1 of 17

2 of 17

Beberapa Definisi

  • Etika, dari bahasa Yunani ethos, artinya: kebiasaan atau watak
  • Moral, dari bahasa Latin mos (jamak: mores), artinya: cara hidup atau kebiasaan /adat.
  • Norma, dalam bahasa Inggris, norm, berarti aturan atau kaidah.
  • Nilai, dalam bhs Inggris value, berarti konsep tentang baik dan buruk baik yang berkenaan dengan proses (instrumental) atau hasil (terminal)

3 of 17

Pengertian Etika�Etimologi

Etika mempunyai dua makna yaitu:

  1. Etika berasal dari bahasa Yunani, ethos (tunggal) atau ta etha (jamak) yang berarti watak, kebiasaan dan adat istiadat.
  2. berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun suatu masyarakat yang diwariskan dari satu generasi ke generasi yang lain.
  3. indentik dengan pengertian moralitas.

3

4 of 17

Etika dan Moralitas (sama)

  • Moralitas berasal dari bahasa latin, mos (tunggal) atau mores (jamak) yang berarti adat istiadat atau kebiasaan.
  • Jadi etika dan moralitas mempunyai arti yang sama sebagai sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang konstan dan terulang dalam kurun waktu sehingga menjadi sebuah kebiasaan.

4

5 of 17

Pengertian Etika Kedua

  1. Pengertian etika yang kedua berbeda dengan moralitas.
  2. Etika dipahami sebagai filsafat moral atau ilmu yang menekankan pada pendekatan kritis dalam melihat dan memahami nilai dan norma moral serta permasalahan-permasalahan moral yang timbul dalam kehidupan bermasyarakat.
  3. Pengertian etika kedua, tidak berisikan nilai dan norma-norma kongkret yang menjadi pedoman hidup manusia.

5

6 of 17

PENGERTIAN ETIKA

mengutip dari Bertens 2000, mempunyai arti :

  1. ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk
  2. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan kemunculan moral;

3. nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

7 of 17

4 aliran pemikiran etika

  • Teori Empiris: etika diambil dari pengalaman dan dirumuskan sebagai kesepakatan
  • Teori Rasional: manusia menentukan apa yang baik dan buruk berdasar penalaran atau logika.
  • Teori Intuitif: Manusia secara naluriah atau otomatis mampu membedakan hal yang baik dan buruk.
  • Teori Wahyu: Ketentuan baik dan buruk datang dari Yang Maha Kuasa.

7

8 of 17

KLASIFIKASI ETIKA

  • Etika Deskriptif: Etika yang hanya menerangkan apa adanya tanpa memberikan penilaian terhadap objek yang diamati.
  • Etika Normatif: Etika yang mengemukakan suatu penilaian mana yang baik dan buruk, dan apa yang sebaiknya dilakukan oleh manusia.
  • Etika Individual: Etika yang objeknya manusia sebagai individualis. Berkaitan dengan makna dan tujuan hidup manusia.
  • Etika Sosial: Etika yang membicarakan tingkah laku manusia sebagai makhluk sosial dan hubungan interaksinya dengan manusia lain. Baik dalam lingkup terkecil, keluarga, hingga yang terbesar bernegara

9 of 17

Konteks Etika

9

Etika

Filsafat

Hukum

Politik

Agama

Tradisi

Administrasi

Sosial

Ekonomi

Sumber Etika

Penerapan Etika

Profesi

Seni

10 of 17

Klasifikasi Etika

Etika Bisnis

Etika

Etika Umum

Etika Khusus

Etika Individual

Etika Sosial

Etika Lingkungan Hidup

Etika terhadap sesama

Etika Keluarga

Etika Politik

Etika Profesi

Etika Hukum

Etika Biomedis

Etika Pendidikann

Etika Media

10

11 of 17

PENGERTIAN ETIKET

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia “etiket”, yaitu : Etiket (Perancis) : adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik.

12 of 17

BEDA ETIKA & ETIKET

K. Bertens memberikan 4 (empat) macam perbedaan etiket dengan etika, yaitu :

  1. Etiket menyangkut cara (tata acara) suatu perbuatan harus dilakukan manusia. Misal : Ketika saya menyerahkan sesuatu kepada orang lain, saya harus menyerahkannya dengan menggunakan tangan kanan. Jika saya menyerahkannya dengan tangan kiri, maka saya dianggap melanggar etiket.

  • Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri. Misal : Dilarang mengambil barang milik orang lain tanpa izin karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin sama artinya dengan mencuri. “Jangan mencuri” merupakan suatu norma etika. Di sini tidak dipersoalkan apakah pencuri tersebut mencuri dengan tangan kanan atau tangan kiri.

13 of 17

2. Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita). Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku. Misal : Saya sedang makan bersama bersama teman sambil meletakkan kaki saya di atas meja makan, maka saya dianggap melanggat etiket. Tetapi kalau saya sedang makan sendirian (tidak ada orang lain), maka saya tidak melanggar etiket jika saya makan dengan cara demikian.

  • Etika selalu berlaku, baik kita sedang sendiri atau bersama orang lain. Misal: Larangan mencuri selalu berlaku, baik sedang sendiri atau ada orang lain. Atau barang yang dipinjam selalu harus dikembalikan meskipun si empunya barang sudah lupa.

14 of 17

3. Etiket bersifat relatif. Yang dianggap tidak sopan dalam satu kebudayaan, bisa saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Misal : makan dengan tangan atau bersendawa waktu makan.

  • Etika bersifat absolut. “Jangan mencuri”, “Jangan membunuh” merupakan prinsip-prinsip etika yang tidak bisa ditawar-tawar.

15 of 17

Empat Hirarki Etika

15

Moralitas pribadi

Etika profesi

Etika organisasi

Etika Sosial

Mikro

Makro

16 of 17

Moralitas Pribadi

  • Konsep baik-buruk, benar-salah yang telah terinternalisasi dalam diri individu
  • Produk dari sosialisasi nilai masa lalu
  • Moralitas pribadi adalah superego atau hati nurani yang hidup dalam jiwa dan menuntun perilaku individu
  • Konsistensi pada nilai mencerminkan kualitas kepribadian individu
  • Moralitas pribadi menjadi basis penting dalam kehidupan sosial dan organisasi

16

17 of 17

Prinsip etika & Perilaku�

  1. Kejujuran (Honesty)
  2. Memegang prinsip (Integrity)
  3. Memelihara janji (Promise Keeping)
  4. Kesetiaan (Fidelity)
  5. Kewajaran (Fairness)
  6. Suka membantu orang lain (Caring for other)
  7. Hormat kepada orang lain (Respect for other)
  8. Warga negara yang bertanggung jawab (Responbility citizenship)
  9. Mengejar keunggulan (pursuit of excellence)
  10. Dapat dipertanggungjawabkan (accountability