1 of 30

Jaringan Komputer dan Komunikasi�(TIF-2404)��Antarmuka Komunikasi Data�Sesi 7

2 of 30

Learning Outcomes

  • Mahasiswa memahami pengertian dari interface Komunikasi data
  • Mahasiswa memahami Teknik interface komunikasi data

3 of 30

Outline

  • Transmisi Asychronous
  • Transmisi Sychronous
  • Komunikasi antarmuka

4 of 30

Sinkronisasi

Sinkronisasi adalah proses pengaturan jalannya beberapa proses pada saat yang bersamaan.

Tujuannya adalah menghindari terjadinya inkonsistensi data karena pengaksesan oleh beberapa proses yang berbeda (mutual exclusion) serta untuk mengatur urutan jalannya proses-proses sehingga dapat berjalan dengan lancar dan terhindar dari deadlock atau starvation.

5 of 30

Transmisi Asychronous�

Menghindari masalah yang berkaitan dengan waktu dengan cara tidak mengirimkan deretan bit yang panjang dan tidak putus-putus. Jadi, data ditransmisikan satu karakter sekaligus, dimana setiap karakter panjangnya lima sampai delapan bit. Waktu atau sinkronisasi harus dipertahankan hanya didalam setiap karakter; receiver memiliki peluang melakukan sinkronisasi pada permulaan setiap karakter baru.

6 of 30

  • Pada transmisi Asinkron, sebelum terjadi komunikasi, tidak diadakan sinkronisasi clock antara pengirim dan penerima.
  • Data dikirim per karakter dan masing masing karakter memiliki bit start (biasanya 0) dan bit stop (biasanya 1).
  • Start bit berfungsi untuk menandakan adanya rangkaian bit karakter yang siap dicuplik.
  • Stop bit berfungsi untuk melakukan proses menunggu karakter berikutnya

7 of 30

8 of 30

  • Jika bit ke 7 adalah 1 dan bit ke 8 adalah 0 maka bit 8 akan dianggap suatu start bit. Kondisi ini diistilahkan framing error.
  • Kondisi dimana karakter plus start dan stop bit yang kadang-kadang dinyatakan suatu frame.
  • Framing error juga jika beberapa kondisi noise menyebabkan munculnya kesalahan dari suatu start bit selama kondisi idle.

9 of 30

Semakin besar blok bit, maka semakin besar tumpukan kesalahan. Untuk mencapai tingkat efisiensi yang lebih besar, digunakan transmisi synchronous, yang merupakan bentuk lain dari sinkronisasi.

10 of 30

Transmisi Sychronous�

Suatu blok bit ditransmisikan dalam suatu deretan yang cukup mantap tanpa kode start dan stop. Panjang blok tersebut bias terdiri dari bit-bit yang begitu banyak. Untuk mencegah ketidaksesuaian waktu di antara transmitter dan receiver, detak-nya dengan cara apapun harus dibuat sinkron.

11 of 30

  • Menyediakan sebuah jalur terpisah diantara transmitter dan receiver
  • Teknik ini akan bekerja dengan baik untuk jarak pendek, namun untuk jarak yang lumayan panjang pulsa detak akan menjadi sasaran gangguan

Solusi :

  • Dengan menyimpan informasi pewaktuan pada sinyal data

12 of 30

  • Level sinkronisasi diperlukan, yang memungkinkan bagi receiver menentukan awal dan akhir suatu blok data
  • Setiap blok diawali dengan pola bit preamble dan biasanya diakhiri dengan pola bit postamble
  • Bit-bit yang lain ditambahkan ke blok data yang membawa informasi kontrol yang dipergunakan dalam prosedur kontrol data link

13 of 30

  • Preamble Bit Flag Berisi tanda awal frame.
  • Control Fields Berisi informasi control (cont : address).
  • Data Field Berisi data dari transmitter.
  • Control Fields Berisi informasi control (cont : deteksi kesalahan).
  • Postamble Bit Flag Berisi tanda akhir frame.

14 of 30

Jenis-jenis kesalahan

  • Single-bit errors

Single-bit errors adalah kondisi kesalahan yang terisolasi yang mengubah bit tetapi tidak mempengaruhi bit dekatnya

  • Burst errors

Burst errors adalah urutan bersebelahan bit B di mana bit pertama dan terakhir dan sejumlah bit menengah diterima dalam kesalahan.

Burst errors: Sekelompok bit di mana dua bit yang salah berurutan yang selalu dipisahkan oleh kurang dari x dari bit benar. Kesalahan terakhir dalam burst errors dan kesalahan pertama bersamaan dipisahkan oleh x bit yang benar atau lebih.

15 of 30

Single-bit errors dapat terjadi dengan adanya white noise, ketika sedikit pengacakan rasio signal-to-noise cukup membingungkan penerima keputusan dari single-bit.

Error burst yang lebih umum dan lebih sulit untuk menanganinya. Error burst dapat disebabkan oleh kebisingan impuls. Perhatikan bahwa efek dari burst errors lebih besar pada kecepatan data yang lebih tinggi.

16 of 30

Interface Komunikasi Data

  • Data Terminal Equipment (DTE) ialah terminal dan computer
  • DTE memungkinkan penggunaan system transmisi melalui penghubung Data Circuit-Terminating Equipment (DCE). Contoh untuk itu adalah MODEM.
  • DCE bertanggung-jawab mentransmisi dan menerima bit-bit
  • DCE yang memindahkan sinyal melalui jaringan atau jalur transmisi harus saling mengerti satu sama lain. Maksudnya receiver pada masing-masing DCE harus menggunakan skema pengkodean yang sama

17 of 30

Karakteristik

Interface memiliki empat karakteristik penting yakni:

  • Mekanik
  • Elektrik
  • Fungsional
  • Prosedural

18 of 30

Mekanik menyangkut hubungan fisik yang terjadi antara DTE dan DCE. Biasanya, rangkaian pertukaran sinyal dan kontrol dibundel di dalam sebuah kabel dengan suatu konektor terminator, male atau female, pada setiap ujungnya.

DTE dan DCE harus menggunakan konektor dengan jenis yang berlainan pada salah satu ujung kabel, karena mempengaruhi koneksinya seçara fisik

19 of 30

Elektrik harus dilakukan dengah level voltase dan waktu perubahan voltase. Baik DTE maupun DCE harus menggunakan kode yang sama

Mengunakan level voltase dan durasi elemen-elemen sinyal yang ÅŸama.

Karakteristik ini menentukan rate data dan jarak yang bisa dicapai

20 of 30

Ilustrasi Elektrik

21 of 30

Fungsional, rangkaian pertukaran dikelompokkan ke dalam kategori data, kontrol, waktu, dan ground. Bila terdapat satu rangkaian data pada masing-masing arah, maka operasi yang dilakukan adalah operasi full-duplex. Sedangkan bila terdapat dua rangkaian yang dipergunakan operasi half-duplex.

half-duplex, pertukaran data di antara kedua DTE (meIalui DCE dan penghubung komunikas yang disertakan) hanya disalurkan kesatu arah ÅŸekaligus perlu juga mengirimkan pesan kontrol arus dan berhenti kepada perangkat pentransmisi.

22 of 30

Prosedural menentukan rangkaian di mana, berbagai rangkaian dipergunakan untuk suatu aplikasi khusus

  1. Modem on -> membangkitkan sinyal DCE
  2. DTE kirim data untuk sinyal RTS (request to send)
  3. Modem memberikan respond dengan sinyal CTS (clear to send)
  4. DTE mengirim data
  5. Modem aktif melalui Receive Line Signal Detector dan mengirim data

23 of 30

Deteksi Kesalahan

Pengiriman informasi selalu mengalami perubahan yang diakibatkan oleh :

– Media pengiriman itu sendiri

– Gangguan terhadap sinyal

– Sinyal melemah

– Peralatan tambahan yang digunakan

24 of 30

Metode deteksi kesalahan

– Vertical-redundancy-checking

– Longitudinal-redundancy-checking

– Cyclic-redundancy-checking

25 of 30

Vertical-redundancy-checking

Sistem pengecek'kan paritas dan merupakan sistem untuk mencari kesalahan data yang paling sederhana.

Contoh : – Odd-parity :

• Jika huruf A disusun dalam kombinasi data biner berupa "1000001",dimana jumlah bit satu dalam 7 bit pertama adalah genap, maka parity-bit diubah menjadi 1 – Even Parity

• Huruf M disusun dalam kode biner adalah "1001101", dimana didalam 7 bit pertama jumalh bit 1 adalah genap,maka parity-bit ini diubah menjadi 0

26 of 30

Longitudinal-redundancy-checking �

Biasa digunakan untuk memperbaiki kelemahan pada VRC (parity-checking) • Data dikirim secara per blok (frame) berisi 8 byte dan setiap frame terdapat satu parity-bit

• Fungsi parity bit disini adalah sebagai kontrol seperti pada parity checking • Parity-bit ini membuat 7 parity-bit dari byte sebelumnya

• Kelemahan : Terjadi overhead akibat penambahan bit pariti per 7 bit untuk karakter

• Kelebihan : Lebih baik jika dibandingkan dengan VRC

27 of 30

Cyclic-redundancy-checking�

  • Pada akhir blok ditambahkan beberapa control-bit untuk menjamin kebenaran data
  • Control-bit dibentuk oleh komputer pengirim berdasarkan perhitungan atas data yang dikirim

28 of 30

29 of 30

30 of 30

Quiz dulu ya ☺

  1. Jelaskan hubungan dari macam-macam karakteristik antarmuka !
  2. Jelaskan perbedaan dan cara mengarasi single-bit error dan burst error !
  3. Apa saja kekurangan dari Asychronous & Sychronous, lalu mana yang lebih baik diantara keduanya. Berikan asalasan!