Workshop Pembelajaran Aktif dan Inofatif Berbasis Literasi dan Numerasi
01
Pembelajaran Pembuatan Soal Aktif dan Inofatif
03
ASESMEN
02
Bentuk Soal Literasi dan Numerasi
Pembelajaran pembuatan soal Literasi danNumerasi
01
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat soal Literasi dan Numerasi
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan soal Literasi dan Numerasi
dibuat dari low sampai hots dengan harapan bahwa soal-soal AKM akan
membuat peserta didik melahirkan daya analisis berdasarkan suatu
informasi, berpikir kritis, bukan membuat peserta didik menghapal atau
mengingat materi
2. Ruang lingkup soal AKM meliputi literasi membaca dan numerasi
3. Setiap kompetensi yang diukur dalam setiap level dituangkan ke dalam
framework literasi dan numerasi, karena framework menggambarkan
learning progression
Kompetensi peserta didik�
Kompetensi dan kecakapan yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam menyelesaikan soal AKM adalah Literasi membaca dan numerasi, yang meliputi.
solving skill).
2. kecakapan berkomunikasi (communication skills),
3. kecakapan kreativitas dan inovasi (creativity and innovation), dan
4. kecakapan kolaborasi (collaboration).
Peserta didik
Tingkat Kompetensi Literasi Membaca
Peran Kemampuan Literasi dalam Penyelesaian AKM Numerasi
Pada soal AKM numerasi, disajikan teks penjelasan kejadian atau kasus tertentu. Kasus yang dijelaskan memiliki data yang perlu dianalisis lebih lanjut oleh siswa, sehingga kemampuan literasi juga penting dimiliki untuk dapat memecahkan kasus atau soal AKM numerasi.
Peserta Didik
Tingkat Kompetensi Numerasi
dalam bentuk persamaan langsung, konsep dasar terkait
geometri dan statika, serta menyelesaikan masalah
matematika sederhana
2. Mampu mengaplikasikan pengetahuan matematika yang
dimiliki dalam konteks yang lebih beragam
serta non rutin berdasarkan konsep matematika yang
dimilikinya
�
02
ASESMEN
Asesmen
Dalam rangka menyiapkan peserta didik yang memiliki
kecakapan menyelesaikan soal AKM , maka satuan
pendidikan akan melakukan asesmen yang meliputi
2. Asesmen numerasi, yaitu asesmen kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi)
Pengembangan Soal AKM Literasi Membaca
Aspek penting dalam pelaksanaan Asesmen
literasi membaca adalah ketersediaan teks atau bacaan yang akan digunakan sebagai stimulus dalam penyusunan soal, mampu mengukur sekaligus menumbuhkan kecakapan berpikir kritis dalam pemecahan masalah berkomunikasi, kreativitas dan inovasi, dan berkolaborasi
Konteks Teks Meliputi
Asesmen Literasi Membaca
1. Konteks Personal : bacaan yang berisi peristiwa, latar, aksi, karakter atmosfer/suasana, perasaan, ide maupun wawasan yang bersifat personal�2. Konteks Sosial-Budaya berupa transportasi publik, permainan tradisional, perekonomian, kebijakan publik, makanan khas, tarian, ataupun kebiasaan masyarakat, dan lain- lain yang meliputi sosial maupun budaya kebiasaan masyarakat,
3. Konteks Saintifik yaitu teks atau bacaan yang dapat meningkatkan kemampuan untuk memahami pengetahuan kecakapan ilmiah dengan mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simpulan berdasar fakta, memahami karakteristik sains, kesadaran bagaimana sains dan teknologi membentuk lingkungan alam, intelektual, dan budaya.
�
Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu
Pengembagan Soal AKM Numerasi
Asesmen Numerasi
Konteks teks meliputi
Personal: meliputi hal- hal yang berkaitan dengan persiapan makanan, belanja,
permainan, kesehatan pribadi, transportasi pribadi, olahraga, perjalanan,
penjadwalan pribadi, dan keuangan pribadi, mengukur, menghitung biaya,
memesan bahan untuk bangunan, penggajian
Sosial Budaya: meliputi sistem pemungutan suara, transportasi publik pemerintahan,
kebijakan publik, demografi, periklanan, statistik, dan ekonomi nasional
Saintifik : Konteks ini dapat meliputi antara lain cuaca atau iklim, ekologi, ilmu medis
(obat-obatan), ilmu ruang angkasa, genetika, pengukuran, dan keilmuan
matematika itu sendiri
Bentuk Soal�Literasi dan NUmerasi
03
Soal AKM
Bentuk soal AKM bervariasi yaitu :
Menggosok Gigi
Contoh Soal Literasi Membaca
Apakah dengan menggosok gigi semakin lama dan semakin keras gigi kita
akan semakin bersih?
Peneliti dari Inggris menjawab tidak. Mereka sudah mencoba berbagai
alternatif, dan akhirnya menemukan cara yang sempurna untuk menggosok
gigi.
Cukup menggosok gigi selama 2 menit, tanpa harus menggosok dengan
keras, akan memberikan hasil terbaik.
Menggosok terlalu keras akan membahayakan email gigi dan gusi kita tanpa
melepaskan sisa makanan dan plak yang menempel di gigi kita.
Bente Hansen, seorang pakar di bidang menggosok gigi, mengatakan bahwa
cara yang paling baik untuk memegang sikat gigi adalah seperti kita
memegang pulpen. “Dimulai dari satu sudut dan gosok seluruh barisan gigi,”
Jangan lupa menggosok lidah! Pada lidah biasanya terkandung banyak
bakteri yang dapat menyebabkan bau mulut.
Bentuk Soal PG
Menggosok Gigi
A. Cara terbaik untuk menggosok gigi.
B. Jenis sikat gigi yang terbaik untuk digunakan.
C. Pentingnya gigi yang sehat.
D. Perbedaan cara menggosok gigi.
E. Berbagai alternatif untuk menggosok gigi
A. Menggosok gigi sesering mungkin.
B. Jangan pernah mencoba untuk menggosok lidah kita.
C. Jangan menggosok gigi terlalu keras.
D. Gosoklah lidah lebih sering dari menggosok gigi.
E. jangan menggosok gigi terlalu lama
A. Untuk membantu kita mengerti cara memegang sikat gigi.
B. Karena kita memulai pada salah satu sudut menggunakan pulpen
dan sikat gigi
C. Untuk menunjukkan berbagai cara untuk menggosok gigi.
D. Karena menggosok gigi harus kita lakukan secara serius seperti
kita sedang menulis
E. untuk mendapatkan hasil yang lebih baik
Pengetahuan konsep, fakta dan prosedur matematiaka
Contoh Soal Numerasi
Sebuah toko buku memberikan potongan harga sebesar 25 % dari harga sebuah buku pelajaran matematika untuk kelas 4. Dengan pecahan mana harga dikurang?
c. 1/5
d. . 1/4
e. 1/2
Bernalar dengan konsep untuk menyelesaikan masalah non rutin
Kekuatan Otot Kaki
Tidak hanya mesin, manusia juga memiliki ukuran kekuatan fisik. Seseorang dapat dikatakan kuat apabila mampu melakukan lebih banyak pekerjaan dalam waktu yang sama atau mampu melakukan jumlah pekerjaan yang sama dalam waktu yang lebih sedikit. Salah satu aktivitas fisik sederhana untuk mengetahui ukuran kekuatan fisik seseorang, khususnya otot kaki, adalah berjalan dan berlari menaiki tangga. Ketika seseorang menaiki tangga, berarti orang tersebut melakukan usaha melawan gaya gravitasi. Percepatan gravitasi g sebesar 9,8 m/s2.
Tes Kebugaran Jasmani
Pada mata pelajaran olahraga, sekelompok siswa melaksanakan tes kebugaran jasmani dengan cara menaiki tangga gedung sekolah. Setiap siswa mengukur massa tubuhnya. Guru akan mengukur waktu yang dibutuhkan siswa untuk berlari dari dasar tangga hingga ke puncak tangga dengan jarak 3,2 meter. Kemudian, untuk mengapresiasi kerja keras siswa, guru memberikan hadiah sepotong kue yang mengandung 250 Kalori (kalori besar).
Bernalar dengan konsep untuk menyelesaikan masalah non rutin
Data hasil pengukuran seperti berikut ini.
Tabel 1. Hasil Pengukuran Pertama Waktu Berlari
Tabel 2. Hasil Pengukuran Kedua Waktu Berlari
No. | Nama | Massa (kg) | Waktu (s) |
1. | Adi | 48 | 2,25 |
2. | Annisa | 45 | 2,45 |
3. | Fitria | 42 | 2,60 |
4. | Hanif | 48 | 1,95 |
No. | Nama | Massa (kg) | Waktu (s) |
1. | Adi | 48 | 2,05 |
2. | Annisa | 45 | 2,35 |
3. | Fitria | 42 | 2,40 |
4. | Hanif | 48 | 2,20 |
Bernalar dengan konsep untuk menyelesaikan masalah non rutin
Bentuk Pilihan Ganda
Berdasarkan data pada Tabel 1, urutan daya mulai dari terkecil hingga terbesar adalah … . | |
Adi – Hanif – Fitria – Annisa | |
Annisa – Fitria – Adi – Hanif | |
Fitria – Annisa – Adi – Hanif | |
Hanif – Adi – Fitria – Annisa | |
Bernalar dengan konsep untuk menyelesaikan masalah non rutin
Bentuk Ceklis
Berilah tanda ceklis (√) pada pernyataan yang tepat. Gunakan data pada Tabel 1 dan Tabel 2 untuk mengerjakan soal berikut. | |
Daya kedua Fitria lebih kecil dibandingkan daya pertama Fitria |
|
Usaha Hanif dan Adi pada kesempatan kedua bernilai sama |
|
Seluruh siswa mengalami peningkatan daya dibandingkan pertama |
|
Pada kesempatan kedua, usaha Adi lebih besar dibandingkan sebelumnya. |
|
Selisih nilai daya Fitria pada kesempatan pertama dan kesempatan kedua sebesar 42,2 watt |
|
Bernalar dengan konsep untuk menyelesaikan masalah non rutin
Bentuk Isian Tabel
Nama | Nilai Energi yang Terkandung dalam Makanan (joule) | Nilai Usaha (joule) | Jumlah Naik Tangga |
Adi |
|
|
|
Annisa |
|
|
|
Fitria |
|
|
|
Hanif |
|
|
|
Jika diperhatikan, nilai energi dalam makanan dinyataan dalam satuan kilo kalori, atau 1000 kalori (biasanya disebut 1 C "kalori besar"). Jika seluruh siswa memakan sepotong kue yang dihadiahkan oleh guru, berapa kali siswa perlu menaiki tangga untuk membakar energi dari kue tersebut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, isilah tabel berikut ini.
1 kalori = 4,18 joule
Persilangan Bunga
Menurut seorang ilmuan bernama Gregor Johann Mendel, perwarisan sifat induk kepada keturunannya mengikuti pola tertentu yang kemudian disebut hukum Mendel .
Tabel berikut menunjukkan kemungkinan warna bunga hasil persilangan dua induk/bibit yang disusun berdasarkan hukum Mendel.
warna induk | warna keturunan | |||
bunga 1 | bunga 2 | merah | merah muda | putih |
merah | merah | 100% | 0% | 0% |
merah | putih | 25% | 50% | 25% |
merah | merah muda | 50% | 50% | 0% |
merah muda | merah muda | 25% | 50% | 25% |
putih | merah muda | 0% | 50% | 50% |
putih | putih | 0% | 0% | 100% |
Klik Tanda Centang(V) pada kotak jika pernyataan sesuai
keturunannya akan mempunyai warna bunga yang sama dengan induknya
mempunyai peluang yang sama untuk memiliki warna bunga salah satu induknya
warna bunga merah putih
Terimakasih