1 of 53

  1. Faktor Dinamika dan Proyeksi Kependudukan
  2. Mobilitas Penduduk dan Tenaga Kerja
  3. Kualitas Penduduk dan Indeks Pembangunan Manusia
  4. Bonus Demografi dan Dampaknya terhadap Pembangunan
  5. Permasalahan yang Diakibatkan Dinamika Kependudukan
  6. Sumber Data Kependudukan
  7. Pengolahan dan Analisis Data Kependudukan

Bab

5

Dinamika Kependudukan di Indonesia

Buku Siswa Aktif dan Kreatif

Belajar Geografi 2 untuk SMA/MA Kelas XI Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial

2 of 53

Amatilah tabel jumlah penduduk Indonesia pada 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010. Berapakah jumlah proyeksi penduduk pada 2020?

Dari tabel tersebut, berapakah laju pertumbuhan penduduk di Indonesia dari tahun ke tahun? Berapakah proyeksi penduduk pada tahun 2020? Diskusiknlah dengan teman belajar Anda.Carilah informasi mengenai proyeksi penduduk Indonesia pada tahun 2020, serta dampak yang ditimbulkannya. Serta buatlah peta sebaran jumlah penduduk Indonesia tahun 2010. Buatlah kesimpulan dari hasil diskusi dan informasi tersebut. Tulislah kesimpulan dari hasil diskusi, kemudian kemukakan di depan kelas dengan percaya diri.

Diskusi

3 of 53

  1. Faktor Dinamika dan Proyeksi Kependudukan
  1. Wilayah Pertama, meliputi Eropa dan Amerika Serikat yang kondisi penduduknya sudah terkendali.
  2. Wilayah Kedua, meliputi negara-negara di Eropa Timur, Afrika Utara, Amerika Latin, dan Jepang yang memiliki angka kelahiran yang tinggi.
  3. Wilayah Ketiga, meliputi negara yang tidak termasuk pada wilayah pertama dan kedua yang menunjukkan angka kelahiran dan kematian yang tinggi.

Kerjakan Kegiatan 5.1 halaman 130 untuk mengetahui model piramida penduduk 10 negara di dunia dengan jumlah penduduk terbanyak

Kegiatan

1. Faktor Dinamika Kependudukan

Dinamika penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah dari waktu ke waktu. Dinamika penduduk dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya sebagai berikut.

a. Perkembangan Jumlah penduduk

Perkembangan penduduk dunia pada perang dunia 1 dan 2 dibedakan atas tiga wilayah, yaitu sebagai berikut.

4 of 53

Kerjakan Tugas 5.1

halaman 130, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

Pemerintah gencar mengembangkan upaya untuk mengatasi permasalahan kependudukan di Indonesia. Upaya yang ditempuh untuk mengatasi permasalahan, di antaranya sebagai berikut.

  1. Adanya penentuan batas terendah usia perkawinan pertama, yaitu usia 19 tahun bagi perempuan dan 21 tahun bagi laki-laki.
  2. Meluncurkan program Keluarga Berencana (KB) dan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS).
  3. Penambahan jumlah sarana dan prasarana pendidikan, sehingga menambah usia sekolah.

5 of 53

b. Pertumbuhan Penduduk

Fenomena bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk dari waktu ke waktu di wilayah tertentu disebut dinamika penduduk.

  1. Pertumbuhan penduduk alami,
  2. Pertumbuhan penduduk total,
  3. Pertumbuhan penduduk geometri,
  4. Pertumbuhan penduduk eksponensial.

Pertumbuhan penduduk dapat dibedakan menjadi

Gejala kependudukan

Faktor kelahiran (fertilitas),

Faktor kematian (mortalitas),

Migrasi.

dipengaruhi

Pertumbuhan penduduk rendah jika kurang dari 1%, jika 1% – 2% dikategorikan sedang, dan jika lebih dari 2% dikategorikan tinggi (Mantra, 2003).

6 of 53

Kerjakan Kegiatan 5.2 halaman 131 untuk mengetahui manfaat pengelompokan penduduk.

Kegiatan

Komposisi penduduk biologis.

d. Komposisi Penduduk

Komposisi penduduk adalah proses pengelompokkan data-data kependudukan melalui variabel tertentu.

Pengelompokkan penduduk

Komposisi penduduk sosial,

Komposisi penduduk ekonomi,

Komposisi penduduk geografis.

meliputi umur dan jenis kelamin

tingkat pendidikan, dan status perkawinan (status marital).

lapangan pekerjaan, jenis pekerjaan, dan tingkat kepadatan penduduk.

tempat tinggal, perkotaan, perdesaan, provinsi, dan kabupaten/kota

meliputi

meliputi

meliputi

berdasarkan

7 of 53

2) Kematian (Mortalitas)

Tinggi rendahnya tingkat kematian tidak hanya memengaruhi pertumbuhan penduduk, tetapi juga merupakan alat ukur dari tinggi rendahnya tingkat kesehatan masyarakat.

c. Fertilitas dan Mortalitas

1) Kelahiran (Fertilitas)

Fertilitas merupakan gambaran mengenai jumlah kelahiran hidup dalam suatu wilayah pada periode waktu tertentu.

Angka kelahiran dikelompokkan menjadi tiga yaitu:

  1. angka kelahiran kasar,
  2. angka kelahiran umum,
  3. angka kelahiran menurut kelompok usia.

Peristiwa kematian dapat terjadi di dalam rahim (intravterin) dan di luar rahim (ekstravterin). Peritiwa kematian di dalam rahim, yaitu sebagai berikut.

  1. Abortus,
  2. Immatur,
  3. Prematur,

Adapun kematian bayi di luar rahim yaitu sebagai berikut.

  1. Lahir mati,
  2. Kematian baru lahir,
  3. Kematian bayi.

8 of 53

Komposisi Penduduk Menurut Usia

Komposisi penduduk menurut usia dan jenis kelamin dapat divisualkan dengan grafik yang disebut piramida penduduk. Garis vertikal menggambarkan umur dan garis horizontal menggambarkan jenis kelamin.

9 of 53

Kerjakan Kegiatan 5.3 halaman 132 untuk mengetahui contoh negara dengan masing-masing jenis piramida penduduknya.

Kegiatan

Konstruktif,

jika penduduk yang berada dalam kelompok termuda jumlahnya sedikit. Tipe ini terdapat pada negara-negara dengan tingkat kelahiran rendah.

Karakteristik penduduk suatu negara berdasarkan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin,

Ekspansif,

jika sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur muda. Tipe ini umumnya terdapat pada negara-negara yang memiliki angka kelahiran dan angka kematian tinggi.

Stasioner,

jika banyaknya penduduk dalam tiap kelompok umur hampir sama, kecuali pada kelompok umur tertentu. Tipe ini terdapat pada negara-negara yang memiliki tingkat kelahiran dan tingkat kematian rendah.

10 of 53

Kerjakan Kegiatan 5.4 halaman 134 untuk mengetahui jumlah penduduk dan permasalahan kependudukan.

Kegiatan

e. Persebaran Penduduk

Secara garis besar persebaran penduduk di suatu wilayah kondisi geografis dan administratif.

Kepadatan Penduduk

Kepadatan penduduk adalah perbandingan antara jumlah penduduk dan luas wilayah.

Persebaran Penduduk

Kondisi geografis

Administratif

dapat dibedakan berdasarkan

berkaitan dengan

Kepadatan penduduk alami,

Kepadatan penduduk fisiologis,

Kepadatan penduduk agraris.

dibedakan atas

11 of 53

Kerjakan Kegiatan 5.5 halaman 135 untuk mengetahui proyeksi penduduk Indonesia pada tahun 2010-2035

Kegiatan

2. Proyeksi Kependudukan

Proyeksi penduduk di Indonesia dilakukan untuk kepentingan pembangunan seperti membuat sebuah perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang sebagai upaya untuk meningkatkaan kesejahteraan penduduk. Perencanaan pembangunan tersebut meliputi perencanaan penyediaan bahan pangan, fasilitas kesehatan, pendidikan, perumahan, lapangan pekerjaan dan lain sebagainya.

12 of 53

  1. Mobilitas Penduduk dan Tenaga Kerja

Kerjakan Kegiatan 5.6 halaman 136 untuk mengetahui pengertian mobilitas, maka carilah informasi dari berbagai sumber mengenai jenis mobilitas yakni mobilitas vertikal dan horizontal beserta contohnya.

Kegiatan

1. Mobilitas Penduduk

Mobilitas (pergerakan) penduduk merupakan gejala dan fenomena sosial yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Orang yang melakukan mobilitas dan pergerakan disebut migran.

Mobilitas atau pergerakan penduduk dibedakan atas mobilitas nonpermanen dan permanen.

13 of 53

1) Migrasi Internasional, yaitu proses perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya, meliputi:

  1. Imigrasi
  2. Emigrasi
  3. Remigrasi

Mobilitas Penduduk

Mobilitas Non Permanen

Komutasi merupakan bentuk mobilitas penduduk secara ulang-alik (pergi-pulang) tanpa menginap di tempat yang dituju atau kurang dari 24 jam.

Sirkulasi adalah jenis mobilitas penduduk nonpermanen, tetapi sempat menginap di tempat tujuan.

Mobilitas Permanen (Migrasi)

Pergerakan manusia yang bersifat permanen, terjadi jika perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah yang lain dan menetap di tempat tujuan.

2) Migrasi Internal, yaitu proses perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lainnya, meliputi:

  1. Urbanisasi
  2. Ruralisasi
  3. Transmigrasi

Kerjakan Tugas 5.3

halaman 136, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

14 of 53

Kerjakan Kegiatan 5.7 halaman 137 untuk mengetahui upaya apa yang dapat Anda lakukan untuk menekan laju urbanisasi.

Kegiatan

Arus migrasi yang terjadi di suatu wilayah dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

faktor pendorong dan penghambat migrasi.

  1. Ekonomi. Sebagian besar penduduk melakukan mobilitas untuk mencari mata pencaharian yang lebih baik.
  2. Pendidikan. Penduduk akan bermigrasi untuk mencari tingkat pendidikan yang belum ada di daerahnya atau mencari yang lebih baik kualitas pendidikannya.
  3. Keselamatan. Daerah yang banyak terjadi bencana alam dan bencana sosial cenderung akan ditinggalkan penduduk aslinya.
  4. Politik. Perbedaan cara pandangan politik seperti negara-negara dengan paham tertentu, akan ditinggalkan oleh penduduk yang tidak sama cara pandang politiknya.
  5. Keluarga. Faktor kedekatan jarak dan keinginan untuk berkumpul bersama keluarga dapat mendorong seseorang bemigrasi.

15 of 53

Kerjakan Tugas 5.4

halaman 137, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

2. Tenaga Kerja

Pertumbuhan penduduk yang tinggi, merupakan sebuah modal yang sangat besar dalam memaksimalkan pembangunan di suatu negara.

Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa, baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat.

Pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia terutama pembangunan ekonomi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan nasional. Salah satu modal yang dominan dalam menyukseskan program pembangunan ialah tenaga kerja.

Namun, jika hal ini tidak diimbangi dengan pertumbuhan angkatan kerja maka akan memunculkan permasalahan baru dalam hal ketenagakerjaan, angka pengangguran akan mengalami peningkatan yang besar.

16 of 53

Kerjakan Tugas 5.6

halaman 138, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

Pekerja (employment) adalah kelompok angkatan kerja yang benar-benar sudah bekerja. baik bekerja penuh atau paruh waktu

Penduduk Usia Kerja

a. Angkatan Kerja

Penduduk yang berusia kerja 15-64 tahun, yang bekerja atau mempunyai pekerjaan namun sementara tidak bekerja atau pengangguran dan sedang mencari pekerjaan.

b. Bukan Angkatan Kerja

Penduduk yang bukan angkatan kerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun dan lebih yang tidak bersedia bekerja, walaupun sebenarnya mereka mampu bekerja dan ada permintaan kerja.

Misalnya anak-anak yang masih sekolah, mahasiswa, ibu rumah tangga dan kegiatan lainnya seperti orang yang sudah pensiun dan orang cacat jasmani.

Penganggur (unemployment) adalah kelompok angkatan kerja yang ingin bekerja, tetapi belum mendapatkan pekerjaan. Baik penganggur volunter (penganggur sukarela) atau pengangguran involunter (pengangguran terpaksa).

17 of 53

Kerjakan Tugas 5.8

halaman 139, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

Masalah ketenagakerjaan yang ada di Indonesia, di antaranya sebagai berikut.

  1. tingginya tingkat pengangguran;
  2. jumlah angkatan kerja yang banyak;
  3. tingkat pendidikan dan keterampilan yang masih rendah;
  4. penyebaran angkatan kerja tidak merata;
  5. perlindungan terhadap kesejahteraan tenaga kerja belum maksimal.

18 of 53

Kerjakan Kegiatan 5.8 halaman 140 untuk mengetahui permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Kegiatan

  1. menyusun dan memonitor pelaksanaan peraturan-peraturan dalam ketenagakerjaan;
  2. meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja dengan mengadakan pelatihan yang sesuai dengan formasi kerja yang tersedia;
  3. memperluas dan mengembangkan kesempatan kerja di dalam negeri dan luar negeri;
  4. menjamin perlindungan tenaga kerja;
  5. membina hubungan industri di dalam negeri dan internasional;
  6. menyusun, melaksanakan, dan memonitoring pelaksana dan progam yang mendukung tercapainya tenaga kerja yang ideal.

Peranan pemerintah dalam mengatasi permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia.

19 of 53

  1. Kualitas Penduduk dan Indeks Pembangunan Manusia

1. Kualitas Penduduk

a. Kualitas Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

Klasifikasi kualitas penduduk menurut pendidikan terdiri atas penduduk tidak sekolah, tidak tamat Sekolah Dasar, tamat Sekolah Dasar, tamat Sekolah Menengah Pertama, tamat Sekolah Menengah Atas, dan tamat Akademi/Perguruan Tinggi.

Tingkat pendidikan penduduk Indonesia memang mengalami kemajuan. Meskipun demikian, tingkat pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara di dunia lainnya.

Faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia adalah sebagai berikut.

  1. Masih kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.
  2. Pendapatan penduduk yang rendah menyebabkan anak tidak dapat melanjutkan sekolah.
  3. Belum meratanya sarana pendidikan.

20 of 53

Kerjakan Tugas 5.9

halaman 141, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

  1. Membangun sekolah-sekolah baru di daerah-daerah yang kurang jumlah sekolahnya.
  2. Mengadakan perbaikan dan penambahan alat-alat praktikum, laboratorium, perpustakaan, dan buku-buku pelajaran.
  3. Menambah dan meningkatkan kualitas guru.
  4. Melaksanakan program wajib belajar dan orang tua asuh.
  5. Memberikan beasiswa kepada murid-murid yang berprestasi atau yang memerlukan bantuan.
  6. Menjalankan Undang-Undang Dasar (khususnya Pasal 31).

Untuk meningkatkan kualitas penduduk dari segi pendidikan pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah, antara lain sebagai berikut.

21 of 53

Kerjakan Kegiatan 5.9 halaman 142 untuk mengetahui ledakan penduduk dunia.

Kegiatan

b. Kualitas Penduduk Menurut Tingkat Kesehatan

Tingkat kesehatan suatu negara dapat dinilai dari tinggi rendahnya angka kematian kasar, angka kematian bayi, dan umur harapan hidup. Indonesia tergolong negara dengan tingkat kesehatan rendah.

Hal itu diakibatkan oleh faktor makanan, lingkungan, fasilitas kesehatan, dan ketersediaan tenaga medis.

Langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat, antara lain sebagai berikut.

  1. Memperbanyak fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik.
  2. Menambah jumlah serta menaikkan kualitas tenaga medis.
  3. Menyelenggarakan penyuluhan kesehatan, dan gizi.
  4. Mengadakan imunisasi masal yang murah dan gratis
  5. Membangun Posyandu.

22 of 53

2. Indeks Pembangunan Manusia

Konsep indikator pembangunan manusia sebagai ukuran pembangunan yang sejajar dengan indikator pendapatan per kapita dan laju pertumbuhan.

Minimal ada empat kebijkasanaan pokok dalam upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) yaitu.

  1. Peningkatan kualitas hidup yang meliputi kualitas manusianya seperti jasmani, rohani, dan kejuangan, maupun kualitas kehidupannya seperti perumahan dan pemukiman yang sehat;
  2. Peningkatan kualitas SDM yang produktif dan upaya pemerataan penyebarannya;
  3. Peningkatan kualitas SDM yang berkemampuan dalam memanfaatkan, mengembangkan dan menguasai iptek yang berwawasan lingkungan; serta
  4. Pengembangan pranata yang meliputi kelembagaan dan peran hukum yang mendukung upaya peningkatan kualitas SDM.

23 of 53

Angka Harapan Hidup

Angka Harapan Hidup (AHH) pada waktu lahir merupakan rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang selama hidup..

Komponen Indeks Pembangunan Manusia menurut Badan Pusat Statistik.

Angka Melek Huruf

Angka melek huruf adalah persentase penduduk usia 15 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis huruf latin dan atau huruf lainnya.

Rata-Rata Lama Sekolah

Rata-rata lama sekolah menggambarkan jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk usia 15 tahun keatas dalam menjalani pendidikan formal.

Pengeluaran Riil per kapita yang disesuaikan

mengukur standar hidup layak menggunakan Produk Domestik Bruto (PDB) riil yang disesuaikan, sedangkan BPS dalam menghitung standar hidup layak menggunakan rata-rata pengeluaran per kapita riil yang disesuaikan dengan formula Atkinson

24 of 53

Kerjakan Kegiatan 5.10 halaman 145 untuk mengetahui informasi mengenai data kependudukan yang meliputi indikator IPM.

Kegiatan

formula Atkinson

25 of 53

  1. Bonus Demografi dan Dampaknya terhadap Pembangunan

1. Bonus Demografi

Bonus demografi adalah kondisi menurunnya angka ketergantungan penduduk usia tidak produktif terhadap usia produktif akibat penurunan jumlah kelahiran. Dengan kata lain bahwa bonus demografi adalah melimpahnya jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) atau usia kerja dibandingkan dengan usia tidak produktif (usia 0-14 tahun dan lanjut usia >65 tahun).

Kerjakan Kegiatan 5.11 halaman 146 untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari adanya bonus demografi

Kegiatan

26 of 53

Kerjakan Tugas 5.11

halaman 147, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

2. Dampak Positif Bonus Demografi terhadap Pembangunan

Bonus demografi dapat memberikan dampak yang sangat positif bagi perekonomian dan pembangunan, antara lain:

  1. peningkatan jumlah tenaga kerja;
  2. menurunkan angka kemiskinan;
  3. peningkatan modal nasional;
  4. meningkatkan pertumbuhan ekonomi;
  5. dapat meningkatkan indeks pembangunan manusia dibidang pendidikan dan kesehatan

27 of 53

Kerjakan Tugas 5.12

halaman 148, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

  1. Meningkatnya jumlah pengangguran, baik terdidik maupun tidak terdidik. Hal ini terjadi karena usia kerja yang banyak tetapi tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.
  2. Meningkatnya jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di luar negeri dengan memiliki skill yang rendah.
  3. Jika tenaga kerja produktif memiliki pendidikan dan keterampilan yang rendah maka tidak mampu bersaing dalam pekerjaan yang semakin kompetitif, baik di dalam negeri maupun global.
  4. Meningkatkan tawuran dan kekerasan antar pelajar, mahasiswa, dan pemuda. Hal ini terjadi karena mereka tidak memiliki pekerjaan atau aktivitas yang positif. Meningkatnya perilaku negatif lainnya di kalangan pemuda seperti narkoba dan sex bebas.

Dampak negatif atau bahkan bencana sosial bionus demografi.

28 of 53

  1. Pendidikan, dengan memperbanyak sekolah-sekolah kejuruan yang sesuai dengan potensi sumber daya alam di daerah masing-masing dan memberikan beasiswa pendidikan sebanyak-banyaknya terutama beasiswa pendidikan tinggi.
  2. Pelatihan, dengan menggalakan program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan (skill) dan wirausaha dalam bidang pengelolaan sumber daya alam.
  3. Penyediaan lapangan pekerjaan di berbagai bidang, seperti industri, perdagangan, dan jasa yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam. Pemerintah harus menyediakan lapangan kerja seluas-luasnya yang berkaitan dengan potensi sumber daya alam di Indonesia seperti bidang pertanian, perkebunan, kelautan, dan pariwisata.
  4. Pelayanan kesehatan dan peningkatan gizi masyarakat. Program pemerintah berkaitan dengan biaya pengobatan gratis.
  5. Kerja sama di bidang perdagangan dengan meningkatkan produk hasil pengolahan sumber daya alam yang berkualitas ekspor, memiliki nilai tambah, dan membuka pasar di luar negeri.

Upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia harus dilakukan oleh seluruh komponen bangsa

a. Pemerintah

Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, di antaranya sebagai berikut.

29 of 53

  1. Memiliki motivasi yang tinggi untuk menyekolahkan anak-anaknya sampai ke jenjang perguruan tinggi.
  2. Aktif mengikuti pelatihan untuk meningkatkan skill yang berkaitan dengan pengelolaan hasil sumber daya alam.
  3. Kreatif berwirausaha dan membuka lapangan kerja di bidang pemanfaatan kekayaan sumber daya alam.
  4. Mendorong generasi muda untuk aktif pada kegiatan positif sesuai minat dan bakatnya, seperti klub olahraga, kesenian, maupun organisasi karang taruna.

Kerjakan Kegiatan 5.12 halaman 148 untuk mengetahui provinsi yang memiliki bonus demografi .

Kegiatan

b. Masyarakat

Upaya untuk meningkatkan sumberdaya manusia tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, melainkan juga harus melibatkan masyarakat. Upaya yang dapat dilakukan di antaranya sebagai berikut.

30 of 53

  1. Permasalahan yang Diakibatkan Dinamika Kependudukan

Kerjakan Tugas 5.13

halaman 150, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

1. Masalah Penduduk Bersifat Kuantitatif

Setiap negara pasti memiliki permasalahan yang berbeda-beda. Penduduk merupakan salah satu sumber yang dihadapi oleh kebanyakan negara berkembang.

a. Jumlah Penduduk Besar

Penduduk dalam suatu negara merupakan subjek dan objek pembangunan.

Indonesia menghadapi masalah yang berkaitan dengan banyaknya jumlah penduduk yaitu sebagai berikut.

  1. Pemerintah harus dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan hidupnya.
  2. Penyediaan lapangan kerja, sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan serta fasilitas sosial lainnya.

Manfaat jumlah penduduk yang besar di antaranya:

  1. penyediaan tenaga kerja;
  2. mempertahankan keutuhan negara.

31 of 53

Kerjakan Kegiatan 5.13 halaman 151 untuk mengetahui dampak pertumbuhan penduduk yang cepat dan dampak dari jumlah penduduk yang besar .

Kegiatan

b. Pertumbuhan Penduduk Cepat

Secara nasional pertumbuhan penduduk Indonesia masih relatif cepat, walaupun ada kecenderungan menurun.

c. Tingkat Kemakmuran yang Rendah

Meskipun tidak termasuk negara miskin, jumlah penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan cukup besar yakni sebanyak 37,5 juta penduduk. Kemakmuran berbanding lurus dengan kualitas sumber daya manusia.

Keadaan demikian tentunya sangat tidak menguntungkan dalam pelaksanakan pembangunan wilayah dan peningkatan pertahanan keamanan negara. Oleh karena itu, Indonesia mengeluarkan program Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam keluarga demi kesejahteraan keluarga.

Laju pertumbuhan penduduk pada 1971–1980 sebesar 2,32% per tahun, tahun 1980–1990 sebesar 1,98% pertahun dan periode 1990–2000 sebesar 1,6% per tahun.

Banyak negara yang miskin sumber daya alam tetapi tingkat kemakmuran penduduknya tinggi. Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya sumber daya alam, akan tetapi banyak penduduk yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.

32 of 53

2. Masalah Penduduk Bersifat Kualitatif

Angka Kematian

Angka kematian kasar (Crude Death Rate) adalah angka yang menunjukkan berapa besarnya kematian yang terjadi pada suatu tahun tertentu untuk setiap 1000 penduduk.

Angka Harapan Hidup

Angka harapan hidup pada suatu umur x adalah rata-rata tahun hidup yang masih akan dijalani oleh seseorang yang telah berhasil mencapai umur x, pada suatu tahun tertentu, dalam situasi mortalitas yang berlaku di lingkungan masyarakatnya.

b. Tingkat Pendidikan yang Rendah

Tingkat pendidikan bukanlah satu-satunya indikator untuk mengukur kualitas SDM penduduk suatu negara. Kualitas SDM berhubungan dengan produktivitas kerja.

a. Tingkat Kesehatan Penduduk yang Rendah

Indikator untuk melihat kualitas kesehatan penduduk adalah dengan melihat angka kematian dan angka harapan hidup.

Kerjakan Tugas 5.14

halaman 153, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

33 of 53

  1. Sumber Data Kependudukan

1. Sensus Penduduk

Sensus penduduk adalah keseluruhan proses pendataan penduduk berawal dari pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan penilaian. Informasi kependudukan yang harus didata menurut PBB, antara lain sebagai berikut.

  1. Lokasi daerah pencacahan dan jumlah penduduknya.
  2. Arus migrasi (perpindahan) penduduk.
  3. Data rumah tangga.
  4. Komposisi penduduk berdasarkan tingkat umur, jenis kelamin, pekerjaan, agama, dan pendidikan.

a. Sensus de Jure

Sensus ini berupa proses pencacahan jiwa yang dilaksanakan terhadap semua orang yang benar-benar tercatat dan berdomisili di suatu wilayah.

b. Sensus de Facto

Sensus ini berupa proses pencacahan penduduk yang dilaksanakan terhadap semua orang yang ditemui petugas sensus ketika pelaksanaan sensus penduduk.

1) Canvasser, yaitu sensus yang dilaksanakan dengan cara petugas mendatangi rumah-rumah penduduk dan mewawancarainya.

2) House Holder, yaitu sensus yang dilaksanakan dengan cara mengirim daftar pertanyaan atau angket yang disebarkan pada tiap-tiap rumah penduduk.

34 of 53

Kerjakan Kegiatan 5.14 halaman 155 untuk mengetahui jenisnya, sumber data kependudukan terbagi menjadi 2 yakni data primer dan data sekunder.

Kegiatan

2. Registrasi Penduduk

Registrasi penduduk dilaksanakan untuk menghimpun data kependudukan yang bersifat dinamis yang tidak terdata melalui sensus, seperti data kelahiran, kematian, mobilitas penduduk, perkawinan, dan perceraian.

3. Survei Penduduk

Hasil sensus penduduk dan registrasi penduduk memiliki tingkat keterbatasan, yaitu hanya menyediakan data statistik kependudukan dan kurang memberikan informasi tentang sifat dan perilaku penduduk setempat.

Pelaksanaan registrasi penduduk dilaksanakan oleh lembaga-lembaga yang terkait dengan kependudukan. Pelaksana registrasi penduduk dilakukan kepala desa dan seluruh perangkatnya.

Untuk mengatasi keterbatasannya perlu dilaksanakan survei penduduk yang sifatnya lebih terbatas dan informasi yang dikumpulkan lebih luas. Survei penduduk biasanya dilaksanakan dengan sistem sampel atau dalam bentuk studi kasus.

35 of 53

  1. Pengolahan dan Analisis Data Kependudukan

Kerjakan Tugas 5.16

halaman 156, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

1. Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk, dibedakan menjadi empat, yaitu pertumbuhan penduduk alami, total, geometrik dan eksponensial. Dari data kependudukan ke empat pertumbuhan tersebut dapat diketahui.

a. Pertumbuhan Penduduk Alami

Pertumbuhan penduduk alami merupakan angka kenaikan dan penurunan penduduk yang dipengaruhi kelahiran dan kematian.

Rumus pertumbuhan penduduk alami, yaitu sebagai berikut.

36 of 53

Kerjakan Kegiatan 5.15 halaman 157 untuk perhitungan pertumbuhan penduduk alami dan total

Kegiatan

b. Pertumbuhan Penduduk Total

Pertumbuhan penduduk total merupakan kenaikan atau penurunan jumlah penduduk yang diperhitungkan berdasarkan jumlah kelahiran, kematian, dan migrasi.

Adapun rumus untuk menghitung pertumbuhan penduduk total sebagai berikut.

37 of 53

Kerjakan Kegiatan 5.15 halaman 157 untuk perhitungan pertumbuhan penduduk alami dan total

Kegiatan

c. Pertumbuhan Penduduk Geometri

Rumus untuk menghitung pertumbuhan penduduk geometri adalah sebagai berikut.

d. Pertumbuhan Penduduk Eksponensial

Rumus untuk menghitung pertumbuhan penduduk eksponensial adalah sebagai berikut.

38 of 53

Kerjakan Tugas 5.17

halaman 158, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

2. Fertilitas (Kelahiran)

Fertilitas dikelompokkan menjadi tiga, yaitu angka kelahiran kasar, angka kelahiran umum, dan angka kelahiran menurut usia. Dari data kependudukan, angka fertilitas di suatu wilayah atau negara dapat diketahui.

a. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate : CBR)

Angka kelahiran kasar, yaitu angka yang menunjukkan banyaknya bayi yang lahir hidup dari setiap seribu penduduk dalam periode tahun tertentu.

39 of 53

Kelemahan perhitungan ini tidak membedakan risiko melahirkan dari berbagai kelompok umur sehingga wanita yang berumur 45 tahun memiliki risiko melahirkan yang sama dengan wanita yang berumur 20 tahun.

Kerjakan Tugas 5.18

halaman 158, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

b. Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate : GFR)

Angka kelahiran umum yaitu angka yang menunjukkan jumlah komposisi bayi lahir hidup dari setiap seribu penduduk wanita usia reproduktif dalam periode tahun tertentu. Adapun yang dimaksud usia reproduksi adalah wanita berusia antara 15-49 tahun.

Adapun rumus untuk menghitung angka kelahiran umum, yaitu sebagai berikut.

40 of 53

Kerjakan Tugas 5.19

halaman 159, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

c. Angka Kelahiran Menurut Kelompok Umur (Age Spesific Fertility Rate : ASFR)

Angka kelahiran menurut kelompok umur adalah angka kelahiran yang sudah lebih khusus memperhitungkan jumlah wanita yang berpotensi melahirkan pada rentang waktu dan usia tertentu.

Kelebihan perhitungan ini, ukurannya lebih karena berdasarkan umur tertentu yang mempertimbangkan risiko melahirkan. Adapun rumus untuk menghitung angka kelahiran menurut umur yaitu sebagai berikut.

41 of 53

Kerjakan Tugas 5.20

halaman 159, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

3. Mortalitas (Kematian)

Mortalitas (kematian) dikelompokkan menjadi tiga yaitu angka kematian kasar, angka kematian umur tertentu, dan angka kematian bayi. Dari data kependudukan, angka mortalitas di suatu wilayah atau negara dapat diketahui.

a. Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate : CDR)

Angka kematian kasar adalah angka yang menunjukkan kematian yang memerhitungkan seluruh penduduk dengan jumlah penduduk yang meninggal dunia dari tiap-tiap seribu penduduk..

Rumus yang digunakan untuk menghitung angka kematian kasar adalah sebagai berikut

42 of 53

Kerjakan Tugas 5.21

halaman 160, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

b. Angka Kematian Menurut Umur Tertentu (Age Spesific Death Rate : ASDR)

Risiko kematian berbeda antara satu kelompok umur dengan kelompok umur tertentu. Orang yang berumur 65 tahun akan berisiko meninggal lebih tinggi dibandingkan dengan yang berumur 25 tahun. Angka kematian menurut usia menunjukkan jumlah penduduk yang meninggal dunia dari seribu penduduk pada usia tertentu.

Adapun rumus untuk menghitungnya, yaitu sebagai berikut.

43 of 53

Kerjakan Tugas 5.22

halaman 160, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

c. Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate : IMR)

Angka kematian bayi merupakan salah satu indikator penentuan kesehatan masyarakat. Angka kematian bayi di negara maju biasanya lebih rendah jika dibandingkan dengan di negara berkembang.

Angka kematian bayi menunjukkan jumlah bayi meninggal dunia dari seribu bayi yang lahir hidup pada periode tahun tertentu.

Rumus untuk menghitung angka kematian bayi yaitu, sebagai berikut.

44 of 53

Kerjakan Kegiatan 5.17 halaman 161 untuk perhitungan angka kematian.

Kegiatan

4. Komposisi Penduduk

Dari data komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin, dapat dihitung perbandingan jumlah laki-laki dibandingkan dengan perempuan (sex ratio) dan angka beban ketergantungan (dependency ratio) penduduk disuatu daerah.

a. Sex Ratio

Dari data jenis kelamin dan komposisi penduduk menurut usia dan jenis kelamin dapat diketahui rasio jenis kelaminnya (sex ratio), yaitu perbandingan jumlah laki-laki dibandingkan dengan jumlah perempuan dalam waktu tertentu. Adapun rumus untuk menghitung sex ratio, yaitu sebagai berikut.

Setelah melalui perhitungan berdasarkan rumus sex ratio, data hasil perhitungan tersebut dapat disajikan dalam bentuk tabel. Penyajian dalam bentuk tabel akan memudahkan orang atau pencari data kependudukan yang memerlukan data sex ratio di suatu wilayah.

45 of 53

Kerjakan Kegiatan 5.19 halaman 162 untuk mengetahui analisis dan kesimpulan berdasarkan tabel

Kegiatan

b. Dependency Ratio

Data komposisi penduduk menurut usia dapat diketahui juga angka beban tanggungan (dependency ratio). Angka beban tanggungan adalah perbandingan antara penduduk usia tidak produktif dengan penduduk usia masih produktif

Adapun rumus untuk menghitung angka beban tanggungan, yaitu sebagai berikut.

Angka dependency ratio dapat menggambarkan perbandingan antara jumlah penduduk usia produktif dan penduduk usia non-produktif. Angka dependency ratio di setiap wilayah berbeda-beda. Semakin kecil beban ketergantungan (dependency ratio) akan memberikan kesempatan bagi penduduk usia produktif untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

46 of 53

Kerjakan Kegiatan 5.20 halaman 163 untuk mengetahui kriteria tingkat kepadatan penduduk menurut Undang-Undang No. 56/PRP Tahun 1960

Kegiatan

5. Persebaran Penduduk

Kepadatan penduduk merupakan perbandingan antara jumlah penduduk dan luas wilayah. kepadatan penduduk disuatu daerah dapat dihitung jumlah kepadatannya. Kepadatan penduduk dibedakan menjadi tiga yaitu kepadatan penduduk alami, kepadatan penduduk fisiologis, dan kepadatan penduduk agraris.

a. Kepadatan Penduduk Alami

Kepadatan penduduk alami adalah perbandingan jumlah penduduk dan luas wilayah secara keseluruhan dalam km2.

47 of 53

Kerjakan Tugas 5.23

halaman 163, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

b. Kepadatan Penduduk Fisiologis

Kepadatan penduduk fisiologis adalah perbandingan antara jumlah penduduk dan luas wilayah pertanian. Kepadatan ini lebih spesifik karena hanya memerhitungkan luas wilayah pertanian.

48 of 53

Kerjakan Kegiatan 5.21 halaman 164 untuk mengetahui kriteria tingkat kepadatan penduduk menurut Undang-Undang No. 56/PRP Tahun 1960

Kegiatan

c. Kepadatan Penduduk Agraria

Kepadatan penduduk agraris adalah perbandingan antara jumlah penduduk petani dan luas wilayah pertanian.

49 of 53

Kesimpulan

Kemukakanlah pertanyaan atau pendapat Anda tentang materi pembelajaran bab ini.

Dinamika Kependudukan Indonesia

Faktor Dinamika dan Proyesksi Kependudukan

Mobilitas Penduduk dan Tenaga Kerja

Kualitas Penduduk dan Indeks Pembangunan Manusia

Bonus Demografi dan Dampaknya terhadap Pembangunan

Permasalahan yang diakibatkan Dinamika Kependudukan

Sumber Data Kependudukan

Pengolahan dan Analisis Data Kependudukan

50 of 53

Kuis

  1. Apa perbedaan mendasar antara sensus penduduk, registrasi, dan survei?
  2. Mengapa angka kematian bayi dijadikan indikator kesehatan masyarakat suatu negara?
  3. Apa faktor penarik dan pendorong terjadinya arus urbanisasi?
  4. Sebutkan dampak positif adanya bonus demografi bagi perekonomian dan pembangunan di Indonesia.
  5. Kualitas penduduk akan ditentukan oleh tingkat pendidikan. Menurut Anda bagaimana cara untuk meningkatkan tingkat pendidikan penduduk Indonesia?

Kerjakan

Uji Kompetensi Bab 5 halaman 167-170,

buku Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

51 of 53

Terima Kasih

Mencoba bukanlah untuk menjadikan manusia yang sukses. Tapi mencoba untuk menjadi manusia yang bernilai.

(Albert Einstein)

52 of 53

Referensi

53 of 53

Created By:

R. Irvan Noor