1 of 42

Rumus-Rumus

pada Excel

“Fungsi-fungsi dasar untuk pengolahan data”

2 of 42

Nama : I KOMANG ARIANA

NRP : 250209032

Kelas : MPLM B

3 of 42

Rumus SUM

Pengertian

Rumus SUM adalah fungsi dasar di Excel yang digunakan untuk menjumlahkan angka-angka dalam satu atau beberapa sel. Fungsi ini sangat penting karena memudahkan pengguna untuk menghitung total tanpa harus menjumlahkan secara manual. SUM dapat menjumlahkan angka yang berada dalam rentang sel, sel individual, atau kombinasi keduanya. Fungsi ini juga dapat digunakan untuk menjumlahkan angka yang dimasukkan langsung ke dalam rumus. Dengan SUM, proses penghitungan menjadi lebih cepat dan akurat, terutama saat mengolah data dalam jumlah besar.

Fungsi/Tujuan

Fungsi utama SUM adalah untuk menghitung total nilai dari data numerik yang tersebar di beberapa sel atau rentang. Biasanya digunakan dalam laporan keuangan, penjumlahan nilai siswa, total penjualan, dan lain-lain. SUM membantu menghemat waktu dan mengurangi kesalahan hitung manual.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=SUM(number1, [number2], ...)�atau�=SUM(range1, [range2], ...)

Contoh Penulisan

=SUM(A1:A5) → Menjumlahkan semua nilai dari sel A1 sampai A5.

=SUM(B2, C2, D2) → Menjumlahkan nilai di sel B2, C2, dan D2.

=SUM(A1:A3, 10, 20) → Menjumlahkan nilai di A1 sampai A3 ditambah angka 10 dan 20.

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

425 (80+90+75+85+95)

4 of 42

Rumus AVERAGE

Pengertian

Rumus AVERAGE digunakan untuk menghitung nilai rata-rata dari sekumpulan angka. Fungsi ini menjumlahkan semua angka dalam rentang yang ditentukan kemudian membaginya dengan jumlah data tersebut. AVERAGE sangat berguna untuk mengetahui nilai tengah atau kecenderungan data, misalnya rata-rata nilai siswa, rata-rata penjualan, dan lain-lain. Fungsi ini juga dapat mengabaikan sel kosong atau teks sehingga hasil rata-rata tetap akurat.

Fungsi/Tujuan

Tujuan utama AVERAGE adalah memberikan gambaran umum tentang nilai tengah dari data numerik. Ini membantu dalam analisis data untuk menentukan performa rata-rata, tren, atau standar yang harus dicapai.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=AVERAGE(number1, [number2], ...)�atau�=AVERAGE(range1, [range2], ...)

Contoh Penulisan

=AVERAGE(A1:A5) → Menghitung nilai rata-rata dari semua nilai di sel A1 sampai A5.

=AVERAGE(B2, C2, D2) → Menghitung nilai rata-rata dari nilai di sel B2, C2, dan D2.

=AVERAGE(A1:A3, 10, 20) → Menghitung nilai rata-rata dari nilai di A1 sampai A3 ditambah angka 10 dan 20.

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

85

5 of 42

Rumus MAX

Pengertian

Rumus MAX digunakan untuk mencari nilai terbesar dari sekumpulan angka dalam rentang sel. Fungsi ini sangat berguna untuk mengetahui nilai tertinggi, misalnya nilai tertinggi siswa, penjualan tertinggi, atau angka maksimum dalam data statistik. MAX akan mengabaikan sel kosong dan teks sehingga hanya angka yang dihitung.

Fungsi/Tujuan

Fungsi MAX bertujuan untuk menemukan nilai maksimum dalam data yang dianalisis. Ini membantu dalam pengambilan keputusan, misalnya menentukan siapa yang mendapatkan nilai tertinggi atau produk dengan penjualan terbaik.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=MAX(number1, [number2], ...)�atau�=MAX(range1, [range2], ...)

Contoh Penulisan

=MAX(A1:A10) → Menampilkan nilai terbesar dari semua nilai di sel A1 sampai A10.

=MAX(B2, C2, D2) → Menampilkan nilai terbesar dari nilai di sel B2, C2, dan D2.

=MAX(10, 20, 30) → Menampilkan nilai terbesar dari angka 10, 20, dan 30.

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

95

6 of 42

Rumus MIN

Pengertian

Rumus MIN digunakan untuk mencari nilai terkecil dari sekumpulan angka dalam rentang sel. Fungsi ini membantu mengetahui nilai minimum, misalnya nilai terendah siswa, biaya terendah, atau angka minimum dalam data. MIN mengabaikan sel kosong dan teks sehingga hanya angka yang dihitung.

Fungsi/Tujuan

Fungsi MIN bertujuan untuk menemukan nilai minimum dalam data yang dianalisis. Ini berguna untuk mengidentifikasi nilai terendah yang mungkin menjadi perhatian khusus.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=MIN(number1, [number2], ...)�atau�=MIN(range1, [range2], ...)

Contoh Penulisan

=MIN(A1:A10) → Menampilkan nilai terkecil dari semua nilai di sel A1 sampai A10.

=MIN(B2, C2, D2) → Menampilkan nilai terkecil dari nilai di sel B2, C2, dan D2.

=MIN(10, 20, 30) → Menampilkan nilai terkecil dari angka 10, 20, dan 30.

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

75

7 of 42

Rumus Perkalian (*)

Pengertian

Rumus perkalian di Excel menggunakan simbol * untuk mengalikan dua atau lebih angka atau nilai dalam sel. Perkalian adalah operasi matematika dasar yang sering digunakan dalam berbagai perhitungan, seperti menghitung total harga berdasarkan jumlah dan harga satuan, atau menghitung luas bidang. Rumus ini sangat fleksibel dan dapat digunakan dengan angka langsung, referensi sel, atau kombinasi keduanya.

Fungsi/Tujuan

Fungsi perkalian bertujuan untuk menghitung hasil kali dari dua atau lebih nilai. Ini sangat berguna dalam penghitungan keuangan, statistik, dan analisis data yang memerlukan operasi perkalian.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=number1 * number2�atau�=cell1 * cell2

Contoh Penulisan

=A1 * B1 → Mengalikan nilai di sel A1 dengan nilai di sel B1.

=5 * 10 → Mengalikan angka 5 dengan 10, hasilnya 50.

=(A1 + A2) * B1 → Menjumlahkan nilai di A1 dan A2, kemudian hasilnya dikalikan dengan nilai di B1.

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

10000

45000

10000

8 of 42

Rumus Pembagian (/)

Pengertian

Rumus pembagian di Excel menggunakan simbol garis miring (/) untuk membagi satu angka dengan angka lainnya. Fungsi ini sangat penting dalam berbagai perhitungan, seperti menghitung rata-rata, persentase, atau membagi total ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil. Rumus pembagian dapat digunakan dengan angka langsung, referensi sel, atau kombinasi keduanya. Excel akan secara otomatis menghitung hasil pembagian dan menampilkan nilai desimal jika hasilnya bukan bilangan bulat.

Fungsi/Tujuan

Fungsi pembagian bertujuan untuk membagi satu nilai dengan nilai lain secara cepat dan akurat. Ini sering digunakan dalam analisis data, perhitungan keuangan, dan pengolahan statistik.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=number1 / number2�atau�=cell1 / cell2

Contoh Penulisan

=A1 / B1 → Membagi nilai di sel A1 dengan nilai di sel B1.

=100 / 4 → Membagi angka 100 dengan 4, hasilnya 25.

=(A1 + A2) / B1 → Menjumlahkan nilai di A1 dan A2, kemudian hasilnya dibagi dengan nilai di B1.

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

30000

30000

30000

9 of 42

Rumus IF (Single)

Pengertian

Rumus IF adalah fungsi logika yang digunakan untuk menguji suatu kondisi dan memberikan hasil berbeda berdasarkan apakah kondisi tersebut benar (TRUE) atau salah (FALSE). Fungsi ini sangat berguna untuk membuat keputusan otomatis dalam spreadsheet, misalnya menentukan apakah seorang siswa lulus atau tidak berdasarkan nilai. IF hanya menguji satu kondisi dalam satu rumus.

Fungsi/Tujuan

Fungsi IF bertujuan untuk memberikan hasil yang berbeda sesuai dengan kondisi yang diuji. Ini membantu dalam pengambilan keputusan otomatis dan pengelompokan data berdasarkan kriteria tertentu.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=IF(kondisi, nilai_jika_benar, nilai_jika_salah)

Contoh Penulisan

=IF(A1>=70, "Lulus", "Tidak Lulus") → Jika nilai di sel A1 lebih besar atau sama dengan 70, maka hasilnya "Lulus", jika tidak maka hasilnya "Tidak Lulus".

=IF(B2="Ya", 100, 0) → Jika isi sel B2 adalah "Ya", maka hasilnya 100, jika tidak maka hasilnya 0.

=IF(C3>50, C3*10%, C3*5%) → Jika nilai di sel C3 lebih besar dari 50, maka hasilnya adalah C3 dikali 10%, jika tidak maka hasilnya C3 dikali 5%.

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

Lulus

Tidak Lulus

Lulus

10 of 42

Rumus IF (Multi)

Pengertian

Rumus IF Multi adalah penggunaan fungsi IF bersarang (nested IF) untuk menguji beberapa kondisi secara berurutan. Fungsi ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih kompleks, misalnya menentukan grade nilai berdasarkan rentang nilai yang berbeda. Dengan IF bersarang, Anda dapat membuat beberapa percabangan logika dalam satu rumus.

Fungsi/Tujuan

Rumus IF Multi adalah penggunaan fungsi IF bersarang (nested IF) untuk menguji beberapa kondisi secara berurutan. Fungsi ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih kompleks, misalnya menentukan grade nilai berdasarkan rentang nilai yang berbeda. Dengan IF bersarang, Anda dapat membuat beberapa percabangan logika dalam satu rumus.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=IF(kondisi1, nilai1, IF(kondisi2, nilai2, nilai_default))

Contoh Penulisan

=IF(A1>=85, "A", IF(A1>=70, "B", IF(A1>=55, "C", "D"))) → Jika nilai di A1 ≥ 85 maka hasilnya "A", jika tidak maka dicek lagi: jika ≥ 70 hasilnya "B", jika ≥ 55 hasilnya "C", jika tidak memenuhi semua syarat maka hasilnya "D".

=IF(B1>90, "Sangat Baik", IF(B1>75, "Baik", "Cukup")) → Jika nilai di B1 > 90 maka hasilnya "Sangat Baik", jika tidak maka dicek lagi: jika > 75 hasilnya "Baik", jika tidak maka hasilnya "Cukup".

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

A

B

C

D

11 of 42

Rumus SUMIF

Pengertian

Rumus SUMIF adalah fungsi yang menjumlahkan nilai dalam rentang tertentu berdasarkan kriteria yang ditentukan. Fungsi ini sangat berguna ketika Anda ingin menjumlahkan data yang memenuhi syarat tertentu, misalnya total penjualan produk tertentu atau jumlah nilai siswa yang lulus. SUMIF menggabungkan kemampuan penjumlahan dan pengujian kondisi dalam satu rumus.

Fungsi/Tujuan

Fungsi SUMIF bertujuan untuk menjumlahkan nilai yang memenuhi kriteria tertentu sehingga analisis data menjadi lebih spesifik dan efisien.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=SUMIF(range, criteria, [sum_range])

Contoh Penulisan

=SUMIF(A1:A10, ">70") → Menjumlahkan semua nilai di A1 sampai A10 yang lebih besar dari 70.

=SUMIF(B1:B10, "Produk A", C1:C10) → Menjumlahkan semua nilai di C1 sampai C10 yang baris pasangannya di B1 sampai B10 bernilai "Produk A".

=SUMIF(A1:A5, ">=80", B1:B5) → Menjumlahkan semua nilai di B1 sampai B5 yang baris pasangannya di A1 sampai A5 bernilai lebih besar atau sama dengan 80.

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

90000

12 of 42

Rumus MATCH

Pengertian

Rumus MATCH digunakan untuk mencari posisi suatu nilai dalam rentang data. Fungsi ini mengembalikan nomor urut posisi nilai yang dicari, bukan nilai itu sendiri. MATCH sangat berguna untuk menemukan indeks data yang kemudian bisa digunakan bersama fungsi lain seperti INDEX. MATCH dapat mencari nilai dengan pencocokan tepat (exact match) atau pencocokan mendekati (approximate match).

Fungsi/Tujuan

Fungsi MATCH bertujuan untuk mengetahui posisi data dalam sebuah daftar atau tabel, sehingga memudahkan pencarian dan pengolahan data lebih lanjut.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=MATCH(lookup_value, lookup_array, [match_type])

Contoh Penulisan

=MATCH(75, A1:A10, 0) → Mencari posisi angka 75 di rentang A1 sampai A10 dengan pencarian tepat (exact match). Jika 75 ada di A5, maka hasilnya 5.

=MATCH("Budi", B1:B10, 0) → Mencari posisi teks "Budi" di rentang B1 sampai B10 dengan pencarian tepat. Jika "Budi" ada di B3, maka hasilnya 3.

=MATCH(50, A1:A10, 1) → Mencari posisi angka 50 di rentang A1 sampai A10 dengan pencarian approximate (mendekati). Excel akan mencari nilai terbesar yang lebih kecil atau sama dengan 50, asalkan data di A1:A10 sudah urut naik.

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

3

13 of 42

Rumus CHOOSE

Pengertian

Rumus CHOOSE digunakan untuk memilih nilai dari daftar berdasarkan nomor indeks yang diberikan. Fungsi ini sangat berguna ketika Anda ingin mengambil nilai tertentu dari beberapa opsi yang sudah ditentukan, tanpa harus menggunakan banyak IF. CHOOSE dapat menerima hingga 254 argumen nilai dan mengembalikan nilai yang sesuai dengan nomor indeks yang diberikan.

Fungsi/Tujuan

Fungsi CHOOSE bertujuan untuk memudahkan pemilihan nilai berdasarkan nomor urut, misalnya memilih nama hari, bulan, atau kategori berdasarkan angka tertentu.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=CHOOSE(index_num, value1, value2, ...)

Contoh Penulisan

=CHOOSE(2, "Merah", "Hijau", "Biru") → Menghasilkan "Hijau".

=CHOOSE(A1, 10, 20, 30) → Menghasilkan nilai ke-A1 dari daftar 10, 20, 30.

=CHOOSE(3, "Senin", "Selasa", "Rabu", "Kamis") → Menghasilkan "Rabu".

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

Merah

Hijau

Biru

14 of 42

Rumus TRIM

Pengertian

Rumus TRIM digunakan untuk menghapus spasi ekstra di awal, akhir, dan spasi ganda di tengah teks. Fungsi ini sangat berguna untuk membersihkan data teks yang diimpor atau diketik dengan spasi tidak rapi, sehingga memudahkan pencarian dan pengolahan data. TRIM hanya menghapus spasi yang berlebihan, bukan spasi tunggal antar kata.

Fungsi/Tujuan

Fungsi TRIM bertujuan untuk membersihkan teks agar tidak ada spasi berlebih yang dapat mengganggu analisis data atau pencocokan teks.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=TRIM(text)

Contoh Penulisan

=TRIM(" Halo Dunia ") → Menghasilkan "Halo Dunia".

=TRIM(A1) → Menghapus spasi ekstra pada teks di sel A1.

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

"Excel Rumus"

"Data Bersih"

15 of 42

Rumus VLOOKUP

Pengertian

Rumus VLOOKUP digunakan untuk mencari nilai di kolom pertama sebuah tabel dan mengembalikan nilai dari kolom lain di baris yang sama. Fungsi ini sangat populer untuk pencarian data vertikal, seperti mencari harga produk berdasarkan kode atau nama. VLOOKUP dapat menggunakan pencocokan tepat (FALSE) atau mendekati (TRUE).

Fungsi/Tujuan

Fungsi VLOOKUP bertujuan untuk memudahkan pencarian data dalam tabel besar berdasarkan nilai kunci di kolom pertama.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=VLOOKUP(lookup_value, table_array, col_index_num, [range_lookup])

Contoh Penulisan

=VLOOKUP(101, A2:C10, 3, FALSE) → Mencari nilai 101 pada kolom pertama di rentang A2 sampai C10, lalu mengambil nilai dari kolom ke-3 pada baris yang sama. Argumen FALSE berarti pencarian harus tepat (exact match).

=VLOOKUP("Budi", A1:B5, 2, FALSE) → Mencari teks "Budi" pada kolom pertama di rentang A1 sampai B5, lalu mengambil nilai dari kolom ke-2 pada baris yang sama. Argumen FALSE memastikan hasil harus tepat.

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

15000

16 of 42

Rumus AND

Pengertian

Rumus AND digunakan untuk menguji beberapa kondisi sekaligus dan menghasilkan TRUE jika semua kondisi terpenuhi, atau FALSE jika salah satu kondisi tidak terpenuhi. Fungsi ini sering digunakan bersama IF untuk membuat keputusan berdasarkan beberapa syarat.

Fungsi/Tujuan

Fungsi VLOOKUP bertujuan untuk memudahkan pencarian data dalam tabel besar berdasarkan nilai kunci di kolom pertama.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=AND(kondisi1, kondisi2, ...)

Contoh Penulisan

=AND(A1>50, B1<100) → Menghasilkan TRUE jika nilai di A1 lebih besar dari 50 dan nilai di B1 lebih kecil dari 100. Jika salah satu tidak terpenuhi, hasilnya FALSE.

=AND(C1="Lulus", D1>=70) → Menghasilkan TRUE jika isi sel C1 adalah "Lulus" dan nilai di D1 lebih besar atau sama dengan 70. Jika salah satunya salah, hasilnya FALSE.

=AND(A1>=75, B1>=80, C1="Aktif") → Menghasilkan TRUE jika semua kondisi terpenuhi: nilai A1 ≥ 75, nilai B1 ≥ 80, dan isi sel C1 adalah "Aktif". Jika ada satu saja kondisi yang salah, hasilnya FALSE.

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

TRUE

FALSE

TRUE

17 of 42

Rumus OR

Pengertian

Rumus OR digunakan untuk menguji beberapa kondisi dan menghasilkan TRUE jika salah satu kondisi terpenuhi, atau FALSE jika semua kondisi tidak terpenuhi. Fungsi ini berguna untuk membuat keputusan berdasarkan alternatif syarat.

Fungsi/Tujuan

Fungsi OR bertujuan untuk memeriksa apakah setidaknya satu kondisi benar agar suatu aksi dapat dilakukan.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=OR(kondisi1, kondisi2, ...)

Contoh Penulisan

=OR(A1>90, B1>90) → Menghasilkan TRUE jika salah satu kondisi benar: nilai di A1 lebih dari 90 atau nilai di B1 lebih dari 90. Jika keduanya salah, hasilnya FALSE.

=OR(C1="Lulus", D1="Remedial") → Menghasilkan TRUE jika isi C1 adalah "Lulus" atau isi D1 adalah "Remedial". Jika keduanya tidak sesuai, hasilnya FALSE.

=OR(A1>=70, B1>=80) → Menghasilkan TRUE jika nilai di A1 ≥ 70 atau nilai di B1 ≥ 80. Jika keduanya tidak memenuhi, hasilnya FALSE.

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

TRUE

FALSE

TRUE

18 of 42

Rumus PRODUCT

Pengertian

Rumus PRODUCT digunakan untuk mengalikan semua angka dalam daftar atau rentang sel. Fungsi ini memudahkan penghitungan hasil perkalian beberapa angka sekaligus tanpa harus menulis operator '* 'berulang kali.

Fungsi/Tujuan

Fungsi PRODUCT bertujuan untuk menghitung hasil perkalian dari beberapa angka secara efisien.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=PRODUCT(number1, [number2], ...)

Contoh Penulisan

=PRODUCT(A1:A3) → Mengalikan semua nilai di sel A1 sampai A3.

=PRODUCT(2, 3, 4) → Mengalikan angka 2 × 3 × 4, hasilnya 24.

=PRODUCT(A1, B1, 5) → Mengalikan nilai di sel A1, nilai di sel B1, lalu dikalikan lagi dengan 5.

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

30

40

19 of 42

Rumus POWER

Pengertian

Rumus POWER digunakan untuk menghitung pangkat dari suatu angka, misalnya kuadrat, kubik, dan seterusnya. Fungsi ini memudahkan perhitungan eksponen tanpa harus menulis rumus pangkat manual.

Fungsi/Tujuan

Fungsi POWER bertujuan untuk menghitung nilai angka yang dipangkatkan sesuai eksponen yang diinginkan.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=POWER(number, power)

Contoh Penulisan

=POWER(2, 3) → 2 pangkat 3 = 8

=POWER(A1, 2) → nilai di A1 kuadrat

=POWER(5, 0.5) → akar kuadrat dari 5

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

16

3

20 of 42

Rumus CEILING

Pengertian

Rumus CEILING digunakan untuk membulatkan angka ke atas ke kelipatan tertentu. Fungsi ini berguna untuk pembulatan angka yang harus naik ke kelipatan terdekat, misalnya pembulatan harga atau jumlah barang.

Fungsi/Tujuan

Fungsi CEILING bertujuan untuk membulatkan angka ke atas sesuai kelipatan yang diinginkan agar hasilnya lebih rapi atau sesuai aturan bisnis.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=CEILING(number, significance)

Contoh Penulisan

=CEILING(4.3, 1) → Membulatkan angka 4.3 ke atas ke kelipatan 1 terdekat → hasilnya 5.

=CEILING(7, 5) → Membulatkan angka 7 ke atas ke kelipatan 5 terdekat → hasilnya 10.

=CEILING(A1, 0.5) → Membulatkan nilai di sel A1 ke atas ke kelipatan 0.5 terdekat.

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

5

10

21 of 42

Rumus DAY

Pengertian

Rumus DAY digunakan untuk mengambil nilai hari dari sebuah tanggal lengkap. Fungsi ini mengembalikan angka hari (1-31) dari tanggal yang diberikan.

Fungsi/Tujuan

Fungsi DAY bertujuan untuk memisahkan komponen hari dari tanggal sehingga dapat digunakan untuk analisis tanggal lebih lanjut.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=DAY(serial_number)

Contoh Penulisan

=DAY("2024-06-15") → 15

=DAY(A1) → mengambil hari dari tanggal di A1

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

15

1

22 of 42

Rumus DATE

Pengertian

Rumus DATE digunakan untuk membuat nilai tanggal dari tiga komponen: tahun, bulan, dan hari. Fungsi ini menggabungkan ketiga komponen tersebut menjadi satu nilai tanggal yang dikenali Excel.

Fungsi/Tujuan

Fungsi DATE bertujuan untuk membentuk tanggal dari data terpisah sehingga dapat digunakan dalam perhitungan tanggal dan waktu.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=DATE(year, month, day)

Contoh Penulisan

=DATE(2024, 6, 15) → Menghasilkan nilai tanggal 15 Juni 2024 (tahun 2024, bulan ke-6, hari ke-15).

=DATE(A1, B1, C1) → Menghasilkan tanggal berdasarkan nilai di sel A1 sebagai tahun, B1 sebagai bulan, dan C1 sebagai hari. Misalnya A1=2025, B1=10, C1=2 → hasilnya 2 Oktober 2025.

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

15/06/2024

01/01/2023

23 of 42

Rumus LEN

Pengertian

Rumus LEN adalah fungsi teks dasar dalam Microsoft Excel yang digunakan untuk menghitung jumlah karakter (termasuk spasi, angka, dan simbol) dalam sebuah string teks atau isi sel. Fungsi ini secara otomatis memindai seluruh isi sel dan mengembalikan nilai numerik yang mewakili panjang teks tersebut, tanpa membedakan huruf besar/kecil. LEN bisa diterapkan pada sel yang berisi rumus hasil seperti tanggal atau angka yang diformat sebagai teks, dan mengabaikan error kecuali sel kosong. Dalam pengolahan data, rumus ini esensial untuk validasi teks pada dataset besar.

Fungsi/Tujuan

Fungsi utama LEN adalah mengukur panjang teks untuk validasi data, seperti memeriksa batas karakter input form. Tujuannya mencakup pembersihan data dan analisis konten, sering digunakan dalam email marketing atau pengolahan survei.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=LEN(text)

Contoh Penulisan

=LEN(A1) – Menghitung panjang teks di sel A1.

=LEN("Halo Dunia") – Hasil: 10 (termasuk spasi).

=LEN(B2&" "&C2) – Panjang hasil penggabungan dua sel.

=LEN(UPPER(D1)) – Panjang setelah konversi huruf besar.

Contoh Kasus Penggunaan

24 of 42

Rumus AREAS

Pengertian

area atau rentang terpisah dalam satu referensi atau kumpulan referensi sel. Fungsi ini memeriksa rentang non-berurutan dan mengembalikan nilai numerik jumlah area, di mana setiap area adalah blok sel kontigu. AREAS mengabaikan duplikasi dan berguna untuk memvalidasi struktur data kompleks seperti union ranges. Rumus ini esensial untuk debugging referensi pada file besar.

Fungsi/Tujuan

Fungsi utama AREAS adalah memverifikasi jumlah rentang dalam formula untuk dashboard dinamis. Tujuannya mencakup optimasi performa data gabungan, sering digunakan dalam laporan keuangan multi-departemen.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=AREAS(reference)

Contoh Penulisan

=AREAS(A1:A10) → Menghasilkan 1 karena hanya ada satu area (rentang A1 sampai A10).

=AREAS((A1:A5,B1:B5,C1:C5)) → Menghasilkan 3 karena ada tiga area terpisah: A1:A5, B1:B5, dan C1:C5.

=AREAS(A1:B10) → Menghasilkan 1 karena rentang A1:B10 dianggap satu area.

=AREAS((A1, B2:C3, D4:D10)) → Menghasilkan 3 karena ada tiga area terpisah: A1, B2:C3, dan D4:D10.

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

3

25 of 42

Rumus HLOOKUP

Pengertian

Rumus HLOOKUP adalah fungsi pencarian horizontal dalam Microsoft Excel yang mencari nilai di baris pertama tabel array dan mengembalikan nilai dari baris yang ditentukan di kolom sama. Fungsi ini mirip VLOOKUP tapi untuk data horizontal, mendukung pencocokan eksak atau aproksimasi. HLOOKUP memerlukan empat parameter dan mengembalikan #N/A jika tidak ditemukan. Rumus ini ideal untuk tabel waktu seperti laporan bulanan.

Fungsi/Tujuan

Fungsi utama HLOOKUP adalah mengambil data berdasarkan header horizontal, seperti penjualan per bulan. Tujuannya otomatisasi laporan, sering digunakan di inventori atau jadwal sekolah.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=HLOOKUP(lookup_value, table_array, row_index_num, [range_lookup])

lookup_value: Nilai dicari; table_array: Rentang tabel; row_index_num: Baris ambil; [range_lookup]: FALSE untuk eksak.

Contoh Penulisan

Contoh 1: =HLOOKUP("Jan", A1:D4, 2, FALSE) – Cari "Jan", ambil baris 2.

Contoh 2: =HLOOKUP(A10, B1:F5, 3, TRUE) – Aproksimasi, ambil baris 3.

Contoh 3: =HLOOKUP("Produk A", C1:G3, 2, FALSE) – Pencocokan teks eksak.

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil =

150

26 of 42

Rumus COUNTA

Pengertian

Rumus COUNTA adalah fungsi penghitung dalam Microsoft Excel yang menghitung jumlah sel non-kosong dalam rentang atau daftar nilai, termasuk teks, angka, error, atau logika. Fungsi ini lebih inklusif daripada COUNT untuk data campuran, mendukung hingga 255 argumen dan rentang 3D. COUNTA mengembalikan nol jika semua kosong, andal untuk memantau kelengkapan data.

Fungsi/Tujuan

Fungsi utama COUNTA adalah memverifikasi entri data valid, seperti jumlah responden survei. Tujuannya audit data untuk analisis, sering digunakan di laporan HR atau penjualan.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=COUNTA(value1, [value2], ...)

value1: Rentang atau nilai pertama; parameter opsional untuk multiple.

Contoh Penulisan

=COUNTA(A1:A10) → Menghitung jumlah sel yang tidak kosong dalam rentang A1 sampai A10, termasuk teks, angka, maupun logika (TRUE/FALSE).

=COUNTA("Teks", 123, A1) → Menghitung jumlah item yang tidak kosong dari daftar berisi teks "Teks", angka 123, dan nilai di sel A1.

=COUNTA(Sheet1!A1:A10) → Menghitung jumlah sel yang tidak kosong dalam rentang A1 sampai A10 pada Sheet1.

Contoh Kasus Penggunaan

Hasil = 4

27 of 42

Rumus FLOOR

Pengertian

Rumus FLOOR adalah fungsi pembulatan dalam Microsoft Excel yang membulatkan angka ke bawah ke kelipatan terdekat dari nilai signifikan. Fungsi ini menghindari pembulatan atas untuk akurasi, mendukung negatif dan nol. FLOOR error jika signifikan=0, presisi untuk keuangan atau ilmiah.

Fungsi/Tujuan

Fungsi utama FLOOR adalah pembulatan ke bawah untuk konsistensi, seperti harga diskon. Tujuannya perhitungan anggaran, sering di retail atau manufaktur.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=FLOOR(number, significance)

number: Angka dibulatkan; significance: Kelipatan (misalnya 5).

Contoh Penulisan

=FLOOR(23.7, 5) → Membulatkan angka 23.7 ke bawah ke kelipatan 5 terdekat → hasilnya 20.

=FLOOR(A1, 1) → Membulatkan nilai di sel A1 ke bawah ke kelipatan 1 terdekat (efeknya sama dengan membulatkan ke bawah bilangan bulat).

=FLOOR(-8.2, 2) → Membulatkan angka -8.2 ke bawah (menjauhi nol) ke kelipatan 2 terdekat → hasilnya -10.

Contoh Kasus Penggunaan

28 of 42

Rumus CONCATENATE

Pengertian

Rumus CONCATENATE adalah fungsi teks dalam Microsoft Excel yang menggabungkan dua atau lebih string teks, referensi sel, atau nilai menjadi satu teks tunggal, dengan opsi menambahkan pemisah seperti spasi. Fungsi ini mendukung hingga 255 argumen dan mengonversi non-teks menjadi string, tapi tidak menangani array dinamis (gunakan TEXTJOIN di versi baru). CONCATENATE mengembalikan hasil gabungan tanpa spasi otomatis, fleksibel untuk format data kustom pada dataset besar.

Fungsi/Tujuan

Fungsi utama CONCATENATE adalah menyusun teks gabungan untuk label atau alamat, seperti nama lengkap dari depan dan belakang. Tujuannya pembuatan string dinamis dalam laporan, sering digunakan di CRM untuk email atau invoice.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=CONCATENATE(text1, [text2], ...)

number: Angka dibulatkan; significance: Kelipatan (misalnya 5).

Contoh Penulisan

=CONCATENATE(A1, " ", B1) → Menggabungkan isi sel A1 dan B1 dengan menambahkan spasi di antaranya.

=CONCATENATE("Halo", ", ", "Dunia") → Menggabungkan teks menjadi "Halo, Dunia".

=CONCATENATE(A1:B1) → Menggabungkan semua nilai dalam rentang A1 sampai B1 menjadi satu teks tanpa pemisah.

Contoh Kasus Penggunaan

29 of 42

Rumus LEFT

Pengertian

Rumus LEFT adalah fungsi ekstraksi teks dalam Microsoft Excel yang mengambil sejumlah karakter dari awal (kiri) string teks atau isi sel, berdasarkan jumlah yang ditentukan. Fungsi ini menghitung dari posisi pertama dan mengembalikan substring, dengan default 1 karakter jika jumlah tidak disebutkan. LEFT berguna untuk parsing data tetap seperti kode produk, dan mengembalikan error jika jumlah negatif atau lebih besar dari panjang teks.

Fungsi/Tujuan

Fungsi utama LEFT adalah mengekstrak bagian awal teks untuk analisis, seperti kode negara dari nomor telepon. Tujuannya pembersihan data impor, sering digunakan di database untuk pisah prefix nama file atau ID.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=LEFT(text, [num_chars])

text: String atau sel; [num_chars]: Jumlah karakter (opsional, default 1).

Contoh Penulisan

=LEFT(A1, 3) → Mengambil 3 karakter pertama dari teks di sel A1.

=LEFT("Indonesia", 4) → Mengambil 4 karakter pertama dari kata "Indonesia", hasilnya "Indo".

=LEFT(B1) → Mengambil 1 karakter pertama dari teks di sel B1 (karena jumlah karakter tidak ditentukan, default = 1).

Contoh Kasus Penggunaan

30 of 42

Rumus RIGHT

Pengertian

Rumus RIGHT adalah fungsi ekstraksi teks dalam Microsoft Excel yang mengambil sejumlah karakter dari akhir (kanan) string teks atau isi sel, berdasarkan jumlah yang ditentukan. Fungsi ini menghitung dari posisi terakhir dan mengembalikan substring, dengan default 1 karakter jika jumlah tidak disebutkan. RIGHT ideal untuk ambil ekstensi file atau kode akhir, dan error jika jumlah negatif atau melebihi panjang teks.

Fungsi/Tujuan

Fungsi utama RIGHT adalah mengekstrak bagian akhir teks untuk parsing, seperti ambil ekstensi .xlsx dari nama file. Tujuannya mencakup validasi data akhir, sering digunakan di IT untuk pisah suffix atau kode pos.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=RIGHT(text, [num_chars])

text: String atau sel; [num_chars]: Jumlah karakter (opsional, default 1).

Contoh Penulisan

  • =RIGHT(A1, 4) → Mengambil 4 karakter terakhir dari teks di sel A1.
  • =RIGHT("Laporan.xlsx", 5) → Mengambil 5 karakter terakhir dari teks "Laporan.xlsx", hasilnya ".xlsx".
  • =RIGHT(B1) → Mengambil 1 karakter terakhir dari teks di sel B1 (karena jumlah karakter tidak ditentukan, default = 1).
  • =RIGHT(C1, 3) → Mengambil 3 karakter terakhir dari teks di sel C1.

Contoh Kasus Penggunaan

31 of 42

Rumus MID

Pengertian

Rumus MID adalah fungsi ekstraksi teks dalam Microsoft Excel yang mengambil sejumlah karakter dari tengah string teks atau isi sel, mulai dari posisi awal yang ditentukan. Fungsi ini memerlukan tiga parameter: teks, posisi mulai, dan jumlah karakter, mengembalikan substring dari tengah. MID berguna untuk parsing bagian spesifik seperti nomor seri, dan error jika posisi atau jumlah tidak valid.

Fungsi/Tujuan

Fungsi utama MID adalah mengekstrak substring tengah untuk analisis detail, seperti ambil nomor urut dari ID. Tujuannya pembersihan data kompleks, sering digunakan di logistik untuk kode batch atau data serial.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=MID(text, start_num, num_chars)

text: String atau sel; start_num: Posisi mulai (1=awal); num_chars: Jumlah karakter.

Contoh Penulisan

  • Conroh: =MID(A1, 3, 4) – Ambil 4 karakter mulai posisi 3 dari A1.
  • Contoh 2: =MID("Indonesia", 4, 3) – Hasil: "nes".
  • Contoh 3: =MID(B1, 2, LEN(B1)-2) – Tengah kecuali awal dan akhir.
  • Contoh 4: =MID(C1, 5, 2) – Ambil 2 karakter dari posisi 5.

Contoh Kasus Penggunaan

32 of 42

Rumus MONTH

Pengertian

Rumus MONTH adalah fungsi tanggal dalam Microsoft Excel yang mengambil nilai bulan (1-12) dari tanggal serial atau teks tanggal yang valid. Fungsi ini mengonversi tanggal menjadi angka bulan, mengabaikan hari dan tahun, dan mengembalikan error jika input bukan tanggal. MONTH berguna untuk analisis waktu, seperti filter data per bulan dari laporan tahunan.

Fungsi/Tujuan

Fungsi utama MONTH adalah ekstrak bulan dari tanggal untuk grouping data, seperti ringkasan penjualan bulanan. Tujuannya analisis tren waktu, sering digunakan di keuangan atau event planning.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=MONTH(serial_number)

Di mana 'serial_number' adalah referensi sel tanggal, tanggal serial, atau teks tanggal valid.

Contoh Penulisan

  • Contoh 1: =MONTH(A1) – Ekstrak bulan dari tanggal di A1.
  • Contoh 2: =MONTH("15/06/2024") – Hasil: 6 (Juni).
  • Contoh 3: =MONTH(DATE(2024, 3, 15)) – Dari fungsi DATE, hasil: 3.
  • Contoh 4: =MONTH(TODAY()) – Bulan hari ini.

Contoh Kasus Penggunaan

33 of 42

Rumus FIND/SEARCH

Pengertian

Rumus FIND dan SEARCH adalah fungsi pencarian teks dalam Microsoft Excel yang mencari posisi karakter atau substring dalam string teks atau isi sel, dengan FIND sensitif huruf besar/kecil dan SEARCH tidak. Keduanya mengembalikan posisi mulai (1 untuk awal) dan error (#VALUE!) jika tidak ditemukan, mendukung wildcard di SEARCH saja. FIND/SEARCH berguna untuk lokasi teks spesifik dalam data panjang, seperti posisi kata kunci dalam deskripsi produk.

Fungsi/Tujuan

Fungsi utama FIND/SEARCH adalah menemukan posisi substring untuk ekstraksi lanjutan, seperti lokasi kata dalam paragraf. Tujuannya parsing teks kompleks, sering digunakan di analisis konten atau pembersihan data email.

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=FIND(find_text, within_text, [start_num]) atau =SEARCH(find_text, within_text, [start_num])

Contoh Penulisan

  • Contoh 1: =FIND("a", "Halo") – Hasil: 2 (posisi 'a' di Halo).
  • Contoh 2: =SEARCH("A", "Halo", 1) – Hasil: 2 (tidak sensitif case).
  • Contoh 3: =FIND("el", "Excel", 2) – Hasil: 3 (mulai posisi 2).
  • Contoh 4: =SEARCH("*", "File.txt", 1) – Wildcard di SEARCH, hasil: 5 (posisi '.').

Contoh Kasus Penggunaan

34 of 42

Rumus UPPER

Pengertian

Rumus UPPER adalah fungsi konversi teks dalam Microsoft Excel yang mengubah semua huruf dalam string teks atau isi sel menjadi huruf besar (uppercase). Fungsi ini tidak memengaruhi angka, simbol, atau spasi, dan mengembalikan teks yang sama jika sudah uppercase. UPPER berguna untuk standarisasi format teks, seperti nama kategori dalam database.

Fungsi/Tujuan

Fungsi utama UPPER adalah mengubah teks ke huruf besar untuk konsistensi, seperti format kode barang. Tujuannya normalisasi data, sering digunakan di e-commerce untuk pencarian case-insensitive.

Contoh Penulisan

  • Contoh 1: =UPPER(A1) – Ubah teks A1 ke uppercase.
  • Contoh 2: =UPPER("halo dunia") – Hasil: "HALO DUNIA".
  • Contoh 3: =UPPER(B1:C1) – Untuk rentang (hasil array).
  • Contoh 4: =UPPER(LOWER(D1)) – Kombinasi konversi.

Contoh Kasus Penggunaan

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=UPPER(text)

Di mana text adalah referensi sel atau string teks langsung.

35 of 42

Rumus LOWER

Pengertian

Rumus LOWER adalah fungsi konversi teks dalam Microsoft Excel yang mengubah semua huruf dalam string teks atau isi sel menjadi huruf kecil (lowercase). Fungsi ini tidak memengaruhi angka, simbol, atau spasi, dan mengembalikan teks sama jika sudah lowercase. LOWER berguna untuk standarisasi format, seperti email atau username.

Fungsi/Tujuan

Fungsi utama LOWER adalah mengubah teks ke huruf kecil untuk konsistensi, seperti format email. Tujuannya normalisasi data, sering digunakan di sistem login atau pencarian web.

Contoh Penulisan

  • Contoh 1: =LOWER(A1) – Ubah teks A1 ke lowercase.
  • Contoh 2: =LOWER("HALO DUNIA") – Hasil: "halo dunia".
  • Contoh 3: =LOWER(B1:C1) – Untuk rentang.
  • Contoh 4: =LOWER(UPPER(D1)) – Kombinasi konversi.

Contoh Kasus Penggunaan

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=LOWER(text)

Di mana text adalah referensi sel atau string teks langsung.

36 of 42

Rumus  PROPER

Pengertian

Rumus PROPER adalah fungsi konversi teks dalam Microsoft Excel yang mengubah string teks atau isi sel menjadi format title case, di mana huruf pertama setiap kata menjadi besar dan sisanya kecil. Fungsi ini memisahkan kata berdasarkan spasi, tidak memengaruhi angka atau simbol. PROPER berguna untuk format nama atau judul yang rapi.

Fungsi/Tujuan

Fungsi utama PROPER adalah membuat teks judul rapi, seperti nama orang dari input acak. Tujuannya estetika dan standarisasi, sering digunakan di dokumen atau CRM untuk tampilan profesional.

Contoh Penulisan

  • Contoh 1: =PROPER(A1) – Ubah A1 ke title case.
  • Contoh 2: =PROPER("halo DUNIA") – Hasil: "Halo Dunia".
  • Contoh 3: =PROPER("john doe") – Hasil: "John Doe".
  • Contoh 4: =PROPER(UPPER(B1)) – Dari uppercase ke proper.

Contoh Kasus Penggunaan

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=PROPER(text)

Di mana text adalah referensi sel atau string teks langsung.

37 of 42

Rumus  NOW

Pengertian

Rumus NOW adalah fungsi tanggal-waktu dalam Microsoft Excel yang mengembalikan tanggal dan waktu saat ini berdasarkan jam sistem komputer, dalam format serial tanggal. Fungsi ini volatile (update otomatis setiap kalkulasi ulang), dan bisa diformat untuk tampil sebagai tanggal atau waktu saja. NOW berguna untuk timestamp otomatis pada log atau laporan real-time.

Fungsi/Tujuan

Fungsi utama NOW adalah mencatat waktu saat ini untuk audit, seperti log akses file. Tujuannya tracking dinamis, sering digunakan di dashboard atau sistem monitoring.

Contoh Penulisan

  • Contoh 1: =NOW() – Tanggal dan waktu saat ini.
  • Contoh 2: =NOW()+1 – Besok dari sekarang.
  • Contoh 3: =TEXT(NOW(), "dd/mm/yyyy") – Format tanggal saja.
  • Contoh 4: =NOW()-TODAY() – Waktu hari ini saja.

Contoh Kasus Penggunaan

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=NOW()

Tidak ada parameter; hasil serial number tanggal-waktu.

38 of 42

Rumus  TODAY

Pengertian

Rumus TODAY adalah fungsi tanggal dalam Microsoft Excel yang mengembalikan tanggal hari ini berdasarkan kalender sistem komputer, tanpa waktu (hanya tanggal serial). Fungsi ini volatile seperti NOW, update otomatis setiap kalkulasi, dan bisa diformat untuk tampilan custom. TODAY berguna untuk perhitungan relatif seperti hari kerja atau deadline, mengembalikan error jika format tidak valid.

Fungsi/Tujuan

Fungsi utama NOW adalah mencatat waktu saat ini untuk audit, seperti log akses file. Tujuannya tracking dinamis, sering digunakan di dashboard atau sistem monitoring.

Contoh Penulisan

  • =TODAY() → Menampilkan tanggal hari ini sesuai sistem komputer (misalnya 02/10/2025).
  • TODAY()+7 → Menampilkan tanggal 7 hari ke depan dari hari ini.
  • =TODAY()-30 → Menampilkan tanggal 30 hari sebelum hari ini.
  • =TEXT(TODAY(),"DD/MM/YYYY") → Menampilkan tanggal hari ini dalam format teks tertentu, misalnya 02/10/2025.

Contoh Kasus Penggunaan

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=TODAY()

Tidak ada parameter; hasil berupa serial number tanggal-waktu yang diformat Excel menjadi tanggal hari ini.

39 of 42

Rumus  ROUND

Pengertian

Rumus ROUND adalah fungsi Excel yang digunakan untuk membulatkan angka ke jumlah digit desimal tertentu. Fungsi ini sering dipakai dalam perhitungan keuangan atau data yang memerlukan pembulatan.

Fungsi/Tujuan

ROUND berguna untuk mengontrol jumlah angka desimal agar lebih rapi, mudah dibaca, dan sesuai aturan pembulatan. Sangat penting pada laporan nilai, keuangan, atau data analisis.

Contoh Penulisan

  • =ROUND(3.14159,2) → Membulatkan angka 3.14159 menjadi 3.14 (2 angka desimal).
  • =ROUND(75.678,0) → Membulatkan angka 75.678 menjadi 76 (bilangan bulat).
  • =ROUND(125.78,-1) → Membulatkan angka 125.78 menjadi 130 (pembulatan ke puluhan terdekat).
  • =ROUND(B2,1) → Jika B2 berisi 87.678, hasilnya 87.7 (1 angka desimal).

Contoh Kasus Penggunaan

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=ROUND(number, num_digits)

Membulatkan number ke jumlah digit desimal sesuai num_digits.

Jika num_digits > 0 → dibulatkan ke kanan desimal.

Jika num_digits = 0 → dibulatkan ke bilangan bulat.

Jika num_digits < 0 → dibulatkan ke kiri (puluhan, ratusan, dst).

Hasil =

3.14

76

87.5

40 of 42

Rumus  INDEX MATCH

Pengertian

INDEX MATCH adalah kombinasi dua fungsi Excel (INDEX dan MATCH) yang digunakan untuk mencari dan menampilkan data dari tabel. INDEX MATCH lebih fleksibel dibandingkan VLOOKUP karena bisa mencari data ke kiri maupun ke kanan.

Fungsi/Tujuan

INDEX MATCH digunakan untuk pencarian data dalam tabel yang kompleks, terutama saat posisi kolom kunci tidak selalu di sebelah kiri. Fungsi ini sering digunakan pada laporan data besar, analisis bisnis, maupun sistem informasi.

Contoh Penulisan

  • =INDEX(B2:B6, MATCH("Citra", A2:A6,0)) → Mencari posisi "Citra" di kolom A, lalu ambil nilai di kolom B → hasil 85.
  • =INDEX(B2:B6, MATCH("Evi", A2:A6,0)) → Mencari posisi "Evi" → hasil 95.
  • =INDEX(C2:C10, MATCH(1001, A2:A10,0)) → Jika kolom A berisi ID siswa, rumus ini mengembalikan nilai dari kolom C sesuai ID 1001.
  • =INDEX(B2:D6, MATCH("Budi", A2:A6,0), 2) → Mengambil nilai dari kolom ke-2 dalam array B2:D6 sesuai baris tempat "Budi".

Contoh Kasus Penggunaan

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=INDEX(array, MATCH(lookup_value, lookup_array, 0))

lookup_value = nilai yang dicari.

lookup_array = kolom tempat pencarian.

0 = pencarian exact match (sama persis).

41 of 42

Rumus  ARRAY FORMULAS

Pengertian

Array Formula adalah rumus yang bisa melakukan perhitungan pada banyak nilai sekaligus, menghasilkan hasil tunggal atau banyak.

Fungsi/Tujuan

Dipakai untuk perhitungan massal tanpa rumus tambahan di sel lain.

Contoh Penulisan

  • {=SUM(A1:A5*B1:B5)} → Menghitung jumlah perkalian tiap pasangan sel (Σ Ai×Bi).
  • {=AVERAGE(IF(A1:A10>70, A1:A10))} → Rata-rata hanya nilai >70.
  • {=MAX(IF(B2:B10="Lulus",C2:C10))} → Nilai tertinggi dari yang “Lulus”.
  • {=TRANSPOSE(A1:A3)} → Mengubah kolom jadi baris.

Contoh Kasus Penggunaan

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

={formula}

Ditulis dengan CTRL+SHIFT+ENTER (pada Excel lama) atau cukup Enter (Excel modern).

42 of 42

Rumus  OFFSET

Pengertian

FFSET digunakan untuk mengambil rentang (range) dengan titik awal tertentu lalu bergeser sesuai jumlah baris/kolom.

Fungsi/Tujuan

Digunakan untuk membuat range dinamis, laporan otomatis, dan grafik dinamis.

Contoh Penulisan

  • =OFFSET(A1,1,0) → Geser 1 baris ke bawah dari A1 → A2.
  • =OFFSET(A1,2,1) → Geser 2 baris ke bawah, 1 kolom ke kanan → B3.
  • =SUM(OFFSET(B2,0,0,5,1)) → Menjumlahkan 5 nilai mulai dari B2.
  • =OFFSET(A2,0,0,COUNTA(A:A),1) → Membuat range dinamis sepanjang isi kolom A.

Contoh Kasus Penggunaan

Bentuk Umum Rumus (Syntax)

=OFFSET(reference, rows, cols, [height], [width])

reference = titik awal, rows & cols = jumlah geseran, height & width opsional (luas range). dibulatkan ke kiri (puluhan, ratusan, dst).

Hasil =

3.14

76

87.5