1 of 9

Model difusi

Putri Purnama Sari C1021211012

Pembangunan pertanian

2 of 9

A. PENGERTIAN DIFUSI DAN INOVASI

Difusi menurut Rogers 1995 (dalam Sciffman dan Kanuk 2010) sebagai (the process by which an innovation is communicated through certain channels overtime among the members of a social system), yaitu proses suatu inovasi dikomunikasikan melalui saluran tertentu dalam jangka waktu tertentu kepada para nggota suatu sistem sosial.

• Inovasi merupakan suatu gagasan ataupun barang/hal yang belum adaataupun yang sudah ada tetapi belum diketahui oleh pengadopsi.

3 of 9

Difusi Inovasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses di mana inovasi dikomunikasikan melalui saluran-saluran komunikasi tertentu, pada suatu kurun waktu tertentu, kepada anggota suatu sistem sosial.

4 of 9

B. Elemen Proses Difusi Inovasi�

Ada empat elemen pokok difusi inovasi menurut Rogers 1995, yaitu:

  • Adanya inovasi ( gagasan ,tindakan atau barang yang dianggap baru oleh seseorang.)
  • Saluran komunikasi, alat yang digunakan untuk menyampaikan inovasi kepada penerima.
  • Jangka waktu, yakni proses keputusan inovasi dari mulai seseorang mengetahui sampai memutuskan untuk menerima atau menolaknya.
  • Sistem sosial (warga masyarakat) yaitu kumpulan unit yang berbeda secara fungsional dan bekerjasama untuk mencapi tujuan bersama. Anggotanya ialah individu, kelompok informal, organisasai dan sub sistem yang lain.

5 of 9

C. Karakteristik Inovasi�

  • Menurut Schiffman dan Kanuk (2010) ada lima karakteristik inovasi, antara lain:
  • Keuntungan relatif (relative advantages), yaitu tingkatan suatu ide yang lebih baik dari ide-ide sebelumnya dan secara ekonomis menguntungkan.
  • Kesesuaian (compatibility), adalah tingkat sebuah inovasi konsisten dengan nilai-nilai yang sudah ada, pengalaman masa lalu, serta sesuaii dengan kebutuhan orang-orang yang potensial sebagai pengadopsi.
  • Kerumitan (complexity), adalah tingkat kesulitan suatu inovasi.
  • Kemungkinan untuk dicoba (triability), ide baru yang dicoba dalam skala kecil sehingga mudah diadopsi.
  • Mudah diamati (observability), mudah dilihat sebagai keuntungan

6 of 9

D. Proses Difusi Inovasi Teknologi Pertanian dan �

7 of 9

Contoh Penerapan Difusi Di Indonesia

  • Program Bimas Pemerintah Pada tahun 1960-an, pemerintah memberikan fokus lebih dalam perbaikan dan pengembangan di sektor pertanian. Dibuatlah program Demontrasi Masal (Demas) atas usul UGM dalam rangka meningkatkan produksi hasil pangan. UGM pun turut berperan aktif membantu pemerintah pada pelaksanaan program Demas pada tahun 1964 dengan menerjunkan para mahasiswa dari Fakultas Pertanian ke daerah-dae-rah yang menjadi lokasi pelaksanaan program Demas. Program ini berisikan panca usaha pertanian, di mana para mahasiswa UGM memberikan pemahaman tentang peningkatan produksi padi kepada masyarakat.

8 of 9

Pada tahun 1965, sebanyak 128 mahasiswa Tingkat Doktoral I dan Tingkat Doktoral II dikerahkan untuk membantu program Demas Swa Sembada Bahan Makanan (Demas SSBM) sebagai pelaksana utama. Dalam rangka pengabdian tersebut, para mahasiswa ditempatkan di 64 unit yang tersebar di seluruh provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istemewa Yogyakarta. Selama 6 bulan lamanya, mereka berada di tengah-tengah masyarakat tani untuk membimbing pelaksanaan panca usaha pertanian yang luasnya mencapai 3.250 hektar

9 of 9

TERIMA KASIH