1 of 77

BIOKIMIA PANGAN (ASAM AMINO)

Oleh:

DR. SULVI PURWAYANTIE, MP

2 of 77

  1. MAHASISWA TIDAK BOLEH RAMBUT PANJANG (PRIA)
  2. TIDAK BOLEH MEMAKAI SANDAL�TIDAK BOLEH TELAT (max 15 mnt dr jdwal)
  3. TIDAK RIBUT
  4. TIDAK MAIN HP (kecuali penting!)�

3 of 77

Setiap akhir kuliah dilakukan post test

Post test open book!

4 of 77

senin

selasa

rabu

kamis

jumat

21/2

Ganti hr

Ganti hr

Ganti hr

28/2

7/3

14/3

21/3

MID 28/3

Rencana Kuliah Biokimia Tumbuhan 7x pertemuan

Ada2x tdk masuk (2x ganti hari)

5 of 77

“ PROTEIN”

6 of 77

Fungsi Protein

  1. Immune response (pertahanan)
  2. Sebagai carrier
  3. Sebagai enzim
  4. Sebagai hormon
  5. Sebagai reseptor
  6. Penghasil energi (4 kkal/gr) bagi tubuh dan sbg cadangan makanan
  7. Pembentuk struktur dinding sel, jaringan & organ pd semua makhluk hidup
  8. Protein kontraktil

7 of 77

8 of 77

PROTEIN adalah makromolekul

(biomolekul yg sama seperti karbohidrat, lemak, asam nukleat)

Essensinya adalah serangkaian rantai Asam Amino (AA).

Dng demikian struktur dasar /pembentuk/komponen protein adalah AA

Tdd: molekul C, H, O dan N

dan ada juga yg mengandung S, P, Fe dan Cu.

9 of 77

Rangkaian asam amino yg diikat oleh ikatan peptida

Struktur dasar: AA

10 of 77

Asam amino di alam banyak!�Akan tetapi yg penting di alam dan berfungsi bagi kesehatan normal ada 20 jenis

11 of 77

NO

Essential (indispensable)

Non essential (dispensable)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

(*) Essential only in certain cases

AA arginin dan histidin hanya essensiil bagi bayi dan anak-anak.

12 of 77

8 AA essensiil

6 AA semi essensiil

9 AA non-essensiil

Alanin

Prolin

Asam glutamat

a.hidroksi glutamat

Tirosin

Asam aspartat

sistin

Hidroksi prolin

Neuleusin

Sitrulin

Hidroksi glisin

klasifikasi menurut Osborne & Mendell peneliti AA terkemuka yg membagi AA menjadi:

13 of 77

13

14 of 77

  • AA essensiil:

VAH FILLM TT

  • AA non essensiil:

GAGAG PASST

15 of 77

Apakah protein terdpt pd semua makhluk hidup?��Apakah asam amino itu?��Apakah protein sama dengan asam amino?� �Apakah bila protein sama pd suatu makhluk hidup berarti asam aminonya juga sama?�

16 of 77

  • Yang membedakan protein pd makhluk hidup adalah:

Jumlah dan jenis asam amino yang membentuk

17 of 77

Struktur kimia Asam amino

18 of 77

19 of 77

R

I

NH 2 -C-COOH

I

H

R

I

H N C C OH

I I II

H H O

R

I

H N CH C OH

I II

H O

STRUKTUR DASAR

ASAM AMINO

20 of 77

  • Struktur kimia AA tdd:

  1. Gol/gugus aktif amino/amina (-NH2)
  2. Gol/gugus aktif a.karboksilat (-COOH)
  3. Atom H
  4. Alkil (denoted), gugus inilah yg m’bedakn antara AA yg 1 dng yg lainnya ………rantai samping (R)

STRUKTUR ASAM AMINO

Semua AA mengandung 1,2 ,3

21 of 77

Bagaimana cara asam amino membentuk protein?

22 of 77

Antara 1 AA dgn yang AA yg lain b’gabung m’bentuk protein, melalui ikatan peptida ……..(reaksi kondensasi)

R

I

H N C C OH

I I II

H H O

R

I

H N C C OH

I I II

H H O

Ikatan peptida

H2O

23 of 77

R

I

H N CH C

I II

H O

R’

I

N CH C OH

I II

H O

GABUNGAN ANTARA 2 ASAM AMINO

24 of 77

R

I

NH 2 -CH-C

II

O

R’

I

N-CH-C

I II

H O

R”

I

N-CH-COOH

I

H

GABUNGAN ANTARA 3 ASAM AMINO

Amino terminal

Karboksil terminal

Dalam penggabungan AA mempunyai ciri:

1. Ikatan peptida (CO-NH)

2. ujung rantai kiri berupa gugus amina (amino terminal

3. ujung rantai kanan harus berupa gugus karboksilat (karboksil terminal)

25 of 77

��Gabungan antar asam amino disebut juga rantai polipeptida, mengapa?��Arti Peptida?��

26 of 77

Berdasarkan stereoisomer optis aktif (2 senyawa kimia yg sama tetapi ketika diberi sinar dari prisma akan memantulkan cahaya ke arah kiri (Levo; L) atau ke ke kanan (Dextro; D)

HANYA ADA 1 BENTUK ASAM AMINO DI ALAM yaitu L-α-amino acid

27 of 77

STRUKTUR ASAM AMINO

28 of 77

  • AA essensiil:

VAH FILLM TT

  • AA non essensiil:

GAGAG PASST

29 of 77

Jenis AA dibedakan dr rantai sampingnya (R)

  • Rantai cabang R dapat berupa:
  • Gugus karboksilat ; glutamat, aspartat
  • Gugus amina ; glutamin, asparagin
  • Tdk mempunyai gugus karboksilat; prolin
  • Gugus H ; glisin
  • Gugus S ; sistein n Metionin
  • Gugus aromatik ; fenil alanin, triptofan & tirosin
  • Gugus metil ; alanin
  • Gugus alifatik ; leusin/isoleusin
  • Gugus alifatik hidroksil ; serin & treonin

30 of 77

31 of 77

32 of 77

ASAM AMINO POLAR

33 of 77

AA (R = H)

AA yg mengandung S

AA yg tdk mempunyai gugus karboksilat

ASAM AMINO POLAR

34 of 77

35 of 77

AA alifatik hidro Ksil

36 of 77

37 of 77

AA (R= gugus karboksilat)

AA (R= gugus amina)

ASAM AMINO POLAR

38 of 77

39 of 77

B’dasarkn kimia nature dr rantai samping,

AA diklasifikasikan m’jadi 2 gol:

  1. gol rantai samping AA yang dapat terikat dengan air, disebut AA polar (hidrofilik)
  2. AA dengan rantai samping yang tidak dapat terikat dengan air disebut AA non polar (hidrofobik)

40 of 77

�Protein b’sifat asam basa spesifik�

  1. AA b’sifat netral (tdk bermuatan): gugus R berupa non-polar/netral.
  2. AA b’sifat asam (m’lepaskn /donor H+): AA pd suasana basa (pH > 7) banyak OH- s/h AA netral melepaskn H+ (= AA b’muatan negatif)
  3. AA b’sifat basa (aseptor H+): pd suasana asam (pH <7) banyak H+ s/h AA netral akan menarik H+ tuk mengikat gugus COO- (= AA b’muatan positif)
  4. AA b’sifat amfoterm/amfolit,: pd saat yg sama dpt b’fungsi sbg asam & basa

41 of 77

AA polar

AA non polar/ netral

Tdk bermuatan/

netral

Bermuatan

negative

(asam)

Bermuatan

positif

(basa)

Asparagin

glisin

Glutamin

serin

Threonin

Sistein

A.aspartat

a.glutamat

lisin

Arginin

histidin

Glisin

Alanin

Prolin

Isoleusin

Leusin

Valin

Metionin

Fenilalanin

Triptofan

tirosin

  • Jenis AA dibedakan dr sifat asam basa

42 of 77

43 of 77

KLASIFIKASI AA DI ALAM

1. AA PROTEIN, dibagi atas

(1) AA STANDAR/BAKU/ NORMAL/UTAMA/

PROTEONIGENIK/ AA STANDAR ADA 20

AA tdd 10 AA ESS & 10 non-ESS

(2) AA KHUSUS

MIS: SITRULIN

2. AA NON-PROTEIN

  • Mis: hormon, metabolit sekunder, antibiotik

44 of 77

  1. Gabungan antar asam amino yang membentuk 1 rangkaian = struktur primer.
  2. Struktur sekunder = 2 struktur primer yg dan saling melipat membentuk helix (membentuk pita) dan antiparalel (membentuk lembaran)
  3. Struktur tersier = struktur sekunder yg memadat dan merapat
  4. Struktur kuartener= gabungan antara strukutr tersier yang stabil s/h mencapai BM>50.000

Berdasarkan rantai polipetida yang membangun, macam protein dibagi atas struktur

45 of 77

Struktur primer

Struktur sekunder

Struktur tersier

Struktur kuartener

46 of 77

Pertanyaan seputar AA:

  • Sebutkan jenis AA yg mengandung S.....................................................(3)
  • Sebutkan jenis AA yg bersifat aromatis...................................................(3)
  • Sebutkan jenis AA yg bersifat polar.........................................................(2)
  • Sebutkan jenis AA yg mempunyai rantai samping H?...............................(1)
  • Sebutkan jenis AA yg mempunyai rantai samping gugus karboksilat? .......(1)
  • Sebutkan jenis AA yg tidak mempunyai gugus karboksilat?......................(1)
  • Sebutkan jenis AA yg mempunyai rantai samping gugus amino?...............(1)

47 of 77

POST TEST

  1. Sebutkan 5 asam amino yang anda ketahui..
  2. Sebutkan jenis asam amino yang bersifat aromatik.
  3. Bagaimanakah mekanisme sintesis asam amino menjadi protein..??

48 of 77

Klasifikasi /pembagian/ penggolongan protein B’DASARKAN :

  1. KONFIRMASI/RUANG……….(2)
  2. RANTAI POLIPEPTIDA……….(4)
  3. FISIKO-KIMIA…………….....…...(2)
  4. SUMBER ASAL DI ALAM…...…(2)
  5. AA PEMBENTUK……....………(3)

49 of 77

Berdasarkan struktur konformasi (ruang), protein di alam terbagi atas:

1. Protein serat (fibrous)

2. Protein bola (globular)

1

50 of 77

B’dasrkn sifat fisiko-kimiawi

  1. Protein sederhana : mngandung polipeptida saja/protein murni (zein, glutelin)

2. Protein kompleks/konjugasi :

Protein yg b’ikatan dgn komponen/gugus non-protein (gliko-protein, lipoprotein, cromoprotein)

3

51 of 77

NO

Protein sederhana

Protein terkonjugasi

1

Globulin (pd biji-bijian, mis: kedelai

Nukleoprotein: kromosom, ribosom

2

Gluten (Gliadin dan glutelin) mis: sereal, gandum

Glikoprotein, mis: pd struktur membran sel

3

Glutelin

Mis: beras, gandum

Kromoprotein (=terikat dgn pigmen)

3

Skleroprotein, mis: keratin

Metalloprotein, mis: sitokrom, katalase, peroksidase, enzim

4

Globin, mis: histon (pd DNA)

5

Kasein (protein susu)

6

Albumen (protein telur)

7

Zein (protein jagung)

52 of 77

Protein sederhana

53 of 77

  • Protein hewani, mis: keju, telur, susu, daging, ikan dan dikelompokkan sebagai protein kualitas tinggi karena mengandung cukup AA essensiilnya.

  • Protein nabati, mis: biji-bijian, jagung, kacang-kacangan, sayuran, buah digolongkan sbg protein kualitas rendah karena kekurangan 1 atau lebih AA essensiil.

B’dasarkn sumber asal DI ALAM, klasifikasi protein

4

54 of 77

55 of 77

56 of 77

57 of 77

B’dasarkn komposisi AA pembentuk, protein digolongkan atas:

  1. Protein sempurna

( lengkap n jlh aa ess, mis: kasein, albumin)

2. Protein tdk sempurna (sedikit/beb aa ess, mis: zein)

3. Protein kurang sempurna (lengkap aa ess tetapi jlh sedikit, mis: gliadin n legumin)

5

58 of 77

  • Ikatan yang terdapat pada protein

  1. Ikatan peptida (C=O-HN)

Ikatan pd struktur protein yg paling utama, d’hslkn dr hidrolisis protein yg m’hasilkn polipeptida oleh enzim protease

2. Ikatan disulfide ( -CH2-S-S- CH2 )

Ikatan yg m’hubungkn 2 rantai parallel seperti pd sistein dng beb polipeptida. Ikatan ini relative stabil s/h tdk mudah lepas akibat denaturasi.

3. Ikatan hydrogen

Ikatan tsb sangat lemah s/h selama denaturasi mudah rusak/lepas.

4. Ikatan hidrofobik (- CH3------- CH3-)

Mudah rusak selama denaturasi.

5. Ikatan elektrostatik

59 of 77

SIFAT KIMIA-FISIKA AA

1. Jk d’panaskn dng asam/basa mineral kuat (mis: HCl, NaOH) protein akan t’hidrolisis m’hasilkan AA.

HCl, NaOH, ENZIM

Protein AA

Hidrolisis

2. Pembentukan ikatan peptide berasal dari pelepasan 1 molekul H2O dari gol α-amino dari 1 a.amino dengan karboksil dari a.amino yang lain (=dehidrasi).

3. Menyerap spectrum uv ….......…(FTT)………

4. Membentuk garam kompleks dengan logam berat, melakukan esterifikasi dan acylation.

5. B’sifat optis aktif……………….(L)…………….

6. B’sifat asam basa spesifik……….(4)…………….

7. B’sifat polar ………………...(2)…………….

60 of 77

  • SIFAT KELARUTAN AA (guna untuk memisahkan protein atau mengekstrak AA bebas)

1. Setiap AA mempunyai sifat kelarutan masing-masing tergantung pI dan pKa.

  • pI (= titik isoelektrik yaitu kondisi pH dimana protein/AA mengendap krn dlm kondisi netral muatannya 0 tidak bermuatan)
  • pKa (= nilai tetapan keasaman)

61 of 77

  • SIFAT KELARUTAN AA/PROTEIN

  1. Semakin mendekati titik pKa maka semakin larut.
  2. Sebaliknya semakin mendekati titik pI maka semakin tidak larut (mengendap)

62 of 77

2. Setiap AA mempunyai kondisi tetapan asam (pKa) yang hampir sama karena setiap AA mengandung gugus karboksilat (pK1) dan amina (pK2).

  • Rantai samping setiap AA mempunyai pKR yg berbeda karena AA dibedakan atas rantai sampingnya mk setiap AA mempunyai pKR.
  • Titik pKR hanya terdpt pd AA aromatik dan yang polar

63 of 77

Pengamatan kelarutan AA/protein �dapat dibantu dengan� kurva titrasi

64 of 77

KURVA TITRASI ALANIN

65 of 77

65

66 of 77

An amino acid, in its (1) unionized and (2) zwitterionic forms

Kondisi zwitterion

AA yg terionisasi akan bermuatan positif (NH3+), negatif (COO-).

Kondisi AA disebut zwitter ion karena dapat mengalami 2 kondisi dipolar yaitu kondisi dimana AA mempunyai muatan yang sama (netral).

Pada kondisi tsb terjadi titik isoelektrik (pI) yaitu AA mengalami pengionan sempurna tetapi tdk memiliki muatan.

67 of 77

Titik isoelektrik (pI)

  • Adalah nilai pH suatu molekul protein/AA pd kondisi zwitter ion.
  • Sifat ini (ph isoelektrik) dpt digunakan untuk memisahkan protein.
  • Protein dan AA pd ph isoelektrik akan menunjukkan kelarutan, kondukstivitas, tekanan osmotik dan viskositas yang paling rendah,.

68 of 77

  • Titik/pH isoelektrik (pI) dihasilkn dr nilai pK’.
  • Bila suatu AA mempunyai gugus karboksil pK1 dan gugus amino pK2 mk:

AA non polar pI = (pK1 + pK2)/2

AA polar (negatif), pI = (pK1 + pKR)/2

positif dan netral), pI = (pK2 + pKR)/2

PENENTUAN pI

69 of 77

69

70 of 77

  • DENATURASI

adalah perubahan/modifikasi struktur /konformasi protein

71 of 77

  • Faktor penyebab denaturasi:
  • Asam/basa kuat
  • Perubahan pH esktrim
  • Perubahan suhu/Panas (60-70oC)
  • Pelarut organik (alkohol, aseton)
  • Penambahan zat tertentu (mis: urea, detergent
  • Kontak dgn udara membentuk busa
  • Logam berat

72 of 77

Kondisi fisiologis (ciri fisik) akibat denaturasi

  1. Hilangnya aktivitas biologis protein enzim dan aktifitas protein non-enzim

  • Perubahan volume

  • Peningkatan proteolisis

  • Kelarutan protein berkurang karena terbentuk kompleks logam dengan protein

73 of 77

  1. Struktur kuartener, tersier dan sekunder rusak dan terbuka
  2. Pembentukan koagulasi (pengendapan) karena kemampuan protein mengikat air berkurang
  3. Larutan menjadi keruh
  4. Beb protein dikehendaki insoluble dlm bentuk aslinya dlm pangan (mis: whiten coffee comercial), tetapi sebag besar juga kehilangan sifat larut protein tdk begitu penting dlm desain proses & bhn pengawet makanan. Kehilangan sifat larut protein berkaitan dng kehilangan penampilan protein yg di inginkan.

74 of 77

  • Denaturasi terjadi pd kondisi titik isoelektrik (pI)

  • Denaturasi tidak menyebabkan struktur primer rusak.....................!

75 of 77

  • Proses kimia yang terjadi selama denaturasi:
  • Pengacauan jembatan garam dlm protein menyebabkan ion (+) dan (-) dari garam berganti pasangan dengan ion (-) dan (+) dari asam/basa yg diberikan.

76 of 77

Post test.....!�Pd pH berapakah terjadi titik isoelektrik dr:�1. glutamat (pK1= 2,19; pK2= 9,67 dan pKR= 4,25)�2. fenilalanin (pK1= 1,83; pK2= 9,13 dan pKR= 10,07)�

  • Titik pKR rata-rata AA aromatik berada di pH 10,07 (pK1 = 1,83-2,83; pK2 = 9,11-9,39 dan

ttk pI 5,48-5,89)

  • Bagaimana bila kondisi pH pd kondisi asam pH 5,00?
  • Bagaimana bila kondisi pH pd kondisi basa pH 8,5) ?

77 of 77

Nonstandard Amino Acids

  • Some 300 additional amino acids have been found in cells.
  • Are created by modification of standard residues already incorporated into a peptide.
  • 4-hydroxyproline, a derivative of proline, is found in plant cell wall protein and collagen; 5-hydroxylysine, derived from lysine, are found in collagen.
  • 6-N Methyllysine is a constituent of myosin.
  • γ-Carboxyglutamate, found in the blood-clotting protein prothrombin and Ca2+ binding protein.
  • Desmosine, derivative of four Lys residues, which is found in the elastin.
  • Selenocysteine is introduced during protein synthesis, and contains Selenium rather than sulfur of cysteine, derived from serine.

77