1 of 28

Workshop Pembelajaran Aktif dan Inofatif Berbasis Literasi dan Numerasi

2 of 28

01

Pembelajaran Pembuatan Soal Aktif dan Inofatif

03

ASESMEN

02

Bentuk Soal Literasi dan Numerasi

3 of 28

Pembelajaran pembuatan soal Literasi danNumerasi

01

4 of 28

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat soal Literasi dan Numerasi

  1. Kompleksitas materi
  2. Bahasa dan gaya penulisan
  3. Kesinambungan konsep
  4. Kebaruan dan relevansi( menyampaikan pesan yang relevan)
  5. Daya tarik visual
  6. Review dan koreksi
  7. Memahami target audiens

5 of 28

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan soal Literasi dan Numerasi

  1. Tujuan Pembuatan soal AKM harus jelas, dimana alur dari soal AKM harus

dibuat dari low sampai hots dengan harapan bahwa soal-soal AKM akan

membuat peserta didik melahirkan daya analisis berdasarkan suatu

informasi, berpikir kritis, bukan membuat peserta didik menghapal atau

mengingat materi

2. Ruang lingkup soal AKM meliputi literasi membaca dan numerasi

3. Setiap kompetensi yang diukur dalam setiap level dituangkan ke dalam

framework literasi dan numerasi, karena framework menggambarkan

learning progression

6 of 28

Kompetensi peserta didik�

Kompetensi dan kecakapan yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam menyelesaikan soal AKM adalah Literasi membaca dan numerasi, yang meliputi.

  1. kecakapan berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem

solving skill).

2. kecakapan berkomunikasi (communication skills),

3. kecakapan kreativitas dan inovasi (creativity and innovation), dan

4. kecakapan kolaborasi (collaboration).

7 of 28

Peserta didik

Tingkat Kompetensi Literasi Membaca

  1. Menemukan dan mengambil informasi eksplisit yang ada dalam teks serta membuat interpretasi sederhana

  • Mampu membuat interpretasi dan informasi implisit yang ada dalam teks, mampu membuat kesimpulan dari hasil integrasi beberapa informasi dalam teks

  • Mampu mengintegrasikan beberapa informasi lintas teks, mengevaluasi isi, kualitas, cara penulisan suatu teks dan bersikap reflektif terhadap isi teks

8 of 28

Peran Kemampuan Literasi dalam Penyelesaian AKM Numerasi

Pada soal AKM numerasi, disajikan teks penjelasan kejadian atau kasus tertentu. Kasus yang dijelaskan memiliki data yang perlu dianalisis lebih lanjut oleh siswa, sehingga kemampuan literasi juga penting dimiliki untuk dapat memecahkan kasus atau soal AKM numerasi.

9 of 28

Peserta Didik

Tingkat Kompetensi Numerasi

  1. Memiliki ketrampilan dasar matematika, komputasi dasar

dalam bentuk persamaan langsung, konsep dasar terkait

geometri dan statika, serta menyelesaikan masalah

matematika sederhana

2. Mampu mengaplikasikan pengetahuan matematika yang

dimiliki dalam konteks yang lebih beragam

  1. Mampu bernalar untuk menyelesaikan masalah kompleks

serta non rutin berdasarkan konsep matematika yang

dimilikinya

10 of 28

02

ASESMEN

11 of 28

Asesmen

Dalam rangka menyiapkan peserta didik yang memiliki

kecakapan menyelesaikan soal AKM , maka satuan

pendidikan akan melakukan asesmen yang meliputi

  1. Asesmen literasi membaca yaitu asesmen pada kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi membaca)

2. Asesmen numerasi, yaitu asesmen kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi)

12 of 28

Pengembangan Soal AKM Literasi Membaca

Aspek penting dalam pelaksanaan Asesmen

literasi membaca adalah ketersediaan teks atau bacaan yang akan digunakan sebagai stimulus dalam penyusunan soal, mampu mengukur sekaligus menumbuhkan kecakapan berpikir kritis dalam pemecahan masalah berkomunikasi, kreativitas dan inovasi, dan berkolaborasi

13 of 28

Konteks Teks Meliputi

Asesmen Literasi Membaca

1. Konteks Personal : bacaan yang berisi peristiwa, latar, aksi, karakter atmosfer/suasana, perasaan, ide maupun wawasan yang bersifat personal�2. Konteks Sosial-Budaya berupa transportasi publik, permainan tradisional, perekonomian, kebijakan publik, makanan khas, tarian, ataupun kebiasaan masyarakat, dan lain- lain yang meliputi sosial maupun budaya kebiasaan masyarakat,

3. Konteks Saintifik yaitu teks atau bacaan yang dapat meningkatkan kemampuan untuk memahami pengetahuan kecakapan ilmiah dengan mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simpulan berdasar fakta, memahami karakteristik sains, kesadaran bagaimana sains dan teknologi membentuk lingkungan alam, intelektual, dan budaya.

14 of 28

Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu

Pengembagan Soal AKM Numerasi

Asesmen Numerasi

Konteks teks meliputi

Personal: meliputi hal- hal yang berkaitan dengan persiapan makanan, belanja,

permainan, kesehatan pribadi, transportasi pribadi, olahraga, perjalanan,

penjadwalan pribadi, dan keuangan pribadi, mengukur, menghitung biaya,

memesan bahan untuk bangunan, penggajian

Sosial Budaya: meliputi sistem pemungutan suara, transportasi publik pemerintahan,

kebijakan publik, demografi, periklanan, statistik, dan ekonomi nasional

Saintifik : Konteks ini dapat meliputi antara lain cuaca atau iklim, ekologi, ilmu medis

(obat-obatan), ilmu ruang angkasa, genetika, pengukuran, dan keilmuan

matematika itu sendiri

15 of 28

Bentuk Soal�Literasi dan NUmerasi

03

16 of 28

Soal AKM

Bentuk soal AKM bervariasi yaitu :

  • Pilihan Ganda
  • Pilihan Ganda Kompleks
  • Isian
  • Uraian

17 of 28

Menggosok Gigi

Contoh Soal Literasi Membaca

Apakah dengan menggosok gigi semakin lama dan semakin keras gigi kita

akan semakin bersih?

Peneliti dari Inggris menjawab tidak. Mereka sudah mencoba berbagai

alternatif, dan akhirnya menemukan cara yang sempurna untuk menggosok

gigi.

Cukup menggosok gigi selama 2 menit, tanpa harus menggosok dengan

keras, akan memberikan hasil terbaik.

Menggosok terlalu keras akan membahayakan email gigi dan gusi kita tanpa

melepaskan sisa makanan dan plak yang menempel di gigi kita.

Bente Hansen, seorang pakar di bidang menggosok gigi, mengatakan bahwa

cara yang paling baik untuk memegang sikat gigi adalah seperti kita

memegang pulpen. “Dimulai dari satu sudut dan gosok seluruh barisan gigi,”

Jangan lupa menggosok lidah! Pada lidah biasanya terkandung banyak

bakteri yang dapat menyebabkan bau mulut.

18 of 28

Bentuk Soal PG

Menggosok Gigi

  1. Artikel ini menceritakan tentang apa?

A. Cara terbaik untuk menggosok gigi.

B. Jenis sikat gigi yang terbaik untuk digunakan.

C. Pentingnya gigi yang sehat.

D. Perbedaan cara menggosok gigi.

E. Berbagai alternatif untuk menggosok gigi

  1. Apakah yang direkomendasikan oleh peneliti dari Inggris ?

A. Menggosok gigi sesering mungkin.

B. Jangan pernah mencoba untuk menggosok lidah kita.

C. Jangan menggosok gigi terlalu keras.

D. Gosoklah lidah lebih sering dari menggosok gigi.

E. jangan menggosok gigi terlalu lama

  1. Mengapa pulpen dibahas pada bacaan di atas?

A. Untuk membantu kita mengerti cara memegang sikat gigi.

B. Karena kita memulai pada salah satu sudut menggunakan pulpen

dan sikat gigi

C. Untuk menunjukkan berbagai cara untuk menggosok gigi.

D. Karena menggosok gigi harus kita lakukan secara serius seperti

kita sedang menulis

E. untuk mendapatkan hasil yang lebih baik

19 of 28

  • Literasi membaca adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan bentuk-bentuk teks tertulis yang dibutuhkan oleh peserta didik

  • Kemampuan literasi membaca juga diharapkan mampu membentuk karakter, menggali kemampuan berpikir kritis dan kreatif, dan mampu menumbuhkan partisipasi secara positif dalam komunikasi

20 of 28

Pengetahuan konsep, fakta dan prosedur matematiaka

Contoh Soal Numerasi

  • Mengaplikasikan konsep kedalam masalah rutin dan familiar

Sebuah toko buku memberikan potongan harga sebesar 25 % dari harga sebuah buku pelajaran matematika untuk kelas 4. Dengan pecahan mana harga dikurang?

  1. 1/20
  2. 1/8

c. 1/5

d. . 1/4

e. 1/2

21 of 28

Bernalar dengan konsep untuk menyelesaikan masalah non rutin

Kekuatan Otot Kaki

Tidak hanya mesin, manusia juga memiliki ukuran kekuatan fisik. Seseorang dapat dikatakan kuat apabila mampu melakukan lebih banyak pekerjaan dalam waktu yang sama atau mampu melakukan jumlah pekerjaan yang sama dalam waktu yang lebih sedikit. Salah satu aktivitas fisik sederhana untuk mengetahui ukuran kekuatan fisik seseorang, khususnya otot kaki, adalah berjalan dan berlari menaiki tangga. Ketika seseorang menaiki tangga, berarti orang tersebut melakukan usaha melawan gaya gravitasi. Percepatan gravitasi g sebesar 9,8 m/s2.

Tes Kebugaran Jasmani

Pada mata pelajaran olahraga, sekelompok siswa melaksanakan tes kebugaran jasmani dengan cara menaiki tangga gedung sekolah. Setiap siswa mengukur massa tubuhnya. Guru akan mengukur waktu yang dibutuhkan siswa untuk berlari dari dasar tangga hingga ke puncak tangga dengan jarak 3,2 meter. Kemudian, untuk mengapresiasi kerja keras siswa, guru memberikan hadiah sepotong kue yang mengandung 250 Kalori (kalori besar).

22 of 28

Bernalar dengan konsep untuk menyelesaikan masalah non rutin

Data hasil pengukuran seperti berikut ini.

Tabel 1. Hasil Pengukuran Pertama Waktu Berlari

Tabel 2. Hasil Pengukuran Kedua Waktu Berlari

No.

Nama

Massa (kg)

Waktu (s)

1.

Adi

48

2,25

2.

Annisa

45

2,45

3.

Fitria

42

2,60

4.

Hanif

48

1,95

No.

Nama

Massa (kg)

Waktu (s)

1.

Adi

48

2,05

2.

Annisa

45

2,35

3.

Fitria

42

2,40

4.

Hanif

48

2,20

23 of 28

Bernalar dengan konsep untuk menyelesaikan masalah non rutin

Bentuk Pilihan Ganda

Berdasarkan data pada Tabel 1, urutan daya mulai dari terkecil hingga terbesar adalah … .

  1.  

Adi – Hanif – Fitria – Annisa

  •  

Annisa – Fitria – Adi – Hanif

  1.  

Fitria – Annisa – Adi – Hanif

  1.  

Hanif – Adi – Fitria – Annisa

 

24 of 28

Bernalar dengan konsep untuk menyelesaikan masalah non rutin

Bentuk Ceklis

Berilah tanda ceklis (√) pada pernyataan yang tepat. Gunakan data pada Tabel 1 dan Tabel 2 untuk mengerjakan soal berikut.

Daya kedua Fitria lebih kecil dibandingkan daya pertama Fitria

 

Usaha Hanif dan Adi pada kesempatan kedua bernilai sama

 

Seluruh siswa mengalami peningkatan daya dibandingkan pertama

 

Pada kesempatan kedua, usaha Adi lebih besar dibandingkan sebelumnya.

 

Selisih nilai daya Fitria pada kesempatan pertama dan kesempatan kedua sebesar 42,2 watt

 

25 of 28

Bernalar dengan konsep untuk menyelesaikan masalah non rutin

Bentuk Isian Tabel

Nama

Nilai Energi yang Terkandung dalam Makanan (joule)

Nilai Usaha (joule)

Jumlah Naik Tangga

Adi

 

 

 

Annisa

 

 

 

Fitria

 

 

 

Hanif

 

 

 

Jika diperhatikan, nilai energi dalam makanan dinyataan dalam satuan kilo kalori, atau 1000 kalori (biasanya disebut 1 C "kalori besar"). Jika seluruh siswa memakan sepotong kue yang dihadiahkan oleh guru, berapa kali siswa perlu menaiki tangga untuk membakar energi dari kue tersebut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, isilah tabel berikut ini.

1 kalori = 4,18 joule

26 of 28

  • Bernalar dengan konsep untuk menyelesaikan masalah non rutin

Persilangan Bunga

Menurut seorang ilmuan bernama Gregor Johann Mendel, perwarisan sifat induk kepada keturunannya mengikuti pola tertentu yang kemudian disebut hukum Mendel .

Tabel berikut menunjukkan kemungkinan warna bunga hasil persilangan dua induk/bibit yang disusun berdasarkan hukum Mendel.

warna induk

warna keturunan

bunga 1

bunga 2

merah

merah muda

putih

merah

merah

100%

0%

0%

merah

putih

25%

50%

25%

merah

merah muda

50%

50%

0%

merah muda

merah muda

25%

50%

25%

putih

merah muda

0%

50%

50%

putih

putih

0%

0%

100%

27 of 28

Klik Tanda Centang(V) pada kotak jika pernyataan sesuai

  1. Jika kedua induk mempunyai warna bunga yang sama, maka peluang terbesar

keturunannya akan mempunyai warna bunga yang sama dengan induknya

  1. Jika kedua induk mempunyai warna bunga yang berbeda, maka keturunannya

mempunyai peluang yang sama untuk memiliki warna bunga salah satu induknya

  1. Apapun warna bunga induknya peluang terbesar keturunannya akan mempunyai

warna bunga merah putih

28 of 28

Terimakasih