1 Petrus 5:8–10
MENGALAHKAN SIASAT IBLIS
MINGGU 2
Dunia adalah medan peperangan rohani di mana musuh selalu mengintai
Musuhnya bukan darah dan daging yang kelihatan, namun Iblis sebagai penguasa kegelapan.
Untuk tidak dikalahkan oleh tipu muslihat Iblis, kita perlu memiliki sikap yang benar:
01
MEWASPADAI ANCAMAN
(ay. 8)
“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”
Iblis digambarkan seperti singa yang mengaum, mencari celah untuk menjatuhkan orang percaya yang lengah.
Cara meningkatkan kewaspadaan adalah dimulai dengan penguasaan diri dan kesadaran akan kenyataan peperangan rohani.
Jangan memberi celah atau kesempatan kepada iblis melalui kompromi dosa atau ketidaksabaran dalam pencobaan.
02
MEMAKAI OTORITAS IMAN
(ay. 9)
“Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.”
Melawan iblis tidak dilakukan dengan kekuatan mental semata, melainkan dengan iman yang teguh kepada Kristus.
Iman adalah perisai yang memadamkan panah api si jahat dan dasar untuk berdiri tegak di tengah serangan.
Kita tidak berjuang sendirian; saudara-saudara seiman di seluruh dunia juga menghadapi perjuangan yang sama.
03
MENEKUNI PERJUANGAN
(ay. 10)
“Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.”
Penderitaan dan serangan musuh bersifat sementara, namun anugerah Allah bersifat kekal.
Tuhan sendiri yang akan memulihkan, meneguhkan, menguatkan, dan mengokohkan umat-Nya yang tetap bertahan.
Kemenangan diraih oleh mereka yang tidak menyerah di tengah jalan, tetapi terus bersandar pada kuasa-Nya.