1 of 12

��EKONOMI PERTANIAN �DI INDONESIA

2 of 12

CIRI UMUM PERTANIAN �DI INDONESIA

  1. Pertanian tropis → berlangsung sepanjang tahun
  2. Jenis flora dan fauna yang beragam

NO

JAWA

LUAR JAWA

1

Petani > lahan

Petani < lahan

2

Padat karya

Tidak padat karya

3

Tanaman pangan

Tanaman perkebunan

Perbedaan Petani di Jawa dan Luar Jawa

3 of 12

PERTANIAN DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA

Sub sektor pertanian memegang peranan penting di Indonesia karena:

  1. Banyak tenaga kerja di bidang pertanian → 36,46 juta orang (26,07%) → pangan, hortikultura, Perkebunan, peternakan
  2. Banyaknya produk nasional berasal dari sektor pertanian
  3. Besarnya nilai ekspor yang berasal dari pertanian → 4.400,7 juta US$ → pertanian, kehutanan, perikanan

4 of 12

PEMBAGIAN BIDANG PERTANIAN

Pertanian dalam arti luas mencakup:

  1. Pertanian rakyat
  2. Perkebunan
  3. Kehutanan
  4. Peternakan
  5. Perikanan

5 of 12

Agar pemahaman tentang pertanian rakyat dan perkebunan tidak rancu, maka pembagian bidang pertanian dapat dikelompokkan menjadi :

  1. Usahatani pertanian rakyat → subsisten atau setengah subsisten.
  2. Perusahaan pertanian → bertujuan komersil, pengelolaan atau manajemen yang baik, penggunaan teknologi, menggunakan prinsip prinsip ekonomi.

6 of 12

Secara teknis ekonomis, proses pengambilan hasil dari alam dan tanah dibedakan menjadi:

  1. Pertanian ekstraktif → mengambil hasil dari alam dan tanah tanpa ada usaha untuk mengembalikan sebagian dari hasil tersebut untuk pengambilan di kemudian hari.
  2. Pertanian generatif → pertanian yang memerlukan usaha pembibitan, pengolahan, pemeliharaan, dan lain lain agar dapat terus berlangsung.

7 of 12

PERTANIAN DI INDONESIA

Usahatani bagi petani di Indonesia merupakan:

  1. Mata pencaharian atau sumber pendapatan keluarga.
  2. Cara hidup/way of life → aspek sosial, budaya dan tradisi, agama/kepercayaan.

Berhasil / tidaknya usahatani yang dijalankannya sangat mempengaruhi perilaku petani.

8 of 12

MASALAH EKONOMI PERTANIAN DI INDONESIA

    • Jarak waktu yang lebar antara pengeluaran dan penerimaan/pendapatan dalam pertanian.
    • Pembiayaan pertanian.
    • Tekanan penduduk dan pembangunan pertanian.
    • Pertanian subsisten.

9 of 12

Jarak waktu yang lebar antara pengeluaran dan penerimaan /pendapatan dalam pertanian dapat menyebabkan:

  • Fluktuasi harga
  • Tergantung musim
  • Mempengaruhi semangat / motivasi petani
  • Solusi → kebijakan stabilisasi harga
  • Terjebak hutang
  • Sistem ijon
  • Solusi → kebijakan penggunaan teknologi dan kebijakan kredit

10 of 12

Pembiayaan pertanian�

  • Biaya yang dikeluarkan oleh seorang petani dalam proses produksi untuk menghasilkan produk → biaya produksi.
  • Petani tidak dapat meningkatkan produksinya karena kurang biaya.
  • Solusi → Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui unit-unit bank desa dapat memberikan kredit kepada petani dengan bunga rendah.
  • Dilema → syarat tertentu & penggunaan tidak sesuai tujuan.

11 of 12

Tekanan penduduk dan pembangunan ekonomi pertanian

Ditinjau dari sudut ekonomi pertanian maka adanya persoalan penduduk dapat dilihat dari tanda-tanda berikut :

  • Persediaan tanah yang makin kecil → transmigrasi.
  • Produksi bahan makanan tiap jiwa terus menurun → penggunaan media lain selain tanah → biaya tinggi.
  • Bertambahnya pengangguran → peningkatan kualitas SDM.

12 of 12

Pertanian subsisten

  • Hanya untuk kebutuhan keluarga.
  • Tidak bersifat komersil.
  • Kurang memperhatikan kualitas.
  • Perlu adanya peningkatan kualitas dan wawasan pertanian untuk para petani agar dapat menjadikan pertanian sebagai leading sector → peran pemerintah.