1 of 18

PENGEMBANGAN

KURIKULUM OPERASIONAL MADRASAH

(KOM)

TIM PENGEMBANG KURIKULUM MERDEKA

2 of 18

PETA KONTEN DALAM MEMAHAMI�PENGIMPLEMENTASIAN KURIKULUM MERDEKA

Memahami Pengembangan Projek Penguatan Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin

Memahami Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah

Memahami Pembelajaran dan Asesmen

Memahami Garis Besar Kurikulum Merdeka

3 of 18

Kurikulum Operasional Madrasah?

DIREKTORAT KURIKULUM,SARPRAS, KESISWAAN DAN KELEMBAGAAN

Raudhatul Athfal

DITJEN PENDIDIKAN ISLAM, KEMENG RI

pada

1. Rencana proses belajar yang diselenggarakan di madrasah, sebagai pedoman seluruh penyelenggaraan pembelajaran.

2. Dikembangkan dan dikelola dengan mengacu kepada struktur kurikulum dan standar yang ditetapkan oleh Pemerintah dan menyelaraskannya dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, Madrasah, dan daerah.

Hal ini menyebabkan KOM antar madrasah dapat berbeda-beda

4 of 18

Prinsip Pengembangan Kurikulum Operasional di Madrasah

  • Berpusat pada peserta didik, yaitu pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik.
  • Kontekstual, menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik madrasah, konteks sosial budaya dan lingkungan, serta dunia kerja dan industri (khusus MAK), dan menunjukkan karakteristik atau kekhususan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (khusus madrasah inklusif).
  • Esensial, yaitu memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan dan digunakan di madrasah. Bahasa yang digunakan lugas, ringkas, dan mudah dipahami.
  • Akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual.
  • Melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pengembangan kurikulum madrasah melibatkan komite madrasah dan berbagai pemangku kepentingan, antara lain guru, orang tua, organisasi, berbagai sentra, serta industri dan dunia kerja untuk MAK, di bawah koordinasi dan supervisi Kementerian Agama sesuai dengan kewenangannya.
  • Pemerataan dan Peningkatan Mutu Pengembangan kurikulum madrasah diorientasikan sebagai upaya pemerataan kesempatan memperoleh layanan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan yang dapat memberikan akses pada semua peserta didik dan menghargai perbedaan termasuk PDBK

5 of 18

Komponen �Kurikulum Operasional Madrasah

Analisis Karakteristik Madrasah

Visi, Misi, dan Tujuan

Pengorganisasian Pembelajaran

Perencanaan Pembelajaran

6 of 18

Merumuskan

VISI

MISI

TUJUAN

evaluasi jangka pendek (semester/tahunan)

Menganalisis konteks KARAKTERISTIK MADRASAH

Menentukan PENGORGANISASIAN

PEMBELAJARAN

Menyusun

RENCANA PEMBELAJARAN

Merancang

EVALUASI, PENDAMPINGAN & PENGEMBANGAN PROFESIONAL

Proses penyusunan kurikulum operasional bersifat

  • TETAP (mengacu kepada kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat), dan
  • FLEKSIBEL/DINAMIS (mengembangkan kurikulum operasional berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik dan kebutuhan madrasah).

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN KURIKULUM OPERASIONAL (bagi yang belum pernah menyusun kurikulum operasional di madrasah)

1

2

3

4

5

Catatan:

untuk MAK, langkah nomor 2 adalah ‘Merumuskan Visi, Misi, Tujuan Keahlian’ dan MA Plus Keterampilan dapat mengadaptasi

evaluasi jangka panjang

(4-5 tahun)

Proses Penyusunan Kurikulum Operasional di Madrasah

7 of 18

Catatan: untuk MAK, langkah nomor 2 adalah ‘Meninjau Visi, Misi, Tujuan Keahlian’ dan MA Plus Keterampilan dapat mengadaptasi.

Meninjau

VISI

MISI

TUJUAN

evaluasi jangka panjang

(4-5 tahun)

evaluasi jangka pendek (semester/tahunan)

Menganalisis konteks KARAKTERISTIK MADRASAH

Meninjau PENGORGANISASIAN

PEMBELAJARAN

Menyusun

RENCANA PEMBELAJARAN

Merancang

EVALUASI, PENDAMPINGAN & PENGEMBANGAN PROFESIONAL

LANGKAH-LANGKAH PENINJAUAN DAN REVISI KURIKULUM OPERASIONAL (bagi yang telah memiliki dokumen kurikulum operasional di madrasah)

1

2

3

4

5

Proses Peninjauan dan Revisi Kurikulum Operasional di Madrasah

8 of 18

Menggambarkan keunikan suatu madrasah dalam hal peserta didik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, sarana prasarana, kemitraan, potensi sumber dana dan lingkungan sosial budaya.

Madrasah juga perlu mengidentifikasi diferensiasi keunggulan masing-masing sesuai dengan karakteristik yang dimiliki. Untuk MAK, karakteristik melingkupi program keahliannya.

Prinsip-prinsip analisis:

  • Melibatkan perwakilan warga madrasah
  • Menggunakan data-data yang diperoleh dari situasi nyata/kondisi madrasah
  • Mengalokasikan waktu yang cukup untuk pengumpulan, pengorganisasian, analisis dan dokumentasi data
  • Memilah informasi yang relevan dan menyimpulkan untuk mengembangkan strategi atau solusi.

Pilihan cara untuk mengumpulkan informasi:

  • Kuesioner
  • Wawancara
  • Diskusi kelompok terpumpun/Focus Group Discussion (FGD)
  • Observasi
  • Rapor pendidikan ataupun Evaluasi Diri Madrasah

Komponen 1: Analisis Karakteristik Madrasah

9 of 18

Pilihan Analisis Karakteristik Madrasah

Pilihan 1:

Analisis kekuatan dan perbaikan madrasah dalam ranah perencanaan dan pengelolaan pembelajaran

Pilihan 2:

Analisis kekuatan dan perbaikan madrasah dalam ranah perencanaan dan pengelolaan pembelajaran dengan mempertimbangkan sudut pandang peserta didik

Pilihan 3 : Analisis kekuatan dan perbaikan madrasah dalam ranah perencanaan dan pengelolaan pembelajaran dengan mempertimbangkan sudut pandang peserta didik dan orangtua

Pilihan 4: Analisis kekuatan dan perbaikan madrasah dalam ranah perencanaan dan pengelolaan pembelajaran dengan mempertimbangkan sudut pandang kebijakan daerah/nasional dan sudut pandang/masukan berbagai pemangku kepentingan (pihak internal dan eksternal madrasah

Komponen 1: Analisis Karakteristik Madrasah

10 of 18

Model Analisis Karakteristik/Kekhasan Madrasah��Analisis kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman atau yang biasa kita sebut sebagai SWOT��Model-model analisis lainnya seperti:�Fish Bone�Pentagonal Aset�Root Cause

Komponen 1:

Contoh Analisis Karakteristik Madrasah

11 of 18

VISI

Apakah visi menggambarkan harapan seluruh warga satuan Pendidikan? Apakah visi menyatakan tujuan besar yang dicapai satuan Pendidikan? Apakah visi sudah berpusat pada peserta didik?

MISI

Apakah misi jelas menyatakan untuk mencapai visi?

Apakah semua warga satuan Pendidikan memahami hal-hal yang menjadi prioritas untuk mencapai visi?

TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN

Apakah tujuan sudah secara jelas menyatakan hasil aksi yang perlu dilakukan untuk mencapai misi? Apakah cara/strategi untuk mencapai misi realitas untuk dijalankan?

Visi adalah cita-cita bersama pada masa mendatang dari warga madrasah

Misi adalah pernyataan bagaimana madrasah mencapai visi

Tujuan adalah gambaran hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu oleh setiap madrasah atau program keahlian bagi MAK

Komponen 2: Visi, Misi, dan Tujuan

12 of 18

Pilihan 1

Pilihan 2

Menggunakan visi, misi, dan tujuan madrasah yang sudah ada.

 

Meninjau ulang visi, misi, dan tujuan madrasah serta melakukan penyesuaian sederhana terhadap tujuan yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan internal madrasah

 

Pilihan 3

Pilihan 4

Meninjau ulang visi, misi, dan tujuan madrasah, serta menyesuaikannya berdasarkan hasil evaluasi dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan internal dan eksternal madrasah, karakteristik peserta didik, dan aspirasi orangtua.

Mempertimbangkan sudut pandang/masukan dari berbagai pemangku kepentingan madrasah dalam meninjau ulang secara menyeluruh dan merumuskan kembali visi, misi, dan tujuan berdasarkan analisis karakteristik/kekhasan madrasah.

Prinsip penting dalam membuat tujuan

Komponen 2: Pilihan Visi, Misi, dan Tujuan

13 of 18

Madrasah menyusun pembelajaran yang meliputi:

Intrakurikuler

Pembelajaran berisi muatan mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya jika ada (mulok), penetapan konsentrasi, dan Praktik Kerja Lapangan untuk MAK, Program Kebutuhan Khusus dan Paska Madrasah untuk madrasah yang memiliki PDBK.

Kokurikuler

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Pelajar Rahmatan lil Alamin

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Pelajar Rahmatan lil Alamin dirancang dalam bentuk kokurikuler, atau dapat juga dirancang secara terpadu dengan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Ekstrakurikuler

Kegiatan kurikuler yang dilakukan di luar jam belajar di bawah bimbingan dan pengawasan madrasah.

Komponen 3: Pengorganisasian Pembelajaran

14 of 18

  • Konsep-konsep dan keterampilan tertentu dari mata pelajaran diajarkan secara kolaboratif (team teaching).
  • Pendidik berkolaborasi sedemikian rupa untuk merencanakan, melaksanakan dan melakukan asesmen untuk suatu pembelajaran yang terpadu.
  • Sebagai contoh mengajarkan muatan Ilmu Pengetahuan Alam atau Ilmu Pengetahuan Sosial secara terintegrasi.
  • Pencapaian Profil Pelajar Pancasila dan Pelajar Rahmatan lil Alamin bisa menggunakan pendekatan ini.
  • Pembelajaran disusun berdasarkan tema yang menaungi kompetensi-kompetensi dari berbagai mata pelajaran.
  • Pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema.
  • MI dapat mengorganisasikan muatan pembelajaran menggunakan pendekatan mata pelajaran atau tematik.
  • Setiap pembelajaran dilakukan terpisah antara satu mapel dengan mapel lainnya.
  • Tatap muka dilakukan secara reguler setiap minggu, dengan jumlah jam tatap muka sesuai dengan yang ditetapkan oleh masing-masing madrasah berdasarkan ketentuan minimal dari pemerintah.
  • Pembelajaran dikelola dalam bentuk blok-blok waktu dengan berbagai macam pengelompokkan.
  • Sebagai contoh, mengajarkan muatan Ilmu Pengetahuan Alam atau Ilmu Pengetahuan Sosial secara bergantian dalam blok waktu yang terpisah.

Komponen 3: Pengorganisasian Pembelajaran Pendekatan Pembelajaran

01

Pendekatan mata pelajaran

02

Pendekatan Tematik

03

Pendekatan secara terintegrasi

04

Pendekatan secara bergantian dalam blok waktu terpisah

15 of 18

Perencanaan pembelajaran meliputi:

  1. ruang lingkup madrasah – yaitu penyusunan alur tujuan pembelajaran atau silabus. Dalam ruang lingkup madrasah, perumusan dan penyusunan alur dan tujuan pembelajaran atau silabus mata pelajaran berfungsi mengarahkan madrasah dalam merencanakan, mengimplementasi, dan mengevaluasi pembelajaran secara keseluruhan sehingga capaian pembelajaran diperoleh secara sistematis, konsisten, dan terukur.

  • ruang lingkup kelas –yaitu penyusunan modul ajar atau rencana pelaksanan pembelajaran. Untuk dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran pada ruang lingkup kelas, madrasah dapat menggunakan, memodifikasi, atau mengadaptasi contoh modul ajar yang disediakan Pemerintah, dan cukup melampirkan beberapa contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)/modul ajar atau bentuk rencana kegiatan yang mewakili inti dari rangkaian pembelajaran pada bagian Lampiran.

Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen pada mata pelajaran Praktik Kerja Lapangan (PKL) di MAK dilaksanakan secara kolaboratif oleh madrasah dan mitra dunia kerja.

Memahami Capaian Pembelajaran (CP)

Merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP)

Merancang Pembelajaran

Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dari TP

Komponen 4: Perencanaan Pembelajaran

16 of 18

Apa saja yang bisa menjadi sumber informasi dalam meninjau ulang pembelajaran dan kurikulum operasional?

  • Hasil asesmen peserta didik per unit.
  • Artefak peserta didik: projek peserta didik, portofolio peserta didik, pameran karya, pertunjukan, dan sebagainya.
  • Survei lulusan
  • Refleksi proses belajar oleh pendidik
  • Observasi kepala madrasah
  • Rapor madrasah ataupun Evaluasi Diri Madrasah

Beberapa contoh cara mengumpulkan informasi

  • Observasi dan refleksi mandiri. Melakukan asesmen berupa observasi dan refleksi mandiri secara individual terhadap kriteria kesuksesan yang telah ditetapkan (tujuan belajar, capaian pembelajaran, dan profil pelajar Pancasila)
  • FGD (Focus Group Discussion) merupakan diskusi terpumpun yang dilakukan secara kelompok untuk melihat hubungan antardata yang dimiliki pada catatan anekdotal, hasil belajar peserta didik, dan refleksi dalam self-study, untuk menganalisis masalah dan menarik kesimpulan, serta mengambil keputusan untuk melakukan perbaikan.
  • Kuesioner peserta didik. Mengumpulkan persepsi peserta didik terhadap proses belajar, kualitas sarana prasarana, materi/bahan ajar, serta bagaimana peserta didik memaknai hasil belajarnya.
  • Kuesioner orang tua. Mengumpulkan persepsi orang tua terhadap perkembangan belajar peserta didik.
  • Evaluasi pembelajaran dan evaluasi kurikulum operasional Madrasah dilakukan secara mandiri dan berkala oleh madrasah.
  • Evaluasi pembelajaran secara menyeluruh bertujuan untuk mengukur keberhasilan pendidik dalam memfasilitasi pembelajaran.
  • Evaluasi Kurikulum Operasional Madrasah bertujuan untuk mengukur keberhasilan kepala Madrasah dan pendidik dalam menjalankan seluruh program pendidikan yang direncanakan dengan tujuan untuk memahami apakah visi, misi dan tujuan Madrasah telah tercapai. Evaluasi pembelajaran menjadi salah satu bagian penting dari evaluasi kurikulum operasional Madrasah

Merancang

EVALUASI PEMBELAJARAN DAN KURIKULUM

OPERASIONAL MADRASAH

17 of 18

  • Pendampingan dan pengembangan profesional pendidik dalam pembelajaran merupakan salah satu tindak lanjut dari evaluasi.
  • Kepala Madrasah dan pengawas dapat memainkan peran dalam berbagai contoh pendampingan dan pengembangan profesional yang bisa dilakukan di Madrasah, seperti:
  • Coaching: proses pendampingan untuk mencapai tujuan dengan menggali pemikiran-pemikiran seseorang terhadap suatu masalah.
  • Mentoring: proses pendampingan dengan berbagi pengalaman/pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala.
  • Pelatihan: proses pendampingan dengan menguatkan pengetahuan dan Keterampilan yang berkaitan dengan kinerja, dengan narasumber internal atau eksternal (menyesuaikan dengan kemampuan Madrasah).

PENDAMPINGAN & PENGEMBANGAN PROFESIONAL

18 of 18

Terimakasih