AGHRAADU USLUUB AL-AMR WA AL-NAHY FI AL-ADAB AL-ARABI; ๏ฟฝTUJUAN PENGGUNAAN GAYA IMPERATIF DALAM SASTRA ARAB
SUB CAPAIAN PEMBELAJARAN
AGHRAADU USLUUB AL-NAHY
AGHRAADU USLUUB AL-AMR
Tujuan Penggunaan Gaya Imperatif dalam Uslub al-Amr
1. Uslub Amr bertujuan untuk ad-duโa (memohon)
Berkata Musa:"Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, (QS. 20:25-28)
2. Uslub Amr bertujuan untuk ta`jiz (melemahkan)
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang memang benar. (QS. 2:23)
3. Uslub Amr bertujuan untuk irsyad (mengarahkan)
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertaqwa kepada
4. Uslub Amr bertujuan untuk tahdid (mengancam)
Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. 41:40)
5. Kalimat perintah/ Amr bermakna ibahah (permisif)
Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.
6. Uslub Amr bertujuan untuk i'tibar (mengambil pelajaran)
Katakanlah:"Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi.Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 29:20)
7. Uslub Amr bertujuan untuk dawam (menunjuk pada kekekalan)
Ya Allah.. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus (al-Fatiahah, 6)
8. Uslub Amr bertujuan untuk takhyir (memberi pilihan)
Hiduplah mulia atau matilah dengan terhormat, diantara menghujamkan tombak atau mengibarkan bendera
9. Uslub Amr bertujuan untuk tamanni (harapan yang sulit dicapai)
Bernafaslah wahai subuh..! Bersinarlah wahai mentari, untuk kebebasan Palestina
10. Uslub Amr bertujuan untuk taswiyah (mempersamakan)
Masuklah kamu ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); maka baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan. (QS. 52:16)
Tujuan Penggunaan Gaya Imperatif dalam Uslub al-Nahy
"Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. (QS. 2:286)
2. Uslub Nahy bertujuan untuk al-irsyad (menasehati)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu al-Qur'an itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu. Allah mema'afkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. (QS. 5:101)
3. Uslub Nahy bertujuan untuk ad-dawam (kesinambungan dan kekekalan)
Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. (QS. 14:42)
4. Uslub Nahy bertujuan untuk al-tahdiid (ancaman)
Jangan engkau taโati perintahku wahai pembantuku..!
5. Uslub Nahy bertujuan untuk al-tayโiis (keputusasaan)
Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami mema'afkan segolongan dari kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) di sebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. (QS. 9:66)
6. Uslub Nahy bertujuan untuk al-taubikh (celaan)
Janganlah engkau melarang perilaku (yang buruk) sedangkan kamu (juga) melakukan hal yang sama. Sungguh aib itu teramat besar bagimu ketika engkau melakukan itu.
7. Uslub Nahy bertujuan untuk al-tasliyah wa al-tashabbur (hiburan dan kesabaran)
Janganlah engkau bersedih jika sesuatu yang berharga itu aku habiskan, namun ketika aku yang mati di saat itulah kamu harus bersedih
8. Uslub Nahy bertujuan untuk al-Tahqiir (merendahkan)
Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. (QS. 15:88)
9. Uslub Nahy bertujuan untuk al-tamanniy (pengharapan)
Wahai malam, teruslah memanjang tak berkesudahan., wahai tidur, enyahlah engkau dariku
Wahai pagi, berhentilah dan jangan engkau tampakkan dirimu
Wahai malam yang panjang, jangan engkau serahkan dirimu pada pagi
Pagi tidak menjanjikan kebaikan seperti yang engkau berikan