya utang

ke = biaya modal sendiri atau tingkat keuntungan yg diisyaratkan atas saham biasa.

ko = biaya modal rata-rata tertimbang

T = tingkat pajak perusahaan

Struktur Modal

  • Formulasi untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan utang (leverage) terhadap nilai saham dalam berbagai teori struktur modal.

E

=

(EBIT - kd D)(1-T)

ke

  • Formulasi untuk membahas pengaruh penggunaan utang (leverage) terhadap biaya modal sendiri.

ke

=

(EBIT - kd D)(1-T)

E

V

=

EBIT(1-T)

ko

  • Formulasi untuk mengetahui nilai perusahaan dengan membagi laba setelah pajak dengan biaya modal rata-rata tertimbang.

28 of 36

Teori Struktur Modal

Soal-1:

Suatu perusahaan memiliki laba operasi bersih Rp1.000, utang perusahaan Rp3.000, tingkat bunga utang 5%, kapitalisasi biaya modal sendiri 10%, pajak penghasilan 0%, lembar saham yang beredar 850 lembar. Dengan pendekatan laba bersih atau net income:

  1. Bagaimana analisis saudara terkait dengan struktur modal perusahaan tersebut?
  2. Jika perusahaan meningkatkan jumlah utang menjadi Rp6.000, apa yang saudara simpulkan?

29 of 36

1. Teori Struktur Modal Pendekatan Laba Bersih (Net Income Approach)

Solusi dengan Pendekatan:

NI

NI

Laba Operasi bersih (NOI = EBIT)

1,000

1,000

Bunga utang

150

300

Laba sebelum pajak (EBT)

850

700

Pajak Penghasilan (0%)

-

-

Laba untuk Pemegang Saham, (EAT)

850

700

Kapitalisasi Biaya modal sendiri (ke)

10%

10%

Nilai Pasar Saham, (EAT / ke)

8,500

7,000

Nilai Pasar Utang

3,000

6,000

Total Nilai Perusahaan

11,500

13,000

Sehingga:

ko

=

EBIT

Total Nilai Perusahaan

=

1,000

11,500

=

8.7%

Harga Per lembar saham adl:

PER

=

Nilai Pasar Saham

Jml Saham Beredar

=

8,500

850

=

Rp10

Setelah Ada Kenaikan Utang sebesar Rp3.000, dan utang digunakan untuk membeli kembali saham yang beredar sebanyak 300 lembar (Rp3.000/Rp10) sehingga jumlah saham beredar menjadi 550 lembar (850 - 300), Maka:

ko

=

EBIT

Total Nilai Perusahaan

=

1,000

13,000

=

7.7%

PER

=

Nilai Pasar Saham

Jml Saham Beredar

=

7,000

550

=

Rp12,73

Simpulan: Dampak perubahan leverage (struktur modal):

  1. Tingkat kapitalisasi modal rata2 tertimbang (ko) mengalami penurunan
  2. Total nilai perusahaan mengalami peningkatan

30 of 36

2. Struktur Modal Pendekatan Laba Operasi Bersih (Net Operating Income Approach)

Sehingga:

ke

=

Laba utk Pmgang Saham

Nilai Pasar Saham

=

850

7.000

=

12,1%

Harga Per lembar saham adl:

PER

=

Nilai Pasar Saham

Jml Saham Beredar

=

7.000

850

=

Rp8,235

Setelah Ada Kenaikan Utang Rp3.000, dan utang digunakan untuk membeli kembali saham yang beredar sebanyak 364 lembar (Rp3.000/Rp8,235) maka jumlah saham beredar menjadi 486 lembar (850 - 364):

ke

=

Laba utk Pmgang Saham

Nilai Pasar Saham

=

700

4.000

=

17.5%

PER

=

Nilai Pasar Saham

Jml Saham Beredar

=

4.000

486

=

Rp8,230

Simpulan:

Dampak perubahan leverage (struktur modal):

  1. Tingkat kapitalisasi modal sendiri (ke) mengalami peningkatan
  2. Total nilai perusahaan tetap

NOI

NOI

Laba Operasi bersih (NOI = EBIT)

1,000

1,000

Bunga utang

150

300

Laba sebelum pajak (EBT)

850

700

Pajak Penghasilan (0%)

-

-

Laba untuk Pemegang Saham, (EAT)

850

700

Biaya Modal Rata2Tertimbang (ko)

10%

10%

Total Nilai Perusahaan, (EBIT/ko)

10,000

10,000

Nilai Pasar Utang

3,000

6,000

Nilai Pasar Saham

7,000

4,000

31 of 36

Grafik Pendekatan NI dan NOI Teori Struktur Modal

Net Operating Income Approach

Biaya Modal (%)

 

 

 

ke

 

 

 

10

 

ko

 

 

 

5

 

ki

 

 

 

 

 

 

 

Leverage

Net Income Approach

Biaya Modal (%)

 

 

 

10

 

ke

 

 

 

ko

5

 

 

 

 

 

ki

 

 

 

 

Leverage

Pendekatan Laba Bersih (NI):

Asumsi bahwa investor mengkapitalisasi / menilai laba perusahaan dg tingkat kapitalisasi modal (ke) yg konstan dan perusahaan dapat menigkatkan utangnya dg tingkat biaya utang (ki) yang konstan juga. Akibatnya semakin besar utang yang digunakan perusahaan, biaya modal rata-rata tertimbang (ko) akan semakin kecil dan nilai perusahaan semakin meningkat. Apakah sebaiknya menggunakan utang 100%?, kenyataanya adakah penggunaan utang 100%?

Pendekatan Laba Operasi Bersih (NOI):

Asumsi bahwa investor memiliki reaksi yang berbeda terhadap penggunaan utang oleh perusahaan, berapapun utang yang digunakan oleh perusahan maka tingkat biaya utang (ki) dan tingkat kapitalisasi modal rata-rata tertimbang (k0) konstan, akibatnya peningkatan utang dipandang sebagai peningkatan risiko perusahaan, sehingga tingkat keuntungan yang diyaratkan oleh pemilik modal sendiri (ke) akan meningkat.

32 of 36

3. Struktur Modal Pendekatan Tradisional Teori Struktur Modal

Pendekatan Tradisional

Biaya Modal (%)

 

 

ke

 

10

 

 

ko

5

 

 

ki

 

 

 

 

Leverage

Pendekatan Tradisional:

Asumsi bahwa hingga satu leverage tertentu, risiko perusahaan tidak mengalami perubahan, sehingga baik tingkat biaya utang (ki) dan tingkat biaya modal sendiri (ke) relatif konstan. Namun setelah leverage tertentu, tingkat biaya utang (ki) dan tingkat biaya modal sendiri (ke) akan meningkat. Akibatnya tingkat kapitalisasi modal rata-rata tertimbang (k0) pada awalnya menurun dan setelah leverage tertentu akan meningkat.

Ilustrasi Pendekatan Tradisional Dengan Menggunkan Pendekatan NI :

Laba Operasi bersih (NOI = EBIT)

1,000

1,000

1,000

Bunga utang (5%, 5%, dan 6%)

150

150

360

Laba sebelum pajak (EBT)

850

850

640

Pajak Penghasilan (0%)

-

-

-

Laba untuk Pemegang Saham, (EAT)

850

850

640

Kapitalisasi Biaya modal sendiri (ke)

10%

11%

14%

Nilai Pasar Saham, (EAT / ke)

8,500

7,727

4,571

Nilai Pasar Utang

3,000

3,000

6,000

Total Nilai Perusahaan

11,500

10,727

10,571

Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (ko)

8.70%

9.3%

9.5%

Tambahan Utang untuk membeli Saham beredar, Maka:

-

-

330

Price Earning Ratio (PER)

10.00

9.09

8.79

Jumlah Saham Beredar

850

850

520

33 of 36

  • Diketahui PT. A tidak memiliki leverage (100% modalnya terdiri atas modal sendiri) dan PT. B memiliki utang dalam bentuk obligasi 7.5% sebesar Rp300.000, kedua perusahaan tersebut memiliki EBIT sebesar Rp100.000, biaya modal sendiri kedua perusahaan sebagai tingkat kapitalisasi modal sendiri adalah keU = keL = 10%. Maka nilai perusahaan PT. B (leverage) lebih tinggi dibanding PT. A (unleverage) :

4. Struktur Modal Pendekatan Modigliani Miller (MM) Tanpa Pajak

 

PT A (unleverage)

PT B

(Leverage)

Laba Operasi bersih (NOI = EBIT)

100,000

100,000

Bunga utang

 

22,500

Laba sebelum pajak (EBT)

100,000

77,500

Pajak Penghasilan (0%)

-

-

Laba untuk Pemegang Saham, (EAT)

100,000

77,500

Kapitalisasi Biaya modal sendiri (ke)

10%

10%

Nilai Pasar Saham, (EAT / ke)

1,000,000

775,000

Nilai Pasar Utang, 7.5%

-

300,000

Total Nilai Perusahaan

1,000,000

1,075,000

  • Nilai perusahaan PT B dengan risiko lebih tinggi dari PT A, menurut MM hal ini tidak perlu terjadi, jika:
  • Kita memiliki saham PT B 10% kemudian menjualnya dengan harga Rp77.500 (10% x nilai pasar saham Rp775.000)
  • Pinjam dana 10% dari total pinjaman PT B 300.000 sebesar Rp30.000, bunga 7.5%
  • Membeli 10% saham PT A sebesar Rp100.000 (10% x Rp1.000.000), dan dana yang kita miliki Rp107.500 (Rp77.500+Rp30.000), sehingga kelebihan dana kita Rp7.500.

34 of 36

  • Jika kita memiliki saham PT B, keuntungan yang kita dapatkan Rp7.750 (10% x 77.500), sedangkan jika kita membeli saham PT A kita mendapatkan keuntungan sebagai berikut:

4. Struktur Modal Pendekatan Modigliani Miller (MM) Tanpa Pajak

Simpulannya:

  • Dengan kita menjual saham PT B dan membeli saham PT A, maka kita dapat meningkatkan pendapatan tanpa menghadapi risiko yang lebih tinggi (yaitu PT A tidak memiliki Leverage).
  • Atau setidaknya kita memperoleh pendapatan yang sama sebesar Rp7.750 denga risiko yang minim.

Pendapatan Bersih Investasi Di PT A

10,000

Bunga Atas Utang (7,5% x Rp30.000)

2,250

Pendapatan Investasi Saham A

7,750

Pendapatan Bunga (7,5% x Rp7.500)

563

Total Pendapatan Bersih

8,313

35 of 36

  • Diketahui PT. X dan PT Y memperoleh laba sebelum bunga dan pajak Rp20.000, perusahaan Y memiliki Utang Rp50.000, bunga 12%, sedangkan PT X tidak mempunyai utang. Biaya modal sendiri perusahaan X adalah 16%, jika tarip pajak 40% maka nilai perusahaan tersebut adalah:

4. Struktur Modal Pendekatan Modigliani Miller (MM) Ada Pajak

Ilustrasi Pendekatan Modigliani Miller Ada Pajak menggunakan Pendekatan NI:

 

PT X

PT Y

Laba Operasi bersih (NOI = EBIT)

20,000

20,000

Bunga utang, 12%, Rp50.000

 

6,000

Laba sebelum pajak (EBT)

20,000

14,000

Pajak Penghasilan, 40%

8,000

5,600

Laba untuk Pemegang Saham, (EAT)

12,000

8,400

Pendapatan bersih untuk pemilik utang dan modal sendiri

12,000

14,400

Kesimpulan:

  • pendapatan bersih untuk pemilik modal sendiri PT Y lebih besar, dikarenakan pemilik utang menerima pembayaran bunga tanpa dikenai pajak perusahaan, pemerintah memberi subsidi kepada perusahaan yang menggunakan utang, dan bagi perusahaan ini merupakan penghematan pembayaran pajak. Sedangkan pemilik modal sendiri PT X menerima pendapatan bersihnya setelah dipotong pajak perusahaan.

36 of 36

Sekian

&

Terimakasih