RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2027
DINAS PERTANIAN BANTEN
DINAS PERTANIAN
PROVINSI BANTEN
Serang, 12 Februari 2026
Oleh:
Dr. Ir. H. Agus M. Tauchid S., M.Si
Plt. Sekretaris Dinas Pertanian
POHON MASALAH
Belum�optimalnya�Ketersediaan�Pangan Berkelanjutan
Berkurangnya lahan�pertanian Produktif
Tingginya konversi lahan pertanian
Tingginya resiko�penurunan produksi yang�disebabkan oleh bencana�pertanian
Serangan OPT dan Dampak Fenomena Iklim terhadap pertanaman
Menurunnya jumlah petani
Berkurangnya minat tenaga kerja di sector pertanian
Belum meratanya�kompetensi sumberdaya�penyuluh pertanian
Kurangnya pelatihan, pembinaan dan sertifikasi penyuluh
Rendahnya nilai tukar petani (NTP) di Provinsi�Banten dibandingkan wilayah lainnya di Pulau�Jawa
Luas kepemilikan�lahan sempit dan�tersebar
Ketersediaan Prasarana
Pertanian Belum optimal
(Air dan JUT)
Ketersediaan Prasarana
Pertanian Belum optimal
(Air dan JUT)
Akses Terhadap Pemanfaatan Alsintan masih rendah
Rendahnya tingkat�Kesejahteraan Petani
1
2
MASALAH POKOK
MASALAH
AKAR MASALAH
TANTANGAN DAN PELUANG SEKTOR PERTANIAN DI BANTEN
TANTANGAN:
PELUANG:
PERKEMBANGAN LUAS LAHAN BAKU SAWAH �PROVINSI BANTEN
NO | Kab/Kota | 2019* | 2024** | 2025** |
1. | Kota Cilegon | 1.691 | 1.151 | NA |
2. | Kota Serang | 8.475 | 7.353 | NA |
3. | Kota Tangerang | 1.143 | 183 | NA |
4. | Kota Tangerang Selatan | 238 | 0 | NA |
5. | Lebak | 51.297 | 52.025 | NA |
6. | Pandeglang | 52.640 | 52.373 | NA |
7. | Serang | 49.463 | 48.050 | NA |
8. | Tangerang | 39.388 | 36.712 | NA |
TOTAL PROVINSI | 204.335 | 197.845 | 194.864 | |
Ket : *) SK Menteri ATR/BPN No. 686/SK-PG.03.03/XII/2019
**) SK Menteri ATR/BPN No. 446.1/SK-PG.03.03/V/2024
***) SK Menteri ATR/BPN No. 6734/SK-PG.03.03/XII/2025
Pembangunan sektor pertanian diharapkan memberikan kontribusi dalam perwujudan misi kedua (asta cita nomor 2): “Memantapkan sistem pertahanan negara dan mendorong kemandirian Bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru”
VISI & MISI PROVINSI BANTEN
PERIODE | VISI | MISI | TUJUAN DAERAH |
RPJMD 2007-2012 | Rakyat Banten Sejahtera Berlandaskan Iman dan Taqwa | Memperkuat struktur ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha agribisnis dan memperluas kesempatan kerja | menciptakan struktur ekonomi daerah yang kuat dengan ditopang perkuatan usaha pada sektor-sektor strategis dan langsung menyentuh masyarakat banyak, sekaligus diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten yang sebahagian besar adalah petani |
RPJMD 2012-2017 | Bersatu Mewujudkan Rakyat Banten Sejahtera Berlandaskan Iman dan Takwa | Pemantapan Iklim Investasi yang Kondusif untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat | Meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan perekonomian daerah dalam rangka mempercepat peningkatan Kesejahteraan masyarakat |
RPJMD 20217-2022 | Banten Yang Maju, Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera Dan Berakhlakul Karimah | Meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan ekonomi | Meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan perekonomian |
RPD 2023-2026 | Banten yang Maju, Mandiri, Sejahtera Berlandaskan Iman dan Taqwa | Mewujudkan Perekonomian yang Maju dan Berdaya Saing secara Merata dan Berkeadilan | Meningkatkan daya saing produk perekonomianyang berbasis pada sumberdaya lokal, keunggulan kompetitif dan berorientasi pasar |
RPJMD 2025 - 2029 | Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi | Mendorong Kemajuan Ekonomi Secara Inklusif Melalui Penguatan Sektor Kreatif, Unggulan, Dan Potensial | Terwujudnya Pemerataan Ekonomi dan Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat |
GUBERNUR – WAKIL GUBERNUR BANTEN
5
MISI
8
PROGRAM
24
PROGRAM TURUNAN
BANTEN MAKMUR
1
2
BANTEN KUAT
KETAHANAN PANGAN
BANTEN RAMAH
SASARAN OPD
Meningkatnya Produktivitas dan Kesejahteraan Petani
Meningkatnya Jumlah Pelayanan Kesehatan Hewan
Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan
Antisipasi Dampak
Anomali Iklim
Meningkatkan Intensifikasi, Ekstensifikasi, Diversifikasi, Mekanisasi, Infrastruktur
Bidang Pertanian Serta
Perlindungan Lahan
Peningkatan Izin
Usaha Pertanian
Peningkatan Kualitas Dan Pemberdayaan Sumberdaya Pertanian
Meningkatkan Produktivitas Pertanian
STRATEGI PERANGKAT DAERAH
ARAH KEBIJAKAN
Peningkatan Produktivitas Petani dan produksi hasil pertanian
Peningkatan Kesejahteraan Petani
Dinas Pertanian
Banten Kuat
Eko Banten
DIVERSIFIKASI PEMANFAATAN LAHAN PERTANIAN
Banten Makmur
Banten Makmur
DUKUNGAN MODERNISASI PENYEDIAAN SARANA DAN PRASARANA PERTANIAN
DUKUNGAN OPTIMALISASI KARTU TANI (ASURANSI DAN BANTUAN)
Tamu
DUKUNGAN PENINGKATAN KAPASITAS DAN KAPABILITAS BAGI PETANI MELALUI TEKNIK PERTANIAN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN SERTA PENGGUNAAN BENIH UNGGUL DAN PUPUK RAMAH LINGKUNGAN
DUKUNGAN PENINGKATAN KAPASITAS DAN KAPABILITAS BAGI PENYULUH PERTANIAN NON PEMERINTAH YANG ADAPTIF DENGAN TEKNIK PERTANIAN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN
REVITALISASI IRIGASI TEKNIS DAN IRIGASI PERPOMPAAN, PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN
PENGUATAN MANAJEMAN GABUNGAN KELOMPOK TANI(GAPOKTAN) DAN HIMPUNAN NELAYAN YANG TERINTEGRASI DENGAN KOPERASI MERAH PUTIH
Banten Ramah
Zona Serlok
PENGEMBANGAN SAWIT DAN KELAPA DI DAERAH PENGHASIL
PROGRAM PROGRAM INDIKASI
UNGGULAN TURUNAN KEGIATAN PRIORITAS
DUKUNGAN PROGRAM UNGGULAN DAN TURUNAN PADA DINAS PERTANIAN
Pengembangan Padi Biosalin, Padi Biofortifikasi, Jagung, Talas Beneng
Penyediaan Alat dan Mesin Pertanian (Unit) bagi Kelompok Tani
Asuransi Pertanian Tanaman Pangan
Intensifikasi Padi dan Pengembangan Padi Organik
Peningkatan Kapasitas Penyuluh dan Kelembagaan Penyuluh
Penyediaan Sumur dan Pompa Pertanian
Penyuluhan dan Pemberdayaan Kelompok Tani
Pengembangan Kelapa
RENCANA AKSI
PEMETAAN PROGRAM KEGIATAN UNGGULAN DISTAN BANTEN 2025-2029
No | Uraian | 2025 | 2026 | 2027 | 2028 | 2029 | Total Target | |
BANTEN KUAT→ EKO BANTEN → DIVERSIFIKASI PEMANFAATAN LAHAN PERTANIAN | ||||||||
| Pengembangan Padi Biosalin, Padi Biofortifikasi, Jagung dan Talas Beneng | 2.170 Ha | 2.170 Ha | 2.170 Ha | 2170 Ha | 2.170 Ha | 10.850 Ha | |
BANTEN MAKMUR → BANTEN MAKMUR → DUKUNGAN MODERNISASI PENYEDIAAN SARANA DAN PRASARANA PERTANIAN | ||||||||
| Penyediaan Alat dan Mesin Pertanian | 174 Unit | 200 Unit | 250 Unit | 250 Unit | 250 Unit | 1.124 Unit | |
BANTEN MAKMUR → BANTEN MAKMUR → DUKUNGAN OPTIMALISASI KARTU TANI (ASURANSI DAN BANTUAN) | ||||||||
| Asuransi Pertanian Tanaman Pangan | 1.000 Ha | 1.000 Ha | 1.000 Ha | 1.000 Ha | 1.000 Ha | 5.000 Ha | |
BANTEN MAKMUR → TAMU →DUKUNGAN PENINGKATAN KAPASITAS DAN KAPABILITAS BAGI PETANI MELALUI TEKNIK PERTANIAN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN SERTA PENGGUNAAN BENIH UNGGUL DAN PUPUK RAMAH LINGKUNGAN | ||||||||
| Intensifikasi Padi dan Pengembangan Padi Organik (Ha) | 5.012 Ha | 5.515 Ha | 6.065 Ha | 6.670 Ha | 7.336 Ha | 30.598 Ha | |
BANTEN MAKMUR → TAMU →DUKUNGAN PENINGKATAN KAPASITAS DAN KAPABILITAS BAGI PENYULUH PERTANIAN NON PEMERINTAH YANG ADAPTIF DENGAN TEKNIK PERTANIAN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN | ||||||||
| Peningkatan Kapasitas SDM dan Kelembagaan penyuluh pertanian Swadaya (Petani Berprestasi) (Orang) | 100 Penyuluh | 100 Penyuluh | 100 Penyuluh | 130 Penyuluh | 130 Penyuluh | 560 Penyuluh | |
BANTEN MAKMUR → TAMU →REVITALISASI IRIGASI TEKNIS DAN IRIGASI PERPOMPAAN, PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN | ||||||||
| Penyediaan Sumur dan Pompa Pertanian | 35 Klp | 35 Klp | 35 Klp | 35 Klp | 35 Klp | 175 Klp | |
BANTEN MAKMUR → TAMU →PENGUATAN MANAJEMAN GABUNGAN KELOMPOK TANI(GAPOKTAN) DAN HIMPUNAN NELAYAN YANG TERINTEGRASI DENGAN KOPERASI MERAH PUTIH | ||||||||
| Penyuluhan dan Pemberdayaan Kelompok Tani (Poktan) | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 150 Poktan | |
BANTEN RAMAH → ZONA SERLOK → PENGEMBANGAN SAWIT DAN KELAPA DI DAERAH PENGHASIL | ||||||||
| Pengembangan Kelapa | 50 Ha | 55 Ha | 60 Ha | 70 Ha | 75 Ha | 310 Ha | |
INDIKATOR KINERJA PROGRAM 2025-2029
NO | PROGRAM | SASARAN | INDIKATOR PROGRAM | SATUAN | Tahun | |||||
2025 | 2026 | 2027 | 2028 | 2029 | 2030 | |||||
1 | Penyediaan Dan Pengembangan Sarana Pertanian | Meningkatnya Produksi Komoditas Perkebunan | Peningkatan Produksi Komoditas Perkebunan | Ton | 223 | 816 | 828 | 841 | 853 | 866 |
Meningkatnya Produksi Komoditas Hortikultura | Peningkatan Produksi Komoditas Hortikultura | Ton | 5.176 | 5.305 | 5.438 | 5.574 | 5.713 | 5.856 | ||
Meningkatnya Produksi Komoditas Peternakan | Peningkatan Produksi Komoditas Peternakan | Ton | 24.138 | 24.404 | 24.672 | 24.943 | 25.218 | 25.495 | ||
Meningkatnya Produksi Komoditas Pangan | Peningkatan Produksi Komoditas Pangan | Ton | 87.117 | 91.479 | 96.053 | 100.856 | 105.899 | 111.194 | ||
| | Meningkatnya Sertifikasi Benih yang sesuai Standar | Persentase Peningkatan Sertifikasi Benih | Persen | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 |
| | Meningkatnya Kualitas Benih Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan | Persentase Produksi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan yang dihasilkan | Persen | 3,34 | 3,65 | 3,73 | 3,82 | 3,92 | 4,02 |
2 | Penyediaan Dan Pengembangan Prasarana Pertanian | Meningkatnya distribusi dan kualitas prasarana pertanian | Cakupan Luas Lahan Pertanian yang Ditetapkan Menjadi LP2B | Ha | 95.829,75 | 95.829,75 | 95.829,75 | 95.829,75 | 95.829,75 | 95.829,75 |
3 | Program Pengendalian Kesehatan Hewan Dan Kesehatan Masyarakat Veteriner | Meningkatnya pengendalian kesehatan hewan | Tingkat pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) | Dokumen | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
Meningkatnya pengendalian kesehatan masyarakat veteriner | Persentase Unit Usaha Pangan Asal Hewan yang memiliki Sertifikat Pra NKV atau NKV (Nomor Kontrol Veteriner) | Persen | 22 | 36 | 50 | 70 | 80 | 90 | ||
4 | Program Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian | Meningkatnya Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian | Persentase Penanganan Bencana Pertanian | Persen | 95 | 95 | 95 | 95 | 95 | 95 |
Meningkatnya Pengendalian Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT) dan Dampak Perubahan Iklim | Persentase Penanganan Dampak Perubahan Iklim Terhadap Pertanian | Persen | 95 | 95 | 95 | 95 | 95 | 95 | ||
5 | Program Penyuluhan Pertanian | Meningkatnya kapasitas SDM bidang penyuluh pertanian | Persentase SDM penyuluh pertanian yang ditingkatkan kapasitasnya | Persen | 14.49 | 28.99 | 47.83 | 66.67 | 85.51 | 100 |
6 | Program Perizinan Pertanian | Meningkatnya Kualitas dan Kemudahan Perizinan Usaha Pertanian | Persentase rekomendasi usaha pertanian yang diterbitkan | persen | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 |
POHON KINERJA
MISI DAERAH |
Mendorong Kemajuan Ekonomi Secara Inklusif Melalui Penguatan Sektor Kreatif, Unggulan, Dan Potensial |
TUJUAN DAERAH | |
Terwujudnya Pertumbuhan Ekonomi (IK: Laju Pertumbuhan Ekonomi (%)) | Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat (IK: 1. Tingkat Kemiskinan (%) ; 2. Gini Rasio (Nilai)) |
SASARAN DAERAH | |
Meningkatnya Produktivitas Ekonomi (IK: Nilai PDRB ADHK (Atas Dasar Harga Konstan) (Triliun Rupiah)) | Menurunnya Kemiskinan Wilayah Perdesaan (IK: Persentase Kemiskinan Wilayah Perdesaan (%)) |
2025-2029
SASARAN PERANGKAT DAERAH | |
Meningkatnya Produktivitas Petani (IK: Nilai PDRB Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian) | Meningkatnya Kesejahteraan Petani (IK: Nilai Tambah Pertanian Per Tenagakerja menurut Kelas Usaha Tani Tanaman / Peternakan / Perikanan / Kehutanan) |
Lanjutan….
SASARAN PROGRAM | ||
Meningkatnya Produksi Komoditas Tanaman Pangan | Meningkatnya Produksi Komoditas Hortikultura | Meningkatnya Produksi Komoditas Tanaman Perkebunan |
Indikator: Peningkatan Produksi Komoditas Tanaman Pangan (Ton) | Indikator: Peningkatan Produksi Komoditas Hortikultura (Ton) | Indikator: Peningkatan Produksi Komoditas Perkebunan (Ton) |
Meningkatnya Produksi Komoditas Peternakan | Meningkatnya Sertifikasi Benih yang sesuai Standar | Meningkatnya Kualitas Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan |
Indikator: Peningkatan Produksi Komoditas Peternakan (Ton) | Indikator: Persentase Peningkatan Sertifikasi Benih (%) | Indikator: Persentase Produksi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan yang dihasilkan (%) |
SASARAN PROGRAM | ||
Meningkatnya distribusi dan kualitas prasarana Pertanian | Meningkatnya pengendalian kesehatan hewan | Meningkatnya pengendalian kesehatan masyarakat veteriner |
Indikator: Cakupan Luas Lahan pertanian yang ditetapkan menjadi LP2B (Ha) | Indikator: Tingkat pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) (Dokumen) | Indikator: Persentase Unit Usaha Pangan Asal Hewan yang memiliki Sertifikat Pra NKV atau NKV (Nomor Kontrol Veteriner) (%) |
Meningkatnya Kualitas dan Kemudahan Perizinan Usaha Pertanian | Meningkatnya kapasitas SDM bidang penyuluh pertanian | Meningkatnya Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian |
Indikator: Persentase Izin Usaha Pertanian yang Diterbitkan (%) | Indikator: Persentase SDM Penyuluh Pertanian yang Ditingkatkan (%) | Indikator: Persentase Penanganan Bencana Pertanian (%) |
Meningkatnya Pengendalian Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT) dan Dampak Perubahan Iklim | ||
Indikator: Persentase Penanganan Dampak Perubahan Iklim Terhadap Pertanian (%) | ||
SASARAN PERANGKAT DAERAH | |
Meningkatnya Produktivitas Petani (IK: Nilai PDRB Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian) | Meningkatnya Kesejahteraan Petani (IK: Nilai Tambah Pertanian Per Tenagakerja menurut Kelas Usaha Tani Tanaman / Peternakan / Perikanan / Kehutanan) |
TARGET KINERJA PERANGKAT DAERAH DALAM RENSTRA 2025-2029�
SASARAN | INDIKATOR | 2025 | 2026 | 2027 | 2028 | 2029 | 2030 |
Meningkatnya Produktivitas Petani | Nilai PDRB Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian (Triliyun Rupiah) | 25,418 | 26,665 | 27,977 | 29,375 | 30,849 | 3,626 |
Meningkatnya Kesejahteraan Petani | Nilai Tambah Pertanian Per Tenagakerja menurut Kelas Usaha Tani Tanaman / Peternakan / Perikanan / Kehutanan (Rupiah) | 77.393.000 | 80.833.000 | 84.273.000 | 87.713.000 | 91.154.000 | 94.594.000 |
SASARAN | INDIKATOR | 2025 | CAPAIAN% |
Meningkatnya Produktivitas Petani | Nilai PDRB Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian (Triliyun Rupiah) | 26,798 | 105,43 |
Meningkatnya Kesejahteraan Petani | Nilai Tambah Pertanian Per Tenagakerja menurut Kelas Usaha Tani Tanaman / Peternakan / Perikanan / Kehutanan (Rupiah) | 85.946.028 | 111,05 |
REALISASI &
CAPAIAN
SASARAN | INDIKATOR | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 |
Meningkatnya Produktivitas Petani | Nilai PDRB Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian (Triliyun Rupiah) (Sumber BRS BPS BANTEN) | 23,076 | 24,122 | 24,120 | 24,284 | 26,798 |
Meningkatnya Kesejahteraan Petani | Nilai Tambah Pertanian Per Tenagakerja menurut Kelas Usaha Tani Tanaman / Peternakan / Perikanan / Kehutanan (Rupiah) | 63.574.707 | 65.661.031 | 70.355.142 | 76.824.621 | 85.946.028 |
| Sumber: https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTM0NCMy/nilai-tambah-pertanian-dibagi-jumlah-tenaga-kerja-di-sektor-pertanian.html, (diolah) | |||||
PERKEMBANGAN
TARGET KINERJA
Cross cutting INTERMEDIATE OUTCOME
Crosscutting ada di level Intermediate Outcome (program) yaitu:
Perbandingan Nilai Tukar Petani
Nasional dan Banten
Sumber: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
https://11ap.pertanian.go.id/ntp/provgab.php
Nilai tukar petani (NTP) adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. Nilai tukar petani merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan petani.
INDEKS KETAHANAN PANGAN PROVINSI BANTEN
TAHUN 2025
KABUPATEN/KOTA
PERKEMBANGAN IKP DI BANTEN
Tahun | IKP | Kelompok IKP | Kerentanan Area |
2021 | 74,38 | 5 | Tahan |
2022 | 73,78 | 5 | Tahan |
2023 | 78,71 | 6 | Sangat Tahan |
2024 | 79,25 | 6 | Sangat Tahan |
2025 | 77.78 | 6 | Sangat Tahan |
KABUPATEN / KOTA | IKP | KELOMPOK IKP | Kerentanan Area |
Pandeglang | 65.24 | 4 | Agak Tahan |
Lebak | 75.16 | 5 | Tahan |
Tangerang | 79.39 | 6 | Sangat Tahan |
Serang | 82.12 | 6 | Sangat Tahan |
Kota Tangerang | 81.42 | 6 | Sangat Tahan |
Kota Cilegon | 76.15 | 6 | Sangat Tahan |
Kota Serang | 78.52 | 6 | Sangat Tahan |
Kota Tangerang Selatan | 78.24 | 6 | Sangat Tahan |
https://data.badanpangan.go.id/datasetpublications/uny/ikp-kabupaten-kota-2025
https://data.badanpangan.go.id/datasetpublications/3pa/ikp-provinsi-2025
Indeks Ketahanan Pangan (IKP) adalah ukuran komposit yang menggambarkan kondisi ketahanan pangan di suatu wilayah. IKP digunakan untuk mengevaluasi capaian ketahanan pangan dan gizi, serta memberikan peringkat relatif antara wilayah satu dengan yang lain. Nilai IKP dapat digunakan untuk mengukur kinerja daerah dalam memenuhi urusan wajib pemerintah, dan juga membantu dalam menentukan prioritas pembangunan daerah.
Prioritas 1 (Sangat Rentan): Wilayah dengan kerawanan pangan tinggi.
Prioritas 2 (Rentan): Wilayah dengan kerawanan pangan cukup tinggi.
Prioritas 3 (Agak Rentan): Wilayah dengan kerawanan pangan sedang.
Prioritas 4 (Agak Tahan): Wilayah dengan tingkat ketahanan pangan rendah.
Prioritas 5 (Tahan): Wilayah dengan tingkat ketahanan pangan baik.
Prioritas 6 (Sangat Tahan): Wilayah dengan tingkat ketahanan pangan sangat baik.
PERKEMBANGAN PRODUKSI PADI DAN BERAS
HASIL KESEPAKATAN RAPAT KOORDINASI BIDANG
2027
2027
BIDANG PRODUKSI TANAMAN PANGAN HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN
TANAMAN PANGAN
Target: Peningkatan�Produksi Komoditas Pangan 96.053 Ton
HORTIKULTURA
Target: Peningkatan�Produksi Komoditas Hortikultura 5.438 Ton
PERKEBUNAN
Target: Peningkatan Produksi Komoditas Perkebunan 828 Ton
BIDANG PETERNAKAN
Peningkatan Produksi Komoditi Peternakan Target: 25.000 Ton di tahun 202
Penyediaan Bibit Ternak Bagi Masyarakat:
1. Ternak Domba
2. Ternak Kambing
3. Ternak Kambing Perah
4. Ternak Itik
5. Ternak ayam petelur
🡪 Pengawasan Benih/ Bibit Ternak Ruminansia
🡪 Pengawasan Benih/ Bibit Ternak Unggas
🡪 Pendampingan dan Bimbingan penerapan “Good Farming Practice” bagi kelompok penerima bantuan
🡪 Pemantauan kesehatan hewan ternak dan pemberian obat / vitamin bagi hewan ternak
BIDANG KESWAN DAN KESMAVET
Penjaminan Kesehatan Hewan, Penutupan dan Pembukaan Daerah Wabah Penyakit Hewan Menular Lintas Daerah
Penerapan Persyaratan Teknis Sertifikasi Zona/Kompartemen Bebas Penyakit dan Unit Usaha Produk Hewan
1. Pengawasan Peredaran Produk Hewan
2. Pengawasan Penerapan Persyaratan Teknis untuk Pemasukan dan/atau Pengeluaran HPM
Pengawasan Pemasukan Dan Pengeluaran Hewan Dan rovinsiProduk Hewan Lintas Daerah
Pemeriksaan Mutu, Khasiat dan Keamanan Peredaran Obat Hewan�
Pengawasan peredaran obat hewan di tingkat distributor
Pengelolaan Penerbitan Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV)
Kesejahteraan Hewan
KEGIATAN PRIORITAS
2026
URAIAN KEGIATAN | VOLUME |
| 14 Unit |
| 173 Unit |
| 8 Unit |
| 1 Unit |
| 4 Unit / Klp |
| 650 Ha / 65 Klp |
| 150 Ha / 15 Klp |
| 3 Ha / 3 Klp |
| 50 Ha / 10 Klp |
| 20 Ha / 20 Klp |
| 2 Ha |
| 2 Ha |
| 1 Ha |
| 8 Ha |
| 2 Ha |
| 1.110 Ekor / 111 Klp |
| 12 Ekor / 2 Klp |
| 3.300 ekor / 33 Klp |
| 3 Paket / 3 Klp |
| 82 Unit |
URAIAN KEGIATAN | VOLUME |
| 2.000 Ha |
| 1.600 Kg |
| 6 klp |
| 2 Klp |
| 1 Lokasi |
| 4 Kab @ 30 Petani |
| 1 Lokasi |
| 2 Lokasi / 80 Petani |
| 2 Lokasi / 80 Petani |
| 18 Pemuda Tani |
| 2 Lokasi / 80 Petani |
| 2 Lokasi / 80 Petani |
| 2 Lokasi / 80 Petani |
| 2 Lokasi / 80 Petani |
| 2 Lokasi / 80 Petani |
| 2 Kategori (Petani dan Penyuluh Swadaya) |