1 of 36

MEDIA PEMBELAJARAN

IPS EKONOMI

untuk SMA/MA Kelas X

IPS EKONOMI

SMA/MA

2 of 36

Peserta didik diharapkan mampu:

  • menjelaskan permintaan dan berbagai faktor yang memengaruhi permintaan;
  • menjelaskan penawaran dan berbagai faktor yang memengaruhi penawaran;
  • menjelaskan konsep harga;
  • menganalisis terbentuknya harga pasar;
  • menjelaskan konsep pasar; dan
  • membedakan berbagai jenis pasar.

Tujuan Pembelajaran

BAB 3

IPS EKONOMI

SMA/MA

Pasar dan Terbentuknya Harga Pasar

3 of 36

IPS EKONOMI

SMA/MA

Amatilah gambar berikut :

Coba perhatikan gambar tersebut. Pada gambar terlihat seorang pembeli sedang memastikan penerimaan sayur mayur yang ia beli melalui aplikasi pembelian online di smartphone. Di sekitar lingkungan Anda pasti ada pasar, baik pasar tradisional maupun pasar modern atau supermarket. Apakah harga suatu barang yang sama di pasar tradisional, di pasar modern atau supermarket, dan di e-commerce berbeda? Bila ada perbedaan, apakah hal tersebut terkait permintaan dan penawaran masyarakat terhadap barang tersebut? Coba diskusikan dengan salah seorang teman Anda.

4 of 36

A. Permintaan

IPS EKONOMI

SMA/MA

1. Pengertian Permintaan

Konsep Permintaan

Kuantitas yang diminta merupakan kuantitas yang diinginkan.

Keinginan konsumen tersebut disertai oleh kemampuan serta kesediaan untuk membeli.

Kuantitas yang diminta dinyatakan dalam satuan waktu.

Permintaan adalah keinginan yang disertai oleh kemampuan untuk membeli barang dan jasa pada tingkat harga dan waktu tertentu.

5 of 36

A.Permintaan

IPS EKONOMI

SMA/MA

2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan

Faktor-faktor yang memengaruhi permintaan dan menyebabkan kurva permintaan bergeser ke kiri atau ke kanan

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan

Harga barang substitusi dan barang komplementer

Jumlah Pendapatan

Jumlah dan karakteristik penduduk

Perubahan tradisi, mode, dan selera masyarakat

Perkiraan dan harapan masyarakat

Hari raya keagamaan

Kondisi sosial dan ekonomi

6 of 36

A.Permintaan

IPS EKONOMI

SMA/MA

3. Hukum Permintaan

Harga memainkan peran penting dalam memengaruhi kuantitas yang diminta. Semakin tinggi harga, semakin rendah jumlah yang diminta. Sebaliknya, semakin rendah harga suatu barang dan jasa, semakin banyak jumlah yang diminta. Terlihat di sini bahwa ada hubungan terbalik antara tingkat harga dengan jumlah barang dan jasa yang diminta. Fenomena ini pada intinya merupakan isi dari hukum permintaan.

Secara lebih jelas, hukum permintaan ini berbunyi: “Jika harga suatu barang dan jasa meningkat, kuantitas yang diminta akan menurun. Sebaliknya, apabila harga suatu barang dan jasa menurun, maka kuantitas yang diminta akan meningkat, ceteris paribus.”

7 of 36

B. Penawaran

IPS EKONOMI

SMA/MA

1. Pengertian Penawaran

Penawaran (supply) adalah kuantitas barang dan jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu. Pengertian ini berlaku dengan menganggap hal-hal lain selain harga tetap konstan (ceteris paribus)

8 of 36

    • Kemajuan teknologi dapat mengubah kombinasi input dan jenis input yang diperlukan dalam proses produksi

Kemajuan Teknologi

    • Naik-turunnya biaya produksi juga memainkan peran penting dalam memengaruhi penawaran barang dan jasa dariprodusen

Biaya Produksi

    • Produksi akan terganggu jika persediaan sarana produksi kurang.

Persediaan sarana produksi

B. Penawaran

IPS EKONOMI

SMA/MA

2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penawaran

9 of 36

    • Jika penjualan suatu produk mendatangkan keuntungan maka ada peningkatan jumlah produsen.

Peningkatan jumlah produsen

    • Jika terjadi bencana alam, akan mengurangi penawaran barang

Peristiwa alam

    • Jika produsen memperkirakan satu tahun akan membaik, maka mereka memproduksi lebih banyak barang dan jasa untuk dijual.

Ekspektasi atau harapan produsen

    • Jika harga barang barang tersebut tidak berubah. Maka kurva penawaran barang-barang tersebut bergeser ke kanan.

Harga barang dan jasa lain

B. Penawaran

IPS EKONOMI

SMA/MA

2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penawaran

10 of 36

B. Penawaran

IPS EKONOMI

SMA/MA

3.Hukum Penawaran

Semakin tinggi harga, semakin tinggi kuantitas barang dan jasa yang ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah harga suatu barang dan jasa, semakin rendah kuantitas barang dan jasa tersebut yang ditawarkan. Terlihat di sini bahwa ada hubungan searah antara tingkat harga dan jumlah barang serta jasa yang ditawarkan. Fenomena ini pada intinya merupakan isi dari hukum penawaran.

Secara lebih jelas, hukum penawaran berbunyi: ”Jika harga suatu barang dan jasa meningkat, maka kuantitas yang ditawarkan juga akan meningkat. Sebaliknya, apabila harga suatu barang dan jasa menurun, maka kuantitas yang ditawarkan juga akan semakin menurun, ceteris paribus.”

11 of 36

C. Fungsi Permintaan dan Penawaran

IPS EKONOMI

SMA/MA

1. Fungsi Permintaan

Banyak sedikitnya barang yang diminta oleh konsumen tergantung pada tinggi rendahnya harga. Jika harga barang naik, ceteris paribus, jumlah permintaan barang akan berkurang. Jika harga barang turun, jumlah permintaan naik. Jumlah permintaan tergantung pada harga. Jika jumlah permintaan merupakan fungsi harga, dapat ditulis:

 

 

 

 

= jumlah Permintaan

= fungsi

= satuan harga

Contoh:

Jika diketahui fungsi permintaan dinyatakan dengan QD= 40 – 3 PD, maka:

a. hitunglah jumlah permintaan pada harga Rp5,00 dan Rp10,00,

b. hitunglah jumlah permintaan barang saat dibagi gratis, dan

c. gambar kurva permintaannya

12 of 36

C. Fungsi Permintaan dan Penawaran

IPS EKONOMI

SMA/MA

1. Fungsi Permintaan

Jawab:

  1. Pada saat harga Rp5,00, maka jumlah permintaan adalah QD = 40 – 3(5) = 25. Jadi, pada saat harga Rp5,00 permintaan 25 unit. Pada saat harga Rp10,00, maka jumlah permintaan adalah QD = 40 – 3(10) = 10. Jadi, pada saat harga 10, permintaan 10 unit.
  2. Pada saat barang gratis (PD = 0), maka jumlah permintaan adalah QD = 40 – 3(0). Jadi, pada saat harga 0, permintaan 40 unit.

c. Gambar kurva permintaan QD = 40 – 3PD.

Hlm 110

13 of 36

C. Fungsi Permintaan dan Penawaran

IPS EKONOMI

SMA/MA

2. Fungsi Penawaran

Jumlah penawaran suatu barang juga tergantung pada harga barang, ceteris paribus. Jika harga barang bertambah, jumlah penawaran bertambah. Sebaliknya, jika jumlah harga turun, jumlah penawaran berkurang.

 

QS = jumlah penawaran

f = fungsi

Ps = harga satuan penawaran

Contoh:

Jika diketahui fungsi penawaran dinyatakan dengan persamaan

Qs = 2Ps – 5, maka:

  1. hitunglah jumlah penawaran jika harga per unit Rp5,00 dan Rp10,00 dan
  2. gambar kurva penawarannya.

14 of 36

C. Fungsi Permintaan dan Penawaran

IPS EKONOMI

SMA/MA

2. Fungsi Penawaran

Jawab:

  1. Pada saat harga Rp5,00, maka jumlah penawaran adalah Qs = (2 x 5) – 5 = 5. Jadi, jumlah penawaran pada saat harga Rp5,00 per unit adalah 5 unit. Pada saat harga Rp10,00, maka jumlah penawaran adalah Qs = (2 x 10) – 5 = 15. Jadi, jumlah penawaran pada saar harga Rp10,00 per unit adalah 15 unit.
  1. Kurva fungsi penawaran (gambar hal 143)

15 of 36

D. Harga dan Terbentuknya Harga Pasar

IPS EKONOMI

SMA/MA

  1. Pengertian Harga

Terdapat sejumlah pengertian mengenai harga. Menurut Case, Fair, dan Oster (2020), harga adalah angka jual produk per unit yang mencerminkan angka yang bersedia dibayar oleh masyarakat. Adapun menurut Kotler dan Armstrong (2017), harga adalah jumlah uang yang dibebankan untuk suatu produk atau jasa.

16 of 36

D. Harga dan Terbentuknya Pasar

IPS EKONOMI

SMA/MA

2. Terbentuknya Harga Pasar

a. Harga Keseimbangan

Peraga 3.1 hlm 114

Gambar dalam Peraga 3.1 (a) menunjukkan adanya titik potong antara kurva permintaan (garis D) dan kurva penawaran (garis S) pada titik E. Jika dari titik E ditarik garis paralel ke garis ordinat, akan terdapat angka Rp3.000,00, dan apabila ditarik garis ke absis akan terdapat 66 kilogram. Artinya, pada harga Rp3.000,00, kuantitas barang yang diminta dan kuantitas barang yang ditawarkan sama, yaitu 66 kilogram. Harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran disebut harga keseimbangan. Pada tingkat harga Rp3.000,00 terdapat kuantitas yang sama antara barang yang diminta dan barang yang ditawarkan. Dalam ilmu ekonomi, harga keseimbangan itu dikenal dengan harga pasar.

17 of 36

Berdasarkan subjeknya, pembeli di pasar dapat digolongkan atas tiga kelompok sebagai berikut :

  1. Pembeli marjinal, yaitu pembeli yang harga taksirannya sama dengan harga pasar. Jika kita melihat kembali Peraga 3.1(b), yang disebut pembeli marjinal adalah pembeli yang harga subjektifnya sebesar P, yaitu harga yang sama dengan harga keseimbangan atau harga pasar.
  2. Pembeli super marjinal, yaitu pembeli yang harga taksirannya melebihi harga pasar. Mereka merasa bahwa harga barang yang dibayar terlalu murah, sehingga merasa mendapat keuntungan. Keuntungan ini disebut premi konsumen yang ditunjukkan oleh daerah A dalam Peraga 3.1 (b).
  3. Pembeli submarjinal, yaitu pembeli yang harga taksirannya di bawah harga pasar. Mereka tidak membeli karena menurut mereka harga itu terlalu mahal.

D. Harga dan Terbentuknya Pasar

IPS EKONOMI

SMA/MA

2. Terbentuknya Harga Pasar

a. Harga Keseimbangan

Peraga 3.1 b hlm 115

18 of 36

D. Harga dan Terbentuknya pasar

IPS EKONOMI

SMA/MA

b. Pembentukan Harga

Dalam proses pembentukan harga berlakunya hukum permintaan dan penawaran yang telah kita bahas sebelumnya. Hukum permintaan mengatakan bahwa kuantitas permintaan berbanding terbalik dengan harga. Jika harga naik, kuantitas yang diminta turun. Sebaliknya, jika harga turun, maka kuantitas yang diminta naik. Sedangkan hukum penawaran mengatakan bahwa kuantitas penawaran berbanding lurus dengan harga. Jika harga turun, kuantitas yang ditawarkan berkurang. Sebaliknya, jika harga naik, kuantitas yang ditawarkan bertambah

19 of 36

C. Harga dan Terbentuknya Pasar

IPS EKONOMI

SMA/MA

c. Pengaruh Pergeseran Kurva Permintaan

Peraga 3.2 hlm 118

Peraga 3.2 (a) bergeser ke kiri, yaitu dari D menjadi D1 . Pergeseran kurva permintaan ke kiri berpengaruh pada bergesernya keseimbangan dari E ke E1 . Hal ini terjadi karena pada harga Rp3.000,00 per kilogram, kuantitas apel yang semula ditawarkan (66 kilogram) sekarang lebih besar daripada yang diminta (48 kilogram).

Surplus sebesar 18 kilogram mendorong produsen untuk mengurangi produksi dan menurunkan harga. Dengan demikian, penurunan permintaan menimbulkan harga dan kuantitas keseimbangan yang lebih rendah

20 of 36

C. Harga dan Terbentuknya Pasar

IPS EKONOMI

SMA/MA

c. Pengaruh Pergeseran Kurva Permintaan

Peraga 3.2 hlm 118

Peraga 3.2 (b) bergeser ke kanan, yaitu dari D menjadi D2 . Pergeseran kurva permintaan ke kanan berpengaruh pada bergesernya keseimbangan dari E ke E2 . Hal ini terjadi karena pada harga Rp3.000,00 per kilogram, kuantitas apel yang ditawarkan sekarang lebih kecil dari yang diminta.

Kekurangan ini mendorong produsen untuk menambah produksi dan menaikkan harga. Oleh karena adanya kenaikan permintaan, maka penjual juga menaikkan harga barangnya. Dengan demikian, peningkatan permintaan akan menimbulkan harga dan kuantitas keseimbangan yang lebih tinggi

21 of 36

C. Harga dan Terbentuknya Pasar

IPS EKONOMI

SMA/MA

d. Pengaruh Pergeseran Kurva Penawaran

Peraga 3.3 a hlm 119

Katakanlah terjadi bencana alam yang menyebabkan penawaran apel menurun drastis. Perhatikan Peraga 3.3 (a) Bencana alam menurunkan penawaran apel dan menggeser kurva penawaran ke kiri. Pada harga Rp3.000,00 per kilogram, kuantitas apel yang diminta (66 kilogram) menjadi lebih besar dari pada yang ditawarkan (hanya 48 kilogram). Kekurangan sebesar 18 kilogram mendorong produsen untuk menaikkan harga. Terlihat, kurva penawaran dalam Peraga 3.3 (a) bergeser ke kiri, yaitu dari S menjadi S1 . Pergeseran kurva penawaran ke kiri berpengaruh pada bergesernya keseimbangan dari E ke E1 .

Dengan demikian, penurunan penawaran menimbulkan harga keseimbangan lebih tinggi, namun dengan kuantitas lebih rendah

22 of 36

C. Harga dan Terbentuknya Pasar

IPS EKONOMI

SMA/MA

d. Pengaruh Pergeseran Kurva Penawaran

Peraga 3.3b hlm 119

Sekarang, kita akan melihat jika yang terjadi adalah sebaliknya. Anggaplah ada penemuan teknologi baru sehingga tingkat produksi apel meningkat dan menggeser kurva penawaran ke kanan. Akibatnya, kurva penawaran dalam Peraga 3.3 (b) bergeser ke kanan, yaitu dari S menjadi S2 . Pergeseran kurva penawaran ke kanan berpengaruh terhadap bergesernya keseimbangan dari E ke E2 . Dengan demikian, peningkatan penawaran akan menimbulkan harga keseimbangan yang rendah namun dengan kuantitas yang lebih tinggi.

23 of 36

E. Pasar dan Aktivitas Ekonomi

IPS EKONOMI

SMA/MA

1. Pengertian Pasar

Secara sempit, pasar dapat diartikan sebagai tempat pertemuan penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual dan beli barang atau jasa. Pengertian ini dapat kita pahami dengan melihat pasar tradisional. Secara luas, pasar merupakan proses di mana penjual dan pembeli saling berinteraksi untuk menetapkan harga keseimbangan atau kesepakatan atas tingkat harga berdasarkan permintaan dan penawaran. Dengan pemahaman ini, tidak perlu ada pertemuan antara penjual dan pembeli secara langsung. Hal ini dapat kita lihat pada pasar saham.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pasar merupakan tempat bertemunya permintaan dan penawaran, sehingga harga dapat ditetapkan

24 of 36

E. Pasar dan Aktivitas Ekonomi

IPS EKONOMI

SMA/MA

2. Peran Pasar

Mengatur Kegiatan Produksi

Menetapkan Harga dan Nilai

Mendistribusikan Barang dan Jasa

Menentukan Jumlah Pembelian dan Penjualan

Menentukan Stok Barang untuk Keperluan Masa Depan

Melakukan Promosi

25 of 36

E. Pasar dan Aktivitas Ekonomi

IPS EKONOMI

SMA/MA

3. Macam-Macam Pasar

a. Jenis Pasar

  1. Pasar barang konsumsi adalah pasar yang memperjualbelikan barang-barang untuk keperluan konsumsi rumah tangga keluarga atau rumah tangga konsumen, mulai sandang (baju dan celana), pangan (makanan dan minuman), papan (rumah), sampai barang mewah seperti mobil.

  • Pasar faktor produksi adalah pasar yang memperjualbelikan faktor-faktor produksi yang biasa digunakan produsen, misalnya tanah, tenaga kerja, mesin produksi, dan tenaga ahli

26 of 36

E. Pasar dan Aktivitas Ekonomi

IPS EKONOMI

SMA/MA

3. Macam-Macam Pasar

b. Wujud Pasar

  1. Pasar konkret berarti nyata (fisik). Pasar konkret adalah suatu tempat yang mempertemukan pembeli dan penjual untuk melakukan jual beli barang atau jasa.

  • Pasar abstrak adalah pasar tempat proses interaksi antara pembeli dan penjual untuk mencapai kesepakatan tentang harga dan barang tidak terjadi secara fisik. Pasar abstrak yang sering ditemui, antara lain pasar modal, pasar valuta asing, dan pasar komoditas.

27 of 36

E. Pasar dan Aktivitas Ekonomi

IPS EKONOMI

SMA/MA

3. Macam-Macam Pasar

c. Barang yang Dijual

Pasar dapat juga dibedakan menurut jenis barang yang dijual dan dikaitkan dengan barang yang biasa diperjualbelikan di pasar tersebut. Misalnya, ada pasar ikan, pasar daging, pasar sayuran, atau pasar buah-buahan.

d. Waktu Jual-Beli

Menurut waktu jual-beli, pasar dapat dibedakan atas pasar harian (berlangsung tiap hari), pasar mingguan (seminggu sekali), pasar bulanan (sebulan sekali di daerah tertentu), dan pasar tahunan (sekali dalam setahun

e. Tempat

Ada juga pasar yang diberikan menurut nama tempat atau daerah tempat. Contohnya, di Jakarta ada Pasar Cikini, Pasar Kramat Jati, dan Pasar Jatinegara.

f. Luas Jangkauan

Distribusi Adapun menurut luas jangkauan distribusi, pasar dapat dibedakan atas pasar lokal, daerah, nasional, dan internasional.

28 of 36

  1. Pada pasar persaingan sempurna terdapat banyak pembeli, tetapi mereka tidak mampu memengaruhi harga;
  2. Pada pasar persaingan sempurna terdapat banyak penjual;
  3. Barang dan jasa yang dijual bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan;
  4. Adanya kebebasan untuk masuk dan keluar dari pasar persaingan sempurna;
  5. Setiap pihak dapat mengetahui keadaan pasar dengan mudah; dan
  6. Adanya kebebasan untuk mengambil keputusan.

E. Pasar dan Aktivitas Ekonomi

IPS EKONOMI

SMA/MA

4. Bentuk Pasar

a. Pasar Persaingan Sempurna

  1. Pengertian Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna menggambarkan suatu keadaan di mana penjual dan pembeli tidak dapat memengaruhi harga sehingga harga di pasar benar-benar merupakan hasil interaksi antara permintaan dan penawaran.

2) Ciri-Ciri Pasar Persaingan Sempurna

29 of 36

  1. Kebaikan pasar persaingan sempurna

Pasar persaingan sempurna terpacu untuk berproduksi dengan efisien. Di samping itu, sumber daya produksi juga bebas keluar atau masuk sehingga kegiatan ekonomi lebih

sehat dan bergairah.

  1. Keburukan pasar persaingan sempurna

Pada pasar persaingan sempurna, barang yang diperdagangkan bersifat homogen. Tidak ada keunggulan suatu produk dibandingkan produk lain sehingga inovasi menjadi terhambat. Ini merupakan keburukan pasar persaingan sempurna

E. Pasar dan Aktivitas Ekonomi

IPS EKONOMI

SMA/MA

4. Bentuk Pasar

a. Pasar Persaingan Sempurna

3) Peran Pasar Persaingan Sempurna bagi Masyarakat

Peran pasar persaingan sempurna mendidik masyarakat melakukan proses produksi secara efisien sehingga produk yang sampai ke masyarakat adalah

produk dengan mutu terbaik dan harga murah.

4) Kebaikan dan Keburukan Pasar Persaingan Sempurna

30 of 36

E. Pasar dan Aktivitas Ekonomi

IPS EKONOMI

SMA/MA

4. Bentuk Pasar

b. Pasar Persaingan Tidak Sempurna

1) Pasar Monopoli

a) Pengertian pasar monopoli

Dari segi bahasa, kata monopoli berasal dari kata mono yang artinya satu dan poli yang berarti penjual.

Dengan demikian, pasar monopoli didefinisikan sebagai suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar dan perusahaan ini tidak mempunyai barang pengganti (substitusi) yang sangat dekat

31 of 36

  1. Ditetapkan oleh undang-undang. Berdasarkan beberapa pertimbangan, pemerintah dapat memberikan hak pada suatu perusahaan untuk menjual suatu produk tertentu.
  2. Penggabungan dari berbagai perusahaan untuk menghimpun modal dalam jumlah besar untuk memproduksi suatu barang dengan teknologi canggih
  3. Adanya hasil cipta atau karya seseorang yang diberikan kepada suatu perusahaan untuk diproduksi

E. Pasar dan Aktivitas Ekonomi

IPS EKONOMI

SMA/MA

4. Bentuk Pasar

  1. Pasar Monopoli

  1. Hanya ada satu orang penjual;
  2. Terdapat banyak pembeli;
  3. Produk untuk pasar monopoli tidak mempunyai barang pengganti (substitusi) yang dekat; dan
  4. Adanya hambatan untuk masuk ke dalam pasar.

c) Penyebab timbulnya pasar monopoli

b) Ciri-ciri pasar monopoli

32 of 36

  1. Kebaikan pasar monopoli

  1. Menghindari produk-produk tiruan dan persaingan yang tidak bermanfaat.
  2. Menimbulkan skala ekonomi yang menurunkan biaya produksi.
  3. (Terjaganya kesinambungan stabilitas perusahaan.
  4. Mendorong penggunaan mesin-mesin generasi terbaru dengan tingkat teknologi tinggi.
  5. Mendorong peningkatan kinerja departemen penelitian dan pengembangan guna menciptakan hal-hal baru yang lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

E. Pasar dan Aktivitas Ekonomi

IPS EKONOMI

SMA/MA

4. Bentuk Pasar

d) Kebaikan dan keburukan pasar monopoli

33 of 36

E. Pasar dan Aktivitas Ekonomi

IPS EKONOMI

SMA/MA

4. Bentuk Pasar

d) Kebaikan dan keburukan pasar monopoli

  1. Keburukan pasar monopoli

  1. Penyalahgunaan kekuatan ekonomi. Contohnya, perusahaan monopoli cenderung menetapkan harga yang tinggi.
  2. Adanya pelecehan terhadap posisi konsumen. Pada pasar monopoli, konsumen dikondisikan untuk lemah dan harus menerima produk apapun yang diberikan oleh produsen.
  3. Adanya kesenjangan dalam pembagian pendapatan. Perusahaan monopoli selalu bisa mendapatkan keuntungan yang luar biasa, baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang.
  4. Tidak adanya persaingan.
  5. Mengurangi kesejahteraan konsumen.

34 of 36

E. Pasar dan Aktivitas Ekonomi

IPS EKONOMI

SMA/MA

4. Bentuk Pasar

e) Peran pemerintah dalam pasar monopoli

Dampak negatif dari adanya perusahaan monopoli :

  1. Mencegah timbulnya monopoli itu sendiri. Di Amerika Serikat, contohnya, pemerintah menerapkan undang-undang antitrust atau anti monopoli.
  2. Pemberian izin kepada perusahaan baru. Pemerintah memberi izin pada perusahaan baru yang menghasilkan barang yang sama, sebagai saingan bagi perusahaan monopoli.
  3. Menambah penawaran barang di dalam negeri dengan jalan impor. Dengan adanya barang impor, pemegang monopoli tidak leluasa lagi memegang harga.
  4. Pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET). Karena pembatasan harga ini, perusahaan monopoli tidak leluasa lagi menaikkan harga. Penerapan harga eceran tertinggi umumnya Anda jumpai pada harga obat di apotek. Apotek tidak diperbolehkan menjual produk melebihi harga eceran tertinggal.

35 of 36

E. Pasar dan Aktivitas Ekonomi

IPS EKONOMI

SMA/MA

4. Bentuk Pasar

b. Pasar Persaingan Tidak Sempurna

1) Pasar Oligopoli

  1. Pengertian pasar oligopoli

Pasar oligopoli adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Jumlah perusahaan pada pasar oligopoli umumnya lebih dari dua tetapi kurang dari sebelas.

b. Ciri-ciri pasar oligopoli

  1. Terdapat banyak pembeli di pasar;
  2. Hanya ada beberapa penjual;
  3. Produk yang dijual bisa bersifat homogen dan bisa juga berbeda, tetapi memenuhi standar tertentu;
  4. Terdapat hambatan untuk memasuki pasar bagi perusahaan baru;
  5. Adanya saling ketergantungan; dan
  6. Penggunaan iklan sangat intensif.

36 of 36

E. Pasar dan Aktivitas Ekonomi

IPS EKONOMI

SMA/MA

4. Bentuk Pasar

b. Pasar Persaingan Tidak Sempurna

2) Pasar Persaingan Monopolistik

  1. Pengertian pasar persaingan monopolistik

Pasar persaingan monopolistik adalah suatu pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang yang serupa, tetapi memiliki perbedaan pada beberapa aspek. Contohnya, pasar sepeda motor di Indonesia.

b. Ciri-ciri pasar persaingan monopolistik

  1. Terdapat banyak produsen atau penjual, tetapi tidak sebanyak pada pasar persaingan sempurna;
  2. Jenis barang yang dipasarkan berbeda;
  3. Produsen mampu memengaruhi harga;
  4. Produsen lain mudah masuk ke dalam pasar; dan
  5. Promosi penjualan harus aktif.