Pengembangan Agama & Moral Anak Usia Dini
Oleh: Muhammad Syukran, S.Sos., M.Si., M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI, FAKULTAS TARBIYAH & ILMU KEGURUAN, INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KENDARI 2026
Konsep Pengembangan Anak Usia Dini
Konsep
Pengembangan
Agama
Secara Etimologi (Bahasa Indonesia): Berasal dari kata kembang yang bermakna mekar, terbuka, besar, luas, atau banyak. Penambahan imbuhan pe-an membentuk kata benda yang berarti proses, cara, atau perbuatan mengembangkan (membuat menjadi kembang/luas/maju).
Secara Konseptual: Pengembangan diartikan sebagai usaha untuk meningkatkan, memperluas, atau menyempurnakan sesuatu yang sudah ada agar lebih baik atau lebih maju.
1
Konsep
Pengembangan
Agama
Moral
Agama : pengalaman, perasaan, dan tindakan individu dalam hubungannya dengan sesuatu yang dianggap Ilahi. (William James)
Agama : ajaran yang berasal dari Tuhan yang berisi petunjuk hidup bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. (Harun Nasution)
2
Konsep
Pengembangan
Agama
Moral
Unsur-unsur Agama
Fungsi Agama
2
Konsep
Pengembangan
Agama
Moral
Anak Usia Dini
Moral : Secara etimologis, kata moral berasal dari bahasa Latin mos (jamak: mores), yang berarti tata cara, adat istiadat, atau kebiasaan.
Moral adalah ajaran tentang baik dan buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya. Ia merupakan pedoman yang menentukan bagaimana seseorang seharusnya bertindak dalam situasi tertentu berdasarkan sistem nilai yang diyakini..
3
Konsep
Pengembangan
Agama
Moral
Anak Usia Dini
Berdasarkan Perpres No. 60 Tahun 2013, anak usia dini mencakup janin dalam kandungan sampai lahir, hingga usia 6 tahun.
Pada masa ini, anak berada dalam tahap perkembangan yang sangat pesat, sehingga sering disebut sebagai masa emas (golden age)
4
Konsep
Pengembangan
Agama
Moral
Anak Usia Dini
4
Dasar Pengembangan Agama Anak Usia Dini
Dasar Pengembangan Agama Anak Usia Dini
Merupakan fondasi awal untuk membentuk karakter, kepribadian, dan spiritualitas anak sejak masa golden age (0–6 tahun). Pada tahap ini, anak sangat peka terhadap stimulasi, sehingga nilai-nilai agama lebih mudah ditanamkan dan diinternalisasi.
Pengembangan ini tidak hanya soal ritual, tetapi lebih kepada penanaman rasa cinta kepada Tuhan dan sesama.
1. Dasar Teologis dan Fitrah
1
Dasar Pengembangan Anak Usia Dini
1. Dasar Teologis dan Fitrah
Secara spiritual, setiap anak diyakini lahir dengan potensi dasar atau fitrah untuk mengenal Tuhan.
Tujuan: Mengarahkan potensi alami ini agar anak merasa dekat dengan Sang Pencipta melalui pengenalan sifat-sifat Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang.
2. Dasar Psikologis (Tahap Berpikir Egosentris)
Dasar Pengembangan Agama Anak Usia Dini
Dasa Pengembangan Anak Usia Dini
1. Dasar Teologis dan Fitrah
Anak usia dini berada pada tahap perkembangan kognitif yang bersifat konkret dan egosentris.
Pendekatan: Konsep agama yang abstrak (seperti Surga atau Neraka) tidak bisa dijelaskan secara rumit. Pengembangan harus didasarkan pada hal-hal nyata, seperti keindahan alam semesta sebagai ciptaan Tuhan atau perilaku kasih sayang orang tua sebagai cerminan cinta Tuhan.
2. Dasar Psikologis (Tahap Berpikir Egosentris)
3. Dasar Keteladanan (Modeling)
Dasar Pengembangan Agama Anak Usia Dini
2
Anak adalah peniru yang sangat ulung. Mereka belajar agama bukan dari ceramah, melainkan dari apa yang mereka lihat.
Implementasi: Perilaku jujur, sabar, dan rajin beribadah yang ditunjukkan oleh orang tua atau guru adalah kurikulum agama yang paling efektif bagi mereka.
3. Dasar Keteladanan (Modeling)
2. Dasar Psikologis (Tahap Berpikir Egosentris)
4. Dasar Pembiasaan (Habituation)
Dasar Pengembangan Agama Anak Usia Dini
3
Dasar Pengembangan Anak Usia Dini
Agama bagi anak usia dini adalah masalah pembiasaan, bukan sekadar pemahaman teori.
Contoh: Membiasakan mengucap syukur (Alhamdulillah/Terima Kasih), berdoa sebelum makan, dan mencuci tangan sebelum beribadah. Jika dilakukan secara konsisten, perilaku ini akan menetap menjadi karakter.
4. Dasar Pembiasaan (Habituation)
5. Dasar Bermain dan Menyenangkan
3. Dasar Keteladanan (Modeling)
Dasar Pengembangan Agama Anak Usia Dini
4
Dunia anak adalah dunia bermain. Pengembangan agama tidak boleh dilakukan dengan paksaan atau ancaman yang menakutkan.
Metode: Menggunakan lagu-lagu religi, cerita/dongeng tentang tokoh agama, atau permainan peran (roleplay) yang mengandung nilai moral agar anak merasa bahwa beragama itu menyenangkan.
4. Dasar Pembiasaan (Habituation)
5. Dasar Bermain dan Menyenangkan
Dasar Pengembangan Agama Anak Usia Dini
5
Prinsip Utama dalam Pelaksanaannya
Pengembangan
Kasih Sayang :
Menekankan bahwa Tuhan dan agama adalah sumber kedamaian.
Bertahap :
Dimulai dari hal paling sederhana (misal: mengenal ucapan salam).
Sesuai Usia :
Materi yang diberikan harus sesuai dengan daya tangkap bahasa anak.
Dasar Pengembangan Moral Anak Usia Dini
Dasar Pengembangan Moral Anak Usia Dini
Dasar pengembangan moral pada anak usia dini bertujuan untuk menanamkan pemahaman tentang apa yang dianggap benar dan salah dalam masyarakat. Moralitas pada usia ini tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses internalisasi nilai-nilai dari lingkungan sekitarnya.
1. Dasar Teori Perkembangan (Piaget & Kohlberg)
Dasar Pengembangan Anak Usia Dini
1. Dasar Teori Perkembangan (Piaget & Kohlberg)
Secara psikologis, anak usia dini berada pada tahap Moralitas Heteronom.
2. Dasar Afektif (Perasaan dan Empati)
Dasar Pengembangan Moral Anak Usia Dini
1
Dasa Pengembangan Anak Usia Dini
1. Dasar Teori Perkembangan (Piaget & Kohlberg)
Moralitas bukan hanya soal kognitif (pikiran), tetapi juga soal perasaan.
2. Dasar Afektif (Perasaan dan Empati)
3. Dasar Lingkungan dan Sosial
Dasar Pengembangan Moral Anak Usia Dini
2
Anak belajar moralitas melalui interaksi sosial.
3. Dasar Lingkungan dan Sosial
2. Dasar Afektif (Perasaan dan Empati)
4. Strategi Pengembangan Moral
Dasar Pengembangan Moral Anak Usia Dini
3
Untuk mengembangkan moral yang kuat, diperlukan beberapa pendekatan praktis:
3. Dasar Lingkungan dan Sosial
4. Strategi Pengembangan Moral
Dasar Pengembangan Moral Anak Usia Dini
4
Perbedaan Agama dan Moral
Dasar Pengembangan Anak Usia Dini
1. Pengertian
2. Sumber
Perbedaan Agama dan Moral
1
Agama :
Sistem kepercayaan kepada Tuhan yang berisi ajaran hidup berdasarkan wahyu
Moral :
Nilai dan norma tentang baik dan buruk yang berkembang dalam masyarakat
Contoh Pengembangan Agama dalam PAUD :
Anak diajarkan membaca doa sebelum makan sesuai ajaran dalam Al-Qur'an
Contoh Pengembangan Moral dalam PAUD :
Anak diajarkan tidak berbicara saat mulut penuh sebagai bentuk sopan santun
Dasar Pengembangan Anak Usia Dini
1. Pengertian
2. Sumber
Perbedaan Agama dan Moral
2
Agama :
Wahyu Tuhan (kitab suci seperti Al-Qur'an)
Moral :
Akal manusia, budaya, adat istiadat
Contoh Pengembangan Agama dalam PAUD :
Anak diajarkan shalat karena merupakan perintah Tuhan
Contoh Pengembangan Moral dalam PAUD :
Anak diajarkan mengucapkan “terima kasih” karena kebiasaan baik dalam masyarakat
3. Sifat
Dasar Pengembangan Anak Usia Dini
Perbedaan Agama dan Moral
3
Agama :
Absolut (tetap, universal, tidak berubah)
Moral :
Relatif (berubah sesuai waktu, tempat, budaya)
Contoh Pengembangan Agama dalam PAUD :
Kewajiban berdoa sebelum melakukan aktivitas tetap diajarkan kapan pun dan di mana pun
Contoh Pengembangan Moral dalam PAUD :
Cara menyapa bisa berbeda (di Indonesia berjabat tangan, di negara lain cukup melambaikan tangan)
2. Sumber
3. Sifat
4 Ruang Lingkup
Dasar Pengembangan Anak Usia Dini
Perbedaan Agama dan Moral
4
Agama :
Hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam
Moral :
Hubungan manusia dengan sesama manusia dalam kehidupan sosial
Contoh Pengembangan Agama dalam PAUD :
Anak belajar berdoa, mengenal Tuhan, dan ibadah
Contoh Pengembangan Moral dalam PAUD :
Anak belajar berbagi mainan, tidak memukul teman, dan antri
3. Sifat
4. Ruang Lingkup
5. Tujuan
Dasar Pengembangan Anak Usia Dini
Perbedaan Agama dan Moral
5
Agama :
Mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat
Moral :
Menciptakan keteraturan dan keharmonisan sosial
Contoh Pengembangan Agama dalam PAUD :
Anak dibiasakan beribadah agar menjadi pribadi yang beriman
Contoh Pengembangan Moral dalam PAUD :
Anak diajarkan jujur agar diterima dan dipercaya dalam lingkungan sosial
4. Ruang Lingkup
5. Tujuan
6. Sanksi
Dasar Pengembangan Anak Usia Dini
Perbedaan Agama dan Moral
6
Agama :
Sanksi dunia dan akhirat
Moral :
Sanksi sosial (pujian, celaan, pengucilan)
Contoh Pengembangan Agama dalam PAUD :
Anak diberi pemahaman bahwa meninggalkan ibadah memiliki konsekuensi dosa
Contoh Pengembangan Moral dalam PAUD :
Anak yang tidak mau berbagi mungkin tidak diajak bermain oleh temannya
5. Tujuan
6. Sanksi
7. Bentuk Ajaran
Dasar Pengembangan Anak Usia Dini
Perbedaan Agama dan Moral
7
Agama :
Ibadah (shalat, puasa), akidah, akhlak
Moral :
Perilaku (jujur, sopan, disiplin, tanggung jawab)
Contoh Pengembangan Agama dalam PAUD :
Praktik ibadah seperti doa harian, mengucap salam
Contoh Pengembangan Moral dalam PAUD :
Perilaku seperti berkata sopan, membantu teman, disiplin
6. Sanksi
7. Bentuk Ajaran
8. Dasar Kebenaran
Dasar Pengembangan Anak Usia Dini
Perbedaan Agama dan Moral
8
Agama :
Bersumber dari Tuhan (mutlak)
Moral :
Berdasarkan kesepakatan sosial (konvensional)
Contoh Pengembangan Agama dalam PAUD :
Anak diajarkan bahwa mencuri itu dilarang karena perintah Tuhan
Contoh Pengembangan Moral dalam PAUD :
Anak diajarkan bahwa mencuri itu salah karena merugikan orang lain
7. Bentuk Ajaran
8. Dasar Kebenaran
9. Peran dalam Pendidikan
Dasar Pengembangan Anak Usia Dini
Perbedaan Agama dan Moral
9
Agama :
Membentuk keimanan dan ketakwaan
Moral :
Membentuk karakter dan perilaku sosial
Contoh Pengembangan Agama dalam PAUD :
Guru mengenalkan nilai keimanan (percaya kepada Tuhan)
Contoh Pengembangan Moral dalam PAUD :
Guru membiasakan anak antre, jujur, dan bertanggung jawab
8. Dasar Kebenaran
9. Peran dalam Pendidikan
Sekian & Terimakasih
Sampai Jumpa Lagi Ya…..
Dadaaaa……
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI, FAKULTAS TARBIYAH & ILMU KEGURUAN, INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KENDARI 2026