1 of 10

“Peningkatan kompetensi melalui pembelajaran berkualitas”

2 of 10

Lulusan SDMK

Peningkatan Kompetensi

SDMK berkualitas

Pembelajaran berkualitas

KERJA

Pendidikan berkelanjutan

Mempertahankan kompetensi

Komplain

3 of 10

Pilar Utama Kebijakan Pengembangan SDM Kesehatan salah satunya adalah:

Mendukung misi ke-4 RPJMN 2025-2029 terkait pembangunan SDM.

Meningkatkan mutu SDM Kesehatan agar berkualitas dan berdaya saing.

  • Memastikan ketersediaan, pemerataan, dan kualitas SDM untuk layanan kesehatan optimal, sejalan dengan transformasi digital dan penguatan sistem kesehatan. 
  • Peningkatan Kualitas & Kompetensi: Melaksanakan pelatihan inovatif berbasis teknologi, mengembangkan kepemimpinan, serta memastikan pemenuhan hak pengembangan kompetensi

4 of 10

�Komponen Evaluasi:�

  • Reaksi (Reaction): Kepuasan peserta terhadap pelatihan.
  • Pembelajaran (Learning): Peningkatan pengetahuan atau keterampilan.
  • Perilaku (Behavior): Penerapan keterampilan baru di tempat kerja.
  • Hasil (Result): Dampak nyata pada kinerja organisasi atau produktivitas.

5 of 10

�Metode Evaluasi Pasca Pelatihan: �

  • Survei/Kuesioner: Online atau tertulis kepada alumni pelatihan dan atasan.
  • Wawancara & Diskusi Kelompok: Mendapatkan feedback mendalam mengenai penerapan di lapangan.
  • Observasi Langsung: Pengamatan langsung perilaku kerja oleh supervisor.
  • Analisis Kinerja/Metrik Bisnis: Membandingkan data produktivitas sebelum dan sesudah pelatihan.

6 of 10

  • proses sistematis untuk menilai efektivitas, dampak, dan manfaat nyata dari sebuah program pelatihan setelah peserta kembali ke lingkungan kerja mereka
  • memastikan bahwa investasi waktu dan biaya yang dikeluarkan organisasi menghasilkan perubahan perilaku dan peningkatan kinerja yang nyata.

7 of 10

�1. Fokus Utama Evaluasi�

  • Berdasarkan Model Kirkpatrick, evaluasi pasca pelatihan biasanya berfokus pada dua level tertinggi:
  • Perilaku (Behavior): Menilai apakah peserta menerapkan keterampilan atau pengetahuan baru di tempat kerja.
  • Hasil (Results): Mengukur dampak pelatihan terhadap indikator bisnis atau organisasi, seperti produktivitas, kualitas, atau efisiensi.

8 of 10

�2. Teknik yang Digunakan�

  • Survei dan Kuesioner: Mengumpulkan masukan dari alumni pelatihan terkait relevansi materi di lapangan.
  • Observasi Langsung: Atasan atau evaluator memantau langsung perubahan cara kerja peserta.
  • Wawancara & Diskusi Kelompok: Menggali hambatan yang dihadapi peserta saat mencoba menerapkan ilmu baru.
  • Penilaian Kinerja: Membandingkan metrik kerja sebelum dan sesudah pelatihan dilakukan.

9 of 10

�3. Waktu Pelaksanaan�

  • Evaluasi ini tidak dilakukan segera setelah acara selesai, melainkan dalam jangka waktu tertentu agar dampaknya terlihat.
  • Jangka Menengah: Biasanya dilakukan 3 hingga 6 bulan setelah pelatihan.
  • Jangka Panjang: Bisa dilakukan hingga 12 bulan atau lebih untuk melihat kesinambungan manfaatnya.

10 of 10

�4. Manfaat bagi Organisasi�

  • Pengambilan Keputusan: Memberikan data apakah program pelatihan layak dilanjutkan atau perlu direvisi.
  • Identifikasi Hambatan: Menemukan alasan mengapa ilmu pelatihan mungkin tidak bisa diterapkan (misalnya kurangnya dukungan alat atau atasan).
  • Akuntabilitas: Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran pengembangan SDM.