BAB 7
BIOTEKNOLOGI
PETA KONSEP
Bertambahnya populasi manusia dapat membawa dampak negatif bagi kelangsungan hidup manusia itu sendiri.
Dampak yang paling jelas adalah ketersediaan bahan pangan yang tidak mampu mencukupi kebutuhan manusia.
Oleh karena itu, manusia terus berusaha meningkatkan produktivitas
BIOTEKNOLOGI
Dengan menggunakan bioteknologi, diharapkan masalah kebutuhan pangan dapat diatasi.
Bagaimana peranan bioteknologi dalam meningkatkan produktivitas pangan?
PENGERTIAN BIOTEKNOLOGI
BIOTEKNOLOGI PERTANIAN
Kultur artinya pembudidayaan, sedangkan jaringan artinya sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama.
Dengan demikian, kultur jaringan (tissue culture) berarti membudidayakan suatu jaringan makhluk hidup menjadi individu baru yang mempunyai sifat sama seperti induknya.
Beberapa bakteri menghasilkan zat yang mematikan bagi serangga sehingga dimanfaatkan sebagai insektisida.
Bakteri yang digunakan sebagai insektisida adalah Bacillus thuringiensis. Bakteri ini menghasilkan racun yang disebut protein kristal insektisida (ICP, insecticidal crystal proteins).
Racun ini menyerang saluran pencernaan hama serangga sehingga hama tersebut berhenti makan dan akhirnya mati.
Pemanfaatan teknologi nuklir
Mutasi tanaman untuk mendapatkan varietas unggul
Pemberantasan hama tanaman
Pengawetan makanan
Mengetahui masa pemupukan yang paling baik
Pengelolaan lahan pertanian dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu
Intensifikasi dilaksanakan dengan menerapkan Panca Usaha Tani,yaitu
Panca Usaha Tani
Pengolahan tanah
Penggunaan bibit unggul
Pemupukan
Pengairan yang baik
Pemberantasan hama, gulma, dan penyakit tanaman
Di bidang pertanian telah banyak dilakukan rekayasa genetik untuk menghasilkan tanaman unggul yang dapat meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan, di antaranya sebagai berikut :
BIOTEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN
1. Tempe
2. Roti
3. Yoghurt
4. Keju
5. Protein Sel Tunggal
BIOTEKNOLOGI PETERNAKAN
Inseminasi buatan merupakan proses pembuahan dengan bantuan manusia.
Sperma dari hewan jantan unggul ditampung di dalam cawan petri. Sperma tersebut kemudian dimasukkan ke dalam alat inseminasi buatan. Setelah itu, alat inseminasi buatan dimasukkan ke rahim hewan betina dan sperma disuntikan secara perlahan-lahan.
Inseminasi buatan memiliki beberapa keunggulan, yaitu sperma dari hewan pejantan unggul dapat disimpan, sperma dari satu pejantan dapat membuahi banyak hewan betina, dan meningkatkan angka kelahiran dengan cepat.
Proses inseminasi buatan adalah sebagai berikut.