1 of 13

MEDIA MENGAJAR

UNTUK SMA/MA KELAS X

IPA Kimia

2 of 13

Ikatan Kimia

Bab

3

3 of 13

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menemukan hubungan konfigurasi elektron dengan kestabilan atom dari akibat ketidakstabilan atom.
  2. Menganalisis terjadinya ikatan ionik dan ikatan kovalen serta sifat-sifat senyawa yang dihasilkan.
  3. Menemukan hubungan antara pasangan elektron ikatan dan pasangan elektron bebas dengan bentuk molekul.
  4. Menelaah beberapa gaya antarmolekul dan hubungannya dengan sifat-sifat suatu zat.

Kata Kunci

Kestabilan atom, Ikatan ionik,

Ikatan kovalen,

Pasangan elektron bebas, Pasangan elektron ikatan.

4 of 13

PENDAHULUAN

  • Pernahkah Anda bayangkan bahwa batu yang sangat besar tersusun dari butir-butir pasir yang sangat lembut yang terikat satu sama lain. Demikian pula pasir-pasir yang sangat lembut itu tersusun dari partikel-partikel silikon dioksida yang sangat kecil. Adapun silikon dioksida merupakan gabungan dari atom-atom silikon dan oksigen. Bagaimanakah atom-atom silikon dan oksigen tersebut bergabung hingga pada akhirnya menjadi batu yang berukuran raksasa?
  • Sekarang, coba bandingkan dengan garam dapur yang berwujud padatan kristal berwarna putih. Garam dapur tersusun dari gabungan antara ion-ion natrium dengan ion-ion klorida. Bagaimana ion-ion tersebut terbentuk dan kemudian bergabung satu dengan yang lainnya sehingga membentuk garam dapur?

Gambar: Batu SiO2

Sumber: https://commons.wikimedia.org/

Sumber: https://www.istockphoto.com/id/foto/garam-laut-di-atas-sendok-kayu-meja-kayu-gm500188374-80632401

Gambar: Garam dapur (NaCl)

5 of 13

ATOM STABIL DAN ATOM TIDAK STABIL

A.

Atom-Atom Stabil

Atom-Atom Tidak Stabil

Atom

Konfigurasi Elektron

Elektron Valensi

Atom

Konfigurasi Elektron

Elektron Valensi

2He

2

2

3Li

2 1

1

10Ne

2 8

8

7N

2 5

5

18Ar

2 8 8

8

20Ca

2 8 8 2

2

36Kr

2 8 18 8

8

35Br

2 8 18 7

7

54Xe

2 8 18 18 8

8

56Ba

2 8 18 18 8 2

2

Gas mulia

Di alam dalam keadaan bebas sebagai atom

Sudah stabil

6 of 13

ATOM STABIL DAN ATOM TIDAK STABIL

Mengurangi jumlah elektron dengan melepaskan elektron atau menambah jumlah elektron dengan menarik elektron dari atom lain.

A.

Memanfaatkan elektron valensi secara bersama-sama dengan atom lain (atom dari unsur yang sama atau atom dari unsur yang berbeda).

  • Elektron yang digunakan bersama-sama akan membentuk pasangan elektron.

mencapai kestabilan dengan cara meniru konfigurasi elektron dari atom-atom gas mulia

Membentuk ikatan kimia

dengan cara

Atom-Atom Tidak Stabil

7 of 13

IKATAN IONIK

  • Ikatan ionik terjadi karena atom-atom tidak stabil bergabung melalui gaya tarik-menarik elektrostatis antara ion positif dengan ion negatif yang terbentuk oleh atom-atom tersebut dalam mencapai kestabilannya.

B.

1. Terbentuknya Ikatan Ion

11Na: 2 8 1

17Cl: 2 8 7

11Na⁺: 2 8

17Cl̄¯: 2 8 8

tarik-menarik

Terbentuknya NaCl melalui ikatan ionik

Na⁺ + Cl̄¯ → NaCl

8 of 13

IKATAN IONIK

B.

12Mg: 2 8 1

9F: 2 7

12Mg2⁺: 2 8

9F¯: 2 8

tarik-menarik

Terbentuknya MgF2 melalui ikatan ionik

Mg2⁺ + 2F¯ → MgF2

9 of 13

IKATAN IONIK

B.

Apabila Kristal senyawa ionik dipukul akan terjadi pergeseran posisi ion positif dan ion negatif.

Kristal keras tetapi rapuh

Hal ini dikarenakan ikatan ionik relatif kuat dari gaya elektrostatik yang ditimbulkan antara ion positif dan ion negatif.

Titik lebur dan titik didih yang tinggi

Saat kristal senyawa ionik dimasukkan dalam air, gaya tarik menarik elektrostatik dari ion positif dan jon negatif akan melemah dan akhirnya terpecah.

Mudah larut dalam air

Dalam keadaan cair dan larutan dapat menghantar listrik karena ion-ionnya dapat bergerak secara bebas.

Dapat menghantarkan arus listrik

2. Sifat Senyawa Ionik

10 of 13

IKATAN KOVALEN

Ikatan kovalen terjadi apabila atom –atom tidak stabil bergabung dengan menggunakan pasangan elektron secara bersama-sama

C.

1H: 1

17Cl: 2 8 7

Terbentuknya HCl melalui ikatan Kovalen

Cl

H

Rumus Lewis

(elektron valensinya)

Rumus Lewis

(elektron valensinya)

Titik elektron

Titik elektron

H

Cl

Kedua elektron yang tidak berpasangan membentuk pasangan elektron bersama (PEB).

H

Cl

H

Cl

Cl

H

1. Terbentuknya Ikatan Kovalen

11 of 13

IKATAN KOVALEN

Pasangan elektron bersama disebut juga pasangan elektron ikatan dan digambarkan dengan garis (). Jumlah pasangan elektron ikatan memberikan informasi jumlah ikatan dalam suatu molekul kovalen.

C.

H H

H − H

O O

O = O

Ikatan tunggal pada molekul H2

Ikatan rangkap dua pada molekul O2

N N

N ≡ N

Ikatan rangkap tiga pada molekul N2

12 of 13

IKATAN KOVALEN

C.

2. Ikatan Kovalen Koordinasi

Pasangan elektron yang digunakan dalam pembentukan ikatan kovalen berasal dari salah satu atom yang berikatan

Ikatan kovalen koordinasi

Pasangan elektron yang digunakan bersama untuk berikatan berasal dari dua atom yang saling berikatan

Ikatan kovalen

CONTOH

O

S

Terbentuknya ikatan pada senyawa SO3

O

S

O

O S

O

Pasangan elektron bebas

O

O

Ikatan kovalen koordinasi

Ikatan kovalen

O

S

O

O

Tanda panah menunjukkan bahwa atom S memberikan pasangan elektron kepada atom O

13 of 13

IKATAN KOVALEN

Senyawa polar (Indonesia: kutub) artinya senyawa yang mempunyai kutub muatan listrik negatif dan positif.

C.

3. Senyawa kovalen polar dan Nonpolar

Ciri senyawa polar

  • Adanya perbedaan keelektronegatifan
  • Bentuk molekulnya tidak simetris

4. Sifat senyawa kovalen

  • Umumnya mempunyai titik didih dan titik lebur yang rendah.
  • Dalam keadaan murni, tidak menghantar listrik.
  • Larutan senyawa kovalen polar dalam air dapat menghantar listrik.
  • Dapat membentuk molekul raksasa.