Media Pembelajaran
Ekonomi
untuk SMA/MA Kelas XI
EKONOMI
SMA/MA
EKONOMI
SMA/MA
Pendapatan Nasional dan Kesenjangan Ekonomi
Bab 2
Peserta didik diharapkan mampu:
Tujuan Pembelajaran
Perhatikan gambar berikut.
Gambar memperlihatkan para pemetik daun the di perkebunan teh. Hasil perkebunan tersebut merupakan komponnen yang dapat digunakan untuk menghitung pendapatan nasional sebuah negara.
EKONOMI
SMA/MA
A. Pendapatan Nasional
EKONOMI
SMA/MA
EKONOMI
SMA/MA
01
Pengertian Pendapatan Nasional
Terdapat beberapa definisi pendapatan nasional, yaitu sebagai berikut.
Menurut Alfred Marshall, pendapatan nasional adalah tenaga kerja dan modal dari suatu negara yang mengola sumber alamnya untuk memproduksi sejumlah neto komoditas, baik material maupun immaterial, termasuk jasa dan sejenisnya.
Menurut Irving Fisher, pendapatan nasional yang hakiki adalah hasil neto yang langsung dikonsumsi pada tahun itu juga.
EKONOMI
SMA/MA
02
Konsep-Konsep yang Berkaitan dengan Pendapatan Nasional
a.
Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product/GDP)
BPS menjelaskan PDB sebagai jumlah nilai tambah dari seluruh unit usaha di suatu negara atau jumlah nilai barang dan jasa akhir dari seluruh unit ekonomi di suatu negara. PDB dapat dilihat berdasarkan harga berlaku atau harga konstan.
b.
Produk Nasional Bruto (Gross National Product/GNP)
Produk nasional bruto adalah produk domestik bruto digabung dengan pendapatan neto terhadap luar negeri. Pendapatan neto terhadap luar negeri merupakan selisih antara laba perusahaan penanaman modal asing di Indonesia dengan laba perusahaan penduduk Indonesia di luar negeri.
c.
Produk Nasional Neto (Net National Product/NNP)
Produk nasional neto didapat dari produk nasional bruto dikurangi dengan penyusutan dan barang pengganti modal.
NNP = GNP – (penyusutan + barang pengganti modal)
EKONOMI
SMA/MA
02
Konsep-Konsep yang Berkaitan dengan Pendapatan Nasional
d.
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income/NNI)
Pendapatan nasional neto adalah produk nasional neto dikurangi dengan pajak tidak langsung dan ditambah dengan subsidi.
NNI = NNP – pajak tidak langsung + subsidi
e.
Pendapatan Individu/Perseorangan (Personal Income/PI)
PI = NNI + transfer payment – (laba ditahan + iuran asuransi + iuran jaminan sosial + pajak perseroan)
Pendapatan perseorangan adalah jumlah seluruh penerimaan yang benar-benar sampai di tangan masyarakat.
f.
Pendapatan Disposabel/Setelah Pajak (Disposable Income)
Pendapatan disposabel adalah pendapatan pribadi setelah dikurangi dengan pajak langsung.
Disposable Income = personal income – pajak langsung
EKONOMI
SMA/MA
02
Konsep-Konsep yang Berkaitan dengan Pendapatan Nasional
g.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
PDRB adalah jumlah keseluruhan dari nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh seluruh kegiatan ekonomi di suatu wilayah selama periode waktu tertentu.
EKONOMI
SMA/MA
02
Konsep-Konsep yang Berkaitan dengan Pendapatan Nasional
g.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
EKONOMI
SMA/MA
03
Manfaat Pendapatan Nasional
Secara umum, manfaat pendapatan nasional adalah sebagai sumber informasi untuk:
04
Komponen Pendapatan Nasional
EKONOMI
SMA/MA
05
Metode Perhitungann Pendapatan Nasional
a.
Pendekatan Pendapatan atau Pendekatan Penerimaan
Y = w + r + i + p
Keterangan:
Y = pendapatan nasional (national income)
w = pendapatan dari upah, gaji, dan pendapatan lain sebelum pajak
r = pendapatan bersih dari sewa (rental income)
i= pendapatan dari bunga
p = pendapatan dari keuntungan perusahaan dan usaha perorangan
EKONOMI
SMA/MA
05
Metode Perhitungann Pendapatan Nasional
b.
Pendekatan Produksi atau Nilai Tambah
Pendekatan produksi adalah pendekatan yang menghitung pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan nilai tambah atas barang dan jasa yang dihasilkan berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu tertentu ditambah pajak atas produk neto.
Nilai tambah yang dimaksud adalah selisih antara nilai produksi (output) dengan nilai dari biaya proses produksi (input) atau biaya/konsumsi antara (intermediate cost).
NTBb,t = Outputb,t – Konsumsi Antarab.t
Outputb,t = Produksit x Harga
Rumus matematis untuk menghitung nilai tambah yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik pada PDB ADHB adalah sebagai berikut.
EKONOMI
SMA/MA
05
Metode Perhitungann Pendapatan Nasional
b.
Pendekatan Produksi atau Nilai Tambah
Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut.
Jenis Barang | Harga Barang | Jumlah Barang |
Gandum | Rp15.000 | 500 |
Tepung | Rp25.000 | 350 |
Roti | Rp37.000 | 300 |
Jenis Barang (1) | Harga Barang (2) | Selisih (3) | Jumlah Barang (4) | Output (4) = (2) x (4) | Konsumsi Antara (5) = (3) x (4) | Nilai Tambah (6) = (4) – (5) |
Gandum | Rp15.000 | 0 | 500 | Rp7.500.000 | 0 | Rp7.500.000 |
Tepung | Rp25.000 | Rp10.000 | 350 | Rp8.750.000 | Rp3.500.000 | Rp5.250.000 |
Roti | Rp37.000 | Rp12.000 | 300 | Rp11.100.000 | Rp3.600.000 | Rp7.500.000 |
Total Nilai Tambah | Rp20.250.000 | |||||
EKONOMI
SMA/MA
05
Metode Perhitungann Pendapatan Nasional
b.
Pendekatan Produksi atau Nilai Tambah
Perhitungan pendapatan nasional Indonesia menurut lapangan usaha pada tahun 2021 yang disusun oleh BPS.
No. | Lapangan Usaha | Harga Berlaku 2021 | |
Nilai Tambah (Rp) | Kontribusi (%) | ||
1 | Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan | 2.253.836,80 | 13,28 |
2 | Pertambangan dan Penggalian | 1.523.650,10 | 8,98 |
3 | Industri Pengolahan | 3.266.903,50 | 19,25 |
4 | Pengadaan Listrik dan Gas | 190.047,20 | 1,12 |
5 | Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang | 12.024,90 | 0,07 |
6 | Konstruksi | 1.771.726,70 | 10,44 |
7 | Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor | 2.200.528,90 | 12,97 |
8 | Transportasi dan Pegudangan | 719.632,60 | 4,24 |
9 | Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum | 412.260,60 | 2,43 |
10 | Informasi dan Komunikasi | 748.754,70 | 4,41 |
11 | Jasa Keuangan dan Asuransi | 736.188,80 | 4,34 |
12 | Real Estat | 468.221,70 | 2,76 |
13 | Jasa Perusahaan | 301.085,20 | 1,77 |
14 | Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib | 584.361,00 | 3,44 |
15 | Jasa Pendidikan | 556.317,80 | 3,28 |
16 | Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial | 226.970,80 | 1,34 |
17 | Jasa lainnya | 312.179,50 | 1,84 |
Nilai tambah produk | 16.284.690,80 | 95,96 | |
Pajak dikurangi subsidi produk | 686.098,40 | 4,04 | |
Produk domestik bruto | 16.970.789,20 | 100,00 | |
EKONOMI
SMA/MA
05
Metode Perhitungann Pendapatan Nasional
c.
Pendekatan Pengeluaran
Y = C + G + I + (X – M)
Keterangan:
Y = pendapatan nasional (national income)
C = pengeluaran konsumsi rumah tangga
G = pengeluaran pemerintah membeli barang dan jasa
I= pengeluaran investasi
(X – M) = ekspor neto (ekspor – impor)
EKONOMI
SMA/MA
05
Metode Perhitungann Pendapatan Nasional
d.
Ilustrasi Perhitungan Pendapatan Nasional
Baris | Produk (1) | Penjual (2) | Pembeli (3) | Harga Barang (4) (Juta Rp) | Pendekatan Produksi (5) (Juta Rp) | Pendekatan Pengeluaran (6) (Juta Rp) | Pendekatan Pendapatan (7) (Juta Rp) | ||
1 | Baja | Produsen baja | Produsen mesin | 20 | 20 | - | 20 | ||
2 | Baja | Produsen baja | Produsen mesin | 60 | 60 | - | 60 | ||
3 | Mesin | Produsen mesin | Produsen mobil | 40 | 20 | 40 | 20 | ||
4 | Ban | Produsen ban | Produsen mobil | 10 | 10 | - | 10 | ||
5 | Mobil | Produsen mobil | Rumah tangga | 100 | 30 | 100 | 30 | ||
6 | Total harga barang (nilai transaksi) | 230 | | ||||||
7 | Pendapatan nasional | | 140 | 140 | 140 | ||||
EKONOMI
SMA/MA
06
Pendapatan per Kapita
Pendapatan per kapita merupakan indikator yang digunakan secara luas untuk mengukur tingkat kesejahteraan suatu masyarakat.
Pendapatan per kapita adalah pendapatan rata-rata penduduk suatu negara.
Manfaat menghitung pendapatan per kapita, antara lain sebagai berikut.
EKONOMI
SMA/MA
06
Pendapatan per Kapita
Besarnya jumlah pendapatan nasional, jumlah penduduk, dan pendapatan per kapita merupaka tiga aspek yang saling berhubungan. Tinggi rendahnya pendapatan per kapita dipengaruhi oleh jumlah pendapatan nasional dan jumlah penduduk..
Contoh :
Negara | PDB per Tahun (miliar US$) | Jumlah Penduduk | Pendapatan Per Kapita (US$) |
Tiongkok | 17.730 | 1,412 miliar | 12.556 |
India | 3.176 | 1,408 miliar | 2.277 |
Korea Selatan | 1.800 | 51,74 miliar | 34.757 |
Indonesia | 1.186 | 273,8 juta | 4.349 |
Singapura | 396,9 | 5,45 juta | 72.794 |
Malaysia | 372,7 | 32,78 juta | 11.371 |
Pendapatan nasional yang tinggi tidak menjadi jaminan tingginya pendapatan per kapita. Naik-turunnya jumlah penduduk dan jumlah pendapatan nasional akan memengaruhi jumlah pendapatan per kapita.
EKONOMI
SMA/MA
06
Pendapatan per Kapita
*Data dari IMF untuk PDB per kapita berdasarkan paritas daya beli (PPP) per Januari 2025, asumsi kurs Rp 16.325/US$
EKONOMI
SMA/MA
06
Pendapatan per Kapita
Data terbaru dari WorldAtlas, Minggu (29/6/2025),��
1. Singapura: US$ 156.755 (Rp 2,53 miliar)�2. Brunei: US$ US$ 85.758 (Rp 1,38 miliar)�3. Malaysia: US$ 43.473 ( Rp 704 juta)�4. Thailand: US$ 26.322 (Rp 426 juta)�5. Indonesia: US$17.611 (Rp 285 juta)�6. Vietnam: US$ 17.484 (Rp 283 juta)�7. Filipina: US$ 12.934 (Rp 209 juta)�8. Laos: US$ 10.124 (Rp 163 juta)�9. Kamboja: US$ 8.646 (Rp 140 juta)�10. Myanmar: US$ 5.923 (Rp 95 juta)�11. Timor Leste: US$ 4.915 (65 juta)��
EKONOMI
SMA/MA
06
Pendapatan per Kapita
d. Perbandingan Pendapatan per Kapita Indonesia dari tahun ke tahun
EKONOMI
SMA/MA
06
Pendapatan per Kapita
Berkaitan dengan tingkat kemakmuran negara berdasarkan pendapatan nasional, Bank Dunia (World Bank) membedakan pendapatan per kapita negara-negara di dunia dalam empat kelompok, yaitu sebagai berikut.
Pada tahun 2022, BPS mencatat pendapatan per kapita Indonesia sebesar US$4.783,9, Indonesia termasuk negara yang berpendapatan menengah atas.
EKONOMI
SMA/MA
06
Pendapatan per Kapita
Berkaitan dengan tingkat kemakmuran negara berdasarkan pendapatan nasional, Bank Dunia (World Bank) membedakan pendapatan per kapita negara-negara di dunia dalam empat kelompok, yaitu sebagai berikut.
Perekonomian Indonesia 2024 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp22.139,0 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp78,6 juta atau USD4.960,3.
B. Distribusi Pendapatan Nasional
EKONOMI
SMA/MA
EKONOMI
SMA/MA
Distribusi pendapatan nasional merupakan suatu pokok bahasan ekonomi makro yang sangat penting karena berhubungan dengan unsur keadilan, pembangunan, pertumbuhan, dan masa depan dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.
01
Kesenjangan Ekonomi
Kesenjangan ekonomi adalah terjadinya ketimpangan distribusi pendapatan antara kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Menurut Robert Baldwin, kesenjangan ekonomi merupakan adanya selisih atau perbedaan kemakmuran ekonomi antara yang kaya dengan yang miskin, yang tecermin dari adanya perbedaan pendapatan. Kesenjangan ekonomi sejatinya dibedakan dengan kekayaan dan kemiskinan.
Terdapat sejumlah penyebab kesenjangan ekonomi, seperti kondisi demografi, pendidikan, pendapatan yang tidak merata, pembangunan yang tidak merata, dan kurangnya lapangan kerja.
EKONOMI
SMA/MA
02
Pentingnya Distribusi Pendapatan Nasional untuk Pembangunan Ekonomi Suatu Negara
Distribusi pendapatan harus direncanakan sedemikian rupa agar menghasilkan pembagian pendapatan yang adil dan merata. Pengambilan kebijakan harus dapat merancang suatu tindalan agar pendapatan nasional terdistribusikan dengan memperhatikan pemerataan, keadilan, berkelanjutan, dan berkesinambungan.
Perlu dipertimbangkan, misalnya bantuan pada warga miskin diberikan dalam bentuk bantuan langsung tunai, pembagian barang-barang kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, atau penyediaan lapangan pekerjaan.
EKONOMI
SMA/MA
03
Mengukur Ketimpangan Pendistribusian Pendapatan Nasional
a. Distribusi Pendapatan dengan Kurva Lorenz
Salah satu cara yang lazim digunakan untuk menganalisis statistik pendapatan individu adalah membuat kurva Lorenz. Kurva Lorenz memperlihatkan hubungan antara persentase penerima pendapatan dan persentase pendapatan total yang mereka peroleh dalam periode tertentu. Apabila garis Lorenz makinn jauh melengkung dari garis diaginal (garis pemerataan sempurna), makin besar tingkat ketimpangan yang terjadi.
EKONOMI
SMA/MA
03
Mengukur Ketimpangan Pendistribusian Pendapatan Nasional
b. Koefisien Gini
Ukuran lain untuk mengetahui tingkat relatif ketimpangan pendapatan di sebuah negara adalah menghitung perkiraan koefisien Gini. Koefisien Gini dihitung dengan rasio dari bidang yang berada di antara bidang diagonal dan kurva Lorenz, kemudian dibagi dengan total bidang setengah bujur sangkat tempat kurva berada.
Koefisien Gini merupakan ukuran ketimpangan agregat dan dapat memiliki nilai berapa pun, berkisar antara 0 (kemerataan sempurna) hingga 1 (ketimpangan sempurna). Koefisien Gini bagi negara-negara yang distribusi pendapatannya sangat timpang berada antara 0,50 dan 0,70. Untuk negara-negara yang distribusi pendapatannya relatif merata, Koefisien Gini-nya antara 0,20 dan 0,35.
EKONOMI
SMA/MA
04
Pilihan Langkah Kebijakan dalam Distribusi Pendapatan
Ada beberapa cara mendistribusikan pendapatan nasional dengan tujuan mengurangi kemiskinan, antara lain sebagai berikut.
a.
Pembayaran Langsung serta Penyediaan Barang dan Jasa
Penyediaan langsung barang dan jasa terhadap orang-orang yang sangat miskin merupakan salah satu kebijakan yang dapat dilakukan. Beberapa contohnya adalah proyek kesehatan masyarakat pedesaan, menyediakan makan siang bagi siswa, program perbaikan gizi, pengadaan air bersih dan listrik. Contoh lainnya adalah program bantuan tunai langsung dan sembako bersubsidi.
b.
Meningkatkan Aset Kaum Miskin
Salah satu penyebab utama ketimpangan distribusi penghasilan di negara berkembang adalah pola kepemilikan aset yang tidka merata dan terkonsentrasi. Kebijakan yang biasanya berpengaruh secara signifikan dalam distribusi pendapatan adalah reformasi pertanahan (land reform) atau reformasi agraria. Cara lain dengan melalui pinjaman lunak, pemberian subsidi pupuk, dan memperluas fasilitas pendidikan.
c.
Penerapan Pajak Penghasilan Progresif
Instrumen yang berpengaruh langsung untuk membantu orang miskin adalah penerapan pajak penghasilan progresif. Hasil dari pajak dapat digunakan dalam program-program yang dirancang sesuai keadaan.