1 of 14

Konsentrasi Industri

2 of 14

Batasan Istilah

Konsentrasi industri adalah situasi yang memperlihatkan derajat penguasaan pasar oleh perusaahaan-perusahaan industri yang berada di dalam pasar.

Masing-masing jenis struktur pasar memiliki derajat konsentrasi penguasaan pasar yang berbeda-beda sesuai dengan struktur pasar yang dimiliki.

3 of 14

Derajat penguasaan pasar

  • Bentuk ekstrim keadaan pasar ada pada dua kutub.
  • Pertama, keadaan pasar dikuasai oleh banyak penjual, dan masing-masing penjual tidak memiliki kekuatan untuk saling memengaruhi satu dengan lainnya. Derajat konsentrasi industri pada pasar ini 0% jika semua output pasar disebarkan secara merata kepada semua pesaing yang berada dalam industri. Jenis pasar ini yaitu pasar persaingan sempurna.
  • Kedua, keadaan pasar sepenuhnya dikuasai oleh perusahaan tunggal sehingga derajat konsentrasi perusahaan industrinya mencapai 100%. Jenis struktur pasar yang cocok adalah struktur pasar monopoli.
  • Kenyataannya, derajat penguasaan pasar yang dimiliki perusahaan industri berada pada rentang penguasaan pasar ekstrim bawah dan ekstrim atas, yaitu wilayah tengah (industri persaingan monopoli dan industri oligopoli).

4 of 14

Pengukuran Konsentrasi

  • Tenik Pertama, dengan menggunakan andil setiap perusahaan, baik dalam penguasaan output, nilai penjualan ataupun nilai tambah.
  • Ekonom Hasibuan, Carl Keysan dan Donald Turner membuat dua kelompok oligopoli, yaitu oligopolis yang menguasai sebagian penjualan atau seluruh penjualan. Oligopoli kelompok pertama yaitu 8 perusahaan terbesar setidaknya menguasai pasar 1 jenis industri. Ukuran alternatifnya yaitu 20 perusahaan menguasai 75%. Oligopoli kelompok kedua terjadi jika 8 perusahaan menguasai sekurangnya 33% output pasar. Jika 8 perusahaan menguasai pasar < 33% maka industri disebut tidak terkonsentrasi.

5 of 14

Pengukuran Konsentrasi

  • Stigler berpendapat jika 4 perusahaan menguasai sekitar 60% jumlah penjualan pasar, maka pasar dikatakan oligopoli.
  • Joe S. Bain membagi oligopoli dalam lima tingkatan. Pertama, tipe IA adalah 4 perusahaan menguasai 87% jumlah penawaran di pasar, atau tipe IB jika 8 perusahaan menguasai 99%. Jenis oligopoli ini disebut oligopoli penuh.
  • Kedua, 4 perusahaan menguasai penawaran 72% dan 8 perusahaan menguasai 88%.
  • Ketiga, 4 perusahaan menguasai 61% penawaran dan 8 perusahaan menguasai 77% penawaran.
  • Keempat, 4 perusahaan menguasai 38% penawaran, dan 8% perusahaan menguasai 45% penawaran.
  • Kelima, 4 perusahaan menguasai 22% penawaran, dan 8 perusahaan menguasai 32% penawaran. Jika 4 perusahaan menguasai output sekitar 3%, maka industri tersebut tidak terkonsentrasi.

6 of 14

Pengukuran Konsentrasi

  • Tenik Kedua, menggunakan kurva Lorenz, yaitu kurva yang dibatasi oleh garis diagonal simetris pada 4 sumbu, yaitu 2 sumbu vertikal kiri dan kanan, serta 2 sumbu horizontal atas dan bawah.
  • Kurva Lorenz menggunakan angka satuan persentase kumulatif, dan kurva ini menggambarkan keadaan distribusi dua variable yaitu penduduk dan pendapatan, apakah distribusinya merata atau sebaliknya terjadi kepincangan dalam pembagian pendapatan.

7 of 14

Gambar menunjukkan distribusi penguasaan output oleh perusahaan industri. Di bagian bawah sekitar 40% perusahaan industri menguasai sekitar 15% output pasar. Jika arah kurva Lorenz semakin dekat ke arah garis diagonal maka distribusi output dalam pasar semakin merata. Sebaliknya, jika arah kurva Lorenz semakin jauh dari garis diagonal, maka distribusi output antar perusahaan semakin tidak merata.

8 of 14

Pengukuran Konsentrasi

  • Tenik Ketiga, melihat keadaan konsentrasi industri dengan menggunakan angka indeks Gini.
  • Indeks Gini memiliki interval 0 dan 1. Jika mendekati angka 0, maka distribusi output antar perusahaan dalam industri semakin merata, dan sebaliknya jika mendekati 1 maka distribusi output antar perusahaan dalam industri semakin tidak merata.
  • Rumus indeks Gini

  • X = nilai kumulatif jumlah perusahaan, Y = nilai kumulatif output. Angka indeks Gini memiliki batas interval, yaitu distribusi output/penjualan antar perusahaan semakin merata jika indeks Gini berkisar 20-35. kategori sedang pada interval 36-49, dan distribusi output antar perusahaan sangat pincang pada interval 50-70.

9 of 14

Pengukuran Konsentrasi

  • Indeks Herfindahl, dengan kisaran angka 0 dan 1. Jika mendekati 0 berarti distribusi output/variabel yang diamati semakin merata, sebaliknya jika mendekati 1 berarti semakin pincang.

  • IH = index Herfindahl, X = jumlah output yang dikuasai oleh perusahaan individu yang diamati, TX = jumlah output pasar yang dikuasai oleh semua perusahaan industri dalam pasar.

10 of 14

Pengukuran Konsentrasi

  • Contoh aplikasi perhitungan Indeks Herfindahl
  • Jika dalam industri ada lima perusahaan dengan distribusi penjualan sebagai berikut:

  • IH = (5/55)2 + (20/55)2 + (20/55)2 + (5/55)2 + (5/55)2 = 0.0083 + 0.1322 + 0.1322 + 0.0083 + 0.0083 = 0.2893.

Perusahaan

Penjualan (triliun rupiah)

A

5

B

20

C

20

D

5

E

5

Jumlah

55

11 of 14

Pengukuran Konsentrasi

  • Indeks Lerner, untuk mengukur derajat kekuatan monopoli dalam mendapatkan keuntungan pasar. Lerner membandingkan harga jual yang berlaku dengan biaya marginal yang dikeluarkan dalam proses produksi.

  • Semakin tinggi IL maka keadaan industri semakin mendekati monopoli, sebaliknya semakin rendah IL keadaan industri menuju bukan monopoli.

12 of 14

Penyebab Konsentrasi

  • Pertama, NASIB BAIK. Hanya terdapat beberapa perusahaan saja yang tertarik melakukan investasi. Perusahaan industri lainnya tidak tertarik memasuki pasar karena jumlah dana investasi yang harus dikeluarkan relatif tinggi, ataupun tingkat keuntungan yang akan diperoleh rendah. Akibatnya hanya beberapa perusahaan yang melakukan investasi dan menjadi dominan dalam pasar.
  • Kedua, SKALA EKONOMIS. Perusahaan yang memiliki biaya produksi rendah cenderung mendominasi pasar karena harga jual output rendah. Perusahaan yang memiliki skala produksi besar dapat memenuhi permintaan pasar yang besar dan dapat menghemat biaya produksi.

13 of 14

Penyebab Konsentrasi

  • Ketiga, KEMAJUAN TEKNOLOGI. Perusahaan mapan memiliki teknologi yang unggul dibandingkan pesaingnya, sehingga bisa memperbaiki keadaan produk dan proses produksi. Produksi bisa dikerjakan secara masal sehingga bisa menekan biaya dan bisa menurunkan harga jual barang.
  • Keempat, KEBIJAKSANAAN PEMERINTAH. Kebijaksaan pemerintah di bidang ekonomi dapat memperburuk pasar. Pemerintah dapat menunjuk beberapa perusahaan tertentu untuk berproduksi atau mendistribusikan output guna kepentingan konsumen. Tindakan pemerintah yang tidak adil ini menyebabkan konsentrasi industri meningkat. Sebaliknya, pemerintah bisa melonggarkan proteksi sehingga jumlah perusahaan yang memasuki pasar menjadi lebih banyak dan terjadi penurunan konsentrasi industri.

14 of 14

Penyebab Konsentrasi

  • Kelima, STRATEGI BISNIS. Misalnya dengan melakukan merger. Desakan iklim usaha yang tidak menguntungkan membuat perusahaan melakukan merger agar dapat bertahan dari situasi persaingan pasar yang ketat dan kemudian bisa menguasai pasar, dan menyebabkan konsentrasi industri meningkat. Sebaliknya, strategi pemecahan penguasaan pasar ke dalam perusahaan-perusahaan kecil dapat menyebabkan konsentrasi industri menurun.