1 of 27

MENENTUKAN PERILAKU BIAYA

SDMIndonesia.com

2 of 27

Fungsi Biaya dan Terminologi Biaya

  • Fungsi biaya adalah representasi matematis tentang bagaimana perubahan biaya dengan perubahan tingkat aktivitas yang berkaitan dengan biaya tersebut
  • Biaya Variabel - biaya yang berubah total sehubungan dengan beberapa aktivitas atau keluaran yang dipilih
  • Biaya Tetap - biaya yang tidak berubah total sehubungan dengan beberapa aktivitas atau keluaran yang dipilih
  • Biaya Campuran - biaya yang memiliki komponen tetap dan variabel; juga disebut biaya semivariabel

SDMIndonesia.com

3 of 27

Asumsi Fungsi Biaya

  1. Variasi tingkat aktivitas tunggal (cost driver) menjelaskan variasi biaya total terkait
  2. Perilaku biaya didekati dengan fungsi biaya linier dalam kisaran yang relevan
    • Secara grafis, total biaya versus tingkat aktivitas tunggal yang terkait dengan biaya tersebut adalah garis lurus dalam rentang yang relevan

SDMIndonesia.com

4 of 27

Akuntansi vs Statistik

SDMIndonesia.com

Akuntansi

Statistik

Biaya Variabel

Slope

Biaya Tetap

Intercept

Biaya Campuran

Fungsi Biaya Linier

5 of 27

Fungsi Biaya Linier

SDMIndonesia.com

y = a + bX

The Variabel

Dependen :

Biaya yang

sedang diprediksi

Variabel

Independen:

cost driver

Intercept:

Biaya tetap

Slope:

Biaya variabel

per unit

6 of 27

Fungsi Biaya Tetap

SDMIndonesia.com

7 of 27

Fungsi Biaya Variabel

SDMIndonesia.com

8 of 27

Fungsi Total Biaya

SDMIndonesia.com

9 of 27

Fungsi Biaya Gabungan

SDMIndonesia.com

10 of 27

Kriteria Klasifikasi Biaya Variabel & Tetap

  1. Pilihan Objek Biaya - objek yang berbeda dapat menghasilkan klasifikasi biaya yang sama
  2. Time Horizon - semakin lama periode, semakin besar kemungkinan biayanya akan bervariasi
  3. Rentang yang Relevan - perilaku hanya dapat ditebak dalam rangkaian aktivitas ini

SDMIndonesia.com

11 of 27

Sebab & Akibat Tentang Cost Drivers

  • Masalah yang paling penting dalam memperkirakan fungsi biaya adalah menentukan apakah ada hubungan sebab-akibat antara tingkat aktivitas dan biaya yang berkaitan dengan tingkat aktivitas tersebut.
  • Hubungan sebab-akibat mungkin timbul sebagai akibat dari:
  • Hubungan fisik antara tingkat aktivitas dan biaya
  • Perjanjian kontraktual
  • Pengetahuan tentang operasi
  • Catatan: korelasi tinggi (hubungan) antara aktivitas dan biaya tidak selalu berarti kausalitas

SDMIndonesia.com

12 of 27

Metode Estimasi Biaya

  1. Metode Rekayasa Industri
  2. Metode Konferensi
  3. Metode Analisis Akun
  4. Metode Analisis Kuantitatif
  5. Metode Tinggi Rendah (High-Low Method)
  6. Metode Regresi (Regression Analysis)

SDMIndonesia.com

13 of 27

Metode Rekayasa Industri

  • Memperkirakan fungsi biaya dengan menganalisis hubungan antara input dan output secara fisik
  • Termasuk studi waktu dan gerak
  • Sangat teliti dan rinci, tapi juga mahal dan memakan waktu
  • Juga disebut Metode Pengukuran Kerja

SDMIndonesia.com

14 of 27

Metode Konferensi

  • Perkiraan fungsi biaya berdasarkan analisis dan pendapat tentang biaya dan driver mereka dikumpulkan dari berbagai departemen perusahaan.
  • Pengetahuan ahli pool
  • Ketergantungan pada pendapat masih membuat metode ini subjektif

SDMIndonesia.com

15 of 27

Metode Analisis Akun

  • Memperkirakan fungsi biaya dengan mengklasifikasikan berbagai akun biaya sebagai variabel, tetap, atau dicampur berkenaan dengan tingkat aktivitas yang teridentifikasi.
  • Cukup akurat, hemat biaya, dan mudah digunakan, namun bersifat subyektif.

SDMIndonesia.com

16 of 27

Analisis Kualitatif

Menggunakan metode matematika formal agar sesuai dengan fungsi biaya hingga pengamatan data terakhir. Keuntungan: hasilnya adalah objektif.

Langkah-langkah memperkirakan Fungsi Biaya:

  1. Pilihlah variabel dependen (biaya yang harus diprediksi)
  2. Identifikasi variabel independen atau cost driver
  3. Kumpulkan data tentang variabel dependen dan cost driver
  4. Plot data
  5. Perkirakan fungsi biaya menggunakan metode High-Low Method atau Regression Analysis
  6. Evaluasi cost driver perkiraan fungsi biaya.

SDMIndonesia.com

17 of 27

Metode Tinggi-Rendah (High-Low Method)

Metode analisis kuantitatif yang paling sederhana. Hanya menggunakan nilai tertinggi dan terendah yang diamati.

Langkah-langkah pada metode ini:

  1. Hitung biaya variabel per satuan aktivitas.

SDMIndonesia.com

18 of 27

Metode Tinggi-Rendah (High-Low Method)

  1. Hitung total biaya tetap.

  • Ringkaskan dengan menulis persamaan linier

SDMIndonesia.com

19 of 27

Analisis Regresi

  • Analisis regresi adalah metode statistik yang mengukur jumlah rata-rata perubahan variabel dependen yang terkait dengan perubahan unit pada satu atau lebih variabel independen.
  • Lebih akurat daripada metode tinggi rendah karena persamaan regresi memperkirakan biaya menggunakan informasi dari semua pengamatan; Metode tinggi rendah hanya menggunakan dua pengamatan

SDMIndonesia.com

20 of 27

Jenis-Jenis Regresi

  • Sederhana - memperkirakan hubungan antara variabel dependen dan satu variabel independen.
  • Berganda - memperkirakan hubungan antara variabel dependen dan dua atau lebih variabel independen.

Terminologi:

  • Goodness of Fit - menunjukkan kekuatan hubungan antara cost driver dan biaya
  • Residual Term - mengukur jarak antara biaya aktual dan taksiran biaya untuk setiap pengamatan

SDMIndonesia.com

21 of 27

Kriteria Mengevaluasi Alternatif Cost Driver

  1. Economic Plausibility
  2. Goodness of Fit
  3. Signifikansi Variabel Independen

SDMIndonesia.com

22 of 27

Fungsi Biaya Nonlinier

  1. Skala ekonomi
  2. Kuantitas diskon
  3. Fungsi Langkah Biaya - sumber daya meningkat dalam "ukuran banyak," bukan unit individual
  4. Kurva pembelajaran- jam kerja dikonsumsi berkurang saat pekerja mempelajari pekerjaan mereka dan menjadi lebih baik dalam hal mereka
  5. Experience Curve - penerapan kurva belajar yang lebih luas yang mencakup kegiatan hilir termasuk pemasaran dan distribusi

SDMIndonesia.com

23 of 27

Jenis Kurva Pembelajaran (Learning Curves)

  • Cumulative Average-Time Learning Model - waktu rata-rata kumulatif per unit menurun menurut persentase konstan setiap kali kuantitas kumulatif unit diproduksi ganda
  • Incremental Unit-Time Learning Model - waktu tambahan yang diperlukan untuk menghasilkan unit terakhir menurun dengan persentase konstan setiap kali jumlah kumulatif unit yang diproduksi ganda

SDMIndonesia.com

24 of 27

Database Ideal

  1. Database harus berisi banyak observasi terukur yang dapat diandalkan dari cost driver dan biayanya.
  2. Sehubungan dengan cost driver, database harus mempertimbangkan banyak nilai yang terbentang luas.

SDMIndonesia.com

25 of 27

Masalah Data

  • Jangka waktu untuk mengukur variabel dependen tidak sesuai dengan periode untuk mengukur cost driver
  • Biaya tetap dialokasikan seolah-olah harganya bervariasi
  • Data tidak tersedia untuk semua pengamatan atau tidak dapat diandalkan secara seragam
  • Nilai observasi ekstrem terjadi akibat kesalahan dalam pencatatan biaya
  • Tidak ada hubungan homogen antara cost driver dan item biaya individual dalam pool biaya variabel dependen. Hubungan homogen ada ketika setiap aktivitas yang biaya yang termasuk dalam variabel dependen memiliki cost driver yang sama

SDMIndonesia.com

26 of 27

Masalah Data

  • Hubungan antara cost driver dan biayanya tidak stasioner
  • Inflasi telah mempengaruhi biaya, pengemudi, atau keduanya

SDMIndonesia.com

27 of 27

SDMIndonesia.com