1 of 25

RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2027

DINAS PERTANIAN BANTEN

DINAS PERTANIAN

PROVINSI BANTEN

Serang, 12 Februari 2026

Oleh:

Dr. Ir. H. Agus M. Tauchid S., M.Si

Plt. Sekretaris Dinas Pertanian

2 of 25

POHON MASALAH

Belum�optimalnya�Ketersediaan�Pangan Berkelanjutan

Berkurangnya lahan�pertanian Produktif

Tingginya konversi lahan pertanian

Tingginya resiko�penurunan produksi yang�disebabkan oleh bencana�pertanian

Serangan OPT dan Dampak Fenomena Iklim terhadap pertanaman

Menurunnya jumlah petani

Berkurangnya minat tenaga kerja di sector pertanian

Belum meratanya�kompetensi sumberdaya�penyuluh pertanian

Kurangnya pelatihan, pembinaan dan sertifikasi penyuluh

Rendahnya nilai tukar petani (NTP) di Provinsi�Banten dibandingkan wilayah lainnya di Pulau�Jawa

Luas kepemilikan�lahan sempit dan�tersebar

Ketersediaan Prasarana

Pertanian Belum optimal

(Air dan JUT)

Ketersediaan Prasarana

Pertanian Belum optimal

(Air dan JUT)

Akses Terhadap Pemanfaatan Alsintan masih rendah

Rendahnya tingkat�Kesejahteraan Petani

1

2

MASALAH POKOK

MASALAH

AKAR MASALAH

3 of 25

TANTANGAN DAN PELUANG SEKTOR PERTANIAN DI BANTEN

TANTANGAN:

  1. Masih tingginya konversi lahan pertanian menjadi non pertanian
  2. Berkurangnya minat tenaga kerja di sector pertanian
  3. Serangan OPT dan Dampak Fenomena Iklim terhadap pertanaman
  4. Kemandirian petani yang masih rendah
  5. Berfluktuasi harga produk pertanian dan tingginya suku bunga usahatani
  6. Meningkatnya produk pangan impor dipasar domestik

PELUANG:

  1. Letak geografis yang strategis dengan pasar domestic provinsi lainnya dan pasar internasional
  2. Meningkatnya kebutuhan pangan seiring meningkatnya pertumbuhan�penduduk
  3. Meningkatnya permintaan pasar terhadap produk pertanian yang�bermutu,baik dalam maupun luar negeri
  4. Komitmen pemerintah dan apresiasi masyarakat dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan dan swasembada pangan
  5. Kerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Perguruan Tinggi untuk melakukan penelitian dan pengembangan usaha

4 of 25

PERKEMBANGAN LUAS LAHAN BAKU SAWAH �PROVINSI BANTEN

NO

Kab/Kota

2019*

2024**

2025**

1.

Kota Cilegon

1.691

1.151

NA

2.

Kota Serang

8.475

7.353

NA

3.

Kota Tangerang

1.143

183

NA

4.

Kota Tangerang Selatan

238

0

NA

5.

Lebak

51.297

52.025

NA

6.

Pandeglang

52.640

52.373

NA

7.

Serang

49.463

48.050

NA

8.

Tangerang

39.388

36.712

NA

TOTAL PROVINSI

204.335

197.845

194.864

Ket : *) SK Menteri ATR/BPN No. 686/SK-PG.03.03/XII/2019

**) SK Menteri ATR/BPN No. 446.1/SK-PG.03.03/V/2024

***) SK Menteri ATR/BPN No. 6734/SK-PG.03.03/XII/2025

5 of 25

Pembangunan sektor pertanian diharapkan memberikan kontribusi dalam perwujudan misi kedua (asta cita nomor 2): “Memantapkan sistem pertahanan negara dan mendorong kemandirian Bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru”

6 of 25

VISI & MISI PROVINSI BANTEN

PERIODE

VISI

MISI

TUJUAN DAERAH

RPJMD 2007-2012

Rakyat Banten Sejahtera Berlandaskan Iman dan Taqwa

Memperkuat struktur ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha agribisnis dan memperluas kesempatan kerja

menciptakan struktur ekonomi daerah yang kuat dengan ditopang perkuatan usaha pada sektor-sektor strategis dan langsung menyentuh masyarakat banyak, sekaligus diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten yang sebahagian besar adalah petani

RPJMD 2012-2017

Bersatu Mewujudkan Rakyat Banten Sejahtera Berlandaskan Iman dan Takwa

Pemantapan Iklim Investasi yang Kondusif untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan

perekonomian daerah dalam rangka mempercepat peningkatan Kesejahteraan masyarakat

RPJMD 20217-2022

Banten Yang Maju, Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera Dan Berakhlakul Karimah

Meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan ekonomi

Meningkatkan pertumbuhan dan

pemerataan perekonomian

RPD 2023-2026

Banten yang Maju, Mandiri, Sejahtera Berlandaskan Iman dan Taqwa

Mewujudkan Perekonomian yang Maju dan Berdaya Saing secara Merata dan Berkeadilan

Meningkatkan daya saing produk perekonomianyang berbasis pada sumberdaya lokal, keunggulan kompetitif dan berorientasi pasar

RPJMD 2025 - 2029

Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi

Mendorong Kemajuan Ekonomi Secara Inklusif Melalui Penguatan Sektor Kreatif, Unggulan, Dan Potensial

Terwujudnya Pemerataan Ekonomi dan Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat

7 of 25

GUBERNUR – WAKIL GUBERNUR BANTEN

5

MISI

8

PROGRAM

24

PROGRAM TURUNAN

BANTEN MAKMUR

1

2

BANTEN KUAT

KETAHANAN PANGAN

BANTEN RAMAH

8 of 25

SASARAN OPD

Meningkatnya Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

Meningkatnya Jumlah Pelayanan Kesehatan Hewan

Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan

Antisipasi Dampak

Anomali Iklim

Meningkatkan Intensifikasi, Ekstensifikasi, Diversifikasi, Mekanisasi, Infrastruktur

Bidang Pertanian Serta

Perlindungan Lahan

Peningkatan Izin

Usaha Pertanian

Peningkatan Kualitas Dan Pemberdayaan Sumberdaya Pertanian

Meningkatkan Produktivitas Pertanian

STRATEGI PERANGKAT DAERAH

ARAH KEBIJAKAN

  • Penyediaan dan Peningkatan sarana Pertanian untuk peningkatan pendapatan petani
  • Pengurangan Biaya Produksi melalui optimalisasi teknologi dan pemenuhan sarana

Peningkatan Produktivitas Petani dan produksi hasil pertanian

Peningkatan Kesejahteraan Petani

  • Peningkatan Produksi dan Produktivitas Sektor Pertanian pada Kawasan Sentra Produksi
  • Kolaborasi multistakeholder untuk peningkatan Produksi dan Produktivitas Sektor Pertanian
  • Peningkatan Prasarana Pertanian untuk menunjang peningkatan Produksi

9 of 25

Dinas Pertanian

Banten Kuat

Eko Banten

DIVERSIFIKASI PEMANFAATAN LAHAN PERTANIAN

Banten Makmur

Banten Makmur

DUKUNGAN MODERNISASI PENYEDIAAN SARANA DAN PRASARANA PERTANIAN

DUKUNGAN OPTIMALISASI KARTU TANI (ASURANSI DAN BANTUAN)

Tamu

DUKUNGAN PENINGKATAN KAPASITAS DAN KAPABILITAS BAGI PETANI MELALUI TEKNIK PERTANIAN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN SERTA PENGGUNAAN BENIH UNGGUL DAN PUPUK RAMAH LINGKUNGAN

DUKUNGAN PENINGKATAN KAPASITAS DAN KAPABILITAS BAGI PENYULUH PERTANIAN NON PEMERINTAH YANG ADAPTIF DENGAN TEKNIK PERTANIAN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN

REVITALISASI IRIGASI TEKNIS DAN IRIGASI PERPOMPAAN, PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN

PENGUATAN MANAJEMAN GABUNGAN KELOMPOK TANI(GAPOKTAN) DAN HIMPUNAN NELAYAN YANG TERINTEGRASI DENGAN KOPERASI MERAH PUTIH

Banten Ramah

Zona Serlok

PENGEMBANGAN SAWIT DAN KELAPA DI DAERAH PENGHASIL

PROGRAM PROGRAM INDIKASI

UNGGULAN TURUNAN KEGIATAN PRIORITAS

DUKUNGAN PROGRAM UNGGULAN DAN TURUNAN PADA DINAS PERTANIAN

Pengembangan Padi Biosalin, Padi Biofortifikasi, Jagung, Talas Beneng

Penyediaan Alat dan Mesin Pertanian (Unit) bagi Kelompok Tani

Asuransi Pertanian Tanaman Pangan

Intensifikasi Padi dan Pengembangan Padi Organik

Peningkatan Kapasitas Penyuluh dan Kelembagaan Penyuluh

Penyediaan Sumur dan Pompa Pertanian

Penyuluhan dan Pemberdayaan Kelompok Tani

Pengembangan Kelapa

RENCANA AKSI

10 of 25

PEMETAAN PROGRAM KEGIATAN UNGGULAN DISTAN BANTEN 2025-2029

No

Uraian

2025

2026

2027

2028

2029

Total Target

BANTEN KUAT→ EKO BANTEN → DIVERSIFIKASI PEMANFAATAN LAHAN PERTANIAN

Pengembangan Padi Biosalin, Padi Biofortifikasi, Jagung dan Talas Beneng

2.170 Ha

2.170 Ha

2.170 Ha

2170 Ha

2.170 Ha

10.850 Ha

BANTEN MAKMUR → BANTEN MAKMUR → DUKUNGAN MODERNISASI PENYEDIAAN SARANA DAN PRASARANA PERTANIAN

Penyediaan Alat dan Mesin Pertanian

174 Unit

200 Unit

250 Unit

250 Unit

250 Unit

1.124 Unit

BANTEN MAKMUR → BANTEN MAKMUR → DUKUNGAN OPTIMALISASI KARTU TANI (ASURANSI DAN BANTUAN)

Asuransi Pertanian Tanaman Pangan

1.000 Ha

1.000 Ha

1.000 Ha

1.000 Ha

1.000 Ha

5.000 Ha

BANTEN MAKMUR → TAMU →DUKUNGAN PENINGKATAN KAPASITAS DAN KAPABILITAS BAGI PETANI MELALUI TEKNIK PERTANIAN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN SERTA PENGGUNAAN BENIH UNGGUL DAN PUPUK RAMAH LINGKUNGAN

Intensifikasi Padi dan Pengembangan Padi Organik (Ha)

5.012 Ha

5.515 Ha

6.065 Ha

6.670 Ha

7.336 Ha

30.598 Ha

BANTEN MAKMUR → TAMU →DUKUNGAN PENINGKATAN KAPASITAS DAN KAPABILITAS BAGI PENYULUH PERTANIAN NON PEMERINTAH YANG ADAPTIF DENGAN TEKNIK PERTANIAN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN

Peningkatan Kapasitas SDM dan Kelembagaan penyuluh pertanian Swadaya (Petani Berprestasi) (Orang)

100 Penyuluh

100 Penyuluh

100 Penyuluh

130 Penyuluh

130 Penyuluh

560 Penyuluh

BANTEN MAKMUR → TAMU →REVITALISASI IRIGASI TEKNIS DAN IRIGASI PERPOMPAAN, PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN

Penyediaan Sumur dan Pompa Pertanian

35 Klp

35 Klp

35 Klp

35 Klp

35 Klp

175 Klp

BANTEN MAKMUR → TAMU →PENGUATAN MANAJEMAN GABUNGAN KELOMPOK TANI(GAPOKTAN) DAN HIMPUNAN NELAYAN YANG TERINTEGRASI DENGAN KOPERASI MERAH PUTIH

Penyuluhan dan Pemberdayaan Kelompok Tani (Poktan)

30

30

30

30

30

150 Poktan

BANTEN RAMAH → ZONA SERLOK → PENGEMBANGAN SAWIT DAN KELAPA DI DAERAH PENGHASIL

Pengembangan Kelapa

50 Ha

55 Ha

60 Ha

70 Ha

75 Ha

310 Ha

11 of 25

INDIKATOR KINERJA PROGRAM 2025-2029

NO

PROGRAM

SASARAN

INDIKATOR PROGRAM

SATUAN

Tahun

2025

2026

2027

2028

2029

2030

1

Penyediaan Dan Pengembangan Sarana Pertanian

Meningkatnya Produksi Komoditas Perkebunan

Peningkatan Produksi Komoditas Perkebunan

Ton

223

816

828

841

853

866

Meningkatnya Produksi Komoditas Hortikultura

Peningkatan Produksi Komoditas Hortikultura

Ton

5.176

5.305

5.438

5.574

5.713

5.856

Meningkatnya Produksi Komoditas Peternakan

Peningkatan Produksi Komoditas Peternakan

Ton

24.138

24.404

24.672

24.943

25.218

25.495

Meningkatnya Produksi Komoditas Pangan

Peningkatan Produksi Komoditas Pangan

Ton

87.117

91.479

96.053

100.856

105.899

111.194

Meningkatnya Sertifikasi Benih yang sesuai Standar

Persentase Peningkatan Sertifikasi Benih

Persen

5

5

5

5

5

5

Meningkatnya Kualitas Benih Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Persentase Produksi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan yang dihasilkan

Persen

3,34

3,65

3,73

3,82

3,92

4,02

2

Penyediaan Dan Pengembangan Prasarana Pertanian

Meningkatnya distribusi dan kualitas prasarana pertanian

Cakupan Luas Lahan Pertanian yang Ditetapkan Menjadi LP2B

Ha

95.829,75

95.829,75

95.829,75

95.829,75

95.829,75

95.829,75

3

Program Pengendalian Kesehatan Hewan Dan Kesehatan Masyarakat Veteriner

Meningkatnya pengendalian kesehatan hewan

Tingkat pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS)

Dokumen

4

5

6

7

8

9

Meningkatnya pengendalian kesehatan masyarakat veteriner

Persentase Unit Usaha Pangan Asal Hewan yang memiliki Sertifikat Pra NKV atau NKV (Nomor Kontrol Veteriner)

Persen

22

36

50

70

80

90

4

Program Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian

Meningkatnya Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian

Persentase Penanganan Bencana Pertanian

Persen

95

95

95

95

95

95

Meningkatnya Pengendalian Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT) dan Dampak Perubahan Iklim

Persentase Penanganan Dampak

Perubahan Iklim Terhadap Pertanian

Persen

95

95

95

95

95

95

5

Program Penyuluhan Pertanian

Meningkatnya kapasitas SDM bidang penyuluh pertanian

Persentase SDM penyuluh pertanian yang ditingkatkan kapasitasnya

Persen

14.49

28.99

47.83

66.67

85.51

100

6

Program Perizinan Pertanian

Meningkatnya Kualitas dan Kemudahan Perizinan Usaha Pertanian

Persentase rekomendasi usaha pertanian yang diterbitkan

persen

100

100

100

100

100

100

12 of 25

POHON KINERJA

MISI DAERAH

Mendorong Kemajuan Ekonomi Secara Inklusif Melalui Penguatan Sektor Kreatif, Unggulan, Dan Potensial

TUJUAN DAERAH

Terwujudnya Pertumbuhan Ekonomi

(IK: Laju Pertumbuhan Ekonomi (%))

Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat

(IK: 1. Tingkat Kemiskinan (%) ; 2. Gini Rasio (Nilai))

SASARAN DAERAH

Meningkatnya Produktivitas Ekonomi

(IK: Nilai PDRB ADHK (Atas Dasar Harga Konstan) (Triliun Rupiah))

Menurunnya Kemiskinan Wilayah Perdesaan

(IK: Persentase Kemiskinan Wilayah Perdesaan (%))

2025-2029

SASARAN PERANGKAT DAERAH

Meningkatnya Produktivitas Petani

(IK: Nilai PDRB Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian)

Meningkatnya Kesejahteraan Petani

(IK: Nilai Tambah Pertanian Per Tenagakerja menurut Kelas Usaha Tani Tanaman / Peternakan / Perikanan / Kehutanan)

13 of 25

Lanjutan….

SASARAN PROGRAM

Meningkatnya Produksi Komoditas Tanaman

Pangan

Meningkatnya Produksi Komoditas Hortikultura

Meningkatnya Produksi Komoditas Tanaman

Perkebunan

Indikator:

Peningkatan Produksi Komoditas Tanaman Pangan (Ton)

Indikator:

Peningkatan Produksi Komoditas Hortikultura (Ton)

Indikator:

Peningkatan Produksi Komoditas Perkebunan (Ton)

Meningkatnya Produksi Komoditas Peternakan

Meningkatnya Sertifikasi Benih yang sesuai Standar

Meningkatnya Kualitas Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Indikator:

Peningkatan Produksi Komoditas Peternakan (Ton)

Indikator:

Persentase Peningkatan Sertifikasi Benih (%)

Indikator:

Persentase Produksi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan yang dihasilkan (%)

SASARAN PROGRAM

Meningkatnya distribusi dan kualitas prasarana Pertanian

Meningkatnya pengendalian kesehatan hewan

Meningkatnya pengendalian kesehatan masyarakat veteriner

Indikator:

Cakupan Luas Lahan pertanian yang ditetapkan menjadi LP2B (Ha)

Indikator:

Tingkat pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) (Dokumen)

Indikator:

Persentase Unit Usaha Pangan Asal Hewan yang memiliki Sertifikat Pra NKV atau NKV (Nomor Kontrol Veteriner) (%)

Meningkatnya Kualitas dan Kemudahan

Perizinan Usaha Pertanian

Meningkatnya kapasitas SDM bidang penyuluh pertanian

Meningkatnya Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian

Indikator:

Persentase Izin Usaha Pertanian yang Diterbitkan (%)

Indikator:

Persentase SDM Penyuluh Pertanian yang Ditingkatkan (%)

Indikator:

Persentase Penanganan Bencana Pertanian (%)

Meningkatnya Pengendalian Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT) dan Dampak Perubahan Iklim

Indikator:

Persentase Penanganan Dampak Perubahan Iklim Terhadap Pertanian (%)

SASARAN PERANGKAT DAERAH

Meningkatnya Produktivitas Petani

(IK: Nilai PDRB Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian)

Meningkatnya Kesejahteraan Petani

(IK: Nilai Tambah Pertanian Per Tenagakerja menurut Kelas Usaha Tani Tanaman / Peternakan / Perikanan / Kehutanan)

14 of 25

TARGET KINERJA PERANGKAT DAERAH DALAM RENSTRA 2025-2029

SASARAN

INDIKATOR

2025

2026

2027

2028

2029

2030

Meningkatnya Produktivitas Petani

Nilai PDRB Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian (Triliyun Rupiah)

25,418

26,665

27,977

29,375

30,849

3,626

Meningkatnya Kesejahteraan Petani

Nilai Tambah Pertanian Per Tenagakerja menurut Kelas Usaha Tani Tanaman / Peternakan / Perikanan / Kehutanan (Rupiah)

77.393.000

80.833.000

84.273.000

87.713.000

91.154.000

94.594.000

SASARAN

INDIKATOR

2025

CAPAIAN%

Meningkatnya Produktivitas Petani

Nilai PDRB Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian (Triliyun Rupiah)

26,798

105,43

Meningkatnya Kesejahteraan Petani

Nilai Tambah Pertanian Per Tenagakerja menurut Kelas Usaha Tani Tanaman / Peternakan / Perikanan / Kehutanan (Rupiah)

85.946.028

111,05

REALISASI &

CAPAIAN

SASARAN

INDIKATOR

2021

2022

2023

2024

2025

Meningkatnya Produktivitas Petani

Nilai PDRB Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian (Triliyun Rupiah) (Sumber BRS BPS BANTEN)

23,076

24,122

24,120

24,284

26,798

Meningkatnya Kesejahteraan Petani

Nilai Tambah Pertanian Per Tenagakerja menurut Kelas Usaha Tani Tanaman / Peternakan / Perikanan / Kehutanan (Rupiah)

63.574.707

65.661.031

70.355.142

76.824.621

85.946.028

Sumber: https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTM0NCMy/nilai-tambah-pertanian-dibagi-jumlah-tenaga-kerja-di-sektor-pertanian.html, (diolah)

PERKEMBANGAN

TARGET KINERJA

15 of 25

Cross cutting INTERMEDIATE OUTCOME

Crosscutting ada di level Intermediate Outcome (program) yaitu:

  1. meningkatnya komoditas tanaman pangan yang ditunjang oleh kinerja dari PUPR terkait JUT dan akses pengairan serta kinerja INDAG terkait pengawasan peredaran pupuk dan obat pertanian
  2. Meningkatnya Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian ditunjang oleh kinerja PUPR terkait penanganan banjir

16 of 25

Perbandingan Nilai Tukar Petani

Nasional dan Banten

Sumber: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

https://11ap.pertanian.go.id/ntp/provgab.php

Nilai tukar petani (NTP) adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. Nilai tukar petani merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan petani.

17 of 25

INDEKS KETAHANAN PANGAN PROVINSI BANTEN

TAHUN 2025

KABUPATEN/KOTA

PERKEMBANGAN IKP DI BANTEN

Tahun

IKP

Kelompok IKP

Kerentanan

Area

2021

74,38

5

Tahan

2022

73,78

5

Tahan

2023

78,71

6

Sangat Tahan

2024

79,25

6

Sangat Tahan

2025

77.78

6

Sangat Tahan

KABUPATEN / KOTA

IKP

KELOMPOK IKP

Kerentanan Area

Pandeglang

65.24

4

Agak Tahan

Lebak

75.16

5

Tahan

Tangerang

79.39

6

Sangat Tahan

Serang

82.12

6

Sangat Tahan

Kota Tangerang

81.42

6

Sangat Tahan

Kota Cilegon

76.15

6

Sangat Tahan

Kota Serang

78.52

6

Sangat Tahan

Kota Tangerang Selatan

78.24

6

Sangat Tahan

https://data.badanpangan.go.id/datasetpublications/uny/ikp-kabupaten-kota-2025

https://data.badanpangan.go.id/datasetpublications/3pa/ikp-provinsi-2025

Indeks Ketahanan Pangan (IKP) adalah ukuran komposit yang menggambarkan kondisi ketahanan pangan di suatu wilayah. IKP digunakan untuk mengevaluasi capaian ketahanan pangan dan gizi, serta memberikan peringkat relatif antara wilayah satu dengan yang lain. Nilai IKP dapat digunakan untuk mengukur kinerja daerah dalam memenuhi urusan wajib pemerintah, dan juga membantu dalam menentukan prioritas pembangunan daerah. 

Prioritas 1 (Sangat Rentan): Wilayah dengan kerawanan pangan tinggi.

Prioritas 2 (Rentan): Wilayah dengan kerawanan pangan cukup tinggi.

Prioritas 3 (Agak Rentan): Wilayah dengan kerawanan pangan sedang.

Prioritas 4 (Agak Tahan): Wilayah dengan tingkat ketahanan pangan rendah.

Prioritas 5 (Tahan): Wilayah dengan tingkat ketahanan pangan baik.

Prioritas 6 (Sangat Tahan): Wilayah dengan tingkat ketahanan pangan sangat baik.

18 of 25

PERKEMBANGAN PRODUKSI PADI DAN BERAS

19 of 25

HASIL KESEPAKATAN RAPAT KOORDINASI BIDANG

2027

2027

20 of 25

BIDANG PRODUKSI TANAMAN PANGAN HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN

TANAMAN PANGAN

Target: Peningkatan�Produksi Komoditas Pangan 96.053 Ton

    • Sarana Produksi Padi Biofortifikasi 2.500 Ha
    • Demfarm Intesifikasi Padi Sawah 1.000 Ha
    • Demplot Padi Organik 50 Ha
    • Demplot Budidaya Mina Padi 50 Ha
    • Demfarm Intensifikasi Jagung 500 Ha
    • Demfarm Jagung Pangan 100 Ha
    • Demplot Kacang Tanah 200 Ha
    • Demfarm Kedelai 100 Ha
    • Demplot Talas Beneng 40 Ha
    • Demplot Kacang Hijau 20 Ha
    • Demplot Ubi Kayu 20 Ha
    • Demplot Ubi Jalar 20 Ha

HORTIKULTURA

Target: Peningkatan�Produksi Komoditas Hortikultura 5.438 Ton

    • Demplot Aneka Cabai 25 Ha
    • Demplot Bawang Merah Melalui Umbi 20 Ha
    • Demplot Melon Hidroponik (1.000 Pohon) 8 Ha
    • Demplot Pisang 8 Ha
    • Demplot Durian 10 Ha
    • Demplot Alpukat 8 Ha
    • Demplot Rambutan 8 Ha
    • Demplot Mangga 8 Ha
    • Demplot Manggis 8 Ha
    • Demplot Melinjo 8 Ha
    • Demplot Petai 8 Ha
    • Hidroponik Sayuran Daun di Lahan Pekarangan 8 Ha
    • Demplot Tanaman Hias Anggrek Tanah (1.000 pohon) 4 Ha
    • Demplot Tanaman Hias hilodendron (1.000 pohon) 4 Ha
    • Demplot Tanaman Obat Jahe 4 Ha
    • Demplot Tanaman Obat Kunyit 4 Ha

PERKEBUNAN

Target: Peningkatan Produksi Komoditas Perkebunan 828 Ton

    • Pengembangan Komoditas Kelapa Cungap Merah 6.000 btg
    • Pengembangan Komoditas Kelapa Pandan Manis 5.469 Btg
    • Pengembangan Komodotas Kelapa Kelapa Dalam 5.250 Btg
    • Pengembangan Komoditas Aren 8.800 Btg
    • Pengembangan Komoditas Kopi Robusta 12.667 Btg
    • Hilirisasi Komoditas Kelapa untuk Perkebunan Rakyat FS dan Bussines Plan
    • Sertifikasi Pekebun Sawit dalam kerangka ISPO berdasarkan Perpres 16 Tahun 2025 dan Permentan 33 Tahun 2025 serta PMK 191 Tahun 2023 tentang DBH Sawit

21 of 25

BIDANG PETERNAKAN

Peningkatan Produksi Komoditi Peternakan Target: 25.000 Ton di tahun 202

Penyediaan Bibit Ternak Bagi Masyarakat:

1. Ternak Domba

2. Ternak Kambing

3. Ternak Kambing Perah

4. Ternak Itik

5. Ternak ayam petelur

🡪 Pengawasan Benih/ Bibit Ternak Ruminansia

🡪 Pengawasan Benih/ Bibit Ternak Unggas

🡪 Pendampingan dan Bimbingan penerapan “Good Farming Practice” bagi kelompok penerima bantuan

🡪 Pemantauan kesehatan hewan ternak dan pemberian obat / vitamin bagi hewan ternak

22 of 25

BIDANG KESWAN DAN KESMAVET

Penjaminan Kesehatan Hewan, Penutupan dan Pembukaan Daerah Wabah Penyakit Hewan Menular Lintas Daerah

    • Pelaksanaan Surveilans Penyakit Hewan dan Zoonosis pada Hewan
    • Pemberantasan Penyakit Hewan Menular dan Zoonosis dalam 1 (satu) Daerah Provinsi
    • Pengelolaan Partisipasi Masyarakat dalam Pengendalian Zoonosis

Penerapan Persyaratan Teknis Sertifikasi Zona/Kompartemen Bebas Penyakit dan Unit Usaha Produk Hewan

    • Peningkatan kesadaran Masyarakat terhadap Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan

1. Pengawasan Peredaran Produk Hewan

2. Pengawasan Penerapan Persyaratan Teknis untuk Pemasukan dan/atau Pengeluaran HPM

Pengawasan Pemasukan Dan Pengeluaran Hewan Dan rovinsiProduk Hewan Lintas Daerah

Pemeriksaan Mutu, Khasiat dan Keamanan Peredaran Obat Hewan�

Pengawasan peredaran obat hewan di tingkat distributor

Pengelolaan Penerbitan Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV)

Kesejahteraan Hewan

23 of 25

KEGIATAN PRIORITAS

2026

24 of 25

URAIAN KEGIATAN

VOLUME

  • Penyediaan Cultivator bagi masyarakat

14 Unit

  • Penyediaan Traktor R2 bagi masyarakat

173 Unit

  • Combine Harvester

8 Unit

  • Traktor Roda 4

1 Unit

  • Penyediaan Pompa 2 Inch

4 Unit / Klp

  • Pengembangan Padi Biofortifikasi

650 Ha / 65 Klp

  • Inttensifikasi Padi Sawah

150 Ha / 15 Klp

  • Pengembangan Padi Khusus

3 Ha / 3 Klp

  • Pengembangan Jagung Hibrida

50 Ha / 10 Klp

  • Pengembangan Kacang Tanah

20 Ha / 20 Klp

  • Pengembangan Aneka Cabai

2 Ha

  • Pengembangan Bawang Merah Melalui Umbi

2 Ha

  • Pengembangan Pisang

1 Ha

  • Pengembangan Alpukat

8 Ha

  • Pengembangan Melon

2 Ha

  • Penyediaan Ternak Domba untuk Masyarakat

1.110 Ekor / 111 Klp

  • Penyediaan Ternak Kambing Perah untuk Masyarakat

12 Ekor / 2 Klp

  • Penyediaan Ayam Petelur, Kandang Baterai dan Pakan untuk Masyarakat

3.300 ekor / 33 Klp

  • Penyediaan HPT dan Chopper untuk masyarakat

3 Paket / 3 Klp

  • Penyediaan Mesin Potong Rumput Gendong (4 Tak) bagi masyarakat

82 Unit

URAIAN KEGIATAN

VOLUME

  • Fasilitasi Premi Asuransi Pertanian TP

2.000 Ha

  • Penyediaan Benih padi pokok label ungu bersertifikat untuk Pasca Bencana

1.600 Kg

  • Pembuatan Sumur Bor Pertanian Bagi Masyarakat

6 klp

  • Pengembangan Irigasi Perpipaan Bagi masyarakat

2 Klp

  • Sekolah Lapang Tanaman Hortikultura

1 Lokasi

  • Pengembangan Petani Milenial

4 Kab @ 30 Petani

  • Pemberlajaran SL Metode Kursus Tani

1 Lokasi

  • Peningkatan Kompetensi Penyuluh Pertanian melalui Genta Organik (Gerakan Tani Pro Organik)

2 Lokasi / 80 Petani

  • Pembuatan Media Penyuluhan menggunakan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)

2 Lokasi / 80 Petani

  • Pengiriman Petani Muda Banten Magang Jepang

18 Pemuda Tani

  • Peningkatan Kelas Kemampuan Poktan bagi Penyuluh Pertanian

2 Lokasi / 80 Petani

  • Pembinaan Kelembagaan Petani

2 Lokasi / 80 Petani

  • Bimtek Peningkatan Kelas Kelompok Tani

2 Lokasi / 80 Petani

  • Pendampingan Pembentukan Koperasi Tani

2 Lokasi / 80 Petani

  • Penumbuhan/Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani

2 Lokasi / 80 Petani

  • Penilaian Perlombaan Kinerja SDM Pelaku Utama dan Kelembagaan Pelaku Utama Berprestasi

2 Kategori (Petani dan Penyuluh Swadaya)

25 of 25