1 of 14

SEKOLAH LAPANG IKLIM �Dukungan Program SPARC

SOLUSI MEMPERKUAT KETAHANAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM

DI KABUPATEN SUMBA TIMUR

Deni Karanggulimu: Kupang, 14 Juli 2016

2 of 14

LATAR BELAKANG

  1. Pertanian merupakan salah satu kegiatan manusia yang sangat tergantung pada iklim mulai dari perencanaan, penanaman hingga panen, karena Iklim adalah unsur utama yang berpengaruh dalam sistem metabolisme dan fisiologi tanaman
  2. Iklim tidak lagi bersahabat dengan petani, karena adanya perubahan iklim (pergeseran musim, curah hujan tidak menentu, kekeringan, intensitas curah hujan yang tinggi, dll) yang akan bersampak buruk pada sumber-sumber penghidupan, khususnya di bidang pertanian (keberlanjutan ketahanan pangan).
  3. Kearifan Lokal sebagai salah satu acuan dalam usaha pertanian (untuk penentuan musim olah lahan, tanam dst) tidak lagi dapat dipergunakan oleh petani, karena sudah lama ditinggalkan

3 of 14

TUJUAN SLI

  • membangun kemampuan masyarakat pada umumnya dan masyarakat tani khususnya dalam melakukan antisipasi dan adaptasi perubahan iklim, serta melakukan mitigasi terhadap dampak yang ditimbulkan.
  • Tujuan khusus :
  • meningkatkan kemampuan petani dalam mengidentifikasi indikator anomali dan perubahan iklim yang dapat berdampak buruk terhadap sumber-sumber penghidupan, khususnya di bidang pertanian
  • Meningkatkan kemampuan petani berdasarkan IPTEK dalam melakukan upaya adaptasi untuk mengurangi dampak buruk iklim, khususnya di bidang pertanian
  • Mengkolaborasikan informasi iklim dengan kearifan lokal, dalam pengembangan usaha pertanian

4 of 14

Pengembangan SLI di Kab. Sumba Timur

5 of 14

Gambaran Umum Desa

  • Desa Palanggay, Kec Pahunga Lodu

Desa Palanggay merupakan desa yang ada di sebelah timur pulau sumba. Luas wilayah mencapai 90 km2 atau 9000 ha dengan ketinggian 88 dpl

  • Desa Napu, Kec. Hahar

Desa Napu merupakan desa yang terletak di bagian pesisir pantai utara bagian barat, Kabupaten Sumba Timur. Desa ini memiliki luas wilayah mencapai 14,26 km2 atau 1.426, 0 ha dengan ketinggian 207 dpl.

Desa Rakawatu Kec. Lewa

Terletak di Sumba Timur bagian barat, Kecamatan Lewa. Desa ini memiliki luas 16,6 km2 atau 1.660 ha, desa ini jauh dari pesisir dan merupakan desa pedalaman dengan ketinggian 543 dpl.

6 of 14

Gambaran umum penduduk

No

Desa

Jml Jiwa

Jml KK

L

P

Total

1

Palanggay

341

363

704

168

2

Napu

429

411

840

221

3

Rakawatu

678

695

1.373

332

Kegiatan SLI dilaksanakan di tingkat Kelompok Masyarakat Program Kampung Iklim (Kemas Proklim) secara khusus di 3 Desa sasaran Program SPARC (Palanggay, Rakawatu dan Napu)

Tabel. 1 Gambaran Umum Penduduk

7 of 14

Tahapan Pelaksanaan SLI

Pada tahap pengenalan ini BMKG menyampaikan materi – dasar tentang tentang:

  1. iklim, cuaca, suhu, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti angin, pengaruh El Nino dan El Nina.
  2. Kondisi iklim dan curah hujan di Sumba dan pengaruh wilayah (australia), terhadap sumba (angin puting beliung, badai tropik, dll)
  3. prediksi curah hujan untuk bulan berikutnya, tetapi keakuratannya hanya sebatas 80%. Hal ini terjadi karena masih minim sarana prasarana pencacah curah hujan disetiap kecamatan atau desa serta tidak terupdatenya data dari beberapa kecamatan yg sudah dilengkapi alat pencacah
  4. Peran kearifan lokal untuk menyesuaikan diri dengan anomali iklim, sehingga dampak buruk anomali iklim dapat dikurangi

  • Pengenalan tentang SLI di 3 Desa Sasaran bersama BMKG Waingapu dan BP3K

8 of 14

Lanjutan……

Pada tahap ini BMKG materi yang diberikan adalah tentang:

  1. tata cara penggunan alat pencatat curah hujan dalm memprediksi curah hujan yang ada di suatu daerah.
  2. Manfaat/kegunaan alat pencacah curah hujan dalam memprediksi curah hujan
  3. Pencatatan data curah hujan secara teratur (setiap hari) untuk meningkatkan keakuratan data untuk keperluan analisa dan perdiksi kondisi iklim, sehingga dapat bermanfaat untuk kegiatan-kegiatan masyarakat dalam mengurangi dampak buruk anomali iklim
  4. Peran Pengurus Kemas Proklim sebagai Relawan dalam melakukan pengisian data curah hujan

Pemasangan alat pencacah curah hujan manual (ombrometer) dan pelatihan pemantauan data curah hujan

9 of 14

Lanjutan…..

  • Pegisian data curah Hujan oleh Relawan (Kemas Proklim)

Bulan

jml Hujan Sebulan

Byk Hari Hujan Sebulan

Jml Rat2 Hujan dlm sebulan

Jml Rata2 CH dlm sebulan

 

mm

hari

mm/hr

mm/bln

Agu

0

0

0

0

Sept

0

0

0

0

Okt

0

0

0

0

N ov

1.40

1

0.04667

1.4

Des

1.52

12

4.9129

12.9129

Jan

212

6

6.83871

35.3333

Feb

383.9

16

13.2379

23.9938

Mar

356.4

12

11.4968

29.7

Apr

135.9

11

4.53

12.3545

Mei

69.5

6

2.24194

11.5833

Juni

23.5

3

0.78333

7.83333

Tabel. 2 Contoh Rekapan Hasil Pengisian Data Kemas Proklim Palanggay

10 of 14

Tantangan Pengembangan SLI

  1. Kerelawanan dari Pengurus Kemas Proklim
  2. Jaringan Kemitraan dengan pihak-ihak terkait dalam pengelolaan, pemeliharaan dan pemanfaatan data curah hujan (BMKG, BLH, Distan, BP3K).
  3. Peningkatan Kapasitas dan peran Kemas Proklim sebagai Pusat Informasi Iklim di Desa (Posko Iklim)

11 of 14

Yang Belum dilakukan

  • Pada Juli 2016 NTT secara umum dan Sumba memasuki iklim basah/ kemarau basah (La Nina) yang membawa dampak buruk bagi petani (produksi menurun, serangan hama, dll). Selain membawa dampak buruk, kalau diantisipasi dengan baik, maka hal tersebut membawa dampak positif (Jagung Kedua, dll).

Berkaitan dengan perubahananomali iklim tersebut, maka Kemas Proklim perlu di tingkatkan peran dan kapasitasnya sebagai Pusat Informasi Iklim di tingkat Desa (Posko Iklim)

  • Peran yang dapat dimainkan:
  • Menjadi tempat belajar (pelatihan, demplot) untuk dapat mengantisipasi/beradaptasi dengan kondisi iklim yang berubah, sehingga dampak negatifnya dapat di kurangi.
  • Bekerjasama dengan Distan dan BP4K kab. Sumba Timur untuk mendesimininasikan informasi tentang Kalender Tanam Terpadu
  • Bekerjasama dengan BMKG (waingapu dan Lasiana Kupang) mendesimininasikan informasi iklim berbasis SMS atau Android
  • Bekerjasama dengan media informasi Radio Pemerintah dan Swasta/Pemerintah, media sosial untuk penyebarluasan informasi iklim
  • Menjadi wadah untuk belajar informasi iklim melalui media, leaflet, brosur, modul, dll

12 of 14

Manfaat Posko Iklim di Tingkat Desa

  1. Masyarakat (petani) mengetahui dan dan memanfaatkan informasi tentang peluang hari hujan dan peluang hari kering.
  2. Masyarakat (petani) dapat mempunyai kapasitas untuk menyesuaikan musim tanam berdasarkan informasi iklim
  3. Masyarakat dapat menyesuaikan varietas dan jenis tanaman sesuai dengan peluang hari hujan dan peluang hari kering
  4. Masyarakat dapat mengantisipasi kemungkinan tantangan dalam usaha pertanian (hama penyakit, banjir, erosi, dll)

13 of 14

Hasil Akhir Yang Diharapkan

Kalau ada Saran, usulan dan tanggapan, kami persilahkan!!!!

Kemandirian Pangan di Era Tantangan Perubahan Iklim

14 of 14

SEKIAN DAN TERIMA KASIH

TIM SUMBA TIMUR