PERTEMUAN KE-6
ARKANUL IMAN (Rukun Iman)
Rukun:
yg harus dipenuhi untuk sahnya suatu pekerjaan (nomina)
Contoh:
tidak sah salat yg tidak cukup syarat dan rukun nya;
Rukun:
asas; dasar; sendi (nomina)
Contoh:
semuanya terlaksana dng baik, tidak suatu pun yg menyimpang dr rukun nya;
https://www.kamusbesar.com/rukun
Definisi Iman
Iman :
Nilai-nilai yang diucapkan dengan lisan, diyakini oleh hati dan diamalkan oleh perbuatan
ARKANUL
IMAN
(Rukun Iman)
LISAN
FISIK
HATI
IMAN
TIGA WILAYAH KEIMANAN
Agama Islam POLNEP-part 3-
LISAN
HATI
FISIK
HASIL
MUNAFIK
FASIK
KAFIR
MUKMIN
Bukan iman, yang hanya dengan cita-cita dan angan-angan, akan tetapi iman adalah apa yang terkristal di dalam hati dan dibenarkan dengan perbuatannya (HR. Ibnu Najar & Dailami)
Munafik, Fasik dan Kafir
Munafik:
berpura-pura percaya atau setia dsb kpd agama dsb, tetapi sebenarnya dl hatinya tidak; suka (selalu) mengatakan sesuatu yg tidak sesuai dng perbuatannya; bermuka dua (adjektiva)
https://www.kamusbesar.com/munafik
Fasik:
a tidak peduli thd perintah Tuhan (berarti: buruk kelakukan, jahat, berdosa besar); (Isl)
sumber: kbbi3
n orang yg percaya kpd Allah Swt., tetapi tidak mengamalkan perintah-Nya, bahkan melakukan perbuatan dosa; (Isl)
Kafir:
orang yg tidak percaya kpd Allah dan rasul-Nya; (nomina)
BERIMAN KEPADA ALLAH
BERIMAN KEPADA MALAIKATNYA
BERIMAN KEPADA KITABNYA
BERIMAN KEPADA RASULNYA
BERIMAN HARI AKHIRAT
BERIMAN QADHA & QADAR
MENGIMANI WUJUDNYA
BERIMAN KEPADA ALLAH
DALIL FITRAH
AKAL
SYAR’I
INDERAWI
Hadits,
كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، حَتَّى يُعْرِبَ عَنْهُ لِسَانُهُ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
“Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah hingga ia fasih (berbicara). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”
Hadits ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi dan ath-Thabarani dalam al-Mu’jamul Kabir. Al-Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dengan lafaz,
كُلُّ إِنْسَانٍ تَلِدُهُ أُمُّهُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
“Setiap manusia dilahirkan oleh ibunya di atas fitrah. Kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”
Adapun al-Imam al-Bukhari rahim
DALIL FITRAH
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ (172) أَوْ تَقُولُوا إِنَّمَا أَشْرَكَ آبَاؤُنَا مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِنْ بَعْدِهِمْ أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُونَ (173)
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah atau agar kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat
dahuluterhadap ini (keesaan Tuhan)“
Qs. Al A’raf: 172-173�
SATU KATA
PILIH
BUKTI SUARA FITRAH
KASIH SAYANG
PERMUSUHAN
“Siapakah ARRAHMAN (Yang Maha Kasih Sayang)??"
KEADILAN
KEDZHALIMAN
“Siapakah AL-’ADLU (Yang Maha ADIL)??"
KEBENARAN
KEBATILAN
“Siapakah AL-HAQ (Yang Maha BENAR)??"
Dalil al-Haq (Kebenaran) dari Allah
Q.S 3 Ali-Imran: 60
اَلْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُنْ مِّنَ الْمُمْتَرِيْنَ
Kebenaran itu dari Tuhanmu, karena itu janganlah engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.
DALIL AKAL WUJUDNYA ALLAH
Sesuatu yang ADA , pasti ada YANG MENGADAKAN
DALIL SYAR’I WUJUDNYA ALLAH
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
DALIL SYAR’I WUJUDNYA ALLAH
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Qs. Al Baqarah: 155�
DALIL INDERAWI WUJUDNYA ALLAH
MENGIMANI RUBUBIYAHNYA
BERIMAN KEPADA ALLAH
penetapan bahwa Allah ta'ala adalah Rabb, Penguasa, Pencipta serta Pemberi Rezeki dari segala sesuatu. Dan juga menetapkan bahwa Allah adalah Dzat Yang Menghidupkan dan Mematikan, Pemberi Kemanfaatan dan Kemudharatan, yang Maha Esa dalam mengabulkan doa bagi orang yang membutuhkan. BagiNya-lah segala urusan, dan di tanganNya-lah segala kebaikan. Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada bagi-Nya sekutu dan tandingan.
MENGIMANI ULUHIYAHNYA
BERIMAN KEPADA ALLAH
Mengimani penuh keikhlasan bahwa hanya Allah ta'ala yang haq untuk diibadahi penuh kecintaan, khauf (takut), raja' (harapan), tawakkal, raghbah (permohonan dengan sungguh-sungguh), rahbah perasaan cemas), dan doa hanya bagi Allah satu-satunya. Serta memurnikan ibadah-ibadah seluruhnya, baik ibadah yang lahir maupun yang batin hanya bagi Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Serta tidak menjadikan hal tersebut untuk selainNya.
MENGIMANI NAMA & SIFATNYA
BERIMAN KEPADA ALLAH
Megimani bahwa Allah memiliki Nama yang mulia dan Sifat yang utama yang Dia sandangkan sendiri kepada diriNya dalam kitabNya atau melalui lisan RasulNya, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Yaitu dengan menetapkan apa yang ditetapkan Allah dan menafikan apa yang dinafi-kanNya. Tanpa tahrif,ta’thil, takyif, dan tamtsil.
HAKEKAT BERIMAN KEPADA ALLAH
“Apa Buah daripada beriman kepada Allah SWT ?”
DISKUSIKAN !
Buah iman kepada Allah
IMAN KEPADA MALAIKAT
الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
QS. Fathir (35): 1�
Dalam Sebuah Hadits
Apabila Allah mencintai seorang hambaNya, Ia memberi tahu Jibril bahwa Allah mencintai Fulan, dan menyuruh Jibril untuk mencintainya, maka Jibril pun mencintainya. Jibril lalu memberi tahu penghuni langit bahwa Allah mencintai Fulan dan menyuruh mereka untuk mencintainya, maka penduduk langitpun mencintainya. Kemudian ia diterima di atas bumi.
(HR. Bukhori)
“Apa Buah daripada beriman kepada MALAIKAT Allah SWT ?”
DISKUSIKAN !
Buah iman kepada Malaikat:�
IMAN KEPADA RASUL
IMAN KEPADA HARI AKHIR
IMAN KEPADA TAKDIR
“Apa Buah daripada beriman qadla dan qadar Allah SWT ?”
DISKUSIKAN !
Buah iman kepada taqdir:�