1 of 40

FISIOLOGI Proses MENUA�(Aging Proses)

Oleh: Marwito Wiyanto

2 of 40

Proses menuan

PENDAHULUAN (1)

Proses menua (aging) mengambarkan adanya penurunan jumlah sel tubuh, atau terjadi penurunan pembelahan sel dan meningkatnya kematian sel (cell death).

Manifestasi: terjadinya penurunan secara gradual fungsi jaringan dan sistem organ, menurunnya kapasitas tubuh dan sistem kontrol homeostasis tubuh terhadap stress.

3 of 40

Proses menuaan

Pendahuluan (2)

Penuaan terjadi penurunan pembelahan sel dan meningkatnya kematian sel, dan adanya malfungsi dari banyak sel, menyebabkan adanya gangguan fungsi makromolekul sel, terutama DNA.

Pertanyaan yang menarik: mengapa terjadi gangguan di DNA?

Ditemukan adanya segmen terminal (telomere) DNA yang hilang.

4 of 40

Proses menua

Pendahuluan (3)

Telomere fungsi untuk replikasi dan pembelahan sel. Hilangnya telomere sel tidak mampu membelah diri.

Penuaan: bisa terjadi loss of memory, meningkatnya kesulitan belajar hal baru, menurunnya kecepatan proses yang terjadi di otak, menurunnya masa otak.

5 of 40

PENUAAN (1)

  • Merupakan Proses Fisiologi .
  • Penuaan mempengaruhi sel-sel dan sistem yang terbentuk darinya.
  • Sel normal berhenti membelah Apoptosis / mati.
  • Sel kanker terus membelah, berhasil membebaskan diri dari penuaan?
  • Penurunan asupak kalori jangka panjang memperpanjang hidup.

6 of 40

PENUAAN (2)

∙ Mempunyai aspek:

- Biologi : berhubungan dengan penurunan kapasitas fungsi organ.

- Psikologi: penurunan kapasiatas adaptasi perilaku.

- Sosial : perubahan peran dan perilaku sesuai usia.

∙ Setelah usia dekade ketiga terjadi penurunan kapasitas fungsi fisiologi 1 % per tahun.

7 of 40

TEORI PROSES MENUA

1. TEORI MUTASI DNA SOMATIK.

Akibat mutasi acak DNA somatik menyebabkan kelainan yang menumpuk. DNA kehilangan segmen terminal (telomer) yang berfungsi penggandaan DNA Akibat mutasi acak DNA somatik menyebabkan kelainan yang menumpuk. DNA kehilangan segmen terminal (telomer) yang berfungsi penggandaan DNA yang berlangsung sebelum pembelahan sel.

2. IKATAN SILANG KOLAGEN & PROTEIN.

Kelainan kumulatif yang disebabkan oleh ikatan silang kolagen dan protein, sebagai hasil akhir kombinasi nonenzimatik glukosa dan gugus amino pada molekulnya

8 of 40

Aktivitas Telomer pada Proses Menua

9 of 40

TEORI PROSES MENUA

2.IKATAN SILANG KOLAGEN & PROTEIN Hal ini mengakibatkan penurunan elastisitas dan kelenturan kolagen di membran basalis atau di substansi dasar jaringan penyambung. Keadaan ini akan mengakibatkan kerusakan fungsi organ

(Cunnningham, 2003; Yaar & Gilchrest, 2007)

10 of 40

TEORI PROSES MENUA

  • TEORI RADIKAL BEBAS

Penuaan akibat kerusakan kumulatif oleh radikal bebas.

Suatu spesies yang menghasilkan banyak superoksid dismutase (enzym yang meng inaktifkan radikal bebas) rentang hidupnya lebih panjang.

Beberapa Peneliti berspekulasi: Pada Mamalia terdapat Jam Biologik di Hipotalamus, proses menua melalui jalur hormon atau jalur lain.

11 of 40

Proses Menua

  • Proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki/ mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya, tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita.(Constantinides,1994).
  • Proses yang dapat dilihat sejak kelahiran sampai meninggal. (Ignatius, Workman, Mishler, 1999) (program sel death/apoptosis)
  • Setiap individu proses menua pada organ tubuh tidak sama.

12 of 40

PENELITIAN TEORI PROSES MENUA

Terjadinya Proses Menua: adanya faktor

perubahan genetik dan faktor lingkungan

Seperti:

  1. Pola hidup sehat.
  2. Perubahan seluler proses menua
  3. Perubahan tubuh: - tinggi badan

- berat badan

- Komposisi tubuh.

4. Perubahan lain yang berhubungan dengan menua:

- Proses normal dan Penyakit

- Perubahan regulasi sistem tubuh

13 of 40

FAKTOR GENETIK

Misal:

Hutchinson-Gilford progeria syndrome:

autosomal dominant condition, which means one copy of the altered gene in each cell is sufficient to cause the disorder.

Werner’s syndrome: Prematur aging, adanya mutasi gen tunggal yg berperan dalam perbaikan fungsi akibat redikal bebas,.

Sindroma Down: Premature aging and early onset of dementia are well known characteristics of Down Syndrome (DS

14 of 40

FAKTOR LINGKUNGAN

SEPERTI:

tidak merokok

minum alkohol secukupnya

olah raga

istirahat cukup

makan tinggi sayur dan buah

hindari stress

berfikir positif

15 of 40

Perubahan Tingkat Seluler

  • Usia Tua : perubahan fungsi sel, misal: pembelahan sel menurun. Penurunan fungsi imun, sel-T limfosit menurun.

Respon adaptasi terhadap lingkungan menurun.

misal: stress, UV, panas, kurang- oksigen, nutrisi kurang, toksin dll

16 of 40

Penyakit pada Menua

  • Kanker: masuk menyerang sel atau sekitarnya.
  • Alzheimer desease: adanya protein amiloid.
  • Parkinson desease: sel saraf menghasilkan transmisi toksin
  • Katarak : transparansi lensa menghilang/berkurang

17 of 40

PERUBAHAN TUBUH MENUA

A. Perubahan Tinggi Badan:

  1. Perubahan postur tubuh
  2. Perubahan vertibrae, pertumbuhannya dan
  3. Kompresi diskus vertibrae
  4. Celah sendi ektremitas berkurang
  5. Perubahan sendi kaki
  6. Lengkung telapak tangan mendatar

18 of 40

PERUBAHAN TUBUH MENUA

B. Perubahan Berat Badan:

Laki-laki berat badan meningkat sampai usia pertengahan 50 th, dan berat badan menurun usia 60 – 70 an.

Penurunan berat badan pada wanita lebih lambat.

19 of 40

PERUBAHAN TUBUH MENUA

C. Perubahan Komposisi Tubuh:

Terjadi penurunan masa otot dan lemak meningkat.

Olah raga dapat mempertahankan komposisi masa otot dan lemak tubuh, dengan memperhatikan nutrisi seimbang.

20 of 40

21 of 40

22 of 40

Dapatkah Proses Menua dihambat?

Melalui

  1. Physical excercise, walaupun belum cukup clear, dari percobaan cukup exercise memperpanjang harapan hidup

2. Retriksi calori, tetapi harus cukup protein, lemak, vitamin dan mineral.

Meningkatnya asupan kalori, meningkatkan radikal bebas

23 of 40

Menua Pada Perempuan

  • Menopauses (men-o-pawz) (female climacteric)
  • Penyebab: ovarium mengalami penuaan

(aging ovaries). Beberapa sisa folikel primer setelah 35 th siklus, memberikan

respon terhadap gonadotropin hipofisis, sebab

kan beberapa folikel tidak matur, tidak terjadi

ovulasi Konsentrasi estrogen turun.

Menopouse: merupakan salah satu sekuen rentang hidup dari konsepsi sampai usia lanjut.

24 of 40

Klimacterik

  • Sindroma perubahan endokrin,somatik, psikik terjadi pada menopouse.
  • Periode melemahnya fisiologi fungsi ovarium berhubungan dengan respon endokrin, somatik & perubahan fisiologi
  • Pada Pria: menyertai pengurangan aktivitas seksual.

25 of 40

Fisiologi & Etiology Menopouse

  • Dinegara industri usia rerata menopouse mempunyai rentang sempit.
  • Belanda usia 51,7 th
  • U.S pada usia 49,8 th
  • Negara berkembang dibawah 44 th.

Cepatnya menopouse:

Berhubungan dengan status sosial rendah, perokok,

menarche terlambat.

Prematur Ovarian Failure: sindroma yang jarang,

amenorhoe sekunder sebelum usia 40 th,

kemungkinan tanda genetik.

26 of 40

Menopouse

Estrogen dan Progesteron turun: perubahan seks

sekunder: Payu dara, Vagina, Uterus, dan

kandung kemih mengecil/mengkerut,

rambut pubis & aksila menipis.

Lapisan epitel yang berhubungan dengan

organ reproduksi dan saluran kencing

menipis.

Metriks tulang hilang (osteoporosis), kulit

menipis.

27 of 40

Menopouse

Prodromal:

Periode menurunnya fungsi Ovarium antara 5 – 10 th sebelum berhentinya mens secara lengkap. Penurunan fertilitas progresif kontinyu, panjang fase folikuler memendek, kegagalan fase ovulasi, fase anovulasi.

Episode bleeding memanjang, berhubungan dengan defisiensi progesteron (DUB), akhirnya menstruasi berhenti.

28 of 40

Menopouse

50 % wanita mencapai menopouse pada usia 50 th

85 % wanita mencapai menopouse di usia 52 th, dan

20 % tanpa gejala, tiba-2 stop menstruasi.

Gejala Vasomotor

50 % Wanita mengalami rasa tak enak:

Sensasi panas pada wajah, leher & badan bagian

atas (hot flashes), selama 50 dtk – 5 menit, disertai

berkeringat dan dingin. Sakit kepala, sakit pinggang,

palpitasi & merasa lelah.

29 of 40

Menopouse

Gejala Vasomotor:

Herhubungan dengan perubahan irama sekresi

GnRH hipotalamus, sebagai respon terhadap

menurunnya hormon seks.

Untuk mengatasi keluhan vasomotor/rasa

tak enak:

Wanita sering mendapat replasement terapi estrogen,

Bisa: transdermal, oral.

Ingat komplikasi terapi sulih hormon

30 of 40

Menopouse

Efek Estrogen:

∙Sampai sebelum menopouse estrogen menurunkan

resiko penyakit arteri koroner (artheri coronary-

disease).

Setelah menopouse, kedua gender mempunyai

resiko yang sama

∙ Menguntungkan terhadap kadar kolesterol & efek

proteksi pembuluh darah

31 of 40

Perimenopouse

  • Fase dimulainya menstruasi tidak teratur, tahun pertama tidak mendapat menstruasi.

32 of 40

Menua Pada Laki-Laki (Andropouse)

  • Pertama kali dikemukakan pada th 1940
  • Merupakan fenomena medis, dikenal juga klimakterium pria.
  • Perubahan pada pria tidak sedrastis seperti pada wanita.
  • Sekitar usia 40 th sekresi testosteron menurun, kapasitas dan motilitas sperma terbatas. Walaupun demikian banyak pria tidak mengalaminya sampai usia 70th- 80th

33 of 40

Andropouse

Dikenal juga: male climacteric, defisiensi androgen

karena proses menua, sindroma rendah

testosteron, Penopouse.

Fisiologi Penurunan Hormon Testosteron:

  1. Tingkat sentral/pusat.
  2. Tingkat perifer.

34 of 40

Andropouse

  1. Tingkat Pusat:

Penurunan GnRH, disertai dengan penurunan

episode frekuensi amplitudo tinggi.

Menyebabkan:

-menurunnya irama sircadian.

-menurunnya level testosteron

-meningkatnya LH

35 of 40

Andropouse

2. Tingkat perifer:

  • Perubahan pada testes: jumlah sel leydig menurun,

testosteron menurun.

  • Perubahan protein pengikat hormon dalam darah,

dengan meningkatnya usia

Patogenesis andropouse

Andropouse: tidak semua laki-laki mengalaminya.

36 of 40

Andropouse

Tanda klinis andropouse:

  1. Menurunnya komposisi tubuh (lemak & otot)

sebabkan sarkopinia, merupakan gambaran pada

proses menua, dapat mencapai 1 %/ th

2. Masa tulang: penurunan aktifitas osteoblast, hilang

nya berbagai komposisi tulang, GH & ILGF

3. Haemopoesis: androgen mempunyai efek stimulasi

eritropoesis, retikulosit dan Hb

37 of 40

Andropouse

Ditandai dengan menurunnya level serum:

- Androstenedion

- Dehydroepiandrosteron (DHEA)

- Testosteron.

Testosteron:

Merupakan androgen utama, capai nilai puncak

pada usia pertengahan 20 th.

Laki-laki sehat testes, hasilkan androgen 95 %

(10 nmg/hari. Kelenjar adrenal produksi 5 % DHEA.

Stimulasi hipotalamus-hipofisis aksis (GnRH) release

LH & FSH hipofisa.

38 of 40

Andropouse

LH : Stimulasi produksi testosteron oleh testis

FSH : Merangsang spermatogenesis

Gejala andropouse dimulai pada usia 51 – 60 th.

dilaporkan usia termuda 5 th.

Karakteristik Terjadi perubahan: Fisik

seksual

Intelektual.

Merupakan sindroma fisik, seksual dan psikologis

pada proses menua laki-laki

39 of 40

Andropouse

Treatment:

Oral: fluxomesteron

methyl testosteron

testosteron undecanoat

IM: test propionat

Test lipionat

Subcutan:inflan testosteron plette

Skin gel: androgel

Terapi ini ada untung ruginya.

40 of 40

Daftar Pustaka:

  1. David Shier, Jackie Butler, Ricki Lewis., 2002 “ Anatomy & Physiology”.

2. Ganong W F., 2001 “ Review of Medical Physiology”

3. Michel Ferin, Jewelewicz R, “Warren M. The Menstrual Cycle” Physiology,

Reproductive Disorders, and Inferlility.

4. Josua Baker, Chris Melitis.,2004.” Andropouse: Physiology and Treatment”

5. Puanom Verna, KK Mahoga, Sumita Mittal “ Andropouse- A Debatable

Physiological Proces” Review Article.

6.Vander, Sherman, Luciano.,2001” Human Physiology The Mechanisme of

Body Function”