1 of 21

Optimalisasi peran Bidan dalam mencegah & mengatasi stunting di Era Modern

Disampaikan oleh : Hj Supri Nuryani

Ketua PD IBI Provinsi Kal-Sel

2 of 21

Pendahuluan

  • Indonesia sebagaimana diketahui hingga saat ini masih tercatat sebagai negara dengan literasi gizi masyarakat yang rendah.
  • Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting) atau Stranas Stunting menjadi tonggak dari keseriusan pemerintah untuk konsisten menurunkan angka stunting di Indonesia hingga mencapai14% di tahun 2024.
  • Oleh karena itu, upaya-upaya peningkatan pengetahuan gizi masyarakat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya adalah peran serta bidan sebagai salah satu tenaga keseatan yang sangat strategis dimasyarakat sangat di butuhkan

3 of 21

Apa itu stunting ?

Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan anak terganggu akibat adanya kekurangan nutrisi dan gizi dalam jangka waktu yang lama.

Stunting ditandai dengan bertubuh pendek serta perkembangan otak yang terganggu sehingga dapat menjadi “Kerdil “

4 of 21

Apa dampak stunting pada anak?

  • Dampak jangka pendek yang dirasakan anak yang mengidap stunting diantaranya tubuh jadi lebih pendek dibanding anak-anak seusianya.
  • Selain itu, anak juga akan mengalami gangguan metabolisme, serta penurunan kecerdasan anak.

5 of 21

Apa ciri-ciri anak yang menderita stunting?

  • Ciri anak kurang gizi yang menderita stunting biasanya memiliki berat badan kurang dari 2,5 kg saat lahir, dan tumbuh lebih lambat dari yang seharusnya.
  • Mereka juga sering mulai tumbuh gigi lebih lambat dari pada anak-anak yang tidak kerdil.

6 of 21

Dasar Hukum

  1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan pasal 46 menjelaskan bahwa tugas bidan meliputi pelayanan kesehatan ibu dan anak, reproduksi perempuan, dan KB
  2. Pada ranah inilah, peran bidan sebagai promotiv dan preventif care menjadi lebih luas, karena figur fasilitator bagi keluarga untuk melakukan pencegahan & penanganan stunting sejak dini.
  3. Sebagai bagian merupakan integral dari tenaga kesehatan, bidan memang memiliki peran yang strategis dalam mempercepat penurunan angka stunting demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

7 of 21

Mengapa peran bidan penting?

  • Sebagai garda terdepan di masyarakat peran dan fungsi bidan ini bisa menjadi sarana untuk mewujudkan kesehatan masyarakat yang semakin baik.
  • Bidan mempunyai peran yang sangat strategis dalam percepatan penurunan stanting sejak kehamilan ,melahirkan dan ibu menyusui s/d 1000 HPK
  • Melakukan pengawasan tumbuh kembang optimal baik secara mandiri,kolaborasi atau rujukan

8 of 21

Peran dan fungsi bidan

  • Sebagai pelaksana dilakukan dengan tiga kategori tugas, yaitu tugas mandiri, tugas kolaborasi, rujukan (ketergantungan )
  • Sebagai pengelola, bidan mempunyai dua tugas utama, yaitu tugas pengembangan pelayanan dasar kesehatan dan tugas partisipasi dalam tim
  • Sebagai pendidik, bidan mempunyai dua tugas utama yaitu pendidik dan penyuluh.
  • Sebagai peneliti, bidan bertugas melakukan penelitian atau investigasi dalam bidang kesehatan, baik secara mandiri maupun berkelompok

9 of 21

Peran sebagai pelaksana� bersama lintas sektor bersinergis melalui �“gerakan cegah stunting

  • Bersama Dinas kesehatan aktif memberikan edukasi bahwa stunting bisa ditangani sejak dini bila orang tua bisa memperhatikan nutrisi anak dan melakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak.“Nutrisi terbaik adalah ASI dan setelah 6 bulan baru anak boleh diberi MPASI.1000 HPK
  • Peran bidan dalam membantu persalinan melakukan IMD, dan menekan angka kematian ibu dan bayi, bidan juga diharapkan berperan penting , menurunkan angka stunting.
  • Kehadiran bidan pada posyandu balita merupakan hal yang sangat krusial untuk memberikan dukungan kepada para ibu agar memperhatikan detail perkembangan anak, mulai dari pembiasaan perilaku bersih dan sehat, hingga penyusunan menu makan dengan kaidah gizi seimbang.

10 of 21

��Peran Bidan sebagai Pengelola berpartisipasi maksimalkan Untuk Cegah Stunting di Indonesia �

  • Banyak orangtua juga tidak memahami pentingnya ASI, sebaliknya mengandalkan susu formula bagi bayi.
  • Peran bidan sangat di butuhkan dalam upaya promotif,mengedukasi penting IMD,dilanjutkan dengan Asi ekslusif guna menjaga 1.000 hari pertama kehidupan/HPK (golden age) demi menyelamatkan ibu dan anak serta dapat menentukan masa depan bangsa cegah stunting

11 of 21

Bidan sebagai pendidik aktif memberikan penyuluhan cara mencegah & mengatasi Stunting pada Anak

  1. Pemenuhan Gizi pada remaja dengan pemberian Fe cegah anemia
  2. Cegah hamil diusia < 20 tahun dan jarak kehamilan dg KB yang efektif
  3. Saat hamil harus memastikan untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi , pastikan kebutuhan tablet asam folat dan Fe terpenuhi
  4. ANC secara teratur minimal 6 x dan kolaborasi dg tim ahli (SpOg)
  5. Pola hidup sehat (PHBS) dan lingkungan asri, tersedia air bersih

12 of 21

Lanjutan .....

6. Memperhatikan asupan gizi ibu menyusui langkah preventif lainnya untuk mencegah stunting

7. Memperbaiki pola tidur dengan memperbaiki kualitas tidur anak mampu mencegah stunting pada anak.

13 of 21

Lanjutan ....

8. Terapkan Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

Sesaat setelah bayi lahir, segera lakukan IMD agar berhasil menjalankan ASI Eksklusif. Setelah itu, lakukan pemeriksaan ke dokter atau ke Posyandu dan Puskesmas secara berkala untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.

9. Imunisasi

Perhatikan jadwal imunisasi rutin yang diterapkan oleh Pemerintah agar anak terlindungi dari berbagai macam penyakit.

10. Pola Asuh yang baik (stimulasi)

Rutin melakukan aktivitas fisik bersama , sangat dibutuhkan anak di masa pertumbuhannya.

14 of 21

Bidan berperan melakukan penelitian & melaksanakan program pemerintah Pemenuhan Gizi optimal pada anak

  • Bersama dinkes , organisasi profesi dan institusi terkait melakukan penelitian bidang kesehatan reproduksi
  • Gerakan isi piringku bersama lintas sektor
  • Aksi gizi menu dan cara pengolahan bergizi,bervariasi,seimbang dan aman (B2SA)
  • Pemberian BMT pada bumil ,balita
  • Bersama mitra melakukan monitoring & evaluasi KIA

15 of 21

16 of 21

Harapan dampak dari peran strategis bidan mengacu paradigma baru al:

  • Memberikan kesadaran kepada masyarakat agar dapat pro aktif mendukung prgram pemerintah dalam cegah stunting
  • Dengan lebih banyaknya pihak yang ikut terlibat membantu edukasi gizi ini, diharapkan target penurunan angka stunting menjadi 14 persen dapat diwujudkan,“pada 2024 (SDG’s)
  • Pengetahuan yang diberikan bidan sebagai yang terdekat dengan masyarakat akan berdampak baik terhadap peningkatan motivasi para ibu untuk memberikan nutrisi,pola asuh pengasuhan yang baik , dan gaya hidup bersih secara optimal.
  • Edukasi dasar terutama tentang asupan gizi anak dan keluarga, apa yang baik dikonsumsi dan yang sebaiknya tidak dikonsumsi anak.

17 of 21

Lanjutan .....

  • Kolaborasi dengan lintas sektor dan dinas terkait berperan dalam gerakan gemar makan ikan

18 of 21

Peran aktif kegiatan posyandu

  • a)sebagai motivator, yaitu menggerakkan dan membina peran serta masyarakat,
  • b) sebagai fasilitator, yaitu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat seperti: imunisasi kepada balita,
  • c ) edukator, yaitu membina dan memberikan bimbingan teknis kepada kader posyandu dan masyarakat,
  • d )sebagai advokator, yaitu: membina kerjasama lintas program dan lintas sektoral dan Lembaga Swadaya Masyarakat LSM.

19 of 21

Melaksanakan kegiatan pendampingan Pos Pelayanan Terpadu

Merupakan kegiatan kesehatan yang diselenggarakan oleh bidan desa kepada masyarakat dibantu oleh petugas kesehatan dari puskesmas.

20 of 21

Kesimpulan

  • Peran bidan sangat strategis sebagai salah satu tenaga kesehatan yang mempunyai tanggung jawab dan peran aktif dalam upaya pencegahan stunting dan bersama lintas sektor
  • Secara komprehensif memberikan asuhan sesuai kewenangan dan memegang teguh etika profesi kebidanan sesuai UU no 4 thn 2019 tentang kebidanan
  • Mendukung program pemerintah ,bekerja secara tim ,dan kolaborasi dengan sistem rujukan yang terencana dalam upaya menurunkan AKI/AKB dan cegah stunting di Indonesia
  • Karena itu, peran sangat penting guna menjaga 1.000 hari pertama kehidupan/HPK (golden age) demi menyelamatkan ibu dan anak serta dapat mencegah stunting menentukan masa depan bangsa Indonesia yang sehat, cerdas dan unggul ,berahlaq mulia

21 of 21