Penentuan Sampel dan Pengumpulan Data
Putri Pradita Nuramalia, M.Tr.ID
Populasi�
Populasi merupakan jumlah keseluruhan dari objek penelitian atau individu-individu yang hendak diteliti. Individu atau satuan ini bisa dalam bentuk orang-orang, peristiwa, benda-benda, dan lain sebagainya.
Beberapa definisi populasi menurut para ahli yaitu sebagai berikut:
Sampel
Sampel adalah wakil atau sebagian dari populasi yang memiliki sifat dan karakteristik yang sama yang menggambarkan dan dapat mewakili seluruh populasi yang diteliti.
Beberapa pengertian sampel menurut para ahli yaitu sebagai berikut:
Populasi berfokus pada identifikasi karakteristik anggota populasi. Adapun karena cakupannya yang luas, pengumpulan data populasi dapat dilakukan dengan kegiatan sensus. Sedangkan sampel merupakan sebagian dari populasi yang mewakili seluruh populasi yang diteliti.
Teknik Pengumpulan Sampel Dalam Penelitian�
Teknik pengumpulan atau pengambilan sampel dibagi menjadi dua yaitu probability sampling dan non-probability sampling. Teknik probability sampling merupakan teknik yang dilakukan dengan memberikan peluang kepada seluruh anggota populasi untuk menjadi sampel.
Teknik probability sampling dibagi menjadi beberapa jenis yaitu sebagai berikut:
Teknik Non-probability
Adapun teknik ini dibagi menjadi beberapa jenis yaitu sebagai berikut:
Untuk setiap data yang dikumpulkan tentu memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu istilah variabel digunakan untuk merepresentasikan variasi karakteristik untuk setiap butir data/observasi. Terdapat terminologi yang berkaitan dengan variabel yaitu sebagai berikut :
Berikut merupakan tipe variabel:�
Teknik Pengumpulan Data
Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara peneliti dan narasumber.
Seiring perkembangan teknologi, metode wawancara dapat pula dilakukan melalui media-media tertentu, misalnya telepon, email, atau video call melalui Zoom atau skype. Wawancara terbagi atas dua kategori, yakni wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.
Wawancara terstruktur
Dalam wawancara terstruktur, peneliti telah mengetahui dengan pasti informasi apa yang hendak digali dari narasumber. Pada kondisi ini, peneliti biasanya sudah membuat daftar pertanyaan secara sistematis. Peneliti juga bisa menggunakan berbagai instrumen penelitian seperti alat bantu recorder, kamera untuk foto, serta instrumen-instrumen lain.
Wawancara tidak terstruktur
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas. Peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan-pertanyaan spesifik, namun hanya memuat poin-poin penting dari masalah yang ingin digali dari responden.
Observasi
Observasi adalah metode pengumpulan data yang kompleks karena melibatkan berbagai faktor dalam pelaksanaannya.
Metode pengumpulan data observasi tidak hanya mengukur sikap dari responden, namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi.
Teknik pengumpulan data observasi cocok digunakan untuk penelitian yang bertujuan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, dan gejala-gejala alam.
Metode pengumpulan data observasi terbagi menjadi dua kategori, yakni:
Participant observation
Nonparticipant observation
Angket (kuesioner)
Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.
Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang lebih efisien bila peneliti telah mengetahui dengan pasti variabel yag akan diukur dan tahu apa yang diharapkan dari responden.
Selain itu, kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas.
Berdasarkan bentuk pertanyaannya, kuesioner dapat dikategorikan dalam dua jenis, yakni kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup.
Kuesioner terbuka adalah kuesioner yang memberikan kebebasan kepada objek penelitian untuk menjawab. Sementara itu, kuesioner tertutup adalah kuesioner yang telah menyediakan pilihan jawaban untuk dipilih oleh objek penelitian.
Studi Dokumen
Studi dokumen adalah metode pengumpulan data yang tidak ditujukan langsung kepada subjek penelitian. Studi dokumen adalah jenis pengumpulan data yang meneliti berbagai macam dokumen yang berguna untuk bahan analisis.
Dokumen yang dapat digunakan dalam pengumpulan data dibedakan menjadi dua, yakni:
Dokumen primer
Dokumen sekunder
Proses pengumpulan data �
Dalam teknik pengumpulan data, tentu saja ada proses yang harus dilakukan. Prosesnya harus terlaksana secara sistematis dan terarah agar data yang dikumpulkan bisa dibuktikan kebenarannya. Karena pada dasarnya, proses pengumpulan data dalam teknik mengumpulkan data ini nanti harus bisa membuktikan hipotesis dari data yang hasilnya sudah dikumpulkan oleh peneliti.
Tinjau literatur dan konsultasi dengan ahli
Mempelajari dan melakukan pendekatan terhadap kelompok masyarakat di mana data akan dikumpulkan
Membina dan memanfaatkan hubungan yang baik dengan responden dan lingkungannya
Uji coba atau pilot study
Merumuskan dan menyusun pertanyaan
Mencatat dan memberi kode (recording and coding)
Cross checking, validitas, dan reliabilitas
Pengorganisasian dan kode ulang data yang telah terkumpul supaya dapat dianalisis
Terimakasih