1 of 29

Media Pembelajaran

Ekonomi

untuk SMA/MA Kelas XI

EKONOMI

SMA/MA

2 of 29

EKONOMI

SMA/MA

Pendapatan Nasional dan Kesenjangan Ekonomi

Bab 2

Peserta didik diharapkan mampu:

  1. mendeskripsikan pendapatan nasional;
  2. menguraikan komponen dan manfaat pendapatan nasional;
  3. metode perhitungan pendapatan nasional;
  4. menjelaskan pendapatan per kapita;
  5. menguraikan konsep kesenjangan ekonomi; dan
  6. Menganalisi ketimpangan distribusi pendapatan nasional.

Tujuan Pembelajaran

3 of 29

Perhatikan gambar berikut.

Gambar memperlihatkan para pemetik daun the di perkebunan teh. Hasil perkebunan tersebut merupakan komponnen yang dapat digunakan untuk menghitung pendapatan nasional sebuah negara.

  1. Apakah Anda dapat menjelaskan apa itu pendapatan nasional dan manfaatnya?
  2. Bagaimana menghitung pendapatan nasional?
  3. Bagaimana hubungan pendapatan nasional dengan kesenjangan ekonomi?

EKONOMI

SMA/MA

4 of 29

A. Pendapatan Nasional

EKONOMI

SMA/MA

5 of 29

EKONOMI

SMA/MA

01

Pengertian Pendapatan Nasional

Terdapat beberapa definisi pendapatan nasional, yaitu sebagai berikut.

  1. Pendapatan nasional adalah total nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh suatu perekonomian dalam periode tertentu yang dihitung berdasarkan nilai pasar.
  2. Pendapatan nasional adalah jumlah barang dan jasa yang diproduksi oleh sebuah negara dalam setahun yang diukut dengan satuan uang.
  3. Pendapatan nasional merupakan jumlah total antara upah, sewa, bunga, dan keuntungan yang diterima per tahun oleh warga negara.

Menurut Alfred Marshall, pendapatan nasional adalah tenaga kerja dan modal dari suatu negara yang mengola sumber alamnya untuk memproduksi sejumlah neto komoditas, baik material maupun immaterial, termasuk jasa dan sejenisnya.

Menurut Irving Fisher, pendapatan nasional yang hakiki adalah hasil neto yang langsung dikonsumsi pada tahun itu juga.

6 of 29

EKONOMI

SMA/MA

02

Konsep-Konsep yang Berkaitan dengan Pendapatan Nasional

a.

Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product/GDP)

BPS menjelaskan PDB sebagai jumlah nilai tambah dari seluruh unit usaha di suatu negara atau jumlah nilai barang dan jasa akhir dari seluruh unit ekonomi di suatu negara. PDB dapat dilihat berdasarkan harga berlaku atau harga konstan.

b.

Produk Nasional Bruto (Gross National Product/GNP)

Produk nasional bruto adalah produk domestik bruto digabung dengan pendapatan neto terhadap luar negeri. Pendapatan neto terhadap luar negeri merupakan selisih antara laba perusahaan penanaman modal asing di Indonesia dengan laba perusahaan penduduk Indonesia di luar negeri.

c.

Produk Nasional Neto (Net National Product/NNP)

Produk nasional neto didapat dari produk nasional bruto dikurangi dengan penyusutan dan barang pengganti modal.

NNP = GNP – (penyusutan + barang pengganti modal)

7 of 29

EKONOMI

SMA/MA

02

Konsep-Konsep yang Berkaitan dengan Pendapatan Nasional

d.

Pendapatan Nasional Neto (Net National Income/NNI)

Pendapatan nasional neto adalah produk nasional neto dikurangi dengan pajak tidak langsung dan ditambah dengan subsidi.

NNI = NNP – pajak tidak langsung + subsidi

e.

Pendapatan Individu/Perseorangan (Personal Income/PI)

PI = NNI + transfer payment – (laba ditahan + iuran asuransi + iuran jaminan sosial + pajak perseroan)

Pendapatan perseorangan adalah jumlah seluruh penerimaan yang benar-benar sampai di tangan masyarakat.

f.

Pendapatan Disposabel/Setelah Pajak (Disposable Income)

Pendapatan disposabel adalah pendapatan pribadi setelah dikurangi dengan pajak langsung.

Disposable Income = personal income – pajak langsung

8 of 29

EKONOMI

SMA/MA

02

Konsep-Konsep yang Berkaitan dengan Pendapatan Nasional

g.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

PDRB adalah jumlah keseluruhan dari nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh seluruh kegiatan ekonomi di suatu wilayah selama periode waktu tertentu.

9 of 29

EKONOMI

SMA/MA

02

Konsep-Konsep yang Berkaitan dengan Pendapatan Nasional

g.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

10 of 29

EKONOMI

SMA/MA

03

Manfaat Pendapatan Nasional

Secara umum, manfaat pendapatan nasional adalah sebagai sumber informasi untuk:

  1. menganalisis perkembangan pendapatan dari tahun ke tahun,
  2. mengetahui struktur perekonomian suatu negara termasuk negara agraris atau negara industri, dan
  3. mengetahui kemajuan suatu negara dalam mencapai kemakmuran.

04

Komponen Pendapatan Nasional

  1. Komponen pendapatan nasional berdasarkan pendekatan pendapatan, antara lain kompensasi untuk pekerja, keuntungan perusahaan, pendapatan usaha perorangan, pendapatan sewa, dan bunga neto.
  2. Komponen pendapatan nasional berdasarkan pendekatan produksi di Indonesia diklasifikasikan oleh Badan Pusat Statistik menjadi tujuh belas lapangan usaha.
  3. Komponen pendapatan nasional berdasarkan pendekatan pengeluaran, antara lain pengeluaran konsumsi rumah tangga dan lembaga swasta nirlaba, pengeluaran konsumsi pemerintah, pembentukan modal domestik bruto, ekspor neto (ekspor dikurangi impor), perubahan inventori.

11 of 29

EKONOMI

SMA/MA

05

Metode Perhitungann Pendapatan Nasional

a.

Pendekatan Pendapatan atau Pendekatan Penerimaan

  1. Kompensasi untuk pekerja (compennsation for employees). Pekerja mendapatkan upah dan gaji serta penerimaan lain.
  2. Keuntungan perusahaan (corporate profits), yaitu pendapatan yang dihasilkan suatu perusahaan karena mengelola sumber daya yang dimilikinya.
  3. Pendapatan usaha perseorangan (sole proprietor’s income), yaitu pendapatan yang diterima dari penggunaan tenaga kerja dan hasil usaha perorangan seperti petani.
  4. Pendapatan sewa (rental income of person), yaitu balas jasa yang diberikan pada pemilik sumber daya yang digunakan untuk kegiatan ekonomi.
  5. Bunga neto (net interest). Bunga yang dimaksud ini adalah bunga yang dibayar oleh perusahaan dikurangi dengan bunga yang diterima oleh perusahaan, ditambah bunga neto yang diterima dari luar negeri.

Y = w + r + i + p

Keterangan:

Y = pendapatan nasional (national income)

w = pendapatan dari upah, gaji, dan pendapatan lain sebelum pajak

r = pendapatan bersih dari sewa (rental income)

i= pendapatan dari bunga

p = pendapatan dari keuntungan perusahaan dan usaha perorangan

12 of 29

EKONOMI

SMA/MA

05

Metode Perhitungann Pendapatan Nasional

b.

Pendekatan Produksi atau Nilai Tambah

Pendekatan produksi adalah pendekatan yang menghitung pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan nilai tambah atas barang dan jasa yang dihasilkan berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu tertentu ditambah pajak atas produk neto.

Nilai tambah yang dimaksud adalah selisih antara nilai produksi (output) dengan nilai dari biaya proses produksi (input) atau biaya/konsumsi antara (intermediate cost).

NTBb,t = Outputb,t – Konsumsi Antarab.t

Outputb,t = Produksit x Harga

 

Rumus matematis untuk menghitung nilai tambah yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik pada PDB ADHB adalah sebagai berikut.

13 of 29

EKONOMI

SMA/MA

05

Metode Perhitungann Pendapatan Nasional

b.

Pendekatan Produksi atau Nilai Tambah

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut.

Jenis Barang

Harga Barang

Jumlah Barang

Gandum

Rp15.000

500

Tepung

Rp25.000

350

Roti

Rp37.000

300

Jenis Barang

(1)

Harga Barang

(2)

Selisih

(3)

Jumlah Barang

(4)

Output

(4) = (2) x (4)

Konsumsi Antara

(5) = (3) x (4)

Nilai Tambah

(6) = (4) – (5)

Gandum

Rp15.000

0

500

Rp7.500.000

0

Rp7.500.000

Tepung

Rp25.000

Rp10.000

350

Rp8.750.000

Rp3.500.000

Rp5.250.000

Roti

Rp37.000

Rp12.000

300

Rp11.100.000

Rp3.600.000

Rp7.500.000

Total Nilai Tambah

Rp20.250.000

 

14 of 29

EKONOMI

SMA/MA

05

Metode Perhitungann Pendapatan Nasional

b.

Pendekatan Produksi atau Nilai Tambah

Perhitungan pendapatan nasional Indonesia menurut lapangan usaha pada tahun 2021 yang disusun oleh BPS.

No.

Lapangan Usaha

Harga Berlaku 2021

Nilai Tambah (Rp)

Kontribusi (%)

1

Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan

2.253.836,80

13,28

2

Pertambangan dan Penggalian

1.523.650,10

8,98

3

Industri Pengolahan

3.266.903,50

19,25

4

Pengadaan Listrik dan Gas

190.047,20

1,12

5

Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang

12.024,90

0,07

6

Konstruksi

1.771.726,70

10,44

7

Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

2.200.528,90

12,97

8

Transportasi dan Pegudangan

719.632,60

4,24

9

Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum

412.260,60

2,43

10

Informasi dan Komunikasi

748.754,70

4,41

11

Jasa Keuangan dan Asuransi

736.188,80

4,34

12

Real Estat

468.221,70

2,76

13

Jasa Perusahaan

301.085,20

1,77

14

Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

584.361,00

3,44

15

Jasa Pendidikan

556.317,80

3,28

16

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

226.970,80

1,34

17

Jasa lainnya

312.179,50

1,84

Nilai tambah produk

16.284.690,80

95,96

Pajak dikurangi subsidi produk

686.098,40

4,04

Produk domestik bruto

16.970.789,20

100,00

15 of 29

EKONOMI

SMA/MA

05

Metode Perhitungann Pendapatan Nasional

c.

Pendekatan Pengeluaran

  1. Pengeluaran konsumsi rumah tangga, yaitu nilai pembelanjaan yang dilakukan oleh rumah tangga untuk membeli segala jenis kebutuhannya dalam waktu satu tahun tertentu. Tidak semua transaksi yang dilakukan rumah tangga digolongkan sebagai kegiatan konsumsi.
  2. Pengeluaran pemerintah. Pemerintah membeli barang untuk kepentingan masyarakat. Pembelian pemerintah atas barang dan jasa dapat digolongkan menjadi pengeluaran penggunaan pemerintah atau konsumsi pemerintah dan investasi pemerintah.
  3. Pembentukan modal sektor swasta, yaitu pengeluaran untuk membeli barang modal yang dapat meningkatkan produksi barang dan jasa pada masa yang akan datang.
  4. Ekspor neto, yaitu transaksi-transaksi ekspor yang dilakukan oleh suatu negara dalam satu tahun tertentu dikurangi dengan nilai impor dalam periode yang sama.

Y = C + G + I + (X – M)

Keterangan:

Y = pendapatan nasional (national income)

C = pengeluaran konsumsi rumah tangga

G = pengeluaran pemerintah membeli barang dan jasa

I= pengeluaran investasi

(X – M) = ekspor neto (ekspor – impor)

16 of 29

EKONOMI

SMA/MA

05

Metode Perhitungann Pendapatan Nasional

d.

Ilustrasi Perhitungan Pendapatan Nasional

Baris

Produk (1)

Penjual (2)

Pembeli (3)

Harga Barang (4)

(Juta Rp)

Pendekatan Produksi (5)

(Juta Rp)

Pendekatan Pengeluaran (6)

(Juta Rp)

Pendekatan Pendapatan (7)

(Juta Rp)

1

Baja

Produsen baja

Produsen mesin

20

20

-

20

2

Baja

Produsen baja

Produsen mesin

60

60

-

60

3

Mesin

Produsen mesin

Produsen mobil

40

20

40

20

4

Ban

Produsen ban

Produsen mobil

10

10

-

10

5

Mobil

Produsen mobil

Rumah tangga

100

30

100

30

6

Total harga barang (nilai transaksi)

230

7

Pendapatan nasional

140

140

140

17 of 29

EKONOMI

SMA/MA

06

Pendapatan per Kapita

Pendapatan per kapita merupakan indikator yang digunakan secara luas untuk mengukur tingkat kesejahteraan suatu masyarakat.

  1. Pengertian dan Kegunaan Pendapatan per Kapita

Pendapatan per kapita adalah pendapatan rata-rata penduduk suatu negara.

 

Manfaat menghitung pendapatan per kapita, antara lain sebagai berikut.

  1. Digunakan untuk membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat suatu negara dari tahun ke tahun.
  2. Menjadi data perbandingan tingkat kesejahteraan suatu negara dengan negara lain.
  3. Menjadi perbandingan tingkat standar hidup suatu negara dengan negara lainnya.
  4. Menjadi data untuk mengambil kebijakan di bidang ekonomi.

18 of 29

EKONOMI

SMA/MA

06

Pendapatan per Kapita

  1. Hubungan Antara Pendapatan Nasional, Penduduk, dan Pendapatan per Kapita

Besarnya jumlah pendapatan nasional, jumlah penduduk, dan pendapatan per kapita merupaka tiga aspek yang saling berhubungan. Tinggi rendahnya pendapatan per kapita dipengaruhi oleh jumlah pendapatan nasional dan jumlah penduduk..

Contoh :

Negara

PDB per Tahun (miliar US$)

Jumlah Penduduk

Pendapatan Per Kapita (US$)

Tiongkok

17.730

1,412 miliar

12.556

India

3.176

1,408 miliar

2.277

Korea Selatan

1.800

51,74 miliar

34.757

Indonesia

1.186

273,8 juta

4.349

Singapura

396,9

5,45 juta

72.794

Malaysia

372,7

32,78 juta

11.371

Pendapatan nasional yang tinggi tidak menjadi jaminan tingginya pendapatan per kapita. Naik-turunnya jumlah penduduk dan jumlah pendapatan nasional akan memengaruhi jumlah pendapatan per kapita.

19 of 29

EKONOMI

SMA/MA

06

Pendapatan per Kapita

  1. Perbandingan Pendapatan per Kapita 10 tertinggi

*Data dari IMF untuk PDB per kapita berdasarkan paritas daya beli (PPP) per Januari 2025, asumsi kurs Rp 16.325/US$

20 of 29

EKONOMI

SMA/MA

06

Pendapatan per Kapita

  1. Perbandingan Pendapatan per Kapita di ASEAN

Data terbaru dari WorldAtlas, Minggu (29/6/2025),��

1. Singapura: US$ 156.755 (Rp 2,53 miliar)2. Brunei: US$ US$ 85.758 (Rp 1,38 miliar)3. Malaysia: US$ 43.473 ( Rp 704 juta)4. Thailand: US$ 26.322 (Rp 426 juta)5. Indonesia: US$17.611 (Rp 285 juta)6. Vietnam: US$ 17.484 (Rp 283 juta)7. Filipina: US$ 12.934 (Rp 209 juta)8. Laos: US$ 10.124 (Rp 163 juta)9. Kamboja: US$ 8.646 (Rp 140 juta)10. Myanmar: US$ 5.923 (Rp 95 juta)11. Timor Leste: US$ 4.915 (65 juta)��

21 of 29

EKONOMI

SMA/MA

06

Pendapatan per Kapita

d. Perbandingan Pendapatan per Kapita Indonesia dari tahun ke tahun

22 of 29

EKONOMI

SMA/MA

06

Pendapatan per Kapita

  1. Perbandingan Pendapatan per Kapita (th 2022)

Berkaitan dengan tingkat kemakmuran negara berdasarkan pendapatan nasional, Bank Dunia (World Bank) membedakan pendapatan per kapita negara-negara di dunia dalam empat kelompok, yaitu sebagai berikut.

  1. Kelompok negara berpendapatan rendah (low income economies), negara yang memiliki pendapatan per kapita ≤ $1.046.
  2. Kelompok negara yang berpendapatan menengah bawah (lower middle income economies), negara-negara yang memiliki pendapatan per kapita antara $1,046–$4.096.
  3. Kelompok negara yang berpendapatan menengah atas (upper middle income economies), negara-negara yang memiliki pendapatan per kapita antara $4.096–$12.696.
  4. Kelompok negara yang berpendapatan tinggi (high income economies), negara-negara yang memiliki pendapatan per kapita ≥ $12.696.

Pada tahun 2022, BPS mencatat pendapatan per kapita Indonesia sebesar US$4.783,9, Indonesia termasuk negara yang berpendapatan menengah atas.

23 of 29

EKONOMI

SMA/MA

06

Pendapatan per Kapita

  1. Perbandingan Pendapatan per Kapita (th 2024)

Berkaitan dengan tingkat kemakmuran negara berdasarkan pendapatan nasional, Bank Dunia (World Bank) membedakan pendapatan per kapita negara-negara di dunia dalam empat kelompok, yaitu sebagai berikut.

  1. Negara berpendapatan rendah adalah negara dengan pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita sebesar $1.135 atau kurang pada tahun 2024.
  2. Negara berpendapatan rendah-menengah adalah negara dengan PNB per kapita antara $1.136 dan $4.495 pada tahun 2024.
  3. Negara berpenghasilan menengah-atas adalah negara dengan PNB per kapita antara $4.496 dan $13.935 pada tahun 2024.
  4. Negara berpendapatan tinggi adalah negara dengan PNB per kapita lebih dari $13.935 pada tahun 2024.

Perekonomian Indonesia 2024 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp22.139,0 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp78,6 juta atau USD4.960,3.

24 of 29

B. Distribusi Pendapatan Nasional

EKONOMI

SMA/MA

25 of 29

EKONOMI

SMA/MA

Distribusi pendapatan nasional merupakan suatu pokok bahasan ekonomi makro yang sangat penting karena berhubungan dengan unsur keadilan, pembangunan, pertumbuhan, dan masa depan dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.

01

Kesenjangan Ekonomi

  1. Hakikat Kesenjangan Ekonomi

Kesenjangan ekonomi adalah terjadinya ketimpangan distribusi pendapatan antara kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Menurut Robert Baldwin, kesenjangan ekonomi merupakan adanya selisih atau perbedaan kemakmuran ekonomi antara yang kaya dengan yang miskin, yang tecermin dari adanya perbedaan pendapatan. Kesenjangan ekonomi sejatinya dibedakan dengan kekayaan dan kemiskinan.

  1. Penyebab Kesenjangan Ekonomi

Terdapat sejumlah penyebab kesenjangan ekonomi, seperti kondisi demografi, pendidikan, pendapatan yang tidak merata, pembangunan yang tidak merata, dan kurangnya lapangan kerja.

26 of 29

EKONOMI

SMA/MA

02

Pentingnya Distribusi Pendapatan Nasional untuk Pembangunan Ekonomi Suatu Negara

Distribusi pendapatan harus direncanakan sedemikian rupa agar menghasilkan pembagian pendapatan yang adil dan merata. Pengambilan kebijakan harus dapat merancang suatu tindalan agar pendapatan nasional terdistribusikan dengan memperhatikan pemerataan, keadilan, berkelanjutan, dan berkesinambungan.

Perlu dipertimbangkan, misalnya bantuan pada warga miskin diberikan dalam bentuk bantuan langsung tunai, pembagian barang-barang kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, atau penyediaan lapangan pekerjaan.

27 of 29

EKONOMI

SMA/MA

03

Mengukur Ketimpangan Pendistribusian Pendapatan Nasional

a. Distribusi Pendapatan dengan Kurva Lorenz

Salah satu cara yang lazim digunakan untuk menganalisis statistik pendapatan individu adalah membuat kurva Lorenz. Kurva Lorenz memperlihatkan hubungan antara persentase penerima pendapatan dan persentase pendapatan total yang mereka peroleh dalam periode tertentu. Apabila garis Lorenz makinn jauh melengkung dari garis diaginal (garis pemerataan sempurna), makin besar tingkat ketimpangan yang terjadi.

28 of 29

EKONOMI

SMA/MA

03

Mengukur Ketimpangan Pendistribusian Pendapatan Nasional

b. Koefisien Gini

Ukuran lain untuk mengetahui tingkat relatif ketimpangan pendapatan di sebuah negara adalah menghitung perkiraan koefisien Gini. Koefisien Gini dihitung dengan rasio dari bidang yang berada di antara bidang diagonal dan kurva Lorenz, kemudian dibagi dengan total bidang setengah bujur sangkat tempat kurva berada.

Koefisien Gini merupakan ukuran ketimpangan agregat dan dapat memiliki nilai berapa pun, berkisar antara 0 (kemerataan sempurna) hingga 1 (ketimpangan sempurna). Koefisien Gini bagi negara-negara yang distribusi pendapatannya sangat timpang berada antara 0,50 dan 0,70. Untuk negara-negara yang distribusi pendapatannya relatif merata, Koefisien Gini-nya antara 0,20 dan 0,35.

29 of 29

EKONOMI

SMA/MA

04

Pilihan Langkah Kebijakan dalam Distribusi Pendapatan

Ada beberapa cara mendistribusikan pendapatan nasional dengan tujuan mengurangi kemiskinan, antara lain sebagai berikut.

a.

Pembayaran Langsung serta Penyediaan Barang dan Jasa

Penyediaan langsung barang dan jasa terhadap orang-orang yang sangat miskin merupakan salah satu kebijakan yang dapat dilakukan. Beberapa contohnya adalah proyek kesehatan masyarakat pedesaan, menyediakan makan siang bagi siswa, program perbaikan gizi, pengadaan air bersih dan listrik. Contoh lainnya adalah program bantuan tunai langsung dan sembako bersubsidi.

b.

Meningkatkan Aset Kaum Miskin

Salah satu penyebab utama ketimpangan distribusi penghasilan di negara berkembang adalah pola kepemilikan aset yang tidka merata dan terkonsentrasi. Kebijakan yang biasanya berpengaruh secara signifikan dalam distribusi pendapatan adalah reformasi pertanahan (land reform) atau reformasi agraria. Cara lain dengan melalui pinjaman lunak, pemberian subsidi pupuk, dan memperluas fasilitas pendidikan.

c.

Penerapan Pajak Penghasilan Progresif

Instrumen yang berpengaruh langsung untuk membantu orang miskin adalah penerapan pajak penghasilan progresif. Hasil dari pajak dapat digunakan dalam program-program yang dirancang sesuai keadaan.