Pedoman Penulisan
Oleh: Muhammad Majdi
Jumlah Halaman 50 50
Jumlah Referensi 70% Buku dan 30% Jurnal
Jantung Tema BesarWajib disintesis
Judul
Judul dibuat spesifik.
Judul disarankan terdiri atas tiga hingga tujuh kata.
Apabila menggunakan anak judul, tidak mengulang kata yang sudah digunakan pada judul.
Huruf pertama pada setiap kata dalam judul dan sub judul ditulis dengan huruf kapital, kecuali kata depan dan kata gabung yang ditulis dengan huruf kecil.
Bab, Subbab, dan Sub-subbab
Setiap judul bab diberi angka.
Setiap bab dimulai pada halaman baru, yaitu pada halaman ganjil. Penempatan ini harus konsisten dari awal hingga akhir buku.
Huruf pertama pada setiap kata dalam judul bab dan judul subbab ditulis dengan huruf kapital, kecuali kata depan dan kata gabung ditulis dengan huruf kecil, misalnya: dan, atau, pada, kepada, terhadap, dalam, di, ke, dari, tentang, dengan, sampai, sebagai, secara.
Hindari penggunaan lebih dari empat tingkatan subbab dalam suatu bab. Namun, apabila tidak memungkinkan, subbab dapat dibuat sesuai dengan tuntutan materi. A, 1, a, 1), a)
Paragraf
Semua paragraf dibuat rata kanan-kiri (justify) dan menjorok, pada paragraf pertama dibuat tidak menjorok.
Isi tabel = 0 spasi
Beri jarak/jeda antara paragraf dan judul tabel atau gambar, berjarak kira-kira satu sentimeter (satu kali enter dengan line spacing 1,5).
Apabila pada teks isi terdapat kutipan
Perincian
Perincian ditulis ke samping apabila panjang seluruhnya tidak melebihi dua baris atau tidak lebih dari 120 huruf, dan perincian tidak lebih dari 5 unsur.
Perincian ditulis ke bawah apabila lebih dari lima unsur, disusun urut walaupun panjang tiap-tiap unsur belum sampai dua baris. 3. Perincian yang ditulis berurut ke samping harus menggunakan tanda koma (,) atau tanda titik koma (;) di antara perincian. Tanda koma (,) digunakan untuk memisahkan perincian yang tunggal, sedangkan tanda titik koma (;) digunakan untuk memisahkan perincian yang terdiri atas beberapa unsur yang menggunakan tanda koma (,).
Perincian yang disusun urut ke bawah harus menggunakan nomor dengan ketentuan
Ilustrasi
Gambar wajib diberi identitas berupa nomor dan judul/keterangan dengan posisi rata kiri (left justify), baik satu baris maupun lebih; ditulis menggunakan angka Arab; dicetak tebal; serta diletakkan setelah gambar.
Jika terdapat keterangan sumber gambar, diletakkan tepat setelah gambar dengan menggunakan ukuran huruf 9 pt.
Judul ilustrasi ditulis dengan ketentuan berikut.
Jika ilustrasi yang terdapat dalam buku berjumlah (minimal) sepuluh, harus dibuatkan halaman daftar gambar (ilustrasi).
Sumber, nomor urut, dan judul ilustrasi diletakkan di bawah ilustrasi.
Perujukan ilustrasi dalam teks menggunakan angka. Satu naskah yang memuat banyak ilustrasi harus menggunakan penomoran bertingkat dengan mengacu pada bab, yang terdiri atas nomor penunjuk bab dan nomor urut ilustrasi di dalam suatu bab. Jadi, penomoran ilustrasi akan kembali dari awal (nomor 1) jika berganti bab.
Jika ilustrasi berupa perbandingan lebih dari dua ilustrasi, menggunakan diperbolehkan penomoran untuk bertingkat, misalnya Gambar 20a dan 20b.
Khusus untuk gambar yang diunduh dari internet, bentuk dan ukuran gambar disesuaikan dengan kebutuhan, dan memperhatikan ketentuan seperti copyright, public domain, dan ketentuan lisensi seperti Creative Commons.
Selain terdapat di dalam isi naskah (MS Word), ilustrasi asli juga dilampirkan secara terpisah dari gambar bitmap (JPEG, TIFF, PNG) agar kualitas cetaknya tajam (bagus), dan resolusi gambar tidak kurang dari 300 dpi.
Tabel
Tabel berfungsi untuk menerangkan dan mendukung teks.
Tabel wajib diberi identitas berupa nomor dan judul/keterangan dengan angka secara berurutan dan diletakkan di atas tabel dengan huruf 10 pt. Nomor tabel ditulis cetak tebal, sedangkan judul/keterangannya normal.
Data tabel dalam bentuk angka ditulis rata kanan.
Perujukan tabel dalam teks menggunakan angka, contohnya: … perincian data ditunjukkan pada Tabel 2.
Keterangan sumber menggunakan huruf ukuran 10 pt.
Judul tabel yang lebih dari satu baris ditulis rata kiri.
Jika tabel terlalu banyak, gunakan penomoran bertingkat. Sebagai contoh pada Bab I terdapat 11 tabel maka penomoran tabel dimulai dari Tabel 1.1, Tabel 1.2 hingga Tabel 1.11. Kemudian pada Bab II terdapat 5 tabel maka dimulai dari Tabel 2.1 hingga Tabel 2.5.
Tabel yang disertakan tidak dalam format JPEG. Agar mudah diolah kembali oleh redaksi, sebaiknya format MS Word dan MS Excel.
Jenis huruf pada isi tabel menggunakan huruf tanpa kait, seperti Calibri dan Arial.
Tata Bahasa & EYD
Penulisan Rujukan dan Daftar Pustaka