METODE ANALISA POTENSI BAHAYA
OLEH
H. MOH. SYAIFUL ANWAR, ST., MT.
PENDAHULUAN
Bahaya ( Hazard )
Bahaya didefinisikan sebagai perbuatan atau kondisi yang dapat menyebabkan kerugian kepada manusia, harta benda, atau lingkungan hidup.
Identifikasi Bahaya ( Hazard Identification )
Identifikasi Bahaya adalah kegiatan yang di lakukan untuk mencari potensi bahaya pada material, peralatan, prosedur kerja, perilaku, sistem/proses, lingkungan kerja, dll serta bagaimana konsekuensi yang ditimbulkan bila terjadi kecelakaan.
Analisa Bahaya ( Hazard Analysis )
Analisa Bahaya didefinisikan sebagai analisis yang dilakukan terhadap keadaan bahaya sehingga dapat ditunjukkan kekurangan-kekurangan pada fasilitas, rancangan dan operasi yang berpotensi mengalami kecelakaan dan bagaimana pengendaliannya.
RESIKO KECELAKAAN KERJA
BAHAN
ALAT
TENAGA
KERJA
KESEHATAN KESELAMATAN
LINGKUNGAN
PROSES
SUMBER BAHAYA
MANUSIA
PERALATAN
MATERIAL
LINGKUNGAN
PERBUATAN TIDAK AMAN
LINGKUNGAN TIDAK AMAN
Perbuatan Tidak Aman
Human Error
(tak sengaja)
Melanggar
(sengaja)
Batas Kemampuan
Kurang Pengetahuan
atau Keahlian
Keliru
Tidak Sadar
Tidak bisa melihat /
mendengar
Salah tangkap, salah
sangka, salah pikir
Lupa, melamun
Tidak tahu,
tidak bisa
Malas karena merepotkan,
mungkin tidak apa-apa,
hanya sedikit saja,
semua orang juga melakukannya
Traps
Overload or
mismatch
Human Error
Acc or incid’t
Injury or loss
Systems Failure
Decision to
Err
D
O
T
S
CHEMICAL & DUST HAZARDS
(cleaning products, pesticides, asbestos, etc.)
BIOLOGICAL HAZARDS
(mold, insects/pests, communicable diseases, etc.)
ERGONOMIC HAZARDS
(repetition, lifting, awkward postures, etc.)
WORK ORGANIZATION HAZARDS
Things that cause STRESS!
SAFETY HAZARDS
(slips, trips and falls, faulty equipment, etc.)
PHYSICAL HAZARDS
(noise, temperature extremes, radiation, etc.)
WASPADA DENGAN SIFAT BAHAYA SEPERTI INI
Tidak Nampak
Tidak Berbau
Tidak Berbentuk
Tidak Bersuara
Tidak Berasa
Hazards that are not identified can not be studied and controlled
Bahaya tidak boleh diabaikan hanya karena:
Diketahui ketika
kecelakaan
Kerusakan /
kegagalan
tersembunyi
Diketahui ketika
beroperasi
Tidak diketahui
Diketahui melalui
pengujian
Diketahui melalui
audit
HAZARD (LATENT FAILURE)
Food Service
Office
TEKNIK IDENTIFIKASI DAN ANALISA BAHAYA
TEKNIK IDENTIFIKASI DAN ANALISA BAHAYA
Menunggu / pasif sampai mengalami kecelakaan/ kegagalan, baru dipelajari sebab-sebab dan setelah itu dilakukan tindakan pencegahan.
Cara seperti ini bersifat reaktif, yaitu dilakukan setelah kerugian / kecelakaan.
Mempelajari pengalaman kecelakaan orang lain, setelah itu dilakukan tindakan pencegahan.
Cara sperti ini kurang efektif karena tak mampu mengantisipasi kemungkinan bahaya pada proses atau operasi yang berbeda atau masih baru / belum pernah terjadi kecelakaan
Berusaha mencari dan menganalisa bahaya (proaktif) sebelum timbul kerugian atau kegagalan.
Cara seperti ini paling baik karena bersifat prediktif dan preventif.
Melakukan HAZID - Pertimbangkan Masa Lalu, Kini dan Masa Depan
SAAT INI
MASA DEPAN
MASA LALU
Apa yang salah di masa lalu?
Apa yang bisa salah saat sekarang ?
Apa yang bisa salah saat ada perubahan?
Identifikasi bahaya
Apa yang harus disiapkan sebelum identifikasi bahaya dilakukan ?
The HAZID approach is required to:
Issues for consideration�
Pelaksanaan HAZID
HAZID process must be ongoing to ensure existing hazards are known
Beberapa Teknik Identifikasi dan Analisa Bahaya (TOOLS) :�
Start with simple techniques and build in complexity as required
Selecting Hazard Identification Techniques
SUMBER DATA�
CHECKLIST ANALYSIS
Check List
Bangunan gudang | Ya | Tidak | Tindakan |
Apakah pintu kebakaran terlihat jelas ? | | | |
Apakah tanda pintu keluar keadaan darurat bekerja dengan baik ? | | | |
Jarak antara springkle dan barang paling atas minimal 18 inchi | | | |
Apakah semua barang disimpan pada posisi yang benar ? | | | |
Apakah alat pemanas terlindung dan berada di tempat yang aman ? | | | |
Apakah semua materi limbah dipindah secara teratur ? | | | |
Apakah pallet yang tidak terpakai disimpan di halaman luar ? | | | |
Apakah barang yang berkondisi jelek telah dipindah ? | | | |
Apakah alat pemadan kebakaran mudah dilihat dan dijangkau ? | | | |
Apakah barang yang gampang terbakar tersimpan di tempat yang khusus ? | | | |
Material | Ya | Tidak | Tindakan |
Apakah semua bahan baku sesuai dengan spesifikasi ? | | √ | |
Apakah setiap penerimaan bahan diperiksa? | √ | | |
Apakah staf operasi memiliki akses ke Lembar data keselamatan bahan? | √ | | |
Peralatan � | | | |
Apakah semua peralatan telah diperiksa sesuai jadwal? | √ | | |
Apakah tekanan katup pelepas telah diperiksa sesuai jadwal? | √ | | |
Apakah pemadam kebakaran dan peralatan keselamatan terletak dengan benar dan dipelihara? | | √ | |
Prosedur | | | |
Apakah ada prosedur operasi saat ini ? | √ | | |
Apakah ada operator dalam prosedur operasi ? | | √ | |
Apakah staf operasi baru dilatih dengan benar? | √ | | |
WHAT IF ANALYSIS
Pendekatan Teknis
Pendekatan Teknis
Contoh :
WHAT IF ANALYSIS
Pendekatan Teknis
Contoh :
Contoh :
28
WHAT IF ANALYSIS
Prosedur Analisa
What-If Analysis dilaksanakan dengan langkah-langkah berikut :
WHAT IF ANALYSIS
Persiapan Review mencakup :
WHAT IF ANALYSIS
Pelaksanaan Review mencakup :
WHAT IF ANALYSIS
Pendokumentation Hasil Review.
WHAT IF ANALYSIS
LEMBAR KERJA WHAT - IF ANALYSIS
Proses dan area : ___________ Tanggal Pertemuan : ________
Nomor Gambar : ___________ Anggota Tim : ________
Topik Yang Diinvestigasi : ________
C:K3L\TS\hzp\HAZARD.ppt
Bagaimana Jika (What-If) | Akibat (Consequence / Hazard) | Pengaman (Safeguards) | Rekomendasi (Recommendation) |
…… | ……. | …. | ….. |
Contoh Format Lembar Kerja What-If Analysis
WHAT IF ANALYSIS
Terminologi
Bagaimana Jika (What-If ……..?)
Keadaan terburuk yang dapat terjadi sehubungan dengan pertanyaan “What-If ….?”
Fasilitas pengaman yang ada untuk memperkecil akibat (consequence/hazard), frekwensi kegagalan atau sistem yang dapat memberitahukan operator akan adanya penyimpangan operasi.
Rekomendasi merupakan saran perbaikan untuk mengubah rancangan, prosedur atau perlunya studi lebih lanjut.
WHAT IF ANALYSIS
Formulasi Pertanyaan.
WHAT IF ANALYSIS
WORKSHOP WHAT IF ANALYSIS
Uraian Proses
Unit Proses kontinu seperti gambar berikut, dimana phosporic acid ‘dan’ ammonia direaksikan untuk menghasilkan ‘diammonia phosphate (DAP)’ Bahan yang beracun (toxic) dari bahan kimia di atas adalah ‘ammonia’. Berkurangnya jumlah ‘ammonia’ yang masuk ke tangki reaksi tidak menimbulkan masalah keselamatan, hanya mengakibatkan gangguan pada kualitas produk. Tetapi jika yang berkurang adalah phosphoric acid, maka akan mengakibatkan berlebihnya ‘ammonia’ yang dapat menimbulkan permasalahan K3 jika terlepas ke Udara.
Uraian Tugas
WORKSHOP WHAT IF ANALYSIS
UNLOADING
STATIONS
UNLOADING
STATIONS
OUTDOORS
LOADING
STATIONS
Gambar 1. Skema Proses DAP
WORKSHOP WHAT IF ANALYSIS
Penyusunan Daftar Pertanyaan ‘What-If’ :
What If
WORKSHOP WHAT IF ANALYSIS
Pelaksanaan Review
39
What-If Analysis Worksheet
Process : _______ Analyst : _______
Drawing No. : _______ Date : __/___/__
Topic Invetigated : _______
What If | Conseguence/Hazard | Safeguards | Rekomendasi | Action by |
… | …….. | …… | …… | ……. |
| | | | |
| | | | |
| | | | |
| | | | |
| | | | |
| | | | |
| | | | |
| | | | |
| | | | |
WORKSHOP WHAT IF ANALYSIS
What-If Analysis Worksheet
Process : _______ Analyst : _______
Drawing No. : _______ Date : __/___/__
Topic Invetigated : _______
What If | Conseguence/Hazard | Safeguards | Rekomendasi | Action by |
… | …….. | …… | …… | ……. |
| | | | |
| | | | |
| | | | |
| | | | |
| | | | |
| | | | |
| | | | |
| | | | |
| | | | |
WORKSHOP WHAT IF ANALYSIS
What-If Analysis Worksheet
Process : DAP Reactor Analyst : Mr. Safety, Ms. Desing, Mr. Operation
Drawing No. : 010 Date : 25/10/2016
Topic Invetigated : TOXIC Release
What If | Conseguence/Hazard | Safeguards | Rekomendasi | Action by |
The wrong feed material is delivered instead of phosphoric acid ? | Potentially hazardous phosphoric acid or ammonia reactions with contaminations, or production of off-specification product. | Reliable vendor Plant material handling procedures | Ensure adequate material handling and receiving procedures and labeling exist. | ……. |
The phosphoric acid concentration is too low ? | Unreacted ammonia carryover to the DAP storage tank and release to the work area. | Reliable vendor Ammonia detector and alarm | Verify phosphoric acid concentration before filling storage tank | |
The phosphoric acid is contaminated ? | Potentially hazardous phosphoric acid or ammonia reactions with contaminants, or production or off-specification product. | Reliable vendor Plant material handling procedures | Ensure adequate material handling and receiving procedures and labeling exist. | |
WORKSHOP WHAT IF ANALYSIS
What-If Analysis Worksheet
Process : DAP Reactor Analyst : Mr. Safety, Ms. Desing, Mr. Operation
Drawing No. : 010 Date : 04/10/2003
Topic Invetigated : TOXIC Release
What If | Conseguence/Hazard | Safeguards | Rekomendasi | Action by |
Valve B is closed or plugged ? | Unreacted ammonia carryover to the DAP storage tank and release to the work area | Periodic maintenance Ammonia detector and alarm Flow indicator in phosphoric acid line | Alarm /shut of ammonia (valve A) on low flow through valve B | ……. |
Too high a proportion of ammonia is supplied to the reactor | Unreacted ammonia carryover to the DAP storage tank and release to the work area. | Flow indicator in ammonia solution line Ammonia detector and alarm | Alarm /shutoff of ammonia (valveA) on high flow through valve A | |
WORKSHOP WHAT IF ANALYSIS
HAZOPS �(HAZARD AND OPERABILITY STUDY)
Kapan HAZOPS Dilakukan?
Guide Words
Guid Words | Explaination |
NO or NOT or NONE | Negation of the design intent |
MORE LESS | Quantitative increase Quantitative decrease |
AS WELL AS PART OF | Qualitative increase e.g., extra activity occurs Qualitative decrease |
REVERSE | Opposite of the intention |
OTHER THAN SOONER/LATER THAN | Substitution Activity occurring a time other than intended |
Contoh :
Flow (no, more, less, reverse)
Temperature (higher, lower)
Pressure (higher, lower)
Level (none, higher, lower)
Composition (none, more, less, as well as, other than)
Action (sooner, later, insufficient, longer, shorter)
PARAMETER PROSES
Hazard dan Operability Study
47
Kata petunjuk | Arti | Komentar |
No atau Not | Negasi total dari tujuan | Tujuan tidak tercapai sepenuhnya. Mis.tidak ada aliran atau panas atau tekanan. Tidak ada yang lain yang terjadi. Tidak tercapai sama sekali |
Lebih atau kurang | Ada kenaikan atau penurunan dalam jumlah dari properti | Mungkin terjadi aliran yang lebih besar atau lebih kecil dari tujuan |
Juga | Ada kenaikan kualitatif pada properti | Tujuan design tercapai tetapi terjadi juga tambahan aktivitas, misal air masuk ke dalam sistem dan mengalir ke tangki minyak |
Bagian dari | Penurunan kualitatif pada properti | Hanya beberapa dari tujuan tercapai, yang lain tidak |
Kebalikan | Logika terbalik dari tujuan | Yang seharusnya mendidihkan malah menjadi beku |
Yang lain | Menggantukan tujuan secara total | Tidak ada tujuan asli yang tercapai dan diganti oleh sesuatu yang baru |
Dokumen yang Dibutuhkan
HAZOPS Worksheet
PELAKSANAAN HAZOPS
WORKSHOP HAZOP ANALYSIS
UNLOADING
STATIONS
UNLOADING
STATIONS
OUTDOORS
LOADING
STATIONS
Gambar 1. Skema Proses DAP
NODE
Hierarchy of Controls
Requires a physical change to the workplace
Requires worker to wear something
Elimination/Substitution
Requires worker or employer to do something
Most Effective
Least Effective
Review and Revision
HAZID Revision
Organizational changes
Process or condition monitoring changes
Incident investigation results
Abnormal conditions through design envelope changes
New projects
The following are examples of when a HAZID revision should occur
Therefore, compliance is necessary but not sufficient for great safety.��Safety is about people, and behavior is the challenge.