Assalamu’alaikum Wr. Wb
Anak-anak mari kita bersama memanjatkan puji syukur kepada Allah yang telah melimpahkan kesehatan sehingga dapat mengikuti pembelajaran secara daring di rumah.
Anak-anak masih semangat, jaga kesehatanmu.
Pada pertemuan ini kita akan belajar teks cerita fantasi (narasi). Ada yang perlu anak-anak pelajari secara garis besarnya membahas materi pengertian teks cerita fantasi, karakteristik membangun teks cerita fantasi, tokoh, watak tokoh cerita fantasi, latar cerita fantasi dan jenis cerita fantasi.
Materi tersebut silahkan dibaca dengan cermat. Apabila ada pertanyaan bisa disampaikan di kolom komentar di blog ibu guru.
Materi tersebut bisa dipelajari untuk pertemuan hari Selasa,31 Agustus 2021 . dan ada beberapa soal silahkan dikerjakan di buku catatanmu.
Selamat belajar, semoga sukses
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
PEMBELAJARAN CERITA FANTASI �(TEKS NARASI)�KELAS VII�Semester 1
OLEH :
ENNI EKA SUSANTI, S.Pd.
TUJUAN PEMBELAJARAN
PENGERTIAN TEKS FANTASI
Teks fantasi (narasi) adalah cerita fiksi yang berisi perkembangan kejadian/peristiwa.
Cerita fantasi mengungkapkan hal-hal supranatural, kemisteriusan yang tidak ditemui dalam dunia nyata.
Teks cerita narasi (fantasi) adalah hasil rekaan, imajinasi, ataupun khayalan pengarang.
Mengidentifikasi karakteristik pembangun teks cerita narasi (fantasi)
Untuk memahami isi teks cerita narasi (fantasi), kita harus mempelajari karakteristik unsur-unsur pembangun cerita narasi (fantasi) antara lain :
Tema adalah gagasan yang menjalin struktur isi cerita. Tema suatu teks cerita imajinasi menyangkut segala persoalan yang berupa masalah kemanusiaan, kekuasaan, kasih sayang, dan sebagainya.
Alur dapat diartikan jalinan peristiwa dalam sebuah cerita. Alur merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat. Di dalam alur, terdapat rangkaian peristiwa. Secara umum, jalan cerita atau rangkaian peristiwa di dalam suatu cerita terbagi ke dalam bagian-bagian berikut:
Dalam bagian ini, pengarang memperkenalkan para tokoh, menata adegan dan hubungan antartokoh.
Dalam bagian ini disajikan peristiwa awal yang menimbulkan berbagai masalah, pertentangan, ataupun kesukaran-kesukaran bagi para tokohnya.
3. Menuju pada adanya konflik
Terjadi peningkatan perhatian kegembiraan, kehebohan, ataupun keterlibatan berbagai situasi yang menyebabkan bertambahnya kesukaran tokoh.
4. Puncak konflik (klimaks)
Bagian ini disebut pula sebagai klimaks. Inilah bagian cerita yang paling besar dan mendebarkan. Pada bagian ini pula ditentukannya perubahan nasib beberapa tokohnya, misalnya, apakah dia berhasil menyelesaikan masalahnya atau gagal.
5. Penyelesaian
Sebagai akhir cerita, pada bagian ini berisi penjelasan tentang nasib-nasib yang dialami tokohnya setelah mengalami peristiwa puncak itu. Namun, ada pula novel yang penyelesaian akhir ceritanya itu diserahkan kepada imaji pembaca. Jadi, akhir ceritanya itu dibiarkan menggantung, tanpa ada penyelesaian.
Penokohan adalah cara pengarang dalam menggambarkan karakter tokoh-tokoh. Ada berbagai cara untuk menggambarkan karakter tokoh. Cara-cara tersebut adalah sebagai berikut.
Cara Penggambaran | Contoh | Karakter Tokoh |
| Eli sangat ramah kepada teman-temannya. Ia tidak sombong walaupun selalu menjadi juara kelas | Ramah, tidak sombong, pintar |
b. Gambaran fisik | Ia berotot kekar. Perutnya sedikit buncit. Urat-urat leber tampak keluar apabila ia sedang berbicara | Laki-laki kuat, kasar |
c. Perilaku | Apabila berjalan, Soni selalu saja menengadah dan membusungkan dadanya. Ketika lewat di hadapan tetangganya, ia jarang sekali menyapa mereka | Angkuh |
d. Tata bahasa tokoh | “kamu tahu tidak, sih, kalau aku ini saudaranya Pak Lurah? Seharusnya kamu sedikit sopan padaku. Enak saja berjalan tanpa permisi,” ujar Parta kepada Eri | Pemarah, sombong |
e. Lingkungan kehidupan tokoh | Rumahnya tidak jauh dari selokan Cikapundung yang airnya selalu keruh walaupun tidak turun hujan. Anjing-anjing liar lalu lalang dengna gonggongan yang memekakkan. Siang itu, hari begitu panas karena atap seng yang terpanggang sinar matahari | Tokoh yang miskin, kumuh |
Latar adalah tempat, waktu, dan suasana ketika peristiwa dalam cerita berlangsung.
Berikut ini contoh latar waktu, tempat dan suasana
Latar | Peristiwa |
Waktu |
|
Tempat |
|
Suasana | - Hari itu Zentoni dielu-elukan sebagai si anak pemberani. Negeri Mezara kembali tentram. Zentoni mendapat banyak hadiah dari raja. |
Sudut pandang cerita, yaitu cara pengarang menempatkan dirinya dalam sebuah cerita. Ada 4 jenis sudut pandang yaitu :
Cerita | Sudut Pandang Cerita |
Sudah Sembilan tahun aku meninggalkan tanah air. Sudah Sembilan tahun aku berpisah dengan ibuku dan adik-adikku. Aku terharu bahwa akhirnya aku bisa pulang ke Indonesia. Aku akan bertemu dengan keluarga. Apakah aku tidak boleh menangis karena haru dan bahagia? Apakah aku tidak boleh menangis karena bersyukur bahwa aku akan kembali menginjak tanah airku tercinta? | Orang pertama pelaku utama |
Mereka berdua berjalan beriringan. Jalannya licin karena memang semalam diguyur hujan. Kedua pencari daun jati itu terus masuk ke dalam hutan membelah semak dan belukar. Walaupun daun jati sebagai pembungkus sudah tidak popular lagi di masyarakat, mereka tetap bertahan dengan pekerjaannya itu. Mereka tidak mempunyai keterampilan lain selain memetik daun jati. Semua itu mereka lakukan dengan senang hati. Mungkin dengan cara seperti inilah Tuhan menghidupi kita,” kata Wasohi pada Dharma. Aku terharu dengan ketekunannya. | Orang pertama pelaku sampingan |
Jeder!! Arine bangun dari tidurnya ketika mendengar suara petir. HP ia letakkan begitu saja dan segera melihat keluar jendela. Sore hari yang tadinya cerah kini berubah mendung. Rintik-rintik air hujan mulai turun perlahan-lahan. Dengan cepat ia keluar kamar dan menuju halaman depan rumah. Sekarang ia terlah berdiri di halaman depan rumahnya. Tubuhnya telah basah diguyur air hujan. Kepalanya mendongak dengan mata terpejam dan bibir mengulas senyum | Orang ketiga sebagai pengamat |
Di tempat lain, Fadhila sedang berpikir. Bagaimana caranya membuat Dita mau mengerti keadaannya sekarang, padahal 2 hari lagi Fadhila sudah akan berangkat ke Surabaya. Akhirnya, Fadhila pun memutuskan untuk membeli hadiah persahabatan bagi Dita, sebuah celengan tanah liat yang indah, dengan hiasan gambar burung-burung seperti yang disukai Dita. “Dengan ini Dita pasti mau mengerti dan juga ini sebagai tanda mata dariku padanya.” Ucap Fadila dalam hati | Orang ketiga serba tahu |
Gaya bahasa berfungsi menciptakan suatu nada atau suasana tertentu yang mampu memperhatikan hubungan dan interaksi antara sesama tokoh. Bahasa dapat pula digunakan pengarang untuk menandai karakter tokoh. Karakter jahat dan bijak dapat digambarkan.
Yaitu pesan cerita yang disampaikan pengarang kepada pembaca. Hikmah yang dapat diambil melalui cerita yang dibaca, misalnya kita hendaknya berbagi kepada sesama, kita harus selalu bersyukur atas anugerah yang Tuhan berikan, dan lain-lain.
Mengidentifikasi Jenis Cerita Narasi/Cerita Imajinasi
Cerita imajinasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Berdasarkan latar cerita, cerita imajinasi dapat dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu
Sementara berdasarkan isinya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
SOAL URAIAN�Jawablah soal-soal berikut ini!
Kerjakan soal-soal tersebut di bukumu.
Foto kirim ke ibu guru.
Selamat belajar anak-anakku yang hebat
dan luar biasa.
Tetap semangat untuk terus belajar.
Terima kasih