1 of 41

PERTEMUAN KE-6

ARKANUL IMAN (Rukun Iman)

2 of 41

Rukun:

yg harus dipenuhi untuk sahnya suatu pekerjaan (nomina)

Contoh:

tidak sah salat yg tidak cukup syarat dan rukun nya;

Rukun:

asas; dasar; sendi (nomina)

Contoh:

semuanya terlaksana dng baik, tidak suatu pun yg menyimpang dr rukun nya;

https://www.kamusbesar.com/rukun

3 of 41

Definisi Iman

Iman :

Nilai-nilai yang diucapkan dengan lisan, diyakini oleh hati dan diamalkan oleh perbuatan

ARKANUL

IMAN

(Rukun Iman)

4 of 41

LISAN

FISIK

HATI

IMAN

5 of 41

TIGA WILAYAH KEIMANAN

Agama Islam POLNEP-part 3-

LISAN

HATI

FISIK

HASIL

MUNAFIK

FASIK

KAFIR

MUKMIN

6 of 41

Bukan iman, yang hanya dengan cita-cita dan angan-angan, akan tetapi iman adalah apa yang terkristal di dalam hati dan dibenarkan dengan perbuatannya (HR. Ibnu Najar & Dailami)

7 of 41

Munafik, Fasik dan Kafir

Munafik:

berpura-pura percaya atau setia dsb kpd agama dsb, tetapi sebenarnya dl hatinya tidak; suka (selalu) mengatakan sesuatu yg tidak sesuai dng perbuatannya; bermuka dua (adjektiva)

https://www.kamusbesar.com/munafik

Fasik:

a tidak peduli thd perintah Tuhan (berarti: buruk kelakukan, jahat, berdosa besar); (Isl)

sumber: kbbi3

n orang yg percaya kpd Allah Swt., tetapi tidak mengamalkan perintah-Nya, bahkan melakukan perbuatan dosa; (Isl)

Kafir:

orang yg tidak percaya kpd Allah dan rasul-Nya; (nomina)

8 of 41

BERIMAN KEPADA ALLAH

BERIMAN KEPADA MALAIKATNYA

BERIMAN KEPADA KITABNYA

BERIMAN KEPADA RASULNYA

BERIMAN HARI AKHIRAT

BERIMAN QADHA & QADAR

9 of 41

MENGIMANI WUJUDNYA

BERIMAN KEPADA ALLAH

DALIL FITRAH

AKAL

SYAR’I

INDERAWI

10 of 41

Hadits,

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، حَتَّى يُعْرِبَ عَنْهُ لِسَانُهُ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah hingga ia fasih (berbicara). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi dan ath-Thabarani dalam al-Mu’jamul Kabir. Al-Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dengan lafaz,

كُلُّ إِنْسَانٍ تَلِدُهُ أُمُّهُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Setiap manusia dilahirkan oleh ibunya di atas fitrah. Kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”

Adapun al-Imam al-Bukhari rahim

11 of 41

DALIL FITRAH

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ (172) أَوْ تَقُولُوا إِنَّمَا أَشْرَكَ آبَاؤُنَا مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِنْ بَعْدِهِمْ أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُونَ (173)

12 of 41

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah atau agar kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat

dahuluterhadap ini (keesaan Tuhan)“

Qs. Al A’raf: 172-173

13 of 41

SATU KATA

PILIH

BUKTI SUARA FITRAH

14 of 41

KASIH SAYANG

PERMUSUHAN

15 of 41

“Siapakah ARRAHMAN (Yang Maha Kasih Sayang)??"

16 of 41

KEADILAN

KEDZHALIMAN

17 of 41

“Siapakah AL-’ADLU (Yang Maha ADIL)??"

18 of 41

KEBENARAN

KEBATILAN

19 of 41

“Siapakah AL-HAQ (Yang Maha BENAR)??"

20 of 41

Dalil al-Haq (Kebenaran) dari Allah

Q.S 3 Ali-Imran: 60

اَلْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُنْ مِّنَ الْمُمْتَرِيْنَ

Kebenaran itu dari Tuhanmu, karena itu janganlah engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.

21 of 41

DALIL AKAL WUJUDNYA ALLAH

Sesuatu yang ADA , pasti ada YANG MENGADAKAN

22 of 41

DALIL SYAR’I WUJUDNYA ALLAH

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

23 of 41

DALIL SYAR’I WUJUDNYA ALLAH

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Qs. Al Baqarah: 155

24 of 41

DALIL INDERAWI WUJUDNYA ALLAH

  • DI UTUSNYA PARA NABI DAN RASUL
  • DITURUNKANNYA KITAB-KITAB SUCI
  • DI KABULKANNYA DO’A-DO’A

25 of 41

MENGIMANI RUBUBIYAHNYA

BERIMAN KEPADA ALLAH

penetapan bahwa Allah ta'ala adalah Rabb, Penguasa, Pencipta serta Pemberi Rezeki dari segala sesuatu. Dan juga menetapkan bahwa Allah adalah Dzat Yang Menghidupkan dan Mematikan, Pemberi Kemanfaatan dan Kemudharatan, yang Maha Esa dalam mengabulkan doa bagi orang yang membutuhkan. BagiNya-lah segala urusan, dan di tanganNya-lah segala kebaikan. Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada bagi-Nya sekutu dan tandingan.

26 of 41

MENGIMANI ULUHIYAHNYA

BERIMAN KEPADA ALLAH

Mengimani penuh keikhlasan bahwa hanya Allah ta'ala yang haq untuk diibadahi penuh kecintaan, khauf (takut), raja' (harapan), tawakkal, raghbah (permohonan dengan sungguh-sungguh), rahbah perasaan cemas), dan doa hanya bagi Allah satu-satunya. Serta memurnikan ibadah-ibadah seluruhnya, baik ibadah yang lahir maupun yang batin hanya bagi Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Serta tidak menjadikan hal tersebut untuk selainNya.

27 of 41

MENGIMANI NAMA & SIFATNYA

BERIMAN KEPADA ALLAH

 Megimani bahwa Allah memiliki Nama yang mulia dan Sifat yang utama yang Dia sandangkan sendiri kepada diriNya dalam kitabNya atau melalui lisan RasulNya, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Yaitu dengan menetapkan apa yang ditetapkan Allah dan menafikan apa yang dinafi-kanNya. Tanpa tahrif,ta’thiltakyif, dan tamtsil.

28 of 41

  • Mengimani wujud Allah SWT
  • Mengimani Rubbubiyyah Allah SWT
  • Mengimani Uluhiyyah Allah SWT
  • Mengimani Asma wa Sifat Allah SWT

HAKEKAT BERIMAN KEPADA ALLAH

29 of 41

“Apa Buah daripada beriman kepada Allah SWT ?”

DISKUSIKAN !

30 of 41

Buah iman kepada Allah

    • Tidak mengharap, tidak takut, tidak menyembah melainkan hanya kepada Allah
    • Menyempurnakan cinta serta mengagungkan nama-Nya
    • Merealisasikan ibadah ikhlash kepada-Nya, menegakan yang diperintah dan menjauhi yang dibenci-Nya

31 of 41

  • Malaikat adalah alam ghaib, makhluq dan hamba Allah yang tidak memiliki keistimewaan Rubbubiyyah atau Uluhiyyah, ia dicipta dari cahaya dengan kethaatan sempurna kepada Allah (Q.S. 21:19-20), jumlahnya banyak, 70 000 di Baitul Mamur
  • Iman kepada Malaikat dengan mengimani wujud, mengenal nama, mengenal sifat, seperti Jibril dengan 600 sayap, dan mengimani tugas mereka, seperti tasbih dan menyembah Allah siang malam tanpa henti (Jibril, Mikail, Isrofil, Izroil, Munkar, Nakir, Roqib, Atid, Malik, dan Ridwan)

IMAN KEPADA MALAIKAT

32 of 41

الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

QS. Fathir (35): 1

33 of 41

Dalam Sebuah Hadits

Apabila Allah mencintai seorang hambaNya, Ia memberi tahu Jibril bahwa Allah mencintai Fulan, dan menyuruh Jibril untuk mencintainya, maka Jibril pun mencintainya. Jibril lalu memberi tahu penghuni langit bahwa Allah mencintai Fulan dan menyuruh mereka untuk mencintainya, maka penduduk langitpun mencintainya. Kemudian ia diterima di atas bumi.

(HR. Bukhori)

34 of 41

“Apa Buah daripada beriman kepada MALAIKAT Allah SWT ?”

DISKUSIKAN !

35 of 41

Buah iman kepada Malaikat:�

    • Mengenal keagungan Allah
    • Syukur kepada Allah
    • Cinta kepada Malaikat karena ibadahya

36 of 41

  • Mengimaninya dari Allah
  • Mengimani yang telah dikenal (Taurat Q.S. 5:44; Zabur Q.S. 17:55; Injil Q.S. 5:46; Shuhuf Q.S. 53:36-42, 87:14-19; Qur-an Q.S. 5:48)
  • Membenarkan seluruh beritanya
  • Setiap umat diutus Rosul (Q.S. 16:36; 10:47; 40:78; 35:24)
  • Diantaranya Ulul Azmi (Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad) Q.S. 33:7
  • Kewajiban (tashdiq & tha’at Q.S. 4:150-151, 80, 64)
  • Rasul adalah manusia (Q.S. 7:188, 72:21-22, 26:79-81, 17:3, 25:1, 38:45-47, 43:59)
  • Muhammad saw (Q.S. 33:40, 4:65, 9:128)

IMAN KEPADA RASUL

37 of 41

  • Mengimani bats (Hari Kebangkitan) (Q.S. 21:104, 23:16,115), hanya Allah yang mengetahuinya
  • Mengimani hisab & jaza (pembalasan) (Q.S. 88:25-26, 6:160, 21:47)
  • Mengimani surga & neraka (Q.S. 3:131, 18:29, 32:17, 98:7-8, 33:64-66)
  • Mengimani pula fitnah kubur, siksa & nimat kubur (Q.S. 6:93, 40:46)

IMAN KEPADA HARI AKHIR

38 of 41

39 of 41

  • Mengimani bahwa Allah Maha Tahu (QS. 34 : 2)
  • Mengimani bahwa semua tertulis dalam lauh mahfuzh (Q.S. 21:70)
  • Semua terjadi atas kehendak Allah (Q.S. 28:68, 3:6, 4:90, 6:137)

IMAN KEPADA TAKDIR

40 of 41

“Apa Buah daripada beriman qadla dan qadar Allah SWT ?”

DISKUSIKAN !

41 of 41

Buah iman kepada taqdir:�

    • Selalu bersandar pada Allah
    • Tidak sombong dan kufur nimat
    • Merasa tenteram (Q.S. 57:22-23)
    • Tidak terjebak Jabbariyyah & Qodariyyah