Disusun oleh :
1. Christhoper Giovanni Mamahit 3.32.19.1.05
2. Kurnia Restu Fitriani 3.32.19.1.15
Prototipe Sistem Keamanan Parkir Otomatis
Berbasis
Radio Frequency Identification (RFID)
DAFTAR ISI
1.
5.
2.
3.
4.
GAMBAR ALAT & GAMBAR RANGKAIAN
PROGRAM & CARA KERJA
FLOWCHART & DIAGRAM BLOK
LATAR BELAKANG
KOMPONEN
KESIMPULAN
6.
LATAR BELAKANG
Di zaman sekarang ini kemajuan teknologi terus berkembang dengan sangat pesat. Salah satunya adalah teknologi keamanan yang dapat di temui adalah pengontrol keamanan portal parkir. Salah satu teknologi yang penggunaannya berkembang pesat dalam bidang keamanan adalah Radio Frequency Identification atau biasa disebut RFID (Danta et al.,2016).
RFID adalah teknologi yang mampu mengidentifikasi dan mengambil data dari suatu objek dengan cara otomatis. RFID menggunakan gelombang radio untuk identifikasi suatu objek yang dilakukan oleh RFID reader dan RFID transponder (RFID tag). Setiap RFID tag yang dilekatkan pada suatu objek yang akan di identifikasi memiliki ID Number yang unik .
Untuk itu kelompok kami membuat Prototipe Sistem Keamanan Parkir Berbasis Radio Frequency Identification. Teknologi ini juga memerlukan akses untuk bisa membuka portal dengan menggunakan tag/kartu RFID yang sudah terdaftar sehingga dapat meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan contohnya seperti pencurian. Apabila terjadi ketidakcocokan atau tag/kartu RFID dalam kondisi belum terdaftar maka portal akan tetap tertutup, alarm akan berbunyi dan juga adanya tampilan notifikasi pada layar LCD.
KOMPONEN
Masukan | Proses | Luaran |
RFID (Radio Frequency Identification) | Arduino Uno | LED LCD |
Sensor Inframerah | Buzzer Motor Servo |
Arduino Uno
Arduino Uno R3 adalah papan pengembangan mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P.
Arduino Uno memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O, dimana 14 pin diantaranya dapat digunakan sebagai output PWM antara lain pin 0 sampai 13), 6 pin input analog, menggunakan crystal 16 MHz antara lain pin A0 sampai A5, koneksi USB, jack listrik, header ICSP dan tombol reset.
Hal tersebut adalah semua yang diperlukan untuk mendukung sebuah rangkaian mikrokontroler. Spesifikasi arduino uno R3 dapat dilihat pada tabel 1 dan arduino uno R3 dapat dilihat pada gambar 1
Mikrokontroler | ATmega328 |
Operasi Tegangan | 5 Volt |
Input Tegangan | 7-12 Volt |
Pin I/O Digital | 14 |
Pin Analog | 6 |
Arus DC tiap pin I/O | 50 mA |
Arus DC ketika 3.3V | 50 mA |
Memori flash | 32 KB |
SRAM | 2 KB |
EEPROM | 1 KB |
Kecepatan clock | 16 MHz |
Gambar 1. Arduino Uno R3
Tabel 1. Spesifikasi Arduino Uno R3
RFID (Radio Frequency Identification)
RFID merupakan sistem dengan basis wireless yang berguna untuk mengambil data tanpa bersentuhan. Alat RFID ini memanfaatkan radiasi elektromagnetik yang digunakan untuk mengambil kode. RFID tag merupakan sebuah alat yang akan dibaca kodenya oleh RFID reader.
RFID memanfaatkan gelombang radio yang bisa digunakan untuk mengambil data tanpa bersentuhan tersebut. Sehingga membutuhkan paling sedikit dua perangkat agar alat ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Alat yang berfungsi dalam RFID ini yaitu tag dan reader.
Gambar 2. Radio Frequency Identification
(RFID)
SENSOR INFRAMERAH
Sensor inframerah adalah komponen elektronika yang dapat mengidentifikasi cahaya infra merah (infra red, IR). Sensor inframerah atau detektor inframerah saat ini ada yang dibuat khusus dalam satu module dan dinamakan sebagai IR Detector Photomodules. IR Detector Photomodules merupakan sebuah chip detektor inframerah digital yang di dalamnya terdapat fotodiode dan penguat (amplifier). IR Detector Photomodules yang digunakan dalam perancangan robot ini adalah jenis TSOP (TEMIC Semi- conductors Optoelectronics Photomodules).
TSOP ini mempunyai berbagai macam tipe sesuai dengan frekuensi carriernya, yaitu antara 30kHz sampai dengan 56kHz.
�
Gambar 3. Sensor Inframerah
MOTOR SERVO
Motor Servo merupakan motor listrik dengan menggunakan sistem closed loop. Sistem tersebut digunakan untuk mengendalikan akselerasi dan kecepatan pada sebuah motor listrik dengan keakuratan yang tinggi.
Selain itu, motor servo biasa digunakan untuk mengubah energi listrik menjadi mekanik melalui interaksi dari kedua medan magnet permanent.
Motor berfungsi sebagai penggerak roda gigi agar dapat memutar potensiometer dan poros output-nya secara bersamaan. Potensiometer atau encoder berfungsi sebagai sensor yang akan memberikan sinyal umpan balik ke sistem kontrol untuk menentukan posisi targetnya
Gambar 4. Motor Servo
LCD
LCD adalah suatu jenis media tampilan yang menggunakan kristal cair untuk menghasilkan gambar yang terlihat. LCD bekerja berdasarkan prinsip pem-blokiran cahaya, namun LCD membutuhkan lampu cahaya latar belakang sebagai cahaya pendukung karena LCD sendiri tidak memancarkan cahaya.
I2C LCD adalah modul LCD yang dikendalikan secara serial sinkron dengan protokol I2C/IIC (Inter Integrated Circuit) atau TWI (Two Wire Interface). Normalnya, modul LCD dikendalikan secara parallel baik untuk jalur data maupun kontrolnya.
Gambar 5. Liquid Crystal Display
(LCD)
LED
LED adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju. LED merupakan keluaga Dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor. Warna-warna cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung pada jenis bahan semikonduktor yang dipergunakannya. LED juga dapat memancarkan sinar inframerah yang tidak tampak oleh mata. Berbeda dengan Lampu Pijar, LED tidak memerlukan pembakaran filamen sehingga tidak menimbulkan panas dalam menghasilkan cahaya.
Gambar 6. Light Emitting Diode
Alarm
Alarm digunakan sebagai indikator bahwa proses telah selesai atau terjadi suatu kesalahan pada sebuah alat. Pada alat yang ini, menggunakan buzzer sebagai penanda bunyi. Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah getaran listrik menjadi getaran suara
Cara Kerja Buzzer pada saat aliran listrik atau tegangan listrik yang mengalir ke rangkaian yang menggunakan piezoeletric tersebut. Piezo buzzer dapat bekerja dengan baik dalam menghasilkan frekuensi di kisaran 1 - 6kHz hingga 100 kHz.
Gambar 7. Buzzer
GAMBAR ALAT
GAMBAR RANGKAIAN
DIAGRAM PENGAWATAN
PROGRAM
PROGRAM
PROGRAM
PROGRAM
PROGRAM
CARA KERJA
Kondisi awal ketika Arduino dihubungkan pada sumber tegangan adalah LED hijau menyala, portal tertutup, dan pada layar LCD bertuliskan “Dekatkan Tag/Kartu”.
Ketika tag/kartu didekatkan pada RFID dan dinyatakan terdaftar maka portal akan terbuka, buzzer berbunyi sebanyak 2x secara cepat, dan pada layar LCD bertuliskan “Akses Diterima”. Portal akan kembali tertutup ketika objek sudah melewati sensor inframerah yang terletak setelah portal.
Namun, ketika tag/kartu didekatkan pada RFID dan dinyatakan tidak terdaftar maka portal akan tetap tertutup, LED hijau mati diganti dengan LED merah yang menyala, buzzer berbunyi sesaat, dan pada layar LCD bertuliskan “Akses Ditolak”.
FLOWCHART
DIAGRAM BLOK
KESIMPULAN
Dalam proses pembuatan alat sistem keamanan parkir otomatis berbasis Radio Frequency
Identification(RFID) ini menggunakan komponen utama yaitu RFID dan sensor inframerah
sebagai masukan, arduino uno sebagai pemroses, LED LCD servo dan buzzer sebagai keluaran. Sistem keamanan parkir otomatis berbasis Radio Frequency Identification ini memiliki kelebihan dalam hal efektivitas dimana sistem dapat berjalan secara otomatis dan cepat serta memiliki kelebihan juga dalam hal efisiensi dimana dengan tidak diperlukannya
bantuan operator untuk mengakses portal parkir secara manual. Teknologi ini juga
memerlukan akses untuk bisa membuka portal dengan menggunakan tag/kartu RFID yang
sudah terdaftar sehingga dapat meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan contohnya seperti pencurian. Apabila terjadi ketidakcocokan atau tag/kartu RFID dalam kondisi belum terdaftar maka portal akan tetap tertutup, alarm akan berbunyi dan juga ada-nya tampilan notifikasi pada layar LCD.
TERIMA KASIH