1 of 23

KAJIAN

STUDI KELAYAKAN BISNIS

ASPEK

TEKNIS &

TEKNOLOGIS

2 of 23

Key talking points:

  1. PENGERTIAN ASPEK TEKNIS
  2. PENENTUAN LOKASI USAHA
  3. PENENTUAN LUAS DAN BESARAN PRODUKSI
  4. TATA LETAK
  5. PEMILIHAN TEKNOLOGI
  6. PENENTUAN METODE PERSEDIAAN

3 of 23

A

DEFINISI ASPEK

TEKNIS

4 of 23

DEFINISI ASPEK TEKNIS

Kajian Aspek Teknis adalah sebuah analisis kesiapan perusahaan dalam menjalankan usahanya dengan menilai ketepatan lokasi usaha, luas produksi, dan tata letak (layout) serta kesiagaan mesin-mesin yang akan digunakan.

TUJUAN :

  1. Menentukan lokasi yang tepat, baik lokasi pabrik, gudang, cabang maupun kantor pusat.
  2. Menentukan layout yang sesuai dengan proses produksi agar lebih efisien
  3. Menentukan teknologi yang paling tepat dalam menjalankan produksinya
  4. Menentukan metode persediaan yang paling baik untuk dijalankan sesuai dengan bidang usahanya 5.Menentukan kualitas tenaga kerja yang di butuhkan

5 of 23

B

PENENTUAN LOKASI

USAHA

6 of 23

Pemilihan lokasi tergantung dari jenis usaha atau investasi. Perusahaan harus memiliki pertimbangan dalam penentuan lokasi untuk kantor pusat, lokasi untuk pabrik, lokasi untuk gudang, dan kantor cabang.

KETERSEDIAAN SARAN DAN PRASARANA

KONDISI ADAT ISTIADAT/BUDAYA/SIKAP MASYARAKAT SETEMPAT

HUKUM YANG BERLAKU

5

10

11

1

JENIS USAHA

6

KEDEKATAN LEMBAGA KEUANGAN

2

KEDEKATAN PASAR/KONSUMEN

7

KEDEKATAN PUSAT PEMERINTAH

3

KEDEKATAN BAHAN BAKU

8

KEDEKATAN DI KAWASAN INDUSTRI

4

KEDEKATAN TENAGA KERJA

9

KEMUDAHAN EKSPANSI

PERTIMBANGAN DALAM PEMILIHAN LOKASI :

7 of 23

FAKTOR PRIMER

FAKTOR SEKUNDER

Kedekatan dengan pasar Kedekatan dengan bahan baku

Ketersediaan tenaga kerja, baik jumlah maupun kualifikasinya yang diinginkan Ketersediaan fasilitas pengangkutan seperti jalan raya atau stasiun kereta api atau pelabuhan laut atau bandar udara

Ketersediaan sarana dan prasarana seperti listrik

Sikap masyarakat

Biaya untuk investasi dilokasi seperti biaya pembelian tanah atau pembangunan gedung.

Prospek perkembangan harga atau kemajuan dilokasi tersebut di masa yang akan datang.

Perluasan lokasi.

Fasilitas penunjang lain seperti pusat perbelanjaan atau perumahan.

Iklim dan tanah.

Masalah pajak dan peraturan perburuhan di daerah setempat.

8 of 23

Kedekatan dengan Pasar

Kedekatan dengan Pemerintah

Kedekatan dengan Lembaga Keuangan

Ketersediaan Sarana dan Prasarana

9 of 23

PERTIMBANGAN LOKASI

Di Kawasan Industri

Kedekatan dengan Pasar

Kedekatan dengan Bahan Baku

Ketersediaan Sarana dan Prasarana

GUDANG

10 of 23

1

2

3

4

5

6

Kepuasan pelayanan yang diberikan kepada konsumen

Kemudahan memperoleh tenaga kerja (jumlah maupun kualifikasi) Kemudahan memperoleh bahan baku

Kemudahan memperluas lokasi usaha

Nilai suatu harga ekonomis yang lebih tinggi di masa mendatang Meminimalisir terjadinya konflik terutama dengan masyarakat dan pemerintah

11 of 23

METODE PENILAIAN HASIL (VALUE METHOD)

METODE

PENENTUAN LOKASI

SESUAI

KEBUTUHAN PERUSAHAAN

Faktor - faktor yang dipertimbangkan dalam metode ini antara lain : pasar, bahan baku, transportasi, tenaga kerja, dan pertimbangan lainnya

METODE PERBANDINGAN BIAYA (COST COMPARISON METHOD)

Faktor - faktor yang menjadi pertimbangan dalam metode ini antara lain : bahan baku, bahan bakar dan listrik, biaya operasi, biaya umum dan biaya lainnya

METODE ANALISIS EKONOMI (ECONOMIC ANALYSIS METHOD)

Faktor - faktor yang menjadi pertimbangan dalam metode ini antara lain : Biaya tenaga kerja, biaya sewa, biaya pengangkutan, biaya bahan bakar dan listrik, pajak, perumahan, sikap masyarakat dan lainnya.

12 of 23

PENENTUAN LUAS DAN BESARAN PRODUKSI

Penentuan Luas Produksi yang Ekonomis

Menentukan Jumlah Produksi yang Menghasilkan Keuntungan Maksimal

  1. Kecenderungan permintaan yang akan datang
  2. Kemungkinan pengadaan bahan baku 3.Tersedianya Teknologi

4. Daur hidup produk

  1. Pendekatan break event point
  2. Metode linear programming

1.Pendekatan konsep marginal cost dan marginal revenue

Penentuan luas dan besaran produksi berkaitan dengan berapa jumlah produksi yang dihasilkan dalam waktu tertentu dengan mempertimbangkan kapasitas teknis dan peralatan yang dimiliki serta biaya yang paling efisien. Luas dan besaran produksi dapat dilihat dari segi ekonomis dan segi teknis.

13 of 23

TATA LETAK

(LAYOUT)

14 of 23

MENGENAL TATA LETAK ATAU

LAYOUT

Layout adalah proses penentuan bentuk dan penempatan fasilitas yang dapat menentukan efisiensi produksi/operasi.

Layout ini memberikan berbagai keuntungan antara lain:

  1. Keleluasaan ruang gerak untuk beraktivitas dan pemeliharaan.
  2. Efisiensi pemakaian ruangan.
  3. Mengurangi biaya produksi maupun investasi.
  4. Aliran material menjadi lancar.
  5. Cost pengangkutan material dan barang rendah.
  6. Kebutuhan persediaan yang rendah.
  7. Memberikan kenyamanan, kesehatan dan keselamatan kerja.

15 of 23

3. Tata Letak Kantor (Office Layout)

1. Posisi Tetap (Fixed Position)

Layout ini ditujukan untuk proyek disebabkan ukuran, bentuk, atau hal-hal lain yang menyebabkan tak mungkin untuk memindahkan produknya.

2. Orientasi Proses (Process Oriented)

Layout orientasi proses didasarkan pada proses produksi barang atau pelayanan jasa.

4. Tata Letak Pedagang Eceran/Pelayanan (Retail and Service Layout)

Layout yang berkenaan dengan pengaturan dan alokasi tempat serta arus bermacam produk atau barang.

Layout ini berkaitan dengan layout posisi pekerja, peralatan kerja, tempat yang diperuntukkan untuk perpindahan informasi.

6. Tata Letak Produk (Product Layout)

Layout .jenis ini mencari pemanfaatan personal dan mesin yang terbaik dalam produksi yang berulang-ulang dan berlanjut atau

kontinu.

5. Tata Letak Gudang (Warehouse Layout)

Layout ini ditujukan pada efisiensi biaya penanganan gudang dan memaksimalkan pemanfaatan ruangan gudang.

PERBEDAAN JENIS LAYOUT BERDASARKAN

16 of 23

FAKTOR PENENTU LAYOUT YANG

BAIK

3. Lingkungan dan estetika

1. Kebutuhan kapasitas dan tempat

5. Biaya perpindahan antara tempat kerja yang berbeda

2. Peralatan untuk menangani material atau bahan

4. Arus informasi

17 of 23

FAKTOR-FAKTOR YANG

MENJADI PERTIMBANGAN PEMINDAHAN ALAT DAN BAHAN

  1. PRODUK YANG DIHASILKAN.
  2. KEBUTUHAN TERHADAP RUANGAN.

  • URUTAN PRODUKSI.
  • JENIS DAN BERAT PERALATAN/MESIN.
  1. ALIRAN BAHAN BAKU.
  2. UDARA DAN CAHAYA DI RUANGAN.

  • PEMELIHARAAN.

  • FLEKSIBILITAS

(KEMUDAHAN BERPINDAH- PINDAH).

18 of 23

PEMILIHAN TEKNOLOGI

Pemilihan teknologi ini mempertimbangkan seberapa jauh derajat mekanisasi yang diinginkan dan manfaat ekonomi yang dikerjakan. Jadi yang perlu diperhatikan dalam pemilihan teknologi adalah sebagai berikut:

  1. Ketepatan teknologi dengan bahan bakunya.
  2. Keberhasilan teknologi di tempat lain.
  3. pertimbangan teknologi lanjutan.
  4. Besarnya biaya investasi dan biaya pemeliharaan. 5.Kemampuan tenaga kerja dan kemungkinan pengembangannya.
  5. Pertimbangan pemerintah dalam hal tenaga kerja.
  6. Pertimbangan lainnya.

19 of 23

PENENTUAN

P METODE ERSEDIAAN

20 of 23

1. ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ)

EOQ merupakan jumlah pembelian bahan mentah pada setiap kali pesan dengan biaya yang paling ren

Ddaiphe.rlukan untuk melakukan analisis sehingga hasi yang akan diperoleh dapat diakui kebenarannya

Klasifikasi biaya dalam membuat perhitungan EOQ : a.Biaya angkut/penyimpanan atau Carriying Cost (CC)

b.Biaya pemesanan atau Ordering Cost (OC)

c.Biaya total atau Total Cost (TC)

21 of 23

2. SAFETY STOCK

Safety stock sangat diperlukan untuk mengantisipasi banyaknya permintaan akibat permintaan yang tak terduga. Beberapa faktor penentu dalam menghitung besarnya safety stock, yaitu antara lain:

  1. Penggunaan bahan baku rata- rata.
  2. Faktor waktu
  3. Biaya yang digunakan.

Di samping faktor penentu, safety stock diperlukan standar kuantitas yang harus dipenuhi, yaitu:

  1. Persediaan minimum.
  2. Besarnya pesanan standar.
  3. Persediaan maksimum.
  4. Tingkat pemesanan kembali.
  5. Administrasi persediaan.

22 of 23

3. Reorder Point (ROP)

ROP merupakan waktu perusahaan untuk memesan kembali atau batas waktu pemesanan kembali dengan melihat jumlah minimal persediaan yang ada.

Reorder point memiliki beberapa model yang dapat digunakan sesuai dengan kondisi perusahaan, di antaranya adalah model jumlah permintaan maupun masa tenggang waktu konstan (constant demand rate, constant lead time).

23 of 23