Treatment Planning Radiotherapy in Lung Cancer-A Review
PUTRI PRADITA NURAMALIA
2 of 8
Latar Belakang
Radioterapi merupakan metode dasar pengobatan yang penting pada kasus kanker paru-paru. Guna menghasilkan pemberian dosis yang paling akurat dan efisien, sistem perencanaan penyinaran yang tepat dikembangkan untuk membantu dokter dalam menentukan perencanaan yang paling sesuai. Sebuah penyinaran disebut efektif jika pemberian penyinaran diberikan secara akurat ke wilayah yang telah ditentukan. Gerakan pernapasan menjadi tantangan pada proses treatment planning pada kasus kanker paru-paru dalam perhitungan dosis yang akurat. Selain itu, media kepadatan rendah, perubahan anatomi selama penyinaran, masalah radiobiologis dan respon spesifik individu setiap pasien juga merupakan tantangan untuk perhitungan dosis yang akurat. Penting untuk mempelajari lebih lanjut tentang treatment planning radioterapi pada kanker paru-paru.
3 of 8
Tujuan
Untuk mengetahui dan memahami prosedur treatment planning atau perencanaan penyinaran radioterapi pada kasus kanker paru-paru.
4 of 8
Definisi Target Tumor
Gross tumour volume (GTV) adalah penyakit kotor yang terlihat secara klinis atau dalam studi pencitraan
Clinical target volume (CTV) adalah perluasan tumor yang dicurigai secara klinis diluar GTV, yang memberikan margin untuk memperhitungkan internal.
Planning target volume (PTV) adalah margin yang diperlukan untuk mengkompensasi setiap kesalahan pengaturan pada pasien.
Organs at risk (OAR) adalah jaringan normal yang sensitivitas radiasinya dapat secara signifikan mempengaruhi perencanaan penyinaran dan / atau dosis yang ditentukan.
5 of 8
Prosedur Treatment Planning
Pada conformal radiation therapy (CRT), pasien melakukan simulasi dengan CT, yang melibatkan proses berikut:
Pasien diatur dalam posisi perawatan yang telah ditentukan oleh dokter yang merawat (pasien diposisikan supine atau semisupine tergantung kondisi pasien). Pasien harus berada dalam posisi yang nyaman karena posisi pasien ini akan dilakukan kembali pada setiap penyinaran.
Imobilisasi pasien: Perangkat imobilisasi memastikan pengaturan posisi pasien setiap hari. Perangkat ini termasuk wing boards untuk pasien paru-paru.
Pemindaian CT: Batas superior dan inferior dari CT scan dicatat oleh petugas yang menangani, pemberian kontras secara oral atau intravena digunakan untuk presisi yang lebih baik dari lokalisasi tumor. Semua bekas luka operasi biasanya ditandai dengan kawat radiopak untuk identifikasi pada gambar CT.
Transfer set data CT ke treatment planning system (TPS): Setelah CT scan selesai, set data ditransfer ke TPS, di mana data tersebut disiapkan oleh dosimetrist untuk simulasi virtual.
6 of 8
Prosedur Treatment Planning
Struktur kontur: Setelah kumpulan data disiapkan oleh dosimetris di TPS, dokter melakukan kontur terhadap organ kritis dan volume target.
Penempatan sinar dan desain lapangan penyinaran: Setelah semua struktur kritis dan volume target telah dikontur, dosimetris memulai penempatan sinar radiasi sesuai instruksi dokter
Penghitungan dosis dan pembentukan isodose: Langkah selanjutnya dalam perencanaan penyinaran radiasi adalah pembuatan distribusi dosis 3-D untuk pasien.
Verifikasi rencana penyinaran dan jaminan kualitas atau quality assurance (QA): Langkah terakhir perencanaan penyinaran adalah memverifikasi rencana yang telah dirancang untuk setiap pasien.
7 of 8
Pertimbangan Treatment Planning
Lapangan penyinaran AP / PA dapat dipertimbangkan dengan yang lebih luas dan terletak di pusat tumor untuk membantu mengurangi dosis ke volume paru yang sehat. Bertujuan untuk menghasilkan distribusi dosis yang homogen di seluruh volume yang dirawat untuk mencakup tingkat penyakit.
Perawat kanker paru-paru dengan volume besar, sangat penting untuk merancang rencana perawatan yang mematuhi dosis toleransi paru-paru normal.
Pada perencanaan penyinaran lokal atau NSCLC local yang advance, distribusi dosis yang lebih sesuai yang menggunakan beberapa sudut sinar juga diperlukan.