PROTOKOL SLIDING WINDOW
Welcome to Our Presentation
Protocol Sliding Window
Pendahuluan
Pada jaringan komputer dikenal suatu metode yang namanya Sliding Window. Sliding window adalah sebuah mekanisme pengiriman paket-paket data dalam suatu ukuran window secara terus-menerus. Konsep umumnya window ini akan bergeser secara otomatis sesuai dengan ack yang diterimanya.
Protokol Sliding window secara luas banyak digunakan di protokol-protokol komunikasi yang popular seperti TCP, HDLC dan IPX/SPX. Protocol ini dapat memastikan pengiriman data yang benar pada kualitas komunikasi unreliable channel dimana paket bisa saja di duplikat, hilang, atau disusun ulang.
Protocol Sliding Window
2
Apa Itu TCP/IP, HDLC dan IPX/SPX.
TCP, HDLC dan IPX
TCP/IP
TCP/IP bukanlah sebuah protokol tunggal tetapi satu kesatuan protokol dan utility. Setiap protokol dalam kesatuan ini memiliki aturan yang spesifik. Protokol ini dikembangkan oleh ARPA (Advanced Research Projects Agency) untuk departemen pertahanan AmerikaSerikat pada tahun 1969.
HDLC
HDLC (High level Data Link Control) adalah protokol untuk digunakan dengan WAN (Wide Area Networks) yang secara luas dapat mengatasi kerugian – kerugian yang ada pada protokol – protokol yang berorientasi karaktek seperti Bi-Synch, yaitu yang hanya dapat bekerja secara half-duplex (pengiriman isyarat dua arah tetapi tidak dalam waktu yang bersamaan.
IPX/SPX
IPX/SPX adalah protokol yang diimplementasikan dalam jaringan NovellNetware. IPX bertanggung jawab untuk routing dan pengiriman paket. Sementara SPX menciptakan hubungan dan menyediakan acknowledgement dari pengiriman paket tersebut.
TCP, HDLC dan IPX
3
Protocol Sliding Window
Didalam protokol sliding window terdapat 2 komponen utama pada data link layer : sender dan receiver.
Sender mendapat inputan data frame yang berurutan dari network layer. Setiap data frame tersusun dari paket dan beberapa informasi kontrol. Informasi kontrol terdiri dari beberapa fields seperti frame kind, input sequence number dan acknowledgement.
Input sequence dikirim oleh sender ke receiver melalui unreliable channel. Setelah menerima frame dari network, receiver akan mengirim frame tersebut ke network layer pada order yang sama dimana frame itu akan tampak pada input sequence.
Sender and receiver
Sender And Receiver
4
Frame Kind : Jenis Bingkai
Input Sequence : Memasukan urutan angka
Acknowledgement : Pengakuan
Unreliable channel : Channel tidak terpercaya
Protocol Sliding Window
Pada waktu tertentu, sender mengatur sequence number berurutan dari sending window yang sesuai dengan frame yang akan dikirim. Sequence number tersebut dalam sending window menggambarkan pengiriman frame-frame.
Demikian pula dengan receiver mengatur receiving window, berhubungan dengan sejumlah out of order frame yang diijinkan untuk diterima. Frame-frame yang tidak sampai ke receiving window akan dibuang.
Sending and receiving windows
Sending and receiving windows
5
Diagram Sliding Window
Protocol Sliding Window
6
Contoh Sliding Window
Protocol Sliding Window
7
Deteksi Kesalahan
PARITY, CHECKSUM, CRC
Deteksi Kesalahan
Kesalahan dalam pengiriman bit-bit data dapat disebabkan oleh gangguan transmisi, efek perubahan kecepatan data serta Sinyal to Noise Ratio selama proses transmisi
Setiap bit yang diterima di sisi terima harus dideteksi untuk melihat kesalahan yang terjadi, selanjutnya dilakukan perbaikan untuk mendapatkan bit-bit sesuai dengan aslinya.
Terdapat 3 metode :
EROR CONTROL
8
Deteksi Kesalahan
PARITY
Parity
PARITY
9
Deteksi Kesalahan
Cyclic Redundancy Check
Cyclic Redundancy Check
Jika tidak ada sisa, berarti tidak ada error
Cyclic Redundancy Check
10
EROR CONTROL
Pengkontrolan kesalahan berkaitan dengan mekanisme mendeteksi dan memperbaiki kesalahan yang terjadi pada petransmisian frame.
The Power of PowerPoint | thepopp.com
11
Teknik Mengkontrol Kesalahan
Pendeteksian Kesalahan
The Power of PowerPoint | thepopp.com
12
| Mengembalikan balasan positif untuk frame bebas kesalahan diterima dengan baik |
| Sumber melakukan retransmisi frame yang belum dibalas setelah beberapa saat tertentu |
| Tujuan mengembalikan balasan negatif kepada frame yang dideteksi mengalami kesalahan dan sumber melakukan retransmisi. |
Protocol Sliding Window
ARQ adalah teknik untuk mengatasi kesalahan (error) atau kehilangan frame dengan mentransmisikan ulang frame tergantung metode yang diambil (stop-and-wait, go-back-N, dan selective repeat). Parameter yang digunakan untuk menentukan error atau tidaknya sebuah pengiriman data adalah dari ACK dan timeout-nya.
ARQ Automatic Repeat Request
ARQ Automatic Repeat Request
13
ARQ untuk Stop-and-Wait
Ilustrasi Stop and Wait
ARQ untuk Stop-and-Wait didasarkan atas teknik flow control Stop-and-Wait. Transmitter mengirimkan sebuah frame tunggal, kemudiam harus menunggu balasan (ACK). Tidak ada data yang dikirim sampai jawaban dari receiver tiba di transmitter.
Ilustrasi Go back N
14
Protocol Sliding Window
ARQ untuk Stop-and-Wait merupakan ARQ paling sederhana. Jika diperhatikan, akan terlihat banyak waktu yang terbuang karena hanya digunakan untuk menunggu (waiting time). Cara kerja sistem:
Mekanisme Stop-and-Wait ARQ
Mekanisme Stop-and-Wait ARQ
15
Protocol Sliding Window
Pada sliding window terdapat dua algoritma, yakni go back n dan selective repeat.
Go-Back-N Protocol
Go-Back-N ARQ adalah contoh khusus dari protokol automatic repeat request (ARQ), di mana proses pengiriman terus mengirimkan sejumlah frame ditentukan oleh ukuran jendela bahkan tanpa menerima acknowledgement (ACK) paket dari penerima. Ini adalah kasus khusus dari umum protokol sliding window dengan mengirimkan ukuran jendela N dan menerima ukuran jendela 1.
Go back-N
Go back-N
16
ACK : ACK adalah kepanjangan dari acknowledgment, yang digunakan untuk menerima persetujuan koneksi yang akan dibuat oleh yang merequest koneksi
ARQ : Metode Automatic Repeat Request atau disebut juga Automatic Repeat Query adalah sebuah metode error control (pengontrol kesalahan) untuk transmisi data yang menggunakan balasan acknowledgment (ACK) dan timeout.
Go Back N Protocol
Ilustrasi Go back N
Ketika packet 2,3,4 dikirim packet 2 ditengah jalan lost, dan packet 3,4 setelah diterima maka akan didiscard. Dan kemudian ketika timeout, maka packet 2 akan dikirim kembali diikuti dengan packet 3 dan 4.
Ilustrasi Go back N
17
Protocol Sliding Window
Jika receiver menerima frame yang baik (tidak mengalami error) maka ia akan mengirim ACK. Jika tidak, maka yang akan dikirim adalah REJ. Sistem ini simpel dalam mudah dalam implementasi tapi masih kurang efisien.
Receiver akan membalas (RR = Receive Ready) frame yang datang. Bila receiver mendeteksi suatu kesalahan pada sebuah frame, receiver tersebut mengirim balasan negatif (REJ = Reject) untuk frame tersebut.
Sistem ini juga terbilang sistem yang sederhana, dan jika kita perhatikan akan terlihat bahwa banyak waktu terbuang yang hanya digunakan untuk pengiriman ulang frame-frame yang mengalami kesalahan (error).
Mekanisme Go Back -N
Mekanisme Go Back -N
18
Protocol Sliding Window
Cara kerja sistem :
Mekanisme Go Back -N
Mekanisme Go Back -N
19
Protocol Sliding Window
Selective Repeat Protocol
ARQ untuk Selective-Reject juga disebut sebagai Selective-Detransmission. Dengan ARQ untuk Selective-Reject, frame-frame yang ditransmisikan adalah frame-frame yang menerima balasan negatif saja. ARQ Selective-Reject lebih efisien dibanding ARQ milik Go-back-N ataupun Stop-and-Wait, karena Selective-Reject meminimalkan jumlah pengiriman ulang (retransmisi).
Selain itu, transmitter juga memerlukan logika yang lebih kompleks agar mampu mengirimkan frame di luar urutan. Karena komplikasi seperti itu, Selective-Reject ARQ tidak terlalu banyak dipergunakan dibanding ARQ Go-back-N.
Selective Repeat
Detransmission : Meminimalisir Transmisi
20
Selective repeat.
Selective Repeat Protocol
Ilustrasi Selective Repeat Protocol
Mekanisme ada slide selanjutnya.
Ilustrasi Go back N
21
Protocol Sliding Window
Cara kerja sistem :
Mekanisme Selective Repeat Protocol
Mekanisme Selective Repeat Protocol
22
Protocol Sliding Window
Beberapa parameter yang mempengaruhi kinerja protokol sliding window dan asumsi-asumsi yang akan digunakan pada model nantinya :
Parameter Sliding Window
Parameter Sliding Window
23
Protocol Sliding Window
Parameter Sliding Window
Parameter Sliding Window
24
Utilization : pemanfaatan
‘a = waktu penyebaran
N = Ukuran Window
‘p = Kemungkinan transmisi suatu frame sukses