1 of 19

ANALISIS BIAYA PESANAN DAN BIAYA PROSES

Pertemuan 8

2 of 19

Karakteristik Proses Produksi

  • Sistem manajemen biaya perusahaan mencerminkan proses produksinya
  • memungkinkan pemantauan kinerja ekonomi yang lebih baik. Karakteristik proses produksi menentukan pendekatan terbaik untuk mengembangkan sistem manajemen biaya.
  • Akuntansi biaya tradisional berfokus pada manufaktur, meliputi biaya langsung bahan baku, tenaga kerja dan overhead, mengabaikan layanan.
  • Sebagai konsekuensi trend bisnis pendekatan pelanggan, maka telah berubah lebih berorientasi layanan, sehingga manajer akutansi harus melacak biaya layanan secara akurat.

3 of 19

Penetapan Sistim Akutansi Biaya

  • Secara umum, sistem akuntansi biaya digunakan untuk memenuhi kebutuhan akumulasi biaya, pengukuran biaya, dan penugasan biaya.
  • Akumulasi biaya adalah pengakuan dan pencatatan biaya.
  • Pengukuran biaya melibatkan penentuan jumlah dolar bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead yang digunakan dalam produksi.
  • Penempatan biaya adalah asosiasi biaya produksi dengan unit yang diproduksi

4 of 19

Biaya Akumulasi

  • Akumulasi biaya melibatkan pengakuan dan pencatatan biaya, yang dibuat oleh akuntan biaya.
  • Akuntan biaya harus membuat dokumen sumber yang melacak biaya saat terjadi. Dokumen sumber adalah deskripsi transaksi. Informasi yang diperoleh dari dokumen sumber ini selanjutnya dapat disimpan dalam database.
  • Akuntan dan manajer secara fleksibel melakukan analisis dan pengambilan keputusan manajemen berdasarkan data pada database.
  • Database juga memastikan biaya dicatat dalam buku besar untuk pelaporan keuangan eksternal.

 

 

5 of 19

Pengukuran Biaya

  • Pengukuran biaya mengacu pada klasifikasi biaya, menentukan dalam satuan Rupiah berapa bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead yang digunakan dalam produksi.
  • Jumlah rupiah dapat merupakan jumlah aktual yang dikeluarkan untuk input manufaktur atau jumlah yang diperkirakan, karena tagihan setelah biaya unit harus dihitung, demi ketepatan waktu informasi biaya dan untuk mengendalikan biaya.
  • Dua cara yang umum digunakan untuk mengukur biaya yang terkait dengan produksi adalah biaya aktual dan biaya normal.
  • Masalah utama menggunakan biaya actual, banyak biaya overhead tidak dikeluarkan secara seragam sepanjang tahun, sehingga perlu ditentukan lebih dahulu dengan biaya normal

 

 

6 of 19

Penempatan Biaya

  • Setelah biaya diakumulasikan dan diukur, mereka ditempatkan (assign) ke unit produk yang diproduksi atau unit layanan yang dikirimkan.
  • Biaya unit penting untuk berbagai tujuan, terutama dalam mengambil keputusan membuat atau membeli produk, untuk menerima atau menolak pesanan khusus, atau untuk melanjutkan atau tidak sebuah lini produk.
  • Biaya unit adalah informasi penting bagi produsen. Biaya unit sangat penting untuk menilai persediaan, menentukan pendapatan, dan membuat sejumlah keputusan penting.
  • Biaya unit juga penting bagi perusahaan jasa dan nirlaba. Perusahaan jasa harus terlebih dahulu mengidentifikasi "unit" layanan yang disediakan, misal di bengkel mobil, unit servis akan menjadi pekerjaan yang dilakukan pada mobil pelanggan individu

  1.  

 

 

7 of 19

Hubungan Akumulasi Biaya, Pengukuran Biaya dan Penempatan Biaya

8 of 19

Analisis Biaya Pesanan

  • Biaya pesanan adalah biaya produksi yang diakumulasikan berdasarkan produk sesuai pesanan kerja. Dalam perusahaan yang beroperasional berdasarkan pesanan, maka pengumpulan biaya per pekerjaan menyediakan informasi penting bagi pihak manajemen.
  • Sistem perhitungan biaya pesanan (job order costing) adalah sistem atau metode pengakumulasian atau pengumpulan biaya produksi untuk menentukan harga pokok produk pada perusahaan yang menghasilkan produk atas dasar pesanan.
  • Tujuan penggunaan sistem perhitungan biaya pesanan (job order costing) adalah untuk menentukan harga pokok produk dari setiap pesanan dalam harga pokok produk secara keseluruhan setiap pesanan dan per satuan.

9 of 19

Karakteristik biaya pesanan

  1. Sifat proses produksi yang dilakukan terputus-putus dan berdasarkan pada pesanan yang diterima.
  2. Spesifikasi dan bentuk produk berdasarkan pada pemesan.
  3. Pencatatan biaya produksi setiap pesanan dilakukan pada kartu biaya pesanan secara terinci untuk setiap jenis pesanan.
  4. Jumlah biaya produksi untuk setiap elemen biaya dikalkulasi setelah pesanan selesai.
  5. Biaya per unit dihitung dengan membagi jumlah biaya produksi yang terdiri dari bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan biaya overhead yang dibebankan dengan jumlah unit yang dipesan.

10 of 19

Elemen Biaya

  1. Akuntansi bahan baku untuk memelihara catatan persediaan bahan baku langsung, membebankan bahan baku langsung ke pesanan dan membebankan bahan baku tidak langsung ke biaya overhead pabrik.
  2. Akuntansi biaya tenaga kerja untuk memelihara akun yang berhubungan dengan beban gaji dan membebankan biaya tenaga kerja langsung ke pesanan dan membebankan biaya tenaga kerja tidak langsung ke biaya overhead pabrik.
  3. Akuntansi biaya overhead pabrik untuk mengakumulasi biaya overhead pabrik, memelihara catatan terinci dari overhead yang telah dikeluarkan dan membebankan sebagian dari biaya overhead ke setiap pesanan.

11 of 19

Manfaat perhitungan biaya pesanan

  1. Penetapan harga jual yang dibebankan kepada konsumen. Harga jual yang dibebankan kepada pemesan ditentukan oleh besarnya biaya produksi yang dikeluarkan untuk memproduksi pesanan tertentu.
  2. Mempertimbangkan penerimaan atau penolakan pesanan. Informasi jumlah biaya pesanan memberikan dasar perlindungan bagi manajemen agar di dalam menerima pesanan perusahaan tidak mengalami kerugian.
  3. Mengawasi dan mengendalikan realisasi biaya produksi. Informasi taksiran biaya produksi pesanan tertentu dapat digunakan sebagai salah satu dasar untuk menetapkan harga jual yang dibebankan kepada pemesan.

12 of 19

Analisis Biaya Proses

Biaya proses adalah biaya satu unit produk identik dengan biaya produk lainnya atau biaya produksi berdasarkan produk masal. Perusahaan dengan proses mengakumulasi biaya produksi berdasarkan proses atau departemen untuk periode waktu tertentu. Perbedaan karakteristik biaya pesanan dan biaya proses:

13 of 19

Lembar Biaya pesanan

  • Dokumen yang menunjukkan setiap job dan akumulasi dari biaya produksi, disebut Lembar Biaya Pesanan (Job-order cost sheet)

Koleksi dari semua Lembar

Biaya Pesanan

  • Dokumen pekerjaan dalam

prosess di inventori

(Work-in process inventory

File )

14 of 19

Lembar Permintaan Bahan Baku

  • Sumber Dokumen yang menunjukkan penggunaan bahabn baku sebagai dasar perhitungan biaya bahan baku langsung disebut Lembar Permintaan Bahan Baku

15 of 19

Tiket Waktu kerja

  • Tenaga kerja langsung harus dibagi atas setiap pekerjaan.
  • Alat untuk menentukan penempatan setiap anggota sebagai sumber dokumen disebut

Tiket Waktu Kerja (Job Time Ticket) atau lembar waktu kerja (Job Time Sheet)

16 of 19

Penetapan Overhead

  • Pekerjaan diberi biaya overhead dengan Biaya overhead yang telah ditentukan. Biasanya, jam kerja langsung adalah ukuran yang digunakan untuk menghitung overhead. Misalnya, asumsikan sebuah perusahaan telah memperkirakan biaya overhead untuk tahun mendatang sebesar Rp 900.000.000,00 dan aktivitas yang diharapkan adalah 90.000 jam kerja langsung. Tingkat overhead yang telah ditentukan adalah Rp 900.000.000/ 90.000 jam kerja langsung = Rp 10.000 per jam kerja langsung.

17 of 19

Perhitungan Biaya per Unit

  • Setelah sebuah pekerjaan selesai, maka biaya total manufaktur dapat dihitung dengan menjumlahkan masing-masing biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja dan overhead, kemudian dijumlahkan semuanya.
  • Biaya total di atas dibagi dengan berapa jumlah produk yang di inventori barang jadi,

18 of 19

Assignment 8

  • Buatlah excel dari contoh-contoh di atas
  • PT XYZ merancang dan memasang sistem irigasi rumput dan taman khusus untuk rumah dan bisnis di seluruh negara bagian. Setiap pekerjaan berbeda, membutuhkan bahan dan tenaga kerja yang berbeda untuk menginstal sistem. Rainking memperkirakan sebagai berikut:

Untuk tahun ini:

Jumlah instalasi: 250

Jumlah jam kerja langsung 5.000

Bahan langsung berharga Rp 60.000.000,00

Biaya tenaga kerja langsung Rp 75.000.000,00

Biaya overhead Rp 65.000.000,00

Selama tahun ini, jumlah aktual berikut dialami:

Jumlah instalasi: 245

Jumlah jam kerja langsung 5.040

Bahan langsung yang digunakan Rp 59.350.000,00

Tenaga kerja langsung dikeluarkan Rp 75.600.000,00

Overhead terjadi Rp 64.150.000,00

.

Pertanyaan:

  1. Apakah PT XYZ harus menggunakan biaya proses atau biaya pesanan?
  2. Jika PT XYZ menggunakan sistem biaya normal dan overhead diterapkan berdasarkan: jam kerja langsung, berapa biaya instalasi yang membutuhkan bahan baku langsung Rp. 3.500.000,00 dan 50 jam kerja langsung?
  3. Jelaskan mengapa PTXYZ akan kesulitan menggunakan sistem biaya yang sebenarnya ?

19 of 19

Thank You