1 of 13

FILSAFAT SEBAGAI “IBU ILMU”

Oleh: Roberto Kaban�228123017

Matakuliah: Filsafat Ilmu

Dosen Pengampu: Prof. Dr. Muhammad Zarlis

2 of 13

3 of 13

Ibu yang Mengandung

    • Selalu mengembangkan gagasan-gagasannya

    • Memelihara benih-benih ilmu di dalam kandungannya

    • Membina benih-benih pemikiran itu menjadi bayi keilmuan yang nantinya siap dilahirkan

4 of 13

Ibu yang Melahirkan

    • Membidani sendiri proses kelahiran bayi ilmu

    • Membentuk cabang-cabang keilmuan baru

    • Meluncurkan pemikiran keilmuan yang mempengaruhi sejarah keilmuan

    • Membentuk hubungan bathiniah (ibu dan anak kandung)

5 of 13

Ibu Kandung yang Menyusui

  • Memberikan gizi pemikiran dalam berbagai proses

  • Tidak akan memperlakukan ilmu sebagai budak

  • Membangun, membuka dan membentangkan penemuan-penemuannya dalam bentuk ilmu baru

  • Mengasah pertumbuhan serta ketajaman ilmu

  • Memelihara perkembangan ilmu secara sehat

6 of 13

Ibu yang Mendewasakan

  • Tidak membelenggu ilmu

  • Mendorong kemandirian ilmu-ilmu agar mampu berkembang dengan pemikiran khas

  • Terus berperan mendewasakan kelahiran benih- benih pemikiran, pengetahuan, dan keilmuan

7 of 13

Prinsip Filosofis dalam kegiatan keilmuan

  • Menunjukkan sebuah hal mendasar dalam mencari pemikiran keilmuan

  • Bagi filsafat, manusia itu selalu tahu diketidaktahuan-nya

  • Filsafat hendak menunjukkan pengetahuan itu selalu punya empat dimensi yang saling bertautan

8 of 13

  • Aktif untuk terus mengembangkan pengetahuan

  • Kreatif dalam mengolah budi (kecerdasan)

  • Kritis untuk membangun kesadaran diri

  • Kontemplatif untuk mengontrol dan mengendalikan diri

9 of 13

Makna Mempelajari Filsafat

Membuat manusia akan lebih menjadi manusia.

  • akan makin mendidik dan membangun dirinya (dasar kesadaran maupun tanggung jawab)
  • menemukan jati dirinya yang khas
  • mengatasi permasalahan hidup (jasmani dan rohani)
  • akan sadar thd apa yang termasuk dalam dirinya dan bagaimana mengatasi dunia itu sendiri
  • akan lebih bijaksana (obyektif terhadap dunia ini)

10 of 13

Melatih untuk memandang dengan luas

  • akan berpikir lebih luas dan objektif
  • menghindari akusentrisme
  • berpikir secara kritis dengan berbagai refrensi

Melatih kemandirian dan kreativitas intelektual

    • membimbing untuk berpikir sendiri dalam menghadapi dan menyiasati realitasnya.
    • berpendapat untuk mencapai kematangan dan kedewasaan berpikir

11 of 13

Filsafat dan Ilmu Lain

  • Filsafat lebih kepada “kebijaksanaan duniawi”
  • sementara ilmu lainnya lebih merupakan pemikiran yang lebih spesifik dan dibatasi pada obyek dan sudut pandang pemikiran yang khas.

  • Filsafat merupakan sebuah pemikiran yang universal
  • Obyek penelitian filsafat mencakup segala sesuatu, sejauh bisa dijangkau oleh pikiran manusia.

12 of 13

[1] Ismaun, Pengertian Filsafat, Objek, dan Kedudukannya dalam Berbagai Ilmu Pengetahuan, akses online: http://repository.ut.ac.id/3922/1/PKNI4316-M1.pdf

[2] Achmad Dardari, “Handout Filsafat Ilmu”, akses online: http://staffnew.uny.ac.id/upload/130936811/pendidikan/handout+-+FILSAFAT+ILMU.pdf

[3] Suriasumantri, J.S., 1995, Ilmu dalam Perspektif, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta. Watloly, A. Tanggung Jawab Pengetahuan, Kanisius, Yogyakarta, 2001.

[4] Rijal, F.M, Hubungan Filsafat, Ilmu dan Filsafat Ilmu, Akses online: https://jurnal.ugm.ac.id/wisdom/article/downloadSuppFile/42521/6821

[5] Philarchive ”Mudul perkuliahan Filsafat Ilmu” akses online: ,https://philarchive.org/archive/BOEFI

[6] Zarlis, M, 2022, “Modul Kuliah Pertemuan 5: FILSAFAT SEBAGAI “IBU ILMU” “, Ilmu Komputer Sem 1

Referensi

13 of 13

Terima Kasih