1 of 12

BAB 8 �PENULISAN LAKON

2 of 12

Latihan Menulis Struktur Cerita

  1. Menentukan Tema
  2. Baca cerita yang ada, kemudian tentukan temanya.
  3. Diskusikan tema tersebut dengan teman-temanmu.
  4. Coba temanmu membaca cerita yang berbeda dan tentukan tema dari masing-masing cerita tersebut.
  5. Pilihlah salah satu tema dari berbagai macam tema yang telah kamu tentukan dengan kelompok tersebut.
  6. Beri alasan kenapa kamu dan teman diskusimu memilih tema tersebut.

3 of 12

4 of 12

  1. Menentukan Plot atau Kerangka
  2. Buatlah plot cerita atau peristiwa dalam sebuah cerita sesuai dengan waktu, tempat, dan tokoh-tokohnya.
  3. Buatlah plot-plot cerita yang banyak sesuai dengan tema cerita yang telah ditentukan.
  4. Tuliskan plot-plot cerita tersebut, kemudian diskusikan dengan teman-temanmu untuk mendapatkan masukkan.
  5. Tulis kembali plot-plot cerita yang telah mendapat masukkan tersebut untuk dijadikan cerita yang akan dipentaskan.

5 of 12

6 of 12

  1. Menentukan Latar atau Setting
  2. Tentukan setting atau latar cerita yang telah kamu buat, misalnya ruang kelas, siang hari, hutan, siang hari, hutan sore hari atau hutan malam hari.
  3. Sebutka secara detail setting atau latar cerita tersebut, misalnya ruang kelas dengan bangku panjang seperti ruang kelas tahun 1980 dengan dinding putih dan banyak gambar pahlawan.
  4. Tuliskan setting atau layar cerita sebanyak mungkin sesuai dengan cerita yang kamu tuliskan.

7 of 12

8 of 12

  1. Menentukan Tokoh-Tokoh
  2. Tentukan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita tersebut dan beri nama tokoh-tokoh tersebut. Jangan beri nama tokoh-tokoh yang ada dalam ceritamu dengan nama sesuai ciri fisik tokoh.
  3. Deskripsikan tokoh-tokoh tersebut sesuai dengan ciri-ciri fisik, kedudukan ddalam masyarakat dan bagaimana ciri psikologis.
  4. Tokoh-tokoh dalam cerita tidak harus manusia tetapi bisa juga hewan atau tumbuan.
  5. Tokoh-tokoh yang bukan manusia, tetapi berperilaku seperti manusia sangat dibolehkan dalam cerita.

9 of 12

10 of 12

Latihan Menulis Cerita

Pemaparan

Pemaparan ini berisi tentang keterangan-keterangan tokoh, masalah, tempat, waktu, atau pengantar situasi awal lakon. Pada pemaparan juga ditampilkan bagian-bagian yang mengarah pada terwujudnya tema. Dalam penyusunan pemaparan kalau bisa sudah mengandung konflik atau yang mengarah pada konflik yang terjadi tetapi masih dalam keseimbangan lakon.

Penggawatan

Pada bagian ini, masalah dalam pemaparan sudah mulai terganggu oleh adanya bibit-bibit masalah dan kepentingan. Bibit masalah ini akibat dari pemikiran-pemikiran peran atau aksi peran terhadap keinginannya. Penggawatan inilah sebenarnya tubuh atau bagian yang paling penting dari lakon, karena kalau bagian ini lemah, maka lakon secara keseluruhan akan terasa lemah.

Klimaks

Klimaks adalah titik paling ujung dari perselisihan atau konflik antara peran protagonis dan peran antagonis. Ketika pada titik ini, konflik sudah tidak bisa lagi dibuat rumit lagi dan konflik itu harus diakhiri.

11 of 12

Peleraian

Berisi tentang alternatif-alternatif jawaban dari permasalahan sampai terjadinya konflik antara peran antagonis dan peran protagonis. Bentuk alternatif jawaban tidak boleh diwujudkan secara nyata atau terbaca dengan mudah. Bagian ini disusun dengan cermat dan tidak mengurangi ketercekaman yang terjadi pada klimaks, tetapi lama kelamaan semakin menurun.

Penyelesaian

Penyelesaian ini berisi tentang jawaban-jawaban yang menjadi permasalahan antara peran protagonis dan antagonis. Penyelesaian juga merupakan akhir dari cerita lakon.

12 of 12

  • Sekian