1 of 15

Sejarah Profesi Guru di Indonesia

Dr. Hardhika Wahyu Dewani, M.Pd.

2 of 15

PENGERTIAN PROFESI GURU

Profesi

Pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus dan pendidikan tertentu

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama:

  • Mendidik
  • Mengajar
  • Membimbing
  • Mengarahkan
  • Melatih
  • Menilai
  • Mengevaluasi peserta didik

3 of 15

Tugas Utama Guru

Membentuk karakter dan kepribadian siswa.

Mendidik

Menyampaikan ilmu pengetahuan (transfer ilmu).

Mengajar

Memberi arahan agar siswa berkembang sesuai potensinya.

Membimbing

Membimbing siswa agar tetap berada pada jalur pendidikan yang benar.

Mengarahkan

Mengembangkan keterampilan praktis dan keterampilan hidup (soft skill/hard skill).

Melatih

Menilai dan Mengevaluasi

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005

Mengukur pencapaian hasil belajar siswa dan meninjau kembali proses belajar untuk perbaikan.

4 of 15

Pendidikan dan Guru pada Masa Pra-Kolonial

Pendidikan diselenggarakan berdasarkan:

Nilai-nilai agama (Hindu-Buddha, Islam)

Norma adat dan tradisi lokal

Sistem pewarisan budaya

Pendidikan berbasis agama dan adat

Lembaga: pesantren, surau, padepokan

Perannya tidak hanya sebagai pengajar ilmu, tetapi juga:

Pembimbing spiritual

Penasehat masyarakat

Teladan moral

Guru sebagai figur moral dan spiritual

Otoritas berbasis kharisma dan keilmuan

Kewibawaan guru tidak berasal dari:

  • Ijazah formal
  • Sertifikasi negara
  • Struktur birokrasi

Melainkan dari:

  • Penguasaan ilmu
  • Kedalaman spiritual
  • Keteladanan hidup
  • Pengakuan masyarakat

5 of 15

Pendidikan dan Guru

pada Masa Kolonial Belanda

Pendidikan dualistik dan diskriminatif

Lahirnya sekolah guru (Kweekschool) sekolah guru pribumi pertama di Indonesia berdiri tahun 1852

Pendidikan sebagai alat kontrol sosial

Guru pribumi sebagai perpanjangan administrasi kolonial

Tokoh penting: Ki Hajar Dewantara

6 of 15

Pada masa pergerakan nasional, guru berperan sebagai:

  • Penyebar gagasan kemerdekaan
  • Penggerak kesadaran politik
  • Pendidik yang menanamkan cinta tanah air

Guru sebagai agen nasionalisme

Tujuan pendirian:

  • Memberikan pendidikan bagi pribumi tanpa diskriminasi
  • Menanamkan nilai kebangsaan dan kemerdekaan
  • Mengembangkan pendidikan berbasis budaya nasional
  • Taman Siswa menjadi simbol perlawanan pendidikan terhadap sistem kolonial dan fondasi pendidikan nasional Indonesia.

Berdirinya Taman Siswa (1922)

Pada masa ini, pendidikan diarahkan untuk:

  • Membangun identitas nasional
  • Menumbuhkan semangat persatuan
  • Membangkitkan kesadaran anti-kolonial

Pendidikan berorientasi kebangsaan dan kemerdekaan

Konsep pendidikan nasional dipelopori oleh Ki Hajar Dewantara melalui ajaran:

“Ing ngarso sung tulodo” → Di depan memberi teladan�“Ing madyo mangun karso” → Di tengah membangun semangat�“Tut wuri handayani” → Di belakang memberi dorongan

Semboyan pendidikan nasional

fase ini merupakan transformasi penting: guru tidak lagi sekadar pengajar, tetapi aktor ideologis dan politis dalam perjuangan kemerdekaan.

Pendidikan dan Guru

pada Masa Pergerakan Nasional

7 of 15

Pendidikan sebagai sarana nation and character building

Keterbatasan infrastruktur dan SDM

Berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (1945)

Guru sebagai penggerak integrasi nasional

PGRI berperan memperjuangkan hak guru sekaligus mempertahankan NKRI.

Guru memiliki posisi strategis dalam membangun identitas bangsa pasca-kolonial.

Pendidikan dan Guru

Pada Awal Kemerdekaan (1945-1965)

8 of 15

Sentralisasi kebijakan pendidikan

Kurikulum seragam nasional

Guru sebagai pelaksana kebijakan negara

Penekanan pada stabilitas politik

Pendidikan dan Guru

Pada Masa Orde Baru (1966-1998)

Masa Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto ditandai oleh orientasi pembangunan nasional, stabilitas politik, dan kontrol negara yang kuat terhadap berbagai sektor, termasuk pendidikan. Sistem pendidikan dirancang untuk mendukung agenda pembangunan dan menjaga stabilitas ideologi negara. Profesionalisme pada masa ini lebih bersifat administratif. Kreativitas dan otonomi guru relatif terbatas karena kuatnya kontrol negara.

Pada masa ini diterapkan beberapa kurikulum nasional (1968, 1975, 1984, 1994) yang berlaku secara serentak di seluruh Indonesia.

Guru diposisikan sebagai:

  • Implementator kurikulum nasional
  • Penyampai nilai ideologi negara (Pancasila dan UUD 1945)
  • Pendukung program pembangunan nasional

Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjalankan fungsi ideologis melalui mata pelajaran seperti PMP (Pendidikan Moral Pancasila).

Pendidikan dijadikan alat untuk:

  • Menjaga persatuan nasional
  • Menghindari konflik ideologi
  • Menanamkan loyalitas kepada negara

Sekolah berfungsi sebagai wahana sosialisasi politik yang mendukung stabilitas pemerintahan.

  • Guru memiliki sedikit ruang untuk inovasi
  • Harus mengikuti aturan dan pedoman pusat secara ketat
  • Otonomi profesional terbatas

Sentralisasi bertujuan menjaga keseragaman mutu dan kontrol ideologi.

9 of 15

Desentralisasi pendidikan

  • Guru menghadapi kebijakan yang lebih kontekstual
  • Adanya variasi kualitas antar daerah
  • Tuntutan adaptasi terhadap kebijakan lokal

Sertifikasi guru

  • Guru harus memenuhi kualifikasi akademik minimal S1/D4
  • Adanya penilaian portofolio atau Pendidikan Profesi Guru (PPG)
  • Kritik muncul jika sertifikasi lebih administratif daripada substantif

Standar Nasional Pendidikan

  • Guru harus memenuhi standar kompetensi tertentu
  • Pembelajaran harus sesuai standar proses
  • Evaluasi pembelajaran lebih terstruktur

Tuntutan akuntabilitas publik

Guru dan lembaga pendidikan dituntut bertanggung jawab atas kualitas hasil pendidikan kepada masyarakat.

Landasan hukum:

  • Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
  • Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005

Era ini menandai pengakuan formal guru sebagai profesi

Pendidikan dan Guru

Pada Era Reformasi dan Profesionalisasi

10 of 15

Kemampuan mengelola peserta didik, yang meliputi pemahaman terhadap karakteristik peserta didik, perancangan, pelaksanaan, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan potensi peserta didik.

Kompetensi Pedagogik

Kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam, mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan.

Kompetensi Profesional

Kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, berakhlak mulia, serta menjadi teladan yang baik bagi peserta didik .

Kompetensi Kepribadian

Kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama pendidik, orang tua/wali, dan masyarakat sekitar.

Kompetensi Sosial

DIMENSI PROFESIONALISME GURU

Empat kompetensi utama guru:

11 of 15

Transformasi Status Sosial Guru

Figur Moral

Aparat Pendidikan

Agen Perubahan

Pelaksana kebijakan

Tenaga Profesional Tersertifikasi

Guru berperan sebagai:

  • Pembimbing spiritual
  • Teladan etika dan perilaku
  • Penjaga nilai agama dan adat

Guru menjadi bagian dari sistem pendidikan kolonial yang:

  • Bersifat diskriminatif
  • Dikendalikan pemerintah penjajah
  • Berorientasi pada kepentingan administrasi kolonial

Guru bertransformasi menjadi:

  • Penyebar gagasan kebangsaan
  • Penggerak kesadaran politik
  • Pendidik yang menanamkan semangat kemerdekaan

Guru berfungsi sebagai:

  • Implementator kebijakan pemerintah
  • Pelaksana kurikulum nasional
  • Penguat stabilitas ideologi negara
  • Memiliki kualifikasi akademik minimal S1/D4
  • Mengikuti sertifikasi atau Pendidikan Profesi Guru (PPG)
  • Mendapat tunjangan profesi
  • Dinilai berdasarkan standar kompetensi

12 of 15

Tantangan Abad 21

Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan (chatbot, adaptive learning, generative AI). Guru perlu membimbing literasi AI: bagaimana menggunakan teknologi secara etis, kritis, dan produktif.

Artificial Intelligence

Perkembangan teknologi digital dalam pembelajaran (LMS, e-learning, media interaktif, big data pendidikan). Guru harus mampu menjadi fasilitator pembelajaran digital, bukan hanya pengguna teknologi.

Digitalisasi Pendidikan

Kurikulum yang memberi fleksibilitas pembelajaran berbasis kompetensi dan karakter. Guru dituntut kreatif, reflektif, dan mampu merancang pembelajaran kontekstual.

Kurikulum Merdeka

Masuknya budaya dan nilai global melalui media dan internet. Guru harus menanamkan karakter, literasi budaya, dan penguatan identitas kebangsaan.

Globalisasi nilai

Tuntutan laporan, perangkat ajar, dan dokumentasi yang tinggi. Diperlukan keseimbangan antara akuntabilitas administratif dan kualitas pedagogik.

Beban administrasi

Guru abad 21:

  • Adaptif
  • Inovatif
  • Reflektif
  • Kolaboratif

Peran guru bergeser dari knowledge transmitter menjadi learning facilitator.

13 of 15

REFLEKSI FILOSOFIS

Pendidik intelektual

Guru menanamkan nilai moral, integritas, disiplin, dan tanggung jawab melalui keteladanan dan interaksi pendidikan. Sejalan dengan gagasan pendidikan karakter dari Ki Hajar Dewantara.

Guru mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan ilmiah peserta didik. Tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi membimbing proses pembelajaran bermakna sesuai amanat UU No 14 Tahun 2005.

Guru berperan membentuk generasi yang mampu membawa perubahan sosial, meningkatkan kualitas SDM, serta memperkuat identitas dan kemajuan bangsa.

Pembentuk Karakter

Agen transformasi sosial

14 of 15

KESIMPULAN

  • Profesi guru mengalami transformasi historis panjang
  • Pengakuan hukum terjadi tahun 2005
  • Tantangan modern menuntut redefinisi peran
  • Sejarah menjadi fondasi identitas profesional guru

15 of 15

Terima Kasih ☺