1 of 27

PENDIDIKAN KHAS KEJOGJAAN

DINAS DIKPORA DIY

Totok Sudarto

Dewan Pendidikan DIY

2 of 27

T

SRI SULTAN HAMENGKU BUWANA X MENERIMA GELAR DOKTOR HC DARI UNY TAHUN 2019

3 of 27

PENDIDIKAN KHAS KEJOGJAAN

  • Adalah Pendidikan yang berbasis budaya Jogja
  • Sumber budaya jogja: Kraton Ngayogyakarto, Kadipaten Pakualaman, Muhammadiyah, Pondok Pesantren, Tamansiswa, dan Barat
  • Wujud budaya jogja: tata nilai budaya yang bersumber dari gagasan, aktivitas, dan artefak seperti tata krama dan unggah-ungguh, seni sastra, seni tari, seni karawitan, seni kriya, seni batik.

4 of 27

IDE DASAR

D. Etos / Kredo :

E. Sumber :

F. Tujuan :

“WIDYA SAKA TUNGGAL”

(Kasultanan Ngayogyakarta, Kadipaten Pakualaman, Pesantren/NU, Muhammadiyah, Taman Siswa, Pendidikan Modern)

UU No. 13 Th. 2012, Perda DIY No. 5 Th 2011Perdais No. 3 Th 2017, Perda DIY No. 4 Th 2011, Pidato Ilmiah Ngarsa Dalem Sri Sultan HB X, Penelitian Pendidikan Keyogyakartaan UNY

Jiwa Satriya

Jalma kang Utama

G. Tata Ruang Kultural :

Trigatra

(Triple-Helix)

  • Kraton-Kaprajan
  • Kampung
  • Kampus

DEWAN PENDIDIKAN YOGYAKARTA

PENDIDIKAN KHAS KEJOGJAAN

5 of 27

SUMBER NILAI PENDIDIKAN KHAS KEJOGJAAN

SUMBER NILAI

Mangasah mingising budi, mamasuh malaning bumi

Pamenthanging gendhewa, Pamanthenging cipta

Sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh

Golong-gilig

UU No. 13 Th. 2012

Perdais No. 3 Th 2017

Perda DIY No. 4 Th 2011

Perda DIY No. 5 Th 2011

Pidato Ilmiah Sri Sultan HB X

Penelitian Pendidikan Keyogyakartaan UNY

Kraton, Kadipaten, Taman Siswa, Pesantren/NU, Kemuhammadiyahan, Barat

Taksonomi

Ngreti, Ngrasa, Nglakoni

(Ki Hajar Dewantara)

Cipta, Rasa, Karsa, Karya

WIDYA

SAKA TUNGGAL

DEWAN PENDIDIKAN YOGYAKARTA

PENDIDIKAN KHAS KEJOGJAAN

1

2

3

4

Hamangku, Hemengku, Hamengkoni

5

6 of 27

  1. Filosofi :

B. Paradigma :

C. Nilai :

Hamemangun Karyenak Tyasing Sasama (Humanis)

Trilogi:

  • Hamemayu Hayuning Bawana
  • Sangkan Paraning Dumadi
  • Manunggaling kawula gusti

  • Hamangku, Hamengku, hamengkoni
  • Mangasah mingising budi, mamasuh malaning bumi
  • Pamenthanging gendhewa, pamanthenging cipta
  • Sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh
  • Golong-gilig

DEWAN PENDIDIKAN YOGYAKARTA

PENDIDIKAN KHAS KEJOGJAAN

7 of 27

NILAI –NILAI PENDIDIKAN KHAS KEJOGJAAN

8 of 27

HAMANGKU HAMENGKU HAMENGKONI

Terdapat tiga makna penting didalamnya, yaitu Hamengku, Hamangku dan Hamengkoni.

  • Pertama, Hamengku menunjukkan tugas melindungi sesama tanpa memandang kedudukan sosial termasuk mereka yang tak menyukainya.
  • Kedua, Hamangku menandakan sifat kepemimpinan yang mengutamakan kepentingan rakyat diatas kepentingannya sendiri, dengan lebih banyak memberi dari pada menerima.
  • Ketiga, Hamengkoni berarti penggunaan kekuatan untuk mewujudkan kemakmuran rakyat dijalan Allah.

9 of 27

10 of 27

PAMENTHANGING GENDHEWA PAMANTHENGING CIPTA

pamenthanging gandewa pamanthenging cipta, memiliki arti bahwa membentangnya busur seiring dengan konsentrasi yang ditujukan pada sasaran yang dibidik. Dalam kehidupan sehari-hari, pamenthanging gandewa pamanthenging cipta memiliki pesan agar manusia yang memiliki cita-cita hendaknya berkonsentrasi penuh pada tujuan tersebut agar cita-citanya dapat terwujud.

11 of 27

PAMENTHANGING GENDHEWA, PAMANTHENGING CIPTA�

12 of 27

Sawiji greget sengguh ora mingkuh

13 of 27

Sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh �

  • Sawiji,(Konsentrasi, Khusuk, Tuma’ninah)
  • Greget, (Semangat,Ghirah)
  • Sengguh,(Tawaduk)

Percaya diri; berkelebihan tidak sombong, berkekurangan tidak rendah diri.

  • Ora mingkuh ( Azzam, isotiqomah)

(watak satriya Ngayogyakarta)

(filosofi beksan Ngayogyakarta)

14 of 27

GOLONG GILIG

  • Tugu Jogja sering disebut Tugu Pal putih atau Tugu golong gilig menjadi simbol yang melekat pada  Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Garis imajiner dari Keraton Yogyakarta juga puncak gunung berapi pasti Tugu golong gilig yang berada di persimpangan antara Jalan Mangkubumi dengan jalan Pangeran Diponegoro.

  • Istilah golong gilig sendiri, menurutnya berarti bersatu padunya kehendak dan niat dalam karya, cipta dan karsa untuk menuju satu tujuan yang sama.

14

15 of 27

15

Tugu Golong Gilig yang dikenal dengan nama Tugu Jogja dibangun pada tahun 1755 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I. Tugu ini mempunyai nilai simbolis yang menghubungkan Keraton Yogyakarta dengan Pantai Selatan Parangtritis , dan Gunung Merapi. Nama Golong Gilig sendiri berasal dari kata Golong yaitu bentuk silinder dan Gilig yaitu bentuk bulat yang merupakan simbol filosofi jawa yang mempunyai makna Manunggaling Kawula Gusti, lambang persatuan antara rakyat dan Rajanya serta Sang Pencipta.

Tugu Golong Gilig

16 of 27

16

17 of 27

Penjabaran Nilai-nilai Utama Pendidikan Khas Kejogjaan

5.1 Hidup bahagia dan sehat

5.2 Memiliki kompetensi etika yang mengarahkan hidup kesehariannya

5.3 Menjaga keluhuran diri dan keharmonisan dengan orang lain.

5.4 Berperilaku sesuai adat istiadat dan tata krama yang berlaku di masyarakat

N

I�L�A�I

D

I

M

E

N

S

I

2. Pamenthanging gendhewa, pamanthenging cipta

2.1 Menerima keberagaman sebagai warga global (multikultural)

2.2 Memiliki banyak ide dan dapat menuangkan gagasannya dalam karya nyata (tulisan, tarian, puisi, gambar).

2.3 Mampu menemukan berbagai macam cara mengatasi persoalan secara rasional.

3. Sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh

  1. Moral
  2. Pendidikan, pengetahuan, dan teknologi
  3. Adat dan tradisi
  4. Kesenian
  5. Kejujuran
  6. Kerendahan hati
  7. Kepedulian
  8. Kreatif
  9. Wiraga

NILAI

BUDA

YA

  1. Mata pencaharian
  2. Penataan ruang dan arsitektur
  3. Benda cagar budaya dan Kawasan cagar budaya

4) Kesabaran

5) Kerja keras

6) Pengendalaian diri

  1. Ketelitian
  2. Wirasa
  3. Wirama

5. Mangasah mingising budi,

mamasuh malaning bumi

4. Golong-gilig

5

4.1 Kesatuan manusia dengan Tuhan (macrocosmos)

4.2 Kesatuan manusia dengan raja/pemerintahan (microcosmos)

4.3 Kesatuan murid dengan guru.

  1. Religiuis spiritual
  2. Bahasa
  3. Kemasyarakatan
  4. Kerjasama
  5. ToleransI

  1. Kejuangan dan kebangsaan
  2. Semangat keyogyakartaan
  3. Ketertiban/disiplin
  4. Kesusilaan
  5. Kesopanan/kesantunan
  6. Tanggung jawab
  7. Percaya diri
  8. Ketangguhan
  9. Integritas
  10. Prasaja

3.1 Mengerahkan segala sumber daya secara terpadu

3.2 Disiplin, dinamis, gigih dan kerja keras

3.3 Percaya diri dalam bertindak

3.4 Tidak mundur dalam menghadapi risiko apa pun

1. Hamengku, hamangku, hamengkoni

1.1 Memiliki kesadaran sebagai pemimpin.

1.2 Berorientasi pada yang benar

1.3 Berkeadlian

1.4 Menunjukkan kesesuaian antara perkataan dengan tindakan

  1. Kepemimpinan
  2. Keadilan
  3. Pemerintahan
  4. Tegas
  5. Momot

18 of 27

STRUKTUR PROGRAM PENDIDIKAN KHAS KEJOGJAAN�SMP/MTs/PAKET B

Nilai

No.

PAUD

SD/MI/PAKET A

SMP/MTs/PEKET B

SMA/MAN/SMK/

PAKET C

PERGURUAN TINGGI

KETERANGAN

1

Religius-spiritual

Religius-spiritual

Religius-Spiritual

Religius-Spiritual

Religius-Spiritual

Nilai dasar berada pada semua jenjang pendidikan

2

Moral atau budi pekerti

Moral atau budi pekerti

Moral atau budi pekerti

Moral atau budi pekerti

Moral atau budi pekerti

3

Kesenian

Kesenian

Kesenian

Kesenian

Kesenian

4

Kejujuran

Kejujuran

Kejujuran

Kejujuran

Kejujuran

5

Kerendahan hati

Kerendahan hati

Kerendahan hati

Kerendahan hati

Kerendahan hati

6

Kepedulian

Kepedulian

Kepedulian

Kepedulian

Kepedulian

7

Kesabaran

Kesabaran

Kesabaran

Kesabaran

Kesabaran

8

Ketertiban

Ketertiban

Ketertiban

Ketertiban

Ketertiban

9

Kedisiplinan

Kedisiplinan

Kedisiplinan

Kedisiplinan

Kedisiplinan

10

Keposansantunan

Keposansantunan

Keposansantunan

Keposansantunan

Keposansantunan

11

Tanggung jawab

Tanggung jawab

Tanggung jawab

Tanggung jawab

Tanggung jawab

12

Percaya diri

Percaya diri

Percaya diri

Percaya diri

Percaya diri

13

Kerjasama

Kerja sama

Kerja sama

Kerja sama

Kerja sama

14

Keadilan

Keadilan

Keadilan

Keadilan

Keadilan

15

 Kreatif

Bahasa

Bahasa

Bahasa

Bahasa

Bahasa bersifat pragmatis. Bukan teori bahasa, tetapi berbahasa, not usage but use

19 of 27

STRUKTUR PROGRAM PENDIDIKAN KHAS KEJOGJAAN�SMP/MTs/PAKET B

  • Religius-Spiritual
  • Moral atau budi pekerti
  • Kesenian
  • Kejujuran
  • Kerendahan hati
  • Kepedulian
  • Kesabaran

  • Ketertiban
  • Kedisiplinan
  • Keposansantunan
  • Tanggung jawab
  • Percaya diri
  • Kerja sama
  • Keadilan
  • Bahasa

20 of 27

STRATEGI IMPLEMENTASI SECARA BERTAHAP

I: ADISI

MPLS

Studium General

II: INSERSI

Kokurikuler

(Suplemen)

III: INTEGRASI

Intrakurikuler

dan Ekstrakurikuler

DEWAN PENDIDIKAN YOGYAKARTA

PENDIDIKAN KHAS KEJOGJAAN

21 of 27

PENDEKATAN

SAL: Student Active Learning

SCL: Student Center Learning

Paedagogi

Andragogi

Heutagogi

Cybergogi

MODEL

PBL: Problem Based Learning

PjBL: Project Based Learning

Atau

CTL (Contextual Teaching Learning)

Experiential Learning.

Scientific Learning

METODE

Diskusi

Kerja Kelompok

Tugas

Demonstrasi

Karya Wisata

Tutor Sebaya

Tanya Jawab

Dan sebagainya

DEWAN PENDIDIKAN YOGYAKARTA

PENDIDIKAN KHAS KEJOGJAAN

PENDEKATAN, MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

22 of 27

Atmosfir Pendidikan Khas Kejogjaan

5.1 Budaya pikir

Budaya pikir

INDIKATOR

TAKSONOMI

Ngrt

Ngrs

Nglk

  1. Memasang berbagai filosofi kearifan lokal di ruang (pimpinan, pegawai, dan kelas, web sekolah)
  2. Melaksanakan prinsip-prinsip hidup orang Jawa (way of life) seperti sapa temen tinemu, becik ketitik ala ketara, narima ing pandum, ngalah luhur wekasane, sapa ngreti ing panuju sasat pagere wesi, dsb.

ATP: Alur Tujuan Pembelajaran

23 of 27

Atmosfir Pendidikan Khas Kejogjaan

5.2 Budaya tindak

No.

NILAI

INDIKATOR

TAKSONOMI

Budaya tindak

Ngrt

Ngrs

Nglk

3. Memiliki mulok mata pelajaran bahasa Jawa

  1. Pembelajaran yang menyenangkan (sariswara, sistem among).
  2. Melaksanakan aktivitas budaya seperti karawitan, membaca geguritan, dhimas-dhiajeng, sesorah, pranatacara, dan tari gaya Yogyakarta.
  3. Implementasi lembah manah sopan santun dengan implementasi NGAJENI: NGapurancang, JEmpol, Nuwun sewu./Ndherek langkung, Inggih, matur nuwun, mangga.
  4. Ada aktivitas produktif misalnya membatik, mematung, membuat topeng, majalah dinding Jawa.
  5. Bel sekolah bernuasan Jawa (musik/nada gamelan)
  6. Penerapan Indtruksi Gubernur DIY No. 1 Tahun 2009 tentang 1 hari dalam seminggu berbahasa Jawa.
  7. Melaksanakan tradisi Kemis Paingan berbusana Jawa Yogyakarta.
  8. Melaksanakan permainan tradisional seperti dakon, engklek, gobag sodor, egrang, lomba sandhal bakiak, dsb.

ATP: Alur Tujuan Pembelajaran

24 of 27

Atmosfir Pendidikan Khas Kejogjaan

5.3 Budaya material

NILAI

INDIKATOR

TAKSONOMI

Ngrt

Ngrs

Nglk

Budaya material

12. Memiliki website bermuatan budaya

  1. Memiliki laboratorium budaya
  2. Memasang produk budaya seperti wayang, batik, foto-foto bangunan bersiri khas Yogyakarta (seperti kraton, tugu, dan sebagainya)
  3. Perpustakaan Jawa
  4. Memiliki bangunan berciri khas Jawa seperti joglo, limasan, dsb.
  5. Makanan dan minuman bernuansa Jawa (seperti makanan khas kabupaten geplak, gebleg, thiwul, wedang uwuh, wedang jahe, geplak, peyek tumpuk, pecel, dsb).

ATP: Alur Tujuan Pembelajaran

25 of 27

GUGUR GUNUNG

Ayo kanca ayo kanca ngayahi karyaning praja

Kene kene kene kene gugur gunung nyambut gawe

Sayuk sayuk rukun bebarengan ro kancane

Lila lan legawa kanggo mulyaning negara

Siji loro telu papat jejer papat papat

Diulang ulungake mesthi enggal rampunge

Holobis kontul baris 4X

26 of 27

  • NGAPURANCANG
  • JEMPOL
  • NUWUN SEWU/NDHEREK LANGKUNG
  • MATUR NUWUN
  • NYUWUN PANGAPUNTEN
  • MANGGA
  • INJIH

NGA JE N I

Ancasipun:

Ngurmati tiyang sanes

Nggayuh Larasing pasrawungan

(harmonis)

27 of 27

MATUR NUWUN

TERIMAKASIH

THANK YOU

SUKRON

WASSALAMULLAIKUM W.R W.B