Jaringan Komputer dan Komunikasi�(TIF-2404)��Antarmuka Komunikasi Data�Sesi 7
Learning Outcomes
Outline
Sinkronisasi
Sinkronisasi adalah proses pengaturan jalannya beberapa proses pada saat yang bersamaan.
Tujuannya adalah menghindari terjadinya inkonsistensi data karena pengaksesan oleh beberapa proses yang berbeda (mutual exclusion) serta untuk mengatur urutan jalannya proses-proses sehingga dapat berjalan dengan lancar dan terhindar dari deadlock atau starvation.
Transmisi Asychronous�
Menghindari masalah yang berkaitan dengan waktu dengan cara tidak mengirimkan deretan bit yang panjang dan tidak putus-putus. Jadi, data ditransmisikan satu karakter sekaligus, dimana setiap karakter panjangnya lima sampai delapan bit. Waktu atau sinkronisasi harus dipertahankan hanya didalam setiap karakter; receiver memiliki peluang melakukan sinkronisasi pada permulaan setiap karakter baru.
Semakin besar blok bit, maka semakin besar tumpukan kesalahan. Untuk mencapai tingkat efisiensi yang lebih besar, digunakan transmisi synchronous, yang merupakan bentuk lain dari sinkronisasi.
Transmisi Sychronous�
Suatu blok bit ditransmisikan dalam suatu deretan yang cukup mantap tanpa kode start dan stop. Panjang blok tersebut bias terdiri dari bit-bit yang begitu banyak. Untuk mencegah ketidaksesuaian waktu di antara transmitter dan receiver, detak-nya dengan cara apapun harus dibuat sinkron.
Solusi :
Jenis-jenis kesalahan
Single-bit errors adalah kondisi kesalahan yang terisolasi yang mengubah bit tetapi tidak mempengaruhi bit dekatnya
Burst errors adalah urutan bersebelahan bit B di mana bit pertama dan terakhir dan sejumlah bit menengah diterima dalam kesalahan.
Burst errors: Sekelompok bit di mana dua bit yang salah berurutan yang selalu dipisahkan oleh kurang dari x dari bit benar. Kesalahan terakhir dalam burst errors dan kesalahan pertama bersamaan dipisahkan oleh x bit yang benar atau lebih.
Single-bit errors dapat terjadi dengan adanya white noise, ketika sedikit pengacakan rasio signal-to-noise cukup membingungkan penerima keputusan dari single-bit.
Error burst yang lebih umum dan lebih sulit untuk menanganinya. Error burst dapat disebabkan oleh kebisingan impuls. Perhatikan bahwa efek dari burst errors lebih besar pada kecepatan data yang lebih tinggi.
Interface Komunikasi Data
Karakteristik
Interface memiliki empat karakteristik penting yakni:
Mekanik menyangkut hubungan fisik yang terjadi antara DTE dan DCE. Biasanya, rangkaian pertukaran sinyal dan kontrol dibundel di dalam sebuah kabel dengan suatu konektor terminator, male atau female, pada setiap ujungnya.
DTE dan DCE harus menggunakan konektor dengan jenis yang berlainan pada salah satu ujung kabel, karena mempengaruhi koneksinya seçara fisik
Elektrik harus dilakukan dengah level voltase dan waktu perubahan voltase. Baik DTE maupun DCE harus menggunakan kode yang sama
Mengunakan level voltase dan durasi elemen-elemen sinyal yang ÅŸama.
Karakteristik ini menentukan rate data dan jarak yang bisa dicapai
Ilustrasi Elektrik
Fungsional, rangkaian pertukaran dikelompokkan ke dalam kategori data, kontrol, waktu, dan ground. Bila terdapat satu rangkaian data pada masing-masing arah, maka operasi yang dilakukan adalah operasi full-duplex. Sedangkan bila terdapat dua rangkaian yang dipergunakan operasi half-duplex.
half-duplex, pertukaran data di antara kedua DTE (meIalui DCE dan penghubung komunikas yang disertakan) hanya disalurkan kesatu arah ÅŸekaligus perlu juga mengirimkan pesan kontrol arus dan berhenti kepada perangkat pentransmisi.
Prosedural menentukan rangkaian di mana, berbagai rangkaian dipergunakan untuk suatu aplikasi khusus
Deteksi Kesalahan
Pengiriman informasi selalu mengalami perubahan yang diakibatkan oleh :
– Media pengiriman itu sendiri
– Gangguan terhadap sinyal
– Sinyal melemah
– Peralatan tambahan yang digunakan
Metode deteksi kesalahan
– Vertical-redundancy-checking
– Longitudinal-redundancy-checking
– Cyclic-redundancy-checking
Vertical-redundancy-checking
Sistem pengecek'kan paritas dan merupakan sistem untuk mencari kesalahan data yang paling sederhana.
Contoh : – Odd-parity :
• Jika huruf A disusun dalam kombinasi data biner berupa "1000001",dimana jumlah bit satu dalam 7 bit pertama adalah genap, maka parity-bit diubah menjadi 1 – Even Parity
• Huruf M disusun dalam kode biner adalah "1001101", dimana didalam 7 bit pertama jumalh bit 1 adalah genap,maka parity-bit ini diubah menjadi 0
Longitudinal-redundancy-checking �
Biasa digunakan untuk memperbaiki kelemahan pada VRC (parity-checking) • Data dikirim secara per blok (frame) berisi 8 byte dan setiap frame terdapat satu parity-bit
• Fungsi parity bit disini adalah sebagai kontrol seperti pada parity checking • Parity-bit ini membuat 7 parity-bit dari byte sebelumnya
• Kelemahan : Terjadi overhead akibat penambahan bit pariti per 7 bit untuk karakter
• Kelebihan : Lebih baik jika dibandingkan dengan VRC
Cyclic-redundancy-checking�
Quiz dulu ya ☺