1 of 36

Analisis dan Perancangan ECG Monitoring PM 9000+

RIZKY MAYARDIYAH SYAFITRI P. | ROSITA FITRI MAISYAROH | WITRI ANDINI

TEKNIK BIOMEDIK, INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

PT.SINKO PRIMA ALLOY, 15 JULI s.d. 25 AGUSTUS 2019

2 of 36

Pengenalan Divisi dalam PT.Sinko Prima Alloy

3 of 36

Minggu

ke-1

Minggu

ke-2

Minggu

ke-3

Minggu

ke 3-6

Timeline

Pengenalan Divisi Engineering

Analisis PM-9000+

Pengenalan Divisi Quality Control (QC)

Pengenalan Divisi Produksi

4 of 36

Divisi Produksi

5 of 36

Divisi QC

1

2

3

4

QC saat pengemasan

QC sebelum distribusi

QC produksi (QC terbuka dan tertutup)

QC saat bahan baku datang

6 of 36

Divisi Engineering

Pembuatan Instruksi Kerja (IK) yang terdiri dari

​

​

​

​

Alat kerja perakitan Bill of material

​

​

​

​

IK perakitan IK pengemasan

​

7 of 36

Analisis PM-9000+

8 of 36

Cardiac Monitoring (Monitor Jantung)

Hemodynamic Monitoring (Monitor peredaran darah)

Pasien monitor adalah suatu alat yang difungsikan untuk memonitor kondisi fisiologis pasien. Dimana proses monitoring tersebut dilakukan secara real-time, sehingga dapat diketahui kondisi fisiologis pasien pada saat itu juga. Pasien monitor ini menampilkan parameter-parameter yang dibutuhkan dokter untuk mengecek keadaan pasien selama 24 jam penuh secara real-time. Parameter-parameter yang dapat ditampilkan di pasien monitor dapat dikelompokan seperti berikut:

Respiratory Monitoring (Monitor Pernafasan)

Body Temperature Monitoring (Monitor suhu tubuh)

9 of 36

Cardiac Monitoring (Monitor Jantung)

Hemodynamic Monitoring (Monitor peredaran darah)

Pasien monitor adalah suatu alat yang difungsikan untuk memonitor kondisi fisiologis pasien. Dimana proses monitoring tersebut dilakukan secara real-time, sehingga dapat diketahui kondisi fisiologis pasien pada saat itu juga. Pasien monitor ini menampilkan parameter-parameter yang dibutuhkan dokter untuk mengecek keadaan pasien selama 24 jam penuh secara real-time. Parameter-parameter yang dapat ditampilkan di pasien monitor dapat dikelompokan seperti berikut:

Respiratory Monitoring (Monitor Pernafasan)

Body Temperature Monitoring (Monitor suhu tubuh)

10 of 36

Tentang

produk

11 of 36

Disassembly PM-9000+ (power supply)

Baterai PLN Tiap modul sensor

12 of 36

Blok Diagram (power supply)

Step-down transformer : menurunkan tegangan dari AC input

Rectifier : penyearah tegangan (mengubah AC ke DC)

Smoothing : mengecilkan ripple menggunakan kapasitor

Regulator : menghilangkan ripple dengan mengatur tegangan output pada nilai tetap

13 of 36

Disassembly PM-9000+ (main system)

Modul sensor Mikroprosesor Printer LCD

14 of 36

Sinyal Fisiologis dari tubuh yang diukur pada PM 9000+ meliputi

  1. Suhu Tubuh
  2. Tekanan darah
  3. Kadar oksigen dalam tubuh
  4. Sinyal jantung

Blok Diagram

(main system)

15 of 36

Perancangan sistem ECG monitoring

16 of 36

Overview

Perancangan program ECG monitoring

Membandingkan output program dengan output pada PM9000+

Pengambilan data ECG

Mempelajari cara kerja ECG monitoring pada PM9000+

17 of 36

Mempelajari cara kerja ECG monitoring pada PM9000+

18 of 36

Sinyal jantung dari 5-lead ECG

LED alarm yang menyala saat kondisi tidak normal

Hasil pengukuran sinyal fisiologis pasien (ECG, SpO2, NiBP, Respirasi, dan Temperature)

Tombol panel kontrol

Indikator suplai daya

Informasi pasien dan waktu

19 of 36

Central Monitoring System (CMS)

Kabel LAN

20 of 36

Pengambilan data ECG

21 of 36

Simulator ECG (MS400)

ECG 1200G

Pengambilan data ECG

XML to TXT

converter

Software ECG

synchronous

22 of 36

XML to TXT

converter

(click button to begin)

​

​

Konversi

XML to TXT

23 of 36

24 of 36

Perancangan program ECG monitoring

25 of 36

Metode deteksi QRS complex

(Pan-Tompkins)

Sumber :

P . S. Hamilton and W . J . Tompkins, “Quantitative Investigation of QRS Detection Rules Using the MIT/BIH Arrhytmia Database” IEEE Trans. Biomed. Eng., vol. BME-33, no. 12, pp. 1157-1165, 1986

26 of 36

Parameter Alarm

Parameter

Deskripsi

ASYSTOLE

Tidak adanya QRS complex yang terdeteksi selama 6 detik berturut-turut

TACHYCARDIA

RR interval kurang dari 0.5 detik untuk 5 puncak R berturut-turut

BRADYCARDIA

RR interval lebih dari 1.5 detik untuk 5 puncak R berturut-turut

HR LOW

Kondisi ketika denyut jantung berada kurang dari atau sama dengan 40 (bisa diubah sesuai kebutuhan)

HR HIGH

Kondisi ketika denyut jantung berada lebih dari atau sama dengan 120 (bisa diubah sesuai kebutuhan)

NOMAL

Kondisi ketika denyut jantung berada diantara 40 dan 120 (bisa diubah sesuai kebutuhan)

NO ARR

Arrhythmia tidak terdeteksi pada pasien

27 of 36

the

interface

28 of 36

the

interface

29 of 36

run the

program

(HR alarm)

30 of 36

run the

program

(ARR alarm)

31 of 36

Membandingkan output program dengan output pada PM-9000+

32 of 36

Pengujian 40 BPM

(20 sec)

Puncak ke-

Pembacaan pada simulator

(bpm)

Pembacaan pada program

(bpm)

1

-

-

2

-

40

3

-

40

4

-

40.15

5

40

40

6

40

40

7

40

40

8

40

40

9

40

40.15

10

40

40

11

40

40

12

40

40.15

13

40

40

33 of 36

Pengujian

80 BPM

(10 sec)

Puncak ke-

Pembacaan pada simulator

(bpm)

Pembacaan pada program

(bpm)

1

-

-

2

-

80

3

-

80

4

-

80

5

-

80

6

-

80

7

80

80

8

80

80

9

80

80.21

10

80

80

11

80

80

12

80

80

13

80

80

34 of 36

Pengujian 120 BPM

(10 sec)

Puncak ke-

Pembacaan pada simulator (bpm)

Pembacaan pada program

(bpm)

1

-

-

2

-

120

3

-

120.48

4

-

120

5

-

120

6

-

120

7

120

120.48

8

120

120

9

120

120

10

120

120.48

35 of 36

Pengujian 120 BPM

(10 sec)

Puncak ke-

Pembacaan pada simulator (bpm)

Pembacaan pada program

(bpm)

11

120

120

12

120

120.48

13

120

120

14

120

120

15

120

120.48

16

120

120

17

120

120.48

18

120

120

19

120

120

20

120

120

36 of 36

Thanks!

Any questions?