1 of 21

Pedoman Ringkas

Perencanaan Berbasis Data

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN,

RISET, DAN TEKNOLOGI

2 of 21

Transformasi satuan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan dimulai dengan perencanaan dan penganggaran yang tepat berdasarkan perencanaan berbasis data

*untuk PAUD menggunakan indikator dalam Rapor Pendidikan

Seluruh satuan pendidikan melaksanakan perencanaan berbasis data dengan menggunakan capaian Profil Pendidikan satuan pendidikan*

Peningkatan Mutu Pendidikan

Murid dengan karakter Profil Pelajar Pancasila

Seluruh Provinsi dan Kabupaten/kota melaksanakan perencanaan berbasis data dengan menggunakan capaian Profil Pendidikan Daerah

Perencanaan dan penganggaran di pemda dan satuan pendidikan yang sudah tepat

Terjadinya transformasi satuan pendidikan

Aktivitas

Luaran

Capaian

Dampak

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

3 of 21

Transformasi satuan pendidikan mempunyai empat ciri utama

3

Satuan pendidikan mengembangkan budaya refleksi berbasis data

Satuan pendidikan berpihak kepada tumbuh kembang murid

Satuan pendidikan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan dan inklusif

Peningkatan hasil belajar murid, terutama kompetensi fondasi seperti literasi, numerasi, dan karakter

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

4 of 21

Perencanaan Berbasis Data adalah proses yang berkelanjutan dan terintegrasi dalam siklus perencanaan pemerintah daerah

4

Langkah 1

Analisis Profil Pendidikan

Langkah 2

Analisis Akar

Masalah

Langkah 3

Perumusan Program dan Kegiatan

Langkah 6

Monitoring dan Evaluasi

Langkah 5

Pelaksanaan Kegiatan

Langkah 4

Memasukkan dalam dokumen perencanaan dan anggaran

RPJMD

Perencanaan Jangka Menengah

RKPD

Rencana Tahunan

RKA SKPD

Dokumen Anggaran

APBD

RPJMD: Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

RKPD: Rencana Kerja Pemerintah Daerah

RKA SKPD: Rencana Kerja Anggaran SKPD

APBD: Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

5 of 21

Perencanaan berbasis data di tingkat daerah mengikuti siklus perencanaan pemerintah daerah dengan linimasa yang sudah ditetapkan

5

Ranwal

RKPD

Rancangan RKPD

Rancangan Akhir RKPD

Perkada RKPD

KUA

PPAS

RKA

SKPD

Rancangan

APBD

APBD

Rancangan

APBD

eRakortek tingkat provinsi

eRakortek tingkat kab/kota

RKPD adalah dokumen perencanaan dimana daerah memasukkan sub kegiatan sampai dengan Rancangan akhir RKPD ditutup

Dinas dapat memasukkan detail kegiatan dari sub kegiatan yang ada

Des

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Agt

Sep

Okt

Nov

Des

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

6 of 21

Rapor Pendidikan adalah laporan komprehensif tentang capaian layanan pendidikan sebagai data utama dalam perencanaan berbasis data

6

Bentuk Evaluasi

Asesmen Nasional

(AKM, Survei Karakter, &

Survei Lingkungan Belajar)

Sumber Data

Dapodik

Data Pendidikan Kemenag

Platform Digital

Guru dan Kepala Sekolah

Tracer Study SMK

Data GTK

BPS, dll.

Laporan Evaluasi

Platform Rapor Pendidikan

PROFIL

Profil Satuan Pendidikan

Profil Pendidikan Daerah

(isi komprehensif, bersifat diagnostik)

RAPOR

Rapor Satuan Pendidikan

Rapor Pendidikan Daerah

(bagian dari indikator Profil Pendidikan)

Evaluasi Diri Satuan Pendidikan

(mandiri, bagian siklus perencanaan)

Evaluasi Diri Pemda

(mandiri, bagian siklus perencanaan)

Evaluasi Diri Internal

Evaluasi Eksternal

Evaluasi Pendidikan Daerah

(re)akreditasi Sekolah

oleh BAN (visitasi hanya pada sekolah dengan kriteria tertentu)

Insentif Kinerja Sekolah

dari Kemendikbud

RKTS

RKPD

SPM

Akreditasi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

7 of 21

Struktur Rapor Pendidikan daerah secara ringkas terdiri dari 3 area, 5 dimensi, dan indikator dari level 1 sampai 2

7

Dimensi A

Dimensi B

Dimensi D

Dimensi C

Dimensi E

Kualitas Capaian Pembelajaran Siswa

Kualitas Proses Belajar Siswa

Kualitas Sumber Daya Manusia dan Sekolah

Mutu dan relevansi hasil belajar murid

Pemerataan pendidikan yang bermutu

Mutu dan relevansi pembelajaran

Kompetensi dan kinerja PTK

Pengelolaan sekolah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel

Proses

Input

Output

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

8 of 21

Indikator didalam Profil Pendidikan saling terkait satu sama lain, memiliki hubungan sebab akibat untuk memudahkan mengidentifikasi masalah dan akar masalah

8

Sarana-prasarana sekolah

(a) fasilitas belajar literasi

(b) fasilitas belajar daring

Karakteristik murid

(a) pendidikan & profesi orangtua

(b) fasilitas belajar di rumah

Pengelolaan sekolah

(a) pelibatan warga sekolah dan

(b) pengelolaan program dan anggaran yang transparan, berorientasi pada mutu pembelajaran, dan berbasis data dan refleksi diri.

Karakteristik guru

(a) kualifikasi

(b) kompetensi

(c) sikap/keyakinan/ nilai-nilai

Karakteristik kepala sekolah

(a) kualifikasi

(b) kompetensi

(c) sikap/keyakinan/nilai-nilai

Iklim sekolah

(a) keamanan (fisik dan psikis)

(b) inklusivitas

(c) kebhinekaan

(d) kesetaraan gender

Program dan kebijakan pembelajaran sekolah

(a) visi-misi berpusat pada murid.

(b) manajemen berorientasi pada mutu pembelajaran.

(c) sumber daya dan dukungan untuk refleksi dan inovasi guru.

(d) kinerja sebagai penggerak (guru mengembangkan kompetensi guru lain)

Refleksi guru dan perbaikan pembelajaran

(a) refleksi atas praktik mengajar

(b) belajar meningkatkan kemampuan mengajar

(c) penerapan praktik inovatif

Praktik pembelajaran

(a) kehadiran

(b) manajemen kelas

(c) dukungan afektif

(d) aktivasi kognitif dan metakognitif.

Hasil belajar murid

(a) literasi

(b) numerasi

(c) karakter

(d) Keterserapan lulusan*

(e) Pendapatan lulusan*

(f) kompetensi lulusan*

*khusus SMK

Output

Proses

Input

Input, namun tidak tersedia dalam Profil Pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

9 of 21

Hasil Unduhan Rapor Pendidikan terdiri dari kode, nama indikator, skor, warna dan label capain, perbandingan, dan definisi indikator

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

10 of 21

Tahapan dalam Perencanaan berbasis data secara umum terdiri dari tiga bagian: Identifikasi, refleksi, dan benahi

10

  1. Mengidentifikasi masalah berdasarkan indikator yang ditampilkan di dalam Rapor Pendidikan
  1. Melakukan refleksi capaian, pemerataan, dan proses pembelajaran di satuan pendidikan dan daerah masing-masing
  1. Menyusun kegiatan dalam bentuk rencana kegiatan dan anggaran satuan pendidikan (BOS dan BOP) dan daerah (APBD)
  1. Mengidentifikasi masalah berdasarkan indikator yang ditampilkan di dalam Rapor Pendidikan
  1. Melakukan refleksi capaian, pemerataan, dan proses pembelajaran di satuan pendidikan dan daerah masing-masing
  1. Melakukan pembenahan melalui perumusan kegiatan dalam bentuk rencana kegiatan dan anggaran satuan pendidikan (BOS dan BOP) dan daerah (APBD)
  1. Melakukan refleksi capaian, pemerataan, dan proses pembelajaran di satuan pendidikan dan daerah masing-masing

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

11 of 21

Output dari perencanaan berbasis data adalah dokumen kegiatan (RKPD) dan dokumen anggaran (RKA SKPD) yang tertuang di dalam SIPD

11

Tahapan

  • Mengunduh data dari platform Rapor Pendidikan
  • Merujuk kepada daftar indikator prioritas
  • Menetapkan indikator rapor sebagai masalah yang akan diintervensi.
  • Dari masalah yang akan diintervensi, dilakukan analisis untuk mencari akar masalah
  • Dianalisis jumlah dan sebaran satuan pendidikan per jenjang sesuai jenis masalah dan akar masalah
  • Membuat program dan kegiatan sebagai solusi untuk setiap akar masalah yang ditetapkan
  • Menetapkan jumlah satuan pendidikan yang akan diintervensi sesuai jenis akar masalah (asimetris)

Kegiatan

Tahapan:

  • Menetapkan daftar kegiatan yang akan dimasukkan dalam RKA - SKPD
  • Menetapkan barang dan jasa yang akan dibelanjakan (termasuk harga satuan)
  • Memasukkan kegiatan dan anggaran dalam RKA-SKPD

Memilih dan menetapkan Masalah

Merumuskan akar masalah

Menentukan program dan kegiatan

RKPD

RKA-SKPD

Identifikasi

Refleksi

Benahi

Memasukkan dalam dokumen RKA-SKPD

RKA-SKPD

Dokumen

Unduh Profil Pendidikan Daerah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

12 of 21

Langkah 1: cara umum melakukan Identifikasi masalah

12

  1. Unduh Rapor Pendidikan Daerah dari Platform Rapor Pendidikan.
  2. Jumlah masalah yang dipilih disesuaikan dengan kapasitas finansial dan SDM, dianjurkan memilih maksimal 5 indikator.
  3. Pilih indikator yang akan diintervensi dengan tata cara yang dijelaskan pada bagan di bawah.

Utamakan memilih indikator level 1 yang bermasalah di dimensi A

  1. Pilih indikator merah
  2. Jika tidak ada indikator merah, pilih indikator kuning
  3. Jika tidak ada indikator kuning, dapat memilih indikator hijau
  4. Jika hanya ada indikator biru tapi nilainya lebih rendah dari sekolah setara, pilih indikator tersebut
  5. Jika hanya ada indikator biru tapi masih ada siswa yang masuk kategori dasar dan perlu intervensi khusus, maka pilih indikator tersebut*

Jika masih perlu tambahan, Pilih indikator level 1 yang bermasalah di dimensi D

  1. Lihat warna di indikator level 1 dimensi, jika berwarna merah, pilih indikator tersebut atau cari yg skornya paling rendah
  2. Jika tidak ada indikator merah, pilih indikator kuning
  3. Jika hanya ada indikator hijau tapi nilainya lebih rendah dari sekolah setara, pilih indikator tersebut
  4. Jika hanya ada indikator hijau dengan nilai lebih tinggi dari sekolah setara, pilih indikator dengan skor paling rendah diantara yang hijau*

Tata Cara Memilih Indikator yang akan diintervensi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

13 of 21

Langkah 2: cara umum Refleksi untuk merumuskan akar masalah

13

  1. Dari masalah yang akan diintervensi, cari akar masalah dari setiap masalah yang dipilih. Metode perumusan akar masalah dapat dilakukan dengan cara yang beragam dari yang paling sederhana sampai penggunaan analisis data yang kompleks.
  2. Akar masalah dapat dilakukan dengan:
  3. Melihat indikator level 2 dari masalah yang sudah ditentukan
  4. Melihat indikator dari dimensi lain yang capaiannya rendah

Memilih indikator level 2 dari masalah yang sudah ditentukan

Memilih indikator dari dimensi lain

Tata Cara Memilih akar masalah

  1. Pilih beberapa indikator level 2 yang berwarna merah atau kuning
  2. Jika semua indikator level 2 berwarna hijau, pilih beberapa indikator dengan skor paling rendah
  1. Pilih beberapa indikator level 1 dimensi D yang merah atau kuning di luar yang sudah terpilih menjadi masalah
  2. Jika semua indikator berwarna hijau, pilih beberapa indikator dengan skor paling rendah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

14 of 21

Untuk mencari akar masalah literasi dan numerasi beberapa pertanyaan kritis dapat diajukan

14

Apakah tersedia perlengkapan pembelajaran?

Apakah sekolah sudah kondusif untuk melakukan pembelajaran?

Apakah kualitas proses pembelajaran sudah baik?

Apakah kualitas pendidik dan tenaga kependidikan sudah baik?

Mengapa kompetensi literasi dan numerasi masih rendah?

Apakah jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sudah terpenuhi?

Apakah distribusi pendidik dan tenaga kependidikan sudah merata?

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

15 of 21

Demikian juga untuk angka partisipasi yang masih rendah

15

Ada berapa jumlah anak usia sekolah yang tidak bersekolah?

Mengapa APS belum 100%?

Apakah jumlah ruang kelas dan/atau sekolah sudah mencukupi?

Apakah karena isu sosial budaya atau adat istiadat?

Apakah anak usia tertentu tersebut tidak bersekolah karena terkendala biaya?

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

16 of 21

Untuk kualitas lulusan SMK, hal yang sama dapat dilakukan

16

Mengapa kualitas lulusan SMK belum optimal?

Apakah tersedia data keterserapan lulusan?

Apakah sudah ada kemitraan antara SMK dengan dunia kerja?

Apakah fasilitas peningkatan kompetensi lulusan SMK tersedia?

Apakah sudah ada sertifikasi kompetensi PTK dan peserta didik?

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

17 of 21

Langkah 3: cara umum Benahi untuk menentukan program dan kegiatan

17

  1. Dari akar masalah yang sudah dirumuskan, tentukan program untuk menyelesaikan akar masalah yang teridentifikasi.
  2. Penentuan program dapat merujuk pada program program Merdeka Belajar utama/prioritas yang dikeluarkan oleh Kemdikbudristek seperti sekolah penggerak, kurikulum merdeka, optimalisasi platform merdeka mengajar, komunitas belajar, dan program lainnya
  3. Pilihlah benahi yang sesuai dengan kondisi dan kapasitas daerah.
  4. Pilihlah program yang memiliki potensi dampak paling tinggi untuk mengatasi akar masalah dengan anggaran seefisien mungkin

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

18 of 21

Hasil tahapan Identifikasi, Refleksi, dan Benahi dapat dituangkan dalam dokumen perencanaan

18

  • Setiap provinsi dapat memilih rumusan identifikasi, refleksi, dan benahi yang beragam sesuai dengan capaian rapor pendidikan masing masing dan kondisi kondisi lainnya seperti sumberdaya dan lain-lain
  • Setiap provinsi diharapkan mempunyai ide-ide program inovatif namun masuk akal untuk dapat dijalankan di daerah masing masing
  • Kolaborasi antar pihak dalam satu provinsi menjadi nilai utama dalam proses perencanaan berbasis data
  • Tata cara perumusan dalam perencanaan satu provinsi dapat menjadi pembelajaran bagi provinsi lain.
  • Menyusun kegiatan yang akan dilakukan UPT agar program dapat diimplementasikan
  • Menentukan penanggung jawab pelaksana (PIC) kegiatan dari tiap UPT dan tenggat waktu

No

Identifikasi

Refleksi

Benahi

Kegiatan

PIC

Tenggat Waktu

Masalah

Akar Masalah

Program

Kegiatan Detail

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

19 of 21

Contoh Lembar Simulasi

Identifikasi

Refleksi

Benahi

Kegiatan

No

Masalah

Akar Masalah

Program

Kegiatan Detail

1

2

Kemampuan Literasi dibawah kompetensi minimum (1.77-Kuning)

Kemampuan Numerasi dibawah kompetensi minimum (1.64-Kuning)

Kompetensi membaca teks sastra masih rendah (56.72)

Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru pasif (1.7-Merah)

Optimalisasi penggunaan Platform Merdeka Mengajar terkait literasi teks sastra

Terjadinya budaya refleksi oleh guru dengan mendorong komunitas belajar di satpen maupun daerah

Membuat program kampanye yang mendorong sekolah membentuk dan mengoptimalkan komunitas belajar di satpen

Memonitor pelaksanaan kegiatan komunitas belajar dengan melibatkan pengawas

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

20 of 21

Lembar Simulasi

Identifikasi

Refleksi

Benahi

Kegiatan

No

Masalah

Akar Masalah

Program

Kegiatan Detail

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

21 of 21

Terima Kasih