1 of 33

Pengembangan Agama & Moral Anak Usia Dini

Oleh: Muhammad Syukran, S.Sos., M.Si., M.Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI, FAKULTAS TARBIYAH & ILMU KEGURUAN, INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KENDARI 2026

2 of 33

Konsep Pengembangan Anak Usia Dini

3 of 33

Konsep

Pengembangan

Agama

Secara Etimologi (Bahasa Indonesia): Berasal dari kata kembang yang bermakna mekar, terbuka, besar, luas, atau banyak. Penambahan imbuhan pe-an membentuk kata benda yang berarti proses, cara, atau perbuatan mengembangkan (membuat menjadi kembang/luas/maju).

Secara Konseptual: Pengembangan diartikan sebagai usaha untuk meningkatkan, memperluas, atau menyempurnakan sesuatu yang sudah ada agar lebih baik atau lebih maju.

1

4 of 33

Konsep

Pengembangan

Agama

Moral

Agama : pengalaman, perasaan, dan tindakan individu dalam hubungannya dengan sesuatu yang dianggap Ilahi. (William James)

Agama : ajaran yang berasal dari Tuhan yang berisi petunjuk hidup bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. (Harun Nasution)

2

5 of 33

Konsep

Pengembangan

Agama

Moral

Unsur-unsur Agama

  1. Kepercayaan (Iman) → keyakinan terhadap Tuhan
  2. Ibadah (Ritual) → bentuk penghambaan
  3. Nilai dan Norma → pedoman hidup
  4. Kitab Suci → sumber ajaran
  5. Umat/Penganut → komunitas sosial

Fungsi Agama

  1. Fungsi Spiritual → mendekatkan manusia kepada Tuhan
  2. Fungsi Sosial → menciptakan solidaritas
  3. Fungsi Moral → membentuk akhlak
  4. Fungsi Psikologis → memberi ketenangan batin
  5. Fungsi Edukatif → memberi pedoman hidup

2

6 of 33

Konsep

Pengembangan

Agama

Moral

Anak Usia Dini

Moral : Secara etimologis, kata moral berasal dari bahasa Latin mos (jamak: mores), yang berarti tata cara, adat istiadat, atau kebiasaan.

Moral adalah ajaran tentang baik dan buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya. Ia merupakan pedoman yang menentukan bagaimana seseorang seharusnya bertindak dalam situasi tertentu berdasarkan sistem nilai yang diyakini..

3

7 of 33

Konsep

Pengembangan

Agama

Moral

Anak Usia Dini

Berdasarkan Perpres No. 60 Tahun 2013, anak usia dini mencakup janin dalam kandungan sampai lahir, hingga usia 6 tahun.

Pada masa ini, anak berada dalam tahap perkembangan yang sangat pesat, sehingga sering disebut sebagai masa emas (golden age)

4

8 of 33

Konsep

Pengembangan

Agama

Moral

Anak Usia Dini

4

9 of 33

Dasar Pengembangan Agama Anak Usia Dini

10 of 33

Dasar Pengembangan Agama Anak Usia Dini

Merupakan fondasi awal untuk membentuk karakter, kepribadian, dan spiritualitas anak sejak masa golden age (0–6 tahun). Pada tahap ini, anak sangat peka terhadap stimulasi, sehingga nilai-nilai agama lebih mudah ditanamkan dan diinternalisasi.

Pengembangan ini tidak hanya soal ritual, tetapi lebih kepada penanaman rasa cinta kepada Tuhan dan sesama.

1. Dasar Teologis dan Fitrah

11 of 33

1

Dasar Pengembangan Anak Usia Dini

1. Dasar Teologis dan Fitrah

Secara spiritual, setiap anak diyakini lahir dengan potensi dasar atau fitrah untuk mengenal Tuhan.

Tujuan: Mengarahkan potensi alami ini agar anak merasa dekat dengan Sang Pencipta melalui pengenalan sifat-sifat Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang.

2. Dasar Psikologis (Tahap Berpikir Egosentris)

Dasar Pengembangan Agama Anak Usia Dini

12 of 33

Dasa Pengembangan Anak Usia Dini

1. Dasar Teologis dan Fitrah

Anak usia dini berada pada tahap perkembangan kognitif yang bersifat konkret dan egosentris.

Pendekatan: Konsep agama yang abstrak (seperti Surga atau Neraka) tidak bisa dijelaskan secara rumit. Pengembangan harus didasarkan pada hal-hal nyata, seperti keindahan alam semesta sebagai ciptaan Tuhan atau perilaku kasih sayang orang tua sebagai cerminan cinta Tuhan.

2. Dasar Psikologis (Tahap Berpikir Egosentris)

3. Dasar Keteladanan (Modeling)

Dasar Pengembangan Agama Anak Usia Dini

2

13 of 33

Anak adalah peniru yang sangat ulung. Mereka belajar agama bukan dari ceramah, melainkan dari apa yang mereka lihat.

Implementasi: Perilaku jujur, sabar, dan rajin beribadah yang ditunjukkan oleh orang tua atau guru adalah kurikulum agama yang paling efektif bagi mereka.

3. Dasar Keteladanan (Modeling)

2. Dasar Psikologis (Tahap Berpikir Egosentris)

4. Dasar Pembiasaan (Habituation)

Dasar Pengembangan Agama Anak Usia Dini

3

14 of 33

Dasar Pengembangan Anak Usia Dini

Agama bagi anak usia dini adalah masalah pembiasaan, bukan sekadar pemahaman teori.

Contoh: Membiasakan mengucap syukur (Alhamdulillah/Terima Kasih), berdoa sebelum makan, dan mencuci tangan sebelum beribadah. Jika dilakukan secara konsisten, perilaku ini akan menetap menjadi karakter.

4. Dasar Pembiasaan (Habituation)

5. Dasar Bermain dan Menyenangkan

3. Dasar Keteladanan (Modeling)

Dasar Pengembangan Agama Anak Usia Dini

4

15 of 33

Dunia anak adalah dunia bermain. Pengembangan agama tidak boleh dilakukan dengan paksaan atau ancaman yang menakutkan.

Metode: Menggunakan lagu-lagu religi, cerita/dongeng tentang tokoh agama, atau permainan peran (roleplay) yang mengandung nilai moral agar anak merasa bahwa beragama itu menyenangkan.

4. Dasar Pembiasaan (Habituation)

5. Dasar Bermain dan Menyenangkan

Dasar Pengembangan Agama Anak Usia Dini

5

16 of 33

Prinsip Utama dalam Pelaksanaannya

Pengembangan

Kasih Sayang :

Menekankan bahwa Tuhan dan agama adalah sumber kedamaian.

Bertahap :

Dimulai dari hal paling sederhana (misal: mengenal ucapan salam).

Sesuai Usia :

Materi yang diberikan harus sesuai dengan daya tangkap bahasa anak.

17 of 33

Dasar Pengembangan Moral Anak Usia Dini

18 of 33

Dasar Pengembangan Moral Anak Usia Dini

Dasar pengembangan moral pada anak usia dini bertujuan untuk menanamkan pemahaman tentang apa yang dianggap benar dan salah dalam masyarakat. Moralitas pada usia ini tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses internalisasi nilai-nilai dari lingkungan sekitarnya.

1. Dasar Teori Perkembangan (Piaget & Kohlberg)

19 of 33

Dasar Pengembangan Anak Usia Dini

1. Dasar Teori Perkembangan (Piaget & Kohlberg)

Secara psikologis, anak usia dini berada pada tahap Moralitas Heteronom.

  • Karakteristik: Anak memandang aturan sebagai sesuatu yang tidak bisa diubah dan datang dari otoritas (orang tua/guru).

  • Fokus: Anak patuh karena takut akan konsekuensi atau hukuman, bukan karena memahami esensi dari aturan tersebut. Seiring bertambahnya usia, mereka mulai memahami bahwa aturan dibuat untuk kenyamanan bersama.

2. Dasar Afektif (Perasaan dan Empati)

Dasar Pengembangan Moral Anak Usia Dini

1

20 of 33

Dasa Pengembangan Anak Usia Dini

1. Dasar Teori Perkembangan (Piaget & Kohlberg)

Moralitas bukan hanya soal kognitif (pikiran), tetapi juga soal perasaan.

  • Empati: Fondasi moral yang paling kuat adalah kemampuan anak untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain. Misalnya, ketika anak melihat temannya menangis karena mainannya diambil, ia belajar bahwa tindakan tersebut menyakiti orang lain.

  • Rasa Bersalah dan Bangga: Anak mulai belajar mengenali rasa bersalah saat melanggar norma dan rasa bangga saat melakukan kebaikan.

2. Dasar Afektif (Perasaan dan Empati)

3. Dasar Lingkungan dan Sosial

Dasar Pengembangan Moral Anak Usia Dini

2

21 of 33

Anak belajar moralitas melalui interaksi sosial.

  • Aturan Kelompok: Saat bermain bersama, anak belajar tentang konsep keadilan, menunggu giliran (antre), dan berbagi. Ini adalah laboratorium moral yang nyata bagi mereka.

  • Interaksi Orang Dewasa: Bagaimana orang dewasa di sekitarnya memperlakukan orang lain akan menjadi standar moral bagi anak.

3. Dasar Lingkungan dan Sosial

2. Dasar Afektif (Perasaan dan Empati)

4. Strategi Pengembangan Moral

Dasar Pengembangan Moral Anak Usia Dini

3

22 of 33

Untuk mengembangkan moral yang kuat, diperlukan beberapa pendekatan praktis:

  • Pembiasaan (Habit-forming): Melatih anak melakukan perbuatan baik secara berulang hingga menjadi kebiasaan otomatis, seperti membuang sampah pada tempatnya.

  • Pemberian Penguatan (Reinforcement): Memberikan apresiasi atau pujian saat anak menunjukkan perilaku moral yang baik agar perilaku tersebut diulangi.

  • Diskusi Moral: Mengajak anak berdialog melalui cerita atau kejadian sehari-hari. Tanyakan, "Bagaimana perasaanmu jika kamu berada di posisi temanmu?" untuk mengasah perspektif mereka.

3. Dasar Lingkungan dan Sosial

4. Strategi Pengembangan Moral

Dasar Pengembangan Moral Anak Usia Dini

4

23 of 33

Perbedaan Agama dan Moral

24 of 33

Dasar Pengembangan Anak Usia Dini

1. Pengertian

2. Sumber

Perbedaan Agama dan Moral

1

Agama :

Sistem kepercayaan kepada Tuhan yang berisi ajaran hidup berdasarkan wahyu

Moral :

Nilai dan norma tentang baik dan buruk yang berkembang dalam masyarakat

Contoh Pengembangan Agama dalam PAUD :

Anak diajarkan membaca doa sebelum makan sesuai ajaran dalam Al-Qur'an

Contoh Pengembangan Moral dalam PAUD :

Anak diajarkan tidak berbicara saat mulut penuh sebagai bentuk sopan santun

25 of 33

Dasar Pengembangan Anak Usia Dini

1. Pengertian

2. Sumber

Perbedaan Agama dan Moral

2

Agama :

Wahyu Tuhan (kitab suci seperti Al-Qur'an)

Moral :

Akal manusia, budaya, adat istiadat

Contoh Pengembangan Agama dalam PAUD :

Anak diajarkan shalat karena merupakan perintah Tuhan

Contoh Pengembangan Moral dalam PAUD :

Anak diajarkan mengucapkan “terima kasih” karena kebiasaan baik dalam masyarakat

3. Sifat

26 of 33

Dasar Pengembangan Anak Usia Dini

Perbedaan Agama dan Moral

3

Agama :

Absolut (tetap, universal, tidak berubah)

Moral :

Relatif (berubah sesuai waktu, tempat, budaya)

Contoh Pengembangan Agama dalam PAUD :

Kewajiban berdoa sebelum melakukan aktivitas tetap diajarkan kapan pun dan di mana pun

Contoh Pengembangan Moral dalam PAUD :

Cara menyapa bisa berbeda (di Indonesia berjabat tangan, di negara lain cukup melambaikan tangan)

2. Sumber

3. Sifat

4 Ruang Lingkup

27 of 33

Dasar Pengembangan Anak Usia Dini

Perbedaan Agama dan Moral

4

Agama :

Hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam

Moral :

Hubungan manusia dengan sesama manusia dalam kehidupan sosial

Contoh Pengembangan Agama dalam PAUD :

Anak belajar berdoa, mengenal Tuhan, dan ibadah

Contoh Pengembangan Moral dalam PAUD :

Anak belajar berbagi mainan, tidak memukul teman, dan antri

3. Sifat

4. Ruang Lingkup

5. Tujuan

28 of 33

Dasar Pengembangan Anak Usia Dini

Perbedaan Agama dan Moral

5

Agama :

Mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat

Moral :

Menciptakan keteraturan dan keharmonisan sosial

Contoh Pengembangan Agama dalam PAUD :

Anak dibiasakan beribadah agar menjadi pribadi yang beriman

Contoh Pengembangan Moral dalam PAUD :

Anak diajarkan jujur agar diterima dan dipercaya dalam lingkungan sosial

4. Ruang Lingkup

5. Tujuan

6. Sanksi

29 of 33

Dasar Pengembangan Anak Usia Dini

Perbedaan Agama dan Moral

6

Agama :

Sanksi dunia dan akhirat

Moral :

Sanksi sosial (pujian, celaan, pengucilan)

Contoh Pengembangan Agama dalam PAUD :

Anak diberi pemahaman bahwa meninggalkan ibadah memiliki konsekuensi dosa

Contoh Pengembangan Moral dalam PAUD :

Anak yang tidak mau berbagi mungkin tidak diajak bermain oleh temannya

5. Tujuan

6. Sanksi

7. Bentuk Ajaran

30 of 33

Dasar Pengembangan Anak Usia Dini

Perbedaan Agama dan Moral

7

Agama :

Ibadah (shalat, puasa), akidah, akhlak

Moral :

Perilaku (jujur, sopan, disiplin, tanggung jawab)

Contoh Pengembangan Agama dalam PAUD :

Praktik ibadah seperti doa harian, mengucap salam

Contoh Pengembangan Moral dalam PAUD :

Perilaku seperti berkata sopan, membantu teman, disiplin

6. Sanksi

7. Bentuk Ajaran

8. Dasar Kebenaran

31 of 33

Dasar Pengembangan Anak Usia Dini

Perbedaan Agama dan Moral

8

Agama :

Bersumber dari Tuhan (mutlak)

Moral :

Berdasarkan kesepakatan sosial (konvensional)

Contoh Pengembangan Agama dalam PAUD :

Anak diajarkan bahwa mencuri itu dilarang karena perintah Tuhan

Contoh Pengembangan Moral dalam PAUD :

Anak diajarkan bahwa mencuri itu salah karena merugikan orang lain

7. Bentuk Ajaran

8. Dasar Kebenaran

9. Peran dalam Pendidikan

32 of 33

Dasar Pengembangan Anak Usia Dini

Perbedaan Agama dan Moral

9

Agama :

Membentuk keimanan dan ketakwaan

Moral :

Membentuk karakter dan perilaku sosial

Contoh Pengembangan Agama dalam PAUD :

Guru mengenalkan nilai keimanan (percaya kepada Tuhan)

Contoh Pengembangan Moral dalam PAUD :

Guru membiasakan anak antre, jujur, dan bertanggung jawab

8. Dasar Kebenaran

9. Peran dalam Pendidikan

33 of 33

Sekian & Terimakasih

Sampai Jumpa Lagi Ya…..

Dadaaaa……

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI, FAKULTAS TARBIYAH & ILMU KEGURUAN, INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KENDARI 2026