1 of 35

KEPEMIMPINAN

MOH. KURDI

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS WIRARAJA

2020

2 of 35

  • Kepemimpinan : proses mempengaruhi orang lain untuk memfasilitasi pencapaian sasaran-sasaran organisasi.

Kepemimpinan

3 of 35

  • Tiga variabel penting yang penting dalam semua situasi kepemimpinan : 1) orang, 2) tugas, 3) lingkungan.
  • Menampilkan kepemimpinan tidak mengharuskan seseorang berada pada posisi pemimpin formal.

Kepemimpinan

4 of 35

  1. Mereka memberikan arahan dan arti bagi orang-orang yang mereka pimpin
  2. Mereka menumbuhkan kepercayaan
  3. Mereka mendorong tindakan dan pengambilan risiko
  4. Mereka memberikan harapan

Ciri-ciri Pemimpin Kelompok yang Efektif (Bennis)

5 of 35

  • Pendekatan trait terhadap kepemimpinan terfokus untuk mengidentifikasi trait intelektual, emosional, fisik, dan trait kepribadian lainnya dari seorang pemimpin efektif.
  • Trait yang sudah bisa diidentifikasi adalah intelegensi, kepribadian, tinggi badan, dan kemampuan supervisi.
  • Pendekatan trait gagal mengidentifikasi karakteristik yang diterima secara universal.

Pendekatan Trait terhadap Kepemimpinan

6 of 35

  1. Pemimpin job-centered.
    • Berfokus pada penyelesaian tugas
    • Menggunakan supervisi melekat dan prosedur tertentu
    • Mengandalkan pada paksaan (coercion), imbalan, dan kekuasaan terlegitimasi untuk mempengaruhi perilaku dan kinerja bawahan
  2. Pemimpin employee-centered.
    • Berfokus pada orang yang melakukan pekerjaan
    • Meyakini pendelegasian pengambilan keputusan
    • Peduli dengan kemajuan, perkembangan, dan pencapaian pribadi bawahan

Pendekatan Perilaku terhadap Kepemimpinan:

The Michigan Studies

7 of 35

  1. Inisiasi struktur.
    • Mengatur dan mendefinisikan hubungan dalam kelompok, cenderung membuat pola dan saluran komunikasi yang baku, serta mengatur bagaimana sebuah tugas dilakukan
  2. Konsiderasi.
    • Perilaku yang menunjukkan persahabatan, saling percaya, rasa hormat, kehangatan, dan keakraban antara pemimpin dan pengikut

Pendekatan Perilaku terhadap Kepemimpinan:

The Ohio State Studies

  • Baik trait maupun perilaku gagal memasukkan situasi kepemimpinan dalam rangka menjelas pendekatan kepemimpinan yang efektif

8 of 35

  • Mengadvokasi agar pemimpin memahami perilaku mereka sendiri, perilaku bawahan, dan situasi sebelum menggunakan gaya kepemimpinan tertentu
  • Pendekatan ini mensyaratkan pemimpin agar memiliki keterampilan diagnostik dalam perilaku manusia

1. Teori Situasional tentang Kepemimpinan

9 of 35

  1. Model Kontingensi Kepemimpinan Fiedler
  2. Model Kepemimpinan Vroom-Jago
  3. Model Kepemimpinan Jalur-Tujuan
  4. Model Kepemimpinan Situasional Hersey-Blanchard

Teori Kepemimpinan Situasional yang Penting

10 of 35

  • Kinerja kelompok bergantung pada interaksi antara gaya kepemimpinan dan keuntungan situasional
  • Gaya kepemimpinan
    • Kepemimpinan berorientasi-tugas
    • Kepemimpinan berorientasi-hubungan
  • Faktor-faktor situasional
    • Hubungan pemimpin-anggota
    • Struktur tugas
    • Position power

Teori Kepemimpinan Situasional:

1.1. Model Kontingensi Kepemimpinan Fiedler

11 of 35

  • Mengubah hubungan pemimpin-anggota
  • Mengubah struktur tugas
  • Mengubah kekuatan posisi

Teori Kepemimpinan Situasional:

  1. Model Kontingensi Kepemimpinan Fiedler

12 of 35

Karakteristik situasional

I II III IV V VI VII VIII

Baik Baik Baik Baik Buruk Buruk Buruk Buruk

Tinggi Tinggi Rendah Rendah Tinggi Tinggi Rendah Rendah

Kuat Lemah Kuat Lemah Kuat Lemah Kuat Lemah

Situasi

Hubungan pemimpin-anggota

Struktur tugas

Position power

Gaya kepemimpinan yang sesuai

Berorientasi-tugas

Beorientasi-hubungan

Berorientasi- tugas

Situasi yang

menguntungkan

Situasi yang

tidak menguntungkan

Rangkuman Variabel Situasional Fiedler dan Gaya Kepemimpinan yang Sesuai

13 of 35

Hasil temuan model fiedler

14 of 35

Komponen-komponen penting model:

  • Spesifikasi kriteria untuk menilai keefektifan keputusan
  • Kerangka untuk menggambarkan perilaku atau gaya pemimpin yang spesifik
  • Variabel diagnostik utama yang menggambarkan aspek penting dari situasi kepemimpinan

Teori Kepemimpinan Situasional:

1.2. Model Kepemimpinan Vroom-Jago

15 of 35

Teori Kepemimpinan Situasional:

  1. Model Kepemimpinan Vroom-Jago

Keefektifan Keputusan

  • Kualitas keputusan
  • Komitmen bawahan
  • Pertimbangan waktu

Gaya Keputusan

  • Otokratik, Autocratic (A)‏
  • Konsultatif, Consultative (C)‏
  • Kelompok, Group (G)‏
  • Delegasi, Delegated (D)‏

16 of 35

  • Pemimpin menjadi efektif karena efek positif mereka pada pengikut:
    • Motivasi
    • Kemampuan untuk menunjukkan kinerja
    • Kepuasan
  • Berfokus pada bagaimana pemimpin mempengaruhi persepsi pengikut tentang:
    • Tujuan pekerjaan
    • Tujuan pengembangan-diri
    • Jalur yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan

Teori Kepemimpinan Situasional:

1.3. Model Kepemimpinan Jalur-Tujuan

17 of 35

Teori Kepemimpinan Situasional:

  1. Model Kepemimpinan Jalur-Tujuan

Gaya Perilaku Pemimpin

  • Direktif
  • Suportif
  • Partisipatif
  • Berorientasi-pencapaian

Variabel Situasional

  • Karakteristik pribadi dari bawahan
  • Tekanan dan tuntutan lingkungan

18 of 35

Keefektifan pemimpin

Kategori Perilaku Pemimpin

  • menjelaskan jalur
  • orientasi pencapaian
  • suportif
  • memfasilitasi interaksi produktif
  • pengambilan keputusan kelompok
  • Networking
  • memproyeksikan nilai

Karakteristik Karyawan

  • Ability
  • Locus of control
  • kebutuhan kejelasan
  • kebutuhan pencapaian
  • Pengalaman

Dimensi Lingkungan

  • Struktur tugas
  • Dinamika kelompok kerja

Hasil

  • peningkatan kepercayaan diri pegawai untuk berprestasi
  • memperjelas jalur menuju imbalan
  • penetapan target yang menantang
  • penggunaan seluruh bakat dalam kelompok
  • meningkatnya kebutuhan kepuasan
  • meningkatkan kinerja
  • berkurangnya ketidakpastian

Kerangka Kepemimpinan Jalur-Tujuan yang Direvisi

19 of 35

  • Penekanan ada pada pengikut dan pada kematangan mereka
  • Pemimpin harus menilai dengan tepat atau mengetahui secara intuitif tentang tingkat kematangan para pengikut dan menggunakan gaya kepemimpinan yang sesuai
  • Kesiapan – kemampuan dan kesediaan pengikut untuk melakukan pekerjaan

Teori Kepemimpinan Situasional:

1.4. Model Kepemimpinan Situasional Hersey-Blanchard

20 of 35

  • Telling. Pemimpin menetapkan peran yang dibutuhkan untuk melakukan tugas dan memerintahkan pengikutnya apa, di mana, bagaimana, dan kapan melakukan tugas
  • Selling. Pemimpin memberi pengikut instruksi terstruktur, tapi juga suportif
  • Participating. Pemimpin dan pengikut bersama-sama memutuskan cara terbaik menyelesaikan tugas yang berkualitas
  • Delegating. Pemimpin tidak banyak memberi arahan yang jelas atau dukungan pribadi kepada pengikut

Teori Kepemimpinan Situasional:

  1. Model Kepemimpinan Situasional Hersey-Blanchard

21 of 35

R1

Tidak mampu

Tidak rela

R2

Tidak mampu

Rela

R3

Mampu

Tidak rela

R4

Mampu

Rela

Derajat kesiapan pengikut untuk memikul tanggung jawab pribadi:

S1

Telling:

Instruksi dan

supervisi

S2

Selling:

Menjelaskan dan

mengklarifikasi

S3

Participating:

Sharing dan

memfasilitasi

S4

Delegating:

Coaching dan

assisting

Perilaku kepemimpinan yang sesuai dengan situasi:

Model Situasional Kepemimpinan KepHersey-Blanchard

22 of 35

  • Pemimpin karismatik adalah yang punya efek karismatik yang sangat tinggi pada pengikutnya. Pengikut menikmati berada bersama pemimpin karismati karena mereka merasa terinspirasi benar dan penting

Atribut Pemimpin Karismatik :

  1. Kembangkan pemikiran visioner
  2. Mengkomunikasikan visi
  3. Tunjukkan keteguhan
  4. Perilaku luar biasa
  5. Kembangkan kepercayaan diri

Kepemimpinan Karismatik

23 of 35

  • Pemimpin karismatik visioner – fokus jangka panjang
    • Melalui kemampuan komunikasi, mengaitkan kebutuhan dan target pengikutnya dengan target dan tujuan organisasi jangka-panjang
  • Pemimpin karismatik masa-krisis – fokus jangka pendek
    • Berpengaruh ketika sistem harus menghadapi situasi di mana pengetahuan, sumber daya, dan prosedur yang ada tidak cukup

Jenis Kepemimpinan Karismatik

24 of 35

  • Pemimpin membantu pengikut mengidentifikasi apa yang harus dilakukan untuk mendapat hasil yang diinginkan
  • Pemimpin mempertimbangkan konsep diri dan (self-esteem) harga diri tiap pengikut
  • Pendekatan transaksional menggunakan konsep jalur-tujuan sebagai kerangka kerja
  • Pemimpin mengandalkan imbalan kontingen dan manajemen dengan pengecualian

Kepemimpinan Transaksional

25 of 35

L: tahu apa yang F

harus lakukan untuk dapat

hasil yang diinginkan

L: mengetahui apa

yang F butuhkan

L: Klarifikasi cara

kebutuhan F dipenuhi

dengan peran untuk

mendapat hasil

F: menyadari nilai

hasil yg diinginkan

(nilai pemenuhan-

kebutuhan bagi F)‏

L: mengklarifikasi

peran F

F: percaya diri

memenuhi peran

(kemungkinan kesuksesan

subjektif)‏

F: mengembangkan motivasi

untuk dapat hasil yg diinginkan

(usaha yg diharapkan)‏

Kepemimpinan Transaksional

L = Leader

F = Follower

26 of 35

  • Kemampuan menginspirasi dan memotivasi pengikut untuk meraih hasil yang lebih besar dari yang semula direncanakan
  • Visi pemimpin memberi pengikut dengan motivasi untuk kerja keras yang memberikan imbalan internal
  • Untuk meraih visi mereka, pemimpin transformasional membuat perubahan penting dalam perusahaan atau unit, yakni tentang:
    • Misi
    • Cara berbisnis
    • Sumber daya manusia

Kepemimpinan Transformasional

27 of 35

  • Karisma. Pemimpin menanamkan rasa bernilai, hormat, bangga dan artikulasi visi
  • Perhatian Individual. Pemimpin memperhatikan kebutuhan pengikut & memberi proyek agar pengikut maju
  • Stimulasi Intelektual. Pemimpin membantu pengikut memikirkan ulang situasi dengan rasional dan mendorong pengikut untuk kreatif
  • Imbalan Kontinjen. Pemimpin menginformasikan pengikut apa yang harus dilakukan untuk dapat imbalan
  • Manajemen dengan pengecualian. Pemimpin membiarkan pengikut mengerjakan tugas dan tidak mengintervensi kecuali tujuan tugas tsb tidak bisa dicapai dengan waktu dan harga wajar

Kepemimpinan Transformasional

28 of 35

Model kepemimpinan

29 of 35

  • Pemimpin dapat berfungsi efektif dengan berlaku fleksibel dan memilih gaya yang sesuai dengan berbagai individu.
  • Tidak ada konsistensi perilaku pemimpin terhadap setiap bawahannya
    • Setiap hubungan adalah unik
    • Hubungan orang-per-orang menentukan perilaku bawahan
  • Mengelompokkan bawahan ke dalam:
    • Anggota in-group
    • Anggota out-group

Pendekatan Leader-Member Exchange (LMX)

30 of 35

Pendekatan Leader-Member Exchange (LMX)

Anggota in-group

  • Memiliki ikatan dan sistem nilai sama
  • Interaksi reguler dengan pemimpin
  • Menerima penugasan dan imbalan lebih baik
  • Berpandangan positif tentang organisasi dan punya kinerja dan kepuasan kerja lebih tinggi

Anggota out-group

  • Sedikit kesamaan dengan pemimpin
  • Interaksi terbatas dengan pemimpin
  • Jarang menerima penugasan dan imbalan baik
  • Menjadi bosan dan sering resign

31 of 35

  • Interaksi harian membantu pegawai
    • Meningkatkan pemahaman pekerjaan
    • Meningkatkan kinerja
  • Pelatih punya kemampuan, pengalaman, dan keahlian yang dimiliki pemimpin
  • Esensi melatih dan memimpin adalah menjadi kreatif dan mencari hal-hal positif

Coaching (pelatihan)‏

32 of 35

  • Pemimpin dalam budaya nasional tertentu dapat perlu menerapkan sikap dan perilaku yang berbeda untuk mencari campuran yang pas untuk memenuhi target pencapaian tertentu
  • Attribut kepemimpinan terkait dengan kepemimpinan efektif bermacam-macam dalam budaya yang berbeda

Kepemimpinan Multikultural

Fika Fitriasari., M.M

33 of 35

Kepemimpinan Multikultural

  • Pemimpin dalam budaya nasional tertentu dapat perlu menerapkan sikap dan perilaku yang berbeda untuk mencari campuran yang pas untuk memenuhi target pencapaian tertentu
  • Attribut kepemimpinan terkait dengan kepemimpinan efektif bermacam-macam dalam budaya yang berbeda

34 of 35

  • Substitusi kepemimpinan adalah faktor-faktor yang membuat kepemimpinan tidak perlu atau bahkan tidak mungkin
  • Faktor ini membuat kemampuan pemimpin untuk meningkatkan atau mengurangi kepuasan atau kinerja pengikut menjadi tidak aktif
  • Substitusi (pengganti) kepemimpinan dapat mencakup:
    • Kelompok kerja yang kohesif (erat)
    • Tugas-tugas yang memiliki umpan baliknya sendiri
    • Tingkat kemampuan, pengalaman, dan pengetahuan para bawahan yang tinggi

Pengganti Kepemimpinan

35 of 35

Mengapa kepempinan tidak dapat dipisahkan dari kekuasaan dan politik? Dan bagaimana jika seorang pemimpin itu anti ‘akan dunia politik’, apakah berdampak pada kualitas kepemimpinannya?