1 of 57

METODE ANALISA POTENSI BAHAYA

OLEH

H. MOH. SYAIFUL ANWAR, ST., MT.

2 of 57

PENDAHULUAN

Bahaya ( Hazard )

Bahaya didefinisikan sebagai perbuatan atau kondisi yang dapat menyebabkan kerugian kepada manusia, harta benda, atau lingkungan hidup.

Identifikasi Bahaya ( Hazard Identification )

Identifikasi Bahaya adalah kegiatan yang di lakukan untuk mencari potensi bahaya pada material, peralatan, prosedur kerja, perilaku, sistem/proses, lingkungan kerja, dll serta bagaimana konsekuensi yang ditimbulkan bila terjadi kecelakaan.

Analisa Bahaya ( Hazard Analysis )

Analisa Bahaya didefinisikan sebagai analisis yang dilakukan terhadap keadaan bahaya sehingga dapat ditunjukkan kekurangan-kekurangan pada fasilitas, rancangan dan operasi yang berpotensi mengalami kecelakaan dan bagaimana pengendaliannya.

3 of 57

4 of 57

RESIKO KECELAKAAN KERJA

BAHAN

ALAT

TENAGA

KERJA

KESEHATAN KESELAMATAN

LINGKUNGAN

PROSES

5 of 57

SUMBER BAHAYA

MANUSIA

PERALATAN

MATERIAL

LINGKUNGAN

PERBUATAN TIDAK AMAN

LINGKUNGAN TIDAK AMAN

6 of 57

Perbuatan Tidak Aman

Human Error

(tak sengaja)

Melanggar

(sengaja)

Batas Kemampuan

Kurang Pengetahuan

atau Keahlian

Keliru

Tidak Sadar

Tidak bisa melihat /

mendengar

Salah tangkap, salah

sangka, salah pikir

Lupa, melamun

Tidak tahu,

tidak bisa

Malas karena merepotkan,

mungkin tidak apa-apa,

hanya sedikit saja,

semua orang juga melakukannya

7 of 57

Traps

Overload or

mismatch

Human Error

Acc or incid’t

Injury or loss

Systems Failure

Decision to

Err

D

O

T

S

8 of 57

CHEMICAL & DUST HAZARDS

(cleaning products, pesticides, asbestos, etc.)

BIOLOGICAL HAZARDS

(mold, insects/pests, communicable diseases, etc.)

ERGONOMIC HAZARDS

(repetition, lifting, awkward postures, etc.)

WORK ORGANIZATION HAZARDS

Things that cause STRESS!

SAFETY HAZARDS

(slips, trips and falls, faulty equipment, etc.)

PHYSICAL HAZARDS

(noise, temperature extremes, radiation, etc.)

9 of 57

WASPADA DENGAN SIFAT BAHAYA SEPERTI INI

Tidak Nampak

Tidak Berbau

Tidak Berbentuk

Tidak Bersuara

Tidak Berasa

Hazards that are not identified can not be studied and controlled

Bahaya tidak boleh diabaikan hanya karena:

  • tampak sangat tidak mungkin
  • belum terjadi sebelumnya
  • dianggap sudah dikendalikan secara memadai oleh langkah-langkah yang ada

10 of 57

Diketahui ketika

kecelakaan

Kerusakan /

kegagalan

tersembunyi

Diketahui ketika

beroperasi

Tidak diketahui

Diketahui melalui

pengujian

Diketahui melalui

audit

HAZARD (LATENT FAILURE)

11 of 57

Food Service

  • Sharps
  • Slips and falls
  • Chemicals
  • Burns: stove grill (grease)
  • Lifting
  • Violence
  • Heat

12 of 57

Office

  • Posture (work station)
  • Tripping hazards
  • Sharps
  • Hit by
  • Electrical?
  • evacuation

13 of 57

TEKNIK IDENTIFIKASI DAN ANALISA BAHAYA

14 of 57

TEKNIK IDENTIFIKASI DAN ANALISA BAHAYA

Menunggu / pasif sampai mengalami kecelakaan/ kegagalan, baru dipelajari sebab-sebab dan setelah itu dilakukan tindakan pencegahan.

Cara seperti ini bersifat reaktif, yaitu dilakukan setelah kerugian / kecelakaan.

Mempelajari pengalaman kecelakaan orang lain, setelah itu dilakukan tindakan pencegahan.

Cara sperti ini kurang efektif karena tak mampu mengantisipasi kemungkinan bahaya pada proses atau operasi yang berbeda atau masih baru / belum pernah terjadi kecelakaan

Berusaha mencari dan menganalisa bahaya (proaktif) sebelum timbul kerugian atau kegagalan.

Cara seperti ini paling baik karena bersifat prediktif dan preventif.

15 of 57

Melakukan HAZID - Pertimbangkan Masa Lalu, Kini dan Masa Depan

SAAT INI

MASA DEPAN

MASA LALU

Apa yang salah di masa lalu?

Apa yang bisa salah saat sekarang ?

Apa yang bisa salah saat ada perubahan?

Identifikasi bahaya

16 of 57

Apa yang harus disiapkan sebelum identifikasi bahaya dilakukan ?

  • Komitmen
  • Tujuan dan ruang lingkup
  • Informasi yang diperlukan
  • Personel dan skill
  • Jadwal pelaksanan

17 of 57

The HAZID approach is required to:

  • Be team-based
  • Use a process that is systematic
  • Be pro-active in searching for hazards
  • Assess all hazards
  • Analyse existing controls and barriers - preventative and mitigative
  • Consider size and complexity in selecting approach to use

18 of 57

Issues for consideration

  • Equipment can be off-line
  • Safety devices can be disabled or fail to operate
  • Several tasks may be concurrent
  • Procedures are not always followed
  • People are not always available
  • How we act is not always how we plan to act
  • Things can take twice as long as planned
  • Abnormal conditions
    • - Power failure

19 of 57

Pelaksanaan HAZID

  • Inspeksi Fisik / Observasi Lapangan / Survey
  • Review / Analisis Dokumen / Rekaman
  • Diskusi / Brainstorming
  • Konsultasi
  • Safety Audit
  • Regulasi dan best practice
  • Update informasi
  • MSDS
  • Analisa kecelakaan

HAZID process must be ongoing to ensure existing hazards are known

20 of 57

Beberapa Teknik Identifikasi dan Analisa Bahaya (TOOLS) :�

  • Safety Review
  • Checklist Analysis
  • Relative Ranking
  • Preliminary Hazard Analysis
  • What-If
  • HAZOP (Hazard & Operability Analysis)
  • Failure Mode & Effect Analysis
  • Event Tree Analysis
  • Fault Tree Analysis
  • Cause Consequence Analysis
  • Human Reliability Analysis

Start with simple techniques and build in complexity as required

21 of 57

Selecting Hazard Identification Techniques

22 of 57

SUMBER DATA�

  • Kode dan standard
  • Safety study sebelumnya
  • P&ID’s
  • PFD’s
  • Prosedur kerja
  • Record maintenance dan kecelakaan
  • Karakteristik material yang digunakan dalam proses (MSDS)
  • dll

23 of 57

CHECKLIST ANALYSIS

  • Checklist analisis merupakan metode analisa menggunakan daftar tertulis yang terstruktur untuk menganalisa suatu sistem dan didasarkan pada pengalaman (experienced base analysis). Checklist analisis dapat dibuat sangat detail dan sering digunakan untuk analisa kesesuaian dengan standard yang ada (SOP, Per-UU, dll).
  • Checklist analisis dapat dilakukan pada semua tahapan
  • Daftar pertanyaan checklist analisis harus terus diaudit dan diperbarui secara berkala.

24 of 57

Check List

Bangunan gudang

Ya

Tidak

Tindakan

Apakah pintu kebakaran terlihat jelas ?

Apakah tanda pintu keluar keadaan darurat bekerja dengan baik ?

Jarak antara springkle dan barang paling atas minimal 18 inchi

Apakah semua barang disimpan pada posisi yang benar ?

Apakah alat pemanas terlindung dan berada di tempat yang aman ?

Apakah semua materi limbah dipindah secara teratur ?

Apakah pallet yang tidak terpakai disimpan di halaman luar ?

Apakah barang yang berkondisi jelek telah dipindah ?

Apakah alat pemadan kebakaran mudah dilihat dan dijangkau ?

Apakah barang yang gampang terbakar tersimpan di tempat yang khusus ?

25 of 57

Material

Ya

Tidak

Tindakan

Apakah semua bahan baku sesuai dengan spesifikasi ?

Apakah setiap penerimaan bahan diperiksa? 

Apakah staf operasi memiliki akses ke Lembar data keselamatan bahan? 

Peralatan �

Apakah semua peralatan telah diperiksa sesuai jadwal? 

Apakah tekanan katup pelepas telah diperiksa sesuai jadwal?

Apakah pemadam kebakaran dan peralatan keselamatan terletak dengan benar dan dipelihara?

Prosedur 

Apakah ada prosedur operasi saat ini ?

Apakah ada operator dalam prosedur operasi ? 

Apakah staf operasi baru dilatih dengan benar? 

26 of 57

WHAT IF ANALYSIS

Pendekatan Teknis

    • What-If Analysis dapat digunakan untuk memeriksa secara sistematis setiap aspek dari ‘facility design and operation’, seperti :
      • Bangunan (buildings)
      • Sistem pembangkit tenaga (power systems)
      • Bahan baku (raw materials)
      • Produk (product)
      • Tangki (storage)
      • Prosedur operasi (operating procedures)
      • Keamanan pabrik (plant security).

    • Analisa dilakukan oleh Tim.
      • Tim kecil ( 2 orang) : untuk sistem yang sederhana
      • Tim lebih besar : untuk sistem yang kompleks.

27 of 57

Pendekatan Teknis

    • Tim mengajukan pertanyaan ‘ What-If …….. ‘ untuk dianalisa Contoh :

      • “What if the raw material is the wrong concentration ?”.

    • Tim kemudian menentukan bagaimana proses akan memberikan tanggapan (respond).

Contoh :

      • “If the concentration of acid were dobled, the reaction could not be controlled and a rapid exotherm would result”.

WHAT IF ANALYSIS

28 of 57

Pendekatan Teknis

    • Tim mengajukan rekomendasi untuk mengendalikan potensi bahaya yang diidentifikasi.

Contoh :

      • “Installing an emergency shutdown system or taking special precautions when feeding the raw material to the reactor”.

    • Digunakan lembar kerja What – If untuk mencatat hasil analisa.

Contoh :

      • “The questions and the answers, including hazards, consequences, engineered safeguards, and possible solutions to important issues”.

28

WHAT IF ANALYSIS

29 of 57

Prosedur Analisa

What-If Analysis dilaksanakan dengan langkah-langkah berikut :

    • Persiapan Review
    • Pelaksanaan Review
    • Pendokumentasian Hasil Review.

WHAT IF ANALYSIS

30 of 57

Persiapan Review mencakup :

    • Menyiapkan informasi yang diperlukan :
      • Uraian Proses (Process Description)
      • Gambar (Drawings)
      • Prosedur Operasi (Operating Procedures).

    • Untuk review terhadap ‘existing plant’, maka dapat dilakukaan kunjungan lapangan dan interview terhadap personil dari fungsi berikut : operasi, pemeliharaan, utilities, dll.
    • Menyusun daftar pertanyaan ‘What-If’.

WHAT IF ANALYSIS

31 of 57

Pelaksanaan Review mencakup :

    • Penjelasan tentang sistem proses, termasuk mengenai ‘plant’s safety precautions, safety equipment, and health control procedures’.
    • Penjelasan disampaikan oleh anggota tim yang memahami dan berpengalaman tentang hal tersebut di atas.
    • Untuk sistem yang kompleks, maka dilakukan pemecahan sistem atas beberapa bagian sehingga proses review dapat lebih difokuskan.

WHAT IF ANALYSIS

32 of 57

Pendokumentation Hasil Review.

    • Hasil-hasil diskusi dicatat dalam lembar kerja What –If Analysis.

    • Rekomendasi hasil review dikirim ke fungsi terkait untuk ditindak lanjuti.

WHAT IF ANALYSIS

33 of 57

LEMBAR KERJA WHAT - IF ANALYSIS

Proses dan area : ___________ Tanggal Pertemuan : ________

Nomor Gambar : ___________ Anggota Tim : ________

Topik Yang Diinvestigasi : ________

C:K3L\TS\hzp\HAZARD.ppt

Bagaimana Jika

(What-If)

Akibat

(Consequence / Hazard)

Pengaman

(Safeguards)

Rekomendasi

(Recommendation)

……

…….

….

…..

Contoh Format Lembar Kerja What-If Analysis

WHAT IF ANALYSIS

34 of 57

Terminologi

    • Pertanyaan “What-If ?”

Bagaimana Jika (What-If ……..?)

    • Akibat (Consequence/Hazard.

Keadaan terburuk yang dapat terjadi sehubungan dengan pertanyaan “What-If ….?”

    • Pengaman (Safeguards)

Fasilitas pengaman yang ada untuk memperkecil akibat (consequence/hazard), frekwensi kegagalan atau sistem yang dapat memberitahukan operator akan adanya penyimpangan operasi.

    • Rekomendasi

Rekomendasi merupakan saran perbaikan untuk mengubah rancangan, prosedur atau perlunya studi lebih lanjut.

WHAT IF ANALYSIS

35 of 57

Formulasi Pertanyaan.

    • Seleksi area yang akan diselidiki/diperiksa.
    • Tanyakan “What-If” masing-masing komponen yang dapat mengalami kegagalan.
    • Tanyakan “What-If” untuk parameter proses (flow, level, temperature, pressure) jika berada di luar kondisi normal.
    • Tanyakan “What-If” jika operator melakukan langkah yang salah.
    • Gunakan daftar pemeriksaan yang sesuai (relevant cheklist).

WHAT IF ANALYSIS

36 of 57

WORKSHOP WHAT IF ANALYSIS

Uraian Proses

Unit Proses kontinu seperti gambar berikut, dimana phosporic acid ‘dan’ ammonia direaksikan untuk menghasilkan ‘diammonia phosphate (DAP)’ Bahan yang beracun (toxic) dari bahan kimia di atas adalah ‘ammonia’. Berkurangnya jumlah ‘ammonia’ yang masuk ke tangki reaksi tidak menimbulkan masalah keselamatan, hanya mengakibatkan gangguan pada kualitas produk. Tetapi jika yang berkurang adalah phosphoric acid, maka akan mengakibatkan berlebihnya ‘ammonia’ yang dapat menimbulkan permasalahan K3 jika terlepas ke Udara.

Uraian Tugas

    • Lakukan What-If Analysis untuk sistem tersebut di atas ?
    • Gunakan Lembar Kerja What-If Analysis.

37 of 57

WORKSHOP WHAT IF ANALYSIS

UNLOADING

STATIONS

UNLOADING

STATIONS

OUTDOORS

LOADING

STATIONS

Gambar 1. Skema Proses DAP

38 of 57

WORKSHOP WHAT IF ANALYSIS

Penyusunan Daftar Pertanyaan ‘What-If’ :

    • Daftar What-If disusun oleh tim.
    • Contoh What-If untuk Proses DAP.

What If

    • The wrong feed material is delivered instead of phosphoric acid ?
    • The phosphoric acid concentration is too low ?
    • The phosphoric acid is contaminated ?
    • Valve B is closed or plugged ?
    • Too high a proportion of ammonia is supplied to the reactor ?
    • Vessel agitation stops ?

39 of 57

WORKSHOP WHAT IF ANALYSIS

Pelaksanaan Review

    • Review dipimpim oleh seorang ketua.
    • Digunakan metoda brainstorming.
    • Sekretaris mencatat hasil review pada lembar kerja What-If Analysis berikut

39

40 of 57

What-If Analysis Worksheet

Process : _______ Analyst : _______

Drawing No. : _______ Date : __/___/__

Topic Invetigated : _______

What If

Conseguence/Hazard

Safeguards

Rekomendasi

Action by

……..

……

……

…….

WORKSHOP WHAT IF ANALYSIS

41 of 57

What-If Analysis Worksheet

Process : _______ Analyst : _______

Drawing No. : _______ Date : __/___/__

Topic Invetigated : _______

What If

Conseguence/Hazard

Safeguards

Rekomendasi

Action by

……..

……

……

…….

WORKSHOP WHAT IF ANALYSIS

42 of 57

What-If Analysis Worksheet

Process : DAP Reactor Analyst : Mr. Safety, Ms. Desing, Mr. Operation

Drawing No. : 010 Date : 25/10/2016

Topic Invetigated : TOXIC Release

What If

Conseguence/Hazard

Safeguards

Rekomendasi

Action by

The wrong feed material is delivered instead of phosphoric acid ?

Potentially hazardous phosphoric acid or ammonia reactions with contaminations, or production of off-specification product.

Reliable vendor

Plant material

handling procedures

Ensure adequate material handling and receiving procedures and labeling exist.

…….

The phosphoric acid concentration is too low ?

Unreacted ammonia carryover to the DAP storage tank and release to the work area.

Reliable vendor

Ammonia detector and alarm

Verify phosphoric acid concentration before filling storage tank

The phosphoric acid is contaminated ?

Potentially hazardous phosphoric acid or ammonia reactions with contaminants, or production or off-specification product.

Reliable vendor

Plant material

handling procedures

Ensure adequate material handling and receiving procedures and labeling exist.

WORKSHOP WHAT IF ANALYSIS

43 of 57

What-If Analysis Worksheet

Process : DAP Reactor Analyst : Mr. Safety, Ms. Desing, Mr. Operation

Drawing No. : 010 Date : 04/10/2003

Topic Invetigated : TOXIC Release

What If

Conseguence/Hazard

Safeguards

Rekomendasi

Action by

Valve B is closed or plugged ?

Unreacted ammonia carryover to the DAP storage tank and release to the work area

Periodic maintenance

Ammonia detector and alarm

Flow indicator in phosphoric acid line

Alarm /shut of ammonia (valve A) on low flow through valve B

…….

Too high a proportion of ammonia is supplied to the reactor

Unreacted ammonia carryover to the DAP storage tank and release to the work area.

Flow indicator in ammonia solution line

Ammonia detector and alarm

Alarm /shutoff of ammonia (valveA) on high flow through valve A

WORKSHOP WHAT IF ANALYSIS

44 of 57

HAZOPS �(HAZARD AND OPERABILITY STUDY)

  • Metode yang sistematik, teliti dan bersifat kualitatif, dimana dalam pelaksanaan analisa HAZOPS digunakan kata bantu (guide-words) yang sudah tertentu dan baku.
  • Untuk mengetahui konsekuensi dari penyimpangan parameter proses
  • Membutuhkan kemampuan sumber daya manusia dari berbagai latar belakang pengalaman dan multidisiplin ilmu.
  • Metode ini sesuai ketentuan dan memenuhi persyaratan yang diatur dalam OSHA 1910.19, API RP 750 dan API RP 14J.

45 of 57

Kapan HAZOPS Dilakukan?

  • Idealnya metode ini digunakan pada fase “final design” saat pengerjaan proyek pembangunan pabrik baru.
  • Sesudah pabrik beroperasi, hasil study HAZOP divalidasi ulang secara rutin (sesuai standar OSHA-PSM; 5 tahun sekali) untuk meyakinkan bahwa hasil analisa yang dilakukan tetap sesuai dengan standar keselamatan dan keandalan proses; permasalahan baru yang ada selama proses revalidasi akan diidentifikasi serta diatasi dengan penambahan / perbaikan “safeguards”.
  • Sesudah terjadi kecelakaan dan / atau penggantian, penambahan serta modifikasi peralatan sangat disarankan untuk melakukan analisa HAZOPS kembali (updating HAZOPS).

46 of 57

Guide Words

Guid Words

Explaination

NO or NOT or NONE

Negation of the design intent

MORE

LESS

Quantitative increase

Quantitative decrease

AS WELL AS

PART OF

Qualitative increase e.g., extra activity occurs

Qualitative decrease

REVERSE

Opposite of the intention

OTHER THAN

SOONER/LATER THAN

Substitution

Activity occurring a time other than intended

Contoh :

Flow (no, more, less, reverse)

Temperature (higher, lower)

Pressure (higher, lower)

Level (none, higher, lower)

Composition (none, more, less, as well as, other than)

Action (sooner, later, insufficient, longer, shorter)

PARAMETER PROSES

47 of 57

Hazard dan Operability Study

47

Kata petunjuk

Arti

Komentar

No atau Not

Negasi total dari tujuan

Tujuan tidak tercapai sepenuhnya. Mis.tidak ada aliran atau panas atau tekanan. Tidak ada yang lain yang terjadi. Tidak tercapai sama sekali

Lebih atau kurang

Ada kenaikan atau penurunan dalam jumlah dari properti

Mungkin terjadi aliran yang lebih besar atau lebih kecil dari tujuan

Juga

Ada kenaikan kualitatif pada properti

Tujuan design tercapai tetapi terjadi juga tambahan aktivitas, misal air masuk ke dalam sistem dan mengalir ke tangki minyak

Bagian dari

Penurunan kualitatif pada properti

Hanya beberapa dari tujuan tercapai, yang lain tidak

Kebalikan

Logika terbalik dari tujuan

Yang seharusnya mendidihkan malah menjadi beku

Yang lain

Menggantukan tujuan secara total

Tidak ada tujuan asli yang tercapai dan diganti oleh sesuatu yang baru

48 of 57

49 of 57

Dokumen yang Dibutuhkan

  • Process Flow Diagrams
  • Process and Instrument Diagrams
  • Procedures documents / description of operations
  • Layout drawings
  • Operating instructions
  • Material Safety Data Sheet (MSDS)
  • dll

50 of 57

HAZOPS Worksheet

51 of 57

PELAKSANAAN HAZOPS

    • Bentuk team yang beranggotakan berbagai disiplin ilmu dan keahlian (5 – 7 orang) tergantung pada besar kecilnya proyek dan kompleksitas sistem yang ditinjau.
    • Lakukan peninjauan P&ID dan / atau diagram alir proses
    • Buat sistem menjadi bagian-bagian kecil (perpipaan dan alat-alat utama pabrik) 🡺 untuk menentukan study node
    • Gunakan guide-words pada beberapa parameter proses untuk mengidentifikasi berbagai penyimpangan dari design yang mungkin terjadi.
    • Tentukan kemungkinan faktor penyebab terjadinya penyimpangan
    • Catat konsekuensi dari adanya penyimpangan.
    • Tetapkan tindakan / rekomendasi untuk mengatasi penyimpangan tersebut
    • Buat laporan HAZOPS

52 of 57

WORKSHOP HAZOP ANALYSIS

UNLOADING

STATIONS

UNLOADING

STATIONS

OUTDOORS

LOADING

STATIONS

Gambar 1. Skema Proses DAP

NODE

53 of 57

54 of 57

Hierarchy of Controls

Requires a physical change to the workplace

Requires worker to wear something

Elimination/Substitution

Requires worker or employer to do something

Most Effective

Least Effective

55 of 57

Review and Revision

HAZID Revision

Organizational changes

Process or condition monitoring changes

Incident investigation results

Abnormal conditions through design envelope changes

New projects

The following are examples of when a HAZID revision should occur

56 of 57

Therefore, compliance is necessary but not sufficient for great safety.��Safety is about people, and behavior is the challenge.

57 of 57