1 of 9

BAB 4

Kreativitas

Laku Peran

2 of 9

Pada bab ini, kita dapat menggunakan kebebasan ekspresi dalam berekreasi. Seperti apa kebebasan yang dimaksud? Mari kita pelajari bersama dalam bab berikut.

3 of 9

A

Motif dan Gerak

Motif dalam seni pemeranan merupakan satuan pola terkecil yang akan dikembangkan lebih lanjut menjadi gerak tertentu. Dengan kata lain, gerak dalam cerita terbentuk berdasarkan susunan motif-motif. Gerak yang dilakukan pemain harus memberikan kesan natural dan tidak dibuat-buat. Harus disesuaikan dengan peran dan karakter yang dimainkan. Gerak-gerak tersebut di antaranya adalah gerak berpindah tempat (moving), gerakan kecil anggota tubuh (gesture), dan tubuh diam (still).

4 of 9

Gerak Berpindah Tempat (Moving)

1. Gerak Berjalan

2. Gerak Merangkak

3. Gerak Berlari

5 of 9

Gerakan Kecil Anggota Tubuh (Gesture)

Contoh gerakan gesture adalah mengedipkan sebelah mata yang bermakna menggoda, mengedipkan mata karena sakit mata, menganggukkan kepala yang bermakna setuju, lambaian tangan, dan sebagainya.

6 of 9

Tubuh Diam (Still)

Gerak tubuh diam adalah gerakan yang dilakukan pemain dengan pose tubuh yang terdiam di satu titik tanpa menggerakan anggota tubuh lainnya. Contohnya, adegan seseorang yang duduk melamun di kursi, adegan berdiri dengan menatap sesuatu, atau adegan tidur di lantai.

7 of 9

Teknik muncul dengan tubuh

    • Pemain masuk ke arena panggung ketika tirai dibuka ataupun sebelum tirai dibuka.

Teknik muncul dengan suara

    • Pemain menyuarakan kata-kata terlebih dahulu, kemudian masuk ke arena panggung.

B

Teknik Muncul dan Pengembangan

Teknik muncul merupakan cara seorang aktor menampakkan diri pertama kali di hadapan penonton. Teknik ini sangat penting karena mampu menciptakan kesan pertama penonton terhadap karakter peran.

Ada banyak cara seorang aktor muncul di atas panggung. Ada yang muncul sesudah tirai dibuka, ada juga yang muncul saat sudah ada adegan dari aktor lain.

Teknik muncul terdiri dari dua jenis, yaitu sebagai berikut.

8 of 9

Adapun teknik pengembangan dapat dilakukan melalui pengucapan dan jasmani. Teknik pengembengan melalui ucapan dilakukan dengan cara menaikkan atau menurunkan volume suara, nada suara, dan kecepatan tempo suara. Sementara itu, teknik pengembangan jasmani dengan cara-cara berikut.

  1. Menaikkan atau menurunkan tinggi posisi jasmani.
  2. Memalingkan kepala, tubuh, serta badan.
  3. Berpindah tempat seperti dari belakang ke depan, dari kanan ke kiri, dari bawah ke atas dan sebagainya.
  4. Menggerakkan anggota badan tanpa berpindah tempat.

9 of 9

Referensi Gambar