Bab
5
Dinamika Kependudukan di Indonesia
Buku Siswa Aktif dan Kreatif
Belajar Geografi 2 untuk SMA/MA Kelas XI Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial
Amatilah tabel jumlah penduduk Indonesia pada 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010. Berapakah jumlah proyeksi penduduk pada 2020?
Dari tabel tersebut, berapakah laju pertumbuhan penduduk di Indonesia dari tahun ke tahun? Berapakah proyeksi penduduk pada tahun 2020? Diskusiknlah dengan teman belajar Anda.Carilah informasi mengenai proyeksi penduduk Indonesia pada tahun 2020, serta dampak yang ditimbulkannya. Serta buatlah peta sebaran jumlah penduduk Indonesia tahun 2010. Buatlah kesimpulan dari hasil diskusi dan informasi tersebut. Tulislah kesimpulan dari hasil diskusi, kemudian kemukakan di depan kelas dengan percaya diri.
Diskusi
Kerjakan Kegiatan 5.1 halaman 130 untuk mengetahui model piramida penduduk 10 negara di dunia dengan jumlah penduduk terbanyak
Kegiatan
1. Faktor Dinamika Kependudukan
Dinamika penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah dari waktu ke waktu. Dinamika penduduk dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya sebagai berikut.
a. Perkembangan Jumlah penduduk
Perkembangan penduduk dunia pada perang dunia 1 dan 2 dibedakan atas tiga wilayah, yaitu sebagai berikut.
Kerjakan Tugas 5.1
halaman 130, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2
Pemerintah gencar mengembangkan upaya untuk mengatasi permasalahan kependudukan di Indonesia. Upaya yang ditempuh untuk mengatasi permasalahan, di antaranya sebagai berikut.
b. Pertumbuhan Penduduk
Fenomena bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk dari waktu ke waktu di wilayah tertentu disebut dinamika penduduk.
Pertumbuhan penduduk dapat dibedakan menjadi
Gejala kependudukan
Faktor kelahiran (fertilitas),
Faktor kematian (mortalitas),
Migrasi.
dipengaruhi
Pertumbuhan penduduk rendah jika kurang dari 1%, jika 1% – 2% dikategorikan sedang, dan jika lebih dari 2% dikategorikan tinggi (Mantra, 2003).
Kerjakan Kegiatan 5.2 halaman 131 untuk mengetahui manfaat pengelompokan penduduk.
Kegiatan
Komposisi penduduk biologis.
d. Komposisi Penduduk
Komposisi penduduk adalah proses pengelompokkan data-data kependudukan melalui variabel tertentu.
Pengelompokkan penduduk
Komposisi penduduk sosial,
Komposisi penduduk ekonomi,
Komposisi penduduk geografis.
meliputi umur dan jenis kelamin
tingkat pendidikan, dan status perkawinan (status marital).
lapangan pekerjaan, jenis pekerjaan, dan tingkat kepadatan penduduk.
tempat tinggal, perkotaan, perdesaan, provinsi, dan kabupaten/kota
meliputi
meliputi
meliputi
berdasarkan
2) Kematian (Mortalitas)
Tinggi rendahnya tingkat kematian tidak hanya memengaruhi pertumbuhan penduduk, tetapi juga merupakan alat ukur dari tinggi rendahnya tingkat kesehatan masyarakat.
c. Fertilitas dan Mortalitas
1) Kelahiran (Fertilitas)
Fertilitas merupakan gambaran mengenai jumlah kelahiran hidup dalam suatu wilayah pada periode waktu tertentu.
Angka kelahiran dikelompokkan menjadi tiga yaitu:
Peristiwa kematian dapat terjadi di dalam rahim (intravterin) dan di luar rahim (ekstravterin). Peritiwa kematian di dalam rahim, yaitu sebagai berikut.
Adapun kematian bayi di luar rahim yaitu sebagai berikut.
Komposisi Penduduk Menurut Usia
Komposisi penduduk menurut usia dan jenis kelamin dapat divisualkan dengan grafik yang disebut piramida penduduk. Garis vertikal menggambarkan umur dan garis horizontal menggambarkan jenis kelamin.
Kerjakan Kegiatan 5.3 halaman 132 untuk mengetahui contoh negara dengan masing-masing jenis piramida penduduknya.
Kegiatan
Konstruktif,
jika penduduk yang berada dalam kelompok termuda jumlahnya sedikit. Tipe ini terdapat pada negara-negara dengan tingkat kelahiran rendah.
Karakteristik penduduk suatu negara berdasarkan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin,
Ekspansif,
jika sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur muda. Tipe ini umumnya terdapat pada negara-negara yang memiliki angka kelahiran dan angka kematian tinggi.
Stasioner,
jika banyaknya penduduk dalam tiap kelompok umur hampir sama, kecuali pada kelompok umur tertentu. Tipe ini terdapat pada negara-negara yang memiliki tingkat kelahiran dan tingkat kematian rendah.
Kerjakan Kegiatan 5.4 halaman 134 untuk mengetahui jumlah penduduk dan permasalahan kependudukan.
Kegiatan
e. Persebaran Penduduk
Secara garis besar persebaran penduduk di suatu wilayah kondisi geografis dan administratif.
Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk adalah perbandingan antara jumlah penduduk dan luas wilayah.
Persebaran Penduduk
Kondisi geografis
Administratif
dapat dibedakan berdasarkan
berkaitan dengan
Kepadatan penduduk alami,
Kepadatan penduduk fisiologis,
Kepadatan penduduk agraris.
dibedakan atas
Kerjakan Kegiatan 5.5 halaman 135 untuk mengetahui proyeksi penduduk Indonesia pada tahun 2010-2035
Kegiatan
2. Proyeksi Kependudukan
Proyeksi penduduk di Indonesia dilakukan untuk kepentingan pembangunan seperti membuat sebuah perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang sebagai upaya untuk meningkatkaan kesejahteraan penduduk. Perencanaan pembangunan tersebut meliputi perencanaan penyediaan bahan pangan, fasilitas kesehatan, pendidikan, perumahan, lapangan pekerjaan dan lain sebagainya.
Kerjakan Kegiatan 5.6 halaman 136 untuk mengetahui pengertian mobilitas, maka carilah informasi dari berbagai sumber mengenai jenis mobilitas yakni mobilitas vertikal dan horizontal beserta contohnya.
Kegiatan
1. Mobilitas Penduduk
Mobilitas (pergerakan) penduduk merupakan gejala dan fenomena sosial yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Orang yang melakukan mobilitas dan pergerakan disebut migran.
Mobilitas atau pergerakan penduduk dibedakan atas mobilitas nonpermanen dan permanen.
1) Migrasi Internasional, yaitu proses perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya, meliputi:
Mobilitas Penduduk
Mobilitas Non Permanen
Komutasi merupakan bentuk mobilitas penduduk secara ulang-alik (pergi-pulang) tanpa menginap di tempat yang dituju atau kurang dari 24 jam.
Sirkulasi adalah jenis mobilitas penduduk nonpermanen, tetapi sempat menginap di tempat tujuan.
Mobilitas Permanen (Migrasi)
Pergerakan manusia yang bersifat permanen, terjadi jika perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah yang lain dan menetap di tempat tujuan.
2) Migrasi Internal, yaitu proses perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lainnya, meliputi:
Kerjakan Tugas 5.3
halaman 136, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2
Kerjakan Kegiatan 5.7 halaman 137 untuk mengetahui upaya apa yang dapat Anda lakukan untuk menekan laju urbanisasi.
Kegiatan
Arus migrasi yang terjadi di suatu wilayah dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
faktor pendorong dan penghambat migrasi.
Kerjakan Tugas 5.4
halaman 137, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2
2. Tenaga Kerja
Pertumbuhan penduduk yang tinggi, merupakan sebuah modal yang sangat besar dalam memaksimalkan pembangunan di suatu negara.
Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa, baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat.
Pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia terutama pembangunan ekonomi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan nasional. Salah satu modal yang dominan dalam menyukseskan program pembangunan ialah tenaga kerja.
Namun, jika hal ini tidak diimbangi dengan pertumbuhan angkatan kerja maka akan memunculkan permasalahan baru dalam hal ketenagakerjaan, angka pengangguran akan mengalami peningkatan yang besar.
Kerjakan Tugas 5.6
halaman 138, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2
Pekerja (employment) adalah kelompok angkatan kerja yang benar-benar sudah bekerja. baik bekerja penuh atau paruh waktu
Penduduk Usia Kerja
a. Angkatan Kerja
Penduduk yang berusia kerja 15-64 tahun, yang bekerja atau mempunyai pekerjaan namun sementara tidak bekerja atau pengangguran dan sedang mencari pekerjaan.
b. Bukan Angkatan Kerja
Penduduk yang bukan angkatan kerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun dan lebih yang tidak bersedia bekerja, walaupun sebenarnya mereka mampu bekerja dan ada permintaan kerja.
Misalnya anak-anak yang masih sekolah, mahasiswa, ibu rumah tangga dan kegiatan lainnya seperti orang yang sudah pensiun dan orang cacat jasmani.
Penganggur (unemployment) adalah kelompok angkatan kerja yang ingin bekerja, tetapi belum mendapatkan pekerjaan. Baik penganggur volunter (penganggur sukarela) atau pengangguran involunter (pengangguran terpaksa).
Kerjakan Tugas 5.8
halaman 139, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2
Masalah ketenagakerjaan yang ada di Indonesia, di antaranya sebagai berikut.
Kerjakan Kegiatan 5.8 halaman 140 untuk mengetahui permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Kegiatan
Peranan pemerintah dalam mengatasi permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia.
1. Kualitas Penduduk
a. Kualitas Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
Klasifikasi kualitas penduduk menurut pendidikan terdiri atas penduduk tidak sekolah, tidak tamat Sekolah Dasar, tamat Sekolah Dasar, tamat Sekolah Menengah Pertama, tamat Sekolah Menengah Atas, dan tamat Akademi/Perguruan Tinggi.
Tingkat pendidikan penduduk Indonesia memang mengalami kemajuan. Meskipun demikian, tingkat pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara di dunia lainnya.
Faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia adalah sebagai berikut.
Kerjakan Tugas 5.9
halaman 141, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2
Untuk meningkatkan kualitas penduduk dari segi pendidikan pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah, antara lain sebagai berikut.
Kerjakan Kegiatan 5.9 halaman 142 untuk mengetahui ledakan penduduk dunia.
Kegiatan
b. Kualitas Penduduk Menurut Tingkat Kesehatan
Tingkat kesehatan suatu negara dapat dinilai dari tinggi rendahnya angka kematian kasar, angka kematian bayi, dan umur harapan hidup. Indonesia tergolong negara dengan tingkat kesehatan rendah.
Hal itu diakibatkan oleh faktor makanan, lingkungan, fasilitas kesehatan, dan ketersediaan tenaga medis.
Langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat, antara lain sebagai berikut.
2. Indeks Pembangunan Manusia
Konsep indikator pembangunan manusia sebagai ukuran pembangunan yang sejajar dengan indikator pendapatan per kapita dan laju pertumbuhan.
Minimal ada empat kebijkasanaan pokok dalam upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) yaitu.
Angka Harapan Hidup
Angka Harapan Hidup (AHH) pada waktu lahir merupakan rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang selama hidup..
Komponen Indeks Pembangunan Manusia menurut Badan Pusat Statistik.
Angka Melek Huruf
Angka melek huruf adalah persentase penduduk usia 15 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis huruf latin dan atau huruf lainnya.
Rata-Rata Lama Sekolah
Rata-rata lama sekolah menggambarkan jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk usia 15 tahun keatas dalam menjalani pendidikan formal.
Pengeluaran Riil per kapita yang disesuaikan
mengukur standar hidup layak menggunakan Produk Domestik Bruto (PDB) riil yang disesuaikan, sedangkan BPS dalam menghitung standar hidup layak menggunakan rata-rata pengeluaran per kapita riil yang disesuaikan dengan formula Atkinson
Kerjakan Kegiatan 5.10 halaman 145 untuk mengetahui informasi mengenai data kependudukan yang meliputi indikator IPM.
Kegiatan
formula Atkinson
1. Bonus Demografi
Bonus demografi adalah kondisi menurunnya angka ketergantungan penduduk usia tidak produktif terhadap usia produktif akibat penurunan jumlah kelahiran. Dengan kata lain bahwa bonus demografi adalah melimpahnya jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) atau usia kerja dibandingkan dengan usia tidak produktif (usia 0-14 tahun dan lanjut usia >65 tahun).
Kerjakan Kegiatan 5.11 halaman 146 untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari adanya bonus demografi
Kegiatan
Kerjakan Tugas 5.11
halaman 147, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2
2. Dampak Positif Bonus Demografi terhadap Pembangunan
Bonus demografi dapat memberikan dampak yang sangat positif bagi perekonomian dan pembangunan, antara lain:
Kerjakan Tugas 5.12
halaman 148, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2
Dampak negatif atau bahkan bencana sosial bionus demografi.
Upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia harus dilakukan oleh seluruh komponen bangsa
a. Pemerintah
Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, di antaranya sebagai berikut.
Kerjakan Kegiatan 5.12 halaman 148 untuk mengetahui provinsi yang memiliki bonus demografi .
Kegiatan
b. Masyarakat
Upaya untuk meningkatkan sumberdaya manusia tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, melainkan juga harus melibatkan masyarakat. Upaya yang dapat dilakukan di antaranya sebagai berikut.
Kerjakan Tugas 5.13
halaman 150, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2
1. Masalah Penduduk Bersifat Kuantitatif
Setiap negara pasti memiliki permasalahan yang berbeda-beda. Penduduk merupakan salah satu sumber yang dihadapi oleh kebanyakan negara berkembang.
a. Jumlah Penduduk Besar
Penduduk dalam suatu negara merupakan subjek dan objek pembangunan.
Indonesia menghadapi masalah yang berkaitan dengan banyaknya jumlah penduduk yaitu sebagai berikut.
Manfaat jumlah penduduk yang besar di antaranya:
Kerjakan Kegiatan 5.13 halaman 151 untuk mengetahui dampak pertumbuhan penduduk yang cepat dan dampak dari jumlah penduduk yang besar .
Kegiatan
b. Pertumbuhan Penduduk Cepat
Secara nasional pertumbuhan penduduk Indonesia masih relatif cepat, walaupun ada kecenderungan menurun.
c. Tingkat Kemakmuran yang Rendah
Meskipun tidak termasuk negara miskin, jumlah penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan cukup besar yakni sebanyak 37,5 juta penduduk. Kemakmuran berbanding lurus dengan kualitas sumber daya manusia.
Keadaan demikian tentunya sangat tidak menguntungkan dalam pelaksanakan pembangunan wilayah dan peningkatan pertahanan keamanan negara. Oleh karena itu, Indonesia mengeluarkan program Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam keluarga demi kesejahteraan keluarga.
Laju pertumbuhan penduduk pada 1971–1980 sebesar 2,32% per tahun, tahun 1980–1990 sebesar 1,98% pertahun dan periode 1990–2000 sebesar 1,6% per tahun.
Banyak negara yang miskin sumber daya alam tetapi tingkat kemakmuran penduduknya tinggi. Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya sumber daya alam, akan tetapi banyak penduduk yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.
2. Masalah Penduduk Bersifat Kualitatif
Angka Kematian
Angka kematian kasar (Crude Death Rate) adalah angka yang menunjukkan berapa besarnya kematian yang terjadi pada suatu tahun tertentu untuk setiap 1000 penduduk.
Angka Harapan Hidup
Angka harapan hidup pada suatu umur x adalah rata-rata tahun hidup yang masih akan dijalani oleh seseorang yang telah berhasil mencapai umur x, pada suatu tahun tertentu, dalam situasi mortalitas yang berlaku di lingkungan masyarakatnya.
b. Tingkat Pendidikan yang Rendah
Tingkat pendidikan bukanlah satu-satunya indikator untuk mengukur kualitas SDM penduduk suatu negara. Kualitas SDM berhubungan dengan produktivitas kerja.
a. Tingkat Kesehatan Penduduk yang Rendah
Indikator untuk melihat kualitas kesehatan penduduk adalah dengan melihat angka kematian dan angka harapan hidup.
Kerjakan Tugas 5.14
halaman 153, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2
1. Sensus Penduduk
Sensus penduduk adalah keseluruhan proses pendataan penduduk berawal dari pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan penilaian. Informasi kependudukan yang harus didata menurut PBB, antara lain sebagai berikut.
a. Sensus de Jure
Sensus ini berupa proses pencacahan jiwa yang dilaksanakan terhadap semua orang yang benar-benar tercatat dan berdomisili di suatu wilayah.
b. Sensus de Facto
Sensus ini berupa proses pencacahan penduduk yang dilaksanakan terhadap semua orang yang ditemui petugas sensus ketika pelaksanaan sensus penduduk.
1) Canvasser, yaitu sensus yang dilaksanakan dengan cara petugas mendatangi rumah-rumah penduduk dan mewawancarainya.
2) House Holder, yaitu sensus yang dilaksanakan dengan cara mengirim daftar pertanyaan atau angket yang disebarkan pada tiap-tiap rumah penduduk.
Kerjakan Kegiatan 5.14 halaman 155 untuk mengetahui jenisnya, sumber data kependudukan terbagi menjadi 2 yakni data primer dan data sekunder.
Kegiatan
2. Registrasi Penduduk
Registrasi penduduk dilaksanakan untuk menghimpun data kependudukan yang bersifat dinamis yang tidak terdata melalui sensus, seperti data kelahiran, kematian, mobilitas penduduk, perkawinan, dan perceraian.
3. Survei Penduduk
Hasil sensus penduduk dan registrasi penduduk memiliki tingkat keterbatasan, yaitu hanya menyediakan data statistik kependudukan dan kurang memberikan informasi tentang sifat dan perilaku penduduk setempat.
Pelaksanaan registrasi penduduk dilaksanakan oleh lembaga-lembaga yang terkait dengan kependudukan. Pelaksana registrasi penduduk dilakukan kepala desa dan seluruh perangkatnya.
Untuk mengatasi keterbatasannya perlu dilaksanakan survei penduduk yang sifatnya lebih terbatas dan informasi yang dikumpulkan lebih luas. Survei penduduk biasanya dilaksanakan dengan sistem sampel atau dalam bentuk studi kasus.
Kerjakan Tugas 5.16
halaman 156, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2
1. Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk, dibedakan menjadi empat, yaitu pertumbuhan penduduk alami, total, geometrik dan eksponensial. Dari data kependudukan ke empat pertumbuhan tersebut dapat diketahui.
a. Pertumbuhan Penduduk Alami
Pertumbuhan penduduk alami merupakan angka kenaikan dan penurunan penduduk yang dipengaruhi kelahiran dan kematian.
Rumus pertumbuhan penduduk alami, yaitu sebagai berikut.
Kerjakan Kegiatan 5.15 halaman 157 untuk perhitungan pertumbuhan penduduk alami dan total
Kegiatan
b. Pertumbuhan Penduduk Total
Pertumbuhan penduduk total merupakan kenaikan atau penurunan jumlah penduduk yang diperhitungkan berdasarkan jumlah kelahiran, kematian, dan migrasi.
Adapun rumus untuk menghitung pertumbuhan penduduk total sebagai berikut.
Kerjakan Kegiatan 5.15 halaman 157 untuk perhitungan pertumbuhan penduduk alami dan total
Kegiatan
c. Pertumbuhan Penduduk Geometri
Rumus untuk menghitung pertumbuhan penduduk geometri adalah sebagai berikut.
d. Pertumbuhan Penduduk Eksponensial
Rumus untuk menghitung pertumbuhan penduduk eksponensial adalah sebagai berikut.
Kerjakan Tugas 5.17
halaman 158, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2
2. Fertilitas (Kelahiran)
Fertilitas dikelompokkan menjadi tiga, yaitu angka kelahiran kasar, angka kelahiran umum, dan angka kelahiran menurut usia. Dari data kependudukan, angka fertilitas di suatu wilayah atau negara dapat diketahui.
a. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate : CBR)
Angka kelahiran kasar, yaitu angka yang menunjukkan banyaknya bayi yang lahir hidup dari setiap seribu penduduk dalam periode tahun tertentu.
Kelemahan perhitungan ini tidak membedakan risiko melahirkan dari berbagai kelompok umur sehingga wanita yang berumur 45 tahun memiliki risiko melahirkan yang sama dengan wanita yang berumur 20 tahun.
Kerjakan Tugas 5.18
halaman 158, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2
b. Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate : GFR)
Angka kelahiran umum yaitu angka yang menunjukkan jumlah komposisi bayi lahir hidup dari setiap seribu penduduk wanita usia reproduktif dalam periode tahun tertentu. Adapun yang dimaksud usia reproduksi adalah wanita berusia antara 15-49 tahun.
Adapun rumus untuk menghitung angka kelahiran umum, yaitu sebagai berikut.
Kerjakan Tugas 5.19
halaman 159, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2
c. Angka Kelahiran Menurut Kelompok Umur (Age Spesific Fertility Rate : ASFR)
Angka kelahiran menurut kelompok umur adalah angka kelahiran yang sudah lebih khusus memperhitungkan jumlah wanita yang berpotensi melahirkan pada rentang waktu dan usia tertentu.
Kelebihan perhitungan ini, ukurannya lebih karena berdasarkan umur tertentu yang mempertimbangkan risiko melahirkan. Adapun rumus untuk menghitung angka kelahiran menurut umur yaitu sebagai berikut.
Kerjakan Tugas 5.20
halaman 159, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2
3. Mortalitas (Kematian)
Mortalitas (kematian) dikelompokkan menjadi tiga yaitu angka kematian kasar, angka kematian umur tertentu, dan angka kematian bayi. Dari data kependudukan, angka mortalitas di suatu wilayah atau negara dapat diketahui.
a. Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate : CDR)
Angka kematian kasar adalah angka yang menunjukkan kematian yang memerhitungkan seluruh penduduk dengan jumlah penduduk yang meninggal dunia dari tiap-tiap seribu penduduk..
Rumus yang digunakan untuk menghitung angka kematian kasar adalah sebagai berikut
Kerjakan Tugas 5.21
halaman 160, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2
b. Angka Kematian Menurut Umur Tertentu (Age Spesific Death Rate : ASDR)
Risiko kematian berbeda antara satu kelompok umur dengan kelompok umur tertentu. Orang yang berumur 65 tahun akan berisiko meninggal lebih tinggi dibandingkan dengan yang berumur 25 tahun. Angka kematian menurut usia menunjukkan jumlah penduduk yang meninggal dunia dari seribu penduduk pada usia tertentu.
Adapun rumus untuk menghitungnya, yaitu sebagai berikut.
Kerjakan Tugas 5.22
halaman 160, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2
c. Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate : IMR)
Angka kematian bayi merupakan salah satu indikator penentuan kesehatan masyarakat. Angka kematian bayi di negara maju biasanya lebih rendah jika dibandingkan dengan di negara berkembang.
Angka kematian bayi menunjukkan jumlah bayi meninggal dunia dari seribu bayi yang lahir hidup pada periode tahun tertentu.
Rumus untuk menghitung angka kematian bayi yaitu, sebagai berikut.
Kerjakan Kegiatan 5.17 halaman 161 untuk perhitungan angka kematian.
Kegiatan
4. Komposisi Penduduk
Dari data komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin, dapat dihitung perbandingan jumlah laki-laki dibandingkan dengan perempuan (sex ratio) dan angka beban ketergantungan (dependency ratio) penduduk disuatu daerah.
a. Sex Ratio
Dari data jenis kelamin dan komposisi penduduk menurut usia dan jenis kelamin dapat diketahui rasio jenis kelaminnya (sex ratio), yaitu perbandingan jumlah laki-laki dibandingkan dengan jumlah perempuan dalam waktu tertentu. Adapun rumus untuk menghitung sex ratio, yaitu sebagai berikut.
Setelah melalui perhitungan berdasarkan rumus sex ratio, data hasil perhitungan tersebut dapat disajikan dalam bentuk tabel. Penyajian dalam bentuk tabel akan memudahkan orang atau pencari data kependudukan yang memerlukan data sex ratio di suatu wilayah.
Kerjakan Kegiatan 5.19 halaman 162 untuk mengetahui analisis dan kesimpulan berdasarkan tabel
Kegiatan
b. Dependency Ratio
Data komposisi penduduk menurut usia dapat diketahui juga angka beban tanggungan (dependency ratio). Angka beban tanggungan adalah perbandingan antara penduduk usia tidak produktif dengan penduduk usia masih produktif
Adapun rumus untuk menghitung angka beban tanggungan, yaitu sebagai berikut.
Angka dependency ratio dapat menggambarkan perbandingan antara jumlah penduduk usia produktif dan penduduk usia non-produktif. Angka dependency ratio di setiap wilayah berbeda-beda. Semakin kecil beban ketergantungan (dependency ratio) akan memberikan kesempatan bagi penduduk usia produktif untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
Kerjakan Kegiatan 5.20 halaman 163 untuk mengetahui kriteria tingkat kepadatan penduduk menurut Undang-Undang No. 56/PRP Tahun 1960
Kegiatan
5. Persebaran Penduduk
Kepadatan penduduk merupakan perbandingan antara jumlah penduduk dan luas wilayah. kepadatan penduduk disuatu daerah dapat dihitung jumlah kepadatannya. Kepadatan penduduk dibedakan menjadi tiga yaitu kepadatan penduduk alami, kepadatan penduduk fisiologis, dan kepadatan penduduk agraris.
a. Kepadatan Penduduk Alami
Kepadatan penduduk alami adalah perbandingan jumlah penduduk dan luas wilayah secara keseluruhan dalam km2.
Kerjakan Tugas 5.23
halaman 163, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2
b. Kepadatan Penduduk Fisiologis
Kepadatan penduduk fisiologis adalah perbandingan antara jumlah penduduk dan luas wilayah pertanian. Kepadatan ini lebih spesifik karena hanya memerhitungkan luas wilayah pertanian.
Kerjakan Kegiatan 5.21 halaman 164 untuk mengetahui kriteria tingkat kepadatan penduduk menurut Undang-Undang No. 56/PRP Tahun 1960
Kegiatan
c. Kepadatan Penduduk Agraria
Kepadatan penduduk agraris adalah perbandingan antara jumlah penduduk petani dan luas wilayah pertanian.
Kesimpulan
Kemukakanlah pertanyaan atau pendapat Anda tentang materi pembelajaran bab ini.
Dinamika Kependudukan Indonesia
Faktor Dinamika dan Proyesksi Kependudukan
Mobilitas Penduduk dan Tenaga Kerja
Kualitas Penduduk dan Indeks Pembangunan Manusia
Bonus Demografi dan Dampaknya terhadap Pembangunan
Permasalahan yang diakibatkan Dinamika Kependudukan
Sumber Data Kependudukan
Pengolahan dan Analisis Data Kependudukan
Kuis
Kerjakan
Uji Kompetensi Bab 5 halaman 167-170,
buku Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2
Terima Kasih
Mencoba bukanlah untuk menjadikan manusia yang sukses. Tapi mencoba untuk menjadi manusia yang bernilai.
(Albert Einstein)
Referensi
misteraladin.com
www.pptbackgroundstemplates.com
Created By:
R. Irvan Noor