1 of 25

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS

MATA KULIAH EKONOMETRIKA

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN, PERIKANAN DAN PETERNAKAN

UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA LAMPUNG

Oleh : Eny Ivan’s, S.P., M.Sc.

Pertemuan 13

2 of 25

Tujuan Pembelajaran

  • Menjelaskan tentang macam-macam skala pengukuran
  • Menguraikan tentang instrumen penelitian
  • Menghitung uji validitas dan reliabilitas

3 of 25

SKALA PENGUKURAN

  • Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif.

4 of 25

MACAM-MACAM SKALA PENGUKURAN

  • Skala Nominal : Skala pengukuran yang menyatakan kategori atau kelompok dari suatu subyek. Contoh jenis kelamin responden dimana laki-laki = 1 dan perempuan = 2
  • Skala Ordinal : skala pengukuran yang menyatakan kategori sekaligus melakukan rangking terhadap kategori. Contohnya bila kita ingin mengukur preferensi petani terhadap empat merek benih padi
    • Merek benih ranking
    • Hibrida 1
    • Ciherang 2
    • Inpari 3
    • Intani 4
  • Skala Interval : skala pengukuran yang banyak digunakan untuk mengukur fenomena atau gejala sosial dimana pihak responden diminta melakikan ranking terhadap preferensi tertentu sekaligus memberikan nilai (rate) terhadap preferensi tersebut. Jenis skala yang digunakan terdiri dari skala likert, skala Guttman, Rating Scale, Semantic Deffential.
  • Skala Ratio: skala interval yang memiliki nilai dasar (based value) yang tidak dapat dirubah contohnya umur responden memiliki nilai dasar nol

5 of 25

a. Skala Likert

  • Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi orang atua sekelompok orang tentang fenomena sosial

Preferensi

Preferensi

Preferensi

1. Sangat setuju

1. Setuju

1. Sangat positif

2. Setuju

2. Sering

2. Positif

3. Ragu-ragu

3. Kadang-kadang

3. Netral

4. Tidak setuju

4. Hampir tidak pernah

4. Negatif

5. Sangat tidak setuju

5. Tidak pernah

5. Sangat negatif

6 of 25

b. Skala Gutmann

  • Suatu pengukuran untuk memperoleh jawaban responden yang tegas yaitu, “iya atau tidak”, “pernah atau tidak pernah”, “setuju atau tidak setuju”, “positif atau neatif”.
  • Contoh : Apa pendapat anda jika Ketua Gapoktan dipimpin oleh Bapak Arnold?
    • Setuju
    • Tidak Setuju

7 of 25

c. Sematic Defferential

  • Suatu skala pengukuran yang disusun dalam suatu garis dimana jawaban sangat positif terletak di bagian kanan garis, sedangkan jawaban sangat negatif terletak di bagian kiri garis atau sebaliknya

8 of 25

d. Rating Scale

  • Suatu skala pengukuran dimana esponden menjawab salah satu jawaban kuantitatif yang disediakan

9 of 25

INSTRUMEN PENELITIAN

  • Inatrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati
  • Instrumen digunakan untuk mengukur fenomena alam misalnya:
    • panas >> kalorimeter
    • Suhu >> termometer
    • Panjang >> mistar
    • Berat >> timbangan
  • Instrumen yang digunakan untuk mengukur fenomena sosial umumnya dan di bidang ekonomi dan bisnis khususnya yang sudah baku sulit ditemukan. Oleh karena itu peneltii harus membuat instrumen sesuai dengan konteks penelitiannya.
  • Misalnya dalam bentuk : 1) cheklist 2) pilihan ganda 3) rating scale
  • Adapun bentuk instrumen akan disesuaikan dengan metode pengumpulan data yaitu melalui kuesioner/angket, observasi maupun wawancara/interview
  • Instrumen yang baik harus terukur secara ilmiah melalui uji reliabilitas dan uji validitas

10 of 25

VALIDITAS DAN RELEABILITAS

  • Salah satu masalah dalam penelitian adalah bagaimana data yang diperoleh adalah akurat dan objektif.
  • Hal ini sangat penting dalam penelitian karena kesimpulan penelitian hanya akan dapat dipercaya bila didasarkan pada informasi yang juga dapat dipercaya.
  • Data yang diperoleh baru dapat berguna bila alat ukur yang digunakan baik, yaitu bilamana alat ukur tersebut memiliki ciri sebagai alat ukur yang baik.
  • Ciri-ciri alat ukur yang baik antara lain:
    • memiliki validitas yang cukup tinggi
    • memiliki releabilitas yang baik
    • memiliki nilai kepraktisan
    • Yang perlu difahami dalam melakukan analisis validitas dan releabilitas yang pertama kali dilakukan adalah analisis validitas. Jika terdapat item-item yang tidak valid, maka item tersebut harus dibuang. Setelah semua item valid, baru semua item yang valid tersebut kemudian diukur reliabilitasnya

11 of 25

UJI VALIDITAS

  • Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesalahan suatu tes.
  • Suatu tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur.
  • Tes memiliki validitas yang tinggi jika hasilnya sesuai dengan kriteria, dalam arti memiliki kesejajaran antara kriteria dan tes
  • Validitas sering disebut dengan kesahihan. Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam mengukur suatu data
  • Contoh : bila seorang ingin mengukur cincin maka ia gunakan neraca, bila ia akan menugkur berat badan maka gunakan timbangan berat badan. Artinya, neraca hanya valid jika digunakan untuk mengukur emas, bukan berat badan.
  • Untuk mengukur validitas instrumen dilakukan dengan melihat korelasi antara skor masing-masing variabel, apakah berkorelasi secara signifikan tidak dengan skor totalnya.

12 of 25

Rumus Uji Validitas

  •  
  • Nilai Koefesien Korelasi :
    • 0,80 - 1,00 = sangat tinggi
    • 0,60 - 0,80 = tinggi
    • 0,40 - 0,60 = cukup
    • 0,20 - 0,40 = rendah
    • 0,00 - 0,20 = sangat rendah

13 of 25

Contoh Soal

  • Hitunglah validitas dari data yang diketahui pada tabel dengan menggunakan korelasi product moment berdasarkan simpangan!

No

Nama

X

Y

x

y

x2

y2

xy

1

Nadia

6,5

6,3

0

-0,1

0,0

0,01

0,0

2

Susi

7

6,8

+0,5

+0,4

0,25

0,16

0,2

3

Cecep

7,5

7,2

+1,0

+0,8

1,0

0,64

0,8

4

Ema

7

6,8

+0,5

+0,4

0,25

0,16

0,2

5

Dian

6

7

-0,5

+0,6

0,25

0,36

-0,3

6

Asmara

6

6,2

-0,5

-0,2

0,25

0,04

0,1

7

Siswoyo

6,6

6,1

-0,1

-1,3

0,1

1,69

1,3

8

Jihad

6,6

6

0

-0,4

0,0

0,16

0,0

9

Yana

7

6,5

+0,5

+0,1

0,25

0,01

0,05

10

Lina

6

5,9

-0,5

-0,6

0,25

0,36

0,3

Jumlah

65

63,8

3,5

3,59

2,65

14 of 25

Jawab

  •  
  •  

15 of 25

Contoh Soal

  • Hitunglah validitas dari data yang diketahui pada tabel dengan menggunakan korelasi product moment berdasarkan angka dasar!

16 of 25

Jawab

  • hasil uji validitas baik berdasarkan simpangan maupun angka dasar memiliki selisih sedikit yakni 0,003 dikarenakan pembulatan
  • Hasil uji validitas keduanya menunjukkan nilai yang tinggi, artinya instrumen yang diberikan valid

17 of 25

Contoh Soal

Hitunglah validitas item no 6!

18 of 25

Jawab

  •  

Validitas kurang meyakinkan, validitas tidak tinggi

19 of 25

UJI RELIABILITAS

  • Reliabilitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dan dengan alat ukur yang sama
  • Reliabilitas disebut juga dengan keterandalan, keajegan atau stabilitas
  • Uji reliabilitas ini hanya dilakukan pada data yang dinyatakan valid
  • Untuk menguji reliabilitas dapat digunakan beberapa cara dengan menggunakan metode:
    • Metode test-retest
    • Metode equivqlent-formas
    • Metode split-half
    • Uji homogenitas

20 of 25

  •  

21 of 25

1. Test Retest

  • Dilakukan dengan cara mencobakan instrumen beberapa kali pada responden. Dalam hal ini, instrumennya sama tetapi waktu uji cobanya yang berbeda.
  • Penggunaan cara ini didasarkan pada asumsi bahwa obyek yang diukur memiliki sifat homogen dan stabil, artinya pengetahuan responden tidak akan berubah dalam waktu tertentu, sehingga bilamana dilakukan dua kali tes atau lebih dengan alat ukur yang sama hasilnya akan relatif sama.
  • Reliabilitas diukur dengan mengkorelasikan antara uji coba pertama dengan uji coba berikutnya. Bila koefesien korelasinya positif dan signifikan maka instrumen tersebut sudah dinyatakan reliabel

22 of 25

2. Internal Consistency

  • Pengujian reliabilitas dengan internal consistency dilakukan dengan mencoba alat ukur sekali saja, kemudia pengujian reliabilitas dapat dilakukan dengan teknik belah dua (split half)
  • Metode ini dipakai untuk mengetahui tingkat reliabilitas alat ukur dengan jalan membelah alat ukur menjadi dua bagian dan skor kedua belahan tersebut dikorelasikan dengan rumus tertentu
  • Cara melakukan pembelahan hasil uji coba tersebut dapat dilakukan dengan dua cara yaitu membelah antara skor ganjil dan skor genap atau membelah antara nomor atas dan nomor bawah.
  • Asumsi yang mendasari penggunaan metode ini sebagai cara mengukur reliabilitas adalah alat ukur tersebut disusun dengan pola yang sistematik, sehingga bilamana dibelah menurut balahan ganjil-genap atau atas-bawah tidak akan mengubah posisi skor masing-masing responden.

23 of 25

Tahap-Tahap Penyusunan Instrumen

24 of 25

UJI NORMALITAS

  • Uji normalitas adalah adalah sebuah uji untuk menilai sebaran data pada variabel atau kelompok data, apak

25 of 25

TERIMAKASIH