Nyeri Orofasial Akut Dalam Kondisi Darurat Klinik Gigi
Drg. Fika Faradillah Drakel, Sp.PM
Tujuan Pembelajaran
Latar Belakang
NYERI OROFASIAL
DIAGNOSA
PROBLEMATIKA DALAM PRAKTEK DOKTER GIGI
Kompleksitas anatomi dan saraf
Orofasial International Association Study of Pain (IASP)
>> Nyeri yang terjadi pada jaringan lunak dan keras di area kepala, wajah, dan leher
>> Disfungsi yang memengaruhi transmisi sensorik dan motorik pada sistem nervus trigeminal
Ketepatan Diagnosa dan Tindakan
Nyeri
Onset
Akut
< 3 bulan
Kronik
>> 6 bulan
Lokasi
- Neuralgia kepala wajah
- Nyeri kraniofasial kelaianan musculoskeletal
- Lesi pada telinga, hidung dan rongga mulut (odontogenic)
- Sindrom nyeri kepala primer, kelainan vascular
- Kelainan kepala leher
- Nyeri Trigeminal neuralgia
- Nyeri somatik
- Nyeri Neuropatik
- Kondisi psikis
- Nyeri non odontogenik
Referensi :
American Academy of Orofacial Pain guidelines Apr 18, 2018
Referensi : Orofacial Pain and Dentistry Management: Guidelines for a More Comprehensive Evidence-Based Approach, Mauro Labanca et al, 2023
Kategori Orofacial pain berdasarkan lokasi
Referensi :
Oral Medicine, Diagnosis & Treatment Burket’s Tenth Edition
PEMERIKSAAN DAN PENILAIAN�PASIEN DENGAN NYERI OROFASIAL
Riwayat penyakit
Riwayat pengobatan
Riwayat keluarga, sosial, dan pekerjaan
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan otot
Skala nyeri
Pemeriksaan intraoral
Pemeriksaan radiografi
Laboratorium
Karakter Nyeri
↓
Telusuri penyebab stress
>> keluarga
>> pekerjaan
>> pola hidup
RO >> Penunjang awal diagnosis
DRG ≠ dilakukan
Sp. N dan Sp.BS
↓
arteritis temporal >> peningkatan laju endap darah >>
Kelainan vaskular
Referensi :
Oral Medicine, Diagnosis & Treatment Burket’s Tenth Edition
OROFASIAL PAIN
Trigeminal neuralgia
Neuropati Trigeminal
>> trauma >>invasi tumor
Nyeri pada wajah dan TMJ
Migren
Akut dan Kronis
>> sinusitis
Nyeri pada otot pengunyahan
Referensi :
Oral Medicine, Diagnosis & Treatment Burket’s Tenth Edition
Perbedaan Nyeri Akut dan Kronis
ASPEK | NYERI AKUT | NYERI KRONIS |
DURASI | < 3 bulan | ≥ 3 bulan atau berulang |
PENYEBAB | Jelas (trauma, infeksi, operasi, inflamasi) | Bisa jelas atau tidak jelas (penyakit kronis, gangguan saraf, psikosomatik) |
FUNGSI | Adaptif | Maladaptif |
KARAKTERISTIK NYERI | Tajam, berdenyut, mudah dikenali lokasi dan penyebabnya | Tumpul, menjalar, sulit dilokalisasi, bisa disertai gangguan emosional |
RESPON TERHADAP TERAPI | Biasanya baik, merespons analgesik dan terapi kausal | Respon bisa lambat atau kurang terhadap obat biasa, perlu pendekatan multidisipliner |
CONTOH | Pulpitis akut, fraktur gigi, luka trauma | Neuralgia trigeminal, TMD kronis, burning mouth syndrome, nyeri pascaoperasi |
DAMPAK EMOSIONAL | Minimal, temporer | Bisa berat: depresi, kecemasan, gangguan tidur |
Referensi :
�Perbedaan Nyeri Orofasial dan Dental Pain
ASPEK | NYERI OROFASIAL | NYERI DENTAL (DENTAL PAIN) |
DEFINISI | Nyeri yang dirasakan di area wajah, mulut, rahang, atau kepala | Nyeri yang berasal dari struktur gigi atau jaringan pendukung gigi |
ETIOLOGI (PENYEBAB) | odontogenik atau non-odontogenik | Murni odontogenik |
KARAKTERISTIK NYERI | Bervariasi | Biasanya tajam, berdenyut, terlokalisasi, bisa diprovokasi oleh panas, dingin, atau tekanan |
DIAGNOSIS | Sulit | Lebih mudah |
TATALAKSANA | Multidisipliner | dokter gigi umum atau spesialis endodonti |
CONTOH KASUS | Neuralgia trigeminal, TMD, burning mouth syndrome, migrain | Pulpitis irreversibel, abses periapikal, perikoronitis |
Referensi :
Perbedaan Nyeri Neuropatik dan Nyeri Sistemik�
Aspek | Nyeri Neuropatik | Nyeri Sistemik |
Definisi | kerusakan atau gangguan pada sistem saraf (pusat atau perifer) | manifestasi suatu penyakit sistemik (misal: autoimun, infeksi, kanker) |
Asal Nyeri | Saraf trigeminal, saraf fasialis, atau jalur saraf sensorik | Organ atau sistem tubuh (imun, endokrin, metabolik, dll.) yang memengaruhi area orofasial |
Karakteristik Nyeri | Menjalar, seperti tersengat listrik, terbakar, kesemutan | Umumnya tumpul, difus, bisa disertai gejala sistemik lain |
Contoh Penyakit | Neuralgia trigeminal, neuropati pascaherpetik, burning mouth syndrome | Lupus eritematosus sistemik (LES), rheumatoid arthritis, kanker metastatik, diabetes mellitus (nyeri neuropatik sekunder) |
Distribusi | terbatas | Lebih luas, tidak spesifik |
Respon terhadap Analgesik Biasa | Buruk | Bervariasi |
Pendekatan Terapi | Obat neurotropik | Penanganan spesifik |
Referensi :
Tatalaksana
Referensi :
Labanca et al. Orofacial Pain and Dentistry Management: Guidelines for a More Comprehensive Evidence-Based Approach” 2023
Terapi Simptomatik
Terapi Kausal
Diagnosis akurat
1. Anamnesis lengkap (lokasi, intensitas, karakter nyeri,dsb)
2. Pemeriksaan klinis intraoral dan ekstraoral
3. Pemeriksaan penunjang (foto radiografi bila diperlukan)
Obat-obatan
Analgesik: Paracetamol, ibuprofen, asam mefenamat, metamizole sodium
Antibiotik: Amoxicillin, metronidazole (tergantung indikasi)
Antiinflamasi: NSAID untuk mengurangi inflamasi lokal
Apakah penggunaan �Anti Biotik Perlu ?
Nyeri yang Disertai Infeksi Bakteri Aktif → Ya, Butuh Antibiotik
Biasanya terjadi pada nyeri odontogenik dengan tanda infeksi sistemik atau lokal, seperti
- Abses periapikal dengan pembengkakan
- Selulitis fasial
- Perikoronitis disertai demam
- Osteomielitis
- Nyeri pasca-ekstraksi dengan dry soket
Ciri-ciri nyeri yang membutuhkan antibiotik
- Demam
- Pembengkakan progresif
- Trismus (sulit membuka mulut)
- Limfadenopati
- Drainase purulen
- Nyeri tekan hebat
Nyeri Tanpa Infeksi → Tidak Perlu Antibiotik
- Pulpitis reversible/irreversible tanpa abses
- Trauma oklusal
- Nyeri neuropatik (neuralgia)
- TMD (temporomandibular disorder)
- Nyeri pasca tindakan ringan (tanpa infeksi)
- Analgesik
- Terapi kausal (misal perawatan endodontik atau oklusal adjustment)
Antibiotik hanya diberikan jika nyeri disertai infeksi bakteri aktif.
↓
resistensi, efek samping, dan gangguan mikrobiota normal.
Amoxcilin 500mg
3x1 tab/hari
Cefadroxil 500mg
2x1 tab/hari
- Paracetamol 3x500mg
- Ibuprofen 3x400mg
- Asam Mefenamat
3x500mg
- Metamizole sodium 3x500mg
(indonesia tidak tersedia)
- Bezydamine HCl (topikal)
Referensi :
Labanca et al. Orofacial Pain and Dentistry Management: Guidelines for a More Comprehensive Evidence-Based Approach” 2023
Penyebab | Tatalaksana Pertama | Tatalaksana Lanjutan |
Pulpitis irreversibel | Pulpektomi darurat, pemberian analgesik | Sp. KG |
Abses periapikal | Drainase, antibiotik, analgetik | Sp. KG |
Perikoronitis | Irrigasi, debridement, antibiotik, analgetik | Sp.Perio dan Sp.BM |
Dry socket | Irrigasi luka, analgetik | Sp.Perio dan Sp.BM |
Dislokasi TMJ | Reposisi sendi manual | Sp.BM |
Neuralgia | Obat neurotropik (karbamazepin), rujukan bila perlu | Sp.PM, Sp.BM dan Sp.N |
Ulserasi pada jaringan mukosa, Rasa terbakar di rongga mulut | Topikal, analgetik | Sp.PM |
Tatalaksana spesifik sesuai penyebab
Referensi :
Labanca et al. Orofacial Pain and Dentistry Management: Guidelines for a More Comprehensive Evidence-Based Approach” 2023
Penyebab | Tatalaksana Pertama | Tatalaksana Lanjutan |
Nyeri Non-Odontogenik Kronis atau Kompleks |
|
|
Nyeri yang Tidak Terdiagnosis Jelas
| Tidak ditemukan penyebab lokal meski sudah dilakukan pemeriksaan klinis dan radiografis | Perlu pemeriksaan penunjang lanjutan (MRI, CT-scan) atau evaluasi multidisipliner |
Infeksi yang Menyebar atau Berisiko Komplikasi Sistemik |
| Rujuk segera ke rumah sakit atau dokter bedah mulut terdekat
|
Nyeri Disertai Kelainan Sistemik | Nyeri orofasial terkait penyakit autoimun, metabolik, atau neoplasma
Misal: lupus, rheumatoid arthritis, kanker kepala-leher |
|
Gangguan Sendi Temporomandibular (TMD) Berat |
|
|
Aspek Psikologis Dominan |
| Perlu kolaborasi dengan psikiater atau psikolog klinis
|
Indikasi Rujukan pada Kasus Orofasial Pain
Referensi :
Labanca et al. Orofacial Pain and Dentistry Management: Guidelines for a More Comprehensive Evidence-Based Approach” 2023
Penatalaksanaan Neuralgia Trigeminal Dan Gangguan Saraf Pada Pasien Gigi Darurat
Drg. Fika Faradillah Drakel, Sp.PM
Latar Belakang
Neuralgia trigeminal
Diagnosa yang akurat
Tepat Penanganan
Etiologi
↓
Onset
↓
klasifikasi
Gangguan nyeri neuropatik
Multidisiplin ilmu
Referensi :
Zakrzewska, J. M., & Linskey, M. E. (2014). Trigeminal neuralgia. BMJ, 348, g474. https://doi.org/10.1136/bmj.g474
Klasifikasi
Neuralgia Trigeminal
Idiopatik
Primer
Sekunder
Referensi :
The International classification of headache disorders. . 3rd edn. Cephalalgia, 2018: 38. 1–211.
Karakteristik Pasien
Tanda dan Gejala
Nyeri tajam seperti kejutan listrik
Terjadi pada satu sisi wajah.
Dipicu oleh aktivitas ringan
Tidak ditemukan lesi odontogenik atau kelainan gigi pada pemeriksaan
Referensi :
The International classification of headache disorders. . 3rd edn. Cephalalgia, 2018: 38. 1–211.
Onsetnya muncul dan berhenti tiba-tiba
Umumnya 2 menit – 1 jam
Mengunyah, menyikat gigi, berbicara, rasa ringin, angin berhembus, sentuhan air
Trigger Zone
Manifestasi Klinis pada Pasien Gigi Darurat
Referensi :
Aspek | Neuralgia Trigeminal | Mialgia (Nyeri Otot) |
Definisi | Gangguan nyeri neuropatik | Nyeri otot |
Asal Nyeri | Saraf sensorik (neurogenik) | Otot rangka (muskuloskeletal) |
Sifat Nyeri | Tajam, menusuk, seperti kejutan listrik, paroksismal | Tumpul, pegal, terasa seperti ditekan |
Durasi Serangan | Beberapa detik hingga menit, hilang timbul | Nyeri terus-menerus atau bertahap, memburuk dengan aktivitas |
Pencetus | Sentuhan ringan, mengunyah, berbicara, menyikat gigi | Aktivitas otot, stres, postur buruk |
Lokasi | Satu sisi wajah, sesuai cabang saraf trigeminal (V1, V2, V3) | Otot-otot wajah, leher, rahang, temporalis, masseter |
Palpasi | Tidak ada nyeri tekan otot, biasanya titik pemicu tidak ditemukan | Ada nyeri tekan pada otot, bisa ditemukan trigger point |
Respons Terhadap Analgesik Biasa | Kurang responsif terhadap NSAID/parasetamol | Respons baik terhadap NSAID dan terapi otot |
Pengobatan Spesifik | Carbamazepin, dekompresi saraf | Fisioterapi, relaksasi otot, penghilang stres |
Diagnosis | Berdasarkan gejala khas + uji neurologis/neuropati | Palpasi otot, EMG bila diperlukan |
Jenis Nyeri | Neuropatik | Muskuloskeletal (nociceptif) |
Trigeminal neuralgia
Post-herpetic Neuralgia
Burn Mouth Syndrome
Occipital Neuralgia
Chronic Headache, Cluster Headache
Post-traumatic neuropaty
Referensi :
Penatalaksanaan
Pendekatan di klinik gigi darurat
Bedah (jika tidak respons terhadap obat)
Medis
Komplikasi Bila Salah Diagnosis
Referensi :
- Edukasi pasien
- Manajemen nyeri awal
- Rujukan ke spesialis neurologi atau bedah saraf
- Jika Lokasi nyeri di orofasial rujuk ke BM, PM, KG
Microvascular decompression (MVD)
Radiofrequency rhizotomy
Gamma knife radiosurgery
Obat lini pertama: Carbamazepine
Obat lain: Oxcarbazepine, Gabapentin, Baclofen
Terapi kombinasional jika respons tunggal tidak optimal.
- Perawatan gigi yang tidak perlu
- Nyeri kronis yang tidak tertangani
- Gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi
Komplikasi Pasca Perawatan Gigi
Evaluasi
Referensi :
Trigeminal neuropathies following dental anesthetic blocks:a review of the literature. Oral Maxillofac Anesth 2024;3:14 https://dx.doi.org/10.21037/joma-24-5
Nyeri wajah khas TN?
Ya
Bukan
Pemantauan berkala
Tidak respon / efek samping
Obat karbamazepin / okskarbazepin
Diagnosis pasti TN >> rujuk SP
Diagnosis lanjutan
Evaluasi diagnose lain
Remisi > 4 minggu
Tappering obat
Tambahkan obat adjuvan
Rujuk ke bedah syaraf
Masih tidak membaik
Respon baik
Opsi bedah
Referensi
Anamnesa AKURAT
ANAMNESA AKURAT
Eliminasi keluhan
Jika masih sakit atau tidak terjadi perubahan ?
Keluhan RM ≠
Terdapat keluhan yang sama >> Nyeri OP
Keluhan pada rongga mulut
Riwayat penyakit
Riwayat pengobatan
Riwayat keluarga, sosial, dan pekerjaan
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan otot
Skala nyeri
Pemeriksaan intraoral
Pemeriksaan radiografi
Laboratorium
Sp. BM
Sp.KG
Sp.PM
Sp. N
Sp. BS
Psikiater
Tips dan Trik
Simpulan
Referensi