Al Mustafa
Open
University
Metodologi Pengajaran
Suroyya Solehah Zainal, Lc, M.A.
2024-2025
11. Keterampilan Mengajar Ahkam
Keterampilan mengajar ahkam merujuk pada kemampuan seorang pendidik dalam menyampaikan, menjelaskan, dan mengajarkan hukum-hukum agama (ahkam) dengan cara yang efektif, sesuai dengan prinsip-prinsip syariat, prinsip umum mengajar, dan mudah dipahami oleh peserta didik. Keterampilan ini melibatkan pemahaman mendalam tentang sumber-sumber hukum Islam, seperti Al-Qur'an, Hadis, ijma', dan qiyas, serta kemampuan untuk mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Berikut tahapan yang merupakan gabungan dari prinsip umum, metodologi mengajar dan cara mengajar dengan baik:
1. Penguasaan Ilmu Hukum dan Masalah Syariat
Pengajar harus memiliki pemahaman mendalam tentang hukum-hukum Islam dan masalah syariat.
2. Belajar Sebelum Mengajar
Jangan hanya mengandalkan pemikiran spontan atau apa yang pernah didengar. Imam Ali
(a.s.) berkata: "Pikirkan dulu, lalu berbicaralah agar terhindar dari kesalahan."
3. Pengaturan Waktu Pelajaran
Aturlah waktu sesuai kebutuhan. Jika hanya lima menit, gunakan dengan efektif; jika lima puluh menit, maksimalkan dengan baik.
4. Menyusun Rencana Pelajaran
Rencana pelajaran membantu pengajaran memiliki awal dan akhir yang jelas serta terstruktur dengan baik.
5. Menggunakan Teks Pelajaran dan Materi Pendidikan
6. Memilih dan Menyampaikan Hukum yang Penting dan Diperlukan
Hindari membahas hal-hal yang tidak relevan bagi audiens, seperti hukum penggunaan emas dan perak untuk wudhu bagi orang miskin, atau membahas hal-hal sunnah dan makruh sebelum menjelaskan yang wajib dan haram.
7. Mempertimbangkan Komposisi Audiens
Seperti laki-laki, perempuan, atau keluarga.
8. Mengajarkan Hukum secara Bertahap
9. Mempersiapkan Pendahuluan untuk Pengajaran Hukum
Misalnya, dengan membaca hadis yang relevan sebelum menyampaikan hukum.
10. Mengajar Berdasarkan Fatwa yang Disepakati atau Mayoritas Ulama
11. Memperhatikan Istilah dalam Fatwa Para Ulama
Seperti istilah “ihtiyath wajib” (kehati-hatian wajib), “wajib”, “tidak sah”, atau “haram”. Contohnya dalam masalah wudhu: “mengusap ujung jari” atau “punggung kuku”, atau dalam sujud: “bagian depan lutut” atau “lutut itu sendiri”.
12. Tidak Menyampaikan Hal-Hal yang Menyesatkan
13. Mengajarkan Istilah dan Kata-Kata yang Berkaitan dengan Hukum
14. Memperhatikan Tingkat Pemahaman Audiens
Misalnya, anak-anak, remaja, orang berpendidikan, atau yang tidak berpendidikan.
15. Menyampaikan dengan Sederhana
Allah berfirman: “Dan sungguh telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17).
Rasulullah juga bersabda: “Aku diutus dengan syariat yang mudah dan lapang.” Beliau juga berpesan kepada Muadz bin Jabal ketika diutus ke Yaman: “Permudah, jangan persulit
16. Tidak Menyebutkan Angka
Jika pengajar tidak ingin menyebutkan seluruh poin secara rinci, cukup katakan “sebagian hal yang membatalkan wudhu” atau “sebagian hal yang membatalkan puasa”.
Contoh pengajaran hukum untuk anak-anak
Topik: Mengenal 5nhukum-hukum islam
Atas nama Tuhan Yang Maha Pengasih yang merupakan pencipta seluruh dunia.
Setiap hari Anda melihat para tetua mencuci tangan dan muka mereka serta berdiri untuk berdoa.
Setiap tahun di hari-hari Ramadhan, mereka tidak makan apapun untuk berpuasa dan menjadi hamba Tuhan yang baik.
Mereka memerintahkan kita untuk tidak pernah berbohong.
Hormati orang lain dan sapa mereka
Pernahkah Anda bertanya:
Mengapa mereka berdoa setiap hari?
Mengapa doa mereka sama?
Mengapa mereka tidak makan apa pun selama Ramadhan?
Dan di mana dan dari siapa mereka mempelajari hal ini?
Kami katakan sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini
Sesepuh sudah familiar dengan program dan aturan agama.
Aturan agama adalah perintah Tuhan
Tuhan yang baik dan sayang pada kita semua.
Dia telah mengajari kita cara hidup yang baik.
Aturan agama merupakan petunjuk Tuhan untuk hidup sejahtera.
Tuhan yang baik dan sayang pada kita semua.
Dia telah mengajari kita cara hidup yang baik.
Aturan agama merupakan petunjuk Tuhan untuk hidup sejahtera.
Aturan agama membimbing kita untuk bersikap baik kepada teman, kerabat, dan semua orang.
Dan aturan agama mengajarkan kita hal itu
Makanan apa yang boleh dimakan dan apa yang tidak boleh dimakan
Pelajaran apa yang harus kita pelajari dan buku apa yang harus kita baca?
Bagaimana cara memanfaatkan alam yang indah?
Bagaimana dan dimana mempelajari kaidah agama?
Dari "Qur'an" dan "Hadits".
Al-Qur'an adalah kitab Tuhan yang datang kepada kita melalui Nabi Islam, Muhammad (SAW).
Hadits adalah perkataan Nabi (SAW) dan Imam (SAW).
Bisakah setiap orang menggunakan Al-Qur'an dan Hadits dan memperoleh kaidah agama?
tidak Memangnya kenapa
Karena ini tidak mudah.
Butuh waktu bertahun-tahun bagi seseorang untuk bisa mengenal Al-Qur'an dan Hadits yang baik.
Oleh karena itu, hendaknya kita mempelajari kaidah-kaidah agama dari orang-orang yang telah belajar bertahun-tahun di pesantren dan telah mengenal Al-Qur'an dan Hadits serta tafsirnya dan telah menjadi ahli di bidang tersebut, seperti seorang dokter yang pernah mempelajari ilmu kedokteran. beberapa tahun dan telah membaca buku-buku yang telah digunakan oleh berbagai ahli dan dapat digunakan untuk pasien
Tulis resep.
Para ulama yang telah belajar di sekolah-sekolah ilmu-ilmu agama selama beberapa tahun dan telah mempelajari perintah-perintah agama dari Al-Qur'an dan kitab-kitab hadis telah menuliskan semuanya dalam risalah penjelasan suatu permasalahan dan memberikannya kepada kita.
Seseorang yang karena usahanya yang banyak dan membaca banyak kitab, dapat memperoleh hukum-hukum agama dari “Qur’an” dan “Hadits” disebut “Mujtahid”.
Segala sesuatu yang dilakukan oleh kita sebagai manusia atas kehendak bebas kita, mempunyai hukum yang pasti menurut agama Islam, dan hukumnya ada lima:
Wajib adalah jenis pekerjaan yang wajib kita lakukan, seperti shalat dan puasa.
Yang diharamkan adalah hal-hal yang tidak boleh kita lakukan, seperti berbohong, melecehkan orang lain, dan memfitnah
Dianjurkan dan dikatakan sebaiknya melakukan hal-hal seperti menggosok gigi dan mengucapkan “Bismillah Rahman Rahman Rahim” di awal makan dan Alhamdulillah Rabbi al-Alameen” di akhir makan.
Makrouh adalah sesuatu yang sebaiknya tidak dilakukan menurut Islam, seperti makan makanan panas dan kematian
Boleh melakukan hal-hal yang banyak dilakukan orang, dan menurut Islam, melakukan dan tidak melakukannya itu sama dan setara, seperti berjalan, duduk, dan bepergian.
Jika kita melakukan apa yang wajib dan menghindari apa yang dilarang, maka Allah akan mencintai kita dan memberi pahala kepada kita di dunia atau di akhirat.
Orang yang baik dan jujur adalah orang yang mengerjakan apa yang wajib dan menjauhi pekerjaan yang jelek dan haram.
Maka marilah kita berusaha mempelajari aturan dan perintah agama agar kita dapat mengetahui dengan baik hal-hal yang wajib dan haram serta mengamalkannya.
Pertanyaan dan jawaban:
1 Mendefinisikan aturan agama dalam satu kalimat.
2- Dari siapa kita harus belajar kaidah agama?
Siapa mujtahid dan apa pekerjaannya?
Berikan dua contoh masing-masing untuk wajib dan haram.
Pekerjaan apa yang diperbolehkan?
Sekian dan Terima kasih
Referensi