DAMPAK MASIF KORUPSI
TERHADAP PERTAHANAN DAN KEAMANAN,�
SERTA KETAHANAN BUDAYA DAN RELIGIOSITAS
KORUPSI
Penyalahgunaan kekuasaan untuk keuntungan pribadi
yang menyebabkan kerugian pada negara dan masyarakat.
PERTAHANAN
KEAMANAN
BUDAYA
RELIGIOSITAS
KORUPSI VS PERTAHANAN & KEAMANAN
Dana untuk membeli alutsista atau merawat yang sudah ada malah dikorupsi atau digunakan untuk membeli peralatan dengan spesifikasi rendah.
Akibatnya, kualitas dan kuantitas alutsista menjadi tidak optimal, membahayakan prajurit, dan melemahkan negara dalam menghadapi ancaman luar.
ANCAMAN DARI DALAM
Lemahnya Pengawasan Perbatasan dan Kedaulatan:
Anggaran yang minim akibat korupsi menyebabkan lemahnya pengawasan di wilayah perbatasan (darat, laut, udara), meningkatkan risiko penyelundupan, masuknya barang ilegal, hingga ancaman kedaulatan.
Kesejahteraan Prajurit Terkorupsi:
KORUPSI MERUSAK BUDAYA:
Rusaknya Cara Berpikir Logis dan Budaya Permisif:
Kekayaan dengan cara isntan lebih penting daripada kerja keras dan kejujuran.
Memudarnya Nilai Budaya dan Etika Sosial:
Nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kejujuran, dan malu luntur digantikan
oleh nilai pragmatisme dan individualisme (yang penting kaya).
Permisifisme & Pragmatisme
PARADOKS RELIGIOSITAS:
Bergesernya Nilai Religiositas Masyarakat:
AGAMA DAN KORUPSI
DAMPAK KORUPSI SECARA UMUM
Korupsi adalah ancaman nyata bagi eksistensi negara karena merusak
kemampuan negara menjaga kedaulatan dan merusak moral bangsa.
SOLUSI: BENTENG NEGARA ANTI-KORUPSI
Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas
Pendidikan dan Budaya Anti-Korupsi
Memastikan hukuman yang berat dan adil kepada koruptor.
Terutama di sektor rawan korupsi
(Hankam, pengadaan barang/jasa, perizinan).
Mendorong internalisasi nilai integritas sejak dini,
memperkuat peran agama & budaya sebagai benteng moral.