KAJIAN
STUDI KELAYAKAN BISNIS
ASPEK
TEKNIS &
TEKNOLOGIS
Key talking points:
A
DEFINISI ASPEK
TEKNIS
DEFINISI ASPEK TEKNIS
Kajian Aspek Teknis adalah sebuah analisis kesiapan perusahaan dalam menjalankan usahanya dengan menilai ketepatan lokasi usaha, luas produksi, dan tata letak (layout) serta kesiagaan mesin-mesin yang akan digunakan.
TUJUAN :
B
PENENTUAN LOKASI
USAHA
Pemilihan lokasi tergantung dari jenis usaha atau investasi. Perusahaan harus memiliki pertimbangan dalam penentuan lokasi untuk kantor pusat, lokasi untuk pabrik, lokasi untuk gudang, dan kantor cabang.
KETERSEDIAAN SARAN DAN PRASARANA
KONDISI ADAT ISTIADAT/BUDAYA/SIKAP MASYARAKAT SETEMPAT
HUKUM YANG BERLAKU
5
10
11
1 | JENIS USAHA | 6 | KEDEKATAN LEMBAGA KEUANGAN |
2 | KEDEKATAN PASAR/KONSUMEN | 7 | KEDEKATAN PUSAT PEMERINTAH |
3 | KEDEKATAN BAHAN BAKU | 8 | KEDEKATAN DI KAWASAN INDUSTRI |
4 | KEDEKATAN TENAGA KERJA | 9 | KEMUDAHAN EKSPANSI |
PERTIMBANGAN DALAM PEMILIHAN LOKASI :
FAKTOR PRIMER
FAKTOR SEKUNDER
Kedekatan dengan pasar Kedekatan dengan bahan baku
Ketersediaan tenaga kerja, baik jumlah maupun kualifikasinya yang diinginkan Ketersediaan fasilitas pengangkutan seperti jalan raya atau stasiun kereta api atau pelabuhan laut atau bandar udara
Ketersediaan sarana dan prasarana seperti listrik
Sikap masyarakat
Biaya untuk investasi dilokasi seperti biaya pembelian tanah atau pembangunan gedung.
Prospek perkembangan harga atau kemajuan dilokasi tersebut di masa yang akan datang.
Perluasan lokasi.
Fasilitas penunjang lain seperti pusat perbelanjaan atau perumahan.
Iklim dan tanah.
Masalah pajak dan peraturan perburuhan di daerah setempat.
Kedekatan dengan Pasar
Kedekatan dengan Pemerintah
Kedekatan dengan Lembaga Keuangan
Ketersediaan Sarana dan Prasarana
PERTIMBANGAN LOKASI
Di Kawasan Industri
Kedekatan dengan Pasar
Kedekatan dengan Bahan Baku
Ketersediaan Sarana dan Prasarana
GUDANG
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
Kepuasan pelayanan yang diberikan kepada konsumen
Kemudahan memperoleh tenaga kerja (jumlah maupun kualifikasi) Kemudahan memperoleh bahan baku
Kemudahan memperluas lokasi usaha
Nilai suatu harga ekonomis yang lebih tinggi di masa mendatang Meminimalisir terjadinya konflik terutama dengan masyarakat dan pemerintah
METODE PENILAIAN HASIL (VALUE METHOD)
METODE
PENENTUAN LOKASI
SESUAI
KEBUTUHAN PERUSAHAAN
Faktor - faktor yang dipertimbangkan dalam metode ini antara lain : pasar, bahan baku, transportasi, tenaga kerja, dan pertimbangan lainnya
METODE PERBANDINGAN BIAYA (COST COMPARISON METHOD)
Faktor - faktor yang menjadi pertimbangan dalam metode ini antara lain : bahan baku, bahan bakar dan listrik, biaya operasi, biaya umum dan biaya lainnya
METODE ANALISIS EKONOMI (ECONOMIC ANALYSIS METHOD)
Faktor - faktor yang menjadi pertimbangan dalam metode ini antara lain : Biaya tenaga kerja, biaya sewa, biaya pengangkutan, biaya bahan bakar dan listrik, pajak, perumahan, sikap masyarakat dan lainnya.
PENENTUAN LUAS DAN BESARAN PRODUKSI
Penentuan Luas Produksi yang Ekonomis
Menentukan Jumlah Produksi yang Menghasilkan Keuntungan Maksimal
4. Daur hidup produk
1.Pendekatan konsep marginal cost dan marginal revenue
Penentuan luas dan besaran produksi berkaitan dengan berapa jumlah produksi yang dihasilkan dalam waktu tertentu dengan mempertimbangkan kapasitas teknis dan peralatan yang dimiliki serta biaya yang paling efisien. Luas dan besaran produksi dapat dilihat dari segi ekonomis dan segi teknis.
TATA LETAK
(LAYOUT)
MENGENAL TATA LETAK ATAU
LAYOUT
Layout adalah proses penentuan bentuk dan penempatan fasilitas yang dapat menentukan efisiensi produksi/operasi.
Layout ini memberikan berbagai keuntungan antara lain:
3. Tata Letak Kantor (Office Layout)
1. Posisi Tetap (Fixed Position)
Layout ini ditujukan untuk proyek disebabkan ukuran, bentuk, atau hal-hal lain yang menyebabkan tak mungkin untuk memindahkan produknya.
2. Orientasi Proses (Process Oriented)
Layout orientasi proses didasarkan pada proses produksi barang atau pelayanan jasa.
4. Tata Letak Pedagang Eceran/Pelayanan (Retail and Service Layout)
Layout yang berkenaan dengan pengaturan dan alokasi tempat serta arus bermacam produk atau barang.
Layout ini berkaitan dengan layout posisi pekerja, peralatan kerja, tempat yang diperuntukkan untuk perpindahan informasi.
6. Tata Letak Produk (Product Layout)
Layout .jenis ini mencari pemanfaatan personal dan mesin yang terbaik dalam produksi yang berulang-ulang dan berlanjut atau
kontinu.
5. Tata Letak Gudang (Warehouse Layout)
Layout ini ditujukan pada efisiensi biaya penanganan gudang dan memaksimalkan pemanfaatan ruangan gudang.
PERBEDAAN JENIS LAYOUT BERDASARKAN
FAKTOR PENENTU LAYOUT YANG
BAIK
3. Lingkungan dan estetika
1. Kebutuhan kapasitas dan tempat
5. Biaya perpindahan antara tempat kerja yang berbeda
2. Peralatan untuk menangani material atau bahan
4. Arus informasi
FAKTOR-FAKTOR YANG
MENJADI PERTIMBANGAN PEMINDAHAN ALAT DAN BAHAN
(KEMUDAHAN BERPINDAH- PINDAH).
PEMILIHAN TEKNOLOGI
Pemilihan teknologi ini mempertimbangkan seberapa jauh derajat mekanisasi yang diinginkan dan manfaat ekonomi yang dikerjakan. Jadi yang perlu diperhatikan dalam pemilihan teknologi adalah sebagai berikut:
PENENTUAN
P METODE ERSEDIAAN
1. ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ)
EOQ merupakan jumlah pembelian bahan mentah pada setiap kali pesan dengan biaya yang paling ren
Ddaiphe.rlukan untuk melakukan analisis sehingga hasi yang akan diperoleh dapat diakui kebenarannya
Klasifikasi biaya dalam membuat perhitungan EOQ : a.Biaya angkut/penyimpanan atau Carriying Cost (CC)
b.Biaya pemesanan atau Ordering Cost (OC)
c.Biaya total atau Total Cost (TC)
2. SAFETY STOCK
Safety stock sangat diperlukan untuk mengantisipasi banyaknya permintaan akibat permintaan yang tak terduga. Beberapa faktor penentu dalam menghitung besarnya safety stock, yaitu antara lain:
Di samping faktor penentu, safety stock diperlukan standar kuantitas yang harus dipenuhi, yaitu:
3. Reorder Point (ROP)
ROP merupakan waktu perusahaan untuk memesan kembali atau batas waktu pemesanan kembali dengan melihat jumlah minimal persediaan yang ada.
Reorder point memiliki beberapa model yang dapat digunakan sesuai dengan kondisi perusahaan, di antaranya adalah model jumlah permintaan maupun masa tenggang waktu konstan (constant demand rate, constant lead time).