1 of 45

Merancang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Jenjang SMP

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

2 of 45

Tujuan Bimbingan Teknis:

Di akhir sesi ini, peserta mampu:

  • Memahami serta menerapkan perencanaan dan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila di satuan pendidikan.
  • Memahami dan menerapkan pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila di satuan pendidikan
  • Memahami dan menerapkan penilaian projek penguatan profil pelajar Pancasila di satuan pendidikan.

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

3 of 45

Dokumen Acuan

Dokumen-dokumen berikut perlu dipelajari terlebih dahulu agar dapat mengikuti pelatihan ini dengan optimal.

Nama

Isi

Tautan

Profil Pelajar Pancasila

Pemetaan dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila berserta rumusan kompetensi sesuai fase peserta didik.

Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Panduan perencanaan dan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila di satuan pendidikan.

Struktur Kurikulum

Penjabaran konteks projek penguatan profil pelajar Pancasila di dalam kurikulum.

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

4 of 45

Alur Kegiatan Bimbingan Teknis

Alur

Inti Pembahasan

Aktivitas Peserta

Waktu (Menit)

1

Mulai dari Diri

Apersepsi

Diskusi forum

Peserta mengaitkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki dengan pembahasan yang akan dipelajari

30

2

Eksplorasi Konsep

Konsep umum projek penguatan profil pelajar Pancasila

Pemaparan dan tanya jawab

Peserta menyimak dan mendiskusikan paparan mengenai konsep umum projek

90

3

Ruang Kolaborasi

Perancangan dimensi dan tujuan projek yang kontekstual

Diskusi dan praktik kelompok

Peserta mensimulasikan perancangan ide projek yang kontekstual

60

4

Demonstrasi Kontekstual

Rancangan projek penguatan profil pelajar Pancasila

Diskusi dan praktik kelompok

Peserta merancang kerangka projek penguatan profil pelajar Pancasila

90

5

Elaborasi Pemahaman

Penguatan materi

Diskusi forum

Peserta membagikan hasil pekerjaan di sesi demonstrasi kontekstual

60

6

Refleksi

Penutup

Praktik mandiri

Peserta menuliskan refleksi pembelajaran unit projek penguatan profil pelajar Pancasila

30

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

5 of 45

SILABUS BIMTEK PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA JENJANG SMP

1

3

4

Memahami Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Mengelola Projek

Menilai Projek

  1. Membentuk tim fasilitator projek
  2. Mengidentifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan
  3. Merancang alokasi waktu,
  4. Merancang dimensi dan tema projek penguatan profil pelajar Pancasila
  5. Menyusun Modul projek
  6. Menentukan tujuan pembelajaran
  7. Mengembangkan topik, alur, dan asesmen

Makna profil pelajar Pancasila , Perlunya P5, Gambaran P5, Prinsip P5, Manfaat P5

Merancang dan Mengembangkan Projek

2

Menyiapkan Ekosistem satuan Pendidikan :

  • Budaya sekolah,
  • Peran murid, pendidik, kasek, dinas

  1. Memulai Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
  2. Mengoptimalkan Pelaksanaan Projek Penguatan Pelajar Pancasila
  3. Menutup Rangkaian Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
  1. Mengoleksi Hasil Projek
  2. Mengolah Hasil Asesmen
  3. Melaporkan Hasil Projek dalam Bentuk Rapor Projek

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

6 of 45

Mulai dari Diri

Refleksi Awal 30’

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

7 of 45

����Pertanyaan Pemantik:

  • Apa yang Bapak/Ibu ketahui tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila?
  • Apakah Bapak/Ibu pernah melaksanakan/mendampingi pembelajaran berbasis projek? Seperti apa contohnya?
  • Bagaimana Bapak/Ibu menyikapi kebijakan berkaitan dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila?

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

8 of 45

Eksplorasi Konsep

Pemaparan 60’

Tanya Jawab 30’

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

9 of 45

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

10 of 45

Profil Pelajar Pancasila

“Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.”

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

11 of 45

Contoh alur perkembangan kompetensi Profil Pelajar Pancasila yang menjadi tujuan pembelajaran projek

Capaian fase dari dimensi Berkebinekaan Global, elemen Mengenal dan Menghargai Budaya, sub-elemen Mendalami Budaya dan Identitas Budaya.

Rumusan kompetensi di fase D adalah tujuan pembelajaran projek untuk jenjang SMP.

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

12 of 45

Pengertian projek penguatan profil pelajar Pancasila

Berdasarkan Kepmendikbudristek No.56/M/2022, Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.

Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler. Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

13 of 45

Budaya Sekolah yang Mendukung Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

13

KOLABORATIF

Kegiatan pembelajaran berbasis projek yang dinamis membutuhkan lingkar sosial yang mendukung dalam pelaksanaannya. Dalam hal ini budaya kolaboratif menjadi hal yang penting untuk dibangun dibandingkan dengan budaya kompetitif. Diharapkan budaya kolaboratif dapat mendorong semangat senang bekerja sama, saling mengapresiasi, dan saling memberikan dukungan satu sama lain. Lebih jauh, upaya kolaboratif juga perlu dilakukan antar berbagai elemen kunci dalam tri sentra pendidikan (keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat) sehingga pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila akan berlangsung secara menyeluruh dan optimal.

BERPIKIRAN TERBUKA

Pembelajaran yang inovatif seringkali terhambat oleh adanya budaya kontraproduktif seperti tidak senang menerima masukan atau menutup wawasan terhadap berbagai bentuk perbedaan. Budaya negatif tersebut tidak akan mendukung terselenggaranya kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila yang efektif dan berdampak. Oleh karenanya, satuan pendidikan diharapkan dapat menghidupkan budaya senang menerima masukan, terbuka terhadap perbedaan, serta berkomitmen terhadap setiap upaya perbaikan untuk perubahan ke arah yang lebih baik.

SENANG MEMPELAJARI HAL BARU

Pada dasarnya perkembangan setiap individu sebagai seorang pembelajar akan terhenti jika ia tidak lagi senang mempelajari hal baru. Oleh karenanya, kemampuan memelihara rasa ingin tahu dan menemukan kepuasan saat menemukan hal baru adalah bagian dari budaya yang perlu dihidupkan di lingkungan satuan pendidikan. Kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila akan berjalan secara optimal jika setiap individu memiliki kesenangan untuk mempelajari hal baru dan mengembangkan diri secara terus menerus. Harapannya, kegiatan projek ini pada akhirnya dapat membantu tercapainya karakter pelajar sepanjang hayat pada setiap individu yang terlibat di dalamnya.

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

14 of 45

Peran pemangku kepentingan dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila

Kepala satuan pendidikan

  1. Membentuk tim projek dan turut merencanakan projek
  2. Mendampingi jalannya projek dan melakukan pengelolaan sumber daya satuan pendidikan secara transparan dan akuntabel
  3. Membangun komunikasi untuk kolaborasi antara orang tua peserta didik, warga satuan pendidikan, dan narasumber pengaya projek: masyarakat, komunitas, universitas, praktisi, dsb.
  4. Mengembangkan komunitas praktisi di satuan pendidikan untuk peningkatan kompetensi pendidik yang berkelanjutan
  5. Melakukan coaching secara berkala bagi pendidik
  6. Merencanakan, melaksanakan, merefleksikan, dan mengevaluasi pengembangan aktivitas dan asesmen projek yang berpusat pada peserta didik.

Pendidik

(Peran ini khususnya perlu diampu oleh pendidik yang menjadi Tim Fasilitator Projek)

  1. Perencana projek - Melakukan perancangan tujuan, alur kegiatan, strategi pelaksanaan, dan asesmen projek secara berkelanjutan.
  2. Fasilitator - Memfasilitasi peserta didik dalam menjalankan projek yang sesuai dengan minatnya, dengan pilihan cara belajar dan produk belajar yang sesuai dengan preferensi peserta didik.
  3. Pendamping - Membimbing peserta didik dalam menjalankan projek, menemukan isu yang relevan, dan mengarahkan peserta didik dalam merencanakan aksi yang berkelanjutan.
  4. Supervisor dan konsultan - Mengawasi dan mengarahkan peserta didik dalam pencapaian projek, memberikan saran dan masukan secara berkelanjutan untuk peserta didik, dan melakukan asemen performa peserta didik selama projek berlangsung.
  5. Moderator - Memandu peserta didik dalam berbagai aktivitas diskusi.

Peserta Didik

  1. Mengasah komitmen untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah disepakati.
  2. Mengembangkan kemandirian untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran sesuai minat dan kemampuan yang dimiliki.
  3. Melakukan refleksi secara konsisten dan berkelanjutan untuk memahami potensi diri dan mengoptimalkan kemampuan.

14

Peran-peran ini dapat dioptimalkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan satuan pendidikan.

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

15 of 45

Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota

  1. Berkoordinasi dengan satuan pendidikan, memastikan tersedianya sumber daya, sarana dan prasarana yang cukup memadai untuk pelaksanaan kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
  2. Memberikan dukungan untuk peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan secara berkelanjutan.
  3. Memastikan hasil asesmen dipergunakan sebagai umpan balik dalam pelaksanaan projek,
  4. Memastikan keterlibatan dan sinergi antar pemangku kepentingan berjalan dengan baik untuk mendukung projek.
  5. Mengawasi apakah projek sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Pengawas

  1. Memberikan pendampingan dan pembinaan kepada satuan pendidikan dengan strategi coaching atau komunikasi yang memberdayakan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki satuan pendidikan.
  2. Memberikan informasi terbaru berkaitan dengan kebijakan pendidikan khususnya yang berhubungan dengan kurikulum dan pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
  3. Memberikan bantuan ketika satuan pendidikan mengalami kendala dalam menjalankan projek.
  4. Menghubungkan sekolah dengan mitra di luar sekolah yang dapat mendukung pelaksanaan projek (Opsional).

Komite Sekolah

Memberikan dukungan terkait pelaksanaan projek di satuan pendidikan.

Masyarakat/Orang tua peserta didik/Mitra

  1. Menjadi sumber belajar yang bermakna bagi peserta didik dalam pelaksanaan kegiatan projek.
  2. Membantu menemukan atau mengidentifikasi isu atau masalah yang ada serta memberikan informasi sebagai narasumber terkait dengan isu tersebut
  3. Memberikan dukungan berupa pendampingan, khususnya dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila di luar lingkungan satuan pendidikan.

15

Contoh pertanyaan untuk komunikasi yang memberdayakan antara pengawas dan kepala satuan pendidikan/Tim Fasilitator Projek:

1. Apa harapan atau tujuan yang ingin dicapai oleh satuan pendidikan dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila?

2. Bagaimana kondisi kesiapan sekolah saat ini? Apa sumber daya yang dapat dioptimalkan untuk melaksanakan projek dan mencapai tujuan yang diharapkan? Apa saja dimensi profil pelajar Pancasila yang perlu dikuatkan? Bagaimana mengidentifikasi isu yang relevan untuk dikembangkan menjadi tema projek?

3. Apa langkah-langkah yang perlu dilakukan? Apa tantangan yang mungkin dihadapi dan bagaimana cara menanggulanginya?

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

16 of 45

Prinsip pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila

Holistik

Holistik bermakna memandang sesuatu secara utuh dan menyeluruh, tidak parsial atau terpisah-pisah. Dalam konteks perancangan projek penguatan profil pelajar Pancasila, kerangka berpikir holistik mendorong kita untuk menelaah sebuah tema secara utuh dan melihat keterhubungan dari berbagai hal untuk memahami sebuah isu secara mendalam.

Kontekstual

Prinsip kontekstual berkaitan dengan upaya mendasarkan kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian. Prinsip ini mendorong pendidik dan peserta didik untuk dapat menjadikan lingkungan sekitar dan realitas kehidupan sehari-hari sebagai bahan utama pembelajaran.

Berpusat pada Peserta Didik

Prinsip berpusat pada peserta didik berkaitan dengan skema pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk menjadi subjek pembelajaran yang aktif mengelola proses belajarnya secara mandiri, termasuk memiliki kesempatan memilih dan mengusulkan topik projek sesuai minatnya.

Eksploratif

Prinsip eksploratif berkaitan dengan semangat untuk membuka ruang yang lebar bagi proses pengembangan diri dan inkuiri. Projek penguatan profil pelajar Pancasila tidak berada dalam struktur intrakurikuler yang terkait dengan berbagai skema formal pengaturan mata pelajaran. Oleh karenanya, projek ini memiliki area eksplorasi yang luas dari segi jangkauan materi, alokasi waktu, dan penyesuaian dengan tujuan pembelajaran.

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

17 of 45

Contoh tahapan perencanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila di satuan pendidikan

Merancang strategi pelaporan hasil projek

Tim fasilitator merencanakan strategi pengolahan dan pelaporan hasil projek

Membentuk tim fasilitator projek penguatan profil pelajar Pancasila

Kepala satuan pendidikan menyusun tim fasilitator projek. Tim ini berperan merencanakan dan melaksanakan kegiatan projek untuk seluruh kelas.

Merancang dimensi, tema, dan alokasi waktu projek penguatan profil pelajar Pancasila

Tim Fasilitator menentukan fokus dimensi profil pelajar Pancasila dan tema projek serta merancang jumlah projek beserta alokasi waktunya. (Dimensi dan tema dipilih berdasarkan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan).

Mengidentifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan

Kepala satuan pendidikan bersama tim fasilitator merefleksikan dan menentukan tingkat kesiapan satuan pendidikan.

ALUR PERENCANAAN PROJEK

Menyusun modul projek

Tim fasilitator menyusun modul projek sesuai tingkat kesiapan satuan pendidikan dengan tahapan umum: Menentukan sub-elemen (tujuan projek); Mengembangkan topik, alur, dan durasi projek, serta; Mengembangkan aktivitas dan asesmen projek.

2

3

4

5

Perencanaan ini dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi satuan pendidikan.

1

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

18 of 45

1. Membentuk Tim Fasilitator Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Pimpinan satuan pendidikan menentukan seorang koordinator projek, bisa dari wakil kepala satuan pendidikan atau pendidik yang mempunyai pengalaman mengembangkan dan mengelola projek.

Apabila mempunyai SDM yang cukup, koordinator projek sekolah dapat membentuk koordinator di level kelas. Misalnya satu orang koordinator kelas 1, satu orang koordinator kelas 2, dan seterusnya. Untuk pendidikan khusus, koordinator dapat dipilih berdasarkan jenis kekhususan.

1

2

Pimpinan satuan pendidikan bersama koordinator projek memetakan pendidik dari setiap kelas (atau apabila SDM terbatas, perwakilan dari masing-masing fase) untuk menjadi tim fasilitator projek.

Koordinator mengumpulkan dan memberikan arahan kepada tim fasilitator projek untuk merencanakan dan membuat modul projek bagi setiap kelas atau fase.

3

4

Tim fasilitator projek terdiri dari sejumlah pendidik yang berperan merencanakan, menjalankan, dan mengevaluasi projek. Tim fasilitator dibentuk dan dikelola oleh kepala satuan pendidikan dan koordinator projek. Jumlah tim fasilitator projek dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan, dilihat dari:

  • jumlah peserta didik dalam satu satuan pendidikan,
  • banyaknya tema yang dipilih dalam satu tahun ajaran,
  • jumlah jam mengajar pendidik yang belum terpenuhi atau dialihkan untuk projek,
  • atau pertimbangan lain sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Langkah pembentukan tim fasilitator projek

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

19 of 45

Seberapa banyak pendidik yang PERNAH melaksanakan pembelajaran berbasis projek?

<50%

⋝50%

Apakah pembelajaran berbasis projek sudah menjadi kebiasaan satuan pendidikan?

Sudah

Belum

Apakah projek sudah terjadi lintas disiplin ilmu?

Belum

Sudah

Apakah satuan pendidikan memiliki sistem*) yang mendukung pelaksanaan pembelajaran berbasis projek?

Belum punya

Punya

Ya

Tidak

Apakah sudah ada keterlibatan mitra?

TAHAP AWAL

TAHAP BERKEMBANG

TAHAP LANJUTAN

TAHAP LANJUTAN DAN DIREKOMENDASIKAN MENJADI MENTOR UNTUK SATUAN PENDIDIKAN TAHAP AWAL/BERKEMBANG

2. Mengidentifikasi Tingkat Kesiapan Satuan Pendidikan

*) satuan pendidikan yang memiliki sistem: satuan pendidikan memiliki evaluasi berkala serta pengayaan pendidik untuk menyelenggarakan pembelajaran berbasis projek yang memberikan otonomi lebih besar kepada peserta didik.

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

20 of 45

Pemilihan Dimensi

  • Tim fasilitator dan kepala satuan pendidikan menentukan dimensi profil pelajar Pancasila yang akan menjadi fokus untuk dikembangkan pada tahun ajaran berjalan.
  • Pemilihan dimensi dapat merujuk pada visi misi satuan pendidikan atau program yang akan dijalankan di tahun ajaran tersebut.
  • Disarankan untuk memilih 2-3 dimensi yang paling relevan untuk menjadi fokus yang sasaran projek pada satu tahun ajaran.
  • Sebaiknya jumlah dimensi profil pelajar Pancasila yang dikembangkan dalam suatu projek tidak terlalu banyak agar tujuan pencapaian projek jelas dan terarah.
  • Penentuan dimensi sasaran ini akan dilanjutkan dengan penentuan elemen dan sub-elemen yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik di tahap pengembangan modul projek.
  • Apabila pimpinan satuan pendidikan sudah berpengalaman menjalankan kegiatan berbasis projek, jumlah dimensi yang dipilih dapat ditambah sesuai dengan kesiapan tingkat satuan pendidikan.

3. Merancang Dimensi, Tema, dan Alokasi Waktu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

21 of 45

Tema-tema projek penguatan profil pelajar Pancasila di jenjang SMP

Kearifan Lokal

(SD-SMA)

Membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar atau daerah tersebut, serta perkembangannya.

Rekayasa dan Teknologi

(SD-SMA)

Berkolaborasi dalam melatih daya pikir kritis, kreatif, inovatif, sekaligus kemampuan berempati untuk berekayasa membangun produk berteknologi yang memudahkan kegiatan dirinya dan juga sekitarnya.

Kewirausahaan

(SD-SMA)

Mengidentifikasi potensi ekonomi di tingkat lokal dan masalah yang ada dalam pengembangan potensi tersebut, serta kaitannya dengan aspek lingkungan, sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Bhinneka Tunggal Ika (SD-SMA)

Mengenal belajar membangun dialog penuh hormat tentang keberagaman kelompok agama dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat sekitar dan di Indonesia serta nilai-nilai ajaran yang dianutnya.

Gaya Hidup Berkelanjutan (SD-SMA)

Memahami dampak dari aktivitas manusia, baik jangka pendek maupun panjang, terhadap kelangsungan kehidupan di dunia maupun lingkungan sekitarnya.

Bangunlah Jiwa dan Raganya (SD-SMA)

Membangun kesadaran dan keterampilan untuk memelihara kesehatan fisik dan mental, baik untuk dirinya maupun orang sekitarnya.

Suara Demokrasi

(SMP-SMA)

Merefleksikan makna demokrasi dan memahami implementasi demokrasi serta tantangannya dalam konteks yang

berbeda, termasuk dalam organisasi sekolah dan/atau dalam

dunia kerja.

Tema-tema projek sudah ditentukan oleh pemerintah. Berangkat dari tema yang ada, tim fasilitator projek dapat mengembangkan topik spesifik yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan sekolah.

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

22 of 45

Alokasi waktu projek penguatan profil pelajar Pancasila di jenjang SMP

Contoh jumlah total JP ini untuk SMP kelas 9, yang akan dibagi ke sekurang-kurangnya 3 projek. Jumlah ini berbeda di setiap fase/jenjangnya.

320 JP ini tidak perlu dibagi rata ke masing-masing projek, namun bisa disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan masing-masing projek.

Jumlah berkisar 25 % dari total JP (Sudah ditetapkan dalam struktur)

Total alokasi waktu projek di jenjang SMP adalah sekitar 25% dari keseluruhan total JP dalam satu tahun:

- Kelas 7&8 = 360 JP

- Kelas 9 = 320 JP

Setelah mengidentifikasi total alokasi jam projek, langkah berikutnya adalah menentukan pembagian durasi projek sejumlah tema yang dipilih di kelas tersebut. Durasi setiap tema projek dapat dirancang berbeda-beda tergantung tujuan dan kedalaman eksplorasi tema tersebut.

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

23 of 45

Pilihan Waktu Pelaksanaan Projek

a. Menentukan satu hari dalam seminggu untuk pelaksanaan projek (misalnya hari Jumat). Seluruh jam belajar pada hari itu digunakan untuk projek.

Catatan:

  • Contoh pilihan waktu berikut hanya simulasi pilihan waktu pelaksanaan projek. Untuk periode waktu belajar dapat disesuaikan dengan jenjang masing-masing.
  • Pilihan waktu pelaksanaan berikut dapat dipilih sesuai dengan kesiapan satuan pendidikan, tidak terikat pada tahapan kesiapan satuan pendidikan.

23

M A R E T 2 0 2 1

Minggu

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

1

UPACARA

2

3

4

5

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

6

7

8

UPACARA

9

10

11

12

Isra Mi'raj

13

CUTI BERSAMA

14

HARI RAYA NYEPI

15

UPACARA

16

17

18

19

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

20

21

22

UPACARA

23

24

25

26

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

27

28

29

UPACARA

30

31

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

24 of 45

b, Mengalokasikan 1-2 jam pelajaran di akhir hari, khusus untuk mengerjakan projek. Bisa digunakan untuk eksplorasi di sekitar satuan pendidikan sebelum peserta didik pulang.

24

No/

Kelas

Waktu

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

1

I

07.15-07.50

Upacara

2

07.50-08.25

Upacara

3

08.25-09.00

09.00-09.15

I S T I R A H A T

4

09.15-09.50

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

5

09.50--10.25

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

-

6

10.25-11.00

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

-

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

7

11.00-11.35

-

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

-

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

-

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

25 of 45

c. Mengumpulkan dan memadatkan pelaksanaan tema dalam satu periode waktu (misalnya 2 minggu atau 1 bulan - tergantung jumlah jam tatap muka projek yang dialokasikan pada setiap projeknya), di mana semua Tenaga Pendidik berkolaborasi mengajar projek setiap hari selama durasi waktu yang ditentukan.

25

M A R E T 2 0 2 1

Minggu

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

1

UPACARA

2

3

4

5

6

7

8

UPACARA

9

10

11

12

Isra Mi'raj

13

CUTI BERSAMA

14

HARI RAYA NYEPI

15 UPACARA

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila

16

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila

17

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila

18

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila

19

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila

20

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila

21

22 UPACARA

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila

23

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila

24

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila

25

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila

26

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila

27

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila

28

29

UPACARA

30

31

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

26 of 45

26

Contoh pemetaan dimensi, tema, dan alokasi waktu projek.

Di sebuah SMP, kepala satuan pendidikan dan tim fasilitator memutuskan bahwa di tahun ajaran berjalan dimensi profil pelajar Pancasila yang akan difokuskan adalah Berkebinekaan Global, Bergotong-Royong, dan Bernalar Kritis. Sementara tema projek pilihannya adalah Bhinneka Tunggal Ika, Kearifan Lokal, dan Kewirausahaan. Pemilihan dimensi dan tema tersebut berangkat dari kondisi dan kebutuhan sekolah.

Berangkat dari hal tersebut, tim fasilitator yang bertugas di kelas 7 kemudian memetakan kegiatan projek di kelasnya sebagai berikut:

Projek 1

Projek 2

Projek 3

Dimensi

Berkebinekaan Global

Bergotong-Royong

Berkebinekaan Global

Bergotong-Royong

Bernalar Kritis

Bergotong-Royong

Bernalar Kritis

Tema*

Kearifan Lokal

Bhinneka Tunggal Ika

Kewirausahaan

Alokasi Waktu**

100 JP

120 JP

140 JP

*Tingkat SMP/MTs dan sederajat wajib memilih minimal 3 tema dalam satu tahun ajaran.

**Total alokasi waktu projek di kelas 7 SMP dalam satu tahun ajaran adalah 360 JP.

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

27 of 45

Mengadaptasi Modul yang Sudah Ada

Mengadaptasi modul yang sudah tersedia adalah pilihan awal bagi sekolah yang belum terbiasa melaksanakan pembelajaran berbasis projek yang integratif dan kolaboratif.

Membuat Modul secara Mandiri

Membuat modul secara mandiri adalah pilihan lanjutan bagi sekolah yang sudah terbiasa melaksanakan pembelajaran berbasis projek yang integratif dan kolaboratif.

4. Menyusun Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Pemerintah menyediakan beragam contoh modul projek. Pada tahap awal guru diharapkan dapat mengadaptasi modul tersebut sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah, sementara pada tahap lanjutan guru diharapkan dapat merancangnya secara mandiri.

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

28 of 45

Komponen modul projek penguatan profil pelajar Pancasila

Modul projek dilengkapi dengan komponen yang menjadi dasar dalam proses penyusunannya serta dibutuhkan untuk kelengkapan pelaksanaan pembelajaran. Modul projek setidaknya memiliki komponen sebagai berikut:

Profil Modul

Tujuan

Aktivitas

Asesmen

  • Tema dan topik atau judul modul
  • Fase atau jenjang sasaran
  • Durasi kegiatan
  • Pemetaan dimensi, elemen, sub elemen Profil Pelajar Pancasila yang menjadi tujuan projek
  • Rubrik pencapaian berisi rumusan kompetensi yang sesuai dengan fase peserta didik (Untuk Pendidikan Dasar dan Menengah)
  • Alur aktivitas projek secara umum
  • Penjelasan detail tahapan kegiatan dan asesmennya
  • Instrumen pengolahan hasil asesmen untuk menyimpulkan pencapaian projek

Tim fasilitator memiliki kebebasan untuk mengembangkan komponen dalam modul projek, untuk menyesuaikan dengan kondisi sekolah dan kebutuhan peserta didik. Modul dapat diperkaya dengan menambahkan komponen berikut:

  • Deskripsi singkat projek
  • Pertanyaan pemantik untuk memancing diskusi atau proses inkuiri peserta didik
  • Alat, bahan, serta media belajar yang perlu disiapkan
  • Referensi pendukung

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

29 of 45

Contoh Alur Aktivitas Modul Projek - SMP

29

Sub-elemen yang disasar

  • Memahami Keterhubungan Ekosistem Bumi
  • Menjaga Lingkungan Alam Sekitar
  • Kerja sama
  • Koordinasi Sosial
  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan

Modul Projek Fase D

Tema: Gaya Hidup Berkelanjutan

Topik: Sampahku, Tanggung Jawabku

Total waktu: 57 JP

Dimensi Profil Pelajar Pancasila:

  • Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Gotong royong
  • Bernalar kritis

Tahap Pengenalan. Mengenali dan membangun kesadaran siswa terhadap isu pengelolaan sampah dan implikasinya terhadap perubahan iklim

1.

Perkenalan: Perubahan Iklim dan Masalah Pengelolaan Sampah

2.

Eksplorasi Isu

3.

Refleksi awal

4.

Kunjungan ke TPA/ Komunitas Peduli Sampah

5.

Diskusi Kritis Masalah Sampah

Tahap Kontekstualisasi. mengkontekstualisasi masalah di lingkungan terdekat

6.

Pengumpulan, Pengorganisasian, dan Penyajian Data

7.

Trash Talk:

Sampah di Sekolahku

8.

Pengorganisasian Data Secara Mandiri

9.

Asesmen Formatif

Presentasi: Sampah di Sekolahku

Tahap aksi. bersama-sama mewujudkan pelajaran yang mereka dapat melalui aksi nyata

10.

Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku:

Eksplorasi program pengelolaan sampah yang ada

11.

Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku:

Peranku dan Solusiku

12.

Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku:

Menentukan Karakteristik Poster yang Baik

13.

Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku:

Membuat Poster

14.

Asesmen Formatif

Simulasi Pameran Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku

Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut. Menggenapi proses dengan berbagi karya, evaluasi dan refleksi, serta menyusun langkah strategis

15.

Asesmen Sumatif

Pameran Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku

16.

Asesmen Sumatif

Evaluasi Solusi Yang Ditawarkan

17.

Mari Beraksi Sambil Refleksi

Mengelola Sampah di Sekolah

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

30 of 45

Hal-hal yang perlu diketahui mengenai asesmen projek penguatan Profil Pelajar Pancasila

  • Memiliki variasi bentuk asesmen (formatif dan sumatif) serta instrumen asesmen (lembar ceklis, rubrik, catatan pengamatan, tes, dan sebagainya).
  • Penekanan pada asesmen performa/kinerja.
  • Asesmen akhir berupa rubrik dengan 4 kriteria: Mulai Berkembang, Berkembang, Berkembang sesuai Harapan, Sangat Berkembang
  • Rumusan kompetensi yang menjadi tujuan (fase D) ditempatkan dalam kriteria “Berkembang Sesuai Harapan”.
  • Perlu diperhatikan keselarasan antara tujuan, aktivitas, dan asesmen projek.
  • Pelaporan hasil belajar terpisah dengan rapor intrakurikuler, diberikan 1 kali dalam setahun.

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

31 of 45

4. Merancang Strategi Pelaporan Hasil Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Alur Rencana Pembelajaran dan Asesmen Projek

Menentukan tujuan pembelajaran

Apa kompetensi yang akan dicapai oleh peserta didik?

Merancang indikator kemampuan

Apa yang perlu dipahami atau dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kemampuannya?

Menyusun strategi asesmen

Dengan cara apa peserta didik dapat menunjukkan kemampuannya dan pendidik dapat mengukur kemampuan tersebut?

Mengolah hasil asesmen

Bagaimana hasil asesmen yang diperoleh? Apa bukti pencapaiannya?

Menyusun pelaporan

Sejauh mana peserta didik mencapai tujuan pembelajaran? Bagaimana catatan prosesnya?

Mengembangkan topik dan alur aktivitas pembelajaran

Aktivitas belajar apa saja yang dapat dilakukan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan topik projek yang dikembangkan?

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

32 of 45

Alur Rencana Pembelajaran dan Asesmen Projek

*dijadikan infografis

  1. Menentukan tujuan pembelajaran

- Apa kompetensi yang akan dicapai oleh peserta didik?

(Memilih tujuan kompetensi dari alur perkembangan dimensi profil pelajar Pancasila yang sesuai dengan fase peserta didik)

  1. Merancang indikator kemampuan

- Apa yang perlu dipahami atau dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kemampuannya?

(Merumuskan tujuan pembelajaran dengan kalimat yang lebih kontekstual dan mudah diukur)

  1. Menyusun strategi asesmen

- Dengan cara apa peserta didik dapat menunjukkan kemampuan & perilaku yang sesuai dengan tujuan?

(Mengembangkan bentuk asesmen: Mengerjakan tes/Menyajikan informasi/Membuat produk/Melakukan sesuatu/Menunjukkan sikap, dsb)

- Dengan cara apa pendidik bisa mengukur kemampuan peserta didik tersebut?

(Mengembangkan instrumen asesmen: Soal tertulis, kuis, jurnal, lembar ceklis/observasi, rubrik, portofolio, dsb.

  1. Mengembangkan topik dan alur aktivitas pembelajaran

- Aktivitas belajar apa saja yang dapat dilakukan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan tema projek yang dipilih?

(Merancang ragam aktivitas pembelajaran sesuai tema yang dipilih dan menentukan pada bagian mana asesmen perlu dilakukan untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.)

  1. Mengolah hasil asesmen dan bukti pencapaian

- Bagaimana hasil asesmen yang diperoleh? Apa bukti pencapaiannya?

(Membuat inferensi (kesimpulan) mengenai pencapaian peserta didik terhadap tujuan pembelajaran. Hasil asesmen bisa didapatkan dari skor tes, isian lembar ceklis/observasi, identifikasi rubrik, dsb. Bukti pencapaian dapat berupa produk belajar seperti catatan, lembar jawaban, hasil karya, foto/rekaman saat melakukan pekerjaan, dsb.)

  1. Menyusun rapor

- Sejauh mana peserta didik mencapai tujuan pembelajaran? Bagaimana catatan prosesnya?

(Menentukan pencapaian peserta didik (berupa pencapaian standar fase: mulai berkembang, sedang berkembang, berkembang sesuai harapan sangat berkembang) dan mendeskripsikan catatan prosesnya dalam satu paragraf.)

32

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

33 of 45

Prinsip Rancangan Rapor Rapor Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Tidak menjadi beban administrasi yang berat

Aspirasinya, penulisan rapor akan lebih sederhana, terlebih apabila dibantu teknologi.

Teknologi "Report generator" di mana pendidik memasukkan judul projek, deskripsi singkat, dan seluruh elemen Profil Pelajar Pancasila, dan hanya memberikan penilaian pilihan elemen profil yang berkaitan dengan projek tanpa harus menuliskannya.

Penulisan deskripsi proses peserta didik benar-benar fokus pada hal unik dan istimewa yang layak direfleksikan, misalnya situasi di mana peserta didik mengambil keputusan yang bijak, perkembangan suatu karakter yang sangat nyata dalam kurun waktu tertentu, dsb.

Menunjukkan keterpaduan

Rapor terdiri dari hasil penilaian terhadap performa peserta didik dalam projek.

Meskipun ada beberapa disiplin ilmu terintegrasi dalam projek, namun bagian projek fokus pada keterpaduan pembelajaran dan perkembangan karakter dan kompetensi sesuai profil pelajar Pancasila

Kompetensi utuh

Penilaian dalam rapor projek memadukan pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebagai satu komponen. Deskripsi juga disampaikan secara utuh tanpa membedakan aspek tersebut.

33

Rapor bersifat informatif dalam menyampaikan perkembangan peserta didik, namun tidak merepotkan pendidik dalam pengerjaannya.

Menyusun Rapor Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

34 of 45

Format rapor projek penguatan profil pelajar Pancasila

34

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

35 of 45

35

Deskripsi singkat projek berisi penjelasan mengenai konteks dan tujuan projek serta gambaran umum proses pelaksanaannya.

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

36 of 45

36

Rapor mencantumkan dimensi, sub-elemen, dan rumusan kompetensi sesuai fase peserta didik dari profil pelajar Pancasila sesuai dengan tujuan projek yang sudah ditentukan.

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

37 of 45

37

Penilaian individual anak. Berisi capaian sub-elemen profil pelajar Pancasila berdasarkan 4 kriteria: Mulai Berkembang, Berkembang, Berkembang Sesuai Harapan, dan Sangat Berkembang. Sementara di bagian akhir terdapat deskripsi satu paragraf singkat mengenai pencapaian peserta didik yang menggambarkan proses yang paling berkembang dan proses yang masih perlu mendapat perhatian.

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

38 of 45

Ruang Kolaborasi

Pembahasan Instruksi 10’

Praktik Kelompok 50’

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

39 of 45

Aktivitas Sesi Ruang Kolaborasi

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

40 of 45

Demonstrasi Kontekstual

Pembahasan Instruksi 10’

Praktik Kelompok 80’

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

41 of 45

Aktivitas Sesi Demonstrasi Kontekstual

Bapak/Ibu dapat memilih salah satu dari kedua lembar kerja berikut sesuai dengan kesiapan kelompok Anda. (Perhatikan kembali slide 18)

Tautan Lembar Kerja 1 Memodifikasi Modul:

https://docs.google.com/document/d/1fRsaoRCIX7Hstip58ijMSdEk3po9ouHLzancKnoiFCI/copy

Tautan Lembar Kerja 2 Merancang Projek:

https://docs.google.com/document/d/1zy_DjYzzJpBBOBJrmta5zzDEfpA_b0Mr/copy

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

42 of 45

Elaborasi Pemahaman

Berbagi dan Diskusi 60’

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

43 of 45

Elaborasi Pemahaman

  • Perwakilan peserta dari masing-masing kelompok memaparkan hasil modifikasi modul projek yang telah dibuat.
  • Peserta yang lain memberikan umpan balik terhadap hasil model projek yang dipaparkan.
  • Diskusi tentang kendala-kendala yang dihadapi dalam melakukan modifikasi.

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

44 of 45

Refleksi

Refleksi Akhir 30’

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

45 of 45

Refleksi

  1. Apa hal baru yang Bapak/Ibu pelajari tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila?
  2. Adakah bagian dari pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang perlu Bapak/Ibu pelajari lebih lanjut
  3. Apakah Bapak/Ibu sudah memiliki gambaran umum/kerangka rencana terkait pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di satuan pendidikan Bapak/Ibu nanti?
  4. Kendala apa yang mungkin muncul dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di satuan pendidikan Bapak/Ibu?

SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI