PPPB
4. Permintaan Hasil Pertanian
Program Studi Agribisnis
Fakultas Pertanian - Universitas Tanjungpura
Oleh : Dr. Maswadi, SP, M.Sc
Telp.: 085245696999
Email: maswadi@faperta.untan.ac.id
1. Konsep Pasar dalam Teori Ekonomi
Permintaan
Penawaran
Harga
PASAR
2. Hukum Permintaan (Demand)
“Kenaikan harga akan mengakibatkan penurunan jumlah permintaan (ceteris paribus)”
Demand
P
Q
P1
Q1
O
Q = f(P)
Jumlah barang (Quantity) merupakan fungsi dari harga barang (Price)
2. Hukum Permintaan (Demand)
Faktor yang mempengaruhi permintaan suatu barang diantaranya:
3. Perubahan Jumlah yang Diminta & Perubahan Permintaan
Perlu dibedakan antara perubahan jumlah barang yang diminta dengan perubahan permintaan
Perubahan jumlah barang yang diminta
Perubahan jumlah barang yang diminta terjadi karena perubahan harga barang tersebut
Perubahan permintaan
Perubahan jumlah permintaan pada tingkat harga yang sama
3. Perubahan Jumlah yang Diminta & Perubahan Permintaan
Perubahan jumlah barang yang diminta
Perubahan permintaan
Demand
P
Q
P0
Q0
O
P1
Q1
D0
P
Q
P0
Q0
O
D1
Q1
4. Hubungan Harga dan Permintaan
Harga : Ukuran nilai dari barang-barang dan jasa-jasa
Suatu barang mempunyai harga karena :
Barang-barang yang berguna bagi manusia & jumlahnya terbatas
Barang ekonomi
Mempunyai permintaan & penawaran
4. Hubungan Harga dan Permintaan
Penerimaan total dari hasil penjualan selalu menjadi faktor utama dalam keberhasilan suatu usaha
Penerimaan total = Total Revenue = TR
Dihitung dengan rumus:
TR = Total Revenue (Penerimaan total)
PA = Price (Harga barang A)
QA = Quantity (Jumlah barang A)
Dalam suatu usaha, penentuan harga menjadi kunci utama dalam keberhasilan usaha
4. Hubungan Harga dan Permintaan
Harga (P) | Jumlah (Q) | Penerimaan Total (TR=P.Q) | Penerimaan Rata-rata (AR = TR/Q) | Penerimaan Marginal (MR=dTQ/dQ) |
8 | 0 | 0 | 8 | 7 |
7 | 1 | 7 | 7 | 5 |
6 | 2 | 12 | 6 | 3 |
5 | 3 | 15 | 5 | 1 |
4 | 4 | 16 | 4 | 0 |
3 | 5 | 15 | 3 | -1 |
2 | 6 | 12 | 2 | -3 |
1 | 7 | 7 | 1 | -5 |
4. Hubungan Harga dan Permintaan
Harga yang tinggi tidak harus merupakan harga yang baik bagi perusahaan, dan sebaliknya untuk harga rendah
Perusahaan harus dapat menentukan tingkat harga tertentu hingga penerimaan total maksimal
8
7
6
5
4
3
2
1
0
1
4
2
3
5
8
6
7
AR
MR
Q
P
16
15
1
4
2
3
5
8
6
7
12
10
7
TR
Q
TR
Penerimaan total (TR) paling tinggi terjadi saat MR mencapai nol, sehingga penentuan harga adalah saat MR=0
5. Penggolongan Jenis Barang�🡪 Berdasarkan hubungan dengan barang lain
1. Barang Komplementer
Barang yang berfungsi untuk melengkapi barang lainnya agar dapat digunakan. Contoh :
2. Barang substitusi
Barang yang dapat menggantikan barang sejenisnya
Contoh : Beras dengan jagung
5. Penggolongan Jenis Barang�🡪 Berdasarkan Kualitasnya
1. Normal Goods
Semua barang yang permintaannya akan bertambah ketika pendapatan masyarakat bertambah 🡪 elastisitas permintaan positif
2. Inferior Goods
Barang berkulitas rendah, yaitu semua barang yang permintaannya akan menurun ketika pendapatan masyarakat bertambah 🡪 elastisitas permintaan negatif
5. Penggolongan Jenis Barang
3. Giffen Goods
Kasus giffen good : yaitu ketika harga barang turun maka permintaan ikut turun, dan sebaliknya saat harga meningkat maka permintaan pun meningkat
Contoh 1 : makanan pokok pengganti/staple food (gaplek, singkong, dll)
🡪 Saat harga beras tidak terjangkau maka orang akan beralih ke makanan pengganti, walaupun kemudian harga bahan pokok pengganti tersebut meningkat jumlah permintaannya akan ikut meningkat, selama harga beras tidak terjangkau.
Contoh 2 : produk elektronik
🡪 Saat harganya tinggi maka permintaan juga tinggi karena konsumen beranggapan bahwa harga yang tinggi karena kualitasnya tinggi
6. Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan adalah perubahan jumlah permintaan karena terjadinya perubahan pada beberapa hal, yaitu:
6. Elastisitas Permintaan
Besar kecilnya perubahan jumlah barang yang diminta konsumen sebagai akibat perubahan harga
Semakin besar nilai elastisitas 🡪 permintaan berubah dalam jumlah besar akibat perubahan kecil dari harga, vice versa
1. Elastisitas harga
Perubahan jumlah permintaan akibat perubahan harga barang tersebut
🡪 Konsep Elastisitas Harga
Nilai elastisitas E < 0 🡪 negatif, artinya harga naik diikuti penurunan jumlah barang yang diminta, dan sebaliknya harga turun diikuti kenaikan jumlah barang yang diminta.
Nilai elastisitas E > 0 🡪 positif, artinya harga naik diikuti kenaikan jumlah barang yang diminta, dan sebaliknya harga turun diikuti penurunan jumlah barang yang diminta.
Barang Normal
Barang Mewah
🡪 Konsep Elastisitas Harga
Bersifat elastis jika E > 1 🡪 persentase perubahan jumlah barang yang diminta lebih besar daripada persentase perubahan harganya
Bersifat tidak elastis jika E < 1 🡪 persentase perubahan jumlah barang yang diminta lebih kecil daripada persentase perubahan harga
Barang kebutuhan sekunder
Barang kebutuhan primer
🡪 Konsep Elastisitas Harga
2 hal yang menentukan elastisitas harga barang terhadap permintaan :
Tingkat kemudahan barang tersebut digantikan produk sejenis
Pengeluaran konsumen untuk barang tersebut
Semakin banyak tersedia barang substitusi dan semakin mudah diperoleh barang tersebut maka semakin elastis permintaan jika terjadi perubahan harga
Semakin tinggi harga barang maka konsumen mengalami penurunan pendapatan akibat pengeluarannya semakin besar. Sehingga semakin besar anggaran pendapatan untuk barang tersebut maka semakin tidak elastis permintaan terhadap harga
6. Elastisitas Permintaan
2. Elastisitas Pendapatan
Perubahan jumlah permintaan akibat perubahan pendapatan konsumen
Barang mewah
Perubahan jumlah yang diminta lebih besar dibandingkan perubahan pendapatan (E>1)
Barang kebutuhan pokok
Peningkatan jumlah barang yang diminta lebih kecil dibandingkan perubahan pendapatan (E<1)
Barang inferior
Peningkatan pendapatan akan menurunkan jumlah permintaan (E<0)
6. Elastisitas Permintaan
3. Elastisitas Silang
Perubahan jumlah permintaan akibat perubahan harga barang lain
Mengukur % perubahan jumlah barang yang diminta yang diakibatkan dari perubahan % dari harga barang lainnya
Contoh :
Terima Kasih