�Merancang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Jenjang SMP
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Tujuan Bimbingan Teknis:
Di akhir sesi ini, peserta mampu:
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Dokumen Acuan
Dokumen-dokumen berikut perlu dipelajari terlebih dahulu agar dapat mengikuti pelatihan ini dengan optimal.
Nama | Isi | Tautan |
Profil Pelajar Pancasila | Pemetaan dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila berserta rumusan kompetensi sesuai fase peserta didik. | |
Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila | Panduan perencanaan dan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila di satuan pendidikan. | |
Struktur Kurikulum | Penjabaran konteks projek penguatan profil pelajar Pancasila di dalam kurikulum. |
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Alur Kegiatan Bimbingan Teknis
Alur | Inti Pembahasan | Aktivitas Peserta | Waktu (Menit) | ||
1 | Mulai dari Diri | Apersepsi | Diskusi forum | Peserta mengaitkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki dengan pembahasan yang akan dipelajari | 30 |
2 | Eksplorasi Konsep | Konsep umum projek penguatan profil pelajar Pancasila | Pemaparan dan tanya jawab | Peserta menyimak dan mendiskusikan paparan mengenai konsep umum projek | 90 |
3 | Ruang Kolaborasi | Perancangan dimensi dan tujuan projek yang kontekstual | Diskusi dan praktik kelompok | Peserta mensimulasikan perancangan ide projek yang kontekstual | 60 |
4 | Demonstrasi Kontekstual | Rancangan projek penguatan profil pelajar Pancasila | Diskusi dan praktik kelompok | Peserta merancang kerangka projek penguatan profil pelajar Pancasila | 90 |
5 | Elaborasi Pemahaman | Penguatan materi | Diskusi forum | Peserta membagikan hasil pekerjaan di sesi demonstrasi kontekstual | 60 |
6 | Refleksi | Penutup | Praktik mandiri | Peserta menuliskan refleksi pembelajaran unit projek penguatan profil pelajar Pancasila | 30 |
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
SILABUS BIMTEK PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA JENJANG SMP
1
3
4
Memahami Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Mengelola Projek
Menilai Projek
Makna profil pelajar Pancasila , Perlunya P5, Gambaran P5, Prinsip P5, Manfaat P5
Merancang dan Mengembangkan Projek
2
Menyiapkan Ekosistem satuan Pendidikan :
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Mulai dari Diri
Refleksi Awal 30’
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
����Pertanyaan Pemantik:
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Eksplorasi Konsep
Pemaparan 60’
Tanya Jawab 30’
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Profil Pelajar Pancasila
“Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.”
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Contoh alur perkembangan kompetensi Profil Pelajar Pancasila yang menjadi tujuan pembelajaran projek
Capaian fase dari dimensi Berkebinekaan Global, elemen Mengenal dan Menghargai Budaya, sub-elemen Mendalami Budaya dan Identitas Budaya.
→ Rumusan kompetensi di fase D adalah tujuan pembelajaran projek untuk jenjang SMP.
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Pengertian projek penguatan profil pelajar Pancasila
Berdasarkan Kepmendikbudristek No.56/M/2022, Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.
Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler. Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Budaya Sekolah yang Mendukung Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
13
KOLABORATIF |
Kegiatan pembelajaran berbasis projek yang dinamis membutuhkan lingkar sosial yang mendukung dalam pelaksanaannya. Dalam hal ini budaya kolaboratif menjadi hal yang penting untuk dibangun dibandingkan dengan budaya kompetitif. Diharapkan budaya kolaboratif dapat mendorong semangat senang bekerja sama, saling mengapresiasi, dan saling memberikan dukungan satu sama lain. Lebih jauh, upaya kolaboratif juga perlu dilakukan antar berbagai elemen kunci dalam tri sentra pendidikan (keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat) sehingga pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila akan berlangsung secara menyeluruh dan optimal. |
BERPIKIRAN TERBUKA |
Pembelajaran yang inovatif seringkali terhambat oleh adanya budaya kontraproduktif seperti tidak senang menerima masukan atau menutup wawasan terhadap berbagai bentuk perbedaan. Budaya negatif tersebut tidak akan mendukung terselenggaranya kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila yang efektif dan berdampak. Oleh karenanya, satuan pendidikan diharapkan dapat menghidupkan budaya senang menerima masukan, terbuka terhadap perbedaan, serta berkomitmen terhadap setiap upaya perbaikan untuk perubahan ke arah yang lebih baik. |
SENANG MEMPELAJARI HAL BARU |
Pada dasarnya perkembangan setiap individu sebagai seorang pembelajar akan terhenti jika ia tidak lagi senang mempelajari hal baru. Oleh karenanya, kemampuan memelihara rasa ingin tahu dan menemukan kepuasan saat menemukan hal baru adalah bagian dari budaya yang perlu dihidupkan di lingkungan satuan pendidikan. Kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila akan berjalan secara optimal jika setiap individu memiliki kesenangan untuk mempelajari hal baru dan mengembangkan diri secara terus menerus. Harapannya, kegiatan projek ini pada akhirnya dapat membantu tercapainya karakter pelajar sepanjang hayat pada setiap individu yang terlibat di dalamnya. |
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Peran pemangku kepentingan dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila
Kepala satuan pendidikan
Pendidik
(Peran ini khususnya perlu diampu oleh pendidik yang menjadi Tim Fasilitator Projek)
Peserta Didik
14
Peran-peran ini dapat dioptimalkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan satuan pendidikan.
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota
Pengawas
Komite Sekolah
Memberikan dukungan terkait pelaksanaan projek di satuan pendidikan.
Masyarakat/Orang tua peserta didik/Mitra
15
Contoh pertanyaan untuk komunikasi yang memberdayakan antara pengawas dan kepala satuan pendidikan/Tim Fasilitator Projek:
1. Apa harapan atau tujuan yang ingin dicapai oleh satuan pendidikan dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila?
2. Bagaimana kondisi kesiapan sekolah saat ini? Apa sumber daya yang dapat dioptimalkan untuk melaksanakan projek dan mencapai tujuan yang diharapkan? Apa saja dimensi profil pelajar Pancasila yang perlu dikuatkan? Bagaimana mengidentifikasi isu yang relevan untuk dikembangkan menjadi tema projek?
3. Apa langkah-langkah yang perlu dilakukan? Apa tantangan yang mungkin dihadapi dan bagaimana cara menanggulanginya?
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Prinsip pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila
Holistik Holistik bermakna memandang sesuatu secara utuh dan menyeluruh, tidak parsial atau terpisah-pisah. Dalam konteks perancangan projek penguatan profil pelajar Pancasila, kerangka berpikir holistik mendorong kita untuk menelaah sebuah tema secara utuh dan melihat keterhubungan dari berbagai hal untuk memahami sebuah isu secara mendalam. | Kontekstual Prinsip kontekstual berkaitan dengan upaya mendasarkan kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian. Prinsip ini mendorong pendidik dan peserta didik untuk dapat menjadikan lingkungan sekitar dan realitas kehidupan sehari-hari sebagai bahan utama pembelajaran. |
Berpusat pada Peserta Didik Prinsip berpusat pada peserta didik berkaitan dengan skema pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk menjadi subjek pembelajaran yang aktif mengelola proses belajarnya secara mandiri, termasuk memiliki kesempatan memilih dan mengusulkan topik projek sesuai minatnya. | Eksploratif Prinsip eksploratif berkaitan dengan semangat untuk membuka ruang yang lebar bagi proses pengembangan diri dan inkuiri. Projek penguatan profil pelajar Pancasila tidak berada dalam struktur intrakurikuler yang terkait dengan berbagai skema formal pengaturan mata pelajaran. Oleh karenanya, projek ini memiliki area eksplorasi yang luas dari segi jangkauan materi, alokasi waktu, dan penyesuaian dengan tujuan pembelajaran. |
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Contoh tahapan perencanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila di satuan pendidikan
Merancang strategi pelaporan hasil projek
Tim fasilitator merencanakan strategi pengolahan dan pelaporan hasil projek
Membentuk tim fasilitator projek penguatan profil pelajar Pancasila
Kepala satuan pendidikan menyusun tim fasilitator projek. Tim ini berperan merencanakan dan melaksanakan kegiatan projek untuk seluruh kelas.
Merancang dimensi, tema, dan alokasi waktu projek penguatan profil pelajar Pancasila
Tim Fasilitator menentukan fokus dimensi profil pelajar Pancasila dan tema projek serta merancang jumlah projek beserta alokasi waktunya. (Dimensi dan tema dipilih berdasarkan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan).
Mengidentifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan
Kepala satuan pendidikan bersama tim fasilitator merefleksikan dan menentukan tingkat kesiapan satuan pendidikan.
ALUR PERENCANAAN PROJEK
Menyusun modul projek
Tim fasilitator menyusun modul projek sesuai tingkat kesiapan satuan pendidikan dengan tahapan umum: Menentukan sub-elemen (tujuan projek); Mengembangkan topik, alur, dan durasi projek, serta; Mengembangkan aktivitas dan asesmen projek.
2
3
4
5
Perencanaan ini dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi satuan pendidikan.
1
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
1. Membentuk Tim Fasilitator Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Pimpinan satuan pendidikan menentukan seorang koordinator projek, bisa dari wakil kepala satuan pendidikan atau pendidik yang mempunyai pengalaman mengembangkan dan mengelola projek.
Apabila mempunyai SDM yang cukup, koordinator projek sekolah dapat membentuk koordinator di level kelas. Misalnya satu orang koordinator kelas 1, satu orang koordinator kelas 2, dan seterusnya. Untuk pendidikan khusus, koordinator dapat dipilih berdasarkan jenis kekhususan.
1
2
Pimpinan satuan pendidikan bersama koordinator projek memetakan pendidik dari setiap kelas (atau apabila SDM terbatas, perwakilan dari masing-masing fase) untuk menjadi tim fasilitator projek.
Koordinator mengumpulkan dan memberikan arahan kepada tim fasilitator projek untuk merencanakan dan membuat modul projek bagi setiap kelas atau fase.
3
4
Tim fasilitator projek terdiri dari sejumlah pendidik yang berperan merencanakan, menjalankan, dan mengevaluasi projek. Tim fasilitator dibentuk dan dikelola oleh kepala satuan pendidikan dan koordinator projek. Jumlah tim fasilitator projek dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan, dilihat dari:
Langkah pembentukan tim fasilitator projek
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Seberapa banyak pendidik yang PERNAH melaksanakan pembelajaran berbasis projek?
<50%
⋝50%
Apakah pembelajaran berbasis projek sudah menjadi kebiasaan satuan pendidikan?
Sudah
Belum
Apakah projek sudah terjadi lintas disiplin ilmu?
Belum
Sudah
Apakah satuan pendidikan memiliki sistem*) yang mendukung pelaksanaan pembelajaran berbasis projek?
Belum punya
Punya
Ya
Tidak
Apakah sudah ada keterlibatan mitra?
TAHAP AWAL
TAHAP BERKEMBANG
TAHAP LANJUTAN
TAHAP LANJUTAN DAN DIREKOMENDASIKAN MENJADI MENTOR UNTUK SATUAN PENDIDIKAN TAHAP AWAL/BERKEMBANG
2. Mengidentifikasi Tingkat Kesiapan Satuan Pendidikan
*) satuan pendidikan yang memiliki sistem: satuan pendidikan memiliki evaluasi berkala serta pengayaan pendidik untuk menyelenggarakan pembelajaran berbasis projek yang memberikan otonomi lebih besar kepada peserta didik.
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Pemilihan Dimensi
3. Merancang Dimensi, Tema, dan Alokasi Waktu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Tema-tema projek penguatan profil pelajar Pancasila di jenjang SMP
Kearifan Lokal (SD-SMA) Membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar atau daerah tersebut, serta perkembangannya. | Rekayasa dan Teknologi (SD-SMA) Berkolaborasi dalam melatih daya pikir kritis, kreatif, inovatif, sekaligus kemampuan berempati untuk berekayasa membangun produk berteknologi yang memudahkan kegiatan dirinya dan juga sekitarnya. | Kewirausahaan (SD-SMA) Mengidentifikasi potensi ekonomi di tingkat lokal dan masalah yang ada dalam pengembangan potensi tersebut, serta kaitannya dengan aspek lingkungan, sosial dan kesejahteraan masyarakat. | Bhinneka Tunggal Ika (SD-SMA) Mengenal belajar membangun dialog penuh hormat tentang keberagaman kelompok agama dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat sekitar dan di Indonesia serta nilai-nilai ajaran yang dianutnya. |
Gaya Hidup Berkelanjutan (SD-SMA) Memahami dampak dari aktivitas manusia, baik jangka pendek maupun panjang, terhadap kelangsungan kehidupan di dunia maupun lingkungan sekitarnya. | Bangunlah Jiwa dan Raganya (SD-SMA) Membangun kesadaran dan keterampilan untuk memelihara kesehatan fisik dan mental, baik untuk dirinya maupun orang sekitarnya. | Suara Demokrasi (SMP-SMA) Merefleksikan makna demokrasi dan memahami implementasi demokrasi serta tantangannya dalam konteks yang berbeda, termasuk dalam organisasi sekolah dan/atau dalam dunia kerja. | Tema-tema projek sudah ditentukan oleh pemerintah. Berangkat dari tema yang ada, tim fasilitator projek dapat mengembangkan topik spesifik yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan sekolah. |
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Alokasi waktu projek penguatan profil pelajar Pancasila di jenjang SMP
Contoh jumlah total JP ini untuk SMP kelas 9, yang akan dibagi ke sekurang-kurangnya 3 projek. Jumlah ini berbeda di setiap fase/jenjangnya.
320 JP ini tidak perlu dibagi rata ke masing-masing projek, namun bisa disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan masing-masing projek.
Jumlah berkisar 25 % dari total JP (Sudah ditetapkan dalam struktur)
Total alokasi waktu projek di jenjang SMP adalah sekitar 25% dari keseluruhan total JP dalam satu tahun:
- Kelas 7&8 = 360 JP
- Kelas 9 = 320 JP
Setelah mengidentifikasi total alokasi jam projek, langkah berikutnya adalah menentukan pembagian durasi projek sejumlah tema yang dipilih di kelas tersebut. Durasi setiap tema projek dapat dirancang berbeda-beda tergantung tujuan dan kedalaman eksplorasi tema tersebut.
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Pilihan Waktu Pelaksanaan Projek
a. Menentukan satu hari dalam seminggu untuk pelaksanaan projek (misalnya hari Jumat). Seluruh jam belajar pada hari itu digunakan untuk projek.
Catatan:
23
M A R E T 2 0 2 1 | ||||||
Minggu | Senin | Selasa | Rabu | Kamis | Jumat | Sabtu |
| 1 UPACARA | 2 | 3 | 4 | 5 Projek penguatan profil pelajar Pancasila | 6 |
7 | 8 UPACARA | 9 | 10 | 11 | 12 Isra Mi'raj | 13 CUTI BERSAMA |
14 HARI RAYA NYEPI | 15 UPACARA | 16 | 17 | 18 | 19 Projek penguatan profil pelajar Pancasila | 20 |
21 | 22 UPACARA | 23 | 24 | 25 | 26 Projek penguatan profil pelajar Pancasila | 27 |
28 | 29 UPACARA | 30 | 31 | | | |
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
b, Mengalokasikan 1-2 jam pelajaran di akhir hari, khusus untuk mengerjakan projek. Bisa digunakan untuk eksplorasi di sekitar satuan pendidikan sebelum peserta didik pulang.
24
No/ | Kelas | Waktu | Senin | Selasa | Rabu | Kamis | Jumat | Sabtu |
1 | I | 07.15-07.50 | Upacara | | | | | |
2 | 07.50-08.25 | Upacara | | | | | | |
3 | 08.25-09.00 | | | | | | | |
| 09.00-09.15 | I S T I R A H A T | ||||||
4 | 09.15-09.50 | | | | | Projek penguatan profil pelajar Pancasila | | |
5 | 09.50--10.25 | Projek penguatan profil pelajar Pancasila | | Projek penguatan profil pelajar Pancasila | | - | | |
6 | 10.25-11.00 | Projek penguatan profil pelajar Pancasila | Projek penguatan profil pelajar Pancasila | Projek penguatan profil pelajar Pancasila | Projek penguatan profil pelajar Pancasila | - | Projek penguatan profil pelajar Pancasila | |
7 | 11.00-11.35 | - | Projek penguatan profil pelajar Pancasila | - | Projek penguatan profil pelajar Pancasila | - | Projek penguatan profil pelajar Pancasila | |
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
c. Mengumpulkan dan memadatkan pelaksanaan tema dalam satu periode waktu (misalnya 2 minggu atau 1 bulan - tergantung jumlah jam tatap muka projek yang dialokasikan pada setiap projeknya), di mana semua Tenaga Pendidik berkolaborasi mengajar projek setiap hari selama durasi waktu yang ditentukan.
25
M A R E T 2 0 2 1 | ||||||
Minggu | Senin | Selasa | Rabu | Kamis | Jumat | Sabtu |
| 1 UPACARA | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
7 | 8 UPACARA | 9 | 10 | 11 | 12 Isra Mi'raj | 13 CUTI BERSAMA |
14 HARI RAYA NYEPI | 15 UPACARA Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila | 16 Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila | 17 Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila | 18 Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila | 19 Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila | 20 Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila |
21 | 22 UPACARA Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila | 23 Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila | 24 Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila | 25 Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila | 26 Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila | 27 Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila |
28 | 29 UPACARA | 30 | 31 | | | |
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
26
Contoh pemetaan dimensi, tema, dan alokasi waktu projek.
Di sebuah SMP, kepala satuan pendidikan dan tim fasilitator memutuskan bahwa di tahun ajaran berjalan dimensi profil pelajar Pancasila yang akan difokuskan adalah Berkebinekaan Global, Bergotong-Royong, dan Bernalar Kritis. Sementara tema projek pilihannya adalah Bhinneka Tunggal Ika, Kearifan Lokal, dan Kewirausahaan. Pemilihan dimensi dan tema tersebut berangkat dari kondisi dan kebutuhan sekolah.
Berangkat dari hal tersebut, tim fasilitator yang bertugas di kelas 7 kemudian memetakan kegiatan projek di kelasnya sebagai berikut:
| Projek 1 | Projek 2 | Projek 3 |
Dimensi | Berkebinekaan Global Bergotong-Royong | Berkebinekaan Global Bergotong-Royong Bernalar Kritis | Bergotong-Royong Bernalar Kritis |
Tema* | Kearifan Lokal | Bhinneka Tunggal Ika | Kewirausahaan |
Alokasi Waktu** | 100 JP | 120 JP | 140 JP |
*Tingkat SMP/MTs dan sederajat wajib memilih minimal 3 tema dalam satu tahun ajaran.
**Total alokasi waktu projek di kelas 7 SMP dalam satu tahun ajaran adalah 360 JP.
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Mengadaptasi Modul yang Sudah Ada
Mengadaptasi modul yang sudah tersedia adalah pilihan awal bagi sekolah yang belum terbiasa melaksanakan pembelajaran berbasis projek yang integratif dan kolaboratif.
Membuat Modul secara Mandiri
Membuat modul secara mandiri adalah pilihan lanjutan bagi sekolah yang sudah terbiasa melaksanakan pembelajaran berbasis projek yang integratif dan kolaboratif.
4. Menyusun Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Pemerintah menyediakan beragam contoh modul projek. Pada tahap awal guru diharapkan dapat mengadaptasi modul tersebut sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah, sementara pada tahap lanjutan guru diharapkan dapat merancangnya secara mandiri.
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Komponen modul projek penguatan profil pelajar Pancasila
Modul projek dilengkapi dengan komponen yang menjadi dasar dalam proses penyusunannya serta dibutuhkan untuk kelengkapan pelaksanaan pembelajaran. Modul projek setidaknya memiliki komponen sebagai berikut:
Profil Modul | Tujuan | Aktivitas | Asesmen |
|
|
|
|
Tim fasilitator memiliki kebebasan untuk mengembangkan komponen dalam modul projek, untuk menyesuaikan dengan kondisi sekolah dan kebutuhan peserta didik. Modul dapat diperkaya dengan menambahkan komponen berikut:
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Contoh Alur Aktivitas Modul Projek - SMP
29
Sub-elemen yang disasar
Modul Projek Fase D
Tema: Gaya Hidup Berkelanjutan
Topik: Sampahku, Tanggung Jawabku
Total waktu: 57 JP
Dimensi Profil Pelajar Pancasila:
Tahap Pengenalan. Mengenali dan membangun kesadaran siswa terhadap isu pengelolaan sampah dan implikasinya terhadap perubahan iklim | ||||
1. Perkenalan: Perubahan Iklim dan Masalah Pengelolaan Sampah | 2. Eksplorasi Isu | 3. Refleksi awal | 4. Kunjungan ke TPA/ Komunitas Peduli Sampah | 5. Diskusi Kritis Masalah Sampah |
Tahap Kontekstualisasi. mengkontekstualisasi masalah di lingkungan terdekat | ||||
6. Pengumpulan, Pengorganisasian, dan Penyajian Data | 7. Trash Talk: Sampah di Sekolahku | 8. Pengorganisasian Data Secara Mandiri | 9. Asesmen Formatif Presentasi: Sampah di Sekolahku | |
Tahap aksi. bersama-sama mewujudkan pelajaran yang mereka dapat melalui aksi nyata | ||||
10. Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku: Eksplorasi program pengelolaan sampah yang ada | 11. Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku: Peranku dan Solusiku | 12. Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku: Menentukan Karakteristik Poster yang Baik | 13. Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku: Membuat Poster | 14. Asesmen Formatif Simulasi Pameran Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku |
Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut. Menggenapi proses dengan berbagi karya, evaluasi dan refleksi, serta menyusun langkah strategis | ||||
15. Asesmen Sumatif Pameran Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku | 16. Asesmen Sumatif Evaluasi Solusi Yang Ditawarkan | 17. Mari Beraksi Sambil Refleksi Mengelola Sampah di Sekolah | | |
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Hal-hal yang perlu diketahui mengenai asesmen projek penguatan Profil Pelajar Pancasila
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
4. Merancang Strategi Pelaporan Hasil Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Alur Rencana Pembelajaran dan Asesmen Projek
Menentukan tujuan pembelajaran
Apa kompetensi yang akan dicapai oleh peserta didik?
Merancang indikator kemampuan
Apa yang perlu dipahami atau dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kemampuannya?
Menyusun strategi asesmen
Dengan cara apa peserta didik dapat menunjukkan kemampuannya dan pendidik dapat mengukur kemampuan tersebut?
Mengolah hasil asesmen
Bagaimana hasil asesmen yang diperoleh? Apa bukti pencapaiannya?
Menyusun pelaporan
Sejauh mana peserta didik mencapai tujuan pembelajaran? Bagaimana catatan prosesnya?
Mengembangkan topik dan alur aktivitas pembelajaran
Aktivitas belajar apa saja yang dapat dilakukan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan topik projek yang dikembangkan?
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Alur Rencana Pembelajaran dan Asesmen Projek
*dijadikan infografis
- Apa kompetensi yang akan dicapai oleh peserta didik?
(Memilih tujuan kompetensi dari alur perkembangan dimensi profil pelajar Pancasila yang sesuai dengan fase peserta didik)
- Apa yang perlu dipahami atau dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kemampuannya?
(Merumuskan tujuan pembelajaran dengan kalimat yang lebih kontekstual dan mudah diukur)
- Dengan cara apa peserta didik dapat menunjukkan kemampuan & perilaku yang sesuai dengan tujuan?
(Mengembangkan bentuk asesmen: Mengerjakan tes/Menyajikan informasi/Membuat produk/Melakukan sesuatu/Menunjukkan sikap, dsb)
- Dengan cara apa pendidik bisa mengukur kemampuan peserta didik tersebut?
(Mengembangkan instrumen asesmen: Soal tertulis, kuis, jurnal, lembar ceklis/observasi, rubrik, portofolio, dsb.
- Aktivitas belajar apa saja yang dapat dilakukan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan tema projek yang dipilih?
(Merancang ragam aktivitas pembelajaran sesuai tema yang dipilih dan menentukan pada bagian mana asesmen perlu dilakukan untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.)
- Bagaimana hasil asesmen yang diperoleh? Apa bukti pencapaiannya?
(Membuat inferensi (kesimpulan) mengenai pencapaian peserta didik terhadap tujuan pembelajaran. Hasil asesmen bisa didapatkan dari skor tes, isian lembar ceklis/observasi, identifikasi rubrik, dsb. Bukti pencapaian dapat berupa produk belajar seperti catatan, lembar jawaban, hasil karya, foto/rekaman saat melakukan pekerjaan, dsb.)
- Sejauh mana peserta didik mencapai tujuan pembelajaran? Bagaimana catatan prosesnya?
(Menentukan pencapaian peserta didik (berupa pencapaian standar fase: mulai berkembang, sedang berkembang, berkembang sesuai harapan sangat berkembang) dan mendeskripsikan catatan prosesnya dalam satu paragraf.)
32
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Prinsip Rancangan Rapor Rapor Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Tidak menjadi beban administrasi yang berat
Aspirasinya, penulisan rapor akan lebih sederhana, terlebih apabila dibantu teknologi.
Teknologi "Report generator" di mana pendidik memasukkan judul projek, deskripsi singkat, dan seluruh elemen Profil Pelajar Pancasila, dan hanya memberikan penilaian pilihan elemen profil yang berkaitan dengan projek tanpa harus menuliskannya.
Penulisan deskripsi proses peserta didik benar-benar fokus pada hal unik dan istimewa yang layak direfleksikan, misalnya situasi di mana peserta didik mengambil keputusan yang bijak, perkembangan suatu karakter yang sangat nyata dalam kurun waktu tertentu, dsb.
Menunjukkan keterpaduan
Rapor terdiri dari hasil penilaian terhadap performa peserta didik dalam projek.
Meskipun ada beberapa disiplin ilmu terintegrasi dalam projek, namun bagian projek fokus pada keterpaduan pembelajaran dan perkembangan karakter dan kompetensi sesuai profil pelajar Pancasila
Kompetensi utuh
Penilaian dalam rapor projek memadukan pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebagai satu komponen. Deskripsi juga disampaikan secara utuh tanpa membedakan aspek tersebut.
33
Rapor bersifat informatif dalam menyampaikan perkembangan peserta didik, namun tidak merepotkan pendidik dalam pengerjaannya.
Menyusun Rapor Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Format rapor projek penguatan profil pelajar Pancasila
34
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
35
Deskripsi singkat projek berisi penjelasan mengenai konteks dan tujuan projek serta gambaran umum proses pelaksanaannya.
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
36
Rapor mencantumkan dimensi, sub-elemen, dan rumusan kompetensi sesuai fase peserta didik dari profil pelajar Pancasila sesuai dengan tujuan projek yang sudah ditentukan.
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
37
Penilaian individual anak. Berisi capaian sub-elemen profil pelajar Pancasila berdasarkan 4 kriteria: Mulai Berkembang, Berkembang, Berkembang Sesuai Harapan, dan Sangat Berkembang. Sementara di bagian akhir terdapat deskripsi satu paragraf singkat mengenai pencapaian peserta didik yang menggambarkan proses yang paling berkembang dan proses yang masih perlu mendapat perhatian.
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Ruang Kolaborasi
Pembahasan Instruksi 10’
Praktik Kelompok 50’
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Aktivitas Sesi Ruang Kolaborasi
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Demonstrasi Kontekstual
Pembahasan Instruksi 10’
Praktik Kelompok 80’
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Aktivitas Sesi Demonstrasi Kontekstual
Bapak/Ibu dapat memilih salah satu dari kedua lembar kerja berikut sesuai dengan kesiapan kelompok Anda. (Perhatikan kembali slide 18)
Tautan Lembar Kerja 1 Memodifikasi Modul:
https://docs.google.com/document/d/1fRsaoRCIX7Hstip58ijMSdEk3po9ouHLzancKnoiFCI/copy
Tautan Lembar Kerja 2 Merancang Projek:
https://docs.google.com/document/d/1zy_DjYzzJpBBOBJrmta5zzDEfpA_b0Mr/copy
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Elaborasi Pemahaman
Berbagi dan Diskusi 60’
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Elaborasi Pemahaman
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Refleksi
Refleksi Akhir 30’
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Refleksi
SOSIALISASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI