1 of 27

BIAYA DAN MARJIN PEMASARAN

2 of 27

BIAYA PEMASARAN

  • Biaya pemasaran adalah biaya-biaya yang dikeluarkan dalam proses pergerakan barang dari tangan produsen sampai ke konsumen akhir. Pembiayaan pemasaran adalah penyediaan dan investasi modal terhadap barang dan fasilitas yang diperlukan dalam proses pemasaran.
  • Besar kecilnya biaya pemasaran produk pertanian tergantung dari besar kecilnya kegiatan lembaga pemasaran dan jumlah fasilitas yang diperlukan dalam pergerakan barang.
  • Contohnya, biaya pemasaran padi lebih besar dari biaya pemasaran sayur kangkung pada satuan volume yang sama, karena padi harus dikumpul, disimpan di gudang, diolah jadi beras, diangkut, dipacking, sedangkan sayur setelah dipetik dapat langsung diecerkan di pasar atau dijual.

3 of 27

  • Biaya pemasaran antara lain : pengangkutan, penyimpanan, buruh, resiko, bunga kredit, gradasi, pengepakan, pengolahan, informasi, pajak.
  • Berdasarkan proses pemasaran, maka biaya pemasaran dapat dibagi menjadi :
    • Biaya pengumpulan (assembly cost),
    • biaya pemindahan dari titik produksi ke titik konsumsi (transfer cost),
    • biaya penyebaran ke daerah konsumen (distribution cost).
  • Biaya-biaya tersebut mempengaruhi besarnya perbedaan (selisih harga) yang diterima produsen dengan harga yang dibayarkan konsumen

4 of 27

MARJIN pemasaran

  • Marjin pemasaran adalah selisih antara harga yang diterima produsen dengan yang dibayarkan konsumen.
  • Jika penyaluran beras melalui banyak lembaga, maka marjin pemasaran merupakan jumlah marjin-marjin diantara lembaga-lembaga yang bersangkutan.
  • Jadi marjin pemasaran adalah marjin total dari tingkatan lembaga pemasaran yang ada dalam saluran pemasaran yang sama.

5 of 27

6 of 27

7 of 27

8 of 27

9 of 27

10 of 27

11 of 27

  • jika diinginkan harga yang diterima petani menjadi lebih besar maka ditempuh berbagai cara :
  • menaikkan HE dengan syarat B dan ∏ harus tetap
  • menurunkan B dan ∏ dengan syarat HE tetap
  • HE dan B tetap, ∏ diturunkan
  • HE dan ∏ tetap, B diturunkan

12 of 27

Menaikkan harga eceran dapat dilakukan bila dipusat konsumsi terjadi permintaan lebih besar dari penawaran. Menurunkan biaya atau keuntungan lembaga lebih besar kemungkinannya dibandingkan menurunkan harga eceran, misal dengan perbaikan sistem pengangkutan, mengurangi pajak yang terlalu tinggi. Pergeseran kurva demand di pusat konsumsi dapat diakibatkan oleh pertambahan penduduk yang besar, atau di hari tertentu (hari raya), sehingga kebutuhan barang meningkat pada periode tertentu. Dapat pula diakibatkan perubahan selera atau preferensi, dapat dijelaskan pada gambar berikut :

13 of 27

Jika sistem pengangkutan berubah menjadi jelek, misal, rusak, jalan buruk, pajak menjadi tinggi, akibatnya frekuensi angkutan berkurang sehingga supply berkurang sehingga harga eceran di pusat konsumsi menjadi tinggi, tapi harga yang diterima petani menjadi lebih rendah. Marjin pemasaran menjadi lebih rendah

14 of 27

Sebaliknya jika sistem pengangkutan lebih baik, pajak rendah, peraturan memungkinkan iklim perdagangan berjalan lancar, maka jumlah permintaan hasil petanian di pusat produksi atau jumlah pembelian pedagang bertambah. Akibatnya harga di pusat produksi akan naik dan di pusat konsumsi akan turun.

15 of 27

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perhitungan marjin pemasaran.

a. Faktor waktu.

  • Terpisahnya pusat produksi dengan pusat konsumsi mengakibatkan pengadaan barang di tempat konsumen membutuhkan waktu tertentu. Makin jauh letak pusat produksi dari pusat konsumsi makin panjang waktu yang dibutuhkan dalam usaha pengadaan barang di tempat konsumen. Jika harga barang konstan selama periode pengadaan barang oleh pedagang, maka marjin pemasaran yang dihitung tetap sama dengan marjin pemasaran yang sebenarnya.
  • Apa yang akan terjadi bila seandainya harga beras eceran misalnya di pusat konsumsi tiba-tiba turun atau naik?

16 of 27

  • a.1. Jika harga eceran naik maka marjin pemasaran yang dihitung akan lebih kecil dibanding marjin pemasaran yang sebenarnya.

Mt = H Et – H Pt-5

M t-5 = HE t-5 – H Pt-5

Jadi Mt > M t-5 dimana Mt = marjin pemasaran sebenarnya

M t-5 =marjin pemasaran yang dihitung

  • a.2. Jika harga eceran turun maka marjin pemasaran yang dihitung akan lebih besar dibanding marjin pemasaran yang sebenarnya.

M t-5 > Mt ; Mt = H Et - H Pt-5 H Et < HE t-5

M t-5 = HE t-5 – H Pt-5 Mt < M t-5

17 of 27

  • Untuk barang yang memerlukan periode yang lebih lama misalnya sampai berbulan-bulan perhitungannya sama saja caranya, hanya perlu dihitung tingkat inflasi. Misalkan pada bulan Januari di tempat petani harga kopi pipil Rp. 30 per kg. Harga kopi eceran pada bulan Maret Rp. 100/kg. Jika tidak ada inflasi, marjin pemasaran yang sebenarnya untuk 1 kg adalah :
  • Mt = H Et – H Pt-5 = 70 (HE t – HEt-3) = 100 – 30
  • Dimana HE t : harga yang sebenarnya pada bulan Maret
  • HEt-3 : Harga yang dihitung atau yang diperkirakan pada bulan Januari
  • Jika antara Januari dan Maret terjadi inflasi 30% maka nilai marjin yang sebenarnya :
  • Mt’ = (130-30) = 100
  • Jadi Mt < Mt’ jika Mt’ = marjin pada waktu t dan disertai inflasi

18 of 27

b. Faktor kerusakan, kehilangan, penyusutan barang.

  • Komoditi pertanian diketahui mudah rusak. Kerusakan terjadi di proses pengumpulan, pengangkutan, proses pengeceran di pasar karena pengaruh air, panas, dan sebagainya.
  • Terjadinya kerusakan akan menurunkan kualitas barang sehingga harga akan turun. Misalnya di desa X seorang pedagang membeli mangga golek dengan kualitas baik yaitu grade A. Mangga akan dijual di kota Y. Dalam proses pemuatan, perjalanan, pembongkaran, pengecerannya pasti ada diantara mangga itu yang rusak sehingga tidak dapat dijual di pasar eceran sebagai grade A, mungkin akan jadi grade B atau C, tergantung dari tingkat kerusakannya. Perubahan kualitas grade A di desa X menjadi kualitas grade B/C di kota Y merupakan marjin kualitas. Apa akibatnya dalam perhitungan marjin pemasaran ? M < HE - HP

19 of 27

  • Pengaruh biaya pengangkutan terhadap penerimaan petani dalam penggunaan input.

  • Misalnya secara hipotetis, penggunaan 10 kg pupuk urea terhadap usahatani padi mengakibatkan pertambahan produksi ( ∆ produksi ) sebanyak 50 kg beras. Hal ini berati selisih nilai pertambahan hasil dengan nilai input di tempat dekat lebih besar dibanding di tempat yang jauh. Untuk jelasnya secara hipotetis sebagai berikut :
  • Untuk petani di desa C yang terpencil
  • Nilai ∆ hasil beras 50 kg @ Rp 10,- ................... Rp. 500,-
  • Nilai pupuk urea 10 kg @ Rp. 55,- ……………. Rp. 550,-
  • ______________________________________________ -
  • Kerugian petani Rp. 50,-

  • Bagaimana caranya agar petani desa C dapat menerima harga beras tinggi dan membayar pupuk urea lebih rendah ?

20 of 27

Faktor yang mempengaruhi besar kecilnya marjin pemasaran.

  • a. Dipengaruhi perubahan biaya pemasaran (B), keuntungan perantara (∏) harga yang dibayarkan konsumen (HE) dan harga yang diterima petani produsen (HP)

M = B + ∏

M = HE – HP

  • Makin besar biaya pemasaran atau keuntungan pedagang serta makin besar harga eceran atau makin kecil harga petani berarti makin besar marjin pemasaran.

  • b. Sifat barang yang diperdagangkan.
  • c. Tingkat pengolahan barang

21 of 27

Hubungan Marjin pemasaran dengan efisiensi.

  • Sepintas orang memastikan bahwa jika makin kecil marjin pemasaran suatu barang, makin efisien tapemasaran barang tersebut. Hal ini tidak selamanya benar, jika mengecilnya marjin pemasaran mengakibatkan menurunnya kepuasan produsen, perantara, dan konsumen maka pemasaran barang tersebut tidak efisien.
  • Kemungkinan mengecilnya marjin pemasaran dan akibat-akibatnya dapat dianalisa secara matematis :

M = HE – HP

Jika HP (harga di petani) meningkat dan HE (harga eceran) konstan, berarti kepuasan konsumen tetap, kegiatan pedagang tidak menurun, tapemasaran dirasa akan efisien. HE dan HP sama-sama meningkat, tapi persentase HP tetap > HE, kepuasan konsumen juga bertambah serta kegiatan pedagang tidak menurun, ini berarti efisiensi. Umumnya konsumen ingin membayar harga yang rendah, produsen ingin menjual barang dengan harga tinggi. Jika keinginan tercapai, mereka puas :

M⇓ = HE ⇓ - HP ⇑

Jika HE menurun dan HP meningkat, M akan menjadi kecil, dan kalau kegiatan pedagang tidak menurun, akan terjadi efisiensi.

22 of 27

M = B + ∏

  • M akan bertambah kecil kalau B (biaya) atau ∏ (keuntungan) berkurang.
  • M⇓ = HE ⇓ - HP ⇓
  • Berkurangnya B atau ∏ menimbulkan efisiensi jika kepuasan dan kegiatan lembaga pemasaran tidak menurun.
  • Sesungguhnya memperkecil marjin pemasaran dapat dilakukan dengan melihat dari satu sudut saja misal dari sudut produsen, misal di suatu daerah, kedudukan ekonomi petani sangat lemah sedang konsumen lebih kuat. Untuk memperkecil marjin maka HP dapat dinaikkan dan tidak perlu harus HE diturunkan :
  • M⇓ = HE - HP ⇑
  • Bagaimana jika M itu jadi besar ? apakah pasti efisien ?

23 of 27

  • Untuk menurunkan biaya dan keuntungan, beberapa yang harus dilaksanakan antara lain :
    • Memperbaiki pelaksanaan dari fungsi pemasaran terutama fungsi fisik dan fasilitas agar bisa berjalan efisien dan dan efektif.
    • Memperbaiki komunikasi antara pusat konsumsi dengan pusat produki dapat menekan biaya (perbaikan jalan buruk, buka jalan desa, dll)
    • Mendirikan gudang dan perbaikan cara penyimpanan

24 of 27

LATIHAN SOAL

25 of 27

  • Seorang pedagang membeli beras di desa WALI sebanyak 1000 kg. Harga pembelian pedagang dari petani Rp. 300,- tiap kg. Setelah mengalami proses pengarungan, penyimpanan dan pengangkutan, beras itu kemudian tiba di kota ARMADA tempat konsumen, setelah ditimbang kembali ternyata beratnya berkurang menjadi 980 kg. Jika diketahui harga eceran beras pada saat itu Rp. 500 per kg, berapa besar marjin yang sebenarnya dan marjin yang dihitung?

26 of 27

  • Pedagang membeli mangga jenis grade A di desa NOAH sebanyak 100 buah dengan harga Rp. 1000,- / buah. Setelah mangga sampai di kota UNGU, hanya 80 buah yang tetap grade A, 10 buah menjadi grade B, 10 buah menjadi grade C. Harga jual mangga grade A Rp. 2.000,-/buah ; Grade B Rp. 1500,- / buah ; grade C Rp. 1.250 /buah. Berapa marjin yang dihitung dan marjin sebenarnya

27 of 27

  • Marjin pemasaran jagung suatu daerah sebesar Rp. Rp. 1.000/kg. Penyaluran jagung dari pusat produksi ke pasar pusat konsumsi melalui berbagai tingkatan pasar, pasar desa GIGI - pasar kecamatan PADI - pasar kabupaten DAUN - pasar pusat konsumsi NIDJI. Jika diketahui M NIDJI-DAUN Rp.100,- , ; M PADI-GIGI Rp. 100,-
  • a. Berapa besar marjin antara pasar kabupaten DAUN dengan pasar desa GIGI per kg?
  • b. Berapa besar marjin antara pasar kabupaten DAUN dengan pasar kecamatan PADI per kg?
  • c. Berapa besar bagian (%) harga /kg yang diterima petani dari harga eceran jika harga jagung di pasar eceran NIDJI Rp. 2000,- /kg ?
  • d. Berapa besar harga jagung di desa GIGI, harga di pasar kecamatan PADI, pasar kabupaten DAUN?
  • e. Jika biaya pemasaran untuk 1 kuintal Rp. 2000. Berapa besar keuntungan pada pedagang untuk tiap 1 kg?