AKUNTANSI
UNTUK PERUSAHAAN PERTAMBANGAN
Informasi Keuangan dan non Keuangan
Tujuan Laporan Keuangan
yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi
Ref: PSAK Conceptual Framework
Laporan Keuangan Relevan dan Reliable
Kompeten
Kerangka Konseptual
Independen
Standar Akuntansi Berkualitas
Laporan Keuangan yang Relevan dan Reliable
Kualitas Audit
Informasi yang berkualitas
Dampak informasi assimetri
Standar Audit
Manajemen
Corporate Governance
Standar Akuntansi ??
Empat Pilar Standar Akuntansi Indonesia
6
PSAK SYARIAH
7
SAP
8
SAK ETAP
9
PSAK – IFRS BASED
10
IFRS - PSAK
11
Mengapa IFRS
12
Manfaat IFRS
13
Roadmap IFRS di Indonesia
14
Efektif pada 2010
Efektif pada 2011
Efektif pada 2012
IAS / IFRS yang belum diadopsi:
Karakteristik IFRS
15
“Judgment”
16
Dinamis
17
“Fair value”
18
“Fair value”
19
Pengungkapan Lebih Banyak
20
PSAK 60 – Instrumen keuangan
Pengungkapan kualitatif : eksposure dan timbulnya risiko; tujuan, kebijakan dan proses pengelolaan risiko; perubahan dua hal tersebut.
Pengungkapan kuantitatif: risiko kredit, aset keuangan yang melewati jatuh tempo/mengalami penurunan, agunan dan peningkatan kualitas kredit; risiko pasar; risiko likuiditas analisis sensitifitas; pengungkapan risiko pasar laiinnya.
PSAK Disahkan 2007 - 2008
21
PSAK Disahkan 23 Desember 2009
22
Interpretasi Disahkan 23 Desember 2009
23
PPSAK Disahkan Sepanjang 2009 �(Berlaku efektif 2010)
24
PSAK Disahkan 2010
PSAK Disahkan 19 Februari 2010
(disahkan 23 Maret 2010)
25
PSAK DISAHKAN NOP 2010
26
PSAK DISAHKAN 2011
27
PSAK DISAHKAN 2011
28
PSAK DISAHKAN 2011
29
PSAK yang Disahkan 2011
30
PSAK yang Disahkan 2013
31
IFRS
32
Perkembangan Tahun 2013
33
NO | IFRS | PROGRESS |
1 | IFRS 10: Consolidated FinancialStatements | ED PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolidasian, untuk berlaku efektif 1 Januari 2015 |
2 | IFRS 11: Joint Arrangements | ED PSAK 66: Pengaturan Bersama, untuk berlaku efektif 1 Januari 2015 |
3 | IFRS 12: Disclosure of Interests in Other Entities | ED PSAK 67: Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain, untuk berlaku efektif 1 Januari 2015 |
4 | IFRS 13: Fair Value Measurement | ED PSAK 68: Pengukuran Nilai Wajar, untuk berlaku efektif 1 Januari 2015 |
5 | IFRIC 18: Transfer of Assets from Customers | ISAK 27: Pengalihan Aset dari Pelanggan, untuk berlaku efektif 1 Januari 2014 |
Perkembangan Tahun 2013
34
NO | IFRS | PROGRESS |
6 | IFRIC 19: Extinguishing Financial Liabilities with Equity Instruments | ISAK 28: Pengakhiran Liabilitas Keuangan dengan Instrumen Ekuitas, untuk berlaku efektif 1 Januari 2014 |
7. | IFRIC 20: Stripping Costs in the Production Phase of a Surface Mining | ISAK 29: Biaya Pengupasan Lapisan Tanah tahap Produksi pada Pertambangan Terbuka, untuk berlaku efektif 1 Januari 2014 |
8. | IFRIC 21: Levies Dalam tahap pembahasan | Pembahasan |
9. | IAS 41: Agriculture beserta ED revisi terkait | Pembahasan |
Perkembangan Tahun 2013 - Revisi
35
NO | IFRS | PROGRESS |
1 | Revisi IAS 1: Presentation of Financial Statements | ED PSAK 1 (2013): Penyajian Laporan Keuangan, utk berlaku efektif 1 Januari 2015 |
2 | Revisi IAS 19: Employee Benefits | ED PSAK 24 (2013): Imbalan Kerja, untuk berlaku efektif 1 Januari 2015 |
3. | Revisi IAS 27: Consolidated and Separate Financial Statements | ED PSAK 4 (2013): Laporan Keuangan Tersendiri, untuk berlaku efektif 1 Januari 2015 |
4. | Revisi IAS 28: Investments in Associates and Joint Ventures | ED PSAK 15 (2013): Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama, untuk berlaku efektif 1 Januari 2015 |
5 | Revisi IAS 32: Financial Instruments: Presentation | Pembahasan |
6 | Revisi IAS 36: Impairment of Assets | Pembahasan |
7. | Revisi IAS 39: Financial Instruments: Recognition and Measurement | Pembahasan |
Kerangka Dasar Penyajian dan�Penyusunan Laporan Keuangan
36
Kerangka Konseptual Ditujukan untuk:
Kerangka konseptual menurut PSAK terdiri dari:
37
Kerangka
Konseptual
menurut IFRS
Laporan Keuangan
38
Identifikasi laporan keuangan
Karakteristik umum
Karakteristik Umum
39
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
40
Laporan Laba Rugi Komprehensif
41
Laporan laba rugi komprehensif
42
ED Revisi PSAK 1 (2013)
43
LAPORAN ARUS KAS
44
Pelaporan Arus kas dari Aktivitas Operasi
45
Laporan Arus Kas
46
PSAK 3 : Laporan Interim
47
PSAK 7 Pengungkapan Pihak Berelasi
48
Laporan Posisi Keuangan
Dan Laba Rugi
Transaksi dan Saldo
Dipengaruhi
PSAK 7 Pengungkapan Pihak Berelasi
49
PSAK 8 Peristiwa setelah Periode Pelaporan
50
PSAK 8 Peristiwa setelah Periode Pelaporan
51
Perubahan Kebijakan Akuntansi dan Kesalahan - PSAK 25
52
Segmen Operasi – PSAK 5
53
PSAK 5 (2009) | PSAK 5 Lama |
|
|
Segmen dilaporkan:
| Segmen dilaporkan:
|
|
|
PSAK 10 : Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing�
54
Transaksi Mata Uang Asing PSAK 10
55
Perihal | PSAK No. 10 (revisi 2009) | PSAK 10, 11, dan 52 |
Penentuan mata uang fungsional | Terdapat hirarki indikator dalam penentuan suatu mata uang fungsional | PSAK No. 52: ada 3 indikator mata uang fungsional, yaitu: 1. Indikator arus kas 2. Indikator harga jual 3. Indikator biaya |
Pengukuran dan penyajian mata uang |
|
|
PSAK 56 : Laba Per Lembar Saham
56
LPS Dasar = Laba Bersih Residual
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa
EPS
Laba Bersih Residual
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa
Penyesuaian atas Efek berpotensi saham biasa yang dilutif
=
+/+ atau
-/-
LPS Dasar
LPS Dilusian
Instrumen Keuangan 50,55,60
57
Instrumen Keuangan
IAS 32
IAS 39
IFRS 7
PSAK 50
PSAK 55
PSAK 60
Klasifikasi Instrumen Keuangan
58
Definisi Instrumen Keuangan
setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan entitas dan kewajiban keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain
Kewajiban kontraktual
Kas
Kontrak diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas
Hak kontraktual
Instrumen ekuitas entitas lain
Aset Keuangan
Liabilitas keuangan
kontrak yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas
Ekuitas
Kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah ikurangi dengan seluruh kewajibannya
Instrumen Keuangan
59
Jenis Instrumen Keuangan
60
Instrumen Keuangan
Aset
Keuangan
Liabilitas
Keuangan
Instrumen
Ekuitas
Instrumen Derivatif
Instrumen Lindung Nilai
Aset Keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
Investas dimiliki hingga jatuh tempo
Pinjaman diberikan dan Piutang
Aset keuangan tersedia untuk dijual
Liabilitas Keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
Kewajiban Lainnya
Instrumen Ekuitas Biasa
Instrumen Ekuitas Majemuk
Instrumen Ekuitas Sinstesis
Derivatif Biasa
Derivatif Melekat
Atas Nilai Wajar
Atas Arus Kas
Atas Investasi Neto pada Operasi Luar Negeri
61
PSAK 55 R – Instrumen keungan pengakuan dan Pengukuran
62
PSAK 55 R – Instrumen keungan pengakuan dan Pengukuran
PSAK 55 R – Instrumen keungan pengakuan dan Pengukuran
63
PSAK 55 R – Instrumen keungan pengakuan dan Pengukuran
64
PSAK 60 – Instrumen Keuangan Pengungkapan
65
Kas dan Piutang – PSAK 50 & 55
66
AK 2 – Liabilitas Jangka Panjang & Investasi
67
Provisi dan Kontijensi – PSAK 57
68
Persediaan – PSAK 14
69
Aset Tetap - PSAK 16
70
Dismantling Cost
71
PT. ABC membangun instalasi minyak lepas pantai. Biaya yang dikeluarkan sebesar 300 milyar. Peraturan pemerintah mengharuskan entitas memindahkan instalasi tersebut di akhir konsesi (20 tahun yang akan datang). Estimasi biaya untuk melakukan pemindahan dan restorasi sebesar 80 milyar. Tingkat bunga yang berlaku 6%. PV dari biaya restorasi 24,94.
Example
Instalasi minyak diakui dalam neraca dengan jurnal berikut:
Dr Aset Tetap 324,94 milyar
Cr Kas 300 milyar
Kewajiban diestimasi 24,94 milyar
Jurnal penyesuaian kewajiban tahun 1
Cr Beban bunga 1,497 milyar
Kewajiban diestimasi 1,497 milyar
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
72
Entitas harus memilih antara:
Cost Model
Revaluation Model
Sebagai kebijakan akuntansinya, dan
Menerapkan kebijakan tersebut terhadap seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama.
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
73
Cost Model
Revaluation Model
Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar :
Akumulasi penyusutan dan
Akumulasi rugi penurunan nilai aset
Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar :
Akumulasi penyusutan dan
Akumulasi rugi penurunan nilai aset
yang terjadi setelah tanggal revaluasi.
Revaluation Model
74
Metode Proporsional
Peralatan senilai 4.000.000 diperoleh tanggal 1 Januari 2012 dengan masa manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2012 nilai wajar aset adalah 4.800.000.
1/1/2012 Aset tetap 4.000,000
Kas 4.000,000
31/12/2012 Beban Penyusutan 800.000
Akumulasi Penyusutan 800.000
31/12/ 2012 Aset Tetap 2.000,000
Akumulasi Penyusutan 400.000*
Surplus Revaluasi 1.600.000
*(4.800.000 - 3.200.000) / 3.200.000) x 800.000 = 400.000
Example
Revaluation Model
75
Metode Eliminasi
Peralatan senilai 2.000.000 diperoleh tanggal 1 Januari 2012 dengan masa manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2010 nilai wajar aset adalah 2.400.000.
Example
1/1/ 2012 Aset tetap 4.000,000
Kas 4.000,000
31/12/ 2012 Beban Penyusutan 800.000
Akumulasi Penyusutan 800.000
31/12/ 2012 Akumulasi Penyusutan 800.000
Aset Tetap 800.000
Aset Tetap 1.600,000
Surplus Revaluasi 1.600.000
Revaluation Model
76
Contoh
Dr Aset tetap 50,000
Cr Kas 50,000
Dr Beban Penyusutan 10,000
Cr Akumulasi Penyusutan 10,000
Dr Akumulasi Penyusutan 10,000
Cr Aset tetap 2,000
Cr Surplus Revaluasi 8,000
Revaluation Model
Dr Beban Penyusutan ($48K/4) 12,000
Cr Akumulasi Penyusutan 12,000
Dr Surplus Revaluasi 2,000
Cr Saldo Laba 2,000
1.1.2010
31.12.2011
31.12.2010
Bunga Pijaman PSAK 26
77
Dana yang tidak dipakai diinvestasikan dengan return 6%. Perusahaan sebelumnya memiliki utang outstanding utang dalam bentuk notes. Sumber pendanaan pembangunan tersebut adalah sbb:
Berapa bunga yang dikapitalisasi ??
Ilustrasi Kapitalisasi Bunga Pinjaman
PT. Melati membangun sendiri gedung dengan melakukan
pengeluaran selama tahun 2011:
Jan 31: $480,000 July 31: $360,000.
Ilustrasi Kapitalisasi Bunga Pinjaman
$45,833
avoidable
Expenditure
$840,000
Up to
specific loan,
$500,000 at
10% x 11/12
Excess
($840,000 less
$500,000 = $340.000)
At 8% x 5/12
+
$56,567
$11,333
avoidable
-
$600
Revenue
Bunga yang dapat dihindari : $56,567
Bunga aktual :
Ilustrasi Kapitalisasi Bunga Pinjaman
Properti Investasi – PSAK 13
81
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
82
Fair Value Model
Nilai wajar properti investasi harus mencerminkan�kondisi pasar pada tanggal neraca
Properti investasi tidak disusutkan.
Laba atau rugi yang timbul dari perubahan nilai wajar atas properti investasi harus diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya.
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
Fair value model (PSAK 13)
83
Revaluation model (PSAK 16)
Example
Aset tidak berwujud – PSAK 19
84
Penurunan Nilai – PSAK 48
85
Pendekatan Umum dari Pengukuran Penurunan Nilai
86
Carrying Amount
Nilai Aset
Akumulasi Penyusutan dan Akumulasi Rugi Penurunan Nilai
Nilai Wajar dikurangi Biaya Penjualan
Nilai Pakai
Recoverable Amount 🡪 Nilai tertinggi
Recovered through sale
Recovered through use
Ilustrasi Penurunan Nilai 1
87
Contoh: Misalkan PT Anggrek melakukan uji penurunan nilai terhadap peralatan yang dimilikinya. Nilai tercatat dari peralatan sebesar Rp 200 juta, nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual Rp180 juta dan nilai pakainyaRp 205 juta.
Rp 200 juta
Rp 205 juta
Rp 180 juta
Rp 205 juta
Tidak ada penurunan nilai
Ilustrasi Penurunan Nilai 2
88
Contoh: Misalkan infromasi PT Mawar yang tersedia sama kecuali nilai pakai dari peralatan sebesar Rp 175 juta.
Illustration 11-15
Rp 200 juta
Rp 180 juta
Rp 175 juta
Rp20 juta Rugi Penurunan Nilai
Rp 180 juta
Dr. Kerugian Penurunan Nilai Rp 20 juta
Cr. Akulumasi Depresiasi Peralatan Rp 20 juta
Kasus 3
Suatu unit penghasil kas memiliki aset bersih berikut ini:
Rp M
Goodwill 10
Properti 20
Pabrik dan Peralatan 30
60
Nilai yang dapat dipulihkan sebesar Rp 45 M.
Diminta : Alokasikan kerugian penurunan nilai pada aset bersih perusahaan.
89
Goodwill Properti Pabrik Total
RpM RpM RpM RpM
Carrying value 10 20 30 60
Impairment loss (10) (2) (3) (15)
Nilai Tercatat setelah - 18 27 45
Penurunan Nilai
PSAK 58
90
PSAK 30 & ISAK 8 SEWA
Jika perjanjian mengandung sewa, maka pihak dalam perjanjian harus menerapkan ketentuan PSAK 30
91
Pendapatan - PSAK 23 (2010)
92
PSAK 34 : Kontrak Konstruksi
93
PSAK 46: Pajak Penghasilan
94
Perbedaan Pajak dan Akuntansi
95
PSAK
Undang-Undang
AKUNTANSI
PAJAK
PERBEDAAN
Permanen
Temporer
Pajak Tangguhan:
Akuntansi Pajak Penghasilan – PSAK 46
96
PSAK 24 - Imbalan kerja
97
Imbalan Paska Kerja
98
EMPLOYER
PENSION FUND
EMPLOYEE
CONTRIBUTIONS
BENEFIT
Defined Contribution Plans
Defined Benefit Plans
DEFINED
VOLATILE
VOLATILE
DEFINED
RISK LIMIT
RISK LIMIT
Kewajiban Manfaat Pasti (di Neraca)
+/+ Nilai kini kewajiban manfaat pasti
+/- Keuntungan (kerugian) aktuarial yang tidak diakui
-/- Biaya jasa lalu yang belum diakui
-/- Nilai wajar aktiva program
Ilustrasi 1
99
Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti - Awal 20X0 | 200.000 |
Nilai Wajar Aset Program - Awal 20X0 | 200.000 |
Biaya Jasa Kini | 30.000 |
Tingkat Diskonto | 10% |
Tingkat Hasil yang Diharapkan | 12% |
Iuran | 24.000 |
Imbalan | 16.000 |
Nilai Kini Kewajinan imbalan | 250.000 |
Nilai wajar aset | 220.000 |
Ilustrasi 1
100
| JURNAL UMUM | MEMO | ||||
| Beban | Kas | Liabilitas | Nilai Kini Kewajiban | Aset | Aktuaria |
Saldo awal | | | | (200.000) | 200.000 | |
Biaya jasa kini | 30.000 | | | (30.000) | | |
Biaya bunga | 20.000 | | | (20.000) | | |
Hasil yang diharapkan | (24.000) | | | | 24.000 | |
Iuran | | (24.000) | | | 24.000 | |
Imbalan | | | | 16.000 | (16.000) | |
Penurunan (ken) kewajiban | | | | (16.000) |
| 16.000 |
Selisih aktual atas harapan | | | | | (12.000) | 12.000 |
Amortisasi biaya jasa lalu | | | | | | |
Kerugian (keuntung) akturial | | | | | | |
| 26.000 | (24.000) | (2.000) | (250.000) | 220.000 | 28.000 |
Jurnal
101
Beban pensiun 26.000
Kas 24.000
Liabilitas 2.000
Liabilitas
Nilai kini Kewajiban (250.000)
Aset Program 220.000
Kerugian aktuaria yg blm diamortisasi 28.000
Net Liabilitas manfaat pensiun (2.000)
Ilustrasi 1
102
| JURNAL UMUM | MEMO | ||||
| Beban | Kas | Pend Komprehensif | Liabilitas | Nilai Kini Kewajiban | Aset |
Saldo awal | | | | | (200.000) | 200.000 |
Biaya jasa kini | 30.000 | | | | (30.000) | |
Biaya bunga | 20.000 | | | | (20.000) | |
Hasil yang diharapkan | (24.000) | | | | | 24.000 |
Iuran | | (24.000) | | | | 24.000 |
Imbalan | | | | | 16.000 | (16.000) |
Penurunan (ken) kewajiban | | | 16.000 | | (16.000) |
|
Selisih aktual atas harapan | | | 12.000 | | | (12.000) |
Amortisasi biaya jasa lalu | | | | | | |
Kerugian (keuntung) akturial | | | | | | |
Jmll tahun berjalan | 26.000 | (24.000) | 28.000 | (30.000) | (250.000) | 220.000 |
Saldo Akhir | | | 28.000 | | | |
Jurnal
103
Beban pensiun 26.000
Pendapatan Komprehensif Lain 28.000
Kas 24.000
Liabilitas 30.000
Liabilitas
Nilai kini Kewajiban (250.000)
Aset Program 220.000
Net Liabilitas manfaat pensiun (30.000)
Ekuitas
Pendapatan komprehensif lain 28.000
PSAK 53: Pembayaran Berbasis Saham
PSAK 53 harus diterapkan untuk seluruh transaksi pembayaran berbasis saham, yang didefinisikan sebagai berikut:
■ Equity-settled, Diselesaikan dengan instrumen ekuitas, entitas yang menerima barang atau jasa yang dibayar dengan instrumen ekuitas milik entitas (termasuk saham dan opsi saham)
■ Cash-settled, Diselesaikan dengan pembayaran kas, entitas yang memperoleh barang atau jasa akan menimbulkan liabilitas kepada pemasok barang atau jasa untuk suatu jumlah tertentu yang dihitung berdasarkan harga (nilai) saham milik entitas atau instrumen ekuitas entitas; dan
■ Transaksi dimana entitas menerima barang atau jasa dimana entitas maupun pemasok barang atau jasa memiliki pilihan atas transaksi tersebut untuk diselesaikan secara tunai (atau aset lain) atau instrumen ekuitas.
104
PSAK 18: Program Purna Karya
105
PSAK 18: Program Purna Karya
106
PSAK 18: Program Purna Karya
107
PSAK 18: Program Purna Karya
108
PSAK - 22
109
Akuntansi dan Pengukuran setelah Pengakuan Awal
ISI
Metode Akuisisi
Pengungkapan
Pedoman Aplikasi
Teori konsolidasi
110
Atribut | Entity Theory | Parent Theory |
Perbedaan fair value dari aset dan liabilitas terindentifikasi pada saat akuisisi | Diakui penuh, mencerminkan hak untuk induk dan non pengendali. | Hanya diakui sebesar hak induk |
Penyajian pihak non pengendali / NCI | Sebagai bagian dari ekuitas | Tidak sebagai equity atau utang (sebelum ekuitas) |
Goodwill | Goodwill merupakan aset entitas yang diakui penuh pada tanggal akuisis | Goodwill hanya milik induk |
PSAK – 22 dan IFRS 3R Business Combination
111
Biaya akuisisi
Metode Pencatatan
Ruang Lingkup
PSAK 22 1994
Non Pengendali
Akuisisi bertahap
Pengukuran aset dan liab
Goodwill
PSAK 22 2010
Prinsip dalam PSAK 22 / IFRS R3
Elemen yang dikeluarkan
Imbalan diberikan
Kepemilikan yang dimiliki sebelumnya
Kepentingan non pengenlai
Goodwill
Aset diidentifikasi dan liabilitas yang dialihkan (entitas yang diakuisisi)
Pendekatan dua kolom
Teori konsolidasi
113
Atribut | Entity Theory | Parent Theory |
Perbedaan fair value dari aset dan liabilitas terindentifikasi pada saat akuisisi | Diakui penuh, mencerminkan hak untuk induk dan non pengendali. | Hanya diakui sebesar hak induk |
Penyajian pihak non pengendali / NCI | Sebagai bagian dari ekuitas | Tidak sebagai equity atau utang (sebelum ekuitas) |
Goodwill | Goodwill merupakan aset entitas yang diakui penuh pada tanggal akuisis | Goodwill hanya milik induk |
PSAK – 4 LK KONSOLIDASIAN
114
LK Konsolidasian
ISI
LK Tersendiri
LK Tersendiri
115
Sebagai bagan dari informasi tambahan
Iinvestasi dicatat dengan menggunakan metode biaya
Hanya untuk entitas terkonsolidasi
Ketentuan
Penyajian
Pengungkapan
PSAK No. 12 Pengendalian Bersama
116
Perihal | PSAK No. 12 (revisi) | PSAK 12 |
Pengendalian bersama operasi dan Pengendalian bersama aset |
| Laporan keuangan tersendiri wajib disusun jika jumlahnya material dan proyek berjangka waktu panjang |
Pengendalian bersama entitas | Metode ekuitas dan konsolidasi proporsional | Tidak diatur |
Investasi Asosiasi - PSAK 15
117
| PSAK 15 | PSAK 15 Lama |
Ruang lingkup | Pengecualian untuk investasi pada entitas asosiasi yang dicatat dg PSAK 55 (fair value option) | Tidak ada pengecualian tsb |
Pengaruh signifikan |
|
|
Metode akuntansi | Metode ekuitas | Metode ekuitas dan metode biaya (pembatasan jangka panjang dan tujuan dijual dalam jangka pendek) |
Lanjutan...
118
| PSAK 15 | PSAK 15 Lama |
Penerapan metode ekuitas | Tidak diterapkan jika diklasifikasikan sebagai asset for sale (cost or FV - cost to sale) | Tidak diterapkan jika pembatasan jangka panjang dan tujuan dijual jangka pendek |
| Goodwill tidak diamortisasi | Goodwill diamortisasi |
| Pengaruh signifikan hilang, sisa investasi diukur pada FV dan dicatat dg PSAK 55 | Tidak ada penjelasan |
Penurunan nilai | Indikasi mengacu ke PSAK 55, pengukuran ke PSAK 48 | Tidak ada penjelasan |
PSAK 45 : Organisasi Nirlaba
119
PSAK 63 : Akuntansi Hiperinflasi
120
Langkah-langkah
121
Pemilihan indeks harga umum
Analisis dan penyajian-kembali aset dan liabilitas
Penyajian-kembali laba rugi
Perhitungan laba rugi posisi moneter neto
Penyajian-kembali arus kas
Penyajian-kembali periode sebelumnya
PSAK 61 Hibah Pemerintah
122
PSAK 64 : Eksplorasi dan Evaluasi Sumber Daya Mineral
123
IFRS 6
Exploration for and Evaluation of Mineral Resources
PSAK 29
Akuntansi Minyak dan Gas Bumi
PSAK 33
Akuntansi Pertambangan Umum
Akuntansi Eksplorasi & Evaluasi
124
Pengurusan Ijin
Eksplorasi & Evaluasi
Pengembangan
Produksi & Pengolahan
Lain–Lain Setelah Produksi
IFRS 6
IAS 8, 38, 16, 37 & 36
PSAK 64
Dibebankan pada periode berjalan, kecuali jika:
All other applicable IFRSs
Technical feasibility & commercial viability / cadangan Terbukti
PSAK 64: Pengukuran Aset Explorasi dan Evaluasi
125
PSAK 62 Kontrak Asuransi
126
1
2
3
Dampak:
Jika PSAK 62 diterapkan, maka kontrak yang mempunyai bentuk hukum sebagai kontrak asuransi belum tentu memenuhi definisi sebagai kontrak asuransi, begitu juga sebaliknya.
Karakteristik
Implikasi Penerapan PSAK 62
127
PSAK 62
PSAK 62: Kontrak Asuransi
128
PSAK 38 Kontrak Asuransi Jiwa
129
PSAK 28 Kontrak Asuransi Kerugian
130
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK
( SAK – ETAP )
SAK ETAP
132
AKUNTABILITAS PUBLIK SIGNIFIKAN
133
SAK – ETAP: Why?
134
Manfaat SAK ETAP
sehingga dapat menggunakan laporan keuangannya untuk mendapatkan dana (misalnya dari Bank) untuk pengembangan usaha.
135
SAK ETAP
136
IFRS for SMEs
• Target dari IFRS for SMEs adalah perusahaan menengah ke bawah.
137
SAK ETAP
• Merupakan standar yang berdiri sendiri secara keseluruhan (stand alone)
138
ISI SAK ETAP
139
Bab | | Bab | |
1 | Ruang Lingkup | 16 | Aset Tidak Berwujud |
2 | Konsep dan Prinsip Pervasive | 17 | Sewa |
3 | Penyajian Laporan Keuangan | 18 | Kewajiban Diestimasi dan Kontijensi |
4 | Neraca | 19 | Ekuitas |
5 | Laporan Laba Rugi | 20 | Pendapatan |
6 | Laporan Perubahan Ekuitas | 21 | Biaya Pinjaman |
7 | Laporan Arus Kas | 22 | Penurunan Nilai Aset |
8 | Catatan atas Laporan Keuangan | 23 | Imbalan Kerja |
9 | Kebijakan Akuntansi, Perubahan Kebijakan Akuntansi dan Koreksi Kesalahan | 24 | Pajak Penghasilan |
10 | Investasi pada Efek Tertentu | 25 | Mata Uang Pelaporam |
11 | Persediaan | 26 | Transaksi dalam Mata Uang Asing |
12 | Investasi pada Entitas Asosiasi dan Entitas Anak | 27 | Peristiwa setalah Akhir Periode Pelaporan |
13 | Investasi pada Joint Venture | 28 | Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa |
14 | Propoerti Investasi | 29 | Ketentuan Transisi |
15 | Aset Tetap | 30 | Tanggal Efektif |
| | | Daftar Istilah |
Ruang lingkup
• Tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan
• Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal
140
BAB1
Ruang Lingkup
Ruang lingkup
141
Laporan keuangan untuk tujuan umum
− pemegang saham,
− kreditor,
− pekerja,
− masyarakat dalam arti luas
142
Apakah memiliki akuntabilitas publik?
143
Perbedaan Pokok PSAK dan SAK ETAP
144
Rerangka konseptual
145
KDPPLK | SAK ETAP |
Tujuan laporan keuangan | Sama |
Karakteristik kualitatif laporan keuangan | Sama |
Unsur-unsur laporan keuangan | Sama |
Konsep pengakuan | Sama |
Konsep pengukuran:
| Konsep pengukuran:
|
Konsep pemeliharaan modal | Tidak ada |
Penyajian Laporan Keuangan
146
SAK UMUM | SAK ETAP |
Kepatuhan terhadap SAK Pengungkapan atas PSAK “misleading” | Kepatuhan terhadap SAK ETAP |
Komponen laporan keuangan:
| Komponen laporan keuangan:
|
Tanggung jawab atas lapkeu | Tidak ada |
Dasar akrual & kelangsungan usaha | Sama |
Penyajian Laporan Keuangan (2)
147
SAK UMUM | SAK ETAP |
| Neraca
|
Laporan laba rugi komprehensif
| Laporan laba rugi
|
Penyajian Laporan Keuangan (3)
148
SAK UMUM | SAK ETAP |
Laporan perubahan ekuitas
| Laporan perubahan ekuitas
|
Laporan arus kas
| Laporan arus kas
|
Penyajian Laporan Keuangan (4)
149
SAK UMUM | SAK ETAP |
Catatan atas laporan keuangan
| Catatan atas laporan keuangan
|
Laporan Keuangan Konsolidasian
150
SAK UMUM | SAK ETAP |
Laporan keuangan konsolidasian | Tidak menyusun laporan keuangan konsolidasian |
Laporan keuangan tersendiri (lampiran dari laporan keuangan konsolidasian) | |
Konsolidasi entitas bertujuan khusus |
Kebijakan Akuntansi, Estimasi Akuntansi dan Kesalahan
151
SAK UMUM | SAK ETAP |
Kebijakan akuntansi
| Kebijakan akuntansi
|
Estimasi akuntansi | Sama |
Kesalahan | Sama |
Instrumen Keuangan
152
SAK UMUM | SAK ETAP |
Instrumen keuangan | Efek yang diperdagangkan (marketable securities) |
|
|
Maksud dan kemampuan | Maksud |
Persediaan
153
SAK UMUM | SAK ETAP |
Biaya perolehan atau nilai realisasi neto (mana lebih rendah) | Sama |
FIFO dan rata-rata tertimbang | Sama |
Persediaan pialang-pedagang komoditi menggunakan fair value | Tidak ada |
Persediaan pemberi jasa | Sama |
Investasi pada Entitas Asosiasi
154
SAK UMUM | SAK ETAP |
Pengaruh signifikan
| Pengaruh signifikan
|
Metode ekuitas | Metode biaya |
Investasi pada entitas asosiasi yang tersedia untuk dijual | Tidak ada |
Investasi pada Joint Venture
155
SAK UMUM | SAK ETAP |
Pengendalian bersama operasi | Pengendalian bersama operasi |
Pengendalian bersama aset | Pengendalian bersama aset |
Pengendalian bersama entitas
| Pengendalian bersama entitas
|
Investasi pada Entitas Anak
156
SAK UMUM | SAK ETAP |
Pengendalian, termasuk entitas bertujuan khusus | Pengendalian, tidak mengatur entitas bertujuan khusus |
Metode ekuitas dan harus dikonsolidasikan | Metode ekuitas dan tidak dikonsolidasikan |
Transaksi pelepasan kepemilikan tetapi tidak menyebabkan hilangnya pengendalian (transaksi ekuitas) | Tidak ada |
Properti Investasi dan Aset Tetap
157
SAK UMUM | SAK ETAP |
Properti investasi
| Properti investasi
|
Aset tetap
| Aset tetap
|
Aset Tidak Berwujud
158
SAK UMUM | SAK ETAP |
Berasal dari internal dan eksternal | Berasal dari eksternal |
Umur manfaat terbatas dan tidak terbatas | Umur manfaat terbatas |
Goodwill | Tidak ada |
Model biaya dan model revaluasi | Model biaya |
Sewa
159
SAK UMUM | SAK ETAP |
Perjanjian sewa dan perjanjian mengandung sewa | Perjanjian sewa |
Klasifikasi sewa: indikator dan situasi yang memerlukan judgment | Klasifikasi sewa: indikator yang tidak perlu judgment:
|
Jual dan sewa-balik (sale and leaseback) | Tidak ada |
Sewa dan sewa lanjut (lease and sublease) | Tidak ada |
Kewajiban Diestimasi (Provisi) dan Kontinjensi, Ekuitas, dan Pendapatan
160
SAK UMUM | SAK ETAP |
Kewajiban diestimasi (provisi), aset kontinjensi, dan kewajiban kontinjensi | Sama |
Ekuitas | Sama |
Pendapatan penjualan barang dan jasa | Sama |
Biaya Pinjaman dan Penurunan Nilai
161
SAK UMUM | SAK ETAP |
Biaya pinjaman dikapitalisasi | Biaya pinjaman dibebankan |
Penurunan nilai
| Penurunan nilai
|
Imbalan Kerja
162
SAK UMUM | SAK ETAP |
Imbalan kerja jangka pendek | Imbalan kerja jangka pendek |
Imbalan pasca kerja | Imbalan pasca kerja, perhitungan lebih sederhana |
Imbalan kerja jangka panjang lainnya | Imbalan kerja jangka panjang lainnya |
Pesangon pemutusan kerja | Pesangong pemutusan kerja |
Imbalan berbasis saham | Tidak ada |
Pajak Penghasilan
163
SAK UMUM | SAK ETAP |
Konsep pajak tangguhan (deferred tax concept) | Konsep pajak terutang (tax liability concept) |
Laba fiskal dan laba akuntansi | Laba fiskal |
Aset dan liabilitas pajak tangguhan | Utang pajak |
Mata Uang Pelaporan dan Transaksi Valas
164
SAK UMUM | SAK ETAP |
Mata uang pelaporan: rupiah atau mata uang asing | Mata uang pelaporan: rupiah atau mata uang asing |
Transaksi valas: kurs tanggal transaksi | Transaksi valas: kurs rata-rata bulanan (mingguan) |
TERIMA KASIH
Dwi Martani
martani@ui.ac.id atau dwimartani@yahoo.com
081318227080 / 08161932935
http:/staff.blog.ui.ac.id/martani/
http://dwimartani.com
165